Lebih Keren

Ketidaksuburan Laki-Laki Dapat Dipantau Lewat Ciri-Ciri Fisik Lho

Masalah kesuburan tidak hanya menjadi masalah perempuan saja, namun laki-laki pun juga. Ketidaksuburan adalah suatu ketakutan tersendiri lantaran merasa tidak layak sebagai pejantan atau yang membuahi. Alangkah baiknya untuk mengetahui apakah bung memiliki masalah dalam kesuburan atau tidak, tepatnya lakukan pengecekan ke dokter dengan pemeriksaan sperma. Karena tidak memiliki keturunan yang diakibatkan oleh laki-laki yang tak bisa membuahi adalah tekanan tersendiri.

Di sisi lain, Popular-world.com melansir bahwa untuk mengecek apakah laki-laki itu memiliki masalah kesuburan dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. Hal ini ditengarai dapat dilihat dari beberapa hal yang tidak hanya terlihat oleh mata saja, namun dari hal-hal yang dirasakan oleh pribadi si laki-laki itu sendiri. Kira-kira ciri fisik apa saja yang dialami oleh seseorang yang memiliki masalah kesuburan?

Volume Air Mani yang Rendah

Risiko masalah kesuburan otomatis berkaitan dengan volume air mani yang rendah. Rendahnya volume manis bisa menjadi indikator jumlah sel sperma yang terkandung. Karena sperma-lah yang akan membuahi ovarium sehingga menghasilkan janin. Maka dari itu bung, semakin rendah volume mani, semakin sedikit jumlah sperma yang ada, semakin tinggi pula risiko adanya masalah kesuburan.

Terasa Nyeri Saat Berejakulasi

Saat berajakulasi sangat tidak mungkin untuk merasakan rasa nyeri. Apabila seorang laki-laki merasa nyeri yang terjadi saat ejakulasi itu menandakan adanya ganggua pada prostat dan orang lain di area penis. Rasa nyeri ini sendiri, menandakan kalau bung mengalami masalah terkait dengan kesuburan.

Fungsi Seksual yang Menurun

Hal ini bisa terjadi karena terdapat masalah pada hormon testosteron. Fungsi seksual menurun pada lelaki bisa diketahui dengan suit mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Saat fungsi seksual menurun, diyakini pula kalau ini terjadi karena ada masalah terkait dengan kesuburan.

Ukuran Testis Mengecil

Jangan bilang bung langsung mengecek ke bagian dalam celana. Namun hal ini dikatakan sebagai salah satu ciri seseorang yang tidak subur. Testis yang mengecil dan mengerus bisa menandakan adanya masalah kesuburan seperti varikokel. Apabila bung mengalami hal ini coba periksakan ke dokter.

Mengalami Kerontokan Rambut

Ketombe menyebakan seseorang rambut rontok memang benar adanya. Tetapi tidak melulu disebabkan oleh ketombe, apalagi bagi laki-laki. Karen rendahanya hormon testosteron juga bisa menyebabkan rambut mengalami kerontokan. Apabila ciri-ciri fisik ini melekat dengan dirimu, coba periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang lebih baik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Merasa Kaya Padahal Sebetulnya Kere, Ini Cirinya Bung!

Faktanya ada orang yang tak menyadari kalau mereka sebenarnya masih miskin. Bung sendiri bagaimana? Walau kaya miskin itu relatif, tapi sesungguhnya ada patokan jelas yang bisa membedakan apakah seseorang itu termasuk miskin atau tidak. Supaya tak terjebak ilusi yang membuat diri merasa kaya, coba simak beberapa cirinta berikut ini.

Bila Kehilangan Pekerjaan, Maka Tabungan Bung Tak Cukup Sebagai Biaya Hidup Setidaknya untuk 3 Bulan ke Depan

Tanda pertama kalau finansial Bung masih bermasalah adalah bila saldo tabungan Bung selama ini tak cukup untuk menopang hidup Bung selama setidaknya tiga bulan ke depan, bila Bung kehilangan pekerjaan sewaktu-waktu.

Sementara mereka yang sudah mengalami kebebasan finansial, sekalipun mendadak tak punya kerja di hari ini juga, ada dana cadangan yang sudah mereka siapkan sehingga tak perlu khawatir memakai uang tabungan. Tak banyak orang yang memikirkan soal hal ini. Ya, memang hanya orang-orang kaya yang sudah menyiapkan ‘dana darurat’ untuk kehidupan mereka.

Bung Masih Kesulitan Membayar Berbagai Macam Tagihan Pokok

Faktanya, masih ada tagihan yang perlu Bung lunasi. Entah tagihan telepon, listrik, air, dan semacamnya. Bahkan ada kalanya Bung menunda pembayarannya karena memang anggaran untuk membayar hal tersebut sedang dipakai untuk membiayai tagihan lainnya. Nah jika Bung belum bisa membayar tagihan-tagihan biaya hidup ini, maka Bung bisa dipastikan masih miskin

Saat Belanja, Bung Masih Terbuai dengan Rayuan Potongan Harga

Bung, masih sering memanfaatkan diskon atau voucher saat berbelanja? Atau masih sering terbuai diskon dan akhirnya beli barang padahal belum tentu Bung butuh barangnya juga. Terperdaya dengan diskon adalah kelemahan yang dimiliki mereka yang belum memiliki kebebasan finansial. Coba ingat lagi, kapan Bung belanja hanya karena melihat barang tersebut murah harganya?

Begini Bung, tak ada yang salah dengan memanfaatkan diskon. Tapi pola pikir ini sebaiknya segera Bung ubah bila memang mau melatih diri jadi orang sukses. Orang sukses bukan menghambur-hamburkan uang saat melihat diskon. Mereka fokus pada cara mereka menaikkan pendapatan dan memanfaatkan uang yang ada demi mendapat uang yang lebih banyak.  

Bung Masih Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Memang tak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan cepat saji. Tapi jangan lupakan urusan nutrisi apalagi makanan bernutrisi dibutuhkan tubuh setiap harinya. Nutrisi adalah bahan bakar untuk beraktivitas, Bung. Makanan cepat saji hanya mengandung sedikit nutrisi. Efeknya, kalau tubuh Bung tak sehat, maka produktivitas pun berpengaruh, bahkan Bung jadi tak fokus pada pekerjaan. Daripada biasa jajan makanan cepat saji, lebih baik latihan masak saja Bung.

Saat Orangtua Meminta Dibelikan Sesuatu, Bung Masih Pikir-pikir untuk Memenuhinya

Bukan Bung tak sayang orangtua. Tapi memang keadaan finansial yang tak mendukung ya Bung? Jauh di lubuk hati Bung tentu Bung maunya memenuhi keinginan orangtua. Tapi tak usah bersedih hati bila Bung memang harus menunda keinginan tersebut. Setidaknya, jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi agar Bung bisa memenuhi permintaan tersebut suatu hari nanti.

Di Hari-hari Tertentu, Bung Masih Kekurangan Pakaian Dalam dan Kaos Kaki

Prinsip hidup orang kaya adalah membuat diri mereka nyaman. Sudahkah Bung berpikir demikian? Urusan sederhana seperti jumlah pakaian dalam dan kaos kaki saja rasanya masih kurang ya Bung. Kebersihan dua barang ini pun masih dipertanyakan. Sementara mereka yang sudah mapan, percayalah, tak ada yang namanya membuka lemari lalu kehabisan celana dalam dan kaos kaki.

Bung Masih Belum Bisa Lepas dari Kecanduan akan Barang Tertentu

Bung, coba pikirkan lagi, apakah Bung masih memiliki kecanduan terhadap satu hal tertentu yang belum bisa dilepaskan sampai hari ini? Ini salah satu tanda Bung belum bisa masuk golongan orang kaya. Begini, orang kaya adalah orang yang suka kebebasan. Mereka tak mu dikontrol oleh sesuatu bahkan oleh orang lain. Mungkin memang setiap orang punya kesukaan terhadap sesuatu, tapi tak semuanya bisa mengatasi rasa sukanya itu agar tak jadi kecanduan.

Apapun yang sifatnya berlebihan, tak baik kan Bung? Orang yang sukses biasanya sudah memiliki pola pikir bahwa mereka sampai melakukan kesalahan yang tak seberapa tapi efeknya besar untuk hidup mereka.

Kalaupun Punya Mobil, Usianya Sudah Lebih dari 10 Tahun

Untuk urusan mobil, orang kaya mengerti kalau memiliki kendaraan dengan fitur terbaru bukan semata prestis, tapi memang sangat menguntungkan mereka karena bisa memberikan kenyamanan sekaligus menjanjikan performa yang baik. Tapi kali ini, Bung belum bisa menyamai gaya hidup mereka. Alih-alih beli mobil baru, seseorang belum bisa dikatakan kaya bila usia mobilnya sudah lebih dari sepuluh tahun.

Bung Masih Berharap Kelak ada Dana Pensiun dari Pemerintah

Orang sukses punya prinsip untuk tak berharap pada pihak manapun. Sementara orang dengan mental miskin sejatinya selalu berharap datangnya bantuan dari orang lain demi melepaskan diri dari jerat masalah finansial yang menderanya.

Contoh nyatanya, bila Bung masih berharap di masa pensiun kelak ada dana pensiunan atau pemerintah yang mau memberi tunjangan pensiun, berarti Bung masih belum bisa dikategorikan sebagai golongan orang kaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Ironisnya ya Bung, segelintir orang menolak fakta kalau memang harta mereka belum seberapa. Alih-alih memperbaiki kasta, ada yang memilih masuk golongan pura-pura kaya. Mereka menghidupi imajinasi dengan banyak sesumbar. Kalau Bung jeli, mudah sekali mengenali tipikal orang yang demikian. Salah satunya tentu, dia kelihatan banyak bicara padahal tak punya apa-apa.

Orang yang Ngaku Kaya, Memuja Merek Setinggi Langit Bukan Karena Kualitas

Ya, mereka lebih peduli pada imej yang dimiliki merk tersebut. Katakanlah sebuah sepatu dengan merk terkenal. Mereka yang ingin terlihat kaya akan menjadikan merk tersebut sebagai ‘tameng’. Alih-alih memahami kualitas dan mengutamakan kenyamanan, golongan orang-orang ini justru jumawa karena sudah ‘sanggup membeli’. Tujuannya, tentu berharap dapat afirmasi dari sekelilingnya atas kesanggupannya itu.

Nah, untuk golongan yang benar-benar kaya, ihwal merk adalah urusan kesekian. Yang penting, barang  tersebut berkualitas dan nyaman dipakai. Itulah kenapa beberapa barang dengan merk kelas atas justru kelihatan memiliki tampilan yang membosankan dan itu-itu saja.

Merek pengenalnya biasanya hanya tampil kecil nan tersembunyi. Ini karena para produsen mengerti pasar. Mereka hanya akan memproduksi barang untuk kalangan sendiri yang tak akan dipahami oleh golongan yang hanya mengglorifikasi sebuah merk.

Ngaku Kenal dengan Banyak Orang Besar Demi Terlihat Gahar

Bung pernah kan ketemu dengan orang-orang semacam ini? Mereka entah kenapa suka dan piawai sekali membangun cerita seolah-olah mereka kenal akrab dengan orang besar seperti pejabat atau selebritis. Padahal kita sama-sama tahu ya Bung, hal tersebut hanya omong kosong belaka.

Percayalah, orang yang benar-benar kaya dan punya banyak koneksi hebat tak akan sesumbar mengenai teman-teman dekat mereka. Buat orang kaya betulan, privasi justru nomor satu.

Entah Mengapa, Lawan Bicara Akan Mudah Bosan Berinteraksi dengan Orang yang Pura-pura Kaya

Bung, kasta mungkin bisa dimanipulasi. Tapi kelas dan perilaku tak bisa dibuat-buat. Orang yang pura-pura kaya biasanya tak disertai kemampuan yang cakap untuk membuat lawan bicara mereka percaya 100 persen dan tahan untuk berinteraksi terus dengannya. Ini karena bahasan mereka tak bisa meluas.

Mereka terjebak pada topik membangun imej kaya sehingga yang dibicarakan selalu mengenai uang dan kekayaan. Tak ada yang lebih menyenangkan selain pamer kepada lawan bicara. Padahal, orang kaya raya betulan tak akan banyak sesumbar mengenai uang yang mereka hasilkan.

Dia yang Mau Dicap Sukses, Selalu Ingin Kelihatan Punya Proyek Besar

Orang yang pura-pura sukses selalu membicarakan sesuatu besar nan potensial yang sedang ia kerjakan. Memang, mereka memiliki rencana. Hanya saja, mereka tak punya konsistensi dan disiplin diri yang tinggi. Hal ini membuat potensi nan besar itu akhirnya tak bisa membawa mereka benar-benar naik kasta. Proyek besar yang dikerjakannya sekarang tak dibarengi dengan perencanaan matang untuk jangka waktu lima sampai sepuluh tahunan.

Sementara yang benar-benar sukses biasanya adalah orang yang mau bekerja dari nol. Mereka adalah orang-orang yang punya fokus besar dan disiplin tinggi pada satu hal yang mereka kerjakan sejak lama dan tahu apa yang mereka kerjakan bahkan bisa melihat potensinya di masa mendatang. Yang membedakan orang yang suksesnya hanya pura-pura dengan yang sukses dari lama adalah konsistensi dan komitmen.

Lucunya, Mereka Tak Suka Bila Merasa Tersaingi

Bung, coba perhatikan. Orang yang pura-pura kaya biasanya ekspresinya berubah bila bertemu dengan orang yang jauh lebih kaya pengalaman dan sudah merasakan asam garam. Dalam sebuah percakapan, orang yang pura-pura kaya cenderung ingin terus menerus menguasai percakapan dan berusaha mengembalikan suasana agar topik dan arah pembicaraan kembali berbicara tentang kehebatannya.

Sementara mereka yang benar-benar kaya justru lebih sering bertanya daripada berbicara tetang diri mereka sendiri. Mereka selalu tertarik untuk mendengarkan cerita lawan bicara mereka. Jelas sekali perbedaannya, kan?

Urusaan Pekerjaan, Orang yang Pura-pura Kaya Selalu Mencari Nama yang Fancy untuk Jabatan Mereka

Memang ada beberapa pekerjaan yang sejatinya sudah punya nama pasti, namun dipercantik supaya orang lebih mengapresiasi pekerjaan atau jabatan tersebut. Nah, situasi ini yang dimanfaatkan mereka yang suka panjat sosial sekaligus ingin terlihat hebat di mata rekanannya.

Bukan hanya gelar akademik yang bisa dimanipulasi, jabatan di kantor pun dilihat semenarik mungkin supaya kelihatan ‘wah’. Kantornya memberi sebutan jabatan “sales” misalnya, maka si pura-pura kaya akan bilang jabatannya “Business Development And Relationship Maintenance Manager”

Mereka yang Pura-pura Kaya Belum Tentu Punya Banyak Tabungan

Urusan uang simpanan, ini jadi tantangan besar untuk golongan pura-pura kaya. Alih-alih mengumpulkan uang dan investasi saham, mereka memilih berinvestasi pada penampilan. Ini karena sejatinya mereka belum mengerti cara mengatur uang, yang mereka pahami hanya memakai, memakai, dan memakai, Bung.

Seiring berjalannya waktu, uang pun habis dan mereka perlu uang, maka mau tak mau berhutang. Sementara yang benar-benar kaya, urusan tabungan tak perlu ditanya.

Orang yang Benar-benar Kaya, Punya Kelasnya Tersendiri

Karena memang sudah punya ‘taste’, orang yang sudah kaya dari sananya biasanya mengerti nilai sebuah benda. Tidak hanya untuk jangka waktu sebentar, tapi beberapa waktu ke depan. Prinsip ini yang belum tentu dipahami orang yang pura-pura kaya, mereka terjebak pada tren yang berkembang dan mengikutinya.

Alih-alih menciptakan dan memili ‘taste’nya tersendiri, mereka terlalu takut untuk ketinggalan sesuatu yang sedang hits. Ya, orang dengan tipikal seperti ini bisa jadi mengidap FOMO alias Fear Of Missing Out.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jika Bung Tak Ingin Gagal Ginjal, Jauhi Rokok dan Alkohol Secara Total

Gaya hidup buruk masih jadi pemicu berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah penyakit yang memerlukan biaya tinggi, komplikasi dan membahayakan jiwa atau katastropik. Kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat semacam merokok dan alkohol sudah meliputi sebagian orang zaman sekarang. Apabila dipertahankan mungkin tidak dirasakan sekarang tetapi baru berimbas 5 atau 10 tahun kemudian.

Coba lihat orang yang sudah terkena penyakit jantung atau gagal ginjal, pasti riwayat hidupnya 5 atau 10 tahun kebelakang sangat buruk. Merokok, mengonsumsi alkohol dan kurang berolahraga. Setidaknya olahraga minimal 30 menit sehari, lima kali dalam seminggu,” ujar dr. Cut Putri Arianie, MHKes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dalam acara World Kidney Day 2019 yang dihelat di Hotel JS Luwansa pada 13 Maret 2019 sekaligus memperingati hari ginjal sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Maret 2019.

Gangguan ginjal akibat rokok memang ada bahkan secara statistik juga tertulis. Seperti National Kidney Foundation melalui situsnya menyatakan kalau rokok dapat merusak ginjal karena dapat mengganggu obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Tekanan darah yang tidak terkontrol menjadi penyebab utama penyakit ginjal timbul. Tidak sampai di situ saja bung, rokok juga memperlambat aliran darah ke organ-organ vital seperti ginjal sampai memperburuk penyakit ginjal yang sudah ada.

Menjaga tubuh tidak dehidrasi juga penting dilakukan. Dengan kata lain menjaga tubuh tetap terhidrasi baik dengan minum air putih yang cukup. Selain rokok, alkohol juga menjadi penyebab gagal ginjal timbul di tubuh seseorang. Untuk itu gaya hidup yang buruk harus dirubah dari sekarang.

Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol dan malas berolahraga, mungkin sudah menjadi satu paket buruk yang mendekam di tubuh seseorang. Lantas apabila bung bertanya, harus dari bagian mana dulu yang saya harus berhenti? sebenarnya tidak ada jawabannya. Karena ini balik lagi kepada keinginan seseorang untuk merubah gaya hidupnya. Bisa mulai dari rokok, atau mulai rajin berolahraga, atau memulai mengurangi ketiganya. Karena menurut dr. Cut Putri, tidak ada literasi yang membahas akan hal tersebut.

Tidak ada literasi tentang gaya hidup mana dulu yang bisa dicegah secara teoritis. Kenapa? karena itu tergantung personality setiap orang. Tergantung juga pada mood masing-masing. Selebihnya, faktor kondisi dan lingkungan juga mempengaruhi apakah orang tersebut bisa berubah atau tidak,” ungkapnya.

Penyakit gagal ginjal menjadi penyakit yang harus dicegah dan diperhatikan. Karena penyakit ini terus meningkat tiap tahunnya. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan kalau persentase Penyakit Ginjal Kronis (PGK) masih tinggi yaitu sebesar 3,8% dengan kenaikan sebesar 1,8 % dari tahun 2013. Beban negara paling besar pun dari PGK, data Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) di tahun 2017 menunjukkan daru 3.657.691 prosesudr dialisis mampu memakan total biaya sebesar 3,1 triliun rupiah!

Faktor risiko PGK pun timbul mulai dari diabetes, hipertensi, obesitas, glomerulonefritis, penyakit autoimun, merokok dan lain-lain. Penyebab terbanyak terkait gagal ginjal di Indonesia adalah hipertensi 36% dan diabetes 29%. Maka dari itu bung harus mulai mencegah penyakit gagal ginjal dari sekarang. Dengan makan makanan sehat, memperbanya konsumsi sayur dan buah, menjaga berat badan serta mengurangi konsumsi garam (makanan ringan dan lain-lain).

Jadi, sudah siap untuk jauhi gaya hidup buruk bung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top