Otomotif

Kuda Besi Keluaran Suzuki Menyabet Dua Kategori Otomotif Award

Penghargaan selalu diberikan terhadap sesuatu atau individu yang terbaik di kelasnya. Seperti All New Satria F150 yang pada Otomotif Award tahun 2018 berhasil menyabet dua kategori, Best of The Best Cup dan Best of Hyper cub. All New Satria F150 mengukuhkan diri sebagai kuda besi superior di tahun ini bung!

Penghargaan industri otomotif skala tanah air yang telah memasuki pagelaran ke-11 ini mengusung tema “The Right Choice” yang berarti rekomendasi terbaik untuk satu tahun penuh di 2018. Menurut penilaian All New Satria F150 unggul di segala segi penilaian. Sehingga motor asal Suzuki ini menjadi yang terbaik di kelas cub/bebek 150 cc sekaligus mengalahkan perolehan kompetitor yang satu kelas bersamanya.

Satu produk menyabet dua kategori, jelas bukanlah perkara gampang, tidak hanya dalam otomotif tetapi dalam ajang penghargaan apapun. Apalagi All New Satria 150 merupakan produk terbaru, namun pembuatannya tidak diramu secara palsu alias buru-buru lantaran tidak ingin penggemarnya (yang militan) kecewa lewat seri terbarunya.

All New Satria 150 pun masih mengusung tema Hyperunderbone, untuk dapur pacu disokong tenaga ekstra lewat pemilihan 150 cc DOHC 4 valve. Jadi cita rasa kecepatan yang sudah terkenal sejak lama makin bertahan meskipun produk sudah berevolusi. Lesatan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM.

Suzuki pun tak dapat melepaskan sisi kecanggihan dalam produknya. Sistem bahan bakarnya mengadopsi injeksi dengan pengapian standar euro tiga. Mungkin ini lewat mesin macam ini jelas membuat para juri memberikan penilaian sangat baik di ajang kali ini.

Demi menggaet pasar masa kini yakni kaum-kaum pemuja media sosial alias Millenials, Suzuki menggaet variasi warna-warna dalam pilihannya Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Demi melakukan gebrakan baru yang mungkin selama ini warna tersemat di Satria terkesan standar.  Alasan lain dari warna tunggal pada varian Satria bertujuan untuk memudahkan pemiliknya untuk menyalurkan kadar kreatifitasnya alias memodifikasi. Dimana mana penggemar Satria biasanya “gatel” untuk modifikasi tunggangannya sesuai dengan selera.

Menyuguhkan kecepatan, mendapatkan dua penghargaan dan warna yang akrab dengan trend jaman sekarang membuat All New Satria F150 tampil terdepan. Kecepatan masih bisa dipertandingkan, sedangkan tampilan makin menawan. Itulah All New Satria F150 bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paketan Motor Sport yang Dicintai Dari Suzuki Memadukan Kecepatan Dan Melesatnya Penjualan

Pangsa penjualan otomotif khususnya di roda dua sebenarnya kurang tercapai dari segi target dalam skala nasional di tahun 2017. AISI selaku Asosiasi Industri Sepedamotor pun membenarkan hal tersebut. Penjualan di tahun lalu diharapkan mampu menyentuh angka 5,9 juta unit secara nasional tidak terealisasikan lantaran hanya menyentuh di angka 5.886.103 unit. Jumlah tersebut merupakan penurunan 0,76 persen. Di tahun 2016 penjualan roda dua berhasil mencapai 5.931.285.

Lantas bagaimana para perusahaan motor asal Indonesia menyikapinya bung? dari sekian perusahaan motor yang hadir di Indonesia, ternyata Suzuki merupakan pemain yang berhasil dengan mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen. Dan menurut Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS, tahun lalu merupakan momen kebangkitan dari Suzuki.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Usut punya usut keberhasilan Suzuki untuk bangkit terletak pada kecanggihan dan kehandalan pada mekaniknya. Khususnya dalam mengeluarkan produk Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Khususnya GSX-R150 yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap penjualan Suzuki sebanyak 40% bung dengan jumlah 28.982 unit.

Sebagai pemain lama yang pernah mengecap kesuksesan di era 90-an, tentu saja perusahaan asal Jepang ini ingin kembali berada di era tersebut. Apalagi Suzuki merupakan pemain yang diperhitungkan di kelas motor sport. Contohnya saja seperti RGR yang menjadi “jagoan” di pasar motor berbaju dengan mengedepankan teknologi diantara kompetitor.

Berkat cerita dan sejarah yang pernah tertuang di tahun 90-an. Suzuki coba membangkitkan lagi ke era keemasannya. Untuk meramu dan menggarap kelas motor sport Suzuki pun melakukan percobaan secara serius dan matang. Mengingat motor RGR diminati lantaran teknologinya maju, dua motor sport GSX-R150 dan GSX-S150 pun dibekali fitur tercanggih dan terkini.

Mata mungkin bakal tertuju ke penampilannya yang sporty, tapi kalau lebih jeli lagi mata bung bakal disambut LCD Speedometer full digital. Di kelas Suzuki GSX-R150 fitur tanpa kunci atau Key-less Ignition System menjadi teknologi menarik. Lantaran bung sebagai pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci di rumahnya. Dengan menekan tombol starter makan mesin akan hidup dengan mengantungi sensor. Fitur ini menjadi terdepan di kelasnya.

Dari dapur pacunya saja sudah dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. Sehingga duo GSX bisa meluapkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Salah satu yang digadang dapat diminati dari GSX pemilihan mesin berjenis over stroke atau Square. Dapur pacu GSX-R150 mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya 62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Over stroke hampir sama dengan mesin bore yang lebih kalem pada putaran bawah. Dengan menjadikan GSX-R150 ramah di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Berbicara soal kecepatan yang selalu jadi pemantik bung untuk memacu adrenalin, motor ini bisa melesat hingga 13.000 RPM dengan tenaga maksimal berada di 18,9 dk dengan torsi 14 NM. Sebagai catatan sifat asli over bore mulai terlihat pada putaran menengah dan atas dimulai di angka 7000 RPM.

Kecepatan yang tak main-main, begitupula dengan tampilan. Perkembangan warna dan tren yang dicintai warga tanah air membuat Suzuki GSX-R150 memberikan beberapa varian warna seperti Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

GSX-R150 dan GSX-S150 timbul menjadi primadona dan idola baru di kalangan otomotif. Tentu saja pihak Suzuki ingin tren ini tersebut belanjut di tahun ini. Hal ini pun disampakan Yohan yang mengharapkan penjualan dapat tumbuh melewati 100.000 unit.

“Meskipun pasar tidak bergerak naik, kami mengharapkan tetap mendapat bagian yang lebih. Yang kami kejar kenaikan tahun ini dari tahun lalu itu kurang lebih, mungkin 40 persen atau syukur bisa 50 persen,” pungkas Yohan.

Kecanggihan, kecepatan dan tampilan diramu secara menarik. Persuahaan yang telah berdiri sejak tahun 1909 ini nampaknya memiliki blue print yang mana dikeluarkan sebagai senjata ampuh guna menghempas kompetitornya. GSX Series menjadi bukti kalau Suzuki masih bertaji, jadi tak salah kalau GSX Series menjadi paketan motor sport yang dicintai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Cobaan di 5 Tahun Awal Pernikahan yang Mesti Bung Rasakan Dengan Hati Lapang

Pernikahan menjadi mimpi besar setiap pasangan. Tak ada pasangan yang tak menginginkan pelaminan sebagai tujuan terakhirnya. Dibalik indahnya dunia setelah menikah, dimana Bung dan si nona sudah terikat secara agama untuk sehidup semati, cobaan dan sandungan pun bukannya lantas berhenti. Akan ada hambatan baru yang bakal menanti.

Karena hidup tak pernah absen dari ujian, begitu pula dengan pernikahan. Terdapat beberapa cobaan semasa pernikahan Bung masuk di usia 5 tahun. Cobaan pun bukan hanya datang dari luar, melainkan bisa dari sikap Bung dan si nona pula. Alhasil bagi Bung yang menikah lebih baik menyiapkan semuanya matang-matang sebelum cobaan ini membuat kalian pusing tujuh keliling.

Kebiasaan yang Dilakukan Pasangan Ternyata Mengusik Ketenangan

Setiap orang memiliki kebiasaan tersendiri, yang bisa saja bersifat buruk. Sebagai pasangan suami istri yang terbilang baru, terdapat perbedaan soal kebiasaan yang bisa memicu konflik. Misalnya kebiasaan Bung yang mendengkur, menaruh botol maupun gelas sembarangan, hingga menyalakan lampu ketika tidur. Sedangkan si nona tak terbiasa ada lampu menyala saat tidur, begitu pun dengan sikap-sikap lainnya. Alhasil keributan kecil pun dapat terjadi. Dan hal ini dapat disikapi dengan saling adaptasi jika Bung dan si nona mau berupaya.

Pasca Pernikahan Kondisi Keuangan Mulai Membingungkan dan Dipertanyakan

Saat merencanakan pernikahan, mulai dari biaya sewa gedung, katering, gaun pengantin sampai hal kecil, tentu saja melibatkan uang. Tabungan yang disiapkan bisa jadi menipis bahkan ludes lantaran biaya pernikahan tak murah, kan? Bisa jadi ada biaya-biaya yang masih mengutang dengan vendor. Stres bisa menyerang pasangan lantaran uang adalah hal yang sensitif.

Lebih baik sedari awal Bung buat perencanaan uang secara matang seperti anggaran tiap bulan, tabungan hari tua, tunjangan kesehatan investasi, sampai pendidikan anak. Meskipun para tamu undangan memberikan “amplop” belum tentu hasilnya sepadan dengan pengeluaran.

Janganlah Berekspetasi Kalau Kehidupan Pasutri Berwarna Seperti Bayangan Ideal Bung

Ekspetasi yang berlebihan hanya akan membuat Bung kecewa. Semisal berharap kalau menikah berarti ada yang membuatkan makanan, diberikan pijatan saat Bung lelah bekerja, senyum manis selalu terbuka ketika mata terbuka di pagi hari. Kalau pun ada salah satu yang terwujud, bersyukurlah. Kalau ternyata tidak ada, janganlah Bung kecewa karena hal itu bisa menimbulkan pertengkaran awal Bung dan si nona sebagai pasangan suami istri nantinya.

Melepaskan Gaya Hidup Lajang yang Penuh Kebebasan

Kebiasaan untuk hang out bareng teman, suka belanja sepatu dan hobi lainnya sudah mulai tak sebebas dulu, ada uang yang mesti disisihkan secara berkala seperti yang disebutkan di atas. Apalagi bagi Bung yang memang memiliki kebiasaan nongkrong sampai larut pagi, sepertinya hal itu sudah mesti dihilangkan. Karena pernikahan adalah soal tanggung jawab terhadap seseorang, sekarang posisi Bung sudah beralih jadi kepala keluarga bukan pemuda sebatang kara yang bebas kemana-mana.

Masalah Mertua dan Ipar yang Dapat Membuat Bung Diuji Soal Sabar

Mertua dan ipar adalah faktor berat lainnya. Saat Bung harus hidup satu atap dengan mertua atau keluarga dari pihak istri, bisa saja ada kebiasaan yang Bung tak bisa lakukan seperti biasa.

Misalkan Bung biasa bangun terlalu siang, tapi semenjak menikah Bung harus bangun pagi lantaran sang mertua tak suka melihat mantunya bangun siang. Hal-hal seperti itu wajar saja, cara Bung untuk mengantisipasi adalah belajar menjadi menantu yang rendah hati dan berupaya merebut hati mertua sejak awal menjalin hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Lidah Hampir Hilang Saat Sang Mantan Mengajukan Ciuman Perpisahan

Mengalami putus cinta memang hal pahit yang tak dapat diduga-duga. Tapi dibalik hal pahit itu, ternyata ada pula kesakitan secara harfiah yang telah dirasakan sendiri oleh seorang laki-laki bernama Liu yang berasal dari China. Karena sang mantan bernama Zhou menggigit lidahnya lantaran tak ingin ditinggal oleh Liu.
Laki-laki yang berusia 23 tahun tersebut harus mendapatkan pertolongan dari petugas kepolisian agar dapat melepaskan diri dari gigitan Zhou. Berawal dari Liu yang ingin menyudahi hubungan mesra dengan Zhou. Zhou pun menolak untuk berpisah, namun pada akhirnya ia mengiyakan apa yang menjadi keinginan Liu dengan catatan ia mendapatkan ciuman perpisahan, Bung.
Saat saling melepaskan ciuman perpisahan, tiba-tiba Liu berteriak kesakitan yang ternyata lidahnya digigit oleh Zhou. Sang mantan pun tak mau melepaskan gigitannya sampai mengundang perhatian banyak orang, sekaligus polisi. Permintaan polisi untuk melepasnya pun dihiraukan oleh Zhou. Sampai akhirnya polisi melepaskan semprotan merica ke wajahnya.
“Saat kami tiba, saksi mata mengatakan pasangan itu berbicara tentang mengakhiri hubungan,” ujar petugas polisi, Wu Changfeng dikutip dari DailyMail.
Setelah terlepas Liu masih beruntung lantaran tidak terjadi hal yang tak diinginkan pada lidahnya. Sedangkan sang mantan, Zhou, diserahkan kepada orang tuanya. Usut punya usut, ternyata perempuan tersebut pernah mendapatkan perawatan kejiwaan selama lima tahun, Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Review

Berkelana Lewat Jalur Darat Serunya Tanpa Syarat

Ketika ditanya akan pakai moda transportasi apaa ketika traveling, banyak dari Bung yang mungkin menghindari jalur darat. Alasannya lantaran memakan waktu lebih lama dan dianggap melelahkan. Sedangkan Jalur udara alias pesawat menjadi opsi utama nan primadona,  karena memangkas waktu dan tenaga lebih banyak.

Padahal dibalik peliknya jalur darat banyak juga untungnya saat bung melakukan perjalanan, terutama baik bagi peremajaan mata dengan melirik pemandangan yang begitu segar dan asri. Sehingga mampu menyejukkan hati.

Selain itu jalur darat memang banyak rintangan dan halangan, seperti macet ataupun mogoknya kendaraan di jalan bisa menjadi sebuah kejutan. Kendati begitu kalau bung melakukan bersama teman, seperjalanan barang tentu hal seperti itu bakal menjadi sepenggal kisah yang nantinya menjadi unggahan cerita lucu antara bung dan teman-teman. Dibalik kalian yang kerap mencari promo tiket maskapai secara random di akhir pekan, lebih baik duduk manis biar kami jelaskan enaknya jalur darat guna menjadi teman perjalanan.

Merencanakannya Sudah Menjadi Keseruan Lantaran Banyak Hal yang  Harus Diperhatikan

Ini memang betul, dan tak maksud menakut-nakuti atau bersikap berlebihan. Karena ada beberapa hal krusial yang tidak boleh luput dari perhatian, seperti pemilihan rute, waktu istirahat, sampai kepada apa saja yang perlu dibawa selama perjalanan.

Untuk membicarakan hal seperti itu saja sudah mengudang seru dan penasaran, terutama rute lantaran itu bakal menjadi track bung nantinya guna melancong ke tempat tujuan. Kalau bisa pilihlah rute yang aman sekaligus yang menawarkan banyak pemandangan, sontak bung bakal terpukau dengan mengendurkan gas sembari menikmati alam ria yang menyambut mesra.

Terdorong Dapat Pengalaman Baru Karena Memahami Budaya Lokal

Sudah sewajarnya kalau bung lewat jalur darat pasti mampir ke suatu tempat. Celoteh berangkat tepat waktu rasanya jauh dari bayangan, kan? Rasa penasaran yang selalu hadir kala menengok ke kanan dan ke kiri membuat bung kerap menyambangi tempat baru satu per satu yang searah ke tempat tujuan.

Meskipun tidak lama, namun tetap saja bakal menyimpan banyak pengalamanan. Bisa dari pengalaman lidah yang begoyang kalah mencicipi masakan, ramahnya orang-orang tersebut sampai tradisi adat yang perlihatkan. Singkat namun berkesan, itulah jalan darat.

Setiap Liburan Akan Jadi Lebih Berarti

Memilih jalur darat dalam liburan, seperti menumbuhkan jiwa liburan itu sendiri lho bung. Perjalanan yang disuguhkan lewat lintasan dan riuhnya alam, kian menyambut bung sebagai pendatang. Meskipun banyak berjarak singkat atau tidak terlaalu, esensi perjalanan kian melekat.

Setiap tikungan dan lintasan serasa punya cerita, bung tak hanya terkesan jalan begitu saja tetapi sembari membangun kisah perjalanan antara rumah dan tempat wisata. Serasa memiliki koneksi dengan kota tersebut dan tak mau buru-buru pulang.

Sudah Pasti, Ada Pemandangan Indah yang Menemani

Pemandangan menjadi salah satu suguhan yang paling didamba-dambakan oleh seseorang yang kerap senang melakoni jalan darat. Pegunungan, sawah, hutan belantara sampai laut menjadi menu perjalanan yang tak bisa bung sia-siakan.

Mata pun menjadi segar meskipun badan sudah tak terlihat bugar lantaran sudah dihajar di jalan selama berjam-jam. Tetapi tak ada yang bisa mengobati secara sempurna rasa lelah perjalanan terkecuali lewat pemandangan.

Apalagi Memilih Touring Dengan Roda Dua Tentu Sensasi Berbeda

Berjalan dengan kuda besi ke tempat yang bung tuju sudah menjadi bumbu tersendiri bagi laki-laki. Touring, adalah agenda aktivitas dari kegiatan ini yang kerap dilakukan dalam perjalanan antar kota. Mau ada komunitas resmi ataupun hanya kalangan pertemanan saja. Tentu tak jadi masalah, yang penting perjalanan dapat bermakna, dengan kawan yang ada sekaligus saling menopang saat tempat mengalami kesusahan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

 

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Nah dengan motor sekilas GSX -S150 bung semakin percaya kalau jalur darat tidak membosankan begitu saja, dengan kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkan tentu perjalanan daratmu malah menjadi berkesan. Sampai bung ketagihan untuk melakukannya lagi dan lagi.  Jadi sudah jelaskan kala jalan darat anti boring bung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top