Komunitas sport

Mandi Keringat Ala Pemain Airsoft Gun

airsoft gun

Jika hanya menonton para pemain airsoft Gun yang sedang berlaga, bisa jadi mereka hanya terlihat sedang bermain perang-perangan. Tapi jangan salah, aktivitas ini ternyata juga termasuk olah raga dengan pembakaran jumlah kalori yang tidak sedikit.

Tapi kenapa memilih olah raga satu ini dibandingkan yang lain? Karena bermain airsoft gun menyenangkan! Daya tarik utama tentunya ada pada unit airsoft gun. Senjata yang digunakan dalam permainan ini semuanya merupakan replika dari senjata yang beredaran dipasaran atau digunakan militer. Jangankan senjata yang sudah dikenal macam M16, AK48 atau Baretta, bahkan senjata buatan pindad saja bisa ditemui replika airsoftgunnya. Replika ini bukan hanya dalam bentuk dan dimensi ukuran, tapi juga hingga ke bobot alias beratnya. Rata-rata replika yang berbentuk senapan ini beratnya mencapai 3-5 Kg.

airsoft gun

Nah, terbayangkan diperlukan fisik seperti apa untuk bisa menopang senjata yang beratnya setara dengan aslinya itu. Ini masih diluar peralatan lainnya yang juga dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Mulai dari sepatu boot, ransel perang, botol berisi minum, helm, rompi anti peluru dan serentetan perlengkapan lain yang dibawa para pemain.

Lantas apa yang membuat, kita mau mengangkat beban seberat itu? Karena bentuk permainannya yang seru. Setiap game dalam airsoft gun dibuat mirip dengan perang aslinya. Setting akan dibuat layaknya perang hutan atau perang kota. Pemain akan dibagi dalam dua kelompok. Satu kelompok sebagai bertahan dan yang lainnya sebagai penyerang.

Terhitung sejak 2012 Airsoft gun dimasukan ke dalam kategori senjata api untuk olah raga. Dengan munculnya peraturan Kapolri No. 8 tahun 2012 ini konsekuensinya setiap kepemilikan airsoft gun harus memiliki izin.

Apa latar belakang kepolisian memasukan airsoft gun ke dalam kategori senjata? Disinyalir unit-unit airsoft gun banyak digunakan untuk melakukan tindak kejahatan. Kepolisian merujuk beberapa kasus macam penembakan halte busway hingga menyebabkan kacanya pecah sebagai penyalah gunaan airsoft gun. Hal ini ditentang keras oleh para penggemar airsoft gun. Baca selengkapnya disini!

Seluruh aksi yang biasa hanya kita simak di televisi diterapkan disini. Mulai dari berlari, menunduk, melompat, berjalan tiarap dan kegiatan lainnya yang menguras keringat. Dan pemain melakukannya tanpa disadari karena adanya adrenalin yang memuncak.

Menurut Bobby Ferdian, manager training di Elite Club Epicentrum, Aktivitas airsoftgun ini memompa oksigen dan aliran darah lebih banyak. Ini menyebabkan jantung, paru-paru dan otak bekerja lebih maksimal. Selain itu konsentrasi tinggi dalam permainan ini mempertajam seluruh panca indera. Dan terutama, dengan adanya beban dan aktivitas yang intens kalori dalam tubuh akan terbakar dengan sendirinya.

Salah satu skenario yang banyak membakar kalori adalah Close-quarter battle. Dalam permainan ini pertempuran dilakukan dalam jarak dekat. Biasanya diceritakan dalam bentuk sebuah penyerbuan. Bisa ditebak, karena jarak yang berdekatan, para pemain “dipaksa” untuk terus bergerak secara berkesinambungan. Tak heran dalam satu skenario yang biasa digelar 10 hingga 15 menit bisa 70-100 kalori dibakar oleh setiap pemainnya.

Efek lain adalah meningkatnya adrenalin tubuh karena adanya unsur ketegangan. Hormon adrenalin yang terpicu ketika tegang ini akan mengaktifkan hormon lain yang bernama endorfin ketika tubuh sudah dalam keadaan tenang.

Dr. Wisnu Pramudito, ahli bedah Rumah sakit Medika Lestari Ciledug mengungkapkan, zat endorfin ini akan membuat tubuh lebih rileks dan detak jantung menjadi lebih tenang. Fungsinya serupa morfin, tetapi zat ini dihasilkan secara alami oleh tubuh.

Inilah esensi sebuah olah raga. Bagaimana melakukan aktivitas secara menyenangkan, tanpa beban dan bisa lebih rileks. Jadi sobat yomamen sudah siap untuk berperang?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas

Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal langsung motor GSX-R150 dari Suzuki. Kebetulan yang kami jajal berwarna merah, yang nampak begitu menggoda. Secara umum motor satu ini kami bawa untuk penggunaan harian di aera jabodetabek. Di beberapa kesempatan kami juga membawa motor ini di jalan yang lebih luang untuk menjajal performanya.

Tampilan Fungsional Tanpa Banyak Ornamen Basa-Basi

Kami memilih kata sexy, untuk menggambarkan Suzuki GSX-R150 ini. Nama GSX yang disandangnya sesungguh tak sekedar tempelan belaka. Karena kita bisa melihat tarikan garis serupa dari tipe-tipe GSX yang menggendong mesin lebih besar. Coba kita bandingkan tampilan GSX-R1000 ini dengan GSX-R150 ini. Tarikan garisnya tampak serupa.

Desain bodynya tak di rancang main-main karena dibangun menggunakan perhitungan hasil pengujian wind tunnel di jepang. Hasilnya, GSX-R15o ini menganut model yang terlihat mengalir dan aerodinamis. Pastinya tidak banyak ornamen atau bentuk-bentuk tak bermanfaat yang jamak kita lihat di merk lain. Tapi bukan berarti tampilannya jadi tak menarik.

Karena kami sempat beberapa kali mendapati pengendara lain melirik motor yang kami tunggangi. Terutama bagi sesama pengguna kelas 150cc, motor cukup menyita perhatian di jalan raya. Waspada khusus kami berikan pada sektor spion. Bentuknya yang mendatar dan sangat lebar, menempatkan perangkat satu ini sejajar dengan spion mobil kebanyakan. Walhasil, untuk lancar mengarungi kemacetan, ketika menggunakan motor ini harus sesekali melipat spionnya ke dalam.

Posisi Riding Agresif Dengan Handle Bar Under Yoke

Untuk kelas motor sport 150cc bisa dibilang posisi berkendara GSX-R150 ini paling agresif kalau dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Stang jepitnya sendiri bertipe under the yoke alias berada di bawah segitiga depan.

Dalam kondisi berkendara normal, badan menjadi membungkuk dan mendukung tampilan balap dari motor ini. Ketika dalam kecepatan tinggi dengan mudah badan pengendara mendekat dan memeluk tangki. Hal ini didukung dengan jok belakang yang tinggi sehingga menambah kesan agresif.

Hal menarik lainnya, bobot GSX-R150 yang hanya 126 kg lebih ringan dibanding motor 150cc lain yang lebih dari 130 kg. Ditambah lagi tinggi joknya juga paling rendah di kelasnya. Sehingga untuk mereka yang bertinggi badan kurang dari 170 cm pun masih nyaman mengendarai motor ini. Untuk diajak rebah ketika menikung juga tak ragu karena bobotnya yang ringan tadi.

Mesin Over Bore, Galak Di Putaran Menengah Atas

Lagi-lagi Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya bung menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Teknologi Keyless, Nyalakan Motor Bisa Pakai ID

Kecangihan tak berhenti sampai situ, untuk mengoperasikan motor, Bung cukup mendekatkan remote ke motornya. Motor baru bisa dioperasikan dengan memutar knob yang ada di tangki apabila remote berada dalam radius 1 meter. Sementara sebaliknya keyless ignition system otomatis akan mengunci jika jarak remote lebih dari 1 meter.

Demi keamanan, knob ini pun tidak bisa diputar paksa. Apabila main switch knob diputar paksa dengan tujuan akan dicuri, maka sesuai konstruksinya main switch knob akan berputar kosong.

Setiap keyless remote memiliki nomor ID. Nomor tersebut memungkinkan pemilik motor untuk tetap bisa mengakses main switch knob dalam keadaan remote rusak atau gangguan teknis lainnya. Kita tinggal memasukan 4 digit pin dengan acara menekan knob. Karena itu Pemilik motor disarankan untuk mencatat dan rahasiakan Remote ID serta simpan di tempat yang aman.

Namun Terlepas dari kecanggihannya tersebut, SIS selaku produsen Suzuki juga mendengar dan memenuhi permintaan dari konsumen lain yang memiliki karakter berbeda, dengan menyediakan Suzuki GSX-R150 menggunakan Shuttered Key System.

Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS memproduksi varian Shuttered Key System dengan komposisi secara khusus sebanyak 15% dari total produksi GSX-R150 setiap bulan. Dengan demikian, calon konsumen bisa memiliki pilihan lebih banyak sebelum memutuskan pilihannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Fino Alla Fine Merupakan Sebuah Arti Dari Si Nyonya Tua

Ibarat sebuah perjalanan hidup, ada kitab yang menjadi pedoman dari setiap umat beragama. Seperti itu pula sebuah kata “Fino Alla Fine” bagi Juventus. Klub yang memiliki julukan si nyonya tua ini menjadikan kata tersebut sebagai pedoman akan perjalanan perjuangan mereka dalam mengarungi kompetisi di setiap musim. “Fino Alla Fine” sendiri memiliki arti berjuang sampai akhir, yang mana menjadi pelecut atau penyemangat tim.

Namun, “Fino Alla Fine” nampaknya bukan sekedar kata-kata biasa. Kata-kata ini memiliki efek spiritual bagi para pemain yang dimaksudkan untuk berjuang sampai menit akhir di lapangan. Frasa ini pun diperkenalkan oleh salah satu presiden Juventus, Andrea Agnelli, ketika menutup pidato di hadapan Juventini. Kata terkadang bukanlah aksara biasa, namun kerap memiliki pesan dan suntikan moral yang dapat menggerakan hati setiap individunya.

Menaiknya Popularitas Fino Alla Fine Di Permukaan Juventini

Popularitas dari kata “Fino Alla Fine” kian menanjak tajam dan nampaknya banyak diterima oleh fans Juventus. Apalagi setelah Agnelli menggunakannya pada saat pidato peresmian Stadion baru, yakni Stadion Juventus Arena pada September 2011 lalu. Pemaknaan aksara ini kuat kuat, saat manajemen Si Nyonya Tua ingin menyematkannya di bagian kerah jersey klub. Dengan semboyan terdahulu ‘La vittoria non e importante, ma e l`unica cosa che conta’ , yang diperkenalkan oleh salah seorang Legenda Juventus yakni Giampiero Boniperto.

Mengajak Juventini Untuk Memilih Langsung Kata Terbaik Untuk Jersey Tim Kebangaanya

Pada mulanya terdapat 6000 kata yang muncul dibenak para manajemen yang coba digunakan untuk disematkan ke dalam jersey. Setelah mengalami banyak perundingan akhirnya dikurasi menjadi lima, yakni Fino alla fine’, ‘Bianco che abbraccia il nero’, ‘Writing history, chasing victory’, ‘We live our lives in color, but Dreams are Made in black&white, dan ‘Storia di un grande amore’. Akhirnya metode yang dipilih manajemen adalah jajak pendapat di sosial media.

Setelah sistem jajak pendapat dibuka akhirnya terpilih lah kata “Fino Alla Fine”, yang memang sedari awal telah diprediksi keluar sebagai pemenangnya, setelah akhir dari proses tersebut akhirnya di jersey Juventus musim 2014-2015 tersemat kata tersebut di bagian kerahnya.

Era Calciopoli Si Nyonya Tua, Merupakan Pengalaman Pahit Dunia Sepakbola

Calciopoli merupakan salah satu kasus serius yang menyerang liga Italia, secara kasarnya banyak yang bilang kalau mafia kerap bermain di dalamnya untuk bekerja sama dengan situs judi bola. Ketika kasus ini menguak ke permukaan, nama Juventus pun menjadi tersangka sepakbola gajah ini.

Dengan sanksi penghapusan dua scudetto dan terdegradasi ke seri B pada musim 2006-2007. Meskipun di musim berikutnya kembali ke Serie A tetap saja membuat Juventus harus berusaha esktra. Lantaran ingin mengembalikan kejayaanya. Ketika menatap keterpurukan si nyonya tua, itu merupakan penggambaran yang pas dalam kata “Finno Alla Fine”.

Kebangkitan Si Nyonya Tua Setelah Merana

Nyonya tua yang terseret kasus calciopoli, otomatis merana karena banyak ditinggal pemainnya. Beberapa pemain tidak sudi berlaga di kasta kedua liga Italia. Beruntung Juventus memiliki pemain dengan loyalitas tinggi macam ianluigi Buffon, Alessandro Del Piero, David Trezeguet dan Pavel Nedved.

Sampai mereka menuju ke serie A, tak mudah untuk mencium kejayaan. Setelah melakukan bongkar pasang pemain dan pergantian pelatih di setiap musim. Pada musim 2011-2012 kejayaan Italia resmi kembali ke pangkuannya bahkan hingga musim ini, total sudah enam scudeto yang diraihnyas secara beruntun.

Keyakinan Itu Pun Dipercaya Oleh Pemainnya

“Kekuatan kami akan selalu berada pada keyakinan kami sampai akhir (Fino Alla Fine). Itu bukan sekadar kata-kata, tetapi itu adalah DNA kami yang kami tunjukkan di pertandingan-pertandingan sulit, melawan tim cerdik yang bertahan dengan baik dan menyerang dengan cepat,” kata Daniel Rugani pemain yang mengisi pos belakang Juventus, dilansir dari halaman resmi klub.

Keyakinan akan sebuah kata-kata dapat dipalikasikan dengan baik oleh para pemainnya. Perjuangan pun selalu mengalir lewat keringat dan kekuatan kaki saat menggiring si kulit bundar. Aksara atau frasa, bukan hanya slogan semu tanpa makna. Melainkan sebuah pemain ke-12 yang selalu setiap memberikan semangat sekaligus pelecut rasa pantang menyerah selayaknya supporter sukarela

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Apakah Wajar Bila Pesepakbola Membenci Sepakbola?

Bagaimana seseorang membenci profesinya sendiri? padahal profesi yang dilakoni pun, cukup digemari mayoritas laki-laki yakni sepakbola. Lantas, apakah wajar bila pesepakbola membenci olahraga yang mengantarkan namanya menjadi tekenal bahkan berkecukupan secara finansial?

Dibalik wajar atau tidaknya, tentu hal ini menjadi pergunjingan bagi sebagian orang yang notabene adalah netizen. Sederetan nama-nama yang bakal disebutkan ada yang dari underrated sampai yang sudah tidak asik ditelinga. Bahkan, ada salah satu pemain yang mengatakan semakin banyak mendapatkan uang dari sepakbola, semakin ia membencinya. Dilansir dari sportskeeda.com berikut ini adalah nama pemain yang anomali malah benci sepakbola.

Kegagalan Eksekusi Penalti Menjadi Biang Bagi Pemain Ini Untuk Membenci Sepakbola

Pernah berseragam Leeds, Blackburn dan Newcastle tak ayal membuat pemain ini dipanggil ke tim nasional Inggris, bahkan ia menjadi bagian Three Lions pada saat berlaga di Euro 1992 dan FIFA World Cup 1998. Karirnya sepanjang 18 tahun pada mulanya berjalan manis, David Batty kemudian didaulat menjadi biang kegagalan lantaran gagal menjadi eksekutor penalti saat meladeni Argentina di ajang 4 tahunan untuk mencari negara terbaik dalam sepakbola.

Di tahun 2007 David Batty pun membuat pernyataan yang membingungkan banyak orang saat ia bosan bermain bersama tim nasional. Hal ini jelas dipandang sebagian pemain sebagai bentuk nasionalisme. Lucunya lagi, David Batty, sejak kegagalan penalti ia tidak pernah menonton sepak bola lagi.

Bukan Penggemar Sepakbola Sejati Tapi Karirnya Cukup Melonjak Tinggi

Nama Bobby Zamora pasti tidak asing bagi bung yang kerap menonton liga Inggris. Lantaran pemain berkepala pelontos ini telah malang melintang membela klub-klub medioker di kasta tertinggi liga tersebut. Seperti Brighton & Hove Albion, Bristol Rovers, West Ham, Tottenham, Queens Park Rangers dan pernah tergabung dengan tim nasional Inggris sebanyak dua kali. Sebelum memutuskan untuk menggantung sepatu di tahun 2016.

Kilas balik ke tahun 2012 beberapa pertanyaan menghujam dirinya tentang apa yang bakal dilakukan setelah tidak lagi merumput di lapangan hijau. Secara tegas, Zamora menjawab tidak lagi ingin tergabung dalam dunia sepakbola. Bahkan, pemain ini mengatakan bahwa ia bukan penggemar sepakbola sejati selayaknya pemain lain. Kemudian selama berkarier pun, ia juga jujur kalau jarang melihat tim lain bahkan timnya sendiri selama bertanding.

Tak Puas Di Lapangan Hijau Beranjak Ke Ring Tinju

Menjadi pemain pesepakbola profesional nampaknya kurang begitu menyalurkan hasratnya. Curtis Woodhouse adalah pesepakbola yang merumput dari tahun 1997 sampai 2006. Di usianya yang memasuki umur 26 tahun ia memutuskan untuk berganti profesi sebagai petinju profesional.

Setelah itu, Curtis pernah kembali menjadi pesepakbola paruh waktu ketika menandatangani dengan Rushden dan Diamonds di bulan November 2006 sampai akhirnya ia memutuskan benar-benar pensiun di tahun 2012 di Sheffield United. Mantan pemain timnas Inggris U-21 ini pun pernah mengeluarkan pernyataan aneh ketika ia mengatakan bahwa semakin banyak ia mendapat uang dari sepakbola, ia semakin membenci sepakbola. Logis kah bung?

Bolos Timnas Agar Bisa Berduaan Dengan Kekasih, Anomali Terhadap Dedikasi Profesi

Ketika sekian pesepakbola profesional mendambakan memakai kostum timnas untuk dikenakan dan dibela lewat keringat sekaligus perjuangan. Stephen Ireland justru sebaliknya, pemain yang “gagal” bersinar di Manchester City ini lebih dikenal saat bermain di Stoke City sebagai gelandang serang.

Ireland pun pernah mangkat dari timnas Irlandia dengan alasan Neneknya meninggal padahal ia berduaan dengan kekasihnya. Selain itu, entah karena depresi atau tekanan, Ireland pernah curhat lewat sosial medianya ketika mengatakan jika sepakbola itu hanyalah omong kosong dan menyesal karena terjebak di dalam sepak bola itu sendiri.

Sepakan Luar Biasa Miliknya, Justru Tak Ingin Dikenang Banyak Orang

Batistuta mungkin dapat dibilang Tuhannya sepakbola beberapa dekade lalu. Julukan Batigol dan El Angel Gabriel, terwakilkan lewat sepakan kilatnya menghiasi layar kaca di mana gawang lawan menjadi korban bombardir. Memang gelar trophy secara tim yang didapatkan tidak sementereng Lionel Messi.

Tetapi di zamannya ia sangat disegani dan dihormati, bahkan ia termasuk pencetak gol terbanyakan tim nasional Argentina sebelum dirontokkan Lionel Messi di tahun 2016. Alessandro Rialti selaku penulis otobiografinya  mengatakan bahwa Batigol merupakan permain profesional yang tidak terlalu menyukai sepakbola. Lanjutnya, Batistuta ingin menjadi orang biasa yang tidak ingin terkait lagi dengan sepakbola saat keluar dari lapangan hijau.

Sepakbola memang dapat mendongkrak nama orang biasa menjadi berbeda, mereka yang tercekik finansial bisa tampil spesial ke depannya. Bahkan, banya warga Afrika yang mengadu nasib di Sepakbola demi mendapatkan kehidupan yang layak dan berbeda. Janggal, ketika mengetahui ada beberapa pesepakbola yang membenci Sepakbola. Itu semua pilihan, meskipun tak wajar karena mereka terkenal dan dikenal karena sepakbola. Tetapi balik lagi, membenci dan menyukai adalah pilihan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Ketika Satu Laga Derby Memecahkan 5 Rekor

Derby Madrid memang berakhir imbang satu sama. Cristiano Ronaldo dan Antonie Griezman menjadi sosok yang menyelematkan muka timnya masing-masing. Bahkan kedua bintang tim pun memecahkan sebuah rekor. Pada babak pertama saling jual beli serangan ditampilkan, selayaknya laga derby yang memang sarat gengsi. Apalagi Atletico Madrid merupakan tim kecil dari Real Madrid sudah dipastikan bakal tampil panas.

Sampai berjalannya di babak kedua, gol pun baru tercipta. Imbang tentu bukan hasil yang adil bagi sang tuan Rumah Real Madrid. Laga derby pun memiliki imbas ke papan klasemen, di mana Real Madrid harus terhempas di posisi ke-4 di bawah Valencia di peringkat ke-3 dan Atletico Madrid di peringkat ke-2. Namun, laga derby tersebut tetap menjadi sesuatu yang spesial, selain rekor yang ditorehkan kedua belah bintang ada pun rekor lainnya yang menjadi bahan perbincangan.

Cristiano Telah Membubuhkan 650 Gol Sepanjang Karir

Sumber : ESPN.com

Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Umur Ronaldo memang tak lagi muda, tetapi urusan mengkonversi peluang menjadi sebuah gol pemain asal Portugal ini jagonya. Gol tunggalnya semalam, menjadi salah satu gol yang paling berharga. Karena itu menjadi gol ke-650 yang ditorehkan sepanjang karirnya. Kalau dirunut satu per satu, selama berkostum setan merah ia telah menciptakan 118 gol, Sporting Lisbon 5 gol, Portugal 81 gol dan Real Madrid 446 gol. Lewat rentetan ini Ronaldo hampir setara dengan maestro lapangan hijau lainnya seperti Gerd Muller, Franco Bromovhic, Pele, Romario dan Josef Bican.

Memperpanjang Rekor Tak Terkalahkan di Santiago Bernabeu

Mungkin bung tidak menyadari, kalau ternyata Atletico Madrid tidak terkalahkan selama 5 pertandingan berturut-turut selama bertandang ke Santiago Bernabeu.  Tentu saja hal ini merupakan rekor bagus di mana dari 5 pertandingan, dari musim 2013 sampai 2018. Atletico telah mengoleksi 3 kemenangan dan 2 kali imbang. Rekor yang berhasil dihasilkan oleh saudara tiri kota Madrid ini tentu bakal menjadi hal yang membuat geram.

Ronaldo Mencetak Hampir 40 Gol Di Setiap Musim

Sumber : Real Madrid FC

Ronaldo memang tak henti-hetinya mencetak rekor. Bahkan rekor yang baru dibukukan ini masih bisa berlanjut karena kompetisi belum berakhir. Ronaldo hanya membutuhkan 37 laga untuk menorehkan 40 gol. Bahkan 40 gol ini bisa beranjak sampai ke arah 50. Memang, Ronaldo cukup produktif , bahkan di tahun pertamanya berseragam Real Madrid ia telah mebukuhkan 45 gol. Setelah itu, Ronaldo cukup konstan untuk menorehkan gol di atas angka 30.

Antonio Griezman Mencetak 3 Gol Selama 3 Pertemuan di Kandang Madrid

Pemain Perancis ini menggantikan beberapa sosok sebelumnya yang kerap meneror jalan Real Madrid. Mulai dari Kun Aguero, Fernando Torres dan Radamel Falcao. Antonio Griezman, telah 3 kali berturut-turut selalu mencetak gol di Santiago Bernabeu yang tentu saja ia menjadi momok yang menakutkan bagi Madird.

Sudah Tercipta 500 Gol Selama Derby Ini Berlangsung

Derby antara kedua tim yang sudah sepanjang musim terjadi, ternyata pecah gol ke-500 semalam. Di mana saat Ronaldo melesahkan goalnya ke gawang lawan. Saat seblum kick off berlangsung ternyat gol yang terjadi di derby ini sudah mencapai angka ke-499.

Di menit 53 tepatnya, Ronaldo coba menungguli Atletico Madrid lewat lesatannya dan ternyata menjadi gol ke-500 sebelum di samakan oleh Antonie Griezman 3 menit berselang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top