money

Ketika Keliru Mengartikan Passion

Sebut saja namanya Adi. Pria yang kini menginjak usia 35 tahun ini berkesempatan ikut sebuah seminar karir 5 tahun yang lalu. Ketika itu ia terkesima dengan seorang motivator pada acara tersebut yang dengan berapi-api mengatakan bahwa jika ingin sukses maka seseorang harus mengikuti passion dalam dirinya.

Berkaca dari motivasi itu, Adi meninggalkan pekerjaan tetapnya seminggu kemudian. Ia merintis usaha restoran bersama dua kawannya. Alasannya sederhana, ia senang makan dan makanan adalah passion utamanya.

Lima tahun berselang, Adi sudah 5 kali pula buka tutup usaha restorannya. Tak ada satu pun restorannya yang sukses diterima pasar. Modal yang diambilnya dari tabungan selama bekerja sudah semakin menipis. Gambaran kesuksesan yang diharapkannya dari mengikuti passionnya tak kunjung tiba. Apa yang salah?

arti passion

Passion Bukan (Selalu) Soal Cinta

Bisa jadi ini kesalahan utama yang dilakukan pria-pria seperti Adi. Kebanyakan dari kita menerjemahkan passion sebagai hal yang kita senangi dan cintai. Ini adalah pengertian yang keliru.

Cinta atau kesenangan bisa diartikan sebagai sesuatu yang ingin kita lakukan dalam hidup. Coba lihat mereka yang tergabung dalam komunitas indo runner misalnya. Mereka adalah para pecinta olah raga lari. Tapi apa lantas mereka melakukan langkah yang benar seandainya meninggalkan pekerjaan sehari-hari dan memilih menjadi pelari profesional?

Kita bisa punya banyak ragam aktivitas yang kita cintai. Ada yang senang mengkoleksi action figure, ada yang senang renang, modifikasi mobil, bermusik, wisata kuliner, blogging dan sebagainya. Namun hal itu bukanlah passion.

Kesenangan atau kecintaan bisa jadi adalah sesuatu yang kita lakukan untuk membuat hidup kita lebih bersemangat dan berwarna. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk lari dari kebosanan. Nah, jika begitu lantas apa yang disebut passion?

Passion Dan Masalah Pengakuan

Ini perbedaan utama passion dari sekedar cinta biasa. Passion adalah masalah pengakuan. Kita sebagai individu ingin diakui atau dikenal sebagai apa.

Pengakuan ini bukan berarti kita haus menjadi terkenal dan berusaha sekuat tenaga menampilkan diri. Namun pengakuan ini bersifat diri pribadi. Bagaimana kita mengartikan diri kita sendiri.

Kembali ke topik Adi, apakah benar passionnya adalah makanan? Apakah ketika ia bercermin di pagi hari, maka ia melihat seseorang yang terkait dengan makanan?

Coba saja datangi tempat bermain futsal yang bertebaran di kota-kota besar. Perhatikan bagaimana banyak yang begitu serius bermain dan kadang tak kalah bagus dengan pemain profesional di Indonesia. Tapi coba tanyakan, apakah mereka ingin mendapat pengakuan sebagai pemain bola profesional?

Bisa jadi jawabannya tidak. Futsal hanyalah sesuatu yang mereka senangi. Futsal menjadi semacam vitamin dari kebosanan rutinitas hidup belaka.

Passion Itu Tak Sesempit Daun Kelor

Kesalahan paling utama yang sering dilakukan adalah memandang arti passion dari kacamata yang sempit. Pengakuan diri diartikan dengan sebuah kegiatan yang terlalu spesifik. Buntutnya kita jadi tak punya ruang untuk berkembang.

Coba kita tengok, Casey Stoner seorang juara dunia MotoGP. Ia merintis karirnya dari bawah hingga mencapai level tertinggi balap motor MotoGP. Apa berarti passion pemuda asal Australia ini adalah “menjadi seorang pembalap MotoGP”? Ternyata ia berhenti di tahun 2012 ketika ia baru berusia 26 tahun. Kendati telah berhenti ia beberapa kali aktif menjadi pembalap test ride tim honda. Ia pun juga bercita-cita mendirikan sekolah balap.

Atau simak juga Legenda hidup MotoGP Valentino Rossi. Ia sudah 7 kali juara dunia MotoGP. Apa berarti passionnya sekedar “menjadi seorang pembalap MotoGP”? Meski masih aktif sebagai pembalap, Rossi kini sudah punya sekolah balap sendiri. Ia juga mendirikan tim balap miliknya sendiri dikelas lain. Rossi juga tercatat sebagai salah satu pembalap rally mobil yang pernah memenangi beberapa etape. Berulang kali ia pun menjajal mobil F1.

Kedua pembalap itu memberikan kita gambaran bahwa passion tidak lah sesempit yang digambarkan. Alih-alih mematok pengakuan diri sebagai “pembalap MotoGP”, dua orang ini ingin diakui sebagai orang yang terkait dengan dunia balap apapun itu.

Hal yang sama juga dilakukan oleh mereka dibidang yang lain. Contoh di bawah ini adalah gambaran bagaimana para pemilik bisnis dunia meramu keberhasilannya. Mereka tidak terpatok pada pengertian passion yang sempit.

passion dan bisnis

Passion Dan Keseimbangan Hidup

Menggeluti passion tak berarti mencurahkan 100 persen hidup untuk itu. Passion hanyalah bagian kecil dari sendi kehidupan yang banyak. Dengan hanya berkutat dihal yang itu-itu saja, bukan tak mungkin akan menyegerakan rasa bosan.

Tak berarti setiap keputusan dalam hidup harus berkaitan erat dengan passion yang kita miliki. Ada unsur sosial, keluarga, perkawanan, waktu, hobi, kecintaan lain dan beragam hal lain yang menggerakan keputusan kita dari hari ke harinya.

Malah bukan tak mungkin kesempatan meraih kesuksesan menggeluti passion justru datang ketika kita sedang menjalankan kegiatan lain yang sama sekali tak berhubungan. Bisa jadi kawan yang kita temui untuk sekedar menghabiskan kopi sore justru orang yang kemudian menjadi bisnis partner passion kita.

Passion Bukan (Satu-Satunya) Bahan Baku Kesuksesaan

Sukses itu tidak hanya dibangun dari passion belaka. Ada unsur-unsur yang lainnya. Mulai dari kerja keras, networking, manajemen yang baik dan sebagainya. Passion hanyalah sebuah pencetus awal. Masih banyak hal yang perlu dilengkapi jika ingin meraih sebuah kesuksesan.

Sering kali juga kita melupakan unsur waktu. Passion adalah sebuah istilah yang lekat dengan kerangka waktu. Kita harus tahu kapan kita harus berhenti dan mencoba yang lain. Segila apapun Valentino Rossi dengan balap mobil F1, ia tahu bahwa tak mungkin baginya bisa bergabung dengan arena balap itu diusianya yang kini sudah menginjak 35 tahun.

Sebagaimana juga passion, kegagalan adalah bagian yang akan menghiasi perjalanan kehidupan. Kita masih ingat bagaimana Purdi E Chandra pengusaha sukses, motivator dan pendiri Enterpreneur University justru menyatakan diri pailit. Robert Kiyosaki yang buat sebagian pelaku MLM dan bisnis dianggap setengah dewa, justru bisnis utamanya Rich Dad Global LLC dinyatakan bangkrut.

Jadi pahami passion dan bersiap untuk kesuksesan dan kegalalan!

11 Comments

11 Comments

  1. dobelden

    September 10, 2014 at 7:00 am

    Sangat mengena nih, hampir salah langkah dengan mengutamakan passion dlm arti sempit

    Makasih mamen…

    #barutahu purdi e chandra bangkrut

  2. Qolbun Hadi

    February 23, 2015 at 8:55 am

    maksih mas tipsnya, sangat bermanfaat

  3. Yus

    July 25, 2015 at 5:49 pm

    Banyak motivator yg menyarankan u/ berbisnis sesuai passionnya,,, sampai sekarang saya masih bingung bagaimana menemukan passion saya yg sebenarnya

  4. Syspro

    July 25, 2015 at 9:51 pm

    Bagus banget.. Sangat mncerahkn.
    Lgsg sy bookmark situs ini krn sy suka banget

  5. Rian Priyanto

    November 8, 2015 at 5:56 pm

    Dari dulu saya hanya mendengar kata passion sepintas saja. Tidak pernah saya pahami apa artinya passion.
    Iseng saya cari di google dan setelah membaca artikel ini sangat menginspirasi. Terimakasih

  6. Reeza Daulay

    November 30, 2015 at 11:48 pm

    gue lagi otw nyari passion yg sebenarnya bagi gue, wish me luck! nice post men 🙂

  7. Ya'ti Zuyyina

    January 20, 2016 at 7:08 pm

    Sebenernya lagi bingung passion itu apa?? Saya sedang mencoba mendaftar beberapa organisasi di kampus, tapi setiap formulir selalu ada kata-kata, “apa PASSION mu?”
    Entahlah, tapi postingan anda cukup memberi penjelasan bagi saya. Nice Post. 🙂

  8. juliestate

    August 13, 2016 at 4:28 pm

    Maaf Pak, tp artikel anda seolah menjelaskan bahwa passion itu sama dengan hobi. Klo menurut saya itu sangat berbeda. Passion jauh lebih dahsyat dari itu. Bukan sekedar hal yg bs mewarnai hidup.

    • Imam

      August 18, 2017 at 7:24 am

      yah kesannya artikel ini seperti itu..

  9. Agus Tedi

    October 27, 2016 at 7:28 am

    Banyak motivator menyarankan untuk bisnis sesuai passion, tapi motivator sendiri tidak pandai berbisnis. Ini sangat disayangkan. Dan cuma bisa ngomong ikuti passion. Menurut saya passion itu bukan hanya kecintaan pada sesuatu yang bersifat hobi. Tapi tanggung jawab pada keluarga juga passion. Itulah yang membuat kita menjadi semangat bekerja di pagi hari. Intinya passion itu gairah. Jadi apa yang membuat anda bergairah. so, berfikir luas lah. Thanks admin. goosted.blogspot[dot]com

  10. Imam

    August 18, 2017 at 7:02 am

    saya kurang sependapat dengan beberapa pernyataan dari artikel ini, menurut saya akan lebih mudah menemukan suatu peluang ketika kita menjalani passion kita. saran saya coba penulis artikel dan teman2 yang membaca artikel ini untuk menonton video ini https://www.ted.com/talks/black_my_journey_to_yo_yo_mastery dan membaca blog ini https://www.zenius.net/blog/3984/rumus-memilih-jurusan-kuliah mungkin bisa menjadi masukan, tapi saya menghargai atas keberanian penulis dalam memandang passion dari sudut pandang yang lebih luas, nice article 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Laki-Laki Juga Berhak Pakai Beragam Warna, Karena Hal Itu Menentukan Karakter!

Dari penelitian, secara statistik warna biru adalah yang paling banyak difavoritkan oleh orang. Termasuk juga warna yang paling banyak dipilih mayoritas laki-laki. Sementara perempuan paling banyak memilih warna hitam. Sementara warna yang paling sedikit difavoritkan adalah warna kuning. Hanya 5 persen orang yang memilih warna ini sebagai kesukaan. Itu pun semakin menua, mereka yang tadinya memilih kuning akan beralih ke warna orange.

Dalam cabang ilmu psikologi, warna ini tak cuma dianggap angin lalu. Ada cabang keilmuan psikologi khusus yang mempelajari hal ini. Disebut pemilihan warna dipengaruhi oleh karakter. Lantas apa kata ilmu tersebut mengenai warna pilihanmu?

Biru Itu Tenang Dan Senang Keteraturan

 

Biru itu serupa warna lautan. Seringnya di asosiasikan dengan ketenangan. Mereka yang memfavoritkan warna biru biasanya gemar mencari kedamaian dan keteraturan dimanapun dia berada. Biasanya penyuka warna biru mudah bergaul dan sangat bisa diandalkan.

Merah Itu Senang Menjadi Pusat Perhatian Dan Ingin Terlihat Menarik

Meski belum ditemukan sebabnya, namun sejumlah studi menyebut bahwa warna merah cenderung lebih menarik perhatian dibandingkan warna yang lain. Beberapa menyebut hal ini berkaitan dengan insting dasar biologis tubuh yang cenderung memanas dan memerah jika merasa tertarik. Bahkan sejumlah penelitian juga menyebut, laki-laki yang menggunakan warna merah tingkat kegantengannya akan bertambah.

Meski tanpa sengaja, orang yang menyukai warna merah umumnya berasal dari kesadaran ini. Mereka merasa lebih diperhatikan jika menggunakan warna merah. Keinginan untuk selalu mendapat perhatian inilah yang kemudian mendorong seseorang menyukai warna merah.

Hijau Itu Sangat Memperhatikan Keuangan, Keamanan Dan Kesejahteraan

Hijau memang sering dikaitkan dengan alam dan lingkungan. Namun menurut psikologi warna, mereka yang memilih hijau umumnya adalah orang-orang yang mengutamakan kestaabilan keuangannya, sangat ingin mendapatkan rasa aman dan mengutamakan kesejahteraan.

Orange Itu Pembawaannya Santai Dan Mudah Bersahabat

Merka yang gemar warna oranye atau orange umumnya juga gemar menjadi pusat perhatian. Cenderung bersifat flamboyan dan sedikit playboy. Punya banyak teman dan tak senang sesuatu yang serius. Konon katanya penyuka warna oranye ini cenderung menunda pernikahan loh bro!

Abu-Abu Itu Senang Kebebasan Dan Sulit Berkomitmen

 

Warna ini berada diantara hitam dan abu-abu. Seperti warnanya yang “tak jelas”, karakter penyukanya juga tak terlalu senang komitmen. Menurut psikologi warna, penggemar warna ini hanya punya sedikit emosi, mudah bosan dan tak mau terikat.

Mereka tak punya sesuatu yang benar-benar disukai atau sesuatu yang benar-benar dibenci. Semua biasa saja untuk mereka. Hidupnya yang bebas dan tak mau terikat biasanya justru membuat penasaran banyak orang.

Hitam Itu Moody, Tak Mau Ribet Namun Inginnya Yang Berkelas

Para penyuka hitam ini tidak mau berhadapan dengan segala keribetan. Mereka selalu ingin hal-hal yang berkualitas dan berkelas. Ujungnya karakternya cenderung moody alias mudah berubah-ubah jika menemui hal yang kurang disukainya. Biasanya dipilih oleh orang yang tidak maau kehidupan terlalu aneh-aneh.

Putih Itu Menganggap Dirinya Polos

Putih itu sering dikaitkan dengan suci dan kepolosan. Namun sesungguhnya penyuka warna putih itu tak begitu polos-polos amat. Namun mereka ingin meyakinkan orang lain bahwa diri mereka polos. Sementara sebetulnya mereka sama sekali tidak polos dan cenderung “pintar”.

Kuning Itu Idealis Dan Perfeksionis

Penyuka warna kuning itu cenderung idealis dan bahkan perfeksionis. Mereka juga punya optimisme yang di atas rata-rata. Sayangnya keinginan untuk segala sesuatu itu selalu sempurna mendorong orang dengan karakter ini jadi mudah cemburu dan iri.

Jadi Pilihan Warnamu Apa? Coba Sesuaikan Dengan Kendaraanmu!

Guna memperkuat karaktermu tentunya pas kalau kendaraan sehari-hari yang digunakan warnanya sesuai dengan yang kamu favoritkan. Seolah menjawab tantangan ini, Suzuki mengeluarkan Suzuki Address Playful.

Motor model baru tersebut merupakan pilihan tambahan dari Suzuki Address FI yang telah eksis sebelumnya.Namun kini dilengkapi dengan 10 pilihan warna aksesoris panel bodi menarik dan penuh gaya yang dapat disesuaikan dengan karakter kamu.

Yup, kamu tak salah baca memang ada 10 pilihan warna. Motor yang dilepas seharga 15,4 juta ini punya warna Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange dan Ice Silver.

Selain warnanya yang menarik motor ini cocok untuk penggunaan harian karena dimensi bodinya yang mungil dengan dimensi pas dan seimbang. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dan ramping hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Skutik ini juga nyaman karena didukung suspensi depan dan belakang yang tangguh. Untuk bagian depan menggunakan suspensi tipe Telescopic Coil Spring Oil Damped. Sedangkan untuk belakang Suzuki Address Playful menggunakan suspensi tipe Swingarm Coil Spring Oil Damped.

Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Jadi kamu pilih yang mana?

11 Comments

11 Comments

  1. dobelden

    September 10, 2014 at 7:00 am

    Sangat mengena nih, hampir salah langkah dengan mengutamakan passion dlm arti sempit

    Makasih mamen…

    #barutahu purdi e chandra bangkrut

  2. Qolbun Hadi

    February 23, 2015 at 8:55 am

    maksih mas tipsnya, sangat bermanfaat

  3. Yus

    July 25, 2015 at 5:49 pm

    Banyak motivator yg menyarankan u/ berbisnis sesuai passionnya,,, sampai sekarang saya masih bingung bagaimana menemukan passion saya yg sebenarnya

  4. Syspro

    July 25, 2015 at 9:51 pm

    Bagus banget.. Sangat mncerahkn.
    Lgsg sy bookmark situs ini krn sy suka banget

  5. Rian Priyanto

    November 8, 2015 at 5:56 pm

    Dari dulu saya hanya mendengar kata passion sepintas saja. Tidak pernah saya pahami apa artinya passion.
    Iseng saya cari di google dan setelah membaca artikel ini sangat menginspirasi. Terimakasih

  6. Reeza Daulay

    November 30, 2015 at 11:48 pm

    gue lagi otw nyari passion yg sebenarnya bagi gue, wish me luck! nice post men 🙂

  7. Ya'ti Zuyyina

    January 20, 2016 at 7:08 pm

    Sebenernya lagi bingung passion itu apa?? Saya sedang mencoba mendaftar beberapa organisasi di kampus, tapi setiap formulir selalu ada kata-kata, “apa PASSION mu?”
    Entahlah, tapi postingan anda cukup memberi penjelasan bagi saya. Nice Post. 🙂

  8. juliestate

    August 13, 2016 at 4:28 pm

    Maaf Pak, tp artikel anda seolah menjelaskan bahwa passion itu sama dengan hobi. Klo menurut saya itu sangat berbeda. Passion jauh lebih dahsyat dari itu. Bukan sekedar hal yg bs mewarnai hidup.

    • Imam

      August 18, 2017 at 7:24 am

      yah kesannya artikel ini seperti itu..

  9. Agus Tedi

    October 27, 2016 at 7:28 am

    Banyak motivator menyarankan untuk bisnis sesuai passion, tapi motivator sendiri tidak pandai berbisnis. Ini sangat disayangkan. Dan cuma bisa ngomong ikuti passion. Menurut saya passion itu bukan hanya kecintaan pada sesuatu yang bersifat hobi. Tapi tanggung jawab pada keluarga juga passion. Itulah yang membuat kita menjadi semangat bekerja di pagi hari. Intinya passion itu gairah. Jadi apa yang membuat anda bergairah. so, berfikir luas lah. Thanks admin. goosted.blogspot[dot]com

  10. Imam

    August 18, 2017 at 7:02 am

    saya kurang sependapat dengan beberapa pernyataan dari artikel ini, menurut saya akan lebih mudah menemukan suatu peluang ketika kita menjalani passion kita. saran saya coba penulis artikel dan teman2 yang membaca artikel ini untuk menonton video ini https://www.ted.com/talks/black_my_journey_to_yo_yo_mastery dan membaca blog ini https://www.zenius.net/blog/3984/rumus-memilih-jurusan-kuliah mungkin bisa menjadi masukan, tapi saya menghargai atas keberanian penulis dalam memandang passion dari sudut pandang yang lebih luas, nice article 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Berhemat Bukan Cuma Urusan Perempuan Bro

Masih jadi penganut aliran jadul yang berpikir cuma perempuan yang musti mengurusi keuangan? Ini sudah jaman kapan bro. Lagi pula laki-laki itu tugasnya tak berhenti sekedar cari nafkah, bagaimana uang itu dihabiskan juga menjadi tanggung jawab kita.

Buat yang sudah berpasangan, dalam hal mengatur keuangan, jiwa laki-laki yang kuat berpikir akan menjadi penyeimbang perempuan yang kuat merasa. Peran kita akan membuat perencanaan keuangan bersama pasangan menjadi lengkap.

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Ingat bro boleh saja sekarang gagah perkasa bisa berpenghasilan dengan lancar. Tapi kondisi kita tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kita tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kita sakit, tentunya kita tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kita juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Padahal kita diharapkan jadi tulang punggung keluarga. Nah, pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Masalahnya, yang bikin para pria enggan berhemat itu karena mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Padahal penghematan itu juga bisa dilakukan dengan cara keren.

Berhemat Itu Bukan Karena Tak Punya Uang, Tapi Justru Ketika Sedang Berkelimpahan Uang

Hal yang membuat berhemat tak terlihat keren, karena umumnya penghematan dan menabung itu dilakukan oleh kita belakangan. Saat-saat ketika uang yang tertinggal hanya sisa remah-remah akhir bulan. Jika seperti itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Untuk itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Tenang bro, tak perlu mengernyitkan dahi dulu berpikir berapa porsi yang harus kita sediakan untuk menabung. Sudah ada ahli yang membuat perhitungan ini.

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kita hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kita peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Berhemat Itu Bukan Berarti Menghapus Mimpi Bro, Semua Bisa Tetap Dilakukan Asal Dengan Perencanaan

Berhemat dan menabung itu bukan berarti menghapus impian kita selama ini. Justru  Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk membuat daftar impian kita terlebih dahulu dan kenapa kita harus berhemat karenanya. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuangan kita juga akan lebih baik. Dan tentunya kita akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Barang Yang Keren, Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kita keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Tunggangan Motor Yang Hemat Pun Bahkan Bisa Bikin Kita Tampil Elegan

Sementara untuk kendaraan kita bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin SOHC 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12,6 juta ini. Pilihan warna misalnya disediakan Matt Titanium Silver, Matt platinum Silver dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex Reborn ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan jarak sumbu rodanya memanjang sepanjang 1235 mm serta memiliki berat hingga 87 Kg saja.

Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg Casting Wheel berukuran 14 inci yang akan terbalut ban berukuran 70/90-14 M/C 34P untuk bagian roda depan dan 80/90-14 M/C 46P untuk roda bagian belakang. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi siap berhemat dengan dengan gaya bro?

11 Comments

11 Comments

  1. dobelden

    September 10, 2014 at 7:00 am

    Sangat mengena nih, hampir salah langkah dengan mengutamakan passion dlm arti sempit

    Makasih mamen…

    #barutahu purdi e chandra bangkrut

  2. Qolbun Hadi

    February 23, 2015 at 8:55 am

    maksih mas tipsnya, sangat bermanfaat

  3. Yus

    July 25, 2015 at 5:49 pm

    Banyak motivator yg menyarankan u/ berbisnis sesuai passionnya,,, sampai sekarang saya masih bingung bagaimana menemukan passion saya yg sebenarnya

  4. Syspro

    July 25, 2015 at 9:51 pm

    Bagus banget.. Sangat mncerahkn.
    Lgsg sy bookmark situs ini krn sy suka banget

  5. Rian Priyanto

    November 8, 2015 at 5:56 pm

    Dari dulu saya hanya mendengar kata passion sepintas saja. Tidak pernah saya pahami apa artinya passion.
    Iseng saya cari di google dan setelah membaca artikel ini sangat menginspirasi. Terimakasih

  6. Reeza Daulay

    November 30, 2015 at 11:48 pm

    gue lagi otw nyari passion yg sebenarnya bagi gue, wish me luck! nice post men 🙂

  7. Ya'ti Zuyyina

    January 20, 2016 at 7:08 pm

    Sebenernya lagi bingung passion itu apa?? Saya sedang mencoba mendaftar beberapa organisasi di kampus, tapi setiap formulir selalu ada kata-kata, “apa PASSION mu?”
    Entahlah, tapi postingan anda cukup memberi penjelasan bagi saya. Nice Post. 🙂

  8. juliestate

    August 13, 2016 at 4:28 pm

    Maaf Pak, tp artikel anda seolah menjelaskan bahwa passion itu sama dengan hobi. Klo menurut saya itu sangat berbeda. Passion jauh lebih dahsyat dari itu. Bukan sekedar hal yg bs mewarnai hidup.

    • Imam

      August 18, 2017 at 7:24 am

      yah kesannya artikel ini seperti itu..

  9. Agus Tedi

    October 27, 2016 at 7:28 am

    Banyak motivator menyarankan untuk bisnis sesuai passion, tapi motivator sendiri tidak pandai berbisnis. Ini sangat disayangkan. Dan cuma bisa ngomong ikuti passion. Menurut saya passion itu bukan hanya kecintaan pada sesuatu yang bersifat hobi. Tapi tanggung jawab pada keluarga juga passion. Itulah yang membuat kita menjadi semangat bekerja di pagi hari. Intinya passion itu gairah. Jadi apa yang membuat anda bergairah. so, berfikir luas lah. Thanks admin. goosted.blogspot[dot]com

  10. Imam

    August 18, 2017 at 7:02 am

    saya kurang sependapat dengan beberapa pernyataan dari artikel ini, menurut saya akan lebih mudah menemukan suatu peluang ketika kita menjalani passion kita. saran saya coba penulis artikel dan teman2 yang membaca artikel ini untuk menonton video ini https://www.ted.com/talks/black_my_journey_to_yo_yo_mastery dan membaca blog ini https://www.zenius.net/blog/3984/rumus-memilih-jurusan-kuliah mungkin bisa menjadi masukan, tapi saya menghargai atas keberanian penulis dalam memandang passion dari sudut pandang yang lebih luas, nice article 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sudah Mau Tahun Baru Lagi Bro, Sudah Siapkan Apa Yang Baru?

Tak sadar bulan sudah menginjak Oktober, sebentar lagi sudah masuk tahun baru lagi. Terasa cepat? Mungkin karena kita menikmati tahun ini. Ya, kata orang waktu seolah cepat terbang ketika kita bersenang-senang.

Meski kemarin bersenang-senang, di tahun yang baru sewajarnya kita mempersiapkan hal-hal yang baru pula. Penting agar hidup tak monoton dan itu-itu saja. Dari sekian banyak hal, apa yang mau kamu siapkan?

Penampilan Baru Bro? Sekedar Potongan Rambut Baru Atau Sampai Urusan Perbesar Otot

Sudah berapa lama sejak berganti penampilan diri? Kapan terakhir menjajal model rambut yang baru? Mecukur rambut mungkin rutin. Tapi kapan terakhir mencoba penampilan rambut yang lain? Kenapa tidak merasakan sensasi perubahan penampilan karena urusan rambut, ini akan memberikan energi baru di tahun yang baru.

Atau mau menempuh jalan yang lebih ekstrem? Menjalankan diet ketat untuk lebih sehat dan punya penampilan oke misalnya. Atau malah ingin tampil dengan fisik yang lebih oke, dan kemudian menjajal olah raga yang selama ini belum sempat dilaksanakan. Menjadi lebih sehat tentunya sebuah resolusi tahun baru yang baik bukan?

Hobi Baru? Coba Hal Yang Selama Ini Tak Terpikirkan

chef Andrian Ishak

Punya hobi itu resep paling mujarab untuk menghalau stres. Selain itu, hobi baru biasanya akan berujung pada bertemu dengan orang-orang baru. Karena itu di tahun yang baru, tak ada salahnya untuk mencoba hobi baru. Lagi pula salah satu fungsi baik dari hobi, bisa membuat pikiran lebih kreatif.

Bingung mencari hobi? Coba ingat kembali masa-masa kecil dan remaja. Hal apa yang ketika itu kita minati. Mungkin banyak hal yang dulu tak bisa dilaksanakan dan sekedar impian, namun saat ini sudah bisa dilaksanakan.

Bisa jadi dulu ingin melakukan traveling tapi usia dan kondisi keuangan tidak memungkinkan misalnya. Atau dulu gemar melihat-lihat motor besar tapi tak bisa mencicipi karena belum punyaa SIM. Hal-hal macam ini yang bisa mendorong kita menemukan hobi.

Pekerjaan Baru? Siap Meninggalkan Zona nyaman

Sudah berapa lama di kantor lama bro? Masih betah di posisi yang itu-itu saja? Mungkin di tahun yang baru ini saatnya untuk menjajal petualangan di tempat baru. Tak mudah memang, karena mungkin sudah nyaman di tempat sebelumnya. Tapi tak juga salah kalau mulai coba melirik-lirik peluang besar lainnya ya.

Ilmu Baru? Belajar Tak Cuma Berhenti Di Bangku Sekolah

 

Mumpung ada momen perpindahan tahun, saatnya mengupgrade diri jadi lebih baik. Caranya dengan mencari ilmu baru. Bukan berarti proses belajar berhenti ketika kita meninggalkan bangku sekolah terakhir bukan?

Mereka yang lulusan SMA bisa memikirkan ke jenjang S1. Sementara S1 bisa ke S2 dan seterusnya. Di luar itu juga kita bisa mengambil kursus atau ilmu-ilmu nonformal lainnya yang bisa menambah wawasan dan kreativitas.

Kendaraan Baru? Ada Year End Promo Suzuki Nih

Nah, coba tengok ke garasi. Sudah berapa lama usia kendaraan yang menemani beraktivitas seharian. Jangan-jangan ini sudah waktunya untuk dipensiunkan. Bukan hanya karena soal kondisi motor, tapi tentunya menggunakan kendaraan baru untuk berpergian akan membuat kita lebih semangat menghadapi tahun yang baru.

Kamu bisa menjajal tawaran menarik dari Suzuki. Periode 1 – 31 Oktober 2017 ini Suzuki punya Year End Promo. Setiap pembelian motor GSX series akan mendapatkan hadiah jaket sporty full protector. Jadi bukan hanya kendaraan yang baru, tapi penampilan berkendara juga baru.

GSX yang akan menemanimu di tahun baru itu memang jadi penanda makin kuatnya Suzuki di kelas motor sport. Melalui dua model GSX S150 dan GSX R150 Suzuki terlihat tak main-main menggarap segmen ini. Pasalnya dua variannya kali ini diklaim telah dipersenjatai oleh fitur tercanggih dan terkini. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 dan GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Batas maksimum putaran mesin pun masih dapat dipacu hingga batas 13.000 RPM.

Tak Cuma urusan dapur pacu yang digarap serius. Tampilan juga menjadi perhatian serius Suzuki. Mengikuti perkembangan tren warna yang disukai oleh publik Indonesia, Suzuki GSX-R150 hadir dalam 5 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

Dengan penampilan motor macam ini tentunya tahun baru makin semangat bro. Jadi sudah siap berubah di tahun yang baru?

11 Comments

11 Comments

  1. dobelden

    September 10, 2014 at 7:00 am

    Sangat mengena nih, hampir salah langkah dengan mengutamakan passion dlm arti sempit

    Makasih mamen…

    #barutahu purdi e chandra bangkrut

  2. Qolbun Hadi

    February 23, 2015 at 8:55 am

    maksih mas tipsnya, sangat bermanfaat

  3. Yus

    July 25, 2015 at 5:49 pm

    Banyak motivator yg menyarankan u/ berbisnis sesuai passionnya,,, sampai sekarang saya masih bingung bagaimana menemukan passion saya yg sebenarnya

  4. Syspro

    July 25, 2015 at 9:51 pm

    Bagus banget.. Sangat mncerahkn.
    Lgsg sy bookmark situs ini krn sy suka banget

  5. Rian Priyanto

    November 8, 2015 at 5:56 pm

    Dari dulu saya hanya mendengar kata passion sepintas saja. Tidak pernah saya pahami apa artinya passion.
    Iseng saya cari di google dan setelah membaca artikel ini sangat menginspirasi. Terimakasih

  6. Reeza Daulay

    November 30, 2015 at 11:48 pm

    gue lagi otw nyari passion yg sebenarnya bagi gue, wish me luck! nice post men 🙂

  7. Ya'ti Zuyyina

    January 20, 2016 at 7:08 pm

    Sebenernya lagi bingung passion itu apa?? Saya sedang mencoba mendaftar beberapa organisasi di kampus, tapi setiap formulir selalu ada kata-kata, “apa PASSION mu?”
    Entahlah, tapi postingan anda cukup memberi penjelasan bagi saya. Nice Post. 🙂

  8. juliestate

    August 13, 2016 at 4:28 pm

    Maaf Pak, tp artikel anda seolah menjelaskan bahwa passion itu sama dengan hobi. Klo menurut saya itu sangat berbeda. Passion jauh lebih dahsyat dari itu. Bukan sekedar hal yg bs mewarnai hidup.

    • Imam

      August 18, 2017 at 7:24 am

      yah kesannya artikel ini seperti itu..

  9. Agus Tedi

    October 27, 2016 at 7:28 am

    Banyak motivator menyarankan untuk bisnis sesuai passion, tapi motivator sendiri tidak pandai berbisnis. Ini sangat disayangkan. Dan cuma bisa ngomong ikuti passion. Menurut saya passion itu bukan hanya kecintaan pada sesuatu yang bersifat hobi. Tapi tanggung jawab pada keluarga juga passion. Itulah yang membuat kita menjadi semangat bekerja di pagi hari. Intinya passion itu gairah. Jadi apa yang membuat anda bergairah. so, berfikir luas lah. Thanks admin. goosted.blogspot[dot]com

  10. Imam

    August 18, 2017 at 7:02 am

    saya kurang sependapat dengan beberapa pernyataan dari artikel ini, menurut saya akan lebih mudah menemukan suatu peluang ketika kita menjalani passion kita. saran saya coba penulis artikel dan teman2 yang membaca artikel ini untuk menonton video ini https://www.ted.com/talks/black_my_journey_to_yo_yo_mastery dan membaca blog ini https://www.zenius.net/blog/3984/rumus-memilih-jurusan-kuliah mungkin bisa menjadi masukan, tapi saya menghargai atas keberanian penulis dalam memandang passion dari sudut pandang yang lebih luas, nice article 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top