Money & Power

Ketika Keliru Mengartikan Passion

Sebut saja namanya Adi. Pria yang kini menginjak usia 35 tahun ini berkesempatan ikut sebuah seminar karir 5 tahun yang lalu. Ketika itu ia terkesima dengan seorang motivator pada acara tersebut yang dengan berapi-api mengatakan bahwa jika ingin sukses maka seseorang harus mengikuti passion dalam dirinya.

Berkaca dari motivasi itu, Adi meninggalkan pekerjaan tetapnya seminggu kemudian. Ia merintis usaha restoran bersama dua kawannya. Alasannya sederhana, ia senang makan dan makanan adalah passion utamanya.

Lima tahun berselang, Adi sudah 5 kali pula buka tutup usaha restorannya. Tak ada satu pun restorannya yang sukses diterima pasar. Modal yang diambilnya dari tabungan selama bekerja sudah semakin menipis. Gambaran kesuksesan yang diharapkannya dari mengikuti passionnya tak kunjung tiba. Apa yang salah?

arti passion

Passion Bukan (Selalu) Soal Cinta

Bisa jadi ini kesalahan utama yang dilakukan pria-pria seperti Adi. Kebanyakan dari kita menerjemahkan passion sebagai hal yang kita senangi dan cintai. Ini adalah pengertian yang keliru.

Cinta atau kesenangan bisa diartikan sebagai sesuatu yang ingin kita lakukan dalam hidup. Coba lihat mereka yang tergabung dalam komunitas indo runner misalnya. Mereka adalah para pecinta olah raga lari. Tapi apa lantas mereka melakukan langkah yang benar seandainya meninggalkan pekerjaan sehari-hari dan memilih menjadi pelari profesional?

Kita bisa punya banyak ragam aktivitas yang kita cintai. Ada yang senang mengkoleksi action figure, ada yang senang renang, modifikasi mobil, bermusik, wisata kuliner, blogging dan sebagainya. Namun hal itu bukanlah passion.

Kesenangan atau kecintaan bisa jadi adalah sesuatu yang kita lakukan untuk membuat hidup kita lebih bersemangat dan berwarna. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk lari dari kebosanan. Nah, jika begitu lantas apa yang disebut passion?

Passion Dan Masalah Pengakuan

Ini perbedaan utama passion dari sekedar cinta biasa. Passion adalah masalah pengakuan. Kita sebagai individu ingin diakui atau dikenal sebagai apa.

Pengakuan ini bukan berarti kita haus menjadi terkenal dan berusaha sekuat tenaga menampilkan diri. Namun pengakuan ini bersifat diri pribadi. Bagaimana kita mengartikan diri kita sendiri.

Kembali ke topik Adi, apakah benar passionnya adalah makanan? Apakah ketika ia bercermin di pagi hari, maka ia melihat seseorang yang terkait dengan makanan?

Coba saja datangi tempat bermain futsal yang bertebaran di kota-kota besar. Perhatikan bagaimana banyak yang begitu serius bermain dan kadang tak kalah bagus dengan pemain profesional di Indonesia. Tapi coba tanyakan, apakah mereka ingin mendapat pengakuan sebagai pemain bola profesional?

Bisa jadi jawabannya tidak. Futsal hanyalah sesuatu yang mereka senangi. Futsal menjadi semacam vitamin dari kebosanan rutinitas hidup belaka.

Passion Itu Tak Sesempit Daun Kelor

Kesalahan paling utama yang sering dilakukan adalah memandang arti passion dari kacamata yang sempit. Pengakuan diri diartikan dengan sebuah kegiatan yang terlalu spesifik. Buntutnya kita jadi tak punya ruang untuk berkembang.

Coba kita tengok, Casey Stoner seorang juara dunia MotoGP. Ia merintis karirnya dari bawah hingga mencapai level tertinggi balap motor MotoGP. Apa berarti passion pemuda asal Australia ini adalah “menjadi seorang pembalap MotoGP”? Ternyata ia berhenti di tahun 2012 ketika ia baru berusia 26 tahun. Kendati telah berhenti ia beberapa kali aktif menjadi pembalap test ride tim honda. Ia pun juga bercita-cita mendirikan sekolah balap.

Atau simak juga Legenda hidup MotoGP Valentino Rossi. Ia sudah 7 kali juara dunia MotoGP. Apa berarti passionnya sekedar “menjadi seorang pembalap MotoGP”? Meski masih aktif sebagai pembalap, Rossi kini sudah punya sekolah balap sendiri. Ia juga mendirikan tim balap miliknya sendiri dikelas lain. Rossi juga tercatat sebagai salah satu pembalap rally mobil yang pernah memenangi beberapa etape. Berulang kali ia pun menjajal mobil F1.

Kedua pembalap itu memberikan kita gambaran bahwa passion tidak lah sesempit yang digambarkan. Alih-alih mematok pengakuan diri sebagai “pembalap MotoGP”, dua orang ini ingin diakui sebagai orang yang terkait dengan dunia balap apapun itu.

Hal yang sama juga dilakukan oleh mereka dibidang yang lain. Contoh di bawah ini adalah gambaran bagaimana para pemilik bisnis dunia meramu keberhasilannya. Mereka tidak terpatok pada pengertian passion yang sempit.

passion dan bisnis

Passion Dan Keseimbangan Hidup

Menggeluti passion tak berarti mencurahkan 100 persen hidup untuk itu. Passion hanyalah bagian kecil dari sendi kehidupan yang banyak. Dengan hanya berkutat dihal yang itu-itu saja, bukan tak mungkin akan menyegerakan rasa bosan.

Tak berarti setiap keputusan dalam hidup harus berkaitan erat dengan passion yang kita miliki. Ada unsur sosial, keluarga, perkawanan, waktu, hobi, kecintaan lain dan beragam hal lain yang menggerakan keputusan kita dari hari ke harinya.

Malah bukan tak mungkin kesempatan meraih kesuksesan menggeluti passion justru datang ketika kita sedang menjalankan kegiatan lain yang sama sekali tak berhubungan. Bisa jadi kawan yang kita temui untuk sekedar menghabiskan kopi sore justru orang yang kemudian menjadi bisnis partner passion kita.

Passion Bukan (Satu-Satunya) Bahan Baku Kesuksesaan

Sukses itu tidak hanya dibangun dari passion belaka. Ada unsur-unsur yang lainnya. Mulai dari kerja keras, networking, manajemen yang baik dan sebagainya. Passion hanyalah sebuah pencetus awal. Masih banyak hal yang perlu dilengkapi jika ingin meraih sebuah kesuksesan.

Sering kali juga kita melupakan unsur waktu. Passion adalah sebuah istilah yang lekat dengan kerangka waktu. Kita harus tahu kapan kita harus berhenti dan mencoba yang lain. Segila apapun Valentino Rossi dengan balap mobil F1, ia tahu bahwa tak mungkin baginya bisa bergabung dengan arena balap itu diusianya yang kini sudah menginjak 35 tahun.

Sebagaimana juga passion, kegagalan adalah bagian yang akan menghiasi perjalanan kehidupan. Kita masih ingat bagaimana Purdi E Chandra pengusaha sukses, motivator dan pendiri Enterpreneur University justru menyatakan diri pailit. Robert Kiyosaki yang buat sebagian pelaku MLM dan bisnis dianggap setengah dewa, justru bisnis utamanya Rich Dad Global LLC dinyatakan bangkrut.

Jadi pahami passion dan bersiap untuk kesuksesan dan kegalalan!

13 Comments

13 Comments

  1. dobelden

    September 10, 2014 at 7:00 am

    Sangat mengena nih, hampir salah langkah dengan mengutamakan passion dlm arti sempit

    Makasih mamen…

    #barutahu purdi e chandra bangkrut

  2. Qolbun Hadi

    February 23, 2015 at 8:55 am

    maksih mas tipsnya, sangat bermanfaat

  3. Yus

    July 25, 2015 at 5:49 pm

    Banyak motivator yg menyarankan u/ berbisnis sesuai passionnya,,, sampai sekarang saya masih bingung bagaimana menemukan passion saya yg sebenarnya

  4. Syspro

    July 25, 2015 at 9:51 pm

    Bagus banget.. Sangat mncerahkn.
    Lgsg sy bookmark situs ini krn sy suka banget

  5. Rian Priyanto

    November 8, 2015 at 5:56 pm

    Dari dulu saya hanya mendengar kata passion sepintas saja. Tidak pernah saya pahami apa artinya passion.
    Iseng saya cari di google dan setelah membaca artikel ini sangat menginspirasi. Terimakasih

  6. Reeza Daulay

    November 30, 2015 at 11:48 pm

    gue lagi otw nyari passion yg sebenarnya bagi gue, wish me luck! nice post men 🙂

  7. Ya'ti Zuyyina

    January 20, 2016 at 7:08 pm

    Sebenernya lagi bingung passion itu apa?? Saya sedang mencoba mendaftar beberapa organisasi di kampus, tapi setiap formulir selalu ada kata-kata, “apa PASSION mu?”
    Entahlah, tapi postingan anda cukup memberi penjelasan bagi saya. Nice Post. 🙂

  8. juliestate

    August 13, 2016 at 4:28 pm

    Maaf Pak, tp artikel anda seolah menjelaskan bahwa passion itu sama dengan hobi. Klo menurut saya itu sangat berbeda. Passion jauh lebih dahsyat dari itu. Bukan sekedar hal yg bs mewarnai hidup.

    • Imam

      August 18, 2017 at 7:24 am

      yah kesannya artikel ini seperti itu..

  9. Agus Tedi

    October 27, 2016 at 7:28 am

    Banyak motivator menyarankan untuk bisnis sesuai passion, tapi motivator sendiri tidak pandai berbisnis. Ini sangat disayangkan. Dan cuma bisa ngomong ikuti passion. Menurut saya passion itu bukan hanya kecintaan pada sesuatu yang bersifat hobi. Tapi tanggung jawab pada keluarga juga passion. Itulah yang membuat kita menjadi semangat bekerja di pagi hari. Intinya passion itu gairah. Jadi apa yang membuat anda bergairah. so, berfikir luas lah. Thanks admin. goosted.blogspot[dot]com

  10. Imam

    August 18, 2017 at 7:02 am

    saya kurang sependapat dengan beberapa pernyataan dari artikel ini, menurut saya akan lebih mudah menemukan suatu peluang ketika kita menjalani passion kita. saran saya coba penulis artikel dan teman2 yang membaca artikel ini untuk menonton video ini https://www.ted.com/talks/black_my_journey_to_yo_yo_mastery dan membaca blog ini https://www.zenius.net/blog/3984/rumus-memilih-jurusan-kuliah mungkin bisa menjadi masukan, tapi saya menghargai atas keberanian penulis dalam memandang passion dari sudut pandang yang lebih luas, nice article 🙂

  11. Pingback: Passion itu apa? - ayunovanti

  12. andrie riyanto

    July 4, 2018 at 3:32 pm

    Saya selaku pencari passion untuk diri saya sendiri,menjadi lebih banyak informasi tetapi didalam artikel ini saya menemukan kebingungan, dikarenakan pendapat penulis terhadap passion.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

13 Comments

13 Comments

  1. dobelden

    September 10, 2014 at 7:00 am

    Sangat mengena nih, hampir salah langkah dengan mengutamakan passion dlm arti sempit

    Makasih mamen…

    #barutahu purdi e chandra bangkrut

  2. Qolbun Hadi

    February 23, 2015 at 8:55 am

    maksih mas tipsnya, sangat bermanfaat

  3. Yus

    July 25, 2015 at 5:49 pm

    Banyak motivator yg menyarankan u/ berbisnis sesuai passionnya,,, sampai sekarang saya masih bingung bagaimana menemukan passion saya yg sebenarnya

  4. Syspro

    July 25, 2015 at 9:51 pm

    Bagus banget.. Sangat mncerahkn.
    Lgsg sy bookmark situs ini krn sy suka banget

  5. Rian Priyanto

    November 8, 2015 at 5:56 pm

    Dari dulu saya hanya mendengar kata passion sepintas saja. Tidak pernah saya pahami apa artinya passion.
    Iseng saya cari di google dan setelah membaca artikel ini sangat menginspirasi. Terimakasih

  6. Reeza Daulay

    November 30, 2015 at 11:48 pm

    gue lagi otw nyari passion yg sebenarnya bagi gue, wish me luck! nice post men 🙂

  7. Ya'ti Zuyyina

    January 20, 2016 at 7:08 pm

    Sebenernya lagi bingung passion itu apa?? Saya sedang mencoba mendaftar beberapa organisasi di kampus, tapi setiap formulir selalu ada kata-kata, “apa PASSION mu?”
    Entahlah, tapi postingan anda cukup memberi penjelasan bagi saya. Nice Post. 🙂

  8. juliestate

    August 13, 2016 at 4:28 pm

    Maaf Pak, tp artikel anda seolah menjelaskan bahwa passion itu sama dengan hobi. Klo menurut saya itu sangat berbeda. Passion jauh lebih dahsyat dari itu. Bukan sekedar hal yg bs mewarnai hidup.

    • Imam

      August 18, 2017 at 7:24 am

      yah kesannya artikel ini seperti itu..

  9. Agus Tedi

    October 27, 2016 at 7:28 am

    Banyak motivator menyarankan untuk bisnis sesuai passion, tapi motivator sendiri tidak pandai berbisnis. Ini sangat disayangkan. Dan cuma bisa ngomong ikuti passion. Menurut saya passion itu bukan hanya kecintaan pada sesuatu yang bersifat hobi. Tapi tanggung jawab pada keluarga juga passion. Itulah yang membuat kita menjadi semangat bekerja di pagi hari. Intinya passion itu gairah. Jadi apa yang membuat anda bergairah. so, berfikir luas lah. Thanks admin. goosted.blogspot[dot]com

  10. Imam

    August 18, 2017 at 7:02 am

    saya kurang sependapat dengan beberapa pernyataan dari artikel ini, menurut saya akan lebih mudah menemukan suatu peluang ketika kita menjalani passion kita. saran saya coba penulis artikel dan teman2 yang membaca artikel ini untuk menonton video ini https://www.ted.com/talks/black_my_journey_to_yo_yo_mastery dan membaca blog ini https://www.zenius.net/blog/3984/rumus-memilih-jurusan-kuliah mungkin bisa menjadi masukan, tapi saya menghargai atas keberanian penulis dalam memandang passion dari sudut pandang yang lebih luas, nice article 🙂

  11. Pingback: Passion itu apa? - ayunovanti

  12. andrie riyanto

    July 4, 2018 at 3:32 pm

    Saya selaku pencari passion untuk diri saya sendiri,menjadi lebih banyak informasi tetapi didalam artikel ini saya menemukan kebingungan, dikarenakan pendapat penulis terhadap passion.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

13 Comments

13 Comments

  1. dobelden

    September 10, 2014 at 7:00 am

    Sangat mengena nih, hampir salah langkah dengan mengutamakan passion dlm arti sempit

    Makasih mamen…

    #barutahu purdi e chandra bangkrut

  2. Qolbun Hadi

    February 23, 2015 at 8:55 am

    maksih mas tipsnya, sangat bermanfaat

  3. Yus

    July 25, 2015 at 5:49 pm

    Banyak motivator yg menyarankan u/ berbisnis sesuai passionnya,,, sampai sekarang saya masih bingung bagaimana menemukan passion saya yg sebenarnya

  4. Syspro

    July 25, 2015 at 9:51 pm

    Bagus banget.. Sangat mncerahkn.
    Lgsg sy bookmark situs ini krn sy suka banget

  5. Rian Priyanto

    November 8, 2015 at 5:56 pm

    Dari dulu saya hanya mendengar kata passion sepintas saja. Tidak pernah saya pahami apa artinya passion.
    Iseng saya cari di google dan setelah membaca artikel ini sangat menginspirasi. Terimakasih

  6. Reeza Daulay

    November 30, 2015 at 11:48 pm

    gue lagi otw nyari passion yg sebenarnya bagi gue, wish me luck! nice post men 🙂

  7. Ya'ti Zuyyina

    January 20, 2016 at 7:08 pm

    Sebenernya lagi bingung passion itu apa?? Saya sedang mencoba mendaftar beberapa organisasi di kampus, tapi setiap formulir selalu ada kata-kata, “apa PASSION mu?”
    Entahlah, tapi postingan anda cukup memberi penjelasan bagi saya. Nice Post. 🙂

  8. juliestate

    August 13, 2016 at 4:28 pm

    Maaf Pak, tp artikel anda seolah menjelaskan bahwa passion itu sama dengan hobi. Klo menurut saya itu sangat berbeda. Passion jauh lebih dahsyat dari itu. Bukan sekedar hal yg bs mewarnai hidup.

    • Imam

      August 18, 2017 at 7:24 am

      yah kesannya artikel ini seperti itu..

  9. Agus Tedi

    October 27, 2016 at 7:28 am

    Banyak motivator menyarankan untuk bisnis sesuai passion, tapi motivator sendiri tidak pandai berbisnis. Ini sangat disayangkan. Dan cuma bisa ngomong ikuti passion. Menurut saya passion itu bukan hanya kecintaan pada sesuatu yang bersifat hobi. Tapi tanggung jawab pada keluarga juga passion. Itulah yang membuat kita menjadi semangat bekerja di pagi hari. Intinya passion itu gairah. Jadi apa yang membuat anda bergairah. so, berfikir luas lah. Thanks admin. goosted.blogspot[dot]com

  10. Imam

    August 18, 2017 at 7:02 am

    saya kurang sependapat dengan beberapa pernyataan dari artikel ini, menurut saya akan lebih mudah menemukan suatu peluang ketika kita menjalani passion kita. saran saya coba penulis artikel dan teman2 yang membaca artikel ini untuk menonton video ini https://www.ted.com/talks/black_my_journey_to_yo_yo_mastery dan membaca blog ini https://www.zenius.net/blog/3984/rumus-memilih-jurusan-kuliah mungkin bisa menjadi masukan, tapi saya menghargai atas keberanian penulis dalam memandang passion dari sudut pandang yang lebih luas, nice article 🙂

  11. Pingback: Passion itu apa? - ayunovanti

  12. andrie riyanto

    July 4, 2018 at 3:32 pm

    Saya selaku pencari passion untuk diri saya sendiri,menjadi lebih banyak informasi tetapi didalam artikel ini saya menemukan kebingungan, dikarenakan pendapat penulis terhadap passion.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top