Entertainment

Karisma Rocker Di Mata Perempuan Tetap Ada, Meski Usia Tak Lagi Muda

Menjadi rocker papan atas pasti selalu bersanding dengan perempuan-perempuan cantik. Lagu yang indah ditambah dengan aksi panggung menawan membuat penonton tergoda, teriakan histeris dari penonton saat mereka di panggung membuat aksi begitu lengkap. Jadi tidak salah, kalau wanita banyak yang jatuh hati dengan mereka. Nama Dave Grohl pasti tidak asing di telinga Bung, mantan personil Nirvana dan vokalis Foo Fighters ini pernah mengencani sejumlah wanita bertalenta dan juga cantik, seperti Winona Ryder, Melissa Auf Der Maur, sampai akhirnya menikahi Jordyn Blum.

Karisma yang terbentuk dari atas panggung memang mampu memancar penuh ke dalam sanubari kaum hawa sehingga perempuan banyak yang kepincut. Selain Dave Grohl, nama Mick Jagger tak bisa absen dalam urusan perempuan, karena vokalis sekaligus pentolan Rolling Stones sudah memiliki 8 anak dari 5 perempuan berbeda. Marsha Hunt, Jerry Hall, Bianca Jagger, Luciana Morad, dan Melanie Hamrick adalah kelima perempuan yang pernah menjalin kasih dengan laki-laki berbibir tebal ini.

Sedangkan di Indonesia, setiap rocker pun tidak jauh kehidupannya dengan urusan perempuan. Eno yang merupakan drummer Netral telah menikahi aktris cantik Nadilla Ernesta, setelah menjalin hubungan dengan beberapa artis cantik lain, salah satunya Cathy Sharon. Baru-baru ini gitaris dari band kawakan /rif, yakni Ovy, baru saja menikahi Marissa Aziz, sosok yang hot juga cantik berhasil menggaet hati Ovy.

Setelah Diva Indonesia Sekarang Model

Ovy memang merupakan definisi dari rocker yang dikelilingi perempuan cantik. Sempat menikah dengan salah satu diva Indonesia, Titi DJ, yang bercerai 7 tahun lalu, Ovy yang memiliki nama lengkap Noviar Rachmansyah baru saja menggaet seorang model Bung. Karisma pria berumur 51 tahun ini masih bersinar seperti rocker-rocker di luar. Tak pelak model bernama Marissa Aziz ini menerima pinangan dari Ovy. Kecantikan Marissa dan Titi DJ tak dapat diragukan meskipun usia tak lagi muda.

Ovy dan Marissa Terpaut 16 Tahun Secara Usia

Ovy memang tidak muda lagi karena sudah memasuki usia kepala lima, jelas saja laki-laki disekitaran umur seperti itu pasti sudah tidak belia, dan rupawan ketika muda. Namun, pelantun nada “Radja” masih tetap bugar dan juga tampan. Mungkin hal itu yang membuat Marissa mau menjalani hubungan bersama Ovy, karena meskipun tak lagi muda namun tak nampak tua.

Selisih usia Ovy dengan Marissa terpaut 16 tahun Bung. Ovy sudah berusia 51 tahun, sedangkan Marissa baru 35 tahun. Meskipun banyak pula, terutama netizen, yang menganggap kalau Marissa tampak seperti perempuan berusia 26 tahun. Apakah Bung juga sependapat?

Menjalani Hubungan Dua Tahun Dan Menikah

Rencana pernikahan Ovy dan Marissa memang tidak disusun dalam jangka waktu yang lama. Lewat manajemennya yang dikutip dari Kumparan.com, diketahui jika hubungan yang dijalin Ovy dan Marissa sudah berjalan dua tahun. Bahkan, pihak manajemen pun sudah tahu kalau memang kedua pasangan ini akan segera menikah. Pernikahan dilangsungkan secara sederhana di Surabaya dengan dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja.

Tergabung Dalam Manajemen Model

Usia memang bukan menjadi takaran dan batas dalam mencapai sesuatu, buktinya saja Marissa Aziz meskipun telah memasuki usia 35 tahun tapi tetap menekuni dunia modelling. Dunia yang akrab dengan badan langsing dan wajah rupawan, juga kemolekan tubuh dengan berbagai gaun saat melanggang di atas catwalk atau pun difoto.

Tergabung dalam modelmanagement.com, perempuan yang memiliki tinggi 163 cm, kalau dilihat-lihat memang masih mumpuni untuk menjalani karir sebagai model, karena wajah dan tubuhnya yang seksi.

Kenapa Nikahnya Dipercepat?

Adapun rencana pernikahan yang dijalankan Ovy dan Marissa dipercepat karena satu alasan, yakni kondisi ayah dari Marissa yang sedang mengalami sakit, dan ingin anaknya segera menikah. Alhasil, pernikahan pun dilakukan dengan persiapan waktu yang singkat. Dan setelah pernikahan dilakukan, tak lama kemudian ayahanda dari Marissa meninggal.

Hubungan Ovy dan Marissa sudah resmi sebagai suami istri, namun karir yang dijalani dari dunia berbeda. Sehingga Ovy yang sekarang masih aktif sebagai gitaris /rif harus menetap di Jakarta, sedangkan Marissa yang menjalani karirnya di Bali bermukim di sana.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Daripada Masa Pacaran, Momen Pendekatan Sebenarnya Jauh Lebih Berat Untuk Dijalankan

Masa pendekatan seperti sebuah ujian sebelum jadian, ada rintangan yang menghalangi hingga membuat hubungan tidak dapat berjalan yang diinginkan. Karena itu, masa pendekatan masa sulit yang harus dilewati. Seperti ajang pecarian bakat tapi masih dalam kategori kualifikasi. Bung harus usaha keras agar jalan berat bisa ringan diselesaikan.

Pendekatan biasanya dijalani penuh semangat meskipun rasa cinta belum tentu terbalas. Bagaimana bung mau tahu kalau hal itu dapat terbalas kalau belum mencoba untuk menyelesaikan. Lantaran berat di jalani, banyak yang tidak usaha extra ketika di titik ini. Banyak yang cuek dan coba cari sana cari sini yang pas di hati. Tapi malah tetap sendiri karena terlalu selektif memilih calon istri.

Memulai Chatting Awal Bisa Berbuah Basi Karena Respon Nona Datar Tanpa Ekspresi

Mencari bahan obrolan bersama gebetan tentu sulit bung. Apalagi respon gebetan tidak terlalu menyenangkan saat menyapa di waktu sengang. Ingin pendekatan berjalan mulus, bung berlaku bak wartawan dengan menanyakan berbagai pertanyaan untuk menggali kehidupan nona lebih dalam. Garing memang, tapi bung tetap melakukan.

Belum lagi, nona bisa membalas pesan bung dengan jeda 2 sampai 3 jam. Hingga timbul pertanyaan apakah bung bukan prioritas di ranah perasaan nona? sehingga hadir dan tidak, tidak berpengaruh buatnya. Bung yang terlahir sebagai laki-laki kuat, harus bisa mensiasiti dan menaklukan nona. Karena tantangan seperti itu saja tidak bisa, bagaimana ke langkah selanjutnya?

Uang Menjadi Pertaruhan Untuk Kemenangan Masa Pendekatan

Kalau chatting sudah berjalan aman, bisa jadi pertemuan akan segera dilakukan. Karena pesan yang berjalan antara bung dan nona, sudah menggali rasa penasaran. Meet up, istilah gaulnya. Merujuk ke tempat makan yang tak mewah namun menawan. Agar nona bisa menilai, kalau bung cukup memiliki selera dan nilai untuk memilih tempat pada sebuah pertemuan.

Usaha laki-laki kepada perempuan memang ada saja. Entah kodrat atau memang dicontohkan adam dan hawa, sistem traktir atau bayarin seperti menjadi tanggung jawab laki-laki. Demi merebut hati, apa boleh buat kan bung? dengan mempersiapkan suntikan dana untuk dapat traktir nona. Meskipun bulan depan hidup berkecukupan.

Tak Selalu Mulus, Kadang Dada yang Harus Banyak Dielus 

Setiap rencana pasti tidak pernah mulus. Tahayul apabila ada orang yang selalu mulus dengan rencana yang dibuat tanpa pernah gagal atau ada batu sandungan. Pendekatan sesungguhnya adalah rencana dari setiap orang yang ingin berpasangan, dengan menunjuk satu individu untuk mencoba menjalin hubungan.

Ketika rintangan datang, seperti Nona tiba-tiba menghindar dari peredaran atau ditolak setelah mengajak lebih dari teman. Ya sabar saja bung, itu semua biasa terjadi. Jangan ditangisi karena tidak perlu menangisi yang pergi secara terminologi, terkecuali ia tak lagi hidup di bumi.

Rasa Tidak Yakin Dapat Membuat Rasa Sang Nona Menjadi Terombang-Ambing

Ada lagi rasa kurang yakin hingga membuat gebetan pergi. Lantaran bung terlalu lama mengambil sikap untuk mengakhiri pendekatan dan melangkah maju ke arah jadian. Lagi-lagi, rasa yakin kerap mengantui hingga bung kerap menunda untuk mengikat nona. Padahal nona sudah terbawa suasana, namun dibuat sakit dengan perasaan yang diombang-ambing di segala situasi.

Dilema yang dialami nona, memutuskan untuk pergi, dari pada dibuat pilu karena langkah yang serius seperti hantu. Mampu memperlihatkan dan mengancam tapi tak kunjung bisa digapai. Kalau bung mengalami keraguan coba lah mencari jawaban. Jangan membawa perasaan seseorang ke arah ketidakpastian.

Pribadi Oportunis Selalu Ada, Rajin Melihat Celah Demi Memetik Kesempatan yang Ada

Oportunis mungkin sebutan bagi kawan yang memanfaatkan rasa lengang hubungan, kemudian masuk dan mendapatkan sesuai tujuan. Kalau bung sedang bersama gebetan dan dalam masa pendekatan, jagalah dia. Meskipun belum ada ikatan diantara kalian, namun bisa saja kerenggangan kalian dimanfaatkan oleh seseorang yakni kawan.

Istilah ini sering disebut nikung, tidak hanya merebut gebetan, merebut pacar pun juga demikian. Tapi kalau bung gentle ya biarkan nona yang memilih. Jangan terbesit rasa dendam dan amarah kepada seseorang oportunis tersebut. Kalau bung memang prioritas dan berkesan, pasti nona tak segan buat memilih bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Kesana-kemari Demi Interview Kerja, Tapi Panggilan Wawancara Tak Kunjung Ada, Lantas Harus Bagaimana?

Lamar pekerjaan bukan perkara mudah, dari step mencari sampai ke gerbang interview kerap dilakoni. Namun, tidak adanya balasan telfon dan surat elektronik membuat bung (yang mengalami) mungkin bingung.

Benar memang, untuk memikat perusahaan, seseorang harus bisa meyakini dengan kemampuan dan catatan prestasi selama bekerja di tempat dahulu atau pun magang. Menurut survei LinkedIn yang memiliki anggota 11.000 pekerja dari 19 negara tahun 2016 menemukan bahwa hanya 35 persen yang merasa yakin bisa membicarakan prestasi mereka.

Kebanyakan kandidat pelamar kerja seolah-olah menyuruh perusahaan menilai kinerjanya saat diterima dan lihat hasil kerjanya. Kalau seperti itu sangat sulit bung, lantaran perusahan memiliki target dengan waktu yang sedikit, kalau hanya berkutat dengan pelamar kerja yang kurang menjanjikan otomatis bakal buang-buang waktu yang tidak perlu.

Bermaksud mengurangi beban yang bung sedang emban, ada beberapa saran dari kami yang perlu bung pertimbangkan.

Manfaatkan Teknologi Untuk Mencari Kerja Dengan Download Aplikasi

Zaman semakin canggih dengan keuntungan semua hal dipermudah demi mengehmat tenaga dan waktu, seperti adanya aplikasi melamar kerja. Dengan adanya aplikasi macam ini, bung tak perlu lagi sulit untuk mengirim surat lamaran lewat kantor pos, kan lewat gawai ponsel pintar semua sudah tersedia. Aplikasi melamar kerja seperti jobstreet misalnya tidak mempermudah namun bisa melihat apakah perusahaan impian bung sedang buka lowongan.

Sebelum melangkah ke ranah itu, CV harus diperbaiki dengan menjelaskan pencapaian apa saja yang sudah bung raih selama ini. Tidak hanya membuat CV yang bagus dan kreatif, ada pun fungsi jangan dilupakan seperti letakan informasi penting tentang dirimu dan porftofolio. Agar perusahaan bisa mempertimbangkan bung dapat masuk ke perusahaanya.

Bukan Instagram yang Perlu Diupdate Untuk Mencari Pekerjaan, Tapi Ada Sosial Media Lain

Berbeda dari sosmed yang digunakan bung sehari-hari. LinkedIn lebih kepada sosmed diperuntukkan dunia kerja profesional karena sistem koneksi pertemanan yang dilakukan di LinkedIn merujuk pada pekerjaan dan perusahaan. Bung bisa melakukan komunikasi yang bersifat pekerjaan lewat LinkedIn, bahkan banyak juga kandidat pelamar kerja yang mendapatkan kerja lewat sosial media ini.

Sama seperti sosial media lainnya, LinkedIn juga memiliki profile seperti tentang pekerjaan bung sekarang dan apa keahlian bung. Kalau bung yang baru perdana kerja atau baru re-sign alangkah baik untuk memperbaiki profilnya karena berguna bagi perusahaan kalau tiba-tiba melirik profile anda bung.

Kenapa LinkedIn sangat diperlukan? dilansir dari Blogkarir,  9 dari 10 perekrut menggunakan LinkedIn sebagai media mencari kandidat terbaik bagi persuahaan. 75% dari perekrut men-survey LinkedIn kandidat sebelum memutuskan untuk menerimanya. Jadi itulah alasan mengapa LinkedIn sosial media yang penting.

Buatlah Perusahaan Berkesan Dengan Mencoba Mengetahui Perusahaan Secara Dalam

Sebelum bung menghadiri interview, ada baiknya bung mengetahui tentang seluk-beluk perusahaan. Pewawancara akan terkesan dan menjadi nilai tambah bagi bung. Otomatis, bung telah merengkuh satu poin untuk masuk di perusahaan tersebut. Dengan mengandalkan internet, bung dapat riset semua perusahaan yang ada.

Tips seperti itu sangat berguna untuk mencari kerja bung. Karena persaingan dalam dunia mencari kerja sangat ketat. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2017 sebanyak 131 juta orang. Bahkan, jumlah tersebut naik 6 juta dibanding bulan Agustus 2016. Kalau bung tak kunjung bekerja maka kehidupan untuk berkeluarga dengan si nona bisa ketunda.

Jangan Salah Ucap, Berniat Ingin Memikat Malah Terjerat

Sumber : Medium.com

Beberapa jawaban yang bung utarakan ketika interview bisa bersifat blunder lho. Lantaran ada beberapa jawaban yang kurang disenangi perusahaan. Salah satu kalimat yang kerap kali diucapkan pelamar kerja adalah “saya sangat menginginkan pekerjaan ini” , bagi perusahaan kalimat tersebut tidak menunjukan rasa percaya diri dan kompeten. Malahan lebih terlihat rasa putus asa.

“Anda mungkin bermaksud untuk menunjukkan keinginan Anda, namun kenyataannya ini menunjukkan keputusasaan Anda. Putus asa tidak baik dalam konteks apapun,” kata Zachary Painter, penasihat karier dan manajer perekrutan ResumeGenius.com

Coba Gali Kelebihan yang Bung Miliki Dengan Selalu Latihan

Bill Gates pernah mengatakan “Satu-satunya hal yang saya pahami secara mendalam, karena di masa remaja saya memikirkannya, dan setiap tahun dalam hidup saya, adalah perangkat lunak (software). Jadi saya tidak akan pernah melakukan apapun kecuali perangkat lunak,” Ya, setiap orang sudah memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk kelebihan, bung dapat belajar dari Bill Gates dalam menggali potensi dalam diri.

Meskipun bung dapat mempelajari hal yang baru, tapi coba untuk fokus pada keahlian yang sudah bung miliki terlebih dahulu dengan mengasahnya setiap hari. Apapun keahlian yang bung punya, banyak dilatih agar semakin matang. Karena dengan latihan, potensi dalam diri semakin kelihatan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Menikahlah Di Waktu yang Tepat, Bukan Karena Desakan yang Semakin Merapat

Beberapa bulan lagi mau puasa, pasti lebaran juga bakal terbayangkan bukan? Masih ingatkah Bung tahun lalu, ketika momen maaf-maafan menjadi semacam konferensi pers soal pernikahan? Segala macam klarifikasi dan pertanyaan soal berdiri di pelaminan menjadi hal menarik bagi kerabat dan sudara. Tak usah heran, hal itu memang terjadi secara turun-temurun, ada saja desakan yang dialami seseorang ketika umurnya telah semakin matang untuk berumah tangga.

Apalagi laki-laki, mulai dari kerabat sampai sodara pasti mengawali dengan, “Tunggu apa lagi?”, atau “Mau cara yang kayak gimana lagi?”, pertanyaan seperti itu sudah pasti mengawali desakan pernikahan. Tapi untuk menikah jangan sampai terpancing karena desakan. Tetapi pikirkan secara masak-masak? Apakah saat ini, Bung memang sudah ready untuk membangun rumah tangga secara nafkah dan juga batin? Jangan sampai mengeluh rindu bujang ketika buah hati sudah berada di kedua tangan ya Bung!

Jangan Karena Ibu Ingin Gendong Momongan, Bung Langsung Kelabakan Untuk Melangkah Ke Pelaminan

Salah satu desakan untuk menikah yang paling ngena di hati Bung mungkin “kode” orangtua yang ingin memiliki cucu. Lantaran orangtua terlucuti hatinya ketika reuni SMA, atau berkumpul bareng rekan-rekannya yang bercerita betapa lucu cucunya. Alhasil, mereka pun langsung bertanya, “Kapan ingin segera berumah tangga?”. Sampai pada akhirnya Bung kelabakan untuk segera melenggang ke pernikahan. Tapi kalau mental belum siap, Bung jangan menuruti, daripada pernikahan Bung nanti hanya jadi saksi kegagalan karena munculnya obsesi.

Hidup Bakal Tetap Berjalan Meskipun Ujung Pelaminan Belum Kelihatan

Rasanya menatap pelaminan belum ada dibayangan, lantaran masih ada impian yang ingin diwujudkan atau lagi nabung kecil-kecilan karena ingin berusaha meringankan beban orangtua pada saat pernikahan. Tak apa Bung lama menjadi bujang, asalkan memiliki target kapan harus menikah.

Jangan sampai ketagihan menjadi bujang hingga menikah pun tidak masuk agenda dalam kehidupan. Ketika saudara, teman ibumu bahkan rekanmu terus bertanya kapan menikah, tanggapi santai saja. Bilang saja lihat nanti, jadi dia tidak akan bertanya lagi. Kalau masih bertanya, mungkin dia memang membuka jasa wedding organizer atau semacamnya.

Apalagi Mencari Calon Istri Mesti Teliti, Jangan Sampai Salah Menikahi

Sumber : Medium.com

Tidak semua orang cocok untuk menjadi pasangan, bisa saja hanya pantas sebagai teman, tidak lebih. Maka dari itu untuk memilih pasangan memang harus secara teliti dan matang. Kalau kata orangtua zaman dulu, mesti dilihat bibit, bebet, dan bobotnya. Jangan sampai karena tidak tahan mengalami desakan, menjadikan siapa saja yang datang langsung Bung sambar dengan mengajak ke pelaminan.

Bayangkan, Bung bakal terus bersama si nona, sehidup semati sampai maut memisahkan. Otomatis ketika mata terbuka di pagi hari, wajahnya yang bakal Bung lihat pertama kali. Bayangkan kalau sikapnya sangat bertolak belakang, apakah Bung siap menghadapinya di setiap saat?

Bagi Laki-laki Kesiapan itu Harus, Karena Apabila Rumah Tangga Jadi, Bunglah yang Bakal Membawa Arus

Semua harus dipersiapkan jangan hanya modal nekat dan cinta saja. Karena sebagai laki-laki, kematangan finansial dan mental tak bisa diacuhkan untuk menghadapi pernikahan. Jangan hanya terbayang “ena-ena” saja, karena inti pernikahan bukan soal seperti itu. Kesiapan finansial apalagi, menjadi salah satu pangkal kehidupan yang paling penting. Bahkan tanpa uang, hidup zaman sekarang bisa apa, besar atau pun kecil nominalnya intinya tetap saja uang bukan? Kalau mental itu relatif, mungkin Bung yang sudah ditempa dengan segala macam cobaan bisa menjadi lebih dewasa.

Menunda Pernikahan Bukan Berarti Bung Adalah Laki-laki yang Terpinggirkan

Santai saja Bung! Ketika umur ideal pernikahan malah dipakai asyik berkelana sendirian, bukan berarti Bung adalah laki-laki yang terpinggirkan. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, jangan sampai membuat Bung melakukannya hanya karena desakan. Wahai Bung yang membaca tulisan ini, desakan hanyalah suatu sentilan yang tak perlu dimasukkan ke dalam hati. Santai sajalah dalam menyikapi, karena urusan jodoh masih di tangan Tuhan, bukan lewat obrolan rumpi yang selalu dilakukan saudara atau kerabat Bung sekalian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top