Kisah

Kilas Balik Ke Piala Dunia 1938 Dengan Sederetan Cerita Menarik

Melampaui jauh dari sekarang dengan bernostalgia ke Piala Dunia 1938 yang digelar di Prancis sekian puluh tahun silam. Di mana pagelaran tersebut dilansir dari ftb90.com sebagai sesuatu hal yang menarik. Dengan sederetan fakta yang mungkin tidak akrab di telinga bung sebagai pecinta sepakbola.

Pasalnya Piala Dunia 1938 banyak kontroversi di dalamnya, yang membuat pagelaran di tahun tersebut sangatlah menarik. Selain itu, parhelatan tersebut juga menjadi Piala Dunia pertama yang diikuti Indonesia dengan nama Hindia Belanda. Lantas bagaimana langkah Indonesia dan bagaimana kontroversi yang terjadi di Piala dunia tersebut? simak baik-baik bung.

Hanya 14 Negara yang Mengikuti  Turnamen Empat Tahunan Ini

Italia keluar sebagai jawara pada piala dunia 1938. Itu menjadi gelar kedua negara tersebut di turnamen antar sejagad ini. Tetapi apakah bung tahu kalau di tahun itu negara yang berpartisipasi hanyalah 13 negara plus satu tuan rumah. Regulasi baru berubah pada tahun 1998 di mana keikutsertaan negara yang ikut dalam turnamen ini menjadi 32. Sedangkan jauh sebelum itu di tahun 1930 yang ikut berpartisipasi hanya sekitar 13 negara saja.

Kecewa Karena Piala Dunia Kembali Digelar di Benua Eropa

Di era terdahulu piala dunia selalu ada kontroversi yang terjadi. Seperti terjadi boikot terhadap piala dunia, aksi yang dilakukan beberapa negara ini menjadi bumbu tersendiri di luar sepakbola. Jika di edisi sebelumnya, Inggris dan Uruguay melakukan boikot. Pada pagelaran 1938 terdapat tiga negara yang melakukan boikot.

Alasannya pun cukup sentimentil menurut kami, karena Piala Dunia kembali digelar di benua Eropa, alhasil Uruguay dan Argentina merasa kecewa dengan hal ini memutuskan tidak berpartipasi. Seperti kita ketahui di tahun segitu biaya untuk mengunjungi benua lain cukup mahal. Sementara Spanyol juga absen karena negaranya sedang tidak kondusif.

Salah Satu Negara Eropa, Memutuskan Untuk Mundur

Tidak hanya tiga negara saja yang melakukan boikot tetapi ada lagi satu negara yang memutuskan untuk tidak ikut di Piala Dunia 1938. Alhasil peserta yang tadi berjumlah 14 negara menjadi 11 negara. Salah satu negara yang tidak jadi berpartisipasi adalah Austria, keputusan mengejutkan tersebut diambil karena beberapa pemain timnas Austria memutuskan untuk membela timnas Jerman. Alhasil tidak ada sejumlah pemain Austria yang dapat membela negaranya.

Menjadi Gelaran Piala Dunia Terakhir Sebelum Dihentikan Karena Perang Dunia

Edisi pertama Piala Dunia digelar pada tahun 1930 di mana turnamen tersebut berlangsung di Uruguay sekaligus Uruguay yang keluar menjadi pemenang. Kemudian dua edisi selanjutnya dimenangkan oleh Italia dua kali berturut-turut pada tahun 1934 dan 1938.

Perang Dunia memaksa pagelaran tersebut tidak ada lagi, alhasil Piala Dunia 1938 sebagai Piala Dunia terakhir sebelum terhenti karena Perang Dunia II. Selang 12 tahun kemudian Piala Dunia kembali bergulir di tahun 1950 dengan tuan rumah Brasil, sayangnya di Partai Final Brasil yang berhasil melangkah jauh harus mengakui kenggulan Uruguay dengan skor tipis 1-2.

Indonesia Pernah Menjadi Negara Pertama yang Lolos ke Putaran Final Piala Dunia

Ini merupakan sejarah bagi negara kita warga Indonesia bung, di manakita pernah lolos untuk pertama kali ke Piala Dunia. Dimana harusnya, Indonesia akan menghadapi Jepang pada babak kualifikasi, tetapi karena negara tersebut terlibat perang sehingga memilih untuk mengundurkan diri.

Hal ini membuat  Indonesia lolos ke babak berikutnya di mana menjadi penentuan apakah masuk atau tidak ke putaran final Piala Dunia yang dijadwalkan bertemu Amerika Serikat pada 29 Mei 1938. Pertandingan yang berlangsung di Rotterdam, Belanda tersebut gagal karena Amerika Serikat memutuskan untuk tidak berpartisipasi. Meskipun lolos, dan menjadi negara Asia yang pertama lolos ke putaran final Piala Dunia, nama yang dipakai saat itu bukan Indonesia melainkan Hindia-Belanda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jersey Neymar Tak Ada di Toko Ofisial Klub, Isyarat Telah Pindah?

Karir Neymar di PSG nampaknya tidak menuai jalan panjang. Setelah jersey dari pemain berkebangsaan Brasil ini tidak dijual lagi di toko ofisial klub. Fenomena semacam ini biasanya terjadi meliputi bursa transfer pemain bola. Kedatangan pemain bisa diketahui ketika tiba-tiba ada jersey pemain sudah dijual padahal belum ada pengumuman, begitu pula dengan kepergian pemain yang belum diumumkan tiba-tiba penjualan jersey sudah tidak ada.

Kabar yang berhembus bintang kontroversial ini akan kembali ke mantan klubnya Barcelona. PSG juga tidak menghalang-halangi niatan pergi dari Neymar. Makin santer kepergian pemain ini setelah laga pembuka League 1 tidak ada Neymar di sana. Bahkan para supporter menyerukan protes untuk meminta Neymar angkat kaki dari Paris.

Dilansir Mirror, PSG dikatakan sengaja menghapus jejak Neymar di  toko ofisial klub. Kostum tidak terpampang dan foto tidak terpajang. Intinya tidak ada Neymar di dalam toko. Justru aneh, kan? padahal nama pemain ini sangat laris sekaligus menjual di dunia sepakbola.

Marcelo Bechler, jurnalis asal Brasil mengunggah sesuatu di media sosial Twitter, dengan menunjukkan gambar jelas toko resmi PSG. Beberapa pemain top seperti Kylian Mbappe dan Cavani disuguhkan, tapi tidak dengan Neymar. Nampaknya pemain ini mencoba segala cara dengan meninggalkan klub. Terlebih hubungan Neymar dengan beberapa pemain sempat tidak harmonis bisa jadi itu alasan ia tidak nyaman di PSG. Kemudian pemain ini selalu dirudung cidera.

Bursa transfer Prancis dan Spanyol baru ditutup tanggal 2 September, masih ada waktu bagi PSG untuk mempertimbangkan tawaran menarik dari klub seperti Barcelona.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tugas Utama Maguire Membuktikan Kelayakan Sebagai Bek Termahal

Manchester United baru saja kedatangan pemain anyar yang menjabat di lini belakang. Kedatangan pemain yang satu ini menghebohkan dunia sepakbola. Bukan karena dia menyandang nama besar, tetapi karena ia dibanderol dengan harga yang sangat mahal ! bahkan melebihi harga bek termahal musim lalu asal Liverpool, Virgil van Dijk.

Harry Maguire, menjadi bek termahal mengalahkan van Dijk setelah dibanderol  Setan Merah sebesar 80 juta poundsterling. Kini ia memikul beban berat setelah meyandang gelar tersebut. Tidak hanya pendukung Setan Merah, para pecinta sepakbola di penjuru dunia juga tak sabar ingin menyaksikan aksi dari Maguire. Sekaligus ingin melihat apa seorang Maguire layak dibayar semahal itu.

Apa yang dirasakan Maguire, pernah dirasakan juga oleh Virgi Van Dijk. Di mana penampilannya tidak memuaskan membuatnya sempat diragukan. Bahkan saat itu Liverpool sempat dicemooh karena mendatangkan pemain yang salah. Namun dari beberapa laga yang tersisa di musim itu dimanfaatkan oleh Van Dijk untuk pembuktian, salah satunya menyumbangkan trophy Liga Champiosn

Analis Premier League, Stan Collymore percaya Maguire harus meniru langkah Van Dijk jika ingin dianggap sebagai pembelian tepat. Van Dijk terbukti layak bernilai 75 juta pounds, sebab itu tugas utama Maguire saat ini adalah membuktikan kelayakannya sebagai bek bernilai 80 juta pounds.

Harga jualnya berarti sekarang dia [Maguire] sudah melampaui Van Dijk, yang pernah menjadi bek termahal di dunia ketika dia bergabung dengan Liverpool dari Southampton pada Januari 2018 lalu untuk 75 juta pounds,” ujar Collymore dikutip dari Express.

Namun, harga itu terbukti layak. Saya ingat orang-orang berbicara tengan Van Dijk di Celtic dan menyebutnya sebagai Rolls Royce (pemain berharga).”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Dua Kali, Manchester City ‘Usir’ Liverpool dalam Perebutan Juara

Musim 2018-19, menjadi musim-nya Manchester City di tanah Inggris. Semua trophy disabet oleh tim berjuluk The Citizen. Piala Carabao, Piala FA, dan Liga Premier Inggris sukses berada di lemari trophy Manchester City. Menariknya dari peburuan gelar atau perebutan juara (baik liga atau piala liga) di musim 2018-19, Liverpool jadi tim pesakitan. Setelah dua kali ‘diusir’ oleh City hingga berakhir gagal juara.

Perburuan sebagai tim terbaik di Inggris selalu menarik disimak, salah satunya adalah perebutan juara Liga Premier Inggris. Liverpool sedang mendapat ‘angin segar’ setelah Firminho, Salah, serta Mane berada di puncak penampilan terbaik. Ketiga orang ini selalu memporak-poranda pertahanan lawan, sehingga disebut sebagai calon juara Liga Premier Inggris musim ini. Tapi itu semua dipatahkan oleh Manchester City, yang berhasil tampil taktis dan konsisten sepanjang musim.

Setelah satu kali terusir dari perebutan juara, tentu Liverpool tak mau terjadi kedua kalinya. Kedua tim ini dijadwalkan berjumpa pada minggu 4 Agustus 2019 kemarin dalam ajang FA Community Shield, sebagai tanda dibukanya musim 2019-20. Alasan Liverpool menjadi lawan City karena di musim lalu ia menjadi runner-up liga. Hukum ini berlaku bilang sang juara Liga Premier League juga jawara Piala FA.

Alih-alih ajang Community Shield sebagai panggung balas dendam skuad Jurgen Klopp, justru The Reds kembali bertekuk lutut. Setelah kalah dari Manchester City lewat drama adu penalti. Di mana babak normal berlangsung imbang 1-1. City unggul lebih dulu lewat gol Sterling di menit 12 sebelum dibalas Matip pada menit 77.

Manchester City kembali jadi juara FA Community Shield setelah tahun lalu anak asuh Guardiola telah berhasil melakukannya. Ini jadi ancaman bagi Liverpool dan tim lain. Bahwa City siap untuk beraksi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top