Modifikasi

Ketika Kami Mencoba Mengobrak-abrik Cleaveland Heist Chopper

Mungkin masih banyak dari Bung yang mengernyitkan dahi ketika kami menyebut motor bermerk Cleveland Cyclewerk. Kami maklum karena merk motor ini memang belum sementereng motor-motor jepang yang banyak wara-wiri di tanah air.

Tapi sejak awal 2017 lalu motor pabrikan asal Amerika Serikat ini resmi mengaspal di Indonesia. Mengambil jalur yang berbeda dengan pabrikan kebanyakan, Cleveland Cyclewerk menyasar para pengguna motor hobi dan modifikasi.

Karena itu motor yang dimasukan ke sini bisa dibilang “bahan” untuk mereka yang gatal memodifikasi. Salah satunya adalah varian Heist Chopper. Mengingat unit ini diniatkan sebagai motor penggila modifikasi maka wajar jika konsep atau ide dasar penciptaan motor ini adalah ‘membuat segalanya serba simpel.’ Motor ini dibangun menggunakan rangka tradisional dengan style yang juga dirancang tradisional. Rangka belakang bahkan menganut rigid alias tanpa peredam kejut.

Keseksian motor ini juga terletak pada kesederhanaannya. Begitu juga pada struktur mesinnya, cukup dengan dibekali 1 intake dan 1 exhaust overhead cams dan tanpa 4 valve heads. Meski begitu tenaga yang dihasilkan dari mesin 229 cc-nya cukup mumpuni. Dengan model sederhana macam ini perubahan-perubahan motor bisa dilakukan secara ekstrem tanpa harus dipusingkan dengan segala kecanggihan teknologi yang justru akan merepotkan.

Nah melihat peluang tersebut kami pun mencoba berandai-andai untuk mengobrak-abrik tampilan motor seharga 55 juta rupiah ini. Mungkin Bung bisa menjadikannya referensi jika tertarik memboyong Cleaveland Heist Chopper ke rumah.

Tampilan Chopper Drag Dengan Merendahkan Dudukan Mesin

Secara tampilan Heist memang bisa dibilang baik. Namun sayangnya jarak dengan tanah masih terhitung kelewat tinggi. Walhasil motor jadi sedikit gantung. Di tampilan pertama ini, Bung bisa memberanikan diri memotong rangka untuk mendapatkan posisi mesin yang lebih rendah. Knalpot standar diganti menggunakan pipa lurus dengan panjang yang sama.

Sementara backbone dibuat lebih tinggi agar tak perlu mengubah derajat rake roda depan. Stang bisa dibuat lurus ala dragbike. Jok yang semula menggunakaan per bisa dipapas hingga menempel ke rangka dan spakbor belakang dipotong hingga hanya menyisakan sedikit saja. Sebagai peringatan, rangka yang tanpa peredam kejut dan jok yang tanpa per akan membuat aksi berkendara sedikit tak nyaman.

Ape Hanger Bikin Tampilan Lebih Rebel

Perubahan rangka serupa dengan yang pertama. Namun berdanya kali ini stang menggunakan tipe ape hanger. Dipastikan sensasi berkendara akan terasa berbeda. Modifikasi kali ini juga lebih ekstrem karena menghilangkan cakram depan. Mesin disentuh dengan mengganti saringan udara yang model terbuka. Knalpot dipotong pendek hingga rangka tengah dan diberi balutan anti panas.

Secara hitungan setelah potong rangka ruang tengah di bawah jok akan terkesan sangat kosong. Karena itu kami sarankan untuk menambah ketebalannya guna membuat tampilannya lebih berisi. Bisa menggunakan plat besi yang ditekuk atau bisa juga menggunakan fiber glass yang di cat sewarna rangka.

Sissy Bar Tinggi Dan Springer Untuk Mengejar Tampilan Retro

Tampilan kali ini bukan untuk semua orang. Tak banyak mungkin yang memahami tampilan tipe ini. Namun bagi penggemar chopper tahun 70-an pasti bisa melihat daya tarik yang satu ini. Shock breaker depan tak lagi menganut telescopic, tapi sudah berganti model springer yang lebih jadul. Knalpot kembali panjang hingga mencapai rangka belakang.

Pegangan spakbor belakang dihilangkan dan diganti dengan sissybar tinggi. Pengguna chopper retro jarak jauh biasa mengikatkan tas bawaan berisi perlatan berhari-hari di pegangan besi tinggi ini. Sebagai tambahan biasanya chopper retro tahun 60 dan 70-an macam ini di modifikasi menggunakan jockey shift. Alias perpindahan giginya pakai tongkat macam mobil sementara kopling dipindahkan ke kaki kiri. Itu kenapa hanya terlihat satu kabel di stangnya.

Jok King And Queen Untuk Bung Yang Mau Bonceng Si Nona

Lagi-lagi taampilan ini mungkin terasa aneh buat sebagian orang. Tapi hal ini umum untuk retro 70-an terlebih lagi tamilan chopper dan bobber di jepang. Rangka tetap menggunakan sudut aslinya. Hasilnya motor terlihat seperti mendongak karena shock depan springer yang panjang. Setang bukan menganut ape hanger melainkan sudut yang lebih sempit. Sementara knalpot dibuat super panjang dengan tekukan yang ekstrem ke arah atas. Paling istimewa adalah jok yang kali ini menganut queen and king ala jadul. Dipastikan bisa mengangkut si nona ke mana saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Tak Tampil Slebor Meski Memilih Naik Motor

Meski mobil menawarkan kenyamanan lebih, namun sebagian pria tetap memilih motor sebagai kendaraannya. Alasannya beragam, mulai dari sesederhana menghindari jalanan macet atau memang hobby menggunakan motor.

Masalahnya banyak yang terkesan ala kadarnya dalam berpenampilan ketika menggunakan motor. Malah sering ada yang salah kaprah menyamakan kegiatan berkendara menggunakan mobil dengan motor. Padahal beberapa hal harus diperhatikan jika kita memilih untuk menggunakan motor.

Naik motor pakai baju apa?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menjawab pertanyaan sebelumnya. Kita naik motor untuk apa? Sekedar hobby di weekend atau kendaraan rutin untuk menemani kerja? Karena banyak yang salah kaprah memilih pakaian untuk naik motor.

Referensi yang digunakan adalah pengguna motor di luar negeri. Sayangnya tidak semua fashion cocok diaplikasikan di Indonesia. Apalagi jika kita menggunakan motor untuk beraktivitas sehari-hari.

Di negara-negara sub tropis banyak pengendara motor tidak menggunakan jaket. Mereka hanya berbalut kaos oblong dan jeans. Atau misalnya untuk para scooteris italia yang berpakaian rapi kemudian hanya menyematkan rompi minim di luar pakaiannya.

Masalahnya situasi dan kondisi jauh berbeda di Indonesia. Sebagai negara tropis kita punya suhu mencapai kisaran 37 derajat celcius. Sangat konyol jika kita naik motor di udara terbuka hanya bermodalkan kaos lengan pendek.

Situasinya bertambah rumit ketika di daerah perkotaan. Meski gesit, tak jarang pengendara motor juga tetap harus berjibaku dengan kemacetan. Pertarungan ini masih diperparah dengan tingkat polusi yang gila-gilaan. Maklum saja bus umum dan angkot yang tidak terawat masih bebas berkeliaran membuang asap hitam knalpotnya.

Karena itu jaket adalah asesoris wajib jika memilih untuk naik motor. Setidaknya kulit tidak akan gosong dan perih terbakar matahari. Selain itu Jaket juga berfungsi untuk melindungi pakaian kita dari bau asap knalpot yang menyengat. Boleh saja motor oke, dandanan pun asik tanpa dihiasi jaket, tapi apa gunanya ketika bertemu klien baju kita ternyata bau knalpot?

Helm keren itu yang seperti apa?

Helm bukan lagi sekedar pelindung kepala. Ia sudah menjelma menjadi salah satu aksesoris fashion di kalangan pengguna motor. Tapi dengan alasan yang sama seperti di atas kita harus cermat dalam memilih helm.

Mungkin tidak masalah jika rooling thunder menggunakan motor kesayangan di weekend kita menggunakan helm half face tanpa penutup. Tapi jangan coba-coba menggunakan helm favorit biker cafe racer ini anda gunakan beraktivitas sehari-hari.

Sekali lagi, ini negara tropis banyak debu dan asap knalpot. Dijamin muka langsung menghitam jika berjibaku langsung tanpa penghalang kaca di helm. Lagi pula dengan kondisi mayoritas jalanan Indonesia yang masih belum terawat, menggunakan helm tanpa penutup bisa mengundang bahaya. Tak terbayang batu krikil terlontar langsung ke muka kita dalam kecepatan tinggi.

Hal penting lainnya adalah siapkan minimal dua helm untuk dipakai bergantian setiap hari. Keringat dari kepala yang bersarang di helm bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Karena itu kita harus punya jadwal harian untuk menjemur bagian dalam helm diterik matahari. Jika anda pengguna motor harian, langkah ini hanya mungkin dilakukan jika anda punya dua helm kan?

Pilih motor sesuai fisik

Tidak akan terlihat perbedaanya ketika kita menyetir mobil ferarri yang super pendek dengan mobil off road yang jangkung. Maklum saja kita berada dalam kerangkeng body mobil. Paling banter orang hanya bisa mengintip dari balik jendela.

Beda cerita dengan motor. Semua fisik kita akan dengan bebas dipertontonkan di jalanan. Sayangnya banyak pria yang tidak sadar diri dengan kondisi fisik. Akan aneh terlihatnya jika fisik mungil tapi memaksakan naik motor bongsor.

Tapi sebaliknya, banyak juga pria berfisik besar yang terkesan memaksakan menggunakan motor matic yang diperuntukan bagi konsumen wanita. Hal ini diperparah dengan pilihan warna atau grafis yang terlalu manis untuk fisik sang pengendara.

Karena itu pilihlah kendaraan yang sesuai dengan fisik kita. Salah satu yang pantas dilirik adalah All New Satria F150. Modelnya yang hyperunderbone terlihat ramping namun tanpa meninggalkan kesan laki-laki.

Gaharnya tampilan ini ditunjang juga dengan tampilan mesin tegak berpendingin air. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve. Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Apalagi All New Satria F150, tampil dengan grafis tampilan baru. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Untuk Bung yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa dijadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Ditambah lagi ada dua warna spesial, yang juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin Bung tunjukkan.

Jas Hujan Itu Harus

Selain panas matahari, kendala yang harus dihadapi pengendara motor di Indonesia adalah hujan. Dan seiring berjalannya waktu keadaan cuaca agak sulit untuk diprediksi. Karena itu menyediakan rain coat atau jas hujan adalah sebuah keharusan.

Jangan sampai kita terlambat tiba ditujuan hanya karena harus berteduh dari hujan. Atau untuk mengejar waktu kita memaksakan menembus hujan dan tampil basah kuyup dilokasi aktivitas.

Hal penting yang patut diperhatikan adalah jangan membeli dan menggunakan jas hujan yang hanya berbentuk ponco. Pertama, jenis ini tidak melindungi kita sepenuhnya dari terpaan air hujan. Kita masih bisa basah terutama untuk di bagian kaki. Kedua, jas hujan jenis ini sudah banyak memakan korban jiwa. Bentuknya yang memanjang dan menjulur ke bawah riskan untuk terlilit di roda motor.

Sedikit informasi, di beberapa minimarket dijual jas hujan berbahan plastik. Bentuknya tidak lebih tebal dari buku tulis anak sekolah dasar. Sangat cocok untuk diselipkan dibagasi motor.

Potong rambut pendek, gunakan deodoran

Sekedar saran, jika sehari-hari beraktivitas menggunakan motor maka sebaiknya rambut tdak dibiarkan panjang. Apalagi jika harus dirapikan menggunakan Gel. Karena pastinya repot harus bolak-balik membalurkan gel rambut setelah melepas helm.

Lalu untuk tetap menjaga kesegaran tubuh, usahakan menggunakan deodoran. Hal ini untuk mencegah keringat berlebih. Tentunya kita tidak mau kan muncul dengan baju yang basah oleh keringat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Uniknya KWID, Mobil 119 Jutaan Dari Renault

Sejak kemunculan beberapa waktu lalu, mobil bernama KWID ini memang mengundang rasa penasaran publik otomotif tanah air. Pasalnya dengan mengusung merk Eropa, harga yang ditawarkan termasuk kategori ekonomis. Yup, mobil satu ini bisa diboyong hanya dengan harga Rp.119.600.000,-. Namun tak cuma harga bersaing yang bikin KWID layak dilirik, ada sejumlah hal menarik yang membuat KWID layak untuk dijadikan kendaraan terbaru.

Meski Masuk Kelas City Car, Namun KWID Justru Punya Tampilan SUV

Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain unik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Interiornya Canggih Dengan Rasa Eropa

Masuk ke bagian interior, Renault KWID ini memang tergolong lapang. Renault juga menyajikan ruang bagasi yang cukup luas dengan kapasitas 300 liter. Dengan mengatur konfigurasi kursi kapasitas bagasinya bahkan bisa ditingkatkan hingga 1.115 liter.

Beralih ke dashboard Renault KWID bahkan sudah dibekali dengan digital instrument cluster. Instrument cluster itu menyajikan informasi yang lengkap mulai dari kecepatan (speedometer), odometer, trip meter, rata-rata konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar realtime, hingga kecepatan rata-rata yang telah ditempuh sejak terakhir di-reset.

Ada beberapa sentuhan Eropa pada Renault KWID. Beberapa di antaranya adalah tombol pengatur power window dan pengunci pintu central yang ada di bagian tengah dekat dengan tombol lampu hazard.

Harga Boleh 100 Jutaan, Tapi Fiturnya Sudah Canggih

Interior yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Perangkat head unit yang merupakan pertama di kelasnya ini, memiliki fitur lengkap seperti radio, musik menggunakan USB maupun AUX, dan juga telah dilengkapi dengan Bluetooth telephony system.

Perangkat tersebut juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock, lampu sein dengan satu sentuhan untuk berpindah lajur serta lampu kabut. Dan untuk pertama di kelasnya juga, Renault KWID memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Dapur Pacunya Cukup Bertenaga Namun Irit

Renault KWID mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder yang dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan. Hasilnya mobil ini bisa menyemburkan tenaga maksimal sebesar 68 PS pada putaran 5.500 rpm dan maksimal torsi sebesar 91 Nm pada putaran 4.250 rpm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg. Selain performa, penggunaan bahan bakar Renault Kwid lebih efisien dengan teknologi mesin berupa Smart Control Efficiency (SCe).

Sisi Kenyamanan Juga Sangat Khas Renault

Produsen mobil asal Perancis ini memang dikenal dengan kenyamanannya. Tak terkecuali juga dengan Renault KWID. Kualitas bantingan suspensi Renault KWID menjadi salah satu keunggulan dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault KWID ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.

Kombinasi keunggulan-keunggulan teknis dan fitur-fitur canggih di atas membuat Renault KWID pantas dipertimbangaan untuk kendaraan pilihan kaum urban. Apalagi harganya yang bersaing jadi penggoda paling utama bukan?

Agar Tak Penasaran Bisa Coba Jajal Langsung KWID

Nah, daripada sekedar baca Bung bisa jajal langsung si Renault KWID ini. Karena saat ini Renault menggandeng Gen FM untuk mengadakan acara test drive Renault KWID untuk yang tinggal di seputaran Jabodetabek. Bung bisa menyambangi acara tersebut sesuai jadwal berikut:

Sabtu, 25 Nov 2017 : Taman Jajan Bintaro
Jumat, 01 Des 2017 : Food Court Teng go Cibubur
Sabtu, 02 Des 2017 : Warung Upnormal Cinere
Jumat, 08 Des 2017 : Plaza Festival Kuningan
Sabtu, 09 Des 2017 : Bebek Kaleyo Harapan Indah (Bekasi)

Pada acara yang berlangsung pukul 17.00 – 22.00 wib ini, mereka yang telah test drive dan berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Renault KWID berkesempatan untuk mendapatkan hadiah uang tunai dan merchandise dari Renault.

Jadi kapan lagi test drive sambil seru-seruan ikut quiz bukan? Untuk info lebih jelasnya bisa pantau sosial media Renault @Renault_ID

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Tak Tampil Slebor Meski Memilih Naik Motor

Meski mobil menawarkan kenyamanan lebih, namun sebagian pria tetap memilih motor sebagai kendaraannya. Alasannya beragam, mulai dari sesederhana menghindari jalanan macet atau memang hobby menggunakan motor.

Masalahnya banyak yang terkesan ala kadarnya dalam berpenampilan ketika menggunakan motor. Malah sering ada yang salah kaprah menyamakan kegiatan berkendara menggunakan mobil dengan motor. Padahal beberapa hal harus diperhatikan jika kita memilih untuk menggunakan motor.

Naik motor pakai baju apa?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menjawab pertanyaan sebelumnya. Kita naik motor untuk apa? Sekedar hobby di weekend atau kendaraan rutin untuk menemani kerja? Karena banyak yang salah kaprah memilih pakaian untuk naik motor.

Referensi yang digunakan adalah pengguna motor di luar negeri. Sayangnya tidak semua fashion cocok diaplikasikan di Indonesia. Apalagi jika kita menggunakan motor untuk beraktivitas sehari-hari.

Di negara-negara sub tropis banyak pengendara motor tidak menggunakan jaket. Mereka hanya berbalut kaos oblong dan jeans. Atau misalnya untuk para scooteris italia yang berpakaian rapi kemudian hanya menyematkan rompi minim di luar pakaiannya.

Masalahnya situasi dan kondisi jauh berbeda di Indonesia. Sebagai negara tropis kita punya suhu mencapai kisaran 37 derajat celcius. Sangat konyol jika kita naik motor di udara terbuka hanya bermodalkan kaos lengan pendek.

Situasinya bertambah rumit ketika di daerah perkotaan. Meski gesit, tak jarang pengendara motor juga tetap harus berjibaku dengan kemacetan. Pertarungan ini masih diperparah dengan tingkat polusi yang gila-gilaan. Maklum saja bus umum dan angkot yang tidak terawat masih bebas berkeliaran membuang asap hitam knalpotnya.

Karena itu jaket adalah asesoris wajib jika memilih untuk naik motor. Setidaknya kulit tidak akan gosong dan perih terbakar matahari. Selain itu Jaket juga berfungsi untuk melindungi pakaian kita dari bau asap knalpot yang menyengat. Boleh saja motor oke, dandanan pun asik tanpa dihiasi jaket, tapi apa gunanya ketika bertemu klien baju kita ternyata bau knalpot?

Helm keren itu yang seperti apa?

Helm bukan lagi sekedar pelindung kepala. Ia sudah menjelma menjadi salah satu aksesoris fashion di kalangan pengguna motor. Tapi dengan alasan yang sama seperti di atas kita harus cermat dalam memilih helm.

Mungkin tidak masalah jika rooling thunder menggunakan motor kesayangan di weekend kita menggunakan helm half face tanpa penutup. Tapi jangan coba-coba menggunakan helm favorit biker cafe racer ini anda gunakan beraktivitas sehari-hari.

Sekali lagi, ini negara tropis banyak debu dan asap knalpot. Dijamin muka langsung menghitam jika berjibaku langsung tanpa penghalang kaca di helm. Lagi pula dengan kondisi mayoritas jalanan Indonesia yang masih belum terawat, menggunakan helm tanpa penutup bisa mengundang bahaya. Tak terbayang batu krikil terlontar langsung ke muka kita dalam kecepatan tinggi.

Hal penting lainnya adalah siapkan minimal dua helm untuk dipakai bergantian setiap hari. Keringat dari kepala yang bersarang di helm bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Karena itu kita harus punya jadwal harian untuk menjemur bagian dalam helm diterik matahari. Jika anda pengguna motor harian, langkah ini hanya mungkin dilakukan jika anda punya dua helm kan?

Pilih motor sesuai fisik

Tidak akan terlihat perbedaanya ketika kita menyetir mobil ferarri yang super pendek dengan mobil off road yang jangkung. Maklum saja kita berada dalam kerangkeng body mobil. Paling banter orang hanya bisa mengintip dari balik jendela.

Beda cerita dengan motor. Semua fisik kita akan dengan bebas dipertontonkan di jalanan. Sayangnya banyak pria yang tidak sadar diri dengan kondisi fisik. Akan aneh terlihatnya jika fisik mungil tapi memaksakan naik motor bongsor.

Tapi sebaliknya, banyak juga pria berfisik besar yang terkesan memaksakan menggunakan motor matic yang diperuntukan bagi konsumen wanita. Hal ini diperparah dengan pilihan warna atau grafis yang terlalu manis untuk fisik sang pengendara.

Karena itu pilihlah kendaraan yang sesuai dengan fisik kita. Salah satu yang pantas dilirik adalah All New Satria F150. Modelnya yang hyperunderbone terlihat ramping namun tanpa meninggalkan kesan laki-laki.

Gaharnya tampilan ini ditunjang juga dengan tampilan mesin tegak berpendingin air. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve. Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Apalagi All New Satria F150, tampil dengan grafis tampilan baru. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Untuk Bung yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa dijadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Ditambah lagi ada dua warna spesial, yang juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin Bung tunjukkan.

Jas Hujan Itu Harus

Selain panas matahari, kendala yang harus dihadapi pengendara motor di Indonesia adalah hujan. Dan seiring berjalannya waktu keadaan cuaca agak sulit untuk diprediksi. Karena itu menyediakan rain coat atau jas hujan adalah sebuah keharusan.

Jangan sampai kita terlambat tiba ditujuan hanya karena harus berteduh dari hujan. Atau untuk mengejar waktu kita memaksakan menembus hujan dan tampil basah kuyup dilokasi aktivitas.

Hal penting yang patut diperhatikan adalah jangan membeli dan menggunakan jas hujan yang hanya berbentuk ponco. Pertama, jenis ini tidak melindungi kita sepenuhnya dari terpaan air hujan. Kita masih bisa basah terutama untuk di bagian kaki. Kedua, jas hujan jenis ini sudah banyak memakan korban jiwa. Bentuknya yang memanjang dan menjulur ke bawah riskan untuk terlilit di roda motor.

Sedikit informasi, di beberapa minimarket dijual jas hujan berbahan plastik. Bentuknya tidak lebih tebal dari buku tulis anak sekolah dasar. Sangat cocok untuk diselipkan dibagasi motor.

Potong rambut pendek, gunakan deodoran

Sekedar saran, jika sehari-hari beraktivitas menggunakan motor maka sebaiknya rambut tdak dibiarkan panjang. Apalagi jika harus dirapikan menggunakan Gel. Karena pastinya repot harus bolak-balik membalurkan gel rambut setelah melepas helm.

Lalu untuk tetap menjaga kesegaran tubuh, usahakan menggunakan deodoran. Hal ini untuk mencegah keringat berlebih. Tentunya kita tidak mau kan muncul dengan baju yang basah oleh keringat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Evolusi Panjang Si Motor Bebek Paling Membahagiakan

Berdasarkan survei “Indeks Kebahagiaan Berkendara” yang digelar OTOMOTIFNET.COM, Suzuki Satria F150 ditempatkan sebagai motor bebek 150cc paling membahagiakan saat dikendarai. Wajar jika motor satu ini meraih penghargaan tersebut. Karena sejak kelahirannya, Satria memang terus melakukan evolusi untuk mengikuti tuntutan konsumen dan perkembangan jaman.

Motor yang masuk kelas hyper underbone ini memang bisa dibilang pionir dalam beberapa bidang. Meski masuk kelas bebek, namun satria boleh bilang jadi salah satu idaman yang dilirik para kaum adam. Yuk kita simak perkembangan Satria dari jaman ke jaman.

Satria 120S 1997 – 1999, Pionir Mesin Tegak

Yup, pada masa itu Suzuki menamai varian sang kuda besi dengan nama Satria 120S. Berbeda dengan motor bebek kebanyakan yang beredar di tahun itu. Satria menjadi satu-satunya motor bebek yang menggunakan mesin berkonfigurasi tegak. Tepatnya tegak 50 derajat berkapasitas 120cc 2 tak.

Mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 13 DK yang disalurkan melalui transmisi 5 kecepatan. Rangkanya menganut SCAF dengan suspensi sudah mengadopsi tipe monoshock. Dengan model yang sangat berbeda dari motor bebek kebanyakan, Satria bisa langsung mencuri perhatian pecinta otomotif.

Satria 120R 1998, Penyempurnaan Transmisi 6 Percepatan

Hanya berselang setahun setelah satria 120S, Pabrikan motor suzuki kembali meluncurkan satria tipe baru dengan embel-embel 120R. Ini merepukan versi penyempurnaan dari sebelumnya. Transmisinya menjadi bertambah dari 5 ke 6 percepatan. Dengan menggunakan kopling tangan perpindahan giginya juga berkonfigurasi seperti motor sport. Gigi 1 ke depan dan gigi 2 sampai 6 ke belakang.

Suzuki Satria 120 LSCM 2004-2005 Dominasi Tampilan Yang Makin Sporty

Di versi ketiga ini terjadi perubahan besar. Didatangkan langsung dari malaysia, tampilan Satria berubah total. Penampilan bodynya lebih membulat dengan lampu depan yang meruncing dan terlihat agresif. Wajar jika kemudian pecinta otomotif menyebut seri ini dengan nama Staria Hiu sesuai tampilannya.

Suzuki Satria F150 2004 Kembali Merajai Di Era 4 Tak

Di tahun 2000-an motor bermesin 2 tak agak meredup pamornya. Tak maau tinggal diam, Suzuki banting setir ke mesin 4 tak untuk mempertahankan tahta sebagai jawara motor bebek performa tinggi.

Ditunjuklah Suzuki Raider asal Thailand yang diimpor ke Indonesia untuk menyandang nama Satria F150. Menggunakan mesin 150 cc DOHC 4 katup, 6 percepatan. Terobosan lainnya adalah dengan menggunakan pendingin radiator yang belum umum ditemui di motor beebek pada era itu.

Selain nama, beda raider dan satria terletak pada fairing alias penutup mesin di bagian samping. Versi rakitan dalam negeri alias CKD sendiri baru muncul di tahun 2005. Perbedaannya dengan versi CBU, satria baru ini sudah dilengkapi stater electric.

Suzuki satria Fu 150 2008 Makin Gahar Dengan Lampu Model GSX

Selanjutnya adalah satria generasi ke enam yang di produksi PT suzuki indomobil sales . seri suzuki satria fu 150 ini terkena penyegaran yaitu dengan pembaruan desain pada headlamp alias lampu depan yang mirip dengan Suzuki GSX-R Series. Mesinnya sendiri sudah di sematkan dengan fitur Suzuki Drive Mode Switch atau lebih di kenal dengan S-DMS.

Model ini terus bertahan hingga pada tahun 2013 kembali mengalami perubahan besar. Terutama pada batok lampu yang lebih lebar. Sementara bodynya sendiri menjadi lebih ramping.

New Suzuki Satria F150 2015 Eranya EURO 3

Pada tahun 2015 silam pemerintah mengeluarkan regulasi baru dimana semua pabrikan otomotif harus membuat motor dengan standar lolos uji emisi EURO 3. Berkaca dari peraturan ini Suzuki merilis satria Fu 150 dengan mesin yang lebih ramah lingkungan tapi tetap bertenanga

Tampilannya sendiri mengalami facelift dengan sedikit perubahan yakni pada headlamp yang lebih meruncing dan terlihat padet tak melebar seperti sebelumnya. Striping baru dengan tulisan “Satria” lebih besar.Pewarnaan velg ngejreng pada versi SE ada dua warna yaitu Merah dan Gold. perubahan berikutnya Terjadi pada knalpot yang lebih runcing nan mungil. Ouh iya, pengapian juga di update sobs, terbukti dengan hadirnya CDI baru.

All New Suzuki Satria F150 Injeksi (Fi)

Tipe ini lah yang kemarin kembali berhasil terpilih sebagai motor bebek paling membahagiakan hasil survey Indeks kebahagiaan Tabloid otomotif. Salah satu sumber kebahagian ini karena pengendara Satria F150 dapat mengoptimalkan performa setiap fiturnya dengan mudah saat mengendarai Satria F150 yang diklaim sebagai motor bebek tercepat di kelasnya. Hal ini dimungkinkan karena semburan tenaga motor ini bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Tentunya kebahagian ini bisa bertambah karena di varian All new Satria punya 3 warna baru untuk memenuhi gaya hidup anak muda masa kini mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black.

Ditambah lagi 2 warna spesial berikutnya ini juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan penggunanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Pilihan Motor Retro Yang Tak Bikin Kantong Bolong

Ketika banyak orang memuja kecanggihan dan modernitas, sebagian dari Bung justru tergila-gila dengan romansa masa lalu. Selera itu kemudian tercermin dari pilihan motor idaman. Model retro nan klasik akhirnya menjadi tunggangan yang diimpi-impikan.

Masalahnya hidup juga harus realistis. Membeli dan memodifikasi kendaraan tua mungkin memang opsi ideal dan menarik. Namun, menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari jelas bukan pilihan yang menarik. Maklum setelah dimakan usia pastinya ada saja kendala yaang mungkin akan ditemui ketika motor tua digunakan di jalan. Apalagi kalau motor itu akan digunakan sebagai kendaraan sehari-hari. Pastinya cukup repot kalau tiap hari melulu harus stel platina yang bergeser.

Buat yang berkocek tebal, mungkin bisa langsung memuaskan hastrat punya motor retro. Karena beberapa pabrikan memang mengeluarkan tipe-tipe macam ini. Ducati misalnya punya varian Scrambler, Honda Big Wing ada Rebel 500, Triumph menawarkan bonnevile, Moto Guzzi menjual v7 cafe racer dan masih banyak opsi lainnya.

Masalahnya buat yang punya budget terbatas pastinya cuma bisa gigit jari melihat pilihan motor di atas. Maklum harganya yang masuk di kategori ratusan juta pastinya butuh pemikiran panjang sebelum memutuskan untuk memboyongnya ke rumah.

Tapi tenang Bung, karena belakangan beberapa produsen motor berbaik hati kepada mereka yang punya kondisi keuangan minimalis. Karena mereka mulai mengeluarkan varian retro yang masih ramah di kantong. Dan dengan pilihan harga macam itu, rasanya motor-motor ini masih bisa digunakan untuk pemakaian harian.

Royal Enfield Bullet 350, Harga Murah Dapat Moge

Bicara soal retro Royal Enfield mungkin memang jadi salah satu pionir sejak hadir di tanah air. Dengan membawa embel-embel “motor inggris” motor yang biasa disapa RE, ini memang menawarkan tampilan yang sangat klasik.

Kalau belum pernah melihat langsung, mungkin bisa membayangkan tampilan BMW R24, AJS, BSA keluaran jadul.Teknologi mesin yang diusungnya pun serupa di jaman itu. Namun jangan khawatir sejumlah upgrade kekinian sudah dilakukan.

Tapi toh dari sekian banyak pilihan Enfield memang tak bisa dibilang murah. Apalagi untuk yang berkapasitas mesin 500 cc. Harganya mepet ke 100 juta bahkan tipe continental GT cafe racer mencapai 150 juta lebih.

Namun Bung jangan khawatir ada satu tipe yang bisa dibilang sedikit ramah di kanotong yaitu RE Bullet 350. Dilepas secara off the road dengan harga 54 juta rupiah. Coba bayangkan tampilan retro, motor baru bebas masalah, plus bonusnya mesin sudah berkapasitas gambot 350 cc.

Cleaveland Cyclewerk Ace, Motor Bahan Untuk Custom

Mungkin masih banyak dari Bung yang mengernyitkan dahi ketika kami menyebut motor bermerk Cleveland Cyclewerk. Kami maklum karena merk motor ini memang belum sementereng motor-motor jepang yang banyak wara-wiri di tanah air.

Tapi sejak awal 2017 lalu motor pabrikan asal Amerika Serikat ini resmi mengaspal di Indonesia. Mengambil jalur yang berbeda dengan pabrikan kebanyakan, Cleveland Cyclewerk menyasar para pengguna motor hobi dan modifikasi. Tentunya bersahabat untuk bung yang masih ingin mempersonalisasi tampilan motor dengan cara modifikasi.

Coba kita lirik salah satunya, yaitu varian Cleaveland Ace. Pada kemampuan pacu, Cleveland membekali motor ini dengan mesin tipe 4-stroke, air-cooled, dengan kapasitas 229,5cc. Bermodalkan hal tersebut, Acediklaim mampu menyemburkan tenaga 10,5 kW pada putaran 7.000 rpm.

Pilihan tampilan Ace ini beragam. Dimulai dari Ace Deluxe yang lebih classic standar, kemudian Ace Cafe yang punya buntut tawon cafe racer dan lebih pendek. Hingga tipe Ace Scrambler yang lebih tinggi dengan ban kembang tahu ala grasstrack. Harganya? VArian tersebut bermain diangka 40-an juta hingga 50-an juta.

Vespa GTS 150, Karena Skuter Juga Retro

Scooter? Ya, retro tak selalu harus motor dengan tangki di depan bukan? Karena di tahun 60-70-an juga sempat booming pemilik scooter. Vespa salah satu yang jadi ikon retro ini.

Di era modern vespa mengeluarkan banyak model yang masih mengacu pada tampilan klasik modelnya di masa lalu. Namun dari sekian banyak yang paling menarik perhatian adalah GTS 150.

Yup, dengan model kotak dan gambot, GTS 150 mengingatkan kita pada motor pak guru kita di masa lalu.

Motor klasik yang lahir di negeri pizza ini, jadi deretan motor lain yang mungkin bisa bung pertimbangkan lagi. Hadir pada tahun 2014 lalu, motor garapan Piaggio ini nampaknya jadi primadona yang cukup menarik hati para pecinta motor klasik.

Bagaimana tidak, dari segi desain bung akan dimanjakan dengan tampilan klasik retro yang dipadukan dengan konsep modern ala sekuter yang seimbang. Tak sampai disitu saja, performa Vespa GTS Super 150 pun cukup handal berkat mesin berkapasitas 154.8 cc dengan 4 klep yang akan menunjang kemampuannya kian handal. Bagi bung yang memang telah menambatkan hati pada Vespa GTS 150 ini, harga 39,8 juta rupiah tentu tak terlalu mahal sebenarnya.

Kawasaki W175, Pilihan Paling Murah Tapi Ciamik

Nah ini, yang baru-baru ini bikin ngiler. Selama ini mungkin Bung penggila retro cuma bisa gigit jari melihat manisnya W800 yang mencapai 250 juta atau Estrella 250 yang mencapai 79 jutaan. Menjawab kebutuhan tersebut Kawassaki mengeluarkan varian W175.

Boleh lah dibilang ini versi pahe dari W800 dan Estrella 250. Tapi bukan karena pahe lantas tampilan tak oke. Meski menjadi yang paling kecil dari W Series lainnya, faktanya W175 terlihat lebih stylish sebagai motor klasik yang tetap kokoh dan ideal untuk bung tunggangi.

Tampilannya bikin tangan gatal untuk mengubahnya ke bentuk cafe racer atau scrambler. Mengusung kapasitas mesin 177cc, kawasaki melepas W175 ini dengan harga 29,8 juta rupiah.

Bagaimana bung, sudah siap untuk menjatuhkan pilihan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top