Dating

Media Sosial Dapat Mendekatkan Bung dengan Si Nona, namun Bisa Juga Menjauhkan

Teknologi yang kian canggih memudahkan pasangan dalam menjalin hubungan seperti aplikasi chatting dan juga media sosial. Internet menjadi pangkal dari semua ini sehingga muncul opsi dalam bersosialisasi di dunia maya. Media sosial memang menimbulkan pengaruh positif bagi setiap pasangan, tanpa menutup mata bahwa ada efek-efek negatif yang tersematkan.

Bung pun mungkin pernah mengalami ada beberapa hal unik yang dapat ditemukan di media sosial dalam menjalin asmara dengan si nona. Twitter misalnya, dikala Bung sedang asyik melakukan pendekatan dengan si nona yang dimulai dari cuitan-cuitan sederhana. Atau memberi kabar lewat wall Facebook dengan asas ingin pamer kemesraan. Bahkan di Facebook sendiri ada kolom status untuk menandakan Bung sedang menjalin dengan seseorang seperti sebuah deklarasi kepada semua teman kalau Bung adalah milik si nona seutuhnya.

Memiliki Selera Sama Bisa Berakhir Bahagia Lewat Sosial Media

Terdapat banyak pasangan di dunia ini yang bermula dari media sosial hingga berimbas kepada dunia nyata. Seperti Michelle Barna dan Joana Stern yang dipertemukan Twitter lantaran sama-sama memiliki selera pada serial TV ‘The L Word’ lewat cuitannya. Bahkan lamaran Barna kepada Stern pun dilakukan lewat Twitter seperti dilansir Tirto.id.

Selera antara Michelle Barna dengan Joana Stern mungkin tidak dapat dipertemukan dengan adanya media sosial seperti Twitter. Karena mereka berdua berangkat dari sama-sama tidak kenal, menjadi kenal karena serial TV, hingga dapat berhubungan dan menikah pun lewat Twitter. Bung yang mungkin punya selera film atau TV, bisa mencoba membangkitkan suasana lewat cuitan atau posting-an di sosial media, untuk mengundang atensi si nona.

Unggahan Bahagia Bisa Menjadi Bentuk Cinta yang Nyata

Ini pasti sudah menjadi pemandangan biasa di media sosial yang diprakarsai kaum millenial. Seperti postingan foto pacaran di restoran, tempat wisata atau pun di rumah yang diunggah mesra hingga menimbulkan rasa bahagia bagi yang melihatnya (mungkin). Seperti foto yang diposting di Instagram mengundang ribuan like. Otomatis hal tersebut menjadi kesenangan bagi kedua pasangan karena kemesraannya dihargai banyak teman.

Hal seperti ini memang sudah biasa terjadi Bung di media sosial, apalagi Instagram yang memang merupakan media sosial berbasis foto. Bung dan si nona mungkin juga bisa melakukan hal ini. Mengunggah foto mesra di sosial media dapat mempererat hubungan Bung dengan nona. Si nona bakal merasakan hal yang beda, lantaran merasa Bung benar-benar menyayanginya, terlihat dari unggahan Bung yang disebarkan ke ruang publik tanpa ada rasa canggung sedikitpun.

Tapi Tak Selalu Bahagia, Terkadang Malah Menjauhkan yang di Depan Mata

Namun tak selamanya hubungan lewat sosial media dapat berjalan baik kok. Ada pula sisi yang dapat membuat pecah hubungan antara Bung dan si nona. Apalagi kalau Bung menjadi seseorang yang sangat addict dengan sosial media. Sehingga apa yang terjadi di sosial media, Bung tak bisa hindarkan. Seperti posting, selalu mengecek like, dan sibuk memikirkan pola atau efek yang dipakai setiap unggahan. Lantaran terlalu sibuk mencari atensi dari followers yang ada, dapat membuat Bung mengabaikan si nona.

Berkelana Kemana-mana tapi Sibuk Jadi Fakir Like dan Love Saja

Melakukan traveling dengan pasangan tentu menjadi momen indah. Dengan membangun perjalanan antara Bung dan si nona untuk mengarungi serunya satu tempat di suatu kota atau daerah, berbagai momen pasti terangkum di bawah payung cinta. Tetapi karena banyaknya tempat instagramable membuat Bung sibuk dengan foto dan mengunggahnya. Tak ayal yang Bung perhatikan sudah berapa yang memberikan like di Facebook dan love di Instagram. Terlalu tingginya intensitas Bung terhadap media sosial, bisa membuat perjalanan menjadi hambar.

Rasa Kecurigaan Timbul, Menjadikan Sosial Media Kerap Diawasi Agar Si Nona Tak Main Hati

Ini mungkin tidak terjadi terhadap setiap pasangan. Namun tidak menutup kemungkinan bagi Bung untuk merasakan hal ini, yakni di mana akun sosial media Bung berada didalam pengawasan si nona atau sebaliknya. Tindakan preventif yang dilakukan bisa menjadi rasa cemas yang terlalu berlebihan tapi dapat pula menimbulkan rasa tenang. Sosial media mungkin bagi Bung bukan segalanya tapi bisa saja ada celah kecil untuk berselingkuh atau microcheating. Meskipun itu semua tidak berlanjut ke tahap selanjutnya.

Sosial media memang memiliki banyak kesan bagi setiap penggunanya dalam berhubungan. Meskipun ini semua dapat terjadi bagi siapa saja, tak juga membuat sosial media harus dihindarkan. Karena balik lagi, semua tergantung pada pasangan. Apabila saling cinta ya sosial media hanyalah opsi untuk ekspresi diri saja bukan sebagai fokus utama untuk mencari atensi dunia maya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paketan Motor Sport yang Dicintai Dari Suzuki Memadukan Kecepatan Dan Melesatnya Penjualan

Pangsa penjualan otomotif khususnya di roda dua sebenarnya kurang tercapai dari segi target dalam skala nasional di tahun 2017. AISI selaku Asosiasi Industri Sepedamotor pun membenarkan hal tersebut. Penjualan di tahun lalu diharapkan mampu menyentuh angka 5,9 juta unit secara nasional tidak terealisasikan lantaran hanya menyentuh di angka 5.886.103 unit. Jumlah tersebut merupakan penurunan 0,76 persen. Di tahun 2016 penjualan roda dua berhasil mencapai 5.931.285.

Lantas bagaimana para perusahaan motor asal Indonesia menyikapinya bung? dari sekian perusahaan motor yang hadir di Indonesia, ternyata Suzuki merupakan pemain yang berhasil dengan mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen. Dan menurut Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS, tahun lalu merupakan momen kebangkitan dari Suzuki.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Usut punya usut keberhasilan Suzuki untuk bangkit terletak pada kecanggihan dan kehandalan pada mekaniknya. Khususnya dalam mengeluarkan produk Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Khususnya GSX-R150 yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap penjualan Suzuki sebanyak 40% bung dengan jumlah 28.982 unit.

Sebagai pemain lama yang pernah mengecap kesuksesan di era 90-an, tentu saja perusahaan asal Jepang ini ingin kembali berada di era tersebut. Apalagi Suzuki merupakan pemain yang diperhitungkan di kelas motor sport. Contohnya saja seperti RGR yang menjadi “jagoan” di pasar motor berbaju dengan mengedepankan teknologi diantara kompetitor.

Berkat cerita dan sejarah yang pernah tertuang di tahun 90-an. Suzuki coba membangkitkan lagi ke era keemasannya. Untuk meramu dan menggarap kelas motor sport Suzuki pun melakukan percobaan secara serius dan matang. Mengingat motor RGR diminati lantaran teknologinya maju, dua motor sport GSX-R150 dan GSX-S150 pun dibekali fitur tercanggih dan terkini.

Mata mungkin bakal tertuju ke penampilannya yang sporty, tapi kalau lebih jeli lagi mata bung bakal disambut LCD Speedometer full digital. Di kelas Suzuki GSX-R150 fitur tanpa kunci atau Key-less Ignition System menjadi teknologi menarik. Lantaran bung sebagai pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci di rumahnya. Dengan menekan tombol starter makan mesin akan hidup dengan mengantungi sensor. Fitur ini menjadi terdepan di kelasnya.

Dari dapur pacunya saja sudah dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. Sehingga duo GSX bisa meluapkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Salah satu yang digadang dapat diminati dari GSX pemilihan mesin berjenis over stroke atau Square. Dapur pacu GSX-R150 mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya 62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Over stroke hampir sama dengan mesin bore yang lebih kalem pada putaran bawah. Dengan menjadikan GSX-R150 ramah di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Berbicara soal kecepatan yang selalu jadi pemantik bung untuk memacu adrenalin, motor ini bisa melesat hingga 13.000 RPM dengan tenaga maksimal berada di 18,9 dk dengan torsi 14 NM. Sebagai catatan sifat asli over bore mulai terlihat pada putaran menengah dan atas dimulai di angka 7000 RPM.

Kecepatan yang tak main-main, begitupula dengan tampilan. Perkembangan warna dan tren yang dicintai warga tanah air membuat Suzuki GSX-R150 memberikan beberapa varian warna seperti Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

GSX-R150 dan GSX-S150 timbul menjadi primadona dan idola baru di kalangan otomotif. Tentu saja pihak Suzuki ingin tren ini tersebut belanjut di tahun ini. Hal ini pun disampakan Yohan yang mengharapkan penjualan dapat tumbuh melewati 100.000 unit.

“Meskipun pasar tidak bergerak naik, kami mengharapkan tetap mendapat bagian yang lebih. Yang kami kejar kenaikan tahun ini dari tahun lalu itu kurang lebih, mungkin 40 persen atau syukur bisa 50 persen,” pungkas Yohan.

Kecanggihan, kecepatan dan tampilan diramu secara menarik. Persuahaan yang telah berdiri sejak tahun 1909 ini nampaknya memiliki blue print yang mana dikeluarkan sebagai senjata ampuh guna menghempas kompetitornya. GSX Series menjadi bukti kalau Suzuki masih bertaji, jadi tak salah kalau GSX Series menjadi paketan motor sport yang dicintai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top