money

Kiat-Kiat Menghindari Utang Kartu Kredit di Musim Liburan

Gesek saja dulu, masalah bayar pikirkan nanti!

Ketahuilah bung, cara seperti ini mampu membuat bung kelimpungan nantinya, lantaran utang kartu kredit kian membengkak. Dilansir dari Mens Health, The National Retail Federation memperkirakaan kalau orang Amerika akan menghabiskan lebih dari 1.000 Dolla AS untuk musim liburan tahun ini.

Hutang kartu kredit jelas bukan penyakit musiman bung. Lantaran setiap orang kerap ingin memudahkan karena tidak ingin ribet soal liburan. Hal itu perlu digaris bawahi karena menjadi landasan kenapa seseorang kerap enteng untuk menggunakan kartu kredit dalam setiap transaksi.

Meskipun begitu bukan berarti bung tidak boleh menggunakan kartu kredit. Seorang analisis industri untuk CreditCards.com, Ted Rossman memiliki petuah untuk bung yang memiliki kartu kredit di musim liburan ini.

Kapan pun Anda dapat membayar tagihan secara penuh, saya pikir itu ide yang baik untuk menggunakan kartu. Alasannya adalah bahwa ada peluang hadiah besar dan perlindungan konsumen yang lebih baik pada kartu kredit daripada kartu debit.” ucapnya.

Intinya dalam menggunakan kartu kredit tidak boleh sembarang, harus ada tanggung jawab dan ada pula yang dipikirkan. Masih dilansir dari laman yang sama, ini ada beberapa cara tentang membelanjakan kartu kredit secara bertanggung jawab.

Apabila Bung Menggunakan Saat Liburan, Bayar Tepat Waktu Jangan Kelupaan

Banyak orang mengalami masalah dengan tenggang waktu pembayaran. Bisa membeli tapi tak bisa melunasi. Katakanlah bung membuat tagihan di bulan liburan yakni Desember. Nah, tagihan yang muncul tentu akan ada pada awal Januari, kemudian bung memiliki beberapa minggu masa tenggang untuk membayar.

Bersyukur kalau bung bisa melunasi dengan tepat waktu tanpa terkena tenggang waktu dan bunga, tetapi akan menjadi masalah kalau bung tidak membayar tepat waktu. Saat itulah kartu kredit benar-benar membuat hidup bung kacau!

Kami melihat bahwa rata-rata tarif kartu kredit adalah sekitar 17 persen, dan itu termasuk yang terendah,” kata Rossman.

Hindari Store Cards, Karena Itu Jebakan!

Selama musim liburan ketika bung berbelanja di toko perihal membeli oleh-oleh , pasti bung akan mendapat godaan dari seorang kasir yang menanyakan, “apakah bung ingin menghemat 10 persen pada pembelian hari ini?” kemudian kasir akan menunjukan kredit Store Cards.

Tentu bung harus menolaknya. Menurut penuturan Rossman, pemilihan store cards sangatlah tidak seimbang bagi keuangan, karena tingkat suku bunga store cards sangat tinggi. Tetapi para konsumen biasanya terjebak karena store cards menawarkan kredit yang lebih rendah.

Bermain Dengan Point Kartu Kredit

Jika anda dapat membayar tagihan kartu kredit, maka gunakan hadiah sebagai keuntungannya” ujar Rossman.

Kalau bung pengguna kartu kredit tentu paham banyak point yang dapat bung mainkan sebagai keuntungan, sebagai ganjaran bung merupakan pengguna kartu kredit dalam kategori baik alias tidak pernah menunggak pembayaran. Beberapa point tersebut biasanya menawarkan belanja liburan.

Tetapi tetap saja ini bergantung kepada bung, apakah bung punya uang lebih untuk memenuhi tagihan secara tepat waktu.

Agar Tak Kelilit Utang, Tandai Email Tagihan

Pasti bung mendapatkan tagihan di email, karena kalau tagihan dikirim di kantor atau rumah pasti akan mengalami keterlambatan yang membuat bung juga terlambat membayar tagihan kartu kreditnya. Bagi pegawai bank, keterlambatan membayar karena surat yang datang terlambat dibilang sebagai alasan klasik.

Jadinya bung pastikan untuk membintangi tagihan lewat email dan mencatat untuk buat pengigat agar bung dapat membayar sesuai tanggal.

Simpanlah Uang dan Berhematlah

Pasti bung paham, saat berlibur banyak permintaan oleh-oleh dari berbagai rekan kerja sampai orang di rumah. Dari pada bung mendapati tagihan yang membuat pala pusing dan dompet kosong. Alangkah baiknya bung menghemat pengeluaran, dengan mengerem saat melakukan pembelanjaan lewat kartu kredit.

Terutama pada beberapa hal yang tidak begitu penting untuk bung belanjakan, lantaran terlena akan kemauan untuk beli ini itu, dapat berbuah petaka ketika tagihan tidak dapat bung penuhi. Oleh karena itu, berhematlah dan simpan uang anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Bertengkar Soal Uang dengan Pasangan, Masih Bisa Diselesaikan dan Dibicarakan

Finansial memang masalah vital. Perceraian atau pertikaian rumah tangga terjadi bukan karena ego, orang ketiga atau ketidakcocokan. Tapi karena uang! banyak yang memberi saran untuk segera membicarakan soal finansial atau uang dengan pasangan. Agar tidak terjadi rahasia. Saling terbuka soal uang tak kalah penting, untuk mengorek apakah ada hutang dengan orang lain atau memang selama ini memiliki masalah finansial.

Perkara finansial harus diutarakan baik mereka yang ber-pacaran, sedang ditahap jenjang pernikahan atau sudah menikah. Bung harus mulai membicarakan tentang uang. Sekaligus memahami dan percaya tentang uang dan dari mana asalnya. Dilansir dari Yourtango, inilah 5 langkah memahami masalah keuangan yang berkaitan dengan masalah pasangan.

Memiliki Sikap Empatik

Apabila ada kendala keuangan dalam hubungan, mulailah terbuka, agar pasangan merasa aman. Dalam arti bung harus mendengarkan keluh kesah-nya dan bersikap empati. Demi memahami tentang hubungan tersebut. Bisa saja memang bung bersikap defensif, saat berbicara tentang informasi sensitif  seperti keuangan. Justru yang terjadi adalah pasangan enggan membuka diri. Bukan hanya soal uang bahkan yang lainnya.

Mencoba Sikap Terbuka Untuk Menerima Pengaruh Pasangan

Dari pada bung menghakimi bagaimana cara si nona mengurus keuangan. Lebih baik bung timbulkan satu percakapan yang sangat membantu, dengan cara mengajukan pertanyaan pada pasangan tentang sistem mereka tentang mengelola uang.

Bagaimana caranya? dengan bertanya bagaimana si nona menghabiskan uang? apakah mereka menyimpan uang atau menyembunyikan? apakah mereka memandang uang sebagai kekuatan? dengan cara ini akan membuat hati pasangan lebih terbuka.

Mencoba Terbuka Untuk Kompromi

Saling kompromi itu penting dalam hubungan. Jika salah satu ada yang merasa ingin menang sendiri, itu adalah salah. Perlu untuk merasa setara dalam suatu hubungan. Seperti membuat keputusan bersama dalam hubungan. Konflik tentang keuangan akan terus muncul dalam kehidupan, jadi salah, kalau kalian berdebat akan hal itu. Atau bisa jadi tidak merasa setara dalam hubungan tersebut.

Berhenti Menghakimi atau Menyalahkan Pasangan

Kalau pasangan merasa pusing akan keuangan, coba berkecimpung ke dalam masalahnya. Perlu disadari butuh dua orang untuk membuat masalah ini ada, dan perlu butuh dua orang juga untuk menyelesaikan masalah ini. Berhentilah untuk menghakimi atau memfitnah pasangan saat bertemu masalah. Justru ini akan memperburuk keadaan. Jika ini terus jadi maka satu sama lain akan mulai berpaling dan perlahan-lahan memotong sebuah hubungan.

Masalah Tidak Harus Diselesaikan Saat Itu Juga

Kala membicarakan masalah memang tidak bisa selesai pada saat itu juga. Banyak argumen terjadi hingga konflik tak menemukan solusi. Setuju bertemu nanti dan membahas masalah tersebut adalah hal wajar. Waktu di mana bung berdua memiliki kesempatan untuk menenangkan diri.

Yang penting saat bertemu nanti terjalin obrolan seriusan untuk mengupas masalah. Meskipun ada debat, tenanglah jangan terpancing emosi, dari pada sesuatu yang berharga tersebut akan pergi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Kenapa Bung Masih Harus Bawa Uang Cash di Dunia Serba Digital Ini

Uang cash atau tunai sudah bukan lagi ‘Raja’ di zaman sekarang (meskipun dalam berbagai kondisi masih dibutuhkan sih). Yap, lambat laun dalam beberapa tahun belakangan uang digital lebih dibutuhkan. Jadi pertanda kalau era baru dalam metode pembayaran uang digital tak bisa lagi dianggap opsi atau alternatif. Terlebih, banyak penawaran menarik seperti cashback. Munafik apabila tidak tertarik kan?

Dalam sebuah survei Bank di negeri Paman Sam yang dilakukan di tahun 2018 mengatakan, sebagian orang hanya membawa uang tunai kadang-kadang, dan 50 persen diantara mereka ada yang membawa uang tunai hampir $20 kurang atau kurang dari Rp 300 ribu. Di survei lain dikatakan kalau 41 persen orang Amerika masih teratur membawa uang tunai meskipun jumlah tersebut turun menjadi 34%. Jadi semakin terbukti kan kalau uang tunai bukan lagi raja?

Penurunan uang tunai sangat mudah dilacak dengan beberapa bukti dan contoh di depan mata, se-simple kalian membayar gojek online menggunakan Go-pay atau OVO (sebuah e-money). Atau saat kalian makan di restoran atau nongkrong di Starbucks lebih suka membayar dengan kartu kredit atau debit.

Namun dibalik kecanggihan zaman, sebenarnya masih ada alasan penting yang mengharuskan bung untuk membawa uang tunai, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kalian harus membawa uang tunai.

Untuk Sebuah Keadaan Darurat Uang Tunai Masih Dibutuhkan

Meskipun sekarang serba digital tapi itu tak menyeluruh ke segala aspek. Terkadang ada momen menyebalkan di mana toko atau restauran tidak menerima debit atau e-money dengan alasan mesin edisi sedang rusak dan alasan lainnya.

Kalau berhadapan dengan kondisi seperti itu tentu mau tidak mau harus mengeluarkan uang tunai. Atau membayar parkir di pinggir jalan, tak mungkin kan mengasih para juru parkir tersebut dengan uang digital? karena ia bakal bingung atau menjawab “maaf mas tidak ada kembalian” haha.

Memberikan Tip Kepada Para Pelayan

Menjadi filantrofis memang sebuah perbuatan mulia, meskipun ada beberapa orang yang merasa tidak perlu dilakukan. Bagi bung yang merasa tidak perlu berbagi kepada para pelayan atau jasa servis mungkin bisa melawatkan bagian ini.

Contohnya saat sedang parkir di mall, apabila bung membawa kendaraan roda empat pasti sulit mencari parkir terutama di akhir pekan. Tapi sisi baiknya para juru parkir mau mencarikan lahan tanpa perlu sibuk bung berputar-putar. Kebaikan ini biasanya patut dihargai dengan memberikan tip yang mana memerlukan uang tunai.

Makan Restoran Favorit Pinggir Jalan

Makan di restoran pinggir jalan yang mana bung pasti memiliki favorit tersendiri, pasti jarang yang menerima uang digital. Seperti sudah kami katakan sebelumnya, aspek digital belum menyeluruh ke semua hal terutama bagi para pedagan tradisional. Jadi membawa uang tunai sangat diperlukan.

Mungkin ada beberapa tempat makan pinggir jalan yang sudah berinovasi dengan teknologi, tapi sisi baiknya membayar menggunakan uang tunai adalah dapat digunakan langsung untuk para pedagang. Sedangkan membayar menggunakan kartu kredit atau debit tidak bisa diakses saat itu juga.

Demi Mendisplinkan Kebiasaan Bung Dalam Berbelanja

Saat berbelanja menggunakan uang tunai, pasti akan terasa karena dompet makin menipis sehingga ada peringatan atau alarm untuk stop. Tapi saat menggunakan kartu kredit atau e-money pasti bakal terasa tak terbatas apalagi saat membuka situs belanja online. Tangan terasa ringan untuk berbelanja. Maka dari itu membawa uang tunai bisa mendisplinkan kebiasaan bung dalam berbelanja terutama bagia kalian yang sangat konsumtif.

Untuk Melindungi Privasi Bung Sendiri

Ketahuilah pembayaran menggunakan kartu kredit menciptakan banyak data dan jejak, bahkan kertas ini dapat dilihat dan digunakan oleh pemerintah dan lembaga keuangan perusahaan. Kelak, semakin banyak bung berbelanja menggunakan kartu kredit semakin banyak tawaran masuk ke telfon anda, menawarkan kartu kredit dari bank lain atau tawaran menaikkan limit. Dan itu bukan jebakan, melainkan memang bung adalah target mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Cara Cepat Untuk Terbebas dari Lilitan Hutang

Pasang muka tembok sampai memberanikan diri pinjam ke sana dan ke mari, hanya demi uang yang dapat menambal kebutuhan hidup sementara. Untuk urusan ganti dipikirkan nanti, yang penting kehidupan sekarang telah aman sedangkan besok, nanti dipikirkan kembali.

Memiliki hutang membuat tidur tidak nyenyak dan resah bagaimana dan kapan cara melunasi. Yang jelas melunasi utang bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan instan. Nah dilansir dari Cermati.com ada beberapa cara untuk seseorang dapat terbebas dari lilitan hutang. Simak beberapa cara berikut ini.

Rangkai Rencana Keuangan Guna Melunasi Utang

Cara utama yang bisa dilakukan untuk menghadapi tagihan utang yang menumpuk dengan membuat rencana keuangan pelunasan utang. Menulis semua daftar utang yang di mana bung terlibat, entah utang dengan bank, kerabat atau saudara.

Jangan lupa urutkan pinjaman dari bunga yang tertinggi sampai yang terendah sekalipun. Dengan cara mengurutkan besaran utang, setidaknya bung akan punya panduan untuk menentukan skala prioritas, mana utang yang harus dilunasi terlebih dahulu. Jadi utamakan utang dengan bung besar agar tidak membengkak.

Lakukan Penghematan Biaya Makan

Saat bekerja, pasti agenda makan siang sering dilakukan di luar kantor, tapi untuk membiasakan hidup hemat coba untuk membawa bekal setiap hari. Tentu saja ini akan menghemat pengeluaran untuk makan.

Meminimalisir pengeluaran memang harus jor-joran. Sampai persoalan beli bahan makan dan lauk pauk di supermarket atau pasar tradisional, utamakan membeli apabila ada diskon. Tentu saja dengan cara ini pengeluaran jauh lebih hemat.

Hemat Biaya Jalan Ke Kantor

Jika telah terbiasa menggunakan transportasi dengan kendaraan pribadi. Coba dihitung berapa banyak pengeluaran bung untuk sehari-hari, dan bandingkan dengan menggunakan tranportasi umum baik offline atau online. Apakah ada penyusutan biaya atau tidak? apabila iya berarti alangkah baiknya bung mulai menanggalkan kendaraan pribadi sebagai alat utama transportasi ke kantor setiap hari.

Terlebih kendaraan massal sudah banyak ditemukan. Selain menghemat biaya, memakai tranportasi umum juga dapat mengurangi kemacetan dan menghemat tenaga.

Bung Memiliki Kartu Kredit? Kurangi Penggunaan Mulai Sekarang

Bung yang dimiliki kartu kredit sangat besar, apabila saat bung tidak melunasi pelbagai tagihan. Kalau dibiarkan malah makin membengkak dan menjadi hutang baru. Maka dari itu perhatikan dalam penggunaan kartu kredit bahkan kalau bisa dikurangi.

Pastikan untuk membayar utang kartu kredit secara full payment agar tidak ada tunggakan tagihan yang harus dibayar. Guna terhindar dari tagihan yang muncul setiap akhir bulan, alangkah baiknya stop menggunakan kartu kredit kagi.

Cari Kerja Sambilan Untuk Mendapat Tambahan

Mengandalkan gaji setiap bulan yang pas-pasan memang tidak bisa membuat kita mampu melakukan banyak hal. Termasuk dalam urusan untuk bisa melunasi utang dengan segera. Namun, seperti pepatah bilang “selalu ada jalan menuju Roma’, maka hal yang sama juga bisa diterapkan untuk dapat melunasi utang dengan cepat.

Salah satu caranya yaitu dengan melakukan pekerjaan sampingan (freelance). Sekarang ini, ada banyak pekerjaan sampingan yang bisa Anda lakukan, mulai dari menjual pulsa, jasa copywriter, membuka online shop, hingga menjadi pelayan restoran paruh waktu, dan masih banyak lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top