Sport

Main Boleh Kalah Tapi Jersey Harus Mewah

jersey sepakbola featured

Tau kah sobat, klub bola terkaya di dunia Real Madrid, 36 persen penghasilannya diperoleh dari penjualan merchandise khususnya jersey alias kaos bola? Nyaris semua klub-klub kaya punya prosentase serupa ini.

fashion jersey sepakbola

Ambil contoh lain, Manchester United misalnya sumbangan 31 persen pendapatannya didapat dari keberhasilan menjual 1,5 juta kaos per musim. Prosentase lebih fenomenal ditunjukan oleh Bayern Munchen, karena 56 persen pemasukannya diperoleh dari penjualan ini.

Yup, Jersey memang sudah bukan lagi sekedar seragam tim untuk bermain bola. Kaos ini didesain untuk bisa diterima pasar dan digunakan dengan campuran kebanggaan terhadap klub. Kastanya sudah merangkak naik dari lapangan hijau ke panggung fashion.

Bagaimana di Indonesia? Sebelumnya fenomena ini tidak terlihat begitu mencolok. Hanya para die hard fans yang sudah mengenal Jersey sebagai pilihan fashion ketika bersosialisasi. Kenaikan penggunaan Jersey ini hanya terjadi ketika ada nonton bareng atau event besar macam pagelaran piala dunia.

Namun situasinya berbeda ketika memasuki tahun 2007. Makin dikenalnya Jersey sebagai salah satu pilihan berpakaian didorong oleh merangkak naiknya popularitas olah raga futsal. Sejumlah lapangan bermunculan di sejumlah kota di Indonesia. Saling tanding antara komunitas, kantor, kawan atau sekedar latih tanding makin marak.

Mereka yang bermain futsal ini biasanya menggunakan Jersey tim favoritnya. Kaos tim bola itu sudah digunakan sebelum mereka bertanding. Jadilah orang makin mengenal kerennya kaos-kaos bola ini.

Namun ketika itu, jersey bola yang digunakan masih banyak yang berstatus KW alias bukan yang resmi dikeluarkan oleh klub. Maklum harga sebuah kaos asli bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Lagi pula belum banyak tempat yang menjual jersey asli ini.

Baca juga: Pilih Jersey Ori Atau KW? 

Tapi perlahan mulai terjadi pergeseran. Adu gengsi tak lagi sekedar sklill menggiring bola dilapangan. Namun sudah merambah ke keaslian jersey yang digunakan. Hal ini diterangkan oleh Dedy Nazaruddin pemilik toko Solid Football yang mengkhususkan diri menjual Jersey asli.

“Sekarang mereka yang main futsal inginnya pakai kaos bola. Dan kecenderungannya ingin yang asli. Selain kualitasnya lebih baik, jelas yang asli lebih bergengsi. Prinsipnya main boleh kalah, tapi gaya harus mewah” terang Dedy.

Gawatnya fashion jersey ini punya sifat candu yang tak bisa dianggap enteng. Apalagi bagi mereka yang memang penggemar olah raga sepak bola. Sekali saja membeli jersey, besar kemungkinan kita akan membeli untuk kedua dan ketiga kali.

Baca juga: Serba-serbi Jersey Tim Piala Dunia Brasil 2014

Dan perlu dipahami, setelah kita membeli jersey bukan berarti urusan sudah selesai. Karena umumnya kita membeli jersey mulai dari harga 800 ribu namun dengan status kosong alias tanpa ada patch atau juga nama pemain. Untuk melengkapinya kita harus membeli asesoris tambahan yang bisa mencapai 300 ribu.

Setelah membeli pun belum tentu kita bisa menempelkannya langsung ke jersey kesayangan. Karena dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya menempel dengan keren.

Salah satu yang membuka jasa tempel ini adalah Mohammad Septo Riza yang memiliki toko jersey asli dibilangan Senayan Jakarta. Ia membuka jasa tempel nama dan asesoris asli untuk jersey. Harganya tergantung dari pemesanan. Untuk nama pemain klasik era 1997-2007yang patch nama aslinya sulit didapat misalnya, dibanderol hingga 1 juta rupiah. Sementara untuk era setelahnya dihargai 300 ribu rupiah.

“Itu sudah jadi fenomena baru, penggila kostum asli yang belum bernama maunya menempel nomor, nama pemain dan patch pertandingan di kostum mereka” tutur Septo.

Baca juga: Serba-serbi Jersey Tim Piala Dunia Brasil 2014 (bagian 2)

Harga yang terlalu mahal? Tergantung darimana kita melihatnya. Apalagi mengkoleksi jersey ini sudah mulai dianggap sebuah investasi. Mengingat Jersey yang dirawat baik harganya bisa terus meningkat. Septo sendiri mengaku pernah menjual Jersey Juventus tahun 1997 dengan harga tak kurang dari 4 juta rupiah.

Bergaya sekaligus berinvestasi, jelas tidak ada ruginya bukan?

2 Comments

2 Comments

  1. tas kulit pria

    September 25, 2014 at 3:10 pm

    betul sekali…barang asli dan mahal bisa menjadi aset nant nantinya. Bergaya sekaligus berinvestasi…I like it

  2. Rogerio Shop

    October 11, 2014 at 12:39 am

    mantap, kebetulan ane punya barangnya ini, monggo di tilik

    mewah2 kok :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Review

Karena Urusan kunci motor pun soal selera Bung

Tersematnya teknologi Keyless Ignition System sebelumnya pada Suzuki GSX-R150 memang memberikan suatu dobrakan dan fenomena di industri motor sport 150cc. Mengingat teknologi itu pertama di kelasnya ketika itu. Namun Terlepas dari hal tersebut, SIS selaku produsen Suzuki juga mendengar dan memenuhi permintaan dari konsumen lain yang memiliki karakter berbeda, dengan menyediakan Suzuki GSX-R150 menggunakan Shuttered Key System.

 

SIS melihat adanya celah permintaan pasar yang dapat dipenuhi oleh Suzuki GSX-R150 Shuttered Key System, dimana hal tersebut diamati dari kebiasaan dan suara konsumen yang masih lebih memilih menggunakan metode pengaman dengan sistem anak kunci yang lebih sederhana dan bekerja secara mekanis. Meski demikian, tuntutan terhadap jaminan kemanan tetap diprioritaskan demi ketenangan dan kenyamanan memiliki motor sport DOHC 150cc yang sedang digandrungi tersebut.

Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS memproduksi varian Shuttered Key System dengan komposisi secara khusus sebanyak 15% dari total produksi GSX-R150 setiap bulan. Dengan demikian, calon konsumen bisa memiliki pilihan lebih banyak sebelum memutuskan pilihannya.

Secara spesifikasi sendiri tidak ada perbedaan antara GSX-R150 varian Keyless Ignition System dan varian Shuttered Key System, kecuali hanya pada sistem kunci pengaman dan ketersediaan pilihan warna saja. Alhasil, SIS memberikan pilihan produk yang lebih terjangkau bagi calon konsumen yang sudah tidak sabar ingin memiliki Suzuki GSX-R150, yaitu dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta). Terdapat 3 warna menarik yang dapat dipilih sesuai selera konsumen, antara lain Brilliant White, Stronger Red/Titan Black dan Solid Black/Gloss. Sebagai bonus pembelian, SIS juga melengkapi anak kunci GSX-R150 dengan keyholder Suzuki.

“GSX-R150 dengan Shuttered Key System yang kami luncurkan ini menjadi penanda keseriusan Suzuki untuk terus memperbanyak pilihan varian maupun model sepeda motor Suzuki lainnya di tahun 2018 ini. Kami mencoba untuk menjawab satu-per-satu permintaan konsumen Suzuki yang berada di wilayah-wilayah lain, dimana menjadi pangsa pasar utama untuk GSX-R150 Shuttered Key System ini. Dengan harga lebih ekonomis, konsumen tetap bisa memiliki Suzuki GSX-R150 yang berkualitas dan menjadi pilihan bikers masa kini.” tutup Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS

2 Comments

2 Comments

  1. tas kulit pria

    September 25, 2014 at 3:10 pm

    betul sekali…barang asli dan mahal bisa menjadi aset nant nantinya. Bergaya sekaligus berinvestasi…I like it

  2. Rogerio Shop

    October 11, 2014 at 12:39 am

    mantap, kebetulan ane punya barangnya ini, monggo di tilik

    mewah2 kok :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top