Review

Luminox Black Ops Kopaska Terbatas Hanya 1000 Unit

jam tangan luminox kopaska

Meski sudah dikeluarkan sejak akhir tahun lalu Luminox 8800 Black Ops Kopaska atau biasa dikenal dengan Luminox Kopaska tetap menarik minat para kolektor jam tangan. Pasalnya bukan hanya bentuknya yang keren tapi karena serie ini dibuat terbatas hanya 1000 unit saja.

Latar belakang ditelurkannya edisi ini oleh produsen jam tangan asal swiss ini adalah dalam rangka peringatan ulang tahun Kopaska yang ke 50. Korps Pasukan Katak atau biasa disebut Kopaska adalah jajaran pasukan elit Indonesia yang sering terjun dalam peperangan laut dan amphibi.

Dalam edisi ini merek Luminox memang terasa sangat pas bersanding dengan Kopaska. Hal ini mengingat Luminox menjadi terkenal karena peranan militer. Ketika itu Nick North anggota pasukan khusus Navy Seal Amerika Serikat ditugaskan untuk mencari jam tangan yang akan digunakan dalam misi malam hari di laut.

Ia menemukan teknologi yang diusung Luminox pada sebuah pameran perdangangan. Akhirnya ia bersama Barry Cohen, pemilik Luminox merancang jam tangan khusus ini. Dan pada akhirnya lahir lah Luminox Navy Seals. Dari proyek pertama inilah akhirnya Luminox lekat dengan berbagai misi militer selama 20 tahun.

Untuk Seri 8800 Black Ops Kopaska, Luminox memberi desain sporty dengan paduan bahan karbon yang diperkuat casing polycarbonate. Tali strapnya memuat logo Luminox berwarna hitam. Logo Kopaska diletakan pada tengah piringan berwarna hitam. Selain itu logo Kopaska juga disematkan dengan cara di gravir pada bagian belakang .

jam tangan luminox kopaska

Seperti setiap produk perusahaan ini, Edisi khusus Luminox Kopaska ini juga dilengkapi night vision tubes illuminator sehingga poin-poin tertentu dapat menyala dalam gelap. Pada angka tiganya diganti dengan jendela penunjuk tanggal bersanding disebelahnya pemutar berbahan besi bezel. Mesinnya digerakan dengan Swiss Ronda movement 515 HH6 395 yang mampu menahan tekanan hingga kedalaman 200 meter di bawah permukaan air.

Saat ini beberapa unit beredar dipasaran dengan harga bervariasi. Dalam sekilas pencarian online penjual melego dengan harga antara Rp4,8 juta hingga Rp6,5 juta. Harga yang pantas, mengingat produk Luminox Kopaska berstatus limited edition!

1 Comment

1 Comment

  1. embi

    March 20, 2013 at 7:57 am

    keren euuyy !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas

Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal langsung motor GSX-R150 dari Suzuki. Kebetulan yang kami jajal berwarna merah, yang nampak begitu menggoda. Secara umum motor satu ini kami bawa untuk penggunaan harian di aera jabodetabek. Di beberapa kesempatan kami juga membawa motor ini di jalan yang lebih luang untuk menjajal performanya.

Tampilan Fungsional Tanpa Banyak Ornamen Basa-Basi

Kami memilih kata sexy, untuk menggambarkan Suzuki GSX-R150 ini. Nama GSX yang disandangnya sesungguh tak sekedar tempelan belaka. Karena kita bisa melihat tarikan garis serupa dari tipe-tipe GSX yang menggendong mesin lebih besar. Coba kita bandingkan tampilan GSX-R1000 ini dengan GSX-R150 ini. Tarikan garisnya tampak serupa.

Desain bodynya tak di rancang main-main karena dibangun menggunakan perhitungan hasil pengujian wind tunnel di jepang. Hasilnya, GSX-R15o ini menganut model yang terlihat mengalir dan aerodinamis. Pastinya tidak banyak ornamen atau bentuk-bentuk tak bermanfaat yang jamak kita lihat di merk lain. Tapi bukan berarti tampilannya jadi tak menarik.

Karena kami sempat beberapa kali mendapati pengendara lain melirik motor yang kami tunggangi. Terutama bagi sesama pengguna kelas 150cc, motor cukup menyita perhatian di jalan raya. Waspada khusus kami berikan pada sektor spion. Bentuknya yang mendatar dan sangat lebar, menempatkan perangkat satu ini sejajar dengan spion mobil kebanyakan. Walhasil, untuk lancar mengarungi kemacetan, ketika menggunakan motor ini harus sesekali melipat spionnya ke dalam.

Posisi Riding Agresif Dengan Handle Bar Under Yoke

Untuk kelas motor sport 150cc bisa dibilang posisi berkendara GSX-R150 ini paling agresif kalau dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Stang jepitnya sendiri bertipe under the yoke alias berada di bawah segitiga depan.

Dalam kondisi berkendara normal, badan menjadi membungkuk dan mendukung tampilan balap dari motor ini. Ketika dalam kecepatan tinggi dengan mudah badan pengendara mendekat dan memeluk tangki. Hal ini didukung dengan jok belakang yang tinggi sehingga menambah kesan agresif.

Hal menarik lainnya, bobot GSX-R150 yang hanya 126 kg lebih ringan dibanding motor 150cc lain yang lebih dari 130 kg. Ditambah lagi tinggi joknya juga paling rendah di kelasnya. Sehingga untuk mereka yang bertinggi badan kurang dari 170 cm pun masih nyaman mengendarai motor ini. Untuk diajak rebah ketika menikung juga tak ragu karena bobotnya yang ringan tadi.

Mesin Over Bore, Galak Di Putaran Menengah Atas

Lagi-lagi Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya bung menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Teknologi Keyless, Nyalakan Motor Bisa Pakai ID

Kecangihan tak berhenti sampai situ, untuk mengoperasikan motor, Bung cukup mendekatkan remote ke motornya. Motor baru bisa dioperasikan dengan memutar knob yang ada di tangki apabila remote berada dalam radius 1 meter. Sementara sebaliknya keyless ignition system otomatis akan mengunci jika jarak remote lebih dari 1 meter.

Demi keamanan, knob ini pun tidak bisa diputar paksa. Apabila main switch knob diputar paksa dengan tujuan akan dicuri, maka sesuai konstruksinya main switch knob akan berputar kosong.

Setiap keyless remote memiliki nomor ID. Nomor tersebut memungkinkan pemilik motor untuk tetap bisa mengakses main switch knob dalam keadaan remote rusak atau gangguan teknis lainnya. Kita tinggal memasukan 4 digit pin dengan acara menekan knob. Karena itu Pemilik motor disarankan untuk mencatat dan rahasiakan Remote ID serta simpan di tempat yang aman.

Namun Terlepas dari kecanggihannya tersebut, SIS selaku produsen Suzuki juga mendengar dan memenuhi permintaan dari konsumen lain yang memiliki karakter berbeda, dengan menyediakan Suzuki GSX-R150 menggunakan Shuttered Key System.

Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS memproduksi varian Shuttered Key System dengan komposisi secara khusus sebanyak 15% dari total produksi GSX-R150 setiap bulan. Dengan demikian, calon konsumen bisa memiliki pilihan lebih banyak sebelum memutuskan pilihannya.

1 Comment

1 Comment

  1. embi

    March 20, 2013 at 7:57 am

    keren euuyy !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fashion

Melekatnya Perhiasan Di Badan, Tak Lantas Membuat Bung Seperti Perempuan

Memakai perhiasan memang identik dengan perempuan, karena sarat berbagai macam hal yang dirasa tidak cocok apabila disematkan kepada laki-laki. Nampaknya hal itu sudah tidak berlaku di era sekarang, lantaran memakai perhiasaan bagi laki-laki tidak menurunkan kadar dan kodrat kejantanan. Tentu perhiasan yang dimaksud bukanlah yang biasa dipakai perempuan pada umumnya.

Memang dari jenis masih sama yakni berupa anting, kalung, gelang, sampai cincin. Perhiasan dari logam mulia maupun material lainnya ternyata cocok untuk dipakaikan kepada laki-laki. Bung pun tak perlu takut kalau memakai hal tersebut bakalan dipandang seperti perempuan lantaran hal yang bakal disebutkan tidak bakal menyebabkan demikian.

Melilit Leher Dengan Kalung Tidak Membuat Bung Terlihat Anggun

Menyematkan kalung di leher? Bung belum ada bayangan? Jadi begini Bung, kalung adalah aksesori yang paling ramai digandrungi akhir-akhir ini. Apalagi semenjak hip hop mulai ramai lagi di Indonesia, memakai kalung emas ataupun dengan bahan material lainnya menjadi salah satu bentuk fashion. Selain hip hop, memakai kalung juga dapat dianggap salah satu bentuk rebel. Tentu saja menyematkan kalung bagi pria sangat cocok dipadukan dengan pakaian kasual atau pun sweater bergaya streetwear lainya.

Apalagi Melingkarkan Gelang Di Tangan Tidak Membuat Bung Tampil Belang

Gelang menjadi aksesori yang diminati banyak laki-laki untuk menemani jam tangan, ataupun kondisi tangan yang begitu “sepi” dari aksesoris. Mulai dari gelang berbahan rantai, metal, hingga tali selalu disajikan oleh beberapa brand-brand fashion laki-laki. Pada umumnya laki-laki menggunakan gelang berbahan tali lantaran menjadi kriteria aksesoris paling simple dan keren lantaran tidak terlalu mencolok.

Kurang Diminati Tetapi Anting Bisa Jadi Alternatif Dalam Bergaya Karena Tidak Garing

Memakai anting kepada laki-laki di Indonesia masih kurang begitu diminati, lantaran masih melekatnya image negatif. Malahan yang paling diminati adalah piercing, karena masih dipandang lebih cocok dan normal dibanding anting. Padahal memakai anting masih bisa relate kepada Bung untuk bergaya, tanpa mengurangi kadar aura macho.

Memakai Cincin Tak Membuat Bung Terlihat Feminim

Cincin untuk pria mungkin lebih cocok tipe fourspeed. Cincin yang bergambarkan tengkorak ini memang dikhususkan kepada laki-laki. Tentu saja cincin bertipe fourspeed tidak bakal mendaulat Bung terlihat feminim bukan? Karena dari segi gambarnya saja sudah mencirikhaskan kelaki-lakian. Jadi apabila Bung melingkarkan cincin di jemari, Bung makin asyik untuk bergaya. Dibanding Bung melingkarkan batu cincin berbahan batu yang eksis di era dulu.

Jam Tangan Emas Juga Masih Wajar-wajar Saja

Jam tangan emas juga menjadi hal yang digandrungi sekarang. Dibalik warnanya yang menyala lantaran terdapat kilauan emas, memakai jam tangan emas pun terlihat keren kok Bung. Masih sama kaitannya dengan kalung emas, yang masih identik dengan hip hop. Alhasil pemakaian jam tangan emas sebagai fashion pun masih relevan dengan aura kelaki-lakian.

1 Comment

1 Comment

  1. embi

    March 20, 2013 at 7:57 am

    keren euuyy !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Bernhard Suryaningrat Berbicara Soal Apresiasi Terhadap Jaket Denim Jokowi

Setelah booming lantaran memilih motor chopper hasil ubahan Elders Garage, yang merupakan bengkel anak bangsa. Jokowi kembali melakukan bentuk support lainya, yakni ketika menjatuhkan pilihan kepada denim jaket buatan Never Too Lavish yang desainnya diselimuti cita rasa Indonesia, lengkap dengan identitas ragam dan budayanya. Jokowi pun memakai jaket tersebut ketika melakukan touring menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi bersama ratusan bikers. Sontak jaket tersebut pun eksis, bahkan banyak orang yang ingin memilikinya. Kemudian banyak juga yang bertanya, siapakah yang membuat jaket denim tersebut?

Bernhard Suryaningrat atau yang akrab disapa Abenk ini adalah seorang seniman dibalik jaket denim yang dikenakan Jokowi. Awal mula Jokowi dan Never Too Lavish berjodoh adalah lewat pagelaran Jakarta Sneakers Day yang dihelat beberapa bulan lalu. Never Too Lavish sendiri merupakan bisnis dibidang custom dengan mendesain beberapa fashion item seperti tas, dompet, jaket, dan sepatu.

“Sebenarnya gua membuat dua desain untuk Pak Jokowi. Namun yang diterima oleh beliau adalah desain budaya Indonesia, sedangkan desain satunya lagi adalah portrait Jokowi dengan ciri khas style gua sih,” ucap Abenk.

Sebagai seorang seniman, Abenk memiliki style cat flourescent, yang sudah menjadi signature dari gaya yang diusungnya dalam menciptakan beberapa karya. Melihat detail dan warna yang tersemat di jaket jeans tersebut, Abenk pun menyatakan kalau pekerjaan cukup rumit karena banyak warna yang dipakai. Tak ayal butuh waktu lebih dari sebulan demi merampungkan jaket untuk orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Sebelum fokus untuk menuangkan tinta ke media fashion seperti jaket atau pun sepatu. Abenk lebih dulu menjadikan tembok sebagai media menuangkan kreatifitasnya. Ya, Abenk adalah seorang graffiti writers yang memiliki nama panggung Hardthirteen. Beberapa guratan kreatifitasnya pun dapat Bung lihat lewat akun Instagramnya di @hardthirteen. Dan pria asal Depok ini mengaku tidak memiliki kesulitan ketika mengalihkan media dari tembok ke medium yang lebih kecil dan terbatas seperti jaket dan sepatu.

“Dari awal gue terjun di graffiti pun gue memang suka explore, jadi emang dari awal juga gue udah mencoba gambar di media-media lain. Jadi memang udah dipelajari sejak dulu,” jelas Abenk.

Setelah boomingnya jaket bomber, sekarang denim jaket pun nampaknya menjadi salah satu barang yang dikenakan Jokowi yang menjadi eksis. Alhasil, banyak tawaran dan permintaan yang bertanya soal jaket fenomenal tersebut. Tetapi Abenk sendiri menjawab belum ada keputusan apakah bakal re-stock atau tidak.

“Untuk saat ini belum ada keputusan terkait hal ini, besar kemungkinan ini hanya akan dibuat 1 of 1 aja,” jawabnya.

Dibalik hasil karya yang mendapat pujian, terlebih lagi anak bangsa yang membuatnya. Masih ada saja yang mengkait-kaitkan jaket denim tersebut dengan hal yang berbau politik. Apalagi saat bagian dada yang tergambar kepulauan Indonesia digambarkan terpisah lantaran tidak dieratkan kancingnya, sehingga ada salah satu akun anonim di sosial media yang men-semiotikakan kalau itu adalah tanda Jokowi bangga lantaran Indonesia terpisah. Abenk pun memiliki tanggapan sendiri terkait hal tersebut.

“Haters mah apa saja juga bisa jadi salah sama mereka. Saya sih nggak pernah ambil pusing soal begituan, talk less do more. Di sini kita berkarya, wong buatnya saja susah kok, untuk orang yang spesial pula. Masa dikait-kaitkan dengan hal kaya gitu,” katanya.

Sebagai seorang seniman pasti memiliki kebangaan tersendiri saat karya yang diapresiasi oleh orang lain. Tentu saja hal itulah yang bakal mendorong seorang seniman untuk menciptakan karya-karya selanjutnya. Terlebih lagi karya yang dibuat oleh Abenk diapresiasi langsung oleh orang tersohor di negeri ini. Barang tentu merupakan suatu bentuk suka cita luar biasa yang dinikmati lewat hasil kerja kerasnya selama ini dalam berkarya dibidang graffiti dan custom.

“Ini merupakan salah satu bentuk pencapaian yang sangat diluar dugaan. Nggak kepikiran sama sekali sih awalnya hasil karya gue dan temen-temen bisa diapresiasi langsung dan dipakai pula. Memang, ternyata konsistensi dan kerja keras bisa membuahkan hasil. Dengan kaya gini sih gue dan temen temen menjadi semakin terpacu kedepannya untuk berinovasi terus,” ucapnya dengan rasa bahagia.

 

1 Comment

1 Comment

  1. embi

    March 20, 2013 at 7:57 am

    keren euuyy !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Kocek Mahal Rela Dikeluarkan Guna Mendongkrak Penampilan

Memiliki suatu barang kerap dijadikan sebagai pandangan status bagi sebagian orang. Tentu saja, orang yang memakainya bakal kian percaya diri karena (merasa) lebih tinggi daripada yang berada di sekitarnya. Hal ini sah-sah saja kok Bung, karena tentu ada kepuasan tersendiri bagi yang memilikinya bukan? Terlebih lagi barang yang dimiliki masuk ke dalam kategori premium yang harganya pun tak main-main. Sekaligus dapat membuat Bung tak habis pikir, mengapa timbul keinginan untuk mengeluarkan kocek dalam-dalam demi sebuah barang yang secara esensi tak jauh berbeda dengan yang harganya relatif terjangkau.

Lebih kagetnya lagi, barang tersebut adalah sepatu, baju atau topi. Misalnya saja, barang premium macam Luis Vuitton dan Chanel yang memang biasa dipakai oleh orang borjuis dengan harga puluhan juta per itemnya. Pemakainya pun bakal merasa kian percaya diri, lantaran dilirik dan bakal jadi bahan pembicaraan (bagi yang mengerti). Hal ini tak jauh berbeda dengan sebuah acara yang bertajuk Jakarta Sneakers Day 2018 yang Minggu lalu diadakan di sebuah pusat perbelanjaan di Senayan. Sneakers memang mengacu kepada sepatu, tetapi pada pagelaran ini juga menjual topi dan baju.

Sneakerhead atau sebutan akrab bagi pecinta sneakers memadati pagelaran ini untuk berburu sepatu. Namun tidak hanaya sepatu, bahkan baju atau topi dari merek Supreme, Baithing Ape, dan Off White yang masuk kategori streetwear pun juga menjadi incaran guna mengawinkan sepatu mentereng dengan atasan (pakaian) yang beken. Lantas apa yang membuat sebagian orang begitu mencintai sneakers Bung?

Menaikkan Status Sosial Lewat Outfit Berkelas Hingga Harga Puluhan Juta Bukan Suatu Batas

Memakai barang guna menaikan status sosial seseorang di circle pertemanan atau di kalangan publik memang kenyataan. Tak ada anggapan “sayang” atau “mubazir” nampaknya untuk mereka yang ingin tampil lebih lewat penampilan. Akun semacam Hypebeast pun  ditengarai menjadi role model bagi banyak kalangan untuk bergaya kekinian. Miki, salah seorang yang berjaga di SNS Sneakers di Jakarta Sneakers Day, juga mengiyakan pernyataan tersebut.

Menurutnya pasar Indonesia, khususnya para sneakerhead sudah memandang sepatu dengan harga jutaan bukan lagi ke esensi atau daya guna, melainkan sebuah prestise dan kebanggaan Bung. Bahkan pria berwajah oriental ini juga mengutarakan, meski dibanderol dengan harga ratusan juta saja ia yakin sepatu dapat terjual.

“Kalau menurut gua pribadi untuk kisaran harga sneakers itu bisa dari 0 sampai tak terhingga. Karena gua pernah melihat ada yang kaya gitu. Seperti ada orang yang menjual sepatu NMD Pharrel Williams Chanel dengan harga 100 juta ++ dan itu sold out,” kata Miki.

Lantas apakah outfit yang mahal dapat mendongkrak penampilan hingga menimbulkan kepercayaan? Hal tersebut diamini oleh Edo, salah satu pengunjung yang kerap mengoleksi sepatu Air Jordan. “Kalau untuk menaikan status sosial sih bisa iya. Kalau saya pribadi sih suka model dulu, terus baru cocok sama gayanya.”

Sebagai contoh lainnya bahwa harga bukan merupakan batasan untuk bergaya terlihat di  channel YouTube milik YOSHIOLO misalnya, yang kerap membuat konten soal barang branded di kalangan anak muda. Dalam satu videonya yang dilakukan di pagelaran Jakarta Sneakers Day 2018 Yoshi menanyakan sebarapa mahal outfit yang dipakai kepada pengunjung. Terdapat satu orang yang mengaku memakai sweater Supreme X Luis Vuitton, yang dibeli dengan harga Rp 72.000.000.

Kalau Kocek Tidak Mumpuni, Apakah Membeli Barang KW Dapat Diamini? Atau Tidak Dapat Diampuni?

Bagi mereka yang tidak dapat tercukupi finansialnya untuk membeli yang original, barang KW dijadikan sebuah opsi guna memuaskan hasrat memiliki barang yang tak sanggup dibeli. Meskipun secara kualitas berbeda bahkan terlampau jauh. Namun, orang tersebut (mungkin saja) bangga karena memiliki barang yang diinginkannya meskipun hanya serupa aslinya.

Seperti ketika mewabahnya sepatu Yeezy, banyak orang berburu untuk mendongkrak kekiniannya di mata publik meskipun dengan sepatu KW sekalipun. Hal ini tentu bertentangan bagi Edo dan juga Miki yang merupakan sneakerhead.

“Paling sih kalau gua liatnya sayang, kaya ‘aduh ngapain sih beli fake’. Dan menurut gua mendingan orang itu beli barang yang ori yang dia mampu. Dari pada dia beli fake, dan orang bakal tau kan kalau itu fake. Mendingan dia beli New Balance yang memang harganya relatif murah, apalagi sekarang sering sale. Dari pada beli Yeezy yang fake, menurut gua nggak harus begitu karena masih banyak pilihan lain,” tegas Miki soal sepatu KW.

Bahkan kalau menurut Edo, dia tidak mau judge orang yang menggunakan KW. Tapi ia menyarankan agar menabung lebih giat lagi guna memiliki barang yang dimau secara original. Sepatu KW memang menjamur dan sulit diberantas. Namun, menjamurnya sepatu KW karena meningkatnya pula penawaran kan Bung? Jadi ya wajar saja kalau sepatu tersebut tetap merajalela di pasaran bawah tanah.

Haruskah Memiliki Barang Jutaan Guna Mendongkrak Penampilan?

Ketika Bung dihadakan pertanyaan, apakah Bung ingin atau mau memiliki barang branded guna mendongkrak penampilan. Mungkin jawaban yang muncul bakal beragam yang keluar dari mulut Bung. Akan tetapi, penampilan tak mesti didongkrak lewat sebuah barang branded. Namun Bung bisa memakai barang yang memang mampu Bung beli tanpa harus yang bermerek tinggi. Toh penampilan juga dapat dimaafkan apabila Bung mapan. Sejalan dari itu semua kepercayaan diri dan status sosial bisa dipandang tinggi apabila isi otak Bung berisi.

1 Comment

1 Comment

  1. embi

    March 20, 2013 at 7:57 am

    keren euuyy !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top