Health & Personality

Masih Muda Sudah Muncul Uban? Itu Tandanya Kamu Harus Lebih Sering Tertawa dibanding Sibuk Bekerja

Munculnya uban di usia muda bisa membuat seseorang gelisah. Jelas saja, rasa percaya diri akan menurun seketika karena uban yang identik sebagai tanda penuaan tiba-tiba saja muncul di rambut mereka yang usianya belum masuk kepala empat.

Untukmu yang sedang mengalami masalah yang sama, tenangkan diri sejenak ya Bro! Mungkin kamu panik saat mendapati rambutmu sudah ada yang memutih setelah sekian lama tak berdiri depan kaca. Sebentar, daripada panik berlebih, sebaiknya kamu kenali dulu apa penyebab munculnya uban di rambutmu. Tak perlu terburu-buru menyemir rambut, sebab sejatinya uban pun bisa dihilangkan dengan cara-cara alami.

Uban Muncul Pertanda Ada Kerusakan Sel di Dasar Folikel Rambut. Penyebabnya Beragam, Karenanya Kamu Perlu Tahu

Pakar penuaan dari Mayo Clinic, Dr James Kirkland mengatakan, setiap orang dapat memiliki uban sepanjang hidupnya namun keseimbangannya berkurang di usia 40 hingga 50 tahun dengan tingkat perubahan yang bervariasi sesuai genetik, jenis kelamin, dan etnis. Dengan munculnya uban, berarti ada kerusakan sel rambut yang kerap disebut melanosit di dasar folikel rambut.

Ia menyebutkan, kebiasaan buruk seperti merokok juga dapat mempercepat timbulnya uban yang terlalu dini. Di lain sisi, kemunculan uban yang terlalu cepat juga bisa dianggap sebagai tanda datangnya penyakit autoimun, gangguan tiroid, hingga jantung. Namun jika seseorang sudah memiliki riwayat penyakit jantung, lalu tiba-tiba rambutnya beruban bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda perburukan penyakit.

 

Hati-hati dengan Stres, Meski Kamu Merasa Sehat Tapi Tubuhmu Tanpa Disadari Akan Menerima Tekanan Akibat Pikiran yang Sedang Stres

Stres diketahui dapat menyebabkan macetnya produksi melanin. Kamu perlu tahu, melanin merupakan pigmen alami pewarna rambut. Melanin ini dihasilkan oleh sel melanosit, dan rambut berubah warna jadi putih karena melanosit di dalam tubuh tidak memproduksi melanin dalam jumlah yang cukup.

Tapi jangan khawatir, produksi melanin yang bermasalah karena stres umumnya bersifat sementara. Artinya agar jumlah rambut uban tak semakin banyak, kamu perlu berupaya menghilangkan faktor penyebab stres dan mengendalikan tubuh dan pikiranmu agar normal kembali.

 

Tak Melulu Karena Stress, Faktor Genetik Juga Bisa Memicu Kenapa Uban Datang Begitu Cepat

Kamu wajib tahu juga bro! Setiap orang mewarisi kromosom dari orang tua ke anak. Ini artinya apabila orang tua memiliki masalah rambut beruban pada saat mereka masih muda, maka kemungkinan besar hal yang sama juga akan diturunkan pada anak atau cucunya kelak.

Tapi disamping itu, masih ada penyebab lainnya semisal gangguan metabolisme, masalah pada ketahanan tubuh, gangguan fungsi ginjal, ada kelainan hormon dan paparan sinar ultraviolet juga berkontribusi menambah jumlah uban di kepala.

 

Menghalau ‘Serangan Uban’ Dapat Dilakukan dengan Cara-cara Alami, Bro! Mulailah dengan Mengonsumsi Makanan Seperti Sayur dan Buah-buahan

Kini kamu sadar, uban tak lagi jadi momok untuk orang tua saja. Perkembangan zaman dan lingkungan yang tidak sehat menyebabkan kita yang masih berusia muda juga mendapat ‘serangan uban’ di kepala. Ada baiknya kita mulai tergerak untuk menghindari faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya uban agar tidak terwariskan ke anak cucu kita nantinya.

Karenanya kamu sangat disarankan untuk mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak vitamin B12 juga dapat menghambat dan mengatasi pertumbuhan uban di kepala.

Menurut Diana Bihova, dari Medical Centre Universitas New York, terkurasnya vitamin B12 akan mempercepat tumbuhnya uban di kepala. Sayuran hijau, produk olahan susu, salmon, berries, hingga almond baik untuk mencegah timbulnya uban.

Perbanyak Tertawa dan Lepaskan Stressmu Dengan Selalu Berpikir Positif, Cara Ini Diketahui Dapat Menghambat Dan Mengatasi Uban Pada Rambut.

Ya, tertawa akan membuatmu rileks dan bahagia. Dengan demikian stres pun dapat dihalau. Tapi disamping itu, kamu pun perlu minum air putih yang cukup, punya waktu tidur yang baik, serta melakukan olahraga secara rutin. Gaya hidup sehat sangat ampuh menangkal munculnya uban. Karenanya sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi fast food, terlalu banyak konsumsi kafein dan minuman beralkohol serta merokok jika kamu ingin menangkal datangnya uban.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Tak Tampil Slebor Meski Memilih Naik Motor

Meski mobil menawarkan kenyamanan lebih, namun sebagian pria tetap memilih motor sebagai kendaraannya. Alasannya beragam, mulai dari sesederhana menghindari jalanan macet atau memang hobby menggunakan motor.

Masalahnya banyak yang terkesan ala kadarnya dalam berpenampilan ketika menggunakan motor. Malah sering ada yang salah kaprah menyamakan kegiatan berkendara menggunakan mobil dengan motor. Padahal beberapa hal harus diperhatikan jika kita memilih untuk menggunakan motor.

Naik motor pakai baju apa?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menjawab pertanyaan sebelumnya. Kita naik motor untuk apa? Sekedar hobby di weekend atau kendaraan rutin untuk menemani kerja? Karena banyak yang salah kaprah memilih pakaian untuk naik motor.

Referensi yang digunakan adalah pengguna motor di luar negeri. Sayangnya tidak semua fashion cocok diaplikasikan di Indonesia. Apalagi jika kita menggunakan motor untuk beraktivitas sehari-hari.

Di negara-negara sub tropis banyak pengendara motor tidak menggunakan jaket. Mereka hanya berbalut kaos oblong dan jeans. Atau misalnya untuk para scooteris italia yang berpakaian rapi kemudian hanya menyematkan rompi minim di luar pakaiannya.

Masalahnya situasi dan kondisi jauh berbeda di Indonesia. Sebagai negara tropis kita punya suhu mencapai kisaran 37 derajat celcius. Sangat konyol jika kita naik motor di udara terbuka hanya bermodalkan kaos lengan pendek.

Situasinya bertambah rumit ketika di daerah perkotaan. Meski gesit, tak jarang pengendara motor juga tetap harus berjibaku dengan kemacetan. Pertarungan ini masih diperparah dengan tingkat polusi yang gila-gilaan. Maklum saja bus umum dan angkot yang tidak terawat masih bebas berkeliaran membuang asap hitam knalpotnya.

Karena itu jaket adalah asesoris wajib jika memilih untuk naik motor. Setidaknya kulit tidak akan gosong dan perih terbakar matahari. Selain itu Jaket juga berfungsi untuk melindungi pakaian kita dari bau asap knalpot yang menyengat. Boleh saja motor oke, dandanan pun asik tanpa dihiasi jaket, tapi apa gunanya ketika bertemu klien baju kita ternyata bau knalpot?

Helm keren itu yang seperti apa?

Helm bukan lagi sekedar pelindung kepala. Ia sudah menjelma menjadi salah satu aksesoris fashion di kalangan pengguna motor. Tapi dengan alasan yang sama seperti di atas kita harus cermat dalam memilih helm.

Mungkin tidak masalah jika rooling thunder menggunakan motor kesayangan di weekend kita menggunakan helm half face tanpa penutup. Tapi jangan coba-coba menggunakan helm favorit biker cafe racer ini anda gunakan beraktivitas sehari-hari.

Sekali lagi, ini negara tropis banyak debu dan asap knalpot. Dijamin muka langsung menghitam jika berjibaku langsung tanpa penghalang kaca di helm. Lagi pula dengan kondisi mayoritas jalanan Indonesia yang masih belum terawat, menggunakan helm tanpa penutup bisa mengundang bahaya. Tak terbayang batu krikil terlontar langsung ke muka kita dalam kecepatan tinggi.

Hal penting lainnya adalah siapkan minimal dua helm untuk dipakai bergantian setiap hari. Keringat dari kepala yang bersarang di helm bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Karena itu kita harus punya jadwal harian untuk menjemur bagian dalam helm diterik matahari. Jika anda pengguna motor harian, langkah ini hanya mungkin dilakukan jika anda punya dua helm kan?

Pilih motor sesuai fisik

Tidak akan terlihat perbedaanya ketika kita menyetir mobil ferarri yang super pendek dengan mobil off road yang jangkung. Maklum saja kita berada dalam kerangkeng body mobil. Paling banter orang hanya bisa mengintip dari balik jendela.

Beda cerita dengan motor. Semua fisik kita akan dengan bebas dipertontonkan di jalanan. Sayangnya banyak pria yang tidak sadar diri dengan kondisi fisik. Akan aneh terlihatnya jika fisik mungil tapi memaksakan naik motor bongsor.

Tapi sebaliknya, banyak juga pria berfisik besar yang terkesan memaksakan menggunakan motor matic yang diperuntukan bagi konsumen wanita. Hal ini diperparah dengan pilihan warna atau grafis yang terlalu manis untuk fisik sang pengendara.

Karena itu pilihlah kendaraan yang sesuai dengan fisik kita. Salah satu yang pantas dilirik adalah All New Satria F150. Modelnya yang hyperunderbone terlihat ramping namun tanpa meninggalkan kesan laki-laki.

Gaharnya tampilan ini ditunjang juga dengan tampilan mesin tegak berpendingin air. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve. Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Apalagi All New Satria F150, tampil dengan grafis tampilan baru. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Untuk Bung yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa dijadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Ditambah lagi ada dua warna spesial, yang juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin Bung tunjukkan.

Jas Hujan Itu Harus

Selain panas matahari, kendala yang harus dihadapi pengendara motor di Indonesia adalah hujan. Dan seiring berjalannya waktu keadaan cuaca agak sulit untuk diprediksi. Karena itu menyediakan rain coat atau jas hujan adalah sebuah keharusan.

Jangan sampai kita terlambat tiba ditujuan hanya karena harus berteduh dari hujan. Atau untuk mengejar waktu kita memaksakan menembus hujan dan tampil basah kuyup dilokasi aktivitas.

Hal penting yang patut diperhatikan adalah jangan membeli dan menggunakan jas hujan yang hanya berbentuk ponco. Pertama, jenis ini tidak melindungi kita sepenuhnya dari terpaan air hujan. Kita masih bisa basah terutama untuk di bagian kaki. Kedua, jas hujan jenis ini sudah banyak memakan korban jiwa. Bentuknya yang memanjang dan menjulur ke bawah riskan untuk terlilit di roda motor.

Sedikit informasi, di beberapa minimarket dijual jas hujan berbahan plastik. Bentuknya tidak lebih tebal dari buku tulis anak sekolah dasar. Sangat cocok untuk diselipkan dibagasi motor.

Potong rambut pendek, gunakan deodoran

Sekedar saran, jika sehari-hari beraktivitas menggunakan motor maka sebaiknya rambut tdak dibiarkan panjang. Apalagi jika harus dirapikan menggunakan Gel. Karena pastinya repot harus bolak-balik membalurkan gel rambut setelah melepas helm.

Lalu untuk tetap menjaga kesegaran tubuh, usahakan menggunakan deodoran. Hal ini untuk mencegah keringat berlebih. Tentunya kita tidak mau kan muncul dengan baju yang basah oleh keringat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Uniknya KWID, Mobil 119 Jutaan Dari Renault

Sejak kemunculan beberapa waktu lalu, mobil bernama KWID ini memang mengundang rasa penasaran publik otomotif tanah air. Pasalnya dengan mengusung merk Eropa, harga yang ditawarkan termasuk kategori ekonomis. Yup, mobil satu ini bisa diboyong hanya dengan harga Rp.119.600.000,-. Namun tak cuma harga bersaing yang bikin KWID layak dilirik, ada sejumlah hal menarik yang membuat KWID layak untuk dijadikan kendaraan terbaru.

Meski Masuk Kelas City Car, Namun KWID Justru Punya Tampilan SUV

Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain unik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Interiornya Canggih Dengan Rasa Eropa

Masuk ke bagian interior, Renault KWID ini memang tergolong lapang. Renault juga menyajikan ruang bagasi yang cukup luas dengan kapasitas 300 liter. Dengan mengatur konfigurasi kursi kapasitas bagasinya bahkan bisa ditingkatkan hingga 1.115 liter.

Beralih ke dashboard Renault KWID bahkan sudah dibekali dengan digital instrument cluster. Instrument cluster itu menyajikan informasi yang lengkap mulai dari kecepatan (speedometer), odometer, trip meter, rata-rata konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar realtime, hingga kecepatan rata-rata yang telah ditempuh sejak terakhir di-reset.

Ada beberapa sentuhan Eropa pada Renault KWID. Beberapa di antaranya adalah tombol pengatur power window dan pengunci pintu central yang ada di bagian tengah dekat dengan tombol lampu hazard.

Harga Boleh 100 Jutaan, Tapi Fiturnya Sudah Canggih

Interior yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Perangkat head unit yang merupakan pertama di kelasnya ini, memiliki fitur lengkap seperti radio, musik menggunakan USB maupun AUX, dan juga telah dilengkapi dengan Bluetooth telephony system.

Perangkat tersebut juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock, lampu sein dengan satu sentuhan untuk berpindah lajur serta lampu kabut. Dan untuk pertama di kelasnya juga, Renault KWID memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Dapur Pacunya Cukup Bertenaga Namun Irit

Renault KWID mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder yang dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan. Hasilnya mobil ini bisa menyemburkan tenaga maksimal sebesar 68 PS pada putaran 5.500 rpm dan maksimal torsi sebesar 91 Nm pada putaran 4.250 rpm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg. Selain performa, penggunaan bahan bakar Renault Kwid lebih efisien dengan teknologi mesin berupa Smart Control Efficiency (SCe).

Sisi Kenyamanan Juga Sangat Khas Renault

Produsen mobil asal Perancis ini memang dikenal dengan kenyamanannya. Tak terkecuali juga dengan Renault KWID. Kualitas bantingan suspensi Renault KWID menjadi salah satu keunggulan dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault KWID ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.

Kombinasi keunggulan-keunggulan teknis dan fitur-fitur canggih di atas membuat Renault KWID pantas dipertimbangaan untuk kendaraan pilihan kaum urban. Apalagi harganya yang bersaing jadi penggoda paling utama bukan?

Agar Tak Penasaran Bisa Coba Jajal Langsung KWID

Nah, daripada sekedar baca Bung bisa jajal langsung si Renault KWID ini. Karena saat ini Renault menggandeng Gen FM untuk mengadakan acara test drive Renault KWID untuk yang tinggal di seputaran Jabodetabek. Bung bisa menyambangi acara tersebut sesuai jadwal berikut:

Sabtu, 25 Nov 2017 : Taman Jajan Bintaro
Jumat, 01 Des 2017 : Food Court Teng go Cibubur
Sabtu, 02 Des 2017 : Warung Upnormal Cinere
Jumat, 08 Des 2017 : Plaza Festival Kuningan
Sabtu, 09 Des 2017 : Bebek Kaleyo Harapan Indah (Bekasi)

Pada acara yang berlangsung pukul 17.00 – 22.00 wib ini, mereka yang telah test drive dan berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Renault KWID berkesempatan untuk mendapatkan hadiah uang tunai dan merchandise dari Renault.

Jadi kapan lagi test drive sambil seru-seruan ikut quiz bukan? Untuk info lebih jelasnya bisa pantau sosial media Renault @Renault_ID

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Karena Pusing Kepala Akibat Tak Dapat “Jatah” Bukan Cuma Mitos

Selentingan di warung kopi kadang ada benarnya. Pasti ada kalanya Bung mendengar atau ikut menimbrung perihal curhatan kalau tidak diberi ‘jatah’ itu membuat pusing kepala tak tertahankan. Faktanya, pria yang hidup di era sekarang memang lebih sering ‘berpuasa’. Hal itu bahkan sudah ada penelitiannya. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2016, pria generasi millennial cenderung lebih jarang melakukan aktivitas seks dibanding pria yang hidup di era 1920-an. Duh, mengejutkan ya Bung!

Tapi kalau ditelisik, sadar tak sadar, pria generasi millennial memang sering menghadapi situasi sulit yang membuatnya terpaksa ‘puasa’.  Mulai dari hubungan jarak jauh, sedang berkonflik dengan pasangan, atau mungkin pasangan yang sedang tidak dalam mood baik untuk memberi jatah. Kalau Bung yang mana? Masih ingat kapan terakhir kali mendapat jatah?

Meski Bung mungkin naïf atau bahkan menampik kalau seks bukan prioritas utama dalam hubungan, tapi tidak bagi tubuh Bung. Terlalu lama puasa bisa membawa dampak tersendiri untuk tubuh. Pusing kepala salah satunya…

Puasa yang Lama Akan Membuat Bung Jadi Kaku Saat Memulai Kembali

Ada ungkapan lama yang mengatakan, “Kalau kamu tidak menggunakannya, maka kamu tak akan lagi melihatnya berfungsi.” Nyatanya, ungkapan tersebut diamini oleh sejumlah pakar seks. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh American Journal of Medicine pada tahun 2008, mereka menemukan jika pria yang jarang melakukan aktivitas seks justru lebih rentan mengalami disfungsi ereksi. Para peneliti tersebut melakukan penelitian terhadap sejumlah pria yang hidup di era 50an hingga 70an. Disamping itu, tahukah Bung, saat pria puasa seks selama sekian lama, hal itu akan menurunkan kemampuannya di atas ranjang. Bisa saja setelah sekian lama berpuasa, Bung jadi kaku saat memulai kembali.

Tidak Masturbasi Selama Sekian Lama Juga Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Prostat

Memilih untuk tidak masturbasi juga tidak sehat lho Bung! Penelitian mengungkapkan, sering masturbasi ternyata bisa menurunkan risiko kanker prostat. Itulah sebabnya para pakar seks menyarankan, meski tidak diberi ‘jatah’ setidaknya Bung tahu apa yang harus dilakukan. Ini demi kesehatan ya Bung.

Tekanan Darah Meningkat Drastis, Pemicunya Sederhana: Pusing Kepala

Aktivitas bercinta pasti akan membuat hidup terasa bermakna. Bukan begitu Bung? Tapi kalau terlalu lama ‘puasa’, apakah Bung masih bisa memaknai hidup? Yang ada tekanan darah meningkat drastis, tak ada mood untuk menyelesaikan pekerjaan, dan sebagainya. Hal ini lumrah, lantaran berdasarkan penelitian pada 2006 yang dimuat dalam jurnal medis Biological Psychology, rutin bercinta bisa menurunkan tekanan darah dibanding mereka yang tidak atau jarang melakukannya.

Mungkin kalau Bung belakangan merasakan pusing yang tak kunjung hilang, kini Bung tahu apa penyebabnya. Mengutip Men’s Health, Dr Debra W Soh mengungkapkan jika bercinta dapat meningkatkan kadar hormon endorphin yang berguna untuk mendorong mood agar semakin baik. Itulah mengapa ‘puasa’ yang terlalu lama hanya akan menyiksa tubuh Bung saja.

Bahkan Bisa-bisa Performa Kerja Bung Pun Ikut Menurun

Berdasarkan sebuah penelitian dari Oregon State University, pasangan yang rutin bercinta akan lebih bahagia saat bekerja. Hal ini terbalik dengan mereka yang cenderung jarang bahkan sangat jarang bercinta. Biasanya performa kerjanya akan mudah menurun dan merasa tidak bahagia. Saat mendapat tekanan dari pekerjaan, yang ada mood jadi semakin menurun dan sukar untuk tersenyum lepas. Mereka merasa tempat kerja hanya memberi efek stres yang berkepanjangan. Bung jangan sampai begitu ya!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health

Kata Pak Dokter: “Ereksi Yang Betul Itu Seharusnya Sekeras Kursi!”

“Pria itu ereksinya ada empat tingkatan! Seharusnya yang paling bagus itu tingkatan ke empat yang ereksinya sekeras kursi yang saya duduki ini” demikian ungkap Pakar andrologi dari Brawijaya Hospital dr Nugroho Setiawan Sp.And yang ditemui dalam diskusi “Rahasia Stamina Perkasa” di Jakarta belum lama ini.

Menurut dr Nugroho, Puncak kehidupan kita laki-laki itu pada umumnya berada di usia 25-30 tahun. Untuk bung yang sudah di atas usia 30 tahun, harus mulai siap-siap mengalami penurunan. Kita masih ingin gagah perkasa, apa daya tubuh berkata lain. Lalu kita harus bagaimana?

Perkasa Tak Perkasa Itu Urusan Testosteron

Dr. Nugroho mengungkapkan, mereka yang testosteronnya rendah tidak bisa keras ereksinya. Ruginya, ejakulasi tak bisa terkendali. Ibarat main bola, jangankan masuk final baru juga babak penyisihan, sudah harus angkat koper.

Selain karena masalah pada testis, kondisi ini juga bisa terjadi akibat gangguan pada salah satu level atau lebih poros hipotalamus (pada otak) sehingga kadar testosteron menurun.

Bung Boleh Jadi Merasa Awet Muda Terus, Tapi Kadar Testosteron Siapa Yang Tahu

Kita boleh saja menampik tak mau terima kenyataan. Namun penurunan kadar testosteron ini sebuah keniscayaan. Ketika sudah melewati masa 30 tahun sudah akan terjadi penurunan testosteron. Berbeda dengan si nona yang menoposenya terjadi mendadak nan seketika. Menurunnya kadar testosteron terkadang tak disadari sebagian laki-laki karena terjadi perlahan, sehingga banyak dari kita yang merasa dirinya baik-baik saja.

“Kemundurannya pelan-pelan, sehingga banyak pria merasa baik-baik saja. Tidak terasa. Loyonya pelan-pelan” tegas Dr. Nugroho.

Tapi bung tak perlu panik, karena pak dokter mengatakan ada cara untuk memperlambat terjadinya penurunan testosteron. Minimal masih bisa bergumul mesra sampai tua nanti.

Mudah Mengantuk Sehabis Makan Itu, Salah Satu Tandanya Bung Sudah Mulai Loyo

Supaya tak terlena, ada baiknya kita memahami ciri-ciri telah terjadinya penurunan testosteron. Mudah lelah dan mengantuk salah satu ciri yang harus di waspadai. Apalagi buat bung yang sering mengantuk selepas makan, ini bisa jadi ciri utama.

“Tidak berenergi, cenderung lebih mudah mengantuk usai makan, relatif cukup gemuk akibat lemak tidak bisa lepas dari tubuh, bisa jadi ciri penurunan testosteron” tambah Dr. Nugroho

Sulit berkonsentrasi, daya tahan menurun, juga menjadi tanda lainnya. Karena testoteron bagi pria tak hanya bermanfaat untuk mengatur libido dan suasana hati, tetapi juga meningkatkan kekuatan dan volume otot, pertumbuhan rambut-rambut halus, hingga menstimulasi sel.

Laki-laki yang rendah kadar testoteronnya bahkan terancam terkena berbagai penyakit metabolik seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan gangguan lemak.

Tak Mau Loyo Di Ranjang? Sebaiknya Pekerjaan Ditinggal Di Kantor Saja

Stres yang tak tertangani secara baik juga bisa menjadi faktor yang mempercepat penurunan testosteron. Ibaratnya sudah macam usia 70 tahun padahal baru mulai masuk kepala empat. Salah satu pendorong paling utama adalah gemar membawa pekerjaan ke rumah. Alias masih juga terpikirkan beban deadline ketika seharusnya sudah beristirahat.

“Tidak boleh boleh sering stres. Stres mengganggu kesehatan tergantung kita menghadapinya. Banyak pasien pekerjaan dibawa pulang. Oleh karenanya, manajemen stres harus dikuasai masing-masing orang,” tutur Nugroho.

Gawatnya Banyak Yang Ambil Jalan Pintas Minum Sembarang Obat Kuat

Nah, ini dia yang berbahaya. Tak mau terima, aksi di ranjang tak lagi prima, banyak laki-laki langsung terpikir untuk menenggak obat kuat. Gawatnya bung tak lagi memeriksa urusan komposisi yang terkandung dalam obat tersebut. Isinya ternyata bahan-bahan yang seharusnya berada di dalam pengawasan dokter dan tak dijual bebas. Salah-salah bisa nyawa taruhannya!

Lebik Baik Pakai Suplemen, Kalau Mau Tetap Macam Superman

“Enggak ada makanan tertentu. Makan makanan bergizi dan berimbang, lengkap. Ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan mikronutrisi lainnya, serta suplemen tambahan bisa jadi solusinya” pungkas Dr. Nugroho.

Senada dengan ini ditemui di acara yang sama Brand Manager Sutra, Daniel Tirta mengungkapkan pentingnya memilih suplemen berbahan dasar alami dan aman. Menurutnya masyarakat Indonesia punya keinginan untuk menggunakan suplemen berbahan dasar herbal karena aman dan minim resiko efek samping.

Inilah alasan sutra mengeluarkan Sutra Perkasa beberapa waktu yang lalu. Produk ii merupakan gabungan dari 3 ekstrak herbal. Pertama tongkat ali yang bermanfaat untuk menstimulasi testosteron. Esktrak ginseng yang bekerja untuk meningkatkan stamina dan menjaga vitalitas. Terakhir kandungan horny goat weed untuk menambah gairah seksual. Untuk melengkapi komposisi herbal, cangkang kapsulnya pun herbal yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan.

Jadi Bung, jangan ambil jalan pintas pakai obat kuat untuk tampil perkasa. Lebih baik mengurangi stres dan mulai hidup sehat, karena si nona tentu ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Narasi

Sering Tak Adil Pada Wanita, Hari Ini Biarkan Mereka Bebas Tanpa Bra

Wanita dan penampilannya tentu jadi sesuatu yang menarik perhatian, dan poin utamanya sering kita letakkan pada bagian tubuh terdepan. Apalagi kalau bukan payudara yang ia punya. Wajar memang jika hal tersebut tak bisa dilewatkan, karena memang letaknya ada di depan.

Hanya saja hal ini sering kali kita jadikan ajang yang malah terdengar sangat tak adil bagi mereka. Masih tak sadar? Mari kita telisik lebih dalam

 

Memberi Mereka Vonis Yang Kejam, Hanya Karena Tak Pakai Bra Saat Sedang Bepergian

Dipertengahan tahun 2016 lalu, terkait laporan yang dilayangkan oleh mantan suaminya Sajad Ukra. Artis Nikita Mirzani yang memang dikenal selalu tampil seksi dengan pakaian yang kerap terbuka, mendatangi Polda Metro Jaya dengan hanya menggunakan baju tipis tanpa mengenakan bra.

Lalu selanjutnya, beberapa dari netizen belomba-lomba untuk memberi komentar atas penampilannya yang lebih didominasi oleh kita kaum laki-laki. Mulai dari sebutan “murahan” hingga kata-kata lain yang rasanya tak pantas untuk disampaikan. Padahal sekalipun Nikita adalah istri atau pacar kita, tentu kita juga tak berhak untuk menghakiminya hanya karena tak pakai bra. Toh itu adalah haknya.

 

Terlepas Dari Manfaat Baik Yang Mungkin Mereka Inginkan, Dia Yang Tak Pakai Bra Sungguh Bukanlah Urusan Kita

Faktanya pro dan kontra pemakaian bra yang katanya jadi pemicu kanker payudara memang belum menemukan titik temu. Namun sebagian besar perempuan percaya bahwa mengurangi frekuensi pemakaian bra dalam aktivitasnya, bisa berdampak baik untuk kesehatan mereka. Dan hal itu pulalah yang menjadi alasan mengapa sebagian wanita sering memilih untuk tidak memakai bra.

Lalu coba bayangkan, bagaimana reaksi yang kerap kita tunjukkan bagi meraka? Kita sering merasa bahwa itu jadi sebuah pilihan yang tak wajar. Mengingat mereka adalah wanita, sudah seharusnya menjaga segala sikapnya. Termasuk dalam hal memilih pakaian, mungkin begitu kata kita. Padahal itu semua hanyalah sebuah topeng yang sering kita gunakan, untuk ikut mencampuri pilihan mereka.

 

Padahal Memakai Suatu Pakaian Tentu Soal Kenyamanan, Lalu Apakah Kita Berhak Menyalahkan?

Siapa pun tentu tak berhak untuk menilai baik buruknya pilihan seseorang. Tak hanya kita saja, yang sering memutuskan untuk mengenakan sesuatu, mereka juga memiliki hak yang sama.

Tak jauh berbeda dengan jenis pakaian lainnya, urusan kenyamanan tentu jadi hal yang utama. Beberapa dari kita mungkin tak akan memakai kemeja, karena lebih nyaman dengan kaos oblong biasa. Demikian pula mereka, yang sering memutuskan untuk tak pakai bra karena tak nyaman. Ini bukanlah sesuatu yang berbeda, hal ini tentu sama dengan pilihan lain untuk urusan pemakain baju, atau celana.

 

Karena Sejatinya, Mereka Jadi Orang Yang Paling Berhak Untuk Memutuskan Mau Pakai Atau Tidak!

Sebagai seseorang yang tak pernah tahu bagaimana rasanya mengenakan bra. Kita tentu tak boleh jadi pihak yang akan jadi hakim untuk mereka. Kita boleh saja menyimpulkan bahwa ada efek baik dan buruk dari pemakaian bra. Namun untuk itu semua tentu setiap perempuan punya tolak ukur yang akan dijadikan patokan. Apakah nanti ia akan tetap dipakai atau tidak.

Memang pada beberapa kesempatan tentu pilihan tersebut tidak selalu sejalan. Namun lebih daripada itu, semua hal yang akan dilakukan oleh perempuan, pilihannya tetap berada pada tangan mereka.

 

Meski Katamu Ini Jadi Sesuatu Yang Biasa, Tapi Bisa Jadi Itu Sungguh Tak Adil Ia Rasakan

Terlepas dari semua hal yang telah sering kita lakukan, kali ini kita bisa saja berdalih dengan menyebutkan bahwa apa yang kita sampaikan adalah sesuatu yang wajar. Mungkin kalimat ini bisa menyelamatkan kita dari beberapa tuduhan mereka. Tapi coba bayangkan, dimana letak kerugian atau keuntungan yang akan kita dapatkan. Jika berhasil untuk memberi komentar atas pilihan seorang wanita, apakah akan pakai bra atau tidak. Tentu saja tak ada.

Kita mungkin bisa saja tak sadar, berniat untuk memberi perhatian tapi malah berujung dengan perbuatan yang tak adil baginya.

 

Dan Pada Tanggal Yang Sama Seperti Tahun-tahun Sebelumnya, Hari Ini Biarkan Mereka Bebas Tanpa Bra

Peringatan yang dihelat tiap satu tahun sekali ini, memang selalu datang dengan berbagai kontraversinya. Sebagian orang berpikir bahwa kampanye ini jadi pemicu wanita untuk tak mengenakan bra salama sehari penuh. Padahal menurut awarenessdays.co.uk sebuah organisasi kesehatan masyarakat, kampanye ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pada para wanita mengenai kanker payudara. Denga kata lain, setiap wanita diharapkan lebih peduli pada dirinya sendiri, dengan rutin memeriksakan kesehatan payudaranya sejak dini.

Meski asal-usul No Bra Day yang diperingati setiap tanggal 13 Oktober ini masih tidak jelas. Setidaknya kampanye ini telah berjalan sejak 2011, ini artinya tahun ini adalah peringatan tahun ke 6 No Bra Day. Dengan pesan meningkatkan kesadaran akan pentingnya skrining kanker payudara bagi wanita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top