Dating

Membaca Kepribadian Si Nona di Kencan Pertama Lewat Warna Bajunya

Kencan pertama memang sangatlah krusial untuk dijalani. Memantau sikap, melihat kecocokan sampai menatap soal kepribadian. Untuk hal yang terakhir memang sangat sulit untuk diperhatikan, apalagi hanya berpatokan dari beberapa pertemuan. Namun, kepribadian seseorang bisa ditelisik lewat warna pakaian yang dipakai di hari pertama kencan lho, Bung!

“Pakaian yang digunakan saat kencan menjelaskan tentang kepribadian seseorang. Baik dari warna atau pun modelnya,” kata Chiara Atik, seorang pakar kencan sekaligus penulis dari buku “Modern Dating A Field Guide“. Begitu hal ini dituturkan oleh seseorang yang pakar di bidang soal kencan, mungkin Bung pun bakal memikirkan kembali warna apa yang dipakai si nona pada saat kencan pertama kali. Atau Bung jadi mempunyai kisi-kisi untuk menanti kencan pertama nanti.

Warna Merah Menampilkan Jati Diri Si Nona yang Berani

Warna pertama yang dibahas adalah warna merah. Merah memang kerap tampil sebagai warna yang berani dalam berbagai aspek apa pun. Nah, untuk soal kencan seperti dilansir dari The Health Site, warna merah juga menandakan orang tersebut memiliki karakter yang menarik. Hal ini pun dapat diartikan juga kalau si nona memancarkan daya tarik yang begitu kuat, terutama untuk soal seks.

Jiwa Kreatif dan Pemikir Terpancar dari Warna Biru Muda

Memiliki jiwa kreatif memang bisa menjadi daya tarik, terlebih lagi kalau dikaitkan dalam hal berpacaran. Bisa saja hal-hal menyenangkan terjadi selama Bung bersama dengannya. Warna biru adalah salah satu warna yang memancarkan kepribadian tenang, pemikir, sekaligus kreatif.

Karakter tersebut bisa jadi sangat cocok dengan Bung yang juga doyan berpikir. Jadi kalau Bung bertemu si nona di kencan pertama dengan baju biru muda, bisa jadi kalian akan mempunyai keluarga yang matang nantinya karena dua karakter pemikir menjadi satu.

Hati-hati dengan Warna Abu-abu Lho, Bung!

Salah satu karakter yang menurut Chiara Atik mudah tersinggung memiliki kaitan erat dengan warna abu-abu, lantaran warna ini pun menggambarkan seseorang yang memiliki otoritas tinggi. Selain itu, si nona yang memakai warna abu-abu juga memiliki sikap yang positif yakni memiliki kadar fokus yang tinggi. Sampai-sampai si nona tak akan segan untuk memusatkan perhatian demi mencapai tujuannya, Bung. Sampai-sampai, dalam setiap kesibukan yang sedang dijalani, si nona tak ingin diganggu. Bahkan oleh Bung sekalipun.

Warna Kuning Cerah Sangatlah Ramah

Bung beruntung apabila melakukan kencan pertama dengan si nona yang memilih mengenakan baju warna kuning. Menurut Chiara, orang yang berpakaian dengan warna kuning memiliki kepribadian yang sangat lembut, ramah dan mudah didekati. Sehingga Bung bakal merasa bahagia lantaran selalu dimanjakan oleh sikap-sikap si nona yang sedemikian halus.

Pemikiran yang Dewasa Sekaligus Kalem Terpancar dengan Warna Putih

Pemikiran seseorang yang sangat dewasa sangatlah menuntun bagi orang lain yang sedang dirundung masalah hingga tak dapat berpikir jernih. Apabila warna putih menjadi warna pakaiannya di hari pertama kencan, berarti Bung bakal mendapatkan sosok perempuan yang kalem dan juga lemah lembut. Si nona pun bisa mengayomi lantaran memiliki pemikiran terbuka sekaligus dikenal sebagai pendengar yang baik. Kedewasaan sikapnya dapat membawa Bung ke arah yang bahagia nan bijaksana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Belum Berencana Menikah, Tiba-tiba si Nona Mengandung Buah Cinta

Pergaulan, nafsu dan asmara semu bisa membuat sepasang kekasih bersikap kelewat batas yang seharusnya belum dilakukan sekarang, tapi nanti. Tabu menjadi tembok di mana hal ini jarang dibicarakan, atau sudah dibicarakan namun tidak memiliki solusi pasti lantaran takut mendapat justifikasi.

Seperti kasus di mana si nona hamil duluan, akibat nafsu yang menggunung antar insan. Masalah si nona hamil duluan menjadi masalah pelik. Bayangkan saja bung, orang yang mau menikah saja kerap memikirkan sampai pusing tujuh keliling, apalagi yang nikah dadakan karena kecelakaan macam begini.

Menurut sebuah data yang dikutip dari Sobatask antara tahun 2010 sampai 2014. Lebih dari 32 ribu perempuan di Indonesia mengalami kehamilan tak diinginkan alias KTD. Korban KTD mencakup perempuan yang sudah menikah, dan melibatkan anak muda bahkan sampai yang duduk di bangku sekolah juga bisa menjadi korban.

Ini bukan lagi bicara pengawasan, tetapi lebih kepada mengakomodir nafsu. Namun kalau sudah kepalang tanggung dan perut si nona sudah mengandung. Bung mau berkata apa?

Takut Mengambil Risiko, Mencoba Cara yang Berisiko

Nanas muda, dianggap menjadi solusi dari permasalahan bagi mereka yang tidak ingin bertanggung jawab. Bisa juga diambil sepihak lantaran bung takut guna menghadapi hal yang belum bisa di handle. Konon katanya buah satu ini dapat menggugurkan kandungan, meskipun agak tabu dibicarakan sekaliber dalam tulisan ini, tetapi fakta di lapangan banyak yang melakukan.

Miris kah? iya, tapi bagi mereka yang terjebak dalam kasus ini menganggap ini jalan pintar. Ibarat maling yang menggali bawah tanah demi keluar dari penjara.

Belum lagi ada beberapa curhatan dari teman-teman di tongkrongan yang menyarankan memakai obat-obatan atau menenggak soda guna menghancurkan janin. Tapi apakah memang seperti itu bung? bahwasanya laki-laki gemar melakukan tapi takut untuk bertanggung jawab. Pilihan dan jawaban tentu ada di dalam diri bung masing-masing.

Mereka yang Gentle Coba Bertanggung Jawab Meskipun Tak Tahu Apa yang Dihadapi

Kami tidak streotipe bahwa laki-laki berani melakukan tapi tidak bertanggung jawab, seperti di kalimat akhir di atas bahwa setiap laki-laki memiliki pilihan dan jawaban masing-masing. Lengkap dengan pertimbangan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Namun kami harus angkat topi alias salut kepada mereka yang mau bertanggung jawab. Karena ini sangat berat, terutama saat mengakui perbuatan ena-ena ini kepada orang tua sendiri dan juga orang tua si nona.

Tentu cenderung berat kepada orang tua si nona, yang biasanya tak rela ketika anaknya ternyata menjadi korban MBA atau Married By Accident. Bahkan kawan dari penulis pun pernah ada yang mengalami hal ini, ketika ia mengakui kalau ia membuat pasangannya hamil tiba-tiba sepucuk pistol bersandar di kepalanya. Mengerikan. Namun mau bagaimana lagi, karena ini sudah menjadi risiko yang harus ditanggung dan diemban, jadi hadapilah karena kalian yang memilih jalan ini.

Persiapan Kalian Terbatas Hanya Sembilan Bulan

Tentu sembilan bulan menjadi waktu yang paling normal untuk kalian bersiap-siap saat menanggung risiko ini. Bukan apa-apa, karena si nona akan mengandung di bulan kesembilan. Tentu kalian hanya memiliki persiapan minim, di fase-fase awal kalian akan dibuat pusing dengan ucapan, “Aku nggak dapet-dapet”, “Aku telat 3 bulan” .  Psikis kalian terserang karena belum bisa menerima kenyataan kalau sebentar lagi kalian akan menjadi ayah, iya seorang ayah.

Segala macam tetek bengek mulai dari ngomong dengan orang tua. Maaf, maksud kami jujur kepada orang tua (terkait hamil duluan). Kemudian menyatukan keluarga guna membicarakan perihal pernikahan dadakan ini seperti apa.

Dapatkah bung bayangkan betapa peliknya persiapan akibat nafsu ini. Di saat usia bung yang sedang bertarung demi karir dan menghabiskan setengah gaji sebagai balas dendam akan peliknya pekerjaaan, harus mulai mengurusi rumah tangga sampai membeli susu dan popok.

Malu Bertemu Dengan Mereka, Karena Justifikasi Selalu Menghantui Anda

Enggan bertemu dengan teman, kawan, bahkan tetangga karena kerap membicarakan betapa kasihannya kalian yang harus bertarung sebagai ayah dan ibu di usia belia (tentu bagi kalian yang masih pelajar). Itu masih wajar, karena ada rasa empati. Hey bung, kita hidup di mana setiap omongan orang lain terkait kesalahan sama dengan kepedihan.

Justifikasi yang mengarah kepada kalian, terutama bung,  akan dicap sebagai laki-laki tidak benar sampai kepada sebutan keji lainnya yang tak mungkin disebutkan di sini. Butuh waktu dan mental yang kuat untuk menghadapi tekanan semacam ini, bersyukur kalau kalian tumbuh di wilayah atau dikelilingi orang-orang yang support saat kalian salah. Tetapi naas kalau kalian berada di lingkungan yang memandang kesalahan secara mutlak dan kebaikan tidak pernah dipandang.

Lebih Baik Tahan Hingga Nanti, Daripada Tak Kuat Menahan Risiko Segudang Arti

Alangkah baiknya untuk menahan nafsu ena-ena ini hingga nanti. Secara logika mungkin bung sulit untuk memikul beban menjadi calon ayah, memiliki tanggung jawab untuk menghidupi istri dan anak. Seyogyanya lakukan lah semua itu saat bung menikah, karena kenikmatannya jauh lebih terasa.

Tapi bagi bung yang nakal dan bandel, coba fikirkan risikonya, mungkin bung bisa memakai pengaman dari pada merenggut masa depan si perempuan. Hamil itu bukan perkara mudah dengan mengeluarkan seorang bayi dari badan, itu harus bung camkan.

Meskipun banyak teori berseliweran kalau ena-ena kurang nikmat pakai pengaman, coba fikirkan kembali apakah bung siap menerima risiko seandainya nasib apes menghantui, seonggok sperma menjadi seorang bayi?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating

Trik Klasik Untuk Mendapatkan Si Dia yang Menjadi Pujaan Anda

Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan untuk mendapatkan si dia. Demi merenggut hati si nona beberapa laki-laki merasa kebingungan, karena merasa jurus yang dimiliki tidak mempan. Padahal tak perlu cara yang spesifik loh demi mendapatkan nona, yang penting bagaimana bung implementasi. Cara tercanggih pun, kalau yang menjalankannya tidak becus, maka semuanya akan sia-sia juga.

Tetapi setiap perempuan itu berbeda, bung tak bisa menyamaratakan tentang bagaimana mendekati si nona dalam satu kamus saja. Nah, dibalik itu semua tetap ada celah di mana bung bisa manfaatkan untuk masuk ke dalam hidupnya. Dilansir dari mantelligence, terdapat beberapa cara yang ‘mematikan’ sampai nona pun tak mungkin untuk menolak, selain mengiyakan. Apakah bung siap?

Datang Sebagai Pahlawan Dengan Mengisi Kekosongan

Si nona yang menjadi pujaan anda mungkin masuk dalam kategori sosok perempuan yang sedang malas menjalin hubungan, atau ia sedang menikmati kesendirian. Tetapi, kala ia menikmati tak berarti ia mengurangi intensitas bercengkramah lawan jenis seperti anda bung.

Hmm, mungkin dalam kasus seperti ini tidak pas juga anda bilang bahwasanya ini adalah kencan saat pendekatan, namun anggap saja seperti itu. Nah, guna mendapatkan si nona cobalah bawa dia sedikit kembali ke belakang, tepat ke masa-masa ia berpacaran.

Apabila ia mengutarakan beberapa bocoran kenapa ia berpisah, atau hal apa yang ia eluhkan, seperti pacarnya pemalas atau kurang bisa bersenang-senang. Celah ini bisa bung manfaatkan dengan secara lihai dong, seperti, “Aku sangat bisa kok diajak bersenang-bersenang”, “Aku malah suka pegal tuh kalau terlalu malas”.

Selaraskan Masa Depan, Sebagai Tanda Kalau Ada Kecocokan

Membayangkan masa depan? wah ini sih menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu bung. Selayaknya anak kecil, yang gemar berimajinasi ingin membuat apa sampai membayangkan apa. Hal ini nggak jauh beda kok. Coba berbagi bagaimana kegininan anda di masa depan, ingin mempunyai rumah di lereng gunung atau ingin berkeliling India.

Apabila ia tertarik atau bahkan juga ikut share tentang masa depan yang ia inginkan. Tentu bung mendapatkan kalau nona memiliki kesamaan dalam soal merangkai masa depan

Berusaha Menjadi Apa yang Nona Mau, Bukan Berarti Mesti Menjadi Satu Dalam Segala Arti

Kalau bung belum paham, mari kami bantu jelaskan. Tentu nona memiliki beberapa kegemaran yang tidak bisa sama dengan bung, seperti nona suka drama korea belum tentu bung menyukainya dan tidak perlu juga bung jadi tiba-tiba demam drama korea.

Tetapi saat ia membicarakan tentang apa kesukaanya, laki-laki seperti apa yang ia idamkan. Bung bisa membuktikan lewat beberapa sikap dan perlakuan, bisa jadi bung tunjukan tanda penasaran dengan bertanya seputar drama korea. Saat nona mendapati orang yang ngin tahu apa yang jadi kesukaanya.

Menurutnya itu sudah jauh lebih cukup menghargai dari pada menjadi palsu dengan membeli puluhan DVD Korea, namun tak ada satupun yang ditonton hanya demi dipandang olehnya.

Jangan Sampai Tersesat Hanya Karena Mengejar Nona, Sebab Itu Bukanlah Langkah yang Tepat!

Agak menjijikan sekaligus aneh, saat seseorang mengejar perempuan yang ia suka. Ia secara rela merubah dirinya menjadi yang disukai oleh perempuan tersebut. Menghapus semua tentang dirinya, menjadi orang yang benar-benar beda (padahal ia tidak suka dengan peran yang ia mainkan sekarang).

Ayolah bung, mengejar nona dengan merubah siapa jati diri anda bukanlah yang ia mau. Justru nona ingin mencari seseorang yang mampu dijadikan patokan atau pemimpin di masa depan (tentu dalam ruang lingkup keluarga).

Kalau bung saja masih labil dan suka berubah-ubah, tentu itu akan membuatnya bingung bahwa ia berpacaran dengan seseorang yang tak punya pendirian.

Dan Menjaga Jati Diri Bukan Berarti Menolak Adaptasi

Berbicara soal laki-laki dengan perempuan memang rumit dan juga trikcy. Tentu saja, bung memiliki kadar kejantanan yang tak ingin pudar meski ketemu dengan seseorang yang dapat membuat bung luluh sekalipun. Sampai-sampai bung bisa berpikiran rela memakai baju warna pink, demi menuruti kemauan si nona.

Tetapi beradaptasi bukan berarti bung tidak memiliki sikap, yang dimaksud dengan adaptasi adalah bung mampu berbaur dengan lingkungan si nona, coba mengerti apa yang ia inginkan. Ingat bung, di luar sana banyak laki-laki yang memiliki pekerjaan bagus lebih dari anda, sampai ada yang badanya lebih atletis dari anda.

Tapi tak ada yang tau bagaimana cara mendekati perempuan pujaan seperti bung yang sehabis menghafal beberapa tips ini.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Para Ilmuwan Dengan Lugas Membantah Anggapan Bung Tentang Si Nona yang Ternyata Selama Ini Salah

Perempuan tuh begini ya, perempuan tuh begitu ya, adalah secuil ocehan dari kaum adam yang menilai perempuan secara streotip. Namun, beberapa anggapan tersebut coba dibuktikan secara ilmiah yang diteliti langsung oleh para ilmuwan. Bicara soal hasil? ternyata beberapa anggapan laki-laki terhadap perempuan ada yang salah. Justru apa yang bung anggap tidak mungkin, malah jadi hasil positif yang ditemukan oleh ilmuwan.

Setelah eksperimen tersebut dilakukan, berbagai penelitian dan statistik pun dikutip di Brightside, dengan sejumlah mitos dan stereotip tentang si nona yang beredar di telinga para laki-laki, termasuk bung sendiri. Anggapan-anggapan yang menggiring ke arah seksisme ini ternyata salah. Penasaran apa saja?

Katanya Perempuan Itu Lemah, Fisiknya Pun Tak Kuat Saat Menahan Rasa Sakit

Anggapan yang paling beredar adalah ungkapan yang begitu seksis, “Ah lemah banget kaya perempuan”. Kaum hawa selalu dijustifikasi sebagai mahluk yang lemah tak berdaya. Namun Fisiolog dari University of Siena beranggapan kalau daya tahan perempuan lebih kuat ketimbang laki-laki loh.

Memang laki-laki mempunyai obat penghilang rasa sakit alami yang berada di hormon testosteronya. Sedangkan homor testosteron perempuan lebih sedikit dari laki-laki, namun perempuan lebih baik ketimbang laki-laki dalam menahan rasa sakit.

Dijelaskan secara ilmiah karena rendahnya konsentrasi testosteron dalam darah wanita sehingga sistem kekebalannya kuat secara umum. Hal ini terbukti bahwa laki-laki bisa kehilangan kesadaran 10 kali lebih sering daripada perempuan ketika melihat darah, sedangkan perempuan secara teratur saat melihat darah sehingga tidak dianggap sebagai suatu yang ekstrem.

Si Nona Itu Penakut Makanya Nyalinya Selalu Ciut

Apakah bung yakin kalau nona adalah sosok yang penakut? nyata Fritz Riemann, seorang ilmuwan asal Jerman mengatakan kalau perempuan adalah sosok yang lebih siap untuk mengatasi rasa takutnya dibanding anda bung, iya anda.

Riemann yang menulis laporan tersebut dalam fenomena tentang ketakutan menyatakan, kalau nona cenderung kurang peka terhadap situasi berisiko sehingga mudah melakukan tindakan nekat tanpa berpikir apa dampaknya.

Si Nona Sangat Penyayang Terhadap Anak Kecil Karena Naluri Keibuan yang Alami

Kalau hal ini sudah secara umum bung dengar kan? tapi hal ini tidak begitu dibenarkan, setelah Center for Advanced Study bidang Behavioral Sciences yang berlokasi di Palo Alto, California. Mereka mencoba meneliti sejumlah keluhan tentang perilaku anak-anak dari pengunjung sebuah restoran makanan cepat saji. Dengan hasil yang cukup mengejutkan karena 9 dari perempuan yang melayangkan keluhan, hanya ada satu orang yang menekankan tentang tangisan anak-anak di restoran tersebut.

Alhasil ini menjelaskan kalau si nona lebih memperhatikan anak-anak bila dibandingkan dengan orang dewasa lain dan perilaku mereka sendiri. Sedangkan bung sebagai sosok ayah lebih kerap melakukan kontak dengan bayi yang baru lahir dibanding dengan sosok yang mengandung. Hingga bung bisa memahami tentang tangisan bayi yang menandakan kelelahan, rasa lapar sampai kurang perhatian seperti dijelaskan oleh Profesor Ross Parke dari negeri Paman Sam.

Kaum Hawa Tidak Lebih Pintar dari Kaum Adam, Siapa Bilang?

Kadar intelejensia si nona selalu dianggap di bawah bung, padahal para ilmuwan meyakini kalau kemampuan intelektual seorang perempuan sangat berpengaruh terhadap norma. Hal ini didasari penelitian yang dilakukan University of Chicago yang meunggah penelitian yang didasari pada tes antara mahasiswa dan mahasiswi di beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat dengan hasil indikator intelektual si nona lebih tinggi dibanding bung.

Konon Kinerja Si Nona Sebagai Karyawan Sangat Rendah, Beda Dengan Bung yang Giat Bekerja

Pendapat ini cukup beredar termasuk di Indonesia, banyak yang mengatakan kalau laki-laki adalah karyawan yang lebik baik. Jadi wajar dapat bayaran tinggi. Di sisi lain, para ilmuwan Univesitas Yale melakukan penelitian menyatakan ada ketidaksetaraan gender atau tidak adanya emansipasi saat perusahaan membuka lowongan pekerjaan.

Dimana pelamar laki-laki mendapat tawaran pekerjaan lebih sering dengan gaji yang lebih tinggi. Tapi ungkapan cukup menarik dinyatakan oleh mantan CEO IKEA di Rusia yang mengatakan kalau kaum hawa dapat bekerja lebih giat, lebih cepat, sekaligus menyelediki esensi tugas lebih mudah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top