Komunitas

Ketika Para Biker Berkonvoi Dipimpin Pembalap MotoGP Suzuki

Pernah membayangkan berkendara bersama pembalap MotoGP? Hari Sabtu, 3 Februari 2018 lalu, ribuan pengendara Suzuki dari berbagai komunitas berkesempatan melakukannya di Sirkuit Internasional Sentul. Hal ini bisa terwujud karena pembalap Andrea Iannone dan Alex Rins berkesmpatan hadir di Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018.

Meski sempat diguyur hujan cukup deras, tidak membuat asa dari ribuan bikers dan pembalap urung untuk melakukan konvoi. Acara Konvoi ini sendiri dilakukan sebagai “gong pembuka” acara Jambore nasional Suzuki 2018 tersebut.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Dibelakang para pembalap MotoGP tersebut berjejer mengikuti Ketua klub dan komunitas Suzuki, perwakilan Jurnalis Media serta ribuan bikers Suzuki berbagai model dan generasi. Panjang iring-iringan parade pun diindikasikan mencapai jarak hampir 2 kilometer, sehingga menjadi salah satu acara spektakuler untuk membuka rangkaian acara.

Andrea Ianone mengaku takjub dengan antusiasme para biker di Indonesia. Ia tampak larut dengan kegembiraan yang ditunjukan oleh ribuan biker tersebut

“Ini adalah kali pertama bagi Saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat Saya sendiri untuk tampil lebih mengesankan di musim MotoGP 2018 ini bersama Team Suzuki Ecstar MotoGP”.

Senada dengan Iannone, Alex Rins pun senang dengan Suzuki Bike Meet 2018. Sambutan yang diberikan oleh para pengendara Suzuki memberikan pengalaman yang berbeda untuknya.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap Saya dan ribuan bikers Suzuki.”

Bersamaan dengan Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018, SIS juga kembali memperkenalkan produk GSX-R150 Shuttered Key System. Berbasis sama dengan GSX-R150 sebelumnya yang menggunakan Keyless Ignition System, produk ini hanya berbeda di sistem kunci pengaman saja yang menggunakan sistem mekanis, sehingga konsumen yang mengidamkan GSX-R150 kini memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan. Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS terus memenuhi permintaan dan keinginan konsumen Tanah Air yang beragam.

SIS memberikan harga yang lebih terjangkau bagi calon konsumen yang sudah tidak sabar ingin memiliki Suzuki GSX-R150 Shuttered Key System, yaitu dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta). Terdapat 3 warna menarik yang dapat dipilih sesuai selera konsumen, antara lain Brilliant White, Stronger Red/Titan Black dan Solid Black/Gloss. Sebagai bonus pembelian, SIS juga melengkapi anak kunci GSX-R150 dengan keyholder Suzuki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Suzuki Menggandeng Komunitas Agar Acara Berkualitas

Acara memang tak akan meriah bila tidak diisi dengan kelompok yang sumringah. Salah satunya komunitas motor yang hadir di acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di international Circuit Sentul. Sebanyak 63 klub turut berkontribusi dan bekerjasama dengan Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Dengan tema “Born To Ride, Live To Rock’, SIS mengajak seluruh bikers Suzuki untuk tetap kompak sekaligus bersemangat. Terbukti komunitas yang hadir menstimulus acara menjadi berkualitas dengan keriuhan sekaligus aksi mereka dengan ekspresi bersama tunggangannya.

Tidak hanya klub motor atau komunitas Suzuki saja yang turut serta dalam acara ini sebanrnya tapi secara pengunjung umum. Diperkirakan ada 3.000 bikers yang datang dan memadati sentul tidak hanya untuk berkasi dan berkspresi. Tetapi acara ini juga menjadi ajang silaturahmi.

Dari berbagai kota tetap menyempatkan untuk datang pada acara jambore ini. Berbagai model motor keluaran satria melebur menjadi satu menjadi satuan yang murni tanpa dicampur.

Seperti Pak Tugimin, yang datang bersama komunitas GSX Tanggerang Kota. Ia mengaku jalan pagi-pagi buta untuk menghadiri acara Jambore lantaran menjadi ajang pertemuan yang jarang dilakukan komunitas yang tidak terjangkau jaraknya.

Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department mengatakan bahwa semangat para bikers tentu menjadi pelecut bagi PT Suzuki Indomobil Sale seperti yang dikatakan Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department.

“Awal tahun ini kita tunjukan kekompakan dan kekuatan bersama lewat kolaborasi Suzuki dengan puluhan komnunitas motor Suzuki. Seluruh konten yang diadakan di Suzuki Bike Meet 2018 merupakan ide dan kreatifitas yang bersumber dari mereka,” ujar Yohan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Modifikasi

Modifikasi Yang Buat Motor Tak Lekang Waktu

Pada acara pesta Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 lalu, salah satu event yang digelar adalah kontes modifikasi motor. Sedikitnya 70 motor ambil bagian dalam kontes yang diadakan di Sentul Sirkuit ini. Motor Suzuki dari beragam varian seperti Satria F, Thunder, GSX ikut menjadi peserta.

Suzuki memang jeli melihat antusiasme para penggila modifikasi. Lihat saja misalnya varian Suzuki All New Satria. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Kali ini pilihannya mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Suzuki menyebut, variasi warna-warna ini lahir dari tren dasar otomotif yang digemari pada masa kini.

Suzuki sengaja memilih dominasi warna tunggal pada varian standar ini. Hal itu bertujuan untuk memudahkan para pemiliknya yang ingin berkreasi sepuasanya pada si kuda besi kesayangan.Sebab penggemar setia Satria memang dikenal gemar memodifikasi tunggangannya.

“Perubahan warna Suzuki All New Satria F150 didasari keinginan konsumen generasi muda saat ini. Tentunya generasi muda yang dijadikan target produk ini adalah yang gaul, suka tampil di depan publik serta mengutamakan gaya maksimal saat berada di komunitas lingkungannya” ujar Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Dept. Head dari PT. SIS

Dari Thunder Jadi Japanese Bobber

Salah satu motor yang paling diminati dan disinggahi banyak orang adalah motor kang Agus asal Ben’s Motor Bandung. Dia pun juga merupakan anggota dari Suzuki Thunder daerah Bandung.

Sejak tahun 2000 kang Agus sudah mendirikan bengkel Ben’s Motor Bandung. Banyak cetakan emas motornya yang laku di pasaran. Bahkan ia sempat bercerita setelah merampungkan modifikasi motor langsung ada saja kustomer datang yang ingin membeli bahkan sekedar menawar.

“Saya selalu pake bahan Suzuki Thunder 125 cc. Meskipmun banyak yang bilang negatif soal mesin Thunder tapi ternyata mah sebaliknya. Mesin motor ini kuat untuk dibawa touring ke Sabang dan Merauke,” ungkap kang Agus,

Dengan mengusung gaya Japanse Bobber, Kang Agus coba mengadu peruntungannya di event kontes Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018. Apalagi dengan motor yang macho dari segi modikasi hingga mengundang banyak pendatang yang bertaya soal motornya.

“Motor ini secara total telah menghabiskan 25 juta. Karena banyak yang saya ganti. Seperti arm saya perlebar sehingga kalau di perhatikan terdapat dua rantai. Unutk segi jok saja saya menghabiskan sekitar 800 ribu,” celoteh kang agus.

Motor yang berbahan dasar Tunder 125 CC tersebut dirubah menjadi Japanese Bobber. Dengan mengedepankan sisi gahar. Yang di mana kultur modifikasi Bandung memang lebih ke arah Eropa. Tampilan yang diperlihatkan pun menarik, karena beberapa pernak-pernik berhasil diganti guna memaksimalkan motor.

A100 Percaya Diri Dengan Side Car

Motor lain yang menarik perhatian adalah Suzuki A100 berplat nomor AE. Hampir seluruh bagian motor tampil standar ala eranya dahulu di tahun 1970. Sejumlah karat juga tampak sengaja dibiarkan sebagai aksen.

Uniknya, dibagian kiri motor disematkan sidecar untuk penumpang. Terbuat dari bahan galvanis besi, finishingnya dibiarkan tanpa cat. Walhasil besi itu juga tampil dengan karat untuk mengimbangi tampilan A100.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Riuhnya Komunitas Dari Aksi Sampai Ajang Silaturahmi

Riuhnya komunitas yang hadir dalam acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 di Sentul Sirkuit membuat suasana pagi setelah diguyur hujan menjadi hangat. Karena panasnya knalpot dan rasa antusias setiap anggota merebak menjadi satu di arena yang biasa dijadikan pacu untuk berbalap.

Diprediksi ada 3.000 bikers yang hadir bahkan lebih untuk mengikuti acara ini. Terlebih lagi sambutan hangat dari PT. Suzuki Indomobil Sales yang mengajak Hamish Dauh selaku Brand Ambassador dari Suzuki, sekaligus dua pebalap Andrea Iannone dan Alex Rins dari Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018 untuk berbaur bersama bikers.

Acara yang dibuka dengan iring-iringan konvoi dipimpim oleh Andrea Iannone dan Alex Rins menjadi sapaan hangat bagi para bikers. Sebanyak 63 klub dan komunitas dan pihak Suzuki ambil bagian dalam acara iring-iringan. Selain itu keriuhan komunitas terpancar dari aksi yang dilakukan.

Dari Rumah Pagi-Pagi Buta Demi Hadir Di Acara

Seluruh komunitas hadir dari berbagai daerah seperti Cikarang, Cengkareng, Tanggerang, Parung bersatu menjadi satu titik menuju Sentul Sirkuit. Acara yang digelar cukup pagi sekitar pukul 10 tersebut ternyata tidak menyurutkan niat dari berbagai komunitas.

Salah satunya Pak Tugimin dari Komunitas GSX Tanggerang Kota yang berangkat sekitar jam 6 pagi. Lebih dari 50 bikers Komunitas GSX berangkat secara rombongan menurut pengakuan Pak Tugimin yang sudah memakai GSX sejak seri pertama keluar.

Bersamaan dengan Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018, SIS juga kembali memperkenalkan produk GSX-R150 Shuttered Key System. Berbasis sama dengan GSX-R150 sebelumnya yang menggunakan Keyless Ignition System, produk ini hanya berbeda di sistem kunci pengaman saja yang menggunakan sistem mekanis, sehingga konsumen yang mengidamkan GSX-R150 kini memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan. Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS terus memenuhi permintaan dan keinginan konsumen Tanah Air yang beragam.

SIS memberikan harga yang lebih terjangkau bagi calon konsumen yang sudah tidak sabar ingin memiliki Suzuki GSX-R150 Shuttered Key System, yaitu dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta). Terdapat 3 warna menarik yang dapat dipilih sesuai selera konsumen, antara lain Brilliant White, Stronger Red/Titan Black dan Solid Black/Gloss. Sebagai bonus pembelian, SIS juga melengkapi anak kunci GSX-R150 dengan keyholder Suzuki.

Knalpot Merongrong Mencuri Perhatian Seisi Sentul Sirkuit

Dari setiap komunitas yang baru singgah pasti akan mendapat sambutan oleh komunitas lain. Seperti kalimat “Selamat Datang” atau sapaan non verbal dengan suara klakson yang dibalas lambaian tangan. Hal itu sudah menjadi hal lumrah bagi anak bikers.

Komunitas Satria Parung misalnya, yang ketika datang mereka memberikan kalimat salam lewat knalpot garang khas Satria 2 tak. Yang terus di-geber untuk menimbulkan suara bising yang riuh. Suara dari Knalpot kerap merongrong hingga banyak orang yang terpalingkan perhatiannya.

Sekitar 50 motor melakukan hal yang sama hingga kebisingannya berada di batas maksimal. Karena motor ini 2 Tak, jadinya seisi area Sentul ditutupi asap knalpot yang pekat akibat aksi dari Komunitas Satria Parung.

Ada Pula komunitas Satria F Cengkareng yang berangkat dari markas mereka sebelum adzan Subuh berkumandang. Hal tersebut dilakukan lantaran ia tidak ingin kelewatan acara besar yang mengambil tema ‘Born To Ride, Live To Rock’. Adapun tujuan acara ini adalah mengajak seluruh bikers Suzuki untuk terus semangat dan kompak dalam berbagai kesempatan.

Dikesempatan tersebut, Suzuki juga memboyong motor All New Satria. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Kali ini pilihannya mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Suzuki menyebut, variasi warna-warna ini lahir dari tren dasar otomotif yang digemari pada masa kini.

“Perubahan warna Suzuki All New Satria F150 didasari keinginan konsumen generasi muda saat ini. Tentunya generasi muda yang dijadikan target produk ini adalah yang gaul, suka tampil di depan publik serta mengutamakan gaya maksimal saat berada di komunitas lingkungannya” ujar Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Dept. Head dari PT. SIS

Polwan Cantik Pun Menjadi Sasaran Ajang Foto Bersama

Bukan hanya persoalan memperat tali silaturahmi saja yang dilakukan. Namanya laki-laki bung, frekuensi melihat perempuan cantik masih tidak dapat terpalingkan. Hingga mata kerap jelalatan mencari pemandangan yang indah untuk mata.

Polwan yang bertugas menjadi satuan keamanan di acara tersebut mendadak di serbu beberapa pengunjung. Mereka minta untuk melakukan foto bersama dengan sang polwan. Tanpa ada rasa acuh atau menghiraukan, Polwan tersebut terbuka dengan senang hati apabila ada yang ingin mengabadikan gambar dengan dirinya.

Keriuhan acara Jambore Nasional 2018 yang dilakukan hari Sabtu 3 Februari lalu berjalan meriah. Semua unsur yang terlibat dalam acara ini dapat lepas berhura-hura terlebih lagi ada pertunjukan musik yang diisi oleh Andy /RIF dan DJ Natahalie yang makin menambah kemeriahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Menurut Mereka Umur 3 Tahun Waktunya Balapan Bukan Sepedaan

Andre Iannone dan Alex Rins pembalap MotoGP Suzuki Ecstar mengakui bahwa sejak berumur 3 tahun mereka sudah diperkenalkan dengan dunia motor. Mereka berlatih keras di lintasan agar tidak kaget apabila terjun ke arena balap ketika besar. Persiapan yang dilakukan untuk mendulang prestasi di masa depan.

Sedari dini mereka sudah dipersiapkan untuk beradu cepat di lintasan yang harus mengakomodir emosi secara stabil. Emosi dan feel hadir dalam tali gas yang dimainkan kala salip menyalip tidak terhindarkan. Di mana podium juara menjadi pembuktian siapa pembalap sebenarnya.

Hal ini diungkapkan mereka pada acara di Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018 di sirkut sentul beberapa waktu lalu. Andre Iannone memimpin konvoi bersama Alex Rins dalam acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018. Memimpin konvoi sebagai pembuka acara tersebut yang dihelat di Sentul Sirkuit, Jawa Barat.

Hari itu mereka didaulat menggunakan motor Suzuki GSX-R150. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP. Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Untuk mencetak nama besar harus dilakukan secara matang bung. Tidak ada kata menunda, yang ada hanya latihan dan istirahat cukup. Karena mimpi tak pernah menunggu untuk dikejar tetapi membiarkan untuk dikejar.

“Saya diperkenalkan dengan kendaraan roda dua sejak umur 3 tahun oleh ayah saya senddiri. Di mana tujuannya adalah berada di posisi tertinggi. Kakak saya sebenarnya terjun lebih dulu alam dunia balap meskipun pada akhirnya ia menekuni bidan lain yakni Sepakbola.” ungkap Iannone.

Parameter dalam semua kegiatan olahraga kompetitif adalah gelar juara. Sebanyak apa gelar juara yang diperoleh dapat membuat nama dari individu tersebut dapat dikenal banyak orang. Hal ini membuat pembalap 22 tahun rekan satu tim Iannone, Alex Rins sangat berambisi besar dalam Race Moto GP musim ini.

“Yang membuat saya termotivasi soal balapan adalah kejayaan. Kejayaan yang saya terima ketika menyentuh garis finish.” Kata Alex.

Bahkan lucunya, Alex merasakan rasa kesal apabila dibelakangi pembalap lain saat lintasan berjalan. Gerutu dalam hati-nya membuat ia ingin ‘memukul’ karena saking sengitnya persaingan.

“Terkadang saya kesal kalau ada pembalap di depan saya seperti ingin memukul dirinya haha. Tapi jelas kalau saya memukul pasti saya mendapatkan sanksi,” imbuh Alex dengan bercanda.

Latihan menjadi agenda yang membuat pembalap semakin handal di kelasnya. Tanpa latihan tidak mungkin seorang pembalap dapat memiliki insting dalam balapan dengan mengambil keputusan yang tepat saat di lintasan.

“Tentunya latihan menjadi agenda setiap hari seperti fitness. Apalagi latihan menggunakan Motor sekelas Moto GP tiap hari itu sulit. Ada hari-hari tertentu latihan dengan motor dan tidak pernah weekend karena ada jadwal race biasanya” pungkas Iannone.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top