Sport

Kepergiannya Tak Diduga, Mungkinkah Ada Kandidat yang Dapat Menggantikannya?

Pelatih yang Berpengalaman Dari Daratan Spanyol yang Kerap Meracik Medioker

Sejak tahun 1997 Marcelino sudah membukuhkan namanya sebagai pelatih. Ia pernah menangani Villareal dari tahun 2013 sampai 2016 dan mampu membawa tim tersebut bertengger di posisi ketiga. Di kelas Eropa, ia pernah membawa Villareal menjadi semifinalis pada musim 2015/2016. Kini dirinya sedang melatih Valencia dan tren positifnya terus berlanjut hingga sekarang. Tak salah sebenarnya kalau sesekali Real Madrid memberikan kursi pelatih kepada orang yang berpengalaman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Luis Milla Resmi Berpisah dengan Indonesia dan Kritikan Pedas Diarahkan Kepada PSSI dan Kolega

Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya, karena tak lagi melanjutkan karier melatih di Indonesia. Proyek satu setengah tahun ini telah berakhir,” ucap Luis Milla.

Setelah satu setengah tahun bersama timnas Indonesia, pelatih sekaliber Luis Milla harus berpisah dengan Indonesia. Pelatih berpaspor Spanyol resmi tak menangani lagi Evan Dimas cs, ucapan perpisahan diunggah lewat akun Instagram pribadinya. Unggahan Milla terkait apa yang ia rasakan selama melatih Indonesia diluapkan di Instagram setelah PSSI mengangkat pemain jebolan primavera Bima Sakti sebagai pelatih timnas Indonesia.

Adapun pengangkatan Bima Sakti dianggap sebagai pilihan yang tepat untuk menggantikan Luis Milla. Sebelumnya, Luis Milla juga dipastikan tak lagi menangani timnas Indonesia karena terkait kontrak yang memang habis selepas memimpin Indonesia di Asian Games 2018. Terkait apakah ia dilanjutkan atau diputus memang menjadi misteri saat itu, dan banyak publik berharap untuk Milla tetap menjadi pelatih Indonesia. Tapi jawaban itu sudah terlihat bahwa Luis Milla tak lagi berada di Indonesia. Tetapi tak hanya ucapan perpisahan saja yang disampaikan Luis Milla tetapi kekecewaan terhadap manajemen PSSI juga diungkapkan di unggahan.

Terlepas dari manajemen yang buruk, pelanggaran kontrak yang terus terjadi, dan ketidakprofesionalan para pemimpin selama 10 bulan terakhir, saya pergi dengan meninggalkan hasil pekerjaan yang bagus,” pungkas Milla masih di akun Instagramnya.

View this post on Instagram

Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! 🇮🇩 . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! 🇮🇩 . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.

A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Timas U-19 Masih Memiliki Peluang, Asalkan Salah Satu dari Tiga Skenario Ini Berjalan

Garuda muda harus melaokoni laga sengit dan penuh drama ketika menghadapi Qatar dalam lanjutan laga Piala Asia U-19 di yang diselenggarakan di Indonesia. Di penutup babak pertama, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan harus tertinggal 4-1. Kemudian di babak kedua Qatar terus menggempur dengan menggandakan pundi-pundi gol membuat skor telak 6-1.

Tetapi Garuda muda tidak menyerah begitu saja meskipun memilukan apabila melihat papan skor. Lewat Rivaldo Ferre dan Saddil Ramdhani Indonesia mampu membuat kedudukan menjadi 6-5, sayang tidak ada lagi gol yang mampu diciptakan Indonesia sehingga skor pun ditutup dengan keunggulan bagi Qatar. Lewat hasil ini Indonesia masih berpeluang untuk lolos dengan tiga skenario, yang mana bisa saja terjadi asalkan Indonesia tidak kalah dari Uni Emirat Arab di laga terakhir.

Skenario Pertama Jika Qatar tumbang dari Taiwan, Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang dengan UEA. Skenario kedua jika Qatar dan Taiwan bermain seri Indonesia harus mampu unggul melawan UEA karena hasil imbang dapat membuat garuda muda tersingkir karena kalah head to head dari Qatar.  Skenario terakhir apabila Qatar Menang, Indonesia pun juga harus menang dengan itu Indonesia, Qatar dan UEA akan mengoleksi poin sama yakni 6 poin. Klasemen pun bakal ditentukan dengan selisih gol diantara ketiga tim. Dengan dua tim agregat terbaik akan melaju ke perempat final.

Untuk itu Egy cs harus mampu membuat gol sebanyak mungkin ke gawang UEA dan berharap Taiwan mampu menghalai Qatar untuk mencetak gol. Hasil ini bukan tidak mungkin, karena apapun bisa terjadi di sepakbola, bukan begitu bung? usai laga tersebut seleisuh atau agregat gol ketiga tim tersebut antara lain UEA (+8 gol), Qatar (0), Indonesia (+1).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Setidaknya Pemain Asia Tenggara Pernah Ada yang Bertengger di Eropa!

Menjadi pesepakbola otomatis memiliki mimpi untuk memperkuat tim besar di Eropa, pasti bung semua setuju kan? Karena Eropa masih dianggap kiblat untuk membangun karir sepakbola sekaligus bersaing dengan pemain-pemain kelas dunia.

Maka berada di Asia Tenggara, yang jauh dari Eropa tentu menjadi acuan tersendiri untuk bisa berkarir di sana. Jangan muluk-muluk bermain di tim besar, berada di iklim sepakbola Eropa saja sudah patut diacungi jempol seperti yang dilakukan Egy Maulana Vikri.

Egy yang kini memperkuat Lechia Gdanks di Liga Polandia, masih sedang menjajaki karirnya. Ia masih bermain bagi skuad muda Gdanks dan pernah beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk memperkuat Gdanks di level seniornya. Ternyata sebelum Egy menjadi pusat pemberitaan karena bermain di Eropa, tercatat ada beberapa pemain asal Asia Tenggara bermain di Eropa bung. Bung tahu kira-kira siapa saja? coba simak dan cocokan dengan tebakan bung ya.

Dennis Cagara

Karena sang ayah dulu memilih untuk menjadi warga negara Filipina dan memperkuatnya, Dennis Cagara pun mengikuti jejaknya dan menjadi sosok yang tak tergantikan di lini pertahanan. Padahal Cagara memiliki peluang untuk memperkuat tim nasional Denmark saat itu.

Memulai karir sepakbola di tahun 2002 ia pernah menghuni Brondy IF klub asal Denmark dan hijrah ke Bundesliga di tahun 2004 dengan menjadi skuad Hertha Berlin. Pemain yang kini berusia 31 tahun pun pernah berada di Glasgow Rangers dan Eintrach Frankfurt saat aktif menjadi pesepakbola profesional.

Neil Ehteridge

Kiper beradarah Filipina Neil Etheridge menjadi sosok yang dibicarakan karena menjadi pemain asal Filipina sekaligus Asia Tenggara yang tampil di Premier League musim 2018/19. Etheridge mampu menopang sekaligus menjaga jala Cardiff City saat di kompetisi kasta kedua Championship Division musim 2017/18.

Alhasil skuat asuhan Neil Warnock mendapatkan promosi ke liga bergensi Premier League. Sebagai catatan dari 46 pertandingan yang dimainkan Cardiff di Championship Division, ia hanya mengalami 10 kekalahan.

Stephan Schrock

Masih dari tanah Filipina, ada pemain lawas yang memulai karir profesional di tahun 1991 bernama Stephan Schrock. Saat itu pemain berkepala pelontos ini memperkuat DJK Schweinfurt di Bundesliga. Kemudian lompat ke tahun 2012 dengan memperkuat Hoffenheim, namun karirnya tak cemerllang di sana sehingga memutuskan angkat koper ke Eintracht Frankfurt. Saat ini tercatat masih aktif bermain di Ceres Negros klub Asal Australia.

Fandi Ahmad

Mendengar nama Fandi Ahmad pasti tidak asing, pemain ini pernah memperkuat NIAC Mitra Surabaya yang pernah mencetak sebiji gol ke gawang Arsenal saat melaukan pertandingan persahabatan pada 1983. Sosok sepakbola tersukses asal Singapura ini pun tercatat pernah hijrah ke liga Belanda dengan memperkuat FC Groningen.

Karirnya pun makin terkenal saat ambil bagian melawan rasasa Italia, Inter Milan di UEFA CUP yang saat ini dikenal dengan nama Europa League, ia pun menyumbangkan satu gol dan membawa Groningen menang 2-0. Meskipun di leg kedua FC Groningen dilumat habis dengan skor 5-1.

Kurniawan Dwi Yulianto

Tak hanya Filipina dan Singapura saja, Indonesia pun pernah menghiasi sepakbola benua biru lewat kaki Kurniawan Dwi Yuianto. Pemain jebolan PSSI Primavera ini pernah merasakan iklim sepakbola Italia dengan menjadi bagian Sampdoria di tahun 1995.

Pelatih Sven Goran Erikson saat itu memberikan kesempatan pada sang pemain untuk berada di bangku cadangan saat melawan Parma. Tak terlalu bersinar di Sampdoria, ia memutuskan untuk memperkuat FC Luzern, klub asal Swiss. Salah satu gol terpentingnya terjadi saat melawan klub besar Swiss, FC Basel dan berhasil membawa kemenangan FC Luzern 2-1 keesokan harinya namanya muncul di halaman utama surat kabar Swiss.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top