Lifestyle & Fashion

Karena Berbicara Di Belakang Adalah Perbuatan Seorang Pecundang

Bukan perkara orang lain yang terlihat buruk dimata Bung, sebenarnya ini jadi masalah pada diri sendiri. Bung kerap berpikir bahwa orang lain tak baik karena tidak punya pandangan yang sama.

Lalu memangnya salah jika seorang laki-laki seperti Bung ini, membenci seseorang yang tak Bung suka? Tentu saja tidak Bung. Karena sejatinya hal-hal yang sering jadi masalah bukan ketidaksukaan Bung. Tapi bagaimana cara Bung menunjukkan bentuk ketidaksenangan. Apalagi jika diam-diam berbicara dibelakang!

Alasan Utamanya Mungkin Karena Bung Tak Enak Hati Untuk Bicara di Depannya

Untuk sekedar membicarakan seseorang dari belakang tentu adalah perkara mudah. Tak akan banyak orang yang membantah, termasuk objek yang sedang Bung jadikan bahan pembicaraan. Beberapa orang yang akan mendengar sembali mengangguk tanda setuju, atau menambahi beberapa kalimat lain yang akan membakar emosi.

Wajar saja, karena dia yang katanya tak Bung suka tidak ada di sana.

Tapi coba Bung pikirkan ulang, apakah hal tersebut adalah pilihan yang benar? Nampaknya tidak sama sakali! Biar bagaimana pun ini bukanlah perilaku yang harusnya ditunjukkan oleh seorang laki-laki.

Ini Jadi Salah Satu Hal Biasa, Namun Kerap Berubah Jadi Masalah

Menyampaikan keburukan orang lain dari belakang, jauh lebih buruk dibanding menghardiknya langsung. Tak perlu bermain kucing-kucingan seperti itu Bung. Meski ketidaksukaanmu kepada seseorang belum tentu benar, Bung tentu punya hak untuk menyampaikan. Selama itu masih dalam kapasitas yang wajar, tentu sah-sah saja.

Tapi jangan pikir ini masalah sepele, meski terlihat biasa, hal-hal seperti itu dipercaya jadi sumber api yang bisa manghanguskan hubungan dua orang. Baik itu pada seorang teman atau rekan kerja yang kebetulan memiliki sikap yang kurang baik dimata Bung.

Bung Mungkin Puas Dapat Mengeluarkan Unek-unek, Tapi Teman yang Di Sana Bisa Jadi Resah Mendengarnya

Mau dibilang apa, hal yang memang tak Bung suka akan tetap terlihat buruk. Bahkan meski telah berupaya untuk memahami dengan sikap yang berbeda. Sulit untuk bisa menerimanya. Salah satu jalannya ya memang harus dikeluarkan lewat sebuah cerita.

Ini tentu membantu Bung dalam hal berpendapat akan sikap seseorang. Lain hal yang jika ternyata malah membuat orang lain kepanasan hatinya. Merasa bahwa dia tak seburuk yang Bung nilai.

Bung mungkin akan mengelak dengan berkata, bahwa diri ini juga kerap mendapat hal yang sama, dinilai oleh orang lain. Namun point yang jadi pertanyaan, apakah konteksnya sama? Jika ternyata tidak, Bung tentu tak bisa memukul rata.

Atau Jangan-jangan Bung Memang Tak Punya Nyali Untuk Bicara Langsung Dengannya?

Tanpa berniat untuk meragukan kejantanan Bung, atau membuat Bung bertanya pada diri sendiri, “Apakah aku laki-laki?”

Karena agaknya memang terdengar sedikit lucu, jika di zaman nan modern seperti sekarang ada laki-laki yang masih ngedumel di belakang. Bukan perkara benar atau tidaknya yang Bung katakan. Mari kita tekankan hal ini pada konteks keberanian yang harusnya Bung tunjukkan.  Walaupun pada dasarnya keberanian dan perubahan zaman tak berhubungan.

Padahal Sikap yang Bung Tunjukkan Adalah Jati Diri yang Sesungguhnya

Semua mata akan menilai saat ketidaksukaan Bung padanya dilontarkankan di depan mereka. Setelah itu mereka akan berlomba untuk menyuarakan pendapat atas sikap Bung.

Mulai dari dinilai tak bernyali, hingga laki-laki karbitan atau jelmaan ibu-ibu yang menggosip melulu. Bung boleh tak suka, toh itu adalah hak siapa saja. Namun untuk menyampaikan rasa tak suka, tidak sebaiknya dibicarakan di belakang orangnya.

Barangkali memberitahunya di depan, justru mampu merubahnya. Apalagi jika tiba-tiba orang yang bersangkutan justru berterima kasih karena sudah di ingatkan.

Hal-hal seperti ini jauh lebih bisa dibilang sebagai sikap seorang ksatria, daripada mencela dan mencibirnya di belakang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Tak Tampil Slebor Meski Memilih Naik Motor

Meski mobil menawarkan kenyamanan lebih, namun sebagian pria tetap memilih motor sebagai kendaraannya. Alasannya beragam, mulai dari sesederhana menghindari jalanan macet atau memang hobby menggunakan motor.

Masalahnya banyak yang terkesan ala kadarnya dalam berpenampilan ketika menggunakan motor. Malah sering ada yang salah kaprah menyamakan kegiatan berkendara menggunakan mobil dengan motor. Padahal beberapa hal harus diperhatikan jika kita memilih untuk menggunakan motor.

Naik motor pakai baju apa?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menjawab pertanyaan sebelumnya. Kita naik motor untuk apa? Sekedar hobby di weekend atau kendaraan rutin untuk menemani kerja? Karena banyak yang salah kaprah memilih pakaian untuk naik motor.

Referensi yang digunakan adalah pengguna motor di luar negeri. Sayangnya tidak semua fashion cocok diaplikasikan di Indonesia. Apalagi jika kita menggunakan motor untuk beraktivitas sehari-hari.

Di negara-negara sub tropis banyak pengendara motor tidak menggunakan jaket. Mereka hanya berbalut kaos oblong dan jeans. Atau misalnya untuk para scooteris italia yang berpakaian rapi kemudian hanya menyematkan rompi minim di luar pakaiannya.

Masalahnya situasi dan kondisi jauh berbeda di Indonesia. Sebagai negara tropis kita punya suhu mencapai kisaran 37 derajat celcius. Sangat konyol jika kita naik motor di udara terbuka hanya bermodalkan kaos lengan pendek.

Situasinya bertambah rumit ketika di daerah perkotaan. Meski gesit, tak jarang pengendara motor juga tetap harus berjibaku dengan kemacetan. Pertarungan ini masih diperparah dengan tingkat polusi yang gila-gilaan. Maklum saja bus umum dan angkot yang tidak terawat masih bebas berkeliaran membuang asap hitam knalpotnya.

Karena itu jaket adalah asesoris wajib jika memilih untuk naik motor. Setidaknya kulit tidak akan gosong dan perih terbakar matahari. Selain itu Jaket juga berfungsi untuk melindungi pakaian kita dari bau asap knalpot yang menyengat. Boleh saja motor oke, dandanan pun asik tanpa dihiasi jaket, tapi apa gunanya ketika bertemu klien baju kita ternyata bau knalpot?

Helm keren itu yang seperti apa?

Helm bukan lagi sekedar pelindung kepala. Ia sudah menjelma menjadi salah satu aksesoris fashion di kalangan pengguna motor. Tapi dengan alasan yang sama seperti di atas kita harus cermat dalam memilih helm.

Mungkin tidak masalah jika rooling thunder menggunakan motor kesayangan di weekend kita menggunakan helm half face tanpa penutup. Tapi jangan coba-coba menggunakan helm favorit biker cafe racer ini anda gunakan beraktivitas sehari-hari.

Sekali lagi, ini negara tropis banyak debu dan asap knalpot. Dijamin muka langsung menghitam jika berjibaku langsung tanpa penghalang kaca di helm. Lagi pula dengan kondisi mayoritas jalanan Indonesia yang masih belum terawat, menggunakan helm tanpa penutup bisa mengundang bahaya. Tak terbayang batu krikil terlontar langsung ke muka kita dalam kecepatan tinggi.

Hal penting lainnya adalah siapkan minimal dua helm untuk dipakai bergantian setiap hari. Keringat dari kepala yang bersarang di helm bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Karena itu kita harus punya jadwal harian untuk menjemur bagian dalam helm diterik matahari. Jika anda pengguna motor harian, langkah ini hanya mungkin dilakukan jika anda punya dua helm kan?

Pilih motor sesuai fisik

Tidak akan terlihat perbedaanya ketika kita menyetir mobil ferarri yang super pendek dengan mobil off road yang jangkung. Maklum saja kita berada dalam kerangkeng body mobil. Paling banter orang hanya bisa mengintip dari balik jendela.

Beda cerita dengan motor. Semua fisik kita akan dengan bebas dipertontonkan di jalanan. Sayangnya banyak pria yang tidak sadar diri dengan kondisi fisik. Akan aneh terlihatnya jika fisik mungil tapi memaksakan naik motor bongsor.

Tapi sebaliknya, banyak juga pria berfisik besar yang terkesan memaksakan menggunakan motor matic yang diperuntukan bagi konsumen wanita. Hal ini diperparah dengan pilihan warna atau grafis yang terlalu manis untuk fisik sang pengendara.

Karena itu pilihlah kendaraan yang sesuai dengan fisik kita. Salah satu yang pantas dilirik adalah All New Satria F150. Modelnya yang hyperunderbone terlihat ramping namun tanpa meninggalkan kesan laki-laki.

Gaharnya tampilan ini ditunjang juga dengan tampilan mesin tegak berpendingin air. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve. Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Apalagi All New Satria F150, tampil dengan grafis tampilan baru. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Untuk Bung yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa dijadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Ditambah lagi ada dua warna spesial, yang juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin Bung tunjukkan.

Jas Hujan Itu Harus

Selain panas matahari, kendala yang harus dihadapi pengendara motor di Indonesia adalah hujan. Dan seiring berjalannya waktu keadaan cuaca agak sulit untuk diprediksi. Karena itu menyediakan rain coat atau jas hujan adalah sebuah keharusan.

Jangan sampai kita terlambat tiba ditujuan hanya karena harus berteduh dari hujan. Atau untuk mengejar waktu kita memaksakan menembus hujan dan tampil basah kuyup dilokasi aktivitas.

Hal penting yang patut diperhatikan adalah jangan membeli dan menggunakan jas hujan yang hanya berbentuk ponco. Pertama, jenis ini tidak melindungi kita sepenuhnya dari terpaan air hujan. Kita masih bisa basah terutama untuk di bagian kaki. Kedua, jas hujan jenis ini sudah banyak memakan korban jiwa. Bentuknya yang memanjang dan menjulur ke bawah riskan untuk terlilit di roda motor.

Sedikit informasi, di beberapa minimarket dijual jas hujan berbahan plastik. Bentuknya tidak lebih tebal dari buku tulis anak sekolah dasar. Sangat cocok untuk diselipkan dibagasi motor.

Potong rambut pendek, gunakan deodoran

Sekedar saran, jika sehari-hari beraktivitas menggunakan motor maka sebaiknya rambut tdak dibiarkan panjang. Apalagi jika harus dirapikan menggunakan Gel. Karena pastinya repot harus bolak-balik membalurkan gel rambut setelah melepas helm.

Lalu untuk tetap menjaga kesegaran tubuh, usahakan menggunakan deodoran. Hal ini untuk mencegah keringat berlebih. Tentunya kita tidak mau kan muncul dengan baju yang basah oleh keringat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Uniknya KWID, Mobil 119 Jutaan Dari Renault

Sejak kemunculan beberapa waktu lalu, mobil bernama KWID ini memang mengundang rasa penasaran publik otomotif tanah air. Pasalnya dengan mengusung merk Eropa, harga yang ditawarkan termasuk kategori ekonomis. Yup, mobil satu ini bisa diboyong hanya dengan harga Rp.119.600.000,-. Namun tak cuma harga bersaing yang bikin KWID layak dilirik, ada sejumlah hal menarik yang membuat KWID layak untuk dijadikan kendaraan terbaru.

Meski Masuk Kelas City Car, Namun KWID Justru Punya Tampilan SUV

Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain unik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Interiornya Canggih Dengan Rasa Eropa

Masuk ke bagian interior, Renault KWID ini memang tergolong lapang. Renault juga menyajikan ruang bagasi yang cukup luas dengan kapasitas 300 liter. Dengan mengatur konfigurasi kursi kapasitas bagasinya bahkan bisa ditingkatkan hingga 1.115 liter.

Beralih ke dashboard Renault KWID bahkan sudah dibekali dengan digital instrument cluster. Instrument cluster itu menyajikan informasi yang lengkap mulai dari kecepatan (speedometer), odometer, trip meter, rata-rata konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar realtime, hingga kecepatan rata-rata yang telah ditempuh sejak terakhir di-reset.

Ada beberapa sentuhan Eropa pada Renault KWID. Beberapa di antaranya adalah tombol pengatur power window dan pengunci pintu central yang ada di bagian tengah dekat dengan tombol lampu hazard.

Harga Boleh 100 Jutaan, Tapi Fiturnya Sudah Canggih

Interior yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Perangkat head unit yang merupakan pertama di kelasnya ini, memiliki fitur lengkap seperti radio, musik menggunakan USB maupun AUX, dan juga telah dilengkapi dengan Bluetooth telephony system.

Perangkat tersebut juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock, lampu sein dengan satu sentuhan untuk berpindah lajur serta lampu kabut. Dan untuk pertama di kelasnya juga, Renault KWID memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Dapur Pacunya Cukup Bertenaga Namun Irit

Renault KWID mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder yang dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan. Hasilnya mobil ini bisa menyemburkan tenaga maksimal sebesar 68 PS pada putaran 5.500 rpm dan maksimal torsi sebesar 91 Nm pada putaran 4.250 rpm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg. Selain performa, penggunaan bahan bakar Renault Kwid lebih efisien dengan teknologi mesin berupa Smart Control Efficiency (SCe).

Sisi Kenyamanan Juga Sangat Khas Renault

Produsen mobil asal Perancis ini memang dikenal dengan kenyamanannya. Tak terkecuali juga dengan Renault KWID. Kualitas bantingan suspensi Renault KWID menjadi salah satu keunggulan dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault KWID ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.

Kombinasi keunggulan-keunggulan teknis dan fitur-fitur canggih di atas membuat Renault KWID pantas dipertimbangaan untuk kendaraan pilihan kaum urban. Apalagi harganya yang bersaing jadi penggoda paling utama bukan?

Agar Tak Penasaran Bisa Coba Jajal Langsung KWID

Nah, daripada sekedar baca Bung bisa jajal langsung si Renault KWID ini. Karena saat ini Renault menggandeng Gen FM untuk mengadakan acara test drive Renault KWID untuk yang tinggal di seputaran Jabodetabek. Bung bisa menyambangi acara tersebut sesuai jadwal berikut:

Sabtu, 25 Nov 2017 : Taman Jajan Bintaro
Jumat, 01 Des 2017 : Food Court Teng go Cibubur
Sabtu, 02 Des 2017 : Warung Upnormal Cinere
Jumat, 08 Des 2017 : Plaza Festival Kuningan
Sabtu, 09 Des 2017 : Bebek Kaleyo Harapan Indah (Bekasi)

Pada acara yang berlangsung pukul 17.00 – 22.00 wib ini, mereka yang telah test drive dan berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Renault KWID berkesempatan untuk mendapatkan hadiah uang tunai dan merchandise dari Renault.

Jadi kapan lagi test drive sambil seru-seruan ikut quiz bukan? Untuk info lebih jelasnya bisa pantau sosial media Renault @Renault_ID

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiring Men

Suara dari Jauh: Disini Tak Riuh, Tapi Kerap Membuat Rindu

Ketika Bung sedang mengagungkan kehidupan dan pekerjaan tenang di dalam ruangan, di tempat lain ada kawan yang justru sedang berjuang dengan suasana berbeda. Hidup jauh dari hingar bingar kota, hingga terlambat mendapat berita.

Bung mungkin sudah bisa menerka, siapa kawan yang sedang kami ingin bicarakan. Orang-orang ini adalah mereka yang kerap menahan rindu tatkala berada jauh dari rumah. Mulai dari bekerja di dalam hutan atau di tengah laut selama berbulan-bulan.

Hal-hal yang mungkin jarang Bung perhatikan, jadi sesuatu yang justru mereka rindukan. Kali ini coba simak bagaimana para kawan ini menuturkan keluh kesah yang mungkin tidak pernah Bung rasakan.

Dewo Setiawan, 25 Tahun – Bekerja di Tambang Migas

Konon pekerjaan ini bisa jadi tiket emas untuk meluluhkan hati calon mertua. Tapi bagi Bung Dewo hal tersebut tak selamanya berlaku. Ia merasa bahwa sektor migas tak sekuat dulu, sebab dunia perminyakan telah turun secara global. Tapi terlepas dari hal tersebut ada hal lain yang kerap membuatnya gusar, yakni rindu.

Berada di dalam tambang hingga berbulan-bulan, rindu jadi seseuatu yang sulit ia lawan. Dan salah satu hal yang sering membuat ia merindukan suasana ramai di luar adalah bertemu dengan sahabatnya meski hanya sekedar bertukar sapa saja.

“Ya, kadang rindu suasana keramaian. Apa lagi momen bercanda dan ngobrol tiap kali coffee time bareng teman,” akunya jujur.

Namun ketika ditanya, apakah ada keinginan untuk berpindah pada bidang pekerjaan lain. Bung yang satu ini menjawab akan tetap bekerja pada migas. “Lagi pula semua pekerjaan sama saja, tergantung niat dan hati kita.” katanya dengan mantap.

W. Pardede, 25 Tahun – Bekerja di Tugboat

Tak jauh berbeda dengan Bung Dewo, laki-laki berdarah Batak yang satu ini juga mengutarakan hal yang sama. Kerinduan-kerinduan pada dunia luar, dan masa muda yang tak seperti orang lain rasakan.

Diusianya yang sudah menginjak 25 tahun, ini adalah tahun kedua Bung Pardede menghabiskan separuh waktunya di tengah laut bersama dengan rekan-rekannya. Laki-laki yang bekerja pada kapal Tugboat ini mengungkapkan bahwa pada beberapa kesempatan yang ia tak sadar, dirinya sering merasa ingin pulang ke rumah karena rindu.

“Yang saya rindukan, ya bisa berkumpul bersama orangtua, keluarga dan teman-teman. Termasuk juga pacar,” katanya dengan agak ragu-ragu.

Namun selain rindu yang katanya kerap membuat ia mendadak melow, hal lain yang ia syukuri dari pekerjaannya kini, ia bisa menjajaki banyak tempat di dalam dan luar negeri.

“Yang membuat saya tertarik bekerja di laut disamping bekerja, saya bisa berkunjung ke berbagai tempat.”

Sedikit berbeda dengan Bung Dewo, Laki-laki dari Pematang Siantar ini berkata jika nanti ada kesempatan lain, ia ingin mencoba bidang pekerjaan lain. Dengan catatan itu adalah sesuatu yang dicintainya, dan bisa membawanya bepergian juga.

Raymond Limdes, 26 Tahun – Bekerja di Tambang Batubara

“Di sini semua ada, tapi sinyal dan internet susah, itu pula yang membuat saya sering rindu akan rumah.”

Jadi kalimat pertama yang beliau sampaikan di percakapan kami lewat WhatsApp beberapa minggu lalu. Mendengar perkataannya yang mengatakan semua ada, kami penasaran untuk mengorek informasinya lebih dalam.

Dan benar saja memang, menurut pengakuannya tempat kerja yang telah 2 tahun terakhir ia anggap sebagai rumah, fasilitasnya cukup nyaman. Sehingga mau pulang jam berapa pun ia tidak pernah khawatir tak bisa makan, sebab ada orang yang memang ditugaskan untuk memastikan segala kebutuhan terpenuhi selama berada di dalam tambang.

Tapi ya itu, jauh dari keramaian dan rumah tempat kita dibesarkan akan tetapi jadi kerinduan. “Saya hanya rindu keluarga, terlebih ibu dan masakannya. Jika di rumah saya bisa mendengar suara beliau setiap hari. Disini hanya bisa sekali dalam seminggu, itu pun saya harus keluar ke arah perkampungan. Jaraknya kurang lebih 2 jam kalau naik mobil.”

Laki-laki yang mengaku masih tak punya pacar ini bercerita jika kerinduannya tak seberat kerinduan laki-laki lain yang sudah menjadi ayah. “Saya kan cuma rindu bapak dan ibu saja, beda dengan teman saya yang lain. Sudah rindu orangtua, rindu istri, rindu anak pula. Tantangannya lebih berat.”

Bahkan menurutnya, seorang temannya yang sudah menjadi ayah pernah terlihat menangis secara tiba-tiba, ketika mendapat berita bahwa istrinya hamil. Ketika ia mencoba bertanya, alasan mengapai sang teman menangis, laki-laki itu menjawab, “Saya sedih saja, tak bisa menemani sang istri selama proses kehamilan nanti.”

Seakan tak bisa menjawab apa-apa, laki-laki yang Desember nanti genap berusia 26 tahun ini hanya dapat mengusap bahu sang teman sambil mengucapkan beberapa kalimat semangat.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating

Agar Kantong Tak Jebol Tapi si Nona Nyantol

Untuk Bung yang kebetulan berdompet tebal, hal ini mungkin tak jadi masalah, lain halnya dengan kawan lain yang mungkin masih berpenghasilan pas-pasan. Jangankan untuk memberi si nona barang-barang mewah, menghidupi diri sendiri saja kadang susah.

Merasa sedang dipojokkan, barangkali si nona akan protes. Dan lantang bersuara, jika uang tak selalu jadi faktor utama dalam mencintai laki-lakinya. Tapi faktanya, dari beberapa survei yang ada, sebagian besar perempuan mendekati laki-laki hanya karena urusan saku yang tampak tebal bukan karena cinta.

Akan tetapi ini tak hanya perihal pasangan yang memang matrealistis saja, barangkali Bung juga kebanyakan gaya. “Biar kantong jebol yang penting si nona nyantol” membuat kocek yang telah ditabung sejak lama bisa habis dalam hitungan jam saja. Lalu kalau sudah begitu Bung bisa apa?

Tak Perlu Bertemu Setiap Hari, Ajak si Nona Untuk Menabung Rindu

Tak perlu kami jelaskan, Bung tentu bisa menghitung sendiri berapa banyak dana yang akan keluar setiap kali bertemu meski sekedar untuk makan. Jika durasinya masih 1-2 kali dalam sebulan tentu tak jadi masalah. Namun jika ternyata akan berlangsung setiap minggu? Silahkan Bung hitung saja.

Sekilas hal ini mungkin remeh dan dianggap tak akan berdampak apa-apa. Tapi tanpa sadar juga bisa menguras isi dompet Bung.

Sebaliknya Bung bisa jelaskan, kalau hal ini adalah salah satu upaya untuk memberi ruang pada rindu yang Bung dan si nona punya. Hingga jika nanti jadwal bertemunya tiba, kerinduannya tak lagi seperti biasa.

Bukannya Pelit, Tapi Menawar Alokasi Dana Untuk Kado Itu Menghindarkan Bung dari Ekonomi Sulit

Bung wajib tahu, momen-momen bersejarah yang dilalui. Mulai dari tanggal jadian hingga kapan si nona akan berulang tahun. Meski tak semua perempuan akan menuntut hal yang sama, tapi kado agaknya jadi perintilan yang tak bisa dilupa.

Nah pada kesempatan ini, kemampuan Bung bernego dalam hal budget yang akan dikeluarkan jadi sesuatu yang teramat penting. Bung mungkin bisa saja membeli benda-benda mahal yang memang mewah, tapi jika ternyata si nona tak suka, lantas untuk apa?

Harga dari benda yang Bung berikan memang jadi kesan pertama yang akan menarik perhatiannya, namun jika ternyata tak terlalu bermanfaat untuknya, jelas akan sia-sia dan percuma. Jika memang si nona sedang ingin sesuatu, ada baiknya Bung tanya dulu, apa yang memang jadi keinginannya.

Jika Memang Tidak Sedang Ingin Sekali, Pilihlah Tempat Berlibur yang Murah Namun Berkesan

Faktanya untuk dua orang yang sedang berpacaran, tempat tak selalu jadi tolak ukur untuk merasa bahagia. Konon asal sudah berdua dengan pujaan hati, baik Bung dan si nona tentu akan merasa bahagia.

Karena berlibur itu memang penting, tapi Bung perlu ingat tujuannya jelas bukan untuk terlihat keren bersama pasangan. Baik Bung atau si nona, bisa mencari beberapa destinasi yang memang bersahabat dengan isi kocek.

Sebab tak mesti pergi ke luar negeri, masih banyak tempat-tempat menarik yang bisa dinikmati bersama dengan si nona yang Bung cintai.

Ajakan Si Nona Untuk Jadi Pasangan yang Up To Date Tentu Tak Salah, Asal Jangan Merobek Kocek Saja

Bung tentu tak bisa pungkiri, jika saat ini banyak tempat yang katanya bisa menaikkan taraf kekerenan seseorang. Mulai dari cafe kekinian hingga beberapa tempat makan yang menawarkan suasana mewah bak foto-foto epik yang ada di instagram

Bagi Bung mungkin ini jadi sesuatu yang tak terlalu penting, namun tidak bagi si nona. Entah hanya untuk mengambil foto atau memang benar-benar ingin menikmati suasananya. Untuk urusan hunting lokasi-lokasi tempat makan yang sedang in dan up to date, memang tak masalah.  

Hanya saja Bung juga perlu untuk mengontrol diri untuk kegiatan semacam ini. Bung boleh mengikuti zaman, asal tahu batasan. Jangan sampai hal tersebut jadi sesuatu yang malah menyusahkan Bung dalam hal keuangan.

Sebisa Mungkin Hindari Hubungan Jarak Jauh yang Bisa Menguras Saku Bung

Selanjutnya, point lain yang tak kalah penting untuk Bung pertimbangkan adalah hubungan jarak jauh. Tak hanya menahan perasaan dan rindu, kondisi ini juga berefek pada keuangan Bung.

Sebab tak akan ada hal yang akan jadi solusi selain bertemu, setidaknya dalam satu bulan Bung akan menemuinya satu kali. Baik, jika ternyata kalian berdua hanya terpisah pada kota yang berbeda, hitung-hitung sebagai refleksi untuk diri. Lalu bagaimana jika ternyata berada pada negara atau benua yang berbeda.

Tak hanya perihal ongkos saja, tagihan biaya lain juga akan ikut serta membengkak. Mulai dari pulsa telepon hingga paket internet yang akan dipakai untuk tetap melancarkan komunikasi. Jika memang bukan karena situasi yang benar-benar mendesak, sebaiknya kondisi ini Bung hindari.

Ini bukan tentang seberapa royal Bung pada si nona, tapi mampu mengelola keuangan dengan baik, akan menjadi nilai tambah bagi Bung di matanya. Karena jika kita coba telisik lebih dalam, tingkat matrealistisnya seorang perempuan sesungguhnya bisa Bung kendalikan. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Karena Pusing Kepala Akibat Tak Dapat “Jatah” Bukan Cuma Mitos

Selentingan di warung kopi kadang ada benarnya. Pasti ada kalanya Bung mendengar atau ikut menimbrung perihal curhatan kalau tidak diberi ‘jatah’ itu membuat pusing kepala tak tertahankan. Faktanya, pria yang hidup di era sekarang memang lebih sering ‘berpuasa’. Hal itu bahkan sudah ada penelitiannya. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2016, pria generasi millennial cenderung lebih jarang melakukan aktivitas seks dibanding pria yang hidup di era 1920-an. Duh, mengejutkan ya Bung!

Tapi kalau ditelisik, sadar tak sadar, pria generasi millennial memang sering menghadapi situasi sulit yang membuatnya terpaksa ‘puasa’.  Mulai dari hubungan jarak jauh, sedang berkonflik dengan pasangan, atau mungkin pasangan yang sedang tidak dalam mood baik untuk memberi jatah. Kalau Bung yang mana? Masih ingat kapan terakhir kali mendapat jatah?

Meski Bung mungkin naïf atau bahkan menampik kalau seks bukan prioritas utama dalam hubungan, tapi tidak bagi tubuh Bung. Terlalu lama puasa bisa membawa dampak tersendiri untuk tubuh. Pusing kepala salah satunya…

Puasa yang Lama Akan Membuat Bung Jadi Kaku Saat Memulai Kembali

Ada ungkapan lama yang mengatakan, “Kalau kamu tidak menggunakannya, maka kamu tak akan lagi melihatnya berfungsi.” Nyatanya, ungkapan tersebut diamini oleh sejumlah pakar seks. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh American Journal of Medicine pada tahun 2008, mereka menemukan jika pria yang jarang melakukan aktivitas seks justru lebih rentan mengalami disfungsi ereksi. Para peneliti tersebut melakukan penelitian terhadap sejumlah pria yang hidup di era 50an hingga 70an. Disamping itu, tahukah Bung, saat pria puasa seks selama sekian lama, hal itu akan menurunkan kemampuannya di atas ranjang. Bisa saja setelah sekian lama berpuasa, Bung jadi kaku saat memulai kembali.

Tidak Masturbasi Selama Sekian Lama Juga Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Prostat

Memilih untuk tidak masturbasi juga tidak sehat lho Bung! Penelitian mengungkapkan, sering masturbasi ternyata bisa menurunkan risiko kanker prostat. Itulah sebabnya para pakar seks menyarankan, meski tidak diberi ‘jatah’ setidaknya Bung tahu apa yang harus dilakukan. Ini demi kesehatan ya Bung.

Tekanan Darah Meningkat Drastis, Pemicunya Sederhana: Pusing Kepala

Aktivitas bercinta pasti akan membuat hidup terasa bermakna. Bukan begitu Bung? Tapi kalau terlalu lama ‘puasa’, apakah Bung masih bisa memaknai hidup? Yang ada tekanan darah meningkat drastis, tak ada mood untuk menyelesaikan pekerjaan, dan sebagainya. Hal ini lumrah, lantaran berdasarkan penelitian pada 2006 yang dimuat dalam jurnal medis Biological Psychology, rutin bercinta bisa menurunkan tekanan darah dibanding mereka yang tidak atau jarang melakukannya.

Mungkin kalau Bung belakangan merasakan pusing yang tak kunjung hilang, kini Bung tahu apa penyebabnya. Mengutip Men’s Health, Dr Debra W Soh mengungkapkan jika bercinta dapat meningkatkan kadar hormon endorphin yang berguna untuk mendorong mood agar semakin baik. Itulah mengapa ‘puasa’ yang terlalu lama hanya akan menyiksa tubuh Bung saja.

Bahkan Bisa-bisa Performa Kerja Bung Pun Ikut Menurun

Berdasarkan sebuah penelitian dari Oregon State University, pasangan yang rutin bercinta akan lebih bahagia saat bekerja. Hal ini terbalik dengan mereka yang cenderung jarang bahkan sangat jarang bercinta. Biasanya performa kerjanya akan mudah menurun dan merasa tidak bahagia. Saat mendapat tekanan dari pekerjaan, yang ada mood jadi semakin menurun dan sukar untuk tersenyum lepas. Mereka merasa tempat kerja hanya memberi efek stres yang berkepanjangan. Bung jangan sampai begitu ya!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top