Lebih Keren

Lafalnya Sama Dengan Sate Taichan, Ini Porsche Taycan Seharga 1,3 Miliar

Mendengar kata Taycan, pasti yang terlintas di kepala adalah sate ayam dengan bumbu pedas yang viral beberapa tahun belakangan. Nah, Taycan yang satu ini beda bung! dan bukan dari sisi kuliner melainkan otomotif. Perkenalkan Porsche Taycan, sebuah mobil listrik yang digadang-gadang akan mengaspal di Indonesia tahun depan pada kuartal pertama.

Dibalik rencana mendatangkan Tayacan, dilema terjadi pada pihak Porsche Indonesia soal regulasi kendaraan listrik yang tak kunjung lahir dan keliatan. Meskipun begitu di satu sisi Posche Indonesia tetap percaya diri untuk menghadirkan Porsche Taycan ke tanah air.

Bila tidak ada regulasi, ini akan menjadi hal yang sulit karena harganya bisa sangat menjadi mahal. Tetapi di lain sisi kita juga akan mengikuti konsumen, jika ada permintaan dari konsumen kita akan mencoba memenuhinya,” ujar Christoph Choi, Managing Director Porsche Indonesia.

Harga dari Taycan akan mahal apabila tidak dipayungi regulasi kendaraan listrik, Choi pun tidak menampik soal itu karena berkaitan dengan insentif pajak. Tapi Porsche memiliki sejarah besar dalam dunia otomotif jadi tak salah kalau memboyong mobil listrik teranyar ke Indonesia.

Tentunya akan sulit untuk menjual mobil ini bila pemerintah tidak mendukungnya, seperti insentif pajak. Harga mobil bisa menjadi sangat mahal, tetapi saya pikir masih banyak konsumen di luar sana yang ‘gila’,” imbuhnyaChoi.

Porsche salah satu perusahaan otomotif yang mengembangkan mobil listrik secara global, bahkan di keluaran perdana mobil listrik taycan sudah dipesan mencapai 20.000 unit di seluruh dunia. Kemewahan dan performa yang “mengigit” jadi nilai penawaran Porsche kepada pengendara.

Taycan kuat diajak berlari 0-100 km/jam dalam 3,5 detik dengan jarak sejauh 311 mil atau 500 km berdasarkan pengetesan NEDC Test Cycle. Enaknya lagi, pengendara hanya butuh ngecas 4 menit agar mobil dapat berlari hingga 100 km.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Model Tuas Transmisi Bermodel Zig-Zag Diciptakan Untuk Keamanan

Model tuas transmisi mobil otomatis bermodel zig-zag diciptakan bukan karena soal desain lho tapi lebih ke masalah safety berkendara. Percaya atau tidak transmisi mobil yang tinggal menarik garis lurus cenderung ada kesalahan. Ketika ingin mundur di posisi R malah berada di posisi D. Nah untuk meminimalisir hal ini terjadi maka diciptakan transmisi bermodel zig-zag.
Transmisi bermodel zig-zag dibuat dengan alur dan bertingkat. Mungkin bagi pengendara yang sudah biasa dengan transmisi yang konvensional tak begitu masalah dengan kasus salah transmisi. Tapi bagi yang baru berkendara atau belajar, transmisi zig-zag berguna bagi pengendara pemula.
Justru dengan tuas model bertahap atau gate lebih aman digunakan pengemudi awal atau yang baru beralih dari manual ke matik. Dengan adanya tingkatan, membuat pengendara harus melihat dan memperhatikan bila tuas sudah dipindahkan pada posisi yang tepat, tidak hanya berdasarkan perasaan saja,” kata HR. Muhammad Suarabaya Andreas Totok kepala bengkel Auto 2000 dikutip dari Kompas.

Ketepatan bukan menjadi satu-satunya alasan diciptakan model ini. Adapun untuk memastikan kalau posisinya tidak mudah bergeser. Kecenderungan pengendara mobil manual yang meletakan tangan pada tuas persneling biasanya terbawa saat membawa matik. Kalau tuasnya lurus maka ada kemungkinan bergeser. Jadi sangat dilarang perilaku tersebut terbawa di mobil matik.

Karena masalah kebiasaan tangan kiri di tuas transmisi, saat mengendari mobil matik potensi tergesernya tuas tanpa disadari bisa terjadi. Tapi kalau model tuasnya zig-zag, itu kan kecil sekali potensi tergesernya, atau bisa dibilang tak mudah bergeser ketika tak sengaja tersenggol saat berkendara,” ucap Totok.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Lakukan Pengecekan Ringan Terhadap Mobil Sehabis Mudik Lebaran

Tak terasa Lebaran sudah berjalan satu minggu dan beberapa keluarga melaksanakan mudik sudah kembali untuk beraktivitas seperti biasa. Bagi bung yang melakoni mudik dengan mobil jangan lupa mengecek kondisi agar tetap prima. Selain di bawa ke bengkel bisa dilakukan dengan pengecekan ringan. Lantas bagian apa saja yang seharusnya di cek setelah mudik?

Dilansir dari Suara.com, Senior Division Head Auto 2000, Ricky Martawijaya, terdapat empat komponenen yang bisa dicek sendiri dengan sifat pengecekan dasar. Bagian pertama adalah ban, tugasnya berat setelah melakukan perjalanan beratus-ratus kilometer saat mudik. Menopang muatan dalam orang dalam jumlah besar juga jadi tugasnya kemarin. Cek ulang tekanan angin apakah sesuai yang direkomendasikan. Disusul dengan cek fisik bang, mulai dari telapak ban hingga dinding. Menempuh jarak yang jauh bakal berpengaruh pada ketebalan ban yang harus dipastikan tidak ada cacat fisik.

Oli mesin, Ricky menyarankan lakukan pengecekan takaran oli mesin via dipstick. Tambah apabila kurang dan perhatikan kondisi fisik, apabila berwarna keruh, coklat dan kental segeralah mengganti.

Jika volume oli mesin berkurang banyak dan terjadi perubahan fisik, segera bawa mobil ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih dalam,” terangnya.

Setelah oli mesin berlanjut ke kaki-kaki mobil. Area kaki-kaki memiliki 4 komponen penting sekaligus sistem kemudi, suspensi, rem, dan penggerak roda. Periksa lah ika terjadi kebocoran pelumas, karet getas atau sobek. Lakukan spooring dan balancing agar mobil prima kembali. Terakhir bagian cairan mobil dengan mengecek air radiator, air aki basah, minyak rem, minyak kopling manua, freon AC, oli transmisi otomatis sampai air wiper.

Tambah sesuai takaran dan periksa apakah ada kebocoran atau kerusakan lainnya. Jangan abaikan jika ada sesuatu yang mencurigakan,” tutup Ricky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Bagi Pemudik, Penting Membuka Kaca Setiap Satu Jam Sekali

Kemacetan saat mudik memang menyebalkan tapi hal ini sudah menjadi tradisi dan kemacetan seolah menjadi tantangan. Bagi bung yang membawa kendaraan pribadi sangat dihimbau mewasapadi risiko keracunan udara di dalam mobil. Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), risiko paparan gas berbahaya di dalam mobil bisa muncul dari kebocoran gas di dalam kendaraan atau produksi karbondioksida oleh penumpang saat bernapas.

Kalau dia terlalu lama macet, CO2 akan terakumulasi di dalam kabin. Bisa menyebabkan keluhan ngantuk, pusing kalau di mobil dalam waktu lama. Diimbau saat macet lama, menggunakan mode AC recirculate agar udara di luar tidak masuk,” ujar dr. Agus dilansir dari Suara.com

Mode AC recirculate dihimbau kepada para penumpang untuk membuka jendela kendaran setiap satu jam sekali selama lima menit dengan tujuan menurunkan kadar karbondioksida yang dibuang saat bernapas bung. Tujuannya agar udara di dalam kabin dan luar bercampur kembali. Bahaya mengintai apabila tidak melakukan hal tersebut seperti terjadi lemas dan sesak napas karena menghirup racun karbondioksida di dalam mobil.

Karbondioksida juga berbahaya kalau berlebihan di kabin, bisa menyebabkan lemas bahkan sesak napas. Bisa membuat orang kekurangan oksigen. Jadi tetap dibuka setiap satu jam, sedikit saja, lima menit lalu tutup kembali,” tandasnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top