Komunitas

Ketika Para Biker Berkonvoi Dipimpin Pembalap MotoGP Suzuki

Pernah membayangkan berkendara bersama pembalap MotoGP? Hari Sabtu, 3 Februari 2018 lalu, ribuan pengendara Suzuki dari berbagai komunitas berkesempatan melakukannya di Sirkuit Internasional Sentul. Hal ini bisa terwujud karena pembalap Andrea Iannone dan Alex Rins berkesmpatan hadir di Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018.

Meski sempat diguyur hujan cukup deras, tidak membuat asa dari ribuan bikers dan pembalap urung untuk melakukan konvoi. Acara Konvoi ini sendiri dilakukan sebagai “gong pembuka” acara Jambore nasional Suzuki 2018 tersebut.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Dibelakang para pembalap MotoGP tersebut berjejer mengikuti Ketua klub dan komunitas Suzuki, perwakilan Jurnalis Media serta ribuan bikers Suzuki berbagai model dan generasi. Panjang iring-iringan parade pun diindikasikan mencapai jarak hampir 2 kilometer, sehingga menjadi salah satu acara spektakuler untuk membuka rangkaian acara.

Andrea Ianone mengaku takjub dengan antusiasme para biker di Indonesia. Ia tampak larut dengan kegembiraan yang ditunjukan oleh ribuan biker tersebut

“Ini adalah kali pertama bagi Saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat Saya sendiri untuk tampil lebih mengesankan di musim MotoGP 2018 ini bersama Team Suzuki Ecstar MotoGP”.

Senada dengan Iannone, Alex Rins pun senang dengan Suzuki Bike Meet 2018. Sambutan yang diberikan oleh para pengendara Suzuki memberikan pengalaman yang berbeda untuknya.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap Saya dan ribuan bikers Suzuki.”

Bersamaan dengan Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018, SIS juga kembali memperkenalkan produk GSX-R150 Shuttered Key System. Berbasis sama dengan GSX-R150 sebelumnya yang menggunakan Keyless Ignition System, produk ini hanya berbeda di sistem kunci pengaman saja yang menggunakan sistem mekanis, sehingga konsumen yang mengidamkan GSX-R150 kini memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan. Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS terus memenuhi permintaan dan keinginan konsumen Tanah Air yang beragam.

SIS memberikan harga yang lebih terjangkau bagi calon konsumen yang sudah tidak sabar ingin memiliki Suzuki GSX-R150 Shuttered Key System, yaitu dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta). Terdapat 3 warna menarik yang dapat dipilih sesuai selera konsumen, antara lain Brilliant White, Stronger Red/Titan Black dan Solid Black/Gloss. Sebagai bonus pembelian, SIS juga melengkapi anak kunci GSX-R150 dengan keyholder Suzuki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas

Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal langsung motor GSX-R150 dari Suzuki. Kebetulan yang kami jajal berwarna merah, yang nampak begitu menggoda. Secara umum motor satu ini kami bawa untuk penggunaan harian di aera jabodetabek. Di beberapa kesempatan kami juga membawa motor ini di jalan yang lebih luang untuk menjajal performanya.

Tampilan Fungsional Tanpa Banyak Ornamen Basa-Basi

Kami memilih kata sexy, untuk menggambarkan Suzuki GSX-R150 ini. Nama GSX yang disandangnya sesungguh tak sekedar tempelan belaka. Karena kita bisa melihat tarikan garis serupa dari tipe-tipe GSX yang menggendong mesin lebih besar. Coba kita bandingkan tampilan GSX-R1000 ini dengan GSX-R150 ini. Tarikan garisnya tampak serupa.

Desain bodynya tak di rancang main-main karena dibangun menggunakan perhitungan hasil pengujian wind tunnel di jepang. Hasilnya, GSX-R15o ini menganut model yang terlihat mengalir dan aerodinamis. Pastinya tidak banyak ornamen atau bentuk-bentuk tak bermanfaat yang jamak kita lihat di merk lain. Tapi bukan berarti tampilannya jadi tak menarik.

Karena kami sempat beberapa kali mendapati pengendara lain melirik motor yang kami tunggangi. Terutama bagi sesama pengguna kelas 150cc, motor cukup menyita perhatian di jalan raya. Waspada khusus kami berikan pada sektor spion. Bentuknya yang mendatar dan sangat lebar, menempatkan perangkat satu ini sejajar dengan spion mobil kebanyakan. Walhasil, untuk lancar mengarungi kemacetan, ketika menggunakan motor ini harus sesekali melipat spionnya ke dalam.

Posisi Riding Agresif Dengan Handle Bar Under Yoke

Untuk kelas motor sport 150cc bisa dibilang posisi berkendara GSX-R150 ini paling agresif kalau dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Stang jepitnya sendiri bertipe under the yoke alias berada di bawah segitiga depan.

Dalam kondisi berkendara normal, badan menjadi membungkuk dan mendukung tampilan balap dari motor ini. Ketika dalam kecepatan tinggi dengan mudah badan pengendara mendekat dan memeluk tangki. Hal ini didukung dengan jok belakang yang tinggi sehingga menambah kesan agresif.

Hal menarik lainnya, bobot GSX-R150 yang hanya 126 kg lebih ringan dibanding motor 150cc lain yang lebih dari 130 kg. Ditambah lagi tinggi joknya juga paling rendah di kelasnya. Sehingga untuk mereka yang bertinggi badan kurang dari 170 cm pun masih nyaman mengendarai motor ini. Untuk diajak rebah ketika menikung juga tak ragu karena bobotnya yang ringan tadi.

Mesin Over Bore, Galak Di Putaran Menengah Atas

Lagi-lagi Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya bung menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Teknologi Keyless, Nyalakan Motor Bisa Pakai ID

Kecangihan tak berhenti sampai situ, untuk mengoperasikan motor, Bung cukup mendekatkan remote ke motornya. Motor baru bisa dioperasikan dengan memutar knob yang ada di tangki apabila remote berada dalam radius 1 meter. Sementara sebaliknya keyless ignition system otomatis akan mengunci jika jarak remote lebih dari 1 meter.

Demi keamanan, knob ini pun tidak bisa diputar paksa. Apabila main switch knob diputar paksa dengan tujuan akan dicuri, maka sesuai konstruksinya main switch knob akan berputar kosong.

Setiap keyless remote memiliki nomor ID. Nomor tersebut memungkinkan pemilik motor untuk tetap bisa mengakses main switch knob dalam keadaan remote rusak atau gangguan teknis lainnya. Kita tinggal memasukan 4 digit pin dengan acara menekan knob. Karena itu Pemilik motor disarankan untuk mencatat dan rahasiakan Remote ID serta simpan di tempat yang aman.

Namun Terlepas dari kecanggihannya tersebut, SIS selaku produsen Suzuki juga mendengar dan memenuhi permintaan dari konsumen lain yang memiliki karakter berbeda, dengan menyediakan Suzuki GSX-R150 menggunakan Shuttered Key System.

Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS memproduksi varian Shuttered Key System dengan komposisi secara khusus sebanyak 15% dari total produksi GSX-R150 setiap bulan. Dengan demikian, calon konsumen bisa memiliki pilihan lebih banyak sebelum memutuskan pilihannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Modifikasi

Modifikasi Yang Buat Motor Tak Lekang Waktu

Pada acara pesta Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 lalu, salah satu event yang digelar adalah kontes modifikasi motor. Sedikitnya 70 motor ambil bagian dalam kontes yang diadakan di Sentul Sirkuit ini. Motor Suzuki dari beragam varian seperti Satria F, Thunder, GSX ikut menjadi peserta.

Suzuki memang jeli melihat antusiasme para penggila modifikasi. Lihat saja misalnya varian Suzuki All New Satria. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Kali ini pilihannya mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Suzuki menyebut, variasi warna-warna ini lahir dari tren dasar otomotif yang digemari pada masa kini.

Suzuki sengaja memilih dominasi warna tunggal pada varian standar ini. Hal itu bertujuan untuk memudahkan para pemiliknya yang ingin berkreasi sepuasanya pada si kuda besi kesayangan.Sebab penggemar setia Satria memang dikenal gemar memodifikasi tunggangannya.

“Perubahan warna Suzuki All New Satria F150 didasari keinginan konsumen generasi muda saat ini. Tentunya generasi muda yang dijadikan target produk ini adalah yang gaul, suka tampil di depan publik serta mengutamakan gaya maksimal saat berada di komunitas lingkungannya” ujar Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Dept. Head dari PT. SIS

Dari Thunder Jadi Japanese Bobber

Salah satu motor yang paling diminati dan disinggahi banyak orang adalah motor kang Agus asal Ben’s Motor Bandung. Dia pun juga merupakan anggota dari Suzuki Thunder daerah Bandung.

Sejak tahun 2000 kang Agus sudah mendirikan bengkel Ben’s Motor Bandung. Banyak cetakan emas motornya yang laku di pasaran. Bahkan ia sempat bercerita setelah merampungkan modifikasi motor langsung ada saja kustomer datang yang ingin membeli bahkan sekedar menawar.

“Saya selalu pake bahan Suzuki Thunder 125 cc. Meskipmun banyak yang bilang negatif soal mesin Thunder tapi ternyata mah sebaliknya. Mesin motor ini kuat untuk dibawa touring ke Sabang dan Merauke,” ungkap kang Agus,

Dengan mengusung gaya Japanse Bobber, Kang Agus coba mengadu peruntungannya di event kontes Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018. Apalagi dengan motor yang macho dari segi modikasi hingga mengundang banyak pendatang yang bertaya soal motornya.

“Motor ini secara total telah menghabiskan 25 juta. Karena banyak yang saya ganti. Seperti arm saya perlebar sehingga kalau di perhatikan terdapat dua rantai. Unutk segi jok saja saya menghabiskan sekitar 800 ribu,” celoteh kang agus.

Motor yang berbahan dasar Tunder 125 CC tersebut dirubah menjadi Japanese Bobber. Dengan mengedepankan sisi gahar. Yang di mana kultur modifikasi Bandung memang lebih ke arah Eropa. Tampilan yang diperlihatkan pun menarik, karena beberapa pernak-pernik berhasil diganti guna memaksimalkan motor.

A100 Percaya Diri Dengan Side Car

Motor lain yang menarik perhatian adalah Suzuki A100 berplat nomor AE. Hampir seluruh bagian motor tampil standar ala eranya dahulu di tahun 1970. Sejumlah karat juga tampak sengaja dibiarkan sebagai aksen.

Uniknya, dibagian kiri motor disematkan sidecar untuk penumpang. Terbuat dari bahan galvanis besi, finishingnya dibiarkan tanpa cat. Walhasil besi itu juga tampil dengan karat untuk mengimbangi tampilan A100.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Riuhnya Komunitas Dari Aksi Sampai Ajang Silaturahmi

Riuhnya komunitas yang hadir dalam acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 di Sentul Sirkuit membuat suasana pagi setelah diguyur hujan menjadi hangat. Karena panasnya knalpot dan rasa antusias setiap anggota merebak menjadi satu di arena yang biasa dijadikan pacu untuk berbalap.

Diprediksi ada 3.000 bikers yang hadir bahkan lebih untuk mengikuti acara ini. Terlebih lagi sambutan hangat dari PT. Suzuki Indomobil Sales yang mengajak Hamish Dauh selaku Brand Ambassador dari Suzuki, sekaligus dua pebalap Andrea Iannone dan Alex Rins dari Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018 untuk berbaur bersama bikers.

Acara yang dibuka dengan iring-iringan konvoi dipimpim oleh Andrea Iannone dan Alex Rins menjadi sapaan hangat bagi para bikers. Sebanyak 63 klub dan komunitas dan pihak Suzuki ambil bagian dalam acara iring-iringan. Selain itu keriuhan komunitas terpancar dari aksi yang dilakukan.

Dari Rumah Pagi-Pagi Buta Demi Hadir Di Acara

Seluruh komunitas hadir dari berbagai daerah seperti Cikarang, Cengkareng, Tanggerang, Parung bersatu menjadi satu titik menuju Sentul Sirkuit. Acara yang digelar cukup pagi sekitar pukul 10 tersebut ternyata tidak menyurutkan niat dari berbagai komunitas.

Salah satunya Pak Tugimin dari Komunitas GSX Tanggerang Kota yang berangkat sekitar jam 6 pagi. Lebih dari 50 bikers Komunitas GSX berangkat secara rombongan menurut pengakuan Pak Tugimin yang sudah memakai GSX sejak seri pertama keluar.

Bersamaan dengan Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018, SIS juga kembali memperkenalkan produk GSX-R150 Shuttered Key System. Berbasis sama dengan GSX-R150 sebelumnya yang menggunakan Keyless Ignition System, produk ini hanya berbeda di sistem kunci pengaman saja yang menggunakan sistem mekanis, sehingga konsumen yang mengidamkan GSX-R150 kini memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan. Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS terus memenuhi permintaan dan keinginan konsumen Tanah Air yang beragam.

SIS memberikan harga yang lebih terjangkau bagi calon konsumen yang sudah tidak sabar ingin memiliki Suzuki GSX-R150 Shuttered Key System, yaitu dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta). Terdapat 3 warna menarik yang dapat dipilih sesuai selera konsumen, antara lain Brilliant White, Stronger Red/Titan Black dan Solid Black/Gloss. Sebagai bonus pembelian, SIS juga melengkapi anak kunci GSX-R150 dengan keyholder Suzuki.

Knalpot Merongrong Mencuri Perhatian Seisi Sentul Sirkuit

Dari setiap komunitas yang baru singgah pasti akan mendapat sambutan oleh komunitas lain. Seperti kalimat “Selamat Datang” atau sapaan non verbal dengan suara klakson yang dibalas lambaian tangan. Hal itu sudah menjadi hal lumrah bagi anak bikers.

Komunitas Satria Parung misalnya, yang ketika datang mereka memberikan kalimat salam lewat knalpot garang khas Satria 2 tak. Yang terus di-geber untuk menimbulkan suara bising yang riuh. Suara dari Knalpot kerap merongrong hingga banyak orang yang terpalingkan perhatiannya.

Sekitar 50 motor melakukan hal yang sama hingga kebisingannya berada di batas maksimal. Karena motor ini 2 Tak, jadinya seisi area Sentul ditutupi asap knalpot yang pekat akibat aksi dari Komunitas Satria Parung.

Ada Pula komunitas Satria F Cengkareng yang berangkat dari markas mereka sebelum adzan Subuh berkumandang. Hal tersebut dilakukan lantaran ia tidak ingin kelewatan acara besar yang mengambil tema ‘Born To Ride, Live To Rock’. Adapun tujuan acara ini adalah mengajak seluruh bikers Suzuki untuk terus semangat dan kompak dalam berbagai kesempatan.

Dikesempatan tersebut, Suzuki juga memboyong motor All New Satria. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Kali ini pilihannya mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Suzuki menyebut, variasi warna-warna ini lahir dari tren dasar otomotif yang digemari pada masa kini.

“Perubahan warna Suzuki All New Satria F150 didasari keinginan konsumen generasi muda saat ini. Tentunya generasi muda yang dijadikan target produk ini adalah yang gaul, suka tampil di depan publik serta mengutamakan gaya maksimal saat berada di komunitas lingkungannya” ujar Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Dept. Head dari PT. SIS

Polwan Cantik Pun Menjadi Sasaran Ajang Foto Bersama

Bukan hanya persoalan memperat tali silaturahmi saja yang dilakukan. Namanya laki-laki bung, frekuensi melihat perempuan cantik masih tidak dapat terpalingkan. Hingga mata kerap jelalatan mencari pemandangan yang indah untuk mata.

Polwan yang bertugas menjadi satuan keamanan di acara tersebut mendadak di serbu beberapa pengunjung. Mereka minta untuk melakukan foto bersama dengan sang polwan. Tanpa ada rasa acuh atau menghiraukan, Polwan tersebut terbuka dengan senang hati apabila ada yang ingin mengabadikan gambar dengan dirinya.

Keriuhan acara Jambore Nasional 2018 yang dilakukan hari Sabtu 3 Februari lalu berjalan meriah. Semua unsur yang terlibat dalam acara ini dapat lepas berhura-hura terlebih lagi ada pertunjukan musik yang diisi oleh Andy /RIF dan DJ Natahalie yang makin menambah kemeriahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top