Lebih Tahu

Kisah Seorang Playboy Meninggal Karena HIV Serta 40 Pacarnya Stres Takut Terwarisi

Meninggalnya seorang playboy bernama Daniel Decu asal Segarcea, Romania meninggalkan duka bagi yang ditinggalkan. Suasana haru menyelimuti hari gelap yang terjadi pada 2014 silam. Terlebih bagi 40 perempuan yang notabene pacar dari Daniel. Raut wajah sedih dan tetesan air mata yang mengalir tiba-tiba berubah menjadi wajah kaget dan panik muncul dari ke-40 perempuan setelah dokter mengatakan almarhum mengidap virus HIV/AIDS dalam sesi pemakaman.

Sebuah penyakit mematikan yang tidak dapat disembuhkan dan tidak ada obat sampai sekarang, yang bisa menular salah satunya lewat aktivitas seks bebas. Dokter Cornel, bukanlah orang yang ingin memberikan kejutan di hari pemakaman tersebut dengan mengatakan penyakit yang diidap Daniel. Karena satu dan lain hal, ia beralasan tak bisa mengatakan jauh-jauh hari sebelum ia meninggal. Salah satunya karena ibu Daniel melarang membocorkan dan bakal menuntut jika nekat membeberkan hal ini.

Saya tahu dia punya banyak teman wanita tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan untuk itu. Saya mulai memperingatkan mereka (Keluarga Daniel). Tapi sejak saat itu mereka mengatakan kepada saya untuk tetap diam dan tidak mengatakan apa-apa. Saya tidak terkejut bahwa kita sekarang dalam posisi ini, lantaran ia punya banyak teman perempuan,” ujar sang dokter dilansir dari Dailymail.

Laksana dihantam halilintar di siang bolong, 40 orang pacar dari almarhum mulai ketakutan. Bung pun tahu apa yang ada dipikiran mereka. Mereka berhubungan dan ada potensi bakal mewarisi penyakit HIV/AIDS seperti daniel. Meskipun kita tidak bisa menjustifikasi ke-40 perempuan tersebut pernah melakukan hubungan intim. Sontak kabar mengejutkan tersebut mengerakkan ke-40 orang perempuan mengajukan tes HIV/AIDS.

Doa pun dipanjatkan agar tidak diganjar ‘getah’ berupa virus mematikan tersebut. Karena kasus ini cukup mengejutkan seantero Segarcea, kabar itu pun sampai ke telinga Walikota, Nicolae Popa dan secara tegas mengatakan keluarga Danial akan dipersalahkan.

Ibu anak laki-laki itu yang harus disalahkan atas situasi mengerikan yang kini kita alami! Baru sekarang menjadi jelas bahwa dokter keluarga tahu bahwa dia positif HIV dan mencoba membuat situasi menjadi lebih buruk. Ketika dia mulai melakukannya, dia (dokter) diancam akan dituntut oleh ibu Daniel,” cetus Walikota Segarcea.

Hingga akhirnya ke-40 perempuan tersebut mendapatkan hasil dan dua diantarnya sudah positif mewarisi HIV/AIDS.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Penyakit Jantung Tak Akan Bung Rasakan Kalau Sering Liburan

Sudah berapa kali bung mengambil cuti? apakah tahun ini sudah merasakan liburan yang menyenangkan? kalau belum itu bahaya bagi kesehatan. Menghindar dari rutinitas pekerjaan bermanfaat bagi kehidupan. Bahkan sebuah penelitian mengatakan kalau liburan adalah cara ampuh mencegah penyakit jantung!

Lewat laman Dailymail, para ilmuwan menemukan di mana semakin banyak waktu berlibur yang dimanfaat pekerja dalam setahun, maka semakin kecil pula risiko terjangkit sindrom metabolik. Sindrom metabolik sendiri merupakan sebuatan dari kondisi seperti hipertensi dan kolesterol tinggi. Atau yang lebih dikenal sebagai gejala penyakit jantung, diabetes tipe-2 dan stroke.

Nah, penelitian menyatakan bahwa salah satu cara menurunkan sindrom metabolik dengan plesiran. Bahwasanya setiap liburan atau plesiran yang dilakukan maka sindrom metabolik menurun hingga seperempat dari semula.

Alhasil semakin jauh terkena risiko penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Syracause, New York dipimpin oleh Dr Bryce Hruska, Assiten Profesor di Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Falk

Apa yang kami temukan adalah orang yang lebih sering berlibur di 12 bulan terakhir memiliki risiko lebih rendah untuk sindrom metabolik dan gejala metabolisme,” ungkap Dr Hruska.

Sindrom metabolik lebih lanjut lagi dijelaskan sebagai kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Apabila seseorang terserang sindrom metabolik, maka akan berisiko lebih tinggi terjangkit penyakit jantung.

Kita benar-benar melihat pengurangan risiko penyakit jantung, dengan semakin banyak orang berlibur. Ternyata gejala metabolik dapat dimodifikasi, itu berarti mereka dapat berubah atau dihilangkan,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tak Lepas Dari Smartphone Dapat Menimbulkan ‘Tanduk’

Terlalu lama memegang gawai pintar ternyata berimbas pada perubahan struktur di kepala, salah satunya tanduk.

Studi yang dilakukan para ilmuwan yakni David Shahar dan Mark G. L. Sayers menemukan kalau generasi milenial kemungkinan terbesar terserang penyakit ini. ‘Tanduk’ yang tumbuh di pangkal tengkorak dikenal sebagai EEOP (Enlarged External Occipital Protuberance (EEOP) atau tonjolan besar oksipital ekstenal yang dikenal dengan nama Inion.

Inion adalah tonjolan tulang oksipital yang menonjol dan salah satu tulang yang membentuk tengkorak. Berbentuk seperti cawan, atau trapesium dengan ujung melengkung. Tulang ini terletak dibelakang tengkorak yang mempunyai daerah lebih rendah. Usia rentan yang terkena penyakit ini sekitar 18-30 tahun.

Lantas apakah tumbuhnya tanduk ini bahaya? bisa dibilang tidak bung, tumbuhnya tanduk adalah sebuah respon terhadap kehidupan manusia modern. Apalagi menghabiskan banyak waktu menatap ponsel menyebabkan ketegangan pada leher kita.

Hipotesis EEOP dapat dikaitkan dengan postur menyimpang karena penggunaan teknologi genggam yang meluas seperti smartphone dan tablet,”ujar Peneliti.

Peneliti juga mengatakan kepada Washington Post bahwa hal tersebut adalah tanda bahwa kepala dan leher tidak dalam konfigurasi yang tepat dan bisa menimbulkan penyakit ditempat lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tumbuh Rasa Suka dengan Sepupu, Apakah Boleh Menikahinya?

Menikah dengan sepupu jadi pertanyaan besar yang dicari di google di awal bulan Juni lalu. Tren pencarian kata ‘Menikah dengan Sepupu’ dalam 5 tahun terakhir meningkat pada pekan silaturahmi lebaran. Nah, untuk boleh atau tidaknya, jawabannya ‘boleh’.

Akan tetapi, banyak risiko mengintai apabila seseorang menikahi sepupunya sendiri. Faktor kesehatan dan keturunan jadi dua hal yang dipertimbangkan sebelum bertekad penuh ingin menikahi sepupu sendiri.

Tak lama bersua, kemudian bertemu di saat dewasa jadi alasan timbul rasa ketertarikan. Bahkan ditelisik di Google tren, terdapat tiga topik yang berkaitan dengan pencarian tersebut. Pertama adalah soal kesehatan, kedua hukum dan ketiga topik syariah (hukum islam). Selain risiko yang mengintai, kira-kira hal lain apa lagi yang berkaitan dengan keinginan menikahi sepupu? Bagaimana hukum mengatur pernikahan antar-sepupu?

Negara Tak Melarang Perkawinan Antar Sepupu

Secara hukum negara Indonesia tidak melarang perkawinan antar-sepupu bung. Dijelaskan lewat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, isinya perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaanya.

Beda soal kalau di negara berpenduduk sedikit seperti Islandia, penduduk khawatir secara tidak sengaja menikahi kerabat mereka. Dilansir dari situs Worldmeters, populasi penduduk negara ini Per Juni 2019  sekitar 340.395 orang.

Tentu berbanding jauh dengan Indonesia yang dapat mencapai 200 juta jiwa lebih. Untuk menanggulangi ‘ketidaksengajaan’ terdapat aplikasi bernama Islendinga-App yang mampu memeriksa kekerabatan penduduk Islandia asli.

Praktik Pernikahan Sedarah Sudah Dilakukan Sebelum 1950

Pernikahan sedarah ternyata sebuah praktik pernikahan yang sudah dilakukan sejak lama. Dilansir dari Popular Science, ini dilakukan ketika moda transportasi masih terbatas dan masyarakat cenderung tinggal di tanah kelahirannya.

Bahkan praktik pernikahan ini juga dilakukan beberapa tokoh dunia yang terkenal, sebut saja Charles Darwin dan Albert Einstein. Kedua orang yang sangat berpengaruh dalam dunia teknologi dan biologi ini menikahi sepupu pertamanya. Seperti Darwin dengan Emma Wedgwood, Eintsein dengan Elsa Lowenthal.

Persamaan Genetik Bisa Memicu Masalah Besar

Kesehatan dan keturunan jadi masalah besar dalam pernikahan antar-sepupu. Dapat dilihat dari besar kemungkinan persamaan genetik. Dilansir dari Tirto, persamaan genetik manusia dari persatuan sepupu adalah 12,5%, pada persatuan sepupu pertama, 3,13% pada persatuan sepupu kedua, 0,78% pada persatuan sepupu ketiga, 0,20% pada persatuan sepupu keempat, 0,05% pada persatuan sepupu kelima dan 0,01% pada persatuan sepupu keenam.

Sedangkan pada persatuan sepupu ketujuh hubungan genetik yang dimilik sudah tak berati sama sekali. Masih dilansir di laman yang sama, ternyata perbedaan materi genetik akan melindungi seseorang dari penyakit tertentu. Perbedaan susunan gen dapat membantu mencegah penyakit tersebut tak muncul pada keturunan apabila di salah satu pasangan memiliki penyakit tertentu.

Keturunan Dapat Mengalami Cacat Lahir

Keturunan akan jadi korban yang merasakan imbas dari perniakahan sedarah. Seperti yang dialami Ruba dan Saqib yang diceritakan langsung dalam artikel BBC. Hasil pernikahan sedarah membuat harus kehilangan tiga anaknya, bahkan Ruba, sang istri pernah mengalami enam kali keguguran.

Selain itu risiko seperti cacat lahir atau kelainan bawaan, gangguan pendengaran dini, gangguan penglihatan dini, keterbelakangan mental, ketidakmampuan belajar, perkembangan terhambat, kelainan darah bawaan, kematian bayi, epilepsi, dan kondisi parah tertentu yang tidak terdiagnosis.

Ini disebabkan karena ayah dan ibu memiliki DNA serupa, yang berakibat pada 4 sampai 7 persen anak-anak lahir dari pernikahan dengan sepupu pertama bisa memiliki cacat lahir seperti Ruba dan Saqib.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top