Lebih Tahu

Lakukan Pengecekan Ringan Terhadap Mobil Sehabis Mudik Lebaran

Tak terasa Lebaran sudah berjalan satu minggu dan beberapa keluarga melaksanakan mudik sudah kembali untuk beraktivitas seperti biasa. Bagi bung yang melakoni mudik dengan mobil jangan lupa mengecek kondisi agar tetap prima. Selain di bawa ke bengkel bisa dilakukan dengan pengecekan ringan. Lantas bagian apa saja yang seharusnya di cek setelah mudik?

Dilansir dari Suara.com, Senior Division Head Auto 2000, Ricky Martawijaya, terdapat empat komponenen yang bisa dicek sendiri dengan sifat pengecekan dasar. Bagian pertama adalah ban, tugasnya berat setelah melakukan perjalanan beratus-ratus kilometer saat mudik. Menopang muatan dalam orang dalam jumlah besar juga jadi tugasnya kemarin. Cek ulang tekanan angin apakah sesuai yang direkomendasikan. Disusul dengan cek fisik bang, mulai dari telapak ban hingga dinding. Menempuh jarak yang jauh bakal berpengaruh pada ketebalan ban yang harus dipastikan tidak ada cacat fisik.

Oli mesin, Ricky menyarankan lakukan pengecekan takaran oli mesin via dipstick. Tambah apabila kurang dan perhatikan kondisi fisik, apabila berwarna keruh, coklat dan kental segeralah mengganti.

Jika volume oli mesin berkurang banyak dan terjadi perubahan fisik, segera bawa mobil ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih dalam,” terangnya.

Setelah oli mesin berlanjut ke kaki-kaki mobil. Area kaki-kaki memiliki 4 komponen penting sekaligus sistem kemudi, suspensi, rem, dan penggerak roda. Periksa lah ika terjadi kebocoran pelumas, karet getas atau sobek. Lakukan spooring dan balancing agar mobil prima kembali. Terakhir bagian cairan mobil dengan mengecek air radiator, air aki basah, minyak rem, minyak kopling manua, freon AC, oli transmisi otomatis sampai air wiper.

Tambah sesuai takaran dan periksa apakah ada kebocoran atau kerusakan lainnya. Jangan abaikan jika ada sesuatu yang mencurigakan,” tutup Ricky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Model Tuas Transmisi Bermodel Zig-Zag Diciptakan Untuk Keamanan

Model tuas transmisi mobil otomatis bermodel zig-zag diciptakan bukan karena soal desain lho tapi lebih ke masalah safety berkendara. Percaya atau tidak transmisi mobil yang tinggal menarik garis lurus cenderung ada kesalahan. Ketika ingin mundur di posisi R malah berada di posisi D. Nah untuk meminimalisir hal ini terjadi maka diciptakan transmisi bermodel zig-zag.
Transmisi bermodel zig-zag dibuat dengan alur dan bertingkat. Mungkin bagi pengendara yang sudah biasa dengan transmisi yang konvensional tak begitu masalah dengan kasus salah transmisi. Tapi bagi yang baru berkendara atau belajar, transmisi zig-zag berguna bagi pengendara pemula.
Justru dengan tuas model bertahap atau gate lebih aman digunakan pengemudi awal atau yang baru beralih dari manual ke matik. Dengan adanya tingkatan, membuat pengendara harus melihat dan memperhatikan bila tuas sudah dipindahkan pada posisi yang tepat, tidak hanya berdasarkan perasaan saja,” kata HR. Muhammad Suarabaya Andreas Totok kepala bengkel Auto 2000 dikutip dari Kompas.

Ketepatan bukan menjadi satu-satunya alasan diciptakan model ini. Adapun untuk memastikan kalau posisinya tidak mudah bergeser. Kecenderungan pengendara mobil manual yang meletakan tangan pada tuas persneling biasanya terbawa saat membawa matik. Kalau tuasnya lurus maka ada kemungkinan bergeser. Jadi sangat dilarang perilaku tersebut terbawa di mobil matik.

Karena masalah kebiasaan tangan kiri di tuas transmisi, saat mengendari mobil matik potensi tergesernya tuas tanpa disadari bisa terjadi. Tapi kalau model tuasnya zig-zag, itu kan kecil sekali potensi tergesernya, atau bisa dibilang tak mudah bergeser ketika tak sengaja tersenggol saat berkendara,” ucap Totok.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Bagi Pemudik, Penting Membuka Kaca Setiap Satu Jam Sekali

Kemacetan saat mudik memang menyebalkan tapi hal ini sudah menjadi tradisi dan kemacetan seolah menjadi tantangan. Bagi bung yang membawa kendaraan pribadi sangat dihimbau mewasapadi risiko keracunan udara di dalam mobil. Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), risiko paparan gas berbahaya di dalam mobil bisa muncul dari kebocoran gas di dalam kendaraan atau produksi karbondioksida oleh penumpang saat bernapas.

Kalau dia terlalu lama macet, CO2 akan terakumulasi di dalam kabin. Bisa menyebabkan keluhan ngantuk, pusing kalau di mobil dalam waktu lama. Diimbau saat macet lama, menggunakan mode AC recirculate agar udara di luar tidak masuk,” ujar dr. Agus dilansir dari Suara.com

Mode AC recirculate dihimbau kepada para penumpang untuk membuka jendela kendaran setiap satu jam sekali selama lima menit dengan tujuan menurunkan kadar karbondioksida yang dibuang saat bernapas bung. Tujuannya agar udara di dalam kabin dan luar bercampur kembali. Bahaya mengintai apabila tidak melakukan hal tersebut seperti terjadi lemas dan sesak napas karena menghirup racun karbondioksida di dalam mobil.

Karbondioksida juga berbahaya kalau berlebihan di kabin, bisa menyebabkan lemas bahkan sesak napas. Bisa membuat orang kekurangan oksigen. Jadi tetap dibuka setiap satu jam, sedikit saja, lima menit lalu tutup kembali,” tandasnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Mudik dengan Mobil Pribadi? Jangan Lupa Periksa Beberapa Hal Berikut Ini

Alternatif dalam melaksanakan libur lebaran biasa ditempuh dengan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Dikarenakan harga tiket seperti Kereta, Pesawat, Bus dan Kapal pada naik dan sudah full, roda empat atau mobil menjadi sebuah alternatif terakhir untuk bermudik lebaran.

Akan tetapi memakai roda empat juga perlu perhatian khusus, karena jarak yang ditempuh ke kampung halaman tidaklah dekat, kan? belum lagi kondisi jalan yang bermacet-macetan. Untuk itu bagi para calon pemudik yang berniat pulang dengan menggunakan mobil pribadi. Berikut adalah lima hal yang harus bung perhatikan sebelum mudik.

Mengecek Buku Atau Kartu Servis

Hal pertama yang harus dicek oleh calon pemudik adalah buku atau kartu servis. Dalam buku ini berisi informasi tentang kapan terakhir ganti oli, kapan terakhir service rutin (tune up), kapan terakhir cek rem dan kapan terakhir ganti timing belt.

Seyogyanya komponen tersebut dicatat secara rutin dalam buku servis. Cobalah bung untuk mengecek waktunya ganti oli, jika belum segeralah ganti oli. Begitu pun dengan tune up, karena tune up dilakukan setiap mobil menempuh jarak 10.000 KM. Jika mobil sudah lama tidak di tune up, segeralah bawa ke bengkel agar kondisi mobil aman terkendali.

Mengecek Oli Mobil Agar Kinnerja Mesin Maksimal

Sudah pasti kalau oli harus dicek baik kendaraan roda dua atau roda empat, karena oli jadi bagian penting dalam pelumasan mesin. Oli yang buru dapat mempengaruhi kinerja mesin dan imbasnya performa mesin menurun.

Komponen yang cepat aus dan panas dapat dihasilkan menjadi berlebihan. Untuk itulah perlu untuk melakukan pengecekan dengan memeriksa stick oli yang terdapat di mesin. Dengan cara mencabut stick oli kemudian lap bagian ujungnya dan masukkan kembali. Cek apakah oli berada diantara garis F “Full” dan L “low” atau tidak. Jika L maka oli mesin perlu ditambah.

Mulai Mengecek Air Radiator dan Penyemprot Wiper

Mesin membutuhkan sistem pendingin untuk membuang panas yang dihasilkan mesin maka jumlah air radiator tak boleh kurang. Coba cek pada resrvoir tank yang terletak disamping radiator, dengan tulisan Full and Low. Isi airnya sampai menyentuh garis Full dan jangan melebihinya, cek juga kualitasnya jika sudah kotor  lebih baik diganti dengan cairan khusus pendingin bung.

Selain itu jumlah air pada tanki washer penyemprot wiper tak boleh ketinggalan. Saat melewati jalan saat mudik, bisa saja debu berterbangan, ketika kaca kalian kotor dapat langsung disemprot dengan washer.

Pengereman Jangan Sampai Ketinggalan Dalam Pengecekan

Point penting dalam keselematan berkendara terletak pada pengereman. Kasus kecelakaan sering terjadi karena pengereman yang gagal. Periksa pengereman apakah terjadi keanehan atau tidak. Tanda-tanda sistem pengereman mengalami keanehan itu seperti rem dalam, rem ngocok, rem kurang pakem dan ketika di rem stir banting kesalah satu sisi dan lain-lain.

Jika merasakan seperti sebaiknya servis bawa ke bengkel. Bung juga isa memeriksa jumlah minyak rem, tankinya biasanya berada sejajar dengan pedal rem. Buka kap mesin, dan lihat bagian kiri sisi pengemudi. Jika jumlah minyak rem berkurang drastis, waspadai terjadinya kebocoran sistem yang sangat membahayakan.

Cek Ban Cadangan, Apakah Masih Layak Digunakan

Hal terakhir yang tidak oleh ketinggalan adalah ban cadangan. Biasanya para pemudik kerap melupakan ban candangan padahal ini sangat berguna jadi pengganti saat ban bocor. Bung bisa memeriksa kondisi ban cadangan dengan minimal cek tekanan angin. Jika kurang segera tambah tekanan angin, jika kempes berarti ban ini terjadi kebocoran. Kalau kelima hal ini sudah diperhatikan seharusnya mudik dapat berjalan aman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top