Health & Personality

Masih Muda Sudah Muncul Uban? Itu Tandanya Kamu Harus Lebih Sering Tertawa dibanding Sibuk Bekerja

Munculnya uban di usia muda bisa membuat seseorang gelisah. Jelas saja, rasa percaya diri akan menurun seketika karena uban yang identik sebagai tanda penuaan tiba-tiba saja muncul di rambut mereka yang usianya belum masuk kepala empat.

Untukmu yang sedang mengalami masalah yang sama, tenangkan diri sejenak ya Bro! Mungkin kamu panik saat mendapati rambutmu sudah ada yang memutih setelah sekian lama tak berdiri depan kaca. Sebentar, daripada panik berlebih, sebaiknya kamu kenali dulu apa penyebab munculnya uban di rambutmu. Tak perlu terburu-buru menyemir rambut, sebab sejatinya uban pun bisa dihilangkan dengan cara-cara alami.

Uban Muncul Pertanda Ada Kerusakan Sel di Dasar Folikel Rambut. Penyebabnya Beragam, Karenanya Kamu Perlu Tahu

Pakar penuaan dari Mayo Clinic, Dr James Kirkland mengatakan, setiap orang dapat memiliki uban sepanjang hidupnya namun keseimbangannya berkurang di usia 40 hingga 50 tahun dengan tingkat perubahan yang bervariasi sesuai genetik, jenis kelamin, dan etnis. Dengan munculnya uban, berarti ada kerusakan sel rambut yang kerap disebut melanosit di dasar folikel rambut.

Ia menyebutkan, kebiasaan buruk seperti merokok juga dapat mempercepat timbulnya uban yang terlalu dini. Di lain sisi, kemunculan uban yang terlalu cepat juga bisa dianggap sebagai tanda datangnya penyakit autoimun, gangguan tiroid, hingga jantung. Namun jika seseorang sudah memiliki riwayat penyakit jantung, lalu tiba-tiba rambutnya beruban bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda perburukan penyakit.

 

Hati-hati dengan Stres, Meski Kamu Merasa Sehat Tapi Tubuhmu Tanpa Disadari Akan Menerima Tekanan Akibat Pikiran yang Sedang Stres

Stres diketahui dapat menyebabkan macetnya produksi melanin. Kamu perlu tahu, melanin merupakan pigmen alami pewarna rambut. Melanin ini dihasilkan oleh sel melanosit, dan rambut berubah warna jadi putih karena melanosit di dalam tubuh tidak memproduksi melanin dalam jumlah yang cukup.

Tapi jangan khawatir, produksi melanin yang bermasalah karena stres umumnya bersifat sementara. Artinya agar jumlah rambut uban tak semakin banyak, kamu perlu berupaya menghilangkan faktor penyebab stres dan mengendalikan tubuh dan pikiranmu agar normal kembali.

 

Tak Melulu Karena Stress, Faktor Genetik Juga Bisa Memicu Kenapa Uban Datang Begitu Cepat

Kamu wajib tahu juga bro! Setiap orang mewarisi kromosom dari orang tua ke anak. Ini artinya apabila orang tua memiliki masalah rambut beruban pada saat mereka masih muda, maka kemungkinan besar hal yang sama juga akan diturunkan pada anak atau cucunya kelak.

Tapi disamping itu, masih ada penyebab lainnya semisal gangguan metabolisme, masalah pada ketahanan tubuh, gangguan fungsi ginjal, ada kelainan hormon dan paparan sinar ultraviolet juga berkontribusi menambah jumlah uban di kepala.

 

Menghalau ‘Serangan Uban’ Dapat Dilakukan dengan Cara-cara Alami, Bro! Mulailah dengan Mengonsumsi Makanan Seperti Sayur dan Buah-buahan

Kini kamu sadar, uban tak lagi jadi momok untuk orang tua saja. Perkembangan zaman dan lingkungan yang tidak sehat menyebabkan kita yang masih berusia muda juga mendapat ‘serangan uban’ di kepala. Ada baiknya kita mulai tergerak untuk menghindari faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya uban agar tidak terwariskan ke anak cucu kita nantinya.

Karenanya kamu sangat disarankan untuk mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak vitamin B12 juga dapat menghambat dan mengatasi pertumbuhan uban di kepala.

Menurut Diana Bihova, dari Medical Centre Universitas New York, terkurasnya vitamin B12 akan mempercepat tumbuhnya uban di kepala. Sayuran hijau, produk olahan susu, salmon, berries, hingga almond baik untuk mencegah timbulnya uban.

Perbanyak Tertawa dan Lepaskan Stressmu Dengan Selalu Berpikir Positif, Cara Ini Diketahui Dapat Menghambat Dan Mengatasi Uban Pada Rambut.

Ya, tertawa akan membuatmu rileks dan bahagia. Dengan demikian stres pun dapat dihalau. Tapi disamping itu, kamu pun perlu minum air putih yang cukup, punya waktu tidur yang baik, serta melakukan olahraga secara rutin. Gaya hidup sehat sangat ampuh menangkal munculnya uban. Karenanya sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi fast food, terlalu banyak konsumsi kafein dan minuman beralkohol serta merokok jika kamu ingin menangkal datangnya uban.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Suzuki Menggandeng Komunitas Agar Acara Berkualitas

Acara memang tak akan meriah bila tidak diisi dengan kelompok yang sumringah. Salah satunya komunitas motor yang hadir di acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di international Circuit Sentul. Sebanyak 63 klub turut berkontribusi dan bekerjasama dengan Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Dengan tema “Born To Ride, Live To Rock’, SIS mengajak seluruh bikers Suzuki untuk tetap kompak sekaligus bersemangat. Terbukti komunitas yang hadir menstimulus acara menjadi berkualitas dengan keriuhan sekaligus aksi mereka dengan ekspresi bersama tunggangannya.

Tidak hanya klub motor atau komunitas Suzuki saja yang turut serta dalam acara ini sebanrnya tapi secara pengunjung umum. Diperkirakan ada 3.000 bikers yang datang dan memadati sentul tidak hanya untuk berkasi dan berkspresi. Tetapi acara ini juga menjadi ajang silaturahmi.

Dari berbagai kota tetap menyempatkan untuk datang pada acara jambore ini. Berbagai model motor keluaran satria melebur menjadi satu menjadi satuan yang murni tanpa dicampur.

Seperti Pak Tugimin, yang datang bersama komunitas GSX Tanggerang Kota. Ia mengaku jalan pagi-pagi buta untuk menghadiri acara Jambore lantaran menjadi ajang pertemuan yang jarang dilakukan komunitas yang tidak terjangkau jaraknya.

Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department mengatakan bahwa semangat para bikers tentu menjadi pelecut bagi PT Suzuki Indomobil Sale seperti yang dikatakan Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department.

“Awal tahun ini kita tunjukan kekompakan dan kekuatan bersama lewat kolaborasi Suzuki dengan puluhan komnunitas motor Suzuki. Seluruh konten yang diadakan di Suzuki Bike Meet 2018 merupakan ide dan kreatifitas yang bersumber dari mereka,” ujar Yohan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health

Mereka Yang Banyak Begadang, Jadi Kurang Garang Di Ranjang

Sesungguhnya dari dulu Bang Rhoma Irama sudah berpesan: “Begadang Jangan Begadang, Kalau Tiada Artinya”. Tapi apa daya persoalan deadline kerjaan sampai undangan kumpul-kumpul bareng teman adalah memicu seorang lelaki untuk begadang semalam suntuk.

Info soal efek buruk begadang bagi kesehatan mungkin sudah sering bung temui. Dan sekian kali itu pula bung mengabaikan peringatannya. Tapi percayalah, peringatan kali ini tak bisa bung abaikan begitu saja. Karena ini urusan di ranjang dan soal  kepuasan si nona. Tak mau dia berpaling cuma gara-gara bung sering tidur larut bukan?

Jangankan Garang, Minat Ke Ranjang Juga Tak Ada Kalau Bung Sering Begadang

 

Ini bukan omong kosong bung! Jurnal dari Clinical Endocrinology & Metabolism di tahun 2002 menyebutkan, keseringan begadang dapat menurunkan minat terhadap berhubungan seks. Bahkan tak cuma urusan minat, tapi bung juga bisa loyo dan tak bergairah.

Penyebabnya karena sering begadang dapat menurunkan tingkat hormon testosteron yang notabene adalah hormon yang penting dalam kehidupan seks laki-laki. Ini adalah hormon utama yang menjadikan bung laki-laki dan tegas membedakan dengan perempuan. Jadi bisa dibayangkan kalau hormon utamanyaa para lelaki ini sudah menurun.

Tak Cerdas Menangkap Yang “Diinginkan” Si Nona Juga Dipengaruhi Kurangnya Waktu Tidur

Memang terpaan deadline pekerjaan terkadang membuat anda tidak dapat tidur secara nyaman. Halangan tersebut tidak dapat diminimalisir karena terkait dengan hajat hidup. Seperti celotehan orang awam, bahwa tak apa terpukul yang penting dapur ngebul.

Namun, apabila Bung, terlalu asik bekerja di malam hari sehingga harus begadang. Jangan heran bahwa akan ada hal  aneh yang terjadi di pikiran kita. Salah satunya adalah menurunnya kemampuan dan refleks memahami orang lain. Dan terutama dalam persoalan menilai kemauan seksual dari Si Nona. Bung jadi gagap dan tak respon dengan apa yang nona inginkan di tempat tidur.

Hal ini diungkapkan oleh studi di tahun 2013 yang diterbitkan dalam sebuah jurnal sleep.  Disebutkan bahwa kurang tidur satu malam dapat membuat laki-laki dapat salah menilai minat seks dari pasangannya. Tentunya ini kabar buruk. Karena bung akan bingung untuk menerka tentang Si Nona, apakah ia sedang ingin memadu kasih atau tidak. Gaya apa yang sedang diinginkan pun sudah jelas tak bisa Bung tebak.

Tak Sanggup Melayani Padahal Si Nona Sedang Rindu Berbagi Kasih

Badan yang lelah selepas bekerja terlalu lama. Membuat pola tidur tidak dapat dijaga ritmenya. Bahkan, rasa sakit dan nyeri menyerang ke sekujur badan. Hal ini diakibatkan kelelahan karena terlalu lama begadang.

Bung yang lelah karena terlalu lama begadang. Akhirnya mencampakkan Si Nona yang sedang menunggu di Kasur. berharap bung datang menyentuh kulitnya. Tapi sayang, pola tidur yang hancur membuat hubungan intim harus diundur.

Tiba-Tiba Tak Mampu Lagi “Berdiri” Padahal Birahi Sudah Mendaki

Hasrat mungkin tetap ada, hormon testosteron belum terganggu. Tapi ada bahaya lain mengintai. Badan mungkin merasa mampu untuk terjaga berjam-jam tanpa merasa lelah, meskipun sinyal kuat sudah diberikan anggota badan. Kalau sekarang waktunya istirahat. Tapi Bung tetap memaksakan terjaga dan mengganggap itu tidak apa-apa adalah hal yang keliru.

Sebuah studi di tahun 2009 dalam jurnal US National Library of Medicine National Institutes of Health, menyatakan 70% pria mengalami gejala disfungsi ereksi dan resiko impotensi. Lebih baik Bung, jaga pola tidur agar masa depan yang lebih makmur. Dengan memaksimalkan tidur 7-8 jam sehari.

Mungkin Tekanan Membuat Anda Rela Terjaga, Tapi Hati-Hati Karena Gairah Bisa Saja Mati

Apa jadinya kalau seandainya gairah seks anda tiba-tiba tidak ada, menghilang, dan mati begitu saja. Gairah yang harusnya tumbuh ketika mendapatkan sentuhan dan  rangsangan dari pasangan. Tiba-tiba direspon secara datar, tidak ada pemicu yang membuat bung harus bergerak atau melancarkan gairah seperti lelaki normal pada umumnya.

Sebuah jurnal sleep setelah menganilisis lebih dari 20.000 orang yang cenderung terjaga di malam hari atau begadang. Meniyimpulkan, Orang yang begadang memiliki suatu tekanan psikologis, dan itu benar-benar membuat orang tersebut menjadi depresi sehingga mengalami kehilangan gairah seks. Gairah seks laki-laki mati diakibatkan rasa depresi yang terlalu berlebihan.

Rajinlah berolahraga dan mencoba menjaga pola tidur agar rasa depresi tidak dateng menghantui anda bung. Karena gairah seks yang mati tidak dapat kembali.

Umur Memang Terukur Lewat Angka Tapi Ketika Begadang Tanpa Jeda, Libido Tak Lagi Dewasa

Libido memanglah penentu utama sebuah gairah seksual dari pria. Karena itu Bung mesti memahami bahwa akibat begadang yang terlalu kronis dapat membuat Libido menjadi lebih muda dari pada umur individunya. Dengan kata lain, gairah seksual dari pria dewasa berumur 25 tahun yang suka begadang hanya setingkat dengan ABG (Anak Baru Gede) yang berumur 10-15 tahun. Hal tersebut diungkapkan langsung lewat penelitian University of Chicago.

Jadi tidak ada salahnya kalau bung harus lebih menjaga pola hidup dari sekarang, mulai dari olahraga, pola makan dan pola tidur. Meskipun klise, tetapi kata-kata “lebih baik cegah sekarang, sebelum terlambat” adalah kalimat yang tepat untuk bung

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Karena Pusing Kepala Akibat Tak Dapat “Jatah” Bukan Cuma Mitos

Selentingan di warung kopi kadang ada benarnya. Pasti ada kalanya Bung mendengar atau ikut menimbrung perihal curhatan kalau tidak diberi ‘jatah’ itu membuat pusing kepala tak tertahankan. Faktanya, pria yang hidup di era sekarang memang lebih sering ‘berpuasa’. Hal itu bahkan sudah ada penelitiannya. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2016, pria generasi millennial cenderung lebih jarang melakukan aktivitas seks dibanding pria yang hidup di era 1920-an. Duh, mengejutkan ya Bung!

Tapi kalau ditelisik, sadar tak sadar, pria generasi millennial memang sering menghadapi situasi sulit yang membuatnya terpaksa ‘puasa’.  Mulai dari hubungan jarak jauh, sedang berkonflik dengan pasangan, atau mungkin pasangan yang sedang tidak dalam mood baik untuk memberi jatah. Kalau Bung yang mana? Masih ingat kapan terakhir kali mendapat jatah?

Meski Bung mungkin naïf atau bahkan menampik kalau seks bukan prioritas utama dalam hubungan, tapi tidak bagi tubuh Bung. Terlalu lama puasa bisa membawa dampak tersendiri untuk tubuh. Pusing kepala salah satunya…

Puasa yang Lama Akan Membuat Bung Jadi Kaku Saat Memulai Kembali

Ada ungkapan lama yang mengatakan, “Kalau kamu tidak menggunakannya, maka kamu tak akan lagi melihatnya berfungsi.” Nyatanya, ungkapan tersebut diamini oleh sejumlah pakar seks. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh American Journal of Medicine pada tahun 2008, mereka menemukan jika pria yang jarang melakukan aktivitas seks justru lebih rentan mengalami disfungsi ereksi. Para peneliti tersebut melakukan penelitian terhadap sejumlah pria yang hidup di era 50an hingga 70an. Disamping itu, tahukah Bung, saat pria puasa seks selama sekian lama, hal itu akan menurunkan kemampuannya di atas ranjang. Bisa saja setelah sekian lama berpuasa, Bung jadi kaku saat memulai kembali.

Tidak Masturbasi Selama Sekian Lama Juga Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Prostat

Memilih untuk tidak masturbasi juga tidak sehat lho Bung! Penelitian mengungkapkan, sering masturbasi ternyata bisa menurunkan risiko kanker prostat. Itulah sebabnya para pakar seks menyarankan, meski tidak diberi ‘jatah’ setidaknya Bung tahu apa yang harus dilakukan. Ini demi kesehatan ya Bung.

Tekanan Darah Meningkat Drastis, Pemicunya Sederhana: Pusing Kepala

Aktivitas bercinta pasti akan membuat hidup terasa bermakna. Bukan begitu Bung? Tapi kalau terlalu lama ‘puasa’, apakah Bung masih bisa memaknai hidup? Yang ada tekanan darah meningkat drastis, tak ada mood untuk menyelesaikan pekerjaan, dan sebagainya. Hal ini lumrah, lantaran berdasarkan penelitian pada 2006 yang dimuat dalam jurnal medis Biological Psychology, rutin bercinta bisa menurunkan tekanan darah dibanding mereka yang tidak atau jarang melakukannya.

Mungkin kalau Bung belakangan merasakan pusing yang tak kunjung hilang, kini Bung tahu apa penyebabnya. Mengutip Men’s Health, Dr Debra W Soh mengungkapkan jika bercinta dapat meningkatkan kadar hormon endorphin yang berguna untuk mendorong mood agar semakin baik. Itulah mengapa ‘puasa’ yang terlalu lama hanya akan menyiksa tubuh Bung saja.

Bahkan Bisa-bisa Performa Kerja Bung Pun Ikut Menurun

Berdasarkan sebuah penelitian dari Oregon State University, pasangan yang rutin bercinta akan lebih bahagia saat bekerja. Hal ini terbalik dengan mereka yang cenderung jarang bahkan sangat jarang bercinta. Biasanya performa kerjanya akan mudah menurun dan merasa tidak bahagia. Saat mendapat tekanan dari pekerjaan, yang ada mood jadi semakin menurun dan sukar untuk tersenyum lepas. Mereka merasa tempat kerja hanya memberi efek stres yang berkepanjangan. Bung jangan sampai begitu ya!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health

Kata Pak Dokter: “Ereksi Yang Betul Itu Seharusnya Sekeras Kursi!”

“Pria itu ereksinya ada empat tingkatan! Seharusnya yang paling bagus itu tingkatan ke empat yang ereksinya sekeras kursi yang saya duduki ini” demikian ungkap Pakar andrologi dari Brawijaya Hospital dr Nugroho Setiawan Sp.And yang ditemui dalam diskusi “Rahasia Stamina Perkasa” di Jakarta belum lama ini.

Menurut dr Nugroho, Puncak kehidupan kita laki-laki itu pada umumnya berada di usia 25-30 tahun. Untuk bung yang sudah di atas usia 30 tahun, harus mulai siap-siap mengalami penurunan. Kita masih ingin gagah perkasa, apa daya tubuh berkata lain. Lalu kita harus bagaimana?

Perkasa Tak Perkasa Itu Urusan Testosteron

Dr. Nugroho mengungkapkan, mereka yang testosteronnya rendah tidak bisa keras ereksinya. Ruginya, ejakulasi tak bisa terkendali. Ibarat main bola, jangankan masuk final baru juga babak penyisihan, sudah harus angkat koper.

Selain karena masalah pada testis, kondisi ini juga bisa terjadi akibat gangguan pada salah satu level atau lebih poros hipotalamus (pada otak) sehingga kadar testosteron menurun.

Bung Boleh Jadi Merasa Awet Muda Terus, Tapi Kadar Testosteron Siapa Yang Tahu

Kita boleh saja menampik tak mau terima kenyataan. Namun penurunan kadar testosteron ini sebuah keniscayaan. Ketika sudah melewati masa 30 tahun sudah akan terjadi penurunan testosteron. Berbeda dengan si nona yang menoposenya terjadi mendadak nan seketika. Menurunnya kadar testosteron terkadang tak disadari sebagian laki-laki karena terjadi perlahan, sehingga banyak dari kita yang merasa dirinya baik-baik saja.

“Kemundurannya pelan-pelan, sehingga banyak pria merasa baik-baik saja. Tidak terasa. Loyonya pelan-pelan” tegas Dr. Nugroho.

Tapi bung tak perlu panik, karena pak dokter mengatakan ada cara untuk memperlambat terjadinya penurunan testosteron. Minimal masih bisa bergumul mesra sampai tua nanti.

Mudah Mengantuk Sehabis Makan Itu, Salah Satu Tandanya Bung Sudah Mulai Loyo

Supaya tak terlena, ada baiknya kita memahami ciri-ciri telah terjadinya penurunan testosteron. Mudah lelah dan mengantuk salah satu ciri yang harus di waspadai. Apalagi buat bung yang sering mengantuk selepas makan, ini bisa jadi ciri utama.

“Tidak berenergi, cenderung lebih mudah mengantuk usai makan, relatif cukup gemuk akibat lemak tidak bisa lepas dari tubuh, bisa jadi ciri penurunan testosteron” tambah Dr. Nugroho

Sulit berkonsentrasi, daya tahan menurun, juga menjadi tanda lainnya. Karena testoteron bagi pria tak hanya bermanfaat untuk mengatur libido dan suasana hati, tetapi juga meningkatkan kekuatan dan volume otot, pertumbuhan rambut-rambut halus, hingga menstimulasi sel.

Laki-laki yang rendah kadar testoteronnya bahkan terancam terkena berbagai penyakit metabolik seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan gangguan lemak.

Tak Mau Loyo Di Ranjang? Sebaiknya Pekerjaan Ditinggal Di Kantor Saja

Stres yang tak tertangani secara baik juga bisa menjadi faktor yang mempercepat penurunan testosteron. Ibaratnya sudah macam usia 70 tahun padahal baru mulai masuk kepala empat. Salah satu pendorong paling utama adalah gemar membawa pekerjaan ke rumah. Alias masih juga terpikirkan beban deadline ketika seharusnya sudah beristirahat.

“Tidak boleh boleh sering stres. Stres mengganggu kesehatan tergantung kita menghadapinya. Banyak pasien pekerjaan dibawa pulang. Oleh karenanya, manajemen stres harus dikuasai masing-masing orang,” tutur Nugroho.

Gawatnya Banyak Yang Ambil Jalan Pintas Minum Sembarang Obat Kuat

Nah, ini dia yang berbahaya. Tak mau terima, aksi di ranjang tak lagi prima, banyak laki-laki langsung terpikir untuk menenggak obat kuat. Gawatnya bung tak lagi memeriksa urusan komposisi yang terkandung dalam obat tersebut. Isinya ternyata bahan-bahan yang seharusnya berada di dalam pengawasan dokter dan tak dijual bebas. Salah-salah bisa nyawa taruhannya!

Lebik Baik Pakai Suplemen, Kalau Mau Tetap Macam Superman

“Enggak ada makanan tertentu. Makan makanan bergizi dan berimbang, lengkap. Ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan mikronutrisi lainnya, serta suplemen tambahan bisa jadi solusinya” pungkas Dr. Nugroho.

Senada dengan ini ditemui di acara yang sama Brand Manager Sutra, Daniel Tirta mengungkapkan pentingnya memilih suplemen berbahan dasar alami dan aman. Menurutnya masyarakat Indonesia punya keinginan untuk menggunakan suplemen berbahan dasar herbal karena aman dan minim resiko efek samping.

Inilah alasan sutra mengeluarkan Sutra Perkasa beberapa waktu yang lalu. Produk ii merupakan gabungan dari 3 ekstrak herbal. Pertama tongkat ali yang bermanfaat untuk menstimulasi testosteron. Esktrak ginseng yang bekerja untuk meningkatkan stamina dan menjaga vitalitas. Terakhir kandungan horny goat weed untuk menambah gairah seksual. Untuk melengkapi komposisi herbal, cangkang kapsulnya pun herbal yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan.

Jadi Bung, jangan ambil jalan pintas pakai obat kuat untuk tampil perkasa. Lebih baik mengurangi stres dan mulai hidup sehat, karena si nona tentu ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top