Politik

Kiasan yang Diucapkan Jokowi, Bikin Kebakaran Jenggot dari Kepala hingga Kaki

“Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,” kata Jokowi kala pertemuan dengan relawan di Sentul.

Kata ‘berantem’ yang diucapkan Jokowi, membuat banyak kalangan kalang kabut. Banyak yang berpikiran kalau Jokowi menyuruh relawannya untuk berani melakukan pertarungan dengan pihak atau dari kubu lain. Apalagi, Bung pun tahu, pada Pemilu empat tahun lalu saja, perang mulut sampai ada jotos pernah terjadi. Adapun pernyataan yang dilontarkan orang nomor satu di Indonesia ini menuai banyak kontroversi.

Namun, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP mengatakan kalau pidato Presiden Joko Widodo di Sentul yang menyinggung relawan agar siap berkelahi merupakan kiasan. Menurut Johan, berkelahi yang diucapkan tak berarti dalam arti sesungguhnya yakni baku hantam secara fisik.

“Saya kira yang disampaikan Pak Jokowi kiasan. Berantem jangan dikaitkan secara fisik,” kata Johan dikutip dari CNN Indonesia.

Tak ada nada provokatif terhadap pihak mana pun, kata Johan melanjutkan. Ia pun memintar agar warga tak menyalahartikan makna dari pidato Pak Jokowi karena bakal menimbulkan perpecahan.  Sementara menurut Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) menganggap pidato dari orang nomor satu tersebut untuk memberikan suntikan semangat.

“Kalau berkelahi secara fisik itu melanggar hukum. Saya hadir di sana, itu maksudnya untuk memberi semangat, bukan mengajak berkelahi,” kata JP Sihol Manulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Efek Minum Soda Tiap Hari, Nyawa Pria Tak Tertolong Lagi

Minum soda memang boleh-boleh saja, tapi jangan berlebihan sampai lupa mengonsumsi air putih. Seorang pria di China dilaporkan meninggal setelah mengonsumsi soda setiap hari. Dilansir Oriental Daily, pekerja kantoran dengan usia 30 tahun asal Suzhou, awalnya merasa lemah dan haus lebih dari 10 hari. Setelah itu, dalam sehari ia bisa mondar-mandir beberapa kali ke toilet dengan kondisi fisik yang semakin lama, semakin kurus.

Pria yang dikenal bernama Wang tersebut, kemudian mengalami heat stroke karena cuaca panas. Lantaran memilih meminum minuman berkarbonasi untuk mengatasi rasa haus! Bukannya segar, justru ia makin merasa lelah dan haus. Kerabat Wang membawa ke UGD setelah melihat kondisinya yang tidak sehat.

Dokter yang memeriksa Wang melakukan tes kadar gula darah. Curiga ia mengalami diabetes. Namun hasil dari tes tersebut mencengangkan, kadar gula darah Wang 20 kali lebih tinggi dibanding kadar normal! yakni mencapai 110 mmol/L. Naik kadar gula darah seseorang jadi salah satu efek minum soda berlebihan.

Penyakit Wang tidak sebatas itu, ia juga menderita asidosis, yakni kondisi cairan tubuh yang terlalu asam serta gangguan kalium. Bahkan kerabat Wang menuturkan kalau pria yang hobby mengonsumsi soda ini menderita hipertensi.

Dokter yang merawat, mendiagnosis kalau Wang menderita HHS (hyoerglycemic hypersmolar syndrome). Sebuah komplikasi serius dari diabetes. Setelah mengupayakan pengobatan yang terbaik, nyawa Wang tetap tak terselamatkan.

World of Buzz memiliki cerita lain tentang laki-laki pecandu soda ini. Situs tersebut menyatakan kalau Wang tidak sadar menderita diabtes. Cara Wang mengonsumsi soda pun beda dengan orang biasa. Ia mampu mengonsumsi minuman berkarbonasi seperti meminum air putih! serta gemar makan permen. Asupan minuman manis dalam jumlah banyak, asupan air putih tidak mencukupi serta infeksi akut diketahui jadi penyebab HHS.

Efek minum soda secara berlebihan memang membahayakan tubuh. Minuman berkarbonasi mengandung gula yang tinggi. Wang terlalu banyak mengonsumsi gula sampai memperburuk diabetes yang tidak terdiagnosis, sehingga komplikasi menjadi HHS. Asalkan tidak dikonsumsi berlebihan, meminum soda tidak dilarang. Paling penting jaga cairan ditubuh dengan mengonsumsi 8 gelas air putih setiap hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Neymar Ke Barcelona, Potong Gaji Bukan Kendala

Posisi Neymar saat ini tidak mengenakkan. Pemain berkelas asal Brasil ini masih berusaha mencari rumah baru. Di PSG, fans menolak kehadirannya dan pihak klub sudah muak dengan tingkahnya. Namun harga jual yang terlalu mahal banyak klub ‘angkat tangan’. Hanya Barcelona yang berpotensi menjadi pemberhentian Neymar selanjutnya.

Perjalanan Neymar ke Barcelona jadi negoisasi yang berjalan rumit antar kedua klub. Barcelona hanya menyanggupi transfer uang plus pemain. Sedangkan PSG akan melepas Neymar diangka 300 juta euro! yang mana tidak mungkin dibayarkan langsung oleh klub catalan. Padahal dua tahun lalu Neymar di lepas ke PSG di angkat 222 juta euro. Seolah kini Barcelona terjebak akan permainan yang dibuatnya sendiri.

Guillem Balague pakar sepak bola Spanyol dilansir BBC Sport mengatakan, kalau tiga pemain bintang Barcelona menginginkan Neymar ke Barcelona. Serta sang presiden ingin meninggalkan kesan di sisa jabatan dengan memulangkan sang bintang yang hilang. Maka dari itu langkah negoisasi konkret dilakukan dengan menerbangkan Eric Abidal dan Javier Bordas ke Paris.

Lionel Messi, Gerard Pique, dan Luis Suarez memang menginginkan Neymar kembali. Juga sang presiden, Josep Maria Bartomeu, yang punya sisa dua tahun mandat dan dia ingin meninggalkan warisan besar,”  Kata Balague.

Balague juga mengklaim kalau pemain asal Brasil ini rela memotong gaji sampai 15 juta euro supaya terealisasi kepindahannya ke Barca.

Sang pemain (Neymar) rela memangkas gajinya dari 38 juta euro menjadi hanya 23 juta euro. Ada situasi menarik di Barcelona. Mereka merasa harus benar-benar mencoba mendapatkan dia kembali,” kata Balague kepada BBC Sport.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Regulasi Kendaraan Listrik Indonesia Berharap Orientasi Impor Ditinggalkan

Beberapa tahun ke depan nampaknya kendaraan berbahan bakar bensin akan ditinggalkan. Seiring dengan kuatnya sosialisasi tentang kendaraan listrik. Di tanah air, payung hukum regulasi kendaraan listrik sudah secara resmi berada pada Peraturan Presiden No. 55 tahun 2019. Di dalamnya mengatur soal Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai atau Battery Electric Vehicle untuk transportasi jalan.

Pemerintah mendorong agar kendaraan listrik Indonesia bisa berkembang. Dalam Perpres tersebut, juga membahas tentang tingkat komponen dalam negeri untuk kendaraan listrik.  Sampai menyoal komponen serta kendaraan bermotor listrik wajib mengutamakan penggunaan komponen dalam negeri. Agus Thajajana selaku pengamat otomotif mengamini hal ini. Ia berpendapat lahirnya Perpres kendaraan listrik diharapkan semakin meninggalkan orientasi tentang barang impor.

Menurut saya ke depan akan didorong NEV (New Energy Vehicles) ataupun listrik itu tidak boleh esensinya barang impor, gimana yang terbaik? Harus hitung,” ujar Agus dalam seminar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) dilansir Detik.

Meskipun begitu, ia tidak masalah soal impor saat ini. Dikarenakan bertujuan untuk membuka pasar mobil listrik di tanah air. Sebelumnya hal seperti ini juga terjadi sekitar tahun 98. Ketika Internal Combustion Engine (ICE) secara masif masuk ke Indonesia.

Dulu itu kan sebelum tahun 98 hampir dikatakan impor itu tak ada semua diproduksi sendiri. Semua aturan yang menggunakan lokal konten harus dicabut dengan perubahan setiap cc diberikan insentif dari cc 1.500 sampai dengan 3.000, kemudian sedan, 4×2 4×4,” kata Agus.

Perubahan itu dibuat untuk membuka pasar, tapi kita tidak boleh sampai produksinya hilang. Kalau dulu kan orang nggak boleh impor kemudian tiba-tiba dibuka, dan dibuatlah barikade barikade itu,” sambungnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top