Dating & Relationship

Kisi-Kisi Mencari Istri Idaman Memang Tidak Ada, Namun Semua Bisa Ditelaah Lewat Zodiaknya

Saat mendekati momen bermaaaf-maafan atau lebaran, di situ pula bakal ada momen bung diserang pertanyaan soal kapan nikah dan mana calonnya oleh para saudara dan orang tua. Memiliki pasangan yang tepat untuk diajak ke pelaminan adalah soal keyakinan, kalau bung yakin akan pasangan, pastilah rasa seperti itu bakal muncul. Apalagi laki-laki macam bung pasti memiliki banyak pertimbangan sebelum menikah.

Berbicara soal mencari pasangan memang sulit. Kisi-kisi tentang tata cara melihat sang nona apakah cocok dijadikan calon istri juga tak tersedia. Tapi banyak juga yang percaya kalau zodiak bisa dijadikan suatu pertimbangan bagi bung untuk menalaah. Apakah nona termasuk perempuan terbaik untuk diajak ke pelaminan. Soal percaya atau tidak, lebih baik kesampingkan saja. Toh mencoba tak ada salahnya bukan? Berikut adalah beberapa zodiak perempuan yang terbaik untuk diperistri.

Zodiak Scorpio Terkenal Akan Galaknya, Namun Itu Cuma Mitos Belaka

Banyak sekali yang menaruh anggapan kalau perempuan yang  zodiak berlambang kalajengking ini adalah tipikal yang galak dan keras kepala. Padahal nggak semuanya itu benar bung. Semua anggapan dan asumsi itu akan patah asalkan perempuan berzodiak scorpio menemukan pasangan yang tepat. Perempuan scorpio dapat menjadi parthner yang baik saat berumah tangga dan memiliki perhitungan matang soal pasangan dan pernikahan.

Nona berzodiak scorpio memang agak picky, biasanya mereka akan memilih laki-laki yang karismatik, berpengaruh dan berkuasa karena secara pribadi ia senang untuk dikontrol, asalkan sesuai dengan logika. Apalagi perempuan di zodiak ini sangat terkenal sebagai pribadi yang susah move on, jadi bung nggak perlu pertanyakan lagi soal kesetiaan kepadanya ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Siapa Bilang Telat Menikah Menunda Bahagia? Justru Sebaliknya Bung!

Digempur pertanyaan tentang menikah menjadi hal yang kurang nyaman bagi mereka yang belum memutuskan untuk melepas masa lajang. Maklum bung, para laki-laki biasanya mempunyai pertimbangan lebih kenapa tidak menikah saat ini. Meskipun urusan finansial sudah bukan menjadi masalah. Apabila banyak tekanan menekan anda yang membuat bung jadi ‘kebakaran jenggot’ untuk buru-buru menikah, itu juga salah.

Penelitan yang dimuat dalam Journal of Family Psychology yang dilakukan University of Alberta menemukan, kalau mereka yang menikah di usia lebih tua atau lebih lambat dari teman-temannya ternyata terdapat level kebahagiaan dan kepercayaan diri tinggi dibanding teman-teman bung yang menikah muda lho. Risiko macam perceraian dan depresi tidak akan menghantui mereka yang menikah di usia matang bung. Seperti dituturkan Matt Johnson sang peniliti secara langsung.

Partisipan laki-laki rata-rata menikah di usia 28 tahun dan partisipan perempuan di usia 25 tahun. Survei dilakukan terhadap 405 orang Kanada yang telah lulus SMA dan usia paruh baya yang lahir tahun 1984 yang menikah di usia muda maupun tua. Demi melihat seberapa bahagia dan tenang pernikahan berdasarkan usia saat pertama kali menikah.

Jadi nggak perlu pusing lagi bung kalau ditanya “Kapan nikah?”, lebih baik mantapkan karir  dan mencari kebahagiaan yang hakiki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Putus Nyambung Dengan Pasangan Adalah Tanda Keabadian Dalam Hubungan

Dalam memiliki hubungan ideal memang akan melewati beberapa fase, salah satunya adalah fase putus nyambung. Hal ini tidak lah buruk apalagi kalau bung dan non sudah menjalin hubungan dalam waktu yang lama.

Apabila bung sering dan sedang mengalami ini, jangan berkecil hati. Karena hal semacam ini dapat memperkokoh hubungan bung jadi makin solid dan abadi. Karena banyak yang mengalami hal semcam ini. Tapi di akhir cerita, mereka malah tumbuh membangun keluarga kecil bersama.

Padahal, dua orang yang dulunya saling curiga dan sering lempar pernyataan putus saat bertengkar tak pernah berpikir bisa bersama.

Lantas kenapa bisa ya bung?

Setiap Hubungan Ada Pertengkaran, Tapi Kalian Terus Berjuang Untuk Selalu Berhubungan

Pertengkaran yang membedakan pacaran bung dan nona dengan anak SMA adalah komitmen. Orang dewasa memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai suatu hal, salah satunya dengan tidak menyerah dalam hubungan. Berantem, beda pendapat, pertengkaran adalah hal biasa, yang semua orang pun mengalaminya.

Di sisi lain, terdapat satu alasan kenapa bung dan nona tetap bertahan meskipun sering bertengkar adalah ada anggapan kalau hubungan patut dan layak diperjuangkan. Jadi apapun masalahnya, bung selalu berjuang untuk tetap berhubungan.

Setelah Putus Hanya Si Nona yang Kamu Cari, Tidak Ada Orang Lain Lagi

Bung telah mengnanggap si nona sebagai sosok yang spesial. Sekedar untuk melupakannya pun tak gampang, dalam suatu kondisi seperti tak lagi bersama muncul rasa rindu akan dirinya. Seolah bung tidak mudah untuk melupakan atau melepaskannya. Apalagi bung selalu berpikiran bahwa tidak ada orang lain sepertinya.

Alhasil ungkapan putus yang baru saja dilontarkan, menjadi penyesalan. Balikan menjadi opsi masuk akal. Kejadian ini tak berarti kamu plin plan dalam menjalani hubungan. Tetapi memberikan pelajaran antara bung dan si nona dalam menjalani hubungan.

Segudang Introspeksi Terjadi Saat Hubungan Putus Nyambung Kerap Terjadi

Putus terus balikan, putus terus balikan, pola semacam ini mungkin kalau difikirkan sangat menjenuhkan. Tapi ketahuilah bung, proses saling introspeksi diri terjadi dalam masa-masa seperti ini. Saat salah satu dari kalian mengungkapkan ‘putus’ itu adalah tanda kalau kalian sedang dihantui rasa emosi belaka.

Tetapi tak berselang lama dari pisahnya kalian dengan pasangan membuat ada proses introspeksi terjadi dan menghasilkan keputusan untuk balikan lagi.  Dalam fase tersebut bung akan berfikir tidak hanya kelebihan dan kekurangan diri sendiri melainkan si nona juga.

Belajar Mengatasi Segala Macam Persoalan Terkait Hubungan Kalian

Diterpa segala macam bentuk masalah tak membuat bung berasa gerah. Putus nyambung pun bukan suatu masalah, yang ada segala macam bentuk tersebut menjadikan kalian pasangan yang kuat dan tangguh. Lantaran setiap persoalan yang berkaitan dengan hubungan berhasil diatasi tanpa melihat satu sisi saja. Melainkan kedua sisi.

Alhasil ada proses timbang kesalahan terjadi secara adil. Seperti kenapa si nona marah akan kejadian ini, dan bagaimana kalau bung di posisi si nona saat kejadian terjadi. Dengan proses semacam ini menjadikan kalian terus membangun hubungan yang kuat. Karena belajar menyikapi masalah secara dewasa.

Menjamin Masa Depan Dengan Pasangan Adalah Dengan Tidak Menyia-nyiakan Harapan

Ukuran berhubungan seseorang dewasa tidak lagi hanya sekedar senang-senang belaka. Terkecuali memang kalian hidup di lingkungan yang mengadopsi gaya hidup yang santai. Tapi secara umum, omongan tentang “kamu mau menikahi aku kapan?” adalah hal yang tidak tabu, justru malah setiap pasangan bertujuan akan itu. Maka dari itu ketika permasalahan tiba, bung tidak pasrah akan kondisi ini begitu saja.

Tetapi coba mendalami permasalahan dengan berkontemplasi. Apabila sudah mantap untuk terus bersama, tentu bayangan akan masa depan dengan membangun keluarga dengan si nona harus dijaga. Asa tersebut harus dipelihara tak bisa padam begitu saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Selalu Gagal Jika Menjalin Hubungan, Konon Bisa Dipengaruhi Masa Kecil Kita

Selalu kandas dalam menjalani hubungan tak berarti bung dapat kutukan. Menggundulkan kepala dengan alasan ‘buang sial’ juga bukan jawaban. Gagal dalam menjalani hubungan dengan selalu merasa cemas dan tidak aman, mungkin ada kaitan dengan masa kecil. Hal ini dibeberkan langsung oleh Psikolog Relationship bernama Dr Marny Lishman.

Beliau mengatakan kalau ada 4 tipe yang menggambarkan tentang bagaimana perasaan seseorang berinteraksi serta berperilaku dalam suatu ikatan atau hubungan. Dr Marny juga menambahkan kalau pada masa anak-anak adalah awal mula sebuah gaya dalam berhubungan itu berasal, diawali dari bagaimana anak-anak dan pengasuh saling melakun interaksi.

“Pola-pola asuh tertentu yang dimainkan dalam interaksi dengan orangtua, maka saat dewasa Anda  akan mencari pola yang mirip dalam menjalani hubungan. Sebab, itu merupakan hal yang secara tidak sadar kita pelajari,” tambahnya.

Bentuk Interaksi Sampai Perasaan Dipengaruhi Saat Bung Masih Kecil

Mungkin bung tidak menyadari kalau hal yang bung jalani semasa kecil, terutama dalam hal berinteraksi sangat berikaitan saat bung sudah dewasa dalam menjalin hubungan. Nyatanya, Dr Lishmann mengatakan demikian, kalau beberapa gaya yang memiliki kaitan dengan interaksi, perilaku sampai perasaan seseorang dalam menjalani hubungan dipengaruhi secara psikologis oleh masa kecil.

Mungkin itulah sebabnya kalau bung mencari sosok nona yang tidak jauh beda dengan orang tua bung atau pengasuh bung kala itu dalam bentuk interaksinya.

Tipe yang Merasa Aman Dengan Pasangan

“Mereka yang merasa aman dengan pasangan adalah orang-orang yang cenderung lebih puas dalam hubungan mereka, bahkan ketika hubungan itu tidak berjalan sempurna,” kata Dr Lishman.

Satu dari empat tipe tersebut adalah tipe aman. Kemungkinan masa kanak-kanak mereka merasa aman, nyaman dan mendapat dukungan dari orang yang mengasuh. Sehingga hal ini terbawa saat mereka menjalin hubungan percintaan di usia dewasa. 60 persen orang memiliki gaya keterikatan ini, memungkinkan mereka merasa terkoneksi secara intim dengan pasangan.

Merasa Takut dan Sulit Untuk Mempercayai Orang Lain

Mereka mungkin menjadi penuntut dan takut ditinggal oleh pasangan. Ini bisa disebabkan oleh masa kecil dimana orang tua kerap tidak ‘hadir’ atau tidak konsisten ada untuk mereka. Kecemasan terus-menerus ini sering menyebabkan hubungan mereka putus,” jelasnya.

Terbayang akan masa kecil di mana selalu ditinggal, dan orang tua jarang hadir di samping mereka. Membuat orang tipe cemas ini, kerap merasa tidak aman dan takut. Parahnya lagi tipe cemas, kerap sulit untuk mempercayai orang lain sebagaimana ia yang selalu percaya orang tuanya selalu ada, tapi kenyataanya? malah sebaliknya.

Merasa Tidak Dapat Asuhan yang Penuh Membawa Orang Tersebut Menjadi Tipe Penghindar

“Gaya keterikatan penghindaran cenderung berlaku pada mereka yang secara emosional jauh ‘masuk’ dalam hubungan tetapi memiliki kesulitan berhubungan dengan orang lain,” kata Dr Lishman.

Masa kecil orang tersebut pasti tidak mendapatkan pengasuhan yang sesuai. Kemungkinan ini terjadi lantaran pengasuhannya di masa kecil tidak mendapat cukup perhatian. Meskipun ia selalu berada dalam dekapan si pengasuh.

Alhasil hampa adalah hal yang dirasakannya. Saat dewasa ia pun jadi sulit untuk berhubungan dengan orang lain lantaran tidak mengerti cara berinteraksi, dan cenderung menghindar apabila ada masalah menjadikan orang tersebut masuk dalam tipe penghindar

Tidak Mengerti Apa yang Sebenarnya Diinginkan Karena Kebingungan

“Hubungan mereka dapat menjadi sangat disfungsional. Ini dipengaruhi oleh kekacauan yang ada di diri mereka sendiri,” jelasnya.

Mereka memiliki gaya keterikatan yang tidak teratur. Masa kanak-kanaknya selalu kacau dan tidak ada alasan pasti mengapa ia seperti ini. Bisa jadi karena interaksi dengan orang tua dan pengasuh yang kurang interaktif, sehingga ia tidak bisa mengungkapkan apa yang ia mau.

Orang yang berada pada tipe tidak teratur ini, akan selalu merasa kebingungan. Seolah-olah tidak punya tujuan yang jelas dari apa yang ia jalani. Saat menjalani hubungan ia selalu tidak mengerti apa yang ia inginkan bersama pasangan, dan merasa bingung dengan status yang diemban.

Meskipun begitu, tipe-tipe ini bisa menjadi bahan pertimbangan bung sekaligus untuk bahan kontemplasi. Terutama soal hubungan yang dijalani. Lambat laun kedewasaan akan membawa bung untuk bisa belajar dan merubah hal-hal tersebut.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top