Relationship

Laki-laki yang Memiliki Pasangan Lebih Muda Cenderung Hidup Kian Lama

Dalam dunia asmara secara konvensional, tak ada penjelasan secara umum seharusnya berapa perbedaan umur antara Bung dan nona untuk menjadi pasangan yang ideal. Cinta memang sulit untuk dikaji dengan logika, sampai-sampai hal seperti itu tak dapat dijelaskan secara ilmiah. Namun, laki-laki biasanya memakai naluri dalam pencarian cinta yang diselaraskan dengan selera. Ada pula fakta yang mengatakan kalau kesenjangan usia antara Bung dan si nona dapat mempengaruhi usia, yakni usia Bung bakal lebih panjang apabila memiliki pasangan yang lebih muda.

Dilansir dari glamour.com, terdapat sebuah studi yang mengatakan kalau laki-laki yang usianya lebih tua dari pasangannya akan membuat harapan hidup lebih pendek. Sedangkan laki-laki yang menikah dengan perempuan yang secara usia 7-9 tahun lebih muda, resiko kematiannya turun 11%. Tapi ini tak dapat dijadikan alasan kuat kenapa laki-laki kerap menyukai perempuan berusia belia, seperti beberapa kasus yang tersebar di lapangan.

Menyikapi hal ini, Christian Rudder, seorang blogger untuk OKcupid, melakukan penelitian yang terbilang menarik pada 2010, dengan menggunakan data situs kencan tersebut tentang preferensi laki-laki dan wanita. Seperti laki-laki tidak hanya menyertakan preferensi usia mereka sangat muda, namun mereka cenderung mengirim pesan kepada perempuan muda dari preferensi yang mereka inginkan. Bahkan, Rudder melanjutkan kalau dari hasil penelitiannya menyimpulkan kalau laki-laki usia 30-an menghabiskan waktu banyak untuk mengirim pesan ke perempuan muda. Tetapi apakah ini alasan tepat kenapa laki-laki macam Bung kerap mencari perempuan yang lebih muda?

Perempuan Muda Cenderung Lebih Menarik dan Unggul dari Segi Fisik

“Banyak dari Anda mungkin mengejek gagasan bahwa banyak anak berusia 35 tahun sama menariknya dengan banyak anak berusia 25 tahun,” ujar Rudder dilansir dari Proivdr.com. Melihat gagasan Rudder sebenarnya agak tidak relevan dan cukup pretensius, Bung. Karena tak ada kesamaan antara usia 35 dengan 25. Kami pun tak bisa melihat dari mana sisi menarik yang diperlihatkan dari perempuan yang beda usia satu dekade. Kami masih percaya, kalau laki-laki kerap mencari perempuan muda karena mereka jauh lebih menarik dan unggul dari segi fisik.

Takut Menjadi Duda Lantaran Ditinggal Pasangan yang Telah Tiada

Mungkin memiliki pasangan yang usianya sama atau lebih tua, menjadi bayangan bagi laki-laki kalau dia dapat ditinggal lebih dulu (dibaca: kematian). Menjadi duda tentu sulit bagi laki-laki, apalagi kalau sudah memiliki anak. Tentunya sulit mencari pasangan yang mau menghidupi anak yang bukan hasil murni dari pernikahannya sendiri. Di sisi lain, seorang editor majalah sekaligus fashion consultant, Stacy London pernah mengatakan dalam wawancaranya, “Mungkin ada ketakutan terhadap kematian ketika laki-laki memiliki pasangan lebih tua,”. Apakah benar, Bung?

Nona yang Lebih Muda Selalu Mengizinkan dan Jarang Melarang

Ini salah satu alasan kenapa laki-laki saat menikah jarang terlihat di luar rumah dan menjalani hidup secara monoton. Bisa jadi mereka bahagia, tapi tak ada yang bisa menjaminnya. Karena kebanyakan istri kerap melarang sang suami untuk melakukan ini dan itu, karena takut lupa waktu, Bung.

Dalam situs Meaww, teradapat alasan yang mengemukakan kalau perempuan lebih muda memilki sikap permisif tinggi. Sehingga banyak Bung yang pernah menjalani hubungan dengan perempuan seusia atau lebih tua, kemudian mencari yang lebih muda.

Belum Ingin Memiliki Anak Secepatnya, Hubungan Pernikahan bak Pacaran pun Bisa Dikecap

Mungkin ini salah satu keuntungan Bung kalau memilih nona yang lebih muda. Meskipun ini tak berlaku secara menyeluruh, namun di era seperti sekarang, dimana gaya hidup dan keinginan untuk memuaskan diri lebih tinggi membuat banyak perempuan muda menunda memiliki anak. Bung pun juga tak ingin terburu-buru, karena Bung dapat menjalankan hubungan pernikahan seperti orang pacaran.

Tak Munafik, Karena Ujung-ujungnya Lari ke Fisik

Setelah berbicara panjang lebar dengan kaitan yang berbau ilmiah, rasanya kurang lengkap kalau tidak memberikan fakta kenapa Bung kerap mencari perempuan lebih muda, yang jelas adalah fisik. Tak mungkin fisik menjadi nomor kesekian saat Bung mencari pasangan yang lebih muda. Apalagi ada yang menampik dan berkilah kalau semuanya karena cinta, jelas patut dipertanyakan. Kematangan fisik yang dimiliki perempuan muda, mungkin menjadi bahan kerinduan bagi laki-laki untuk menikmatinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kisah Seorang Playboy Meninggal Karena HIV Serta 40 Pacarnya Stres Takut Terwarisi

Meninggalnya seorang playboy bernama Daniel Decu asal Segarcea, Romania meninggalkan duka bagi yang ditinggalkan. Suasana haru menyelimuti hari gelap yang terjadi pada 2014 silam. Terlebih bagi 40 perempuan yang notabene pacar dari Daniel. Raut wajah sedih dan tetesan air mata yang mengalir tiba-tiba berubah menjadi wajah kaget dan panik muncul dari ke-40 perempuan setelah dokter mengatakan almarhum mengidap virus HIV/AIDS dalam sesi pemakaman.

Sebuah penyakit mematikan yang tidak dapat disembuhkan dan tidak ada obat sampai sekarang, yang bisa menular salah satunya lewat aktivitas seks bebas. Dokter Cornel, bukanlah orang yang ingin memberikan kejutan di hari pemakaman tersebut dengan mengatakan penyakit yang diidap Daniel. Karena satu dan lain hal, ia beralasan tak bisa mengatakan jauh-jauh hari sebelum ia meninggal. Salah satunya karena ibu Daniel melarang membocorkan dan bakal menuntut jika nekat membeberkan hal ini.

Saya tahu dia punya banyak teman wanita tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan untuk itu. Saya mulai memperingatkan mereka (Keluarga Daniel). Tapi sejak saat itu mereka mengatakan kepada saya untuk tetap diam dan tidak mengatakan apa-apa. Saya tidak terkejut bahwa kita sekarang dalam posisi ini, lantaran ia punya banyak teman perempuan,” ujar sang dokter dilansir dari Dailymail.

Laksana dihantam halilintar di siang bolong, 40 orang pacar dari almarhum mulai ketakutan. Bung pun tahu apa yang ada dipikiran mereka. Mereka berhubungan dan ada potensi bakal mewarisi penyakit HIV/AIDS seperti daniel. Meskipun kita tidak bisa menjustifikasi ke-40 perempuan tersebut pernah melakukan hubungan intim. Sontak kabar mengejutkan tersebut mengerakkan ke-40 orang perempuan mengajukan tes HIV/AIDS.

Doa pun dipanjatkan agar tidak diganjar ‘getah’ berupa virus mematikan tersebut. Karena kasus ini cukup mengejutkan seantero Segarcea, kabar itu pun sampai ke telinga Walikota, Nicolae Popa dan secara tegas mengatakan keluarga Danial akan dipersalahkan.

Ibu anak laki-laki itu yang harus disalahkan atas situasi mengerikan yang kini kita alami! Baru sekarang menjadi jelas bahwa dokter keluarga tahu bahwa dia positif HIV dan mencoba membuat situasi menjadi lebih buruk. Ketika dia mulai melakukannya, dia (dokter) diancam akan dituntut oleh ibu Daniel,” cetus Walikota Segarcea.

Hingga akhirnya ke-40 perempuan tersebut mendapatkan hasil dan dua diantarnya sudah positif mewarisi HIV/AIDS.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Mungkin Bung Belum Tahu, Di Lamongan Ada Tradisi Perempuan Yang Melamar Laki-laki

Seyogyanya dalam hal melamar dilakukan oleh pihak laki-laki kepada perempuan dengan membawa sejumlah mahar yang diikuti keluarga inti. Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya terdapat tradisi unik di mana pihak perempuan lah yang melamar pihak laki-laki. Tradisi ini berada di Lamongan, Jawa Timur.

Sebagai seseorang yang hidup di mana tradisi melamar dilakukan oleh laki-laki tentu menjadi sebuah pertanyaan besar, “bagaimana bisa kok perempuan yang melamar?”.  Rekam jejak tradisi ini berlangsung diawali dengan sebuah sejarah. Dari pada bung penasaran lebih baik ketahui tentang tradisi di mana perempuan melamar laki-laki berlangsung di Lamongan sejak abad ke-16 ini.

Diawali Dengan Legenda Anak Raja yang Memiliki Ketampanan Luar Biasa

Budaya lahir karena sebuah legenda, seperti halnya tradisi perempuan melamar laki-laki ternyata diawali dari sebuah legenda saat keturunan ke-14 Prabu Hayam Wuruk, Raden Panji Pupokusumo yang memimpin Lamongan pada tahun 1640 sampai 1644 memiliki dua anak kembar. Raden Panji Laras dan Raden Panji Liris yang konon kabarnya memiliki ketampanan luar biasa.

Suatu hari kedua putra kembar tersebut bermain sabung ayam di daerah Wirosobo (sekarang Kertosono), ketampanan mereka ternyata membius dua putri kembar raja Wirosobo yakni Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi. Karena gejolak asmara tak terbendung di kedua putri kembar membuat mereka berniat melamar kedua putra kembar lamongan. Meskipun perlakuan tersebut melanggar norma. Dan sejak saat itu tradisi ini bertahan dan dilestarikan budaya leluhur, sejak saat itu tradisi wanita yang melamar laki-laki.

Justru Tak Lazim Kalau Sekarang Laki-laki Melamar Perempuan

Lantaran tradisi ini sudah berlangsung sangat lama sejak zaman kerajaan dulu, membuat tradisi ini terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan kalau bung iseng google tentang perempuan melamar laki-laki di lamongan, bakal banyak berita yang mengangkat soal ini. Di sisi lain para sesepuh setempat bercerita prosesi lamaran di sana tidak jauh berbeda dari biasanya. Sampai kejadian tersebut membalik kebiasaan ini. Karena sebuah tradisi sudah berjalan seperti ini, justru jadi hal tak lazim kalau laki-laki yang melamar duluan. Meskipun ada beberapa kejadian di mana laki-laki yang melamar duluan.

Tentu saja setelah pihak laki-laki dilamar perempuan harus ada balasan. Biasanya dalam jangka waktu tertentu. Terkait balasan bisa berupa jawaban atau bingkisan. Soal mewah atau tidaknya isi bingkisan balik kepada kemampuan ekonomi dari pihak laki-laki. Apabila balasan lamaran terlalu lama maka pihak perempuan bakal mengutus tokoh berpengaruh setempat untuk memberitahukan soal balasan lamaran bung. Biasanya, dalam balasan lamaran yang dialkukan laki-laki juga ditentukan kapan tanggal pernikahan.

Bingkisan Lamaran Bisa Berupa Roda Dua Sampai Mobil!

Prosesi lamaran yang memiliki bingkisan atau biasa disebut seserahan kurang lebih masih seperti biasa kok. Tapi hebatnya, dalam lamaran yang diajukan oleh perempuan kepada pihak laki-laki terdapat hadiah khusus dan beragam. Rata-rata benda tersebut agak mahal seperti motor sampai mobil. Intinya tergantung se-kaya apa sih pihak wanita. Kalau ia tajir melintir otomatis hadiah khusunya bisa lebih besar.

Tradisi ini Fleksibel, Terutama di Era Modern

Era sekarang sangat modern dan tradisi ini sudah bersifat fleksibel. Dalam arti ada perjanjian kedua belah bahwa laki-laki tetap melamar perempuan meskipun mereka berasal dari lamongan. Dalam beberapa sumber juga disebutkan kalau tradisi ini masih terjadi di wilayah tuban sampai daerah pesisir pantai utara. Dan tak sedikit juga masyarakat Lamongan yang masih berpegang teguh pada tradisi hingga saat ini.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Undangan Bukber Makin Sedikit? Tanda Kalau Usia Senja Pertemanan Tak Lagi Erat Seperti Tongkrongan SMA

Masa muda seperti SMA dan kuliah saat bulan puasa, pasti akan ada banyak undangan buka bersama. Kalau boleh dirunut dimulai dari teman SD, SMP, SMA , Geng SMA, Geng Bimbel bahkan sampai kelas masing-masing pun kalau boleh mengajak, pasti akan mengajak buat buka bersama.

Heboh banget kan? Bisa dibilang saat dulu banyaknya ajakan yang masuk lewat notifikasi handphone pasti terheran-heran, karena bukber bertajuk reuni tak kunjung habis. Mengeluh pun bukan karena merasa tak ada waktu, tapi tak ada uang karena setiap minggu bisa ada dua kali ajakan! Haha  Namun setelah 7 atau 10 tahun berselang apa yang bung rasakan sekarang?

Seketika undangan bukber mulai menghilang, yang tadinya bisa seminggu sekali sekarang malah tak ada sama sekali bahkan sampai menjelang lebaran sekalipun.  Ini normal apalagi bagi bung yang sudah menginjak usia 25 ke atas atau 30-an.

Fenomena makin tua, teman makin sedikit itu nyata. Maka dari itu orang tua pernah berkata, “jaga hubungan erat dengan saudaramu, karena kalau kamu kesusahan temanmu tak ada yang membantu”. Hmm, kalau dipikir-pikir nggak sepenuhnya benar juga sih, namun mungkin maksud orang tua dulu adalah karena tali pertemanan tak seerat persaudaraan maka harus dijaga sedemikian eratnya.

Fenomena Makin Tua Makin Sedikit Teman Adalah Nyata

Mau tidak mau, keseruan kalian sudah dibilang usai dan tidak dapat diulang kecuali untuk dikenang. Setidaknya hal itu lah yang membuat masa-masa muda bung penuh warna. Kini teman-teman bung pasti sudah memiliki kesibukan bukan hanya berkutat di kerjaan, tapi juga keluarga. Mengurus anak, istri sampai tak terfikirkan untuk sejenak kembali karena waktu juga kian sempit, kan? boro-boro ketemu teman, ketemu istri dan anak masih bangun saat pulang kerja saja sudah syukur.

Jadi jangan heran kenapa pertemanan kalian mulai berkurang, paling yang sekarang masih intens bertemu ada sekitar tiga sampai lima orang. Bisa dibilang ini seleksi alam, tapi tak pantas juga menjustifikasi kalau mereka lupa dengan kalian, karena kenyataan mereka masih ingat dan ingin bertemu, namun prioritas keluarga dan kerja jadi hal nomor satu yang tak dapat diganggu.

Usia Di Bawah 25 Adalah Hal Paling Tepat Menjalin Pertemanan Seluas-luasnya

Berbeda dengan usia 26 sampai seterusnya, usia 25 dianggap periode semarak. Lingkaran sosial bisa dibilang berada di titik terbaik. Bung bisa jalan-jalan, nongkrong bahkan sekedar mengobrol banyak orang bisa dilakukan.

Alasannya waktu sangatlah fleksibel di saat itu. Kesibukan bung paling hanyalah kuliah dan sedang menyusun skripsi, kan? atau yang kuliahnya cepat, bisa jadi usia tersebut sudah bekerja namun belum memiliki tanggungan apa-apa.

Perihal nikah dan semacamnya, masih hanya sebuah topik dari satu tongkrongan ke tongkrongan lain. Jadi jangan kaget saat usia selepas 25 kok nuansa pertemanan agak berbeda. Satu hal yang bisa bung lakukan hanya menyesuaikan.

Selepas Usia 25 Teman yang Bung Kenal Mulai Tak Lagi Intens Keberadaanya

Dilansir dari Tirto, usia selepas 25 adalah usia di mana lingkaran pertemanan mulai menyusut. Waktu jadi sebuah hal yang berharga, dan tak lagi fleksibel dan spesial seperti dulu. Kendalanya bukan hanya memiliki keluarga, mereka yang belum menikah pun bisa aja mempermasalahkan waktu karena masalah kerja.

Waktu seolah jadi bagian yang berharga, mulai memikirkan kondisi dibanding relasi, “Daripada nongkrong, mending tidur deh, badan lagi capek banget”. Alhasil pertemanan pun makin lama bakal terkikis, mereka mulai mengeluh akan pertemuan karena merasa sabtu minggu tidak cukup untuk beristirahat.

Belum lagi mereka yang bekerja di start-up atau media yang masih berkutat pekerjaan di akhir pekan dan jangan tanya soal lemburan. Di sisi lain pertemanan sudah tak lagi fleksibel seperti dulu, mau bertemu pun ada rasa ragu karena takut canggung atau tak “enak” seperti dulu. Kalau bung masih menyanggah, coba saja hitung berapa jumlah teman bung sekarang dibanding dulu?

Namun Bung Bisa Berbahagia, Karena Perempuan Lebih Cepat Kehilangan Teman Dibanding Laki-laki

Di satu sisi kita sebagai laki-laki bisa berbahagia sedikit karena usia pertemanan kita dibilang masih leih panjang dibanding si Nona. Lewat seuah makalah yang bertajuk “Sex Differences inSocial Focus Across the Life Cycle in Humans”, peneliti dari Univesitas Aalto Finlandia di Universitas Oxford Inggris mengumpulkan datar dari 3 juta pemilik gawai dan mengidentifikasi dalam pola komunikasi yang terekam.

Dan salah satu hasilnya adalah perempuan kehilangan teman leih cepat dibanding laki-laki. Selain itu rata-rata perempuan berusia 25 tahun menghubungi sekitar 17,5 orang per bulan sedangkan laki-laki 19 orang per bulan. Tapi hal ini kemudian berbalik saat memasuki fase usia 30-an lho.

Karena di usia tersebut laki-laki jadi kelompok yang kehilangan teman secara drastis. Pada usia 39, rata-rata mereka hanya menghubungi 12 orang, sementara perempuan masih berkomunikasi dengan 15 orang setiap bulan.

Pertemanan Di Usia Dewasa Juga Berbeda Saat Bung Masih Muda

Usia dewasa memang membawa seseorang untuk berbeda dalam berbagai hal, termasuk pertemanan. Semakin bertambah umur, maka seseorang cenderung memilih teman berdasarkan tingkat ‘Manfaat’. Orang-orang yang dianggap tidak menguntungkan akal tereliminasi dari lingkar pertemanan.

Bisa jadi bung berada di posisi yang mengeliminasi atau tereliminasi tanpa disadari. Yang jelas saat menemukan sosok teman yang tepat maka yang lain pun bakal dihairaukan.

Begitu Anda menemukan orang yang tepat, Anda tidak akan tertarik pada yang lain,” kata Robin Dunbar, profesor psikologi evolusi dari Universitas Oxford seperti ditulis oleh CNN.

Setelah menghitung jumlah kawan saat masih muda dan sekarang, berapa banyak yang bertahan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top