Dating & Relationship

Kalimat Yang Memikat Hati Si Nona, Tidak Gombal Tapi Sedikit Nakal

Tidak hanya terlihat dari perlakukan dan perhatian saja namun laki-laki juga terkadang dapat memikat hati lawan jenis lewat kalimatnya. Bukan sebagai bentuk gombal atau rayuan. Tetapi kalimat yang disuguhkan merupakan bentuk kejujuran apa yang dirasakan oleh laki-laki kepada perempuan. Lucunya, banyak perempuan yang tahu kalau laki-laki itu rata-rata gombal, tapi masih saja termakan dengan gombalannya kan?

Tapi kalimat ini sekali lagi bukanlah suatu gombalan Bung. Ditengarai dapat memikat hati si nona dengan membuat mereka terkapar lemas di setiap akasara. Meskipun tidak terlalu puitis bahkan terkesan nakal, tapi kenakalannya juga masih sah saja dalam ruang lingkup berhubungan tanpa ada unsur mendiskreditkan. Yang jelas, kalau Bung praktekkan bisa jadi si nona akan tersipu malu. Nggak percaya?

“Kamu Selalu Seksi Setiap Hari…”

Tiap hari si nona tampil menawan dengan gaun yang memperlihatkan beberapa lekuk tubuhnya, bahkan tanpa gaunnya saja nona selalu membuat Bung terheran-heran karena selalu mempesona. Hingga Bung tidak sabar untuk menyangjungnya. Kalimat, “Kamu seksi setiap hari…” menjadi ucapan yang ditunggu-tunggu oleh nona? Ya bisa saja, sebab ia tentu ingin orang terdekatnya menyadari kemolekan tubuhnya.

Meskipun seksi agak menyerempet dengan hal-hal yang sedikit nakal. Itu tidak membuat si nona merasa malu karena dijadikan objek tertentu, tanpa perlu disebutkan Bung tahu lah kalimat ini mengarah ke mana. Tapi si nona merasa percaya diri karena ia tidak tampil perlu tampil berlebihan untuk mendapatkan pujian akan keindahan tubuhnya.

“Aku Ingin Memelukmu Dari Belakang,”

Beberapa adegan film Hollywood yang bergenre romantis, pasti ada saja bagian film yang memperlihatkan perempuan dipeluk dari belakang oleh laki-laki. Bahkan tak hanya memeluk saja, tapi kecupan di pipi juga ditambahkan sebagai satu paket istimewa yang kerap dilakukan laki-laki. Biasanya adegan film ini selalu muncul di setiap scene pagi hari.

Bisa salah atau benar, mungkin saja si nona ingin dipeluk dari belakang seperti adegan film Hollywood yang menjadi konsumsi visualnya. Karena di film Hollywood adegan tersebut dibungkus hal yang romantis, bisa jadi membuat si nona berfikiran tentang bagaimana sensasi dan kesannya ketika dipeluk dari belakang. Tak pelak, adegan ini juga menjadi intro di beberapa film sebelum berakhir di ranjang.

“Aku Ingin Mencium Kening Dan Bibirmu…”

Mencium memang agak sensitif karena banyak tafsir yang menyebutkan apa bedanya ciuman yang dilakukan di bibir dan di kening. Ada yang bilang ciuman yang dilakukan di kening lebih kepada rasa sayang dan rasa tak ingin kehilangan atau cinta yang tulus, sedangkan di bibir hanya memperlancar arah nafsu laki-laki belaka.

Kedua hal itu tidak dapat dipastikan. Namun, si nona bisa saja senang ketika Bung mengatakan ingin memberikan ciuman meskipun terkesan liar, apa lagi yang dilakukan di bibir. Bahkan menurut 1health.id, produksi hormon oksitosin atau hormon bahagia dapat dipicu melalui sebuah ciuman. Jadi tidak hanya membuat si nona malu karena Bung membujuk untuk melakukan sentuhan bibir, tapi juga bisa membangkitkan rasa bahagianya.

“Nyaman Ketika Berpelukan Denganmu Sambil Tiduran,”

Banyak hal romantis yang dapat dilakukan setiap pasangan salah satunya adalah cuddling, berpelukan mesra di ranjang ini memang menimbulkan rasa nyaman. Bahkan kerap dilakukan sehabis melakukan hubungan intim Bung. Si nona memang paling senang ketika dipeluk. Karena dekapan mesra yang diberikan memberikan kesan melindungi dan menghangatkan.

Ketika Bung mengatakan “Nyaman ketika berpelukan denganmu sambil tiduran,”, kemungkinan besar si nona merasakan hal yang sama seperti yang Bung rasakan. Karena dekapan mesra memang kegiatan romantis yang paling syahdu.

“Aku Kangen Kamu.”

Kalimat “Aku kangen kamu.”, memang simpel dan standar namun memiliki makna yang mendalam untuk yang mendengar. Rasanya, orang yang dirindukan adalah pribadi yang selalu diharapkan ada dan dirindukan setiap waktu. Apa lagi ketika si nona mendengar kalimat ini, langsung dari bibir anda Bung. Otomatis ia akan merasa menjadi orang  yang teristimewa.

Mengutarakan rasa kangen kepada nona terkadang selalu disalahartikan oleh beberapa orang, bahwa kangen sebenarnya rasa ingin berhubungan intim yang dihaluskan. Walaupun tidak semuanya seperti itu, tetap saja ada kesan nakal jadinya ketika seseorang ingin mengutarakan rasa rindu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Suzuki Menggandeng Komunitas Agar Acara Berkualitas

Acara memang tak akan meriah bila tidak diisi dengan kelompok yang sumringah. Salah satunya komunitas motor yang hadir di acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di international Circuit Sentul. Sebanyak 63 klub turut berkontribusi dan bekerjasama dengan Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Dengan tema “Born To Ride, Live To Rock’, SIS mengajak seluruh bikers Suzuki untuk tetap kompak sekaligus bersemangat. Terbukti komunitas yang hadir menstimulus acara menjadi berkualitas dengan keriuhan sekaligus aksi mereka dengan ekspresi bersama tunggangannya.

Tidak hanya klub motor atau komunitas Suzuki saja yang turut serta dalam acara ini sebanrnya tapi secara pengunjung umum. Diperkirakan ada 3.000 bikers yang datang dan memadati sentul tidak hanya untuk berkasi dan berkspresi. Tetapi acara ini juga menjadi ajang silaturahmi.

Dari berbagai kota tetap menyempatkan untuk datang pada acara jambore ini. Berbagai model motor keluaran satria melebur menjadi satu menjadi satuan yang murni tanpa dicampur.

Seperti Pak Tugimin, yang datang bersama komunitas GSX Tanggerang Kota. Ia mengaku jalan pagi-pagi buta untuk menghadiri acara Jambore lantaran menjadi ajang pertemuan yang jarang dilakukan komunitas yang tidak terjangkau jaraknya.

Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department mengatakan bahwa semangat para bikers tentu menjadi pelecut bagi PT Suzuki Indomobil Sale seperti yang dikatakan Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department.

“Awal tahun ini kita tunjukan kekompakan dan kekuatan bersama lewat kolaborasi Suzuki dengan puluhan komnunitas motor Suzuki. Seluruh konten yang diadakan di Suzuki Bike Meet 2018 merupakan ide dan kreatifitas yang bersumber dari mereka,” ujar Yohan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiring Men

Menipisnya Batas Hoax Dan Seni Di Tangan Agan Harahap

No Pict Hoax! Bung masih memegang teguh istilah ini? Yakin kalau sudah dilengkapi dengan foto dan gambar bisa dipastikan sebuah informasi tersebut valid dan pasti bukan berita bohong? Coba bung simak foto di bawah ini!

Foto itu memang sempat bikin heboh jagat maya. Malah beberapa media massa besar sempat kecele berat dan berpikir peristiwa tersebut asli terjadi. Yup, foto itu tak benar-benar ada. Foto itu hasil kreativitas digital imaging seorang Agan Harahap.

Yup, Agan Harahap adalah seniman visual kontemporer yang bergerak di bidang manipulasi foto. Ia bukan hanya sekedar tukang edit foto yang kini mulai marak bertebaran di internet. Karyanya sudah dipamerkan di beberapa lokasi bahkan hingga ke manca negara macam Singapura, Cina, Portugal hingga Jerman.

Apa yang membedakan karya Agan dengan yang lainnya? Layaknya seniman adiluhung jaman dahulu, ia merespon kejadian di sekitarnya dan menuangkannya dalam karya. Jadi karya-karya Agan tak sebatas mengedit foto dan memanipulasinya, tapi Agan berbicara mengenai kondisi situasi sosial sekitarnya. Ia berusaha menangkap realita sekaligus memadukannya dengan harapan orang-orang sekitarnya.

“Posisi seniman kontemporer itu jelas. Intinya memang merespon tentang apa yang terjadi di era itu. Contohnya ketika agama mendominasi semuanya, maka gambar pada era Caravaggio atau Michelangelo tiba-tiba isinya ketuhanan semua. Lalu kenapa tiba-tiba gambarnya Van Gogh adalah impresi? Ya karena eranya memang sedang begitu. Saya juga seperti itu. Saya mendapatkan semua isu dari timeline, dan saya kembalikan lagi ke timeline” Tutur Agan ketika kami menemuinya di sebuah kamar hotel di bilangan Jakarta.

Maka jangan heran kalau image yang diolah Agan selalu mengundang decak kagum sekaligus cercaan sebagian orang lainnya. Karena meski image yang diolah hasil manipulasi, namun ide dan ceritanya terasa dekat dengan situasi yang sedang terjadi. Apalagi hasil editan Agan memang sangat halus dan membuat mata sulit membedakannya dengan yang asli.

Uniknya Agan mempelajari keahliannya secara otodidak. Bahkan bisa dibilang awal perkenalannya dengan olah foto dan digital imaging termasuk “kurang ajar”. Semua diawali ketika ia kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual. Ketika itu salah satu mata kuliahnya memberikan tugas fotografi.

Masalahnya, pria batak satu ini membenci fotografi dan lebih doyan menggambar. Ia bahkan tidak bisa memotret dan tak punya kamera. Nah, agar bisa lulus mata kuliah tersebut, hasil karya temannya yang tak terpakai dipinjamnya dan dia klaim sebagai karyanya. Dari situlah ia belajar mengedit brightness, contrast, hingga akhirnya belajar cara menyeleksi, memotong, lalu memindahkan ini-itu.

Aksi ‘nakalnya’ ini berlanjut ketika ia memasuki dunia kerja. Salah seorang kawannya menawarinya untuk menggantikan posisinya itu sebagai fotografer di Majalah Trax. Padahal hingga saat itu pun, Agan belum juga menguasai fotografi. Bukannya menolak, ia malah mengiyakan tawaran ini. Kembali main akal-akalan, ia meminjam portofolio temannya yang fotografer sungguhan. Dan gawatnya ia malah lolos seleksi dan dipanggil ke majalah tersebut untuk di interview.

“Temen-temen gua tahu kalau gua nggak bisa motret. Cuma gua waktu itu diminta buat gantiin temen gua di Trax, namanya Bayu Adhitya. Akhirnya gua pinjem portofolio temen-temen gua dan gua persentasiin di depan user MRA (perusahaan yang membawahi Trax) sekaligus fotografernya, Harry Subastian. Tiba-tiba gua malah dipanggil, ya mati lah gua haha jadi fotografer tapi gua nggak bisa motret haha,” Celoteh Agan.

Namun pada akhirnya Agan mulai kesulitan main kucing-kucingan soal skill fotografinya ini. Meski dari diterima kerja hingga setahun berlalu foto hasil manipulasi editannya berhasil lolos dan ditayangkan di majalah tersebut, tapi Agan mulai bermasalah menjawab pertanyaan orang-orang sekitarnya.

“Ketika gua selesai motret, mas Harry atau yang gua potret langsung minta lihat hasilnya di kamera. Gua selalu ngeles dengan alasan ‘rahasia perusahaan’. Padahal gua melakukan itu karena nggak PD (Percaya Diri) sama hasilnya. Soalnya gua ngaco banget motretnya. Hari pertama gua bertugas saja, gua tidak tahu cara menyalakan lampunya. Pokoknya gua motret pakai mode auto saja. Makanya gua selalu membawa komputer ke mana-mana untuk edit foto sampai naik cetak, selalu begitu,” ungkap Agan sambil tertawa.

Dari sinilah akhirnya Agan mulai belajar soal fotografi. Seperti setting lampu studio, mensinkronisasikan dengan kamera dan teknik lainnya. Karyanya pun makin ciamik dengan keahlian memotretnya tersebut.

Dengan makin sulitnya membedakan karyanya dengan foto asli, Agan juga sadar penuh bahwa karyanya harus bisa dibedakan dengan akun-akun penyebar Hoax yang gemar mengedit gambar. Untuk itu ia selalu melengkapi foto hasil editnya dengan narasi yang menggelitik sekaligus memberikan petunjuk bahwa foto tersebut hasil digital imaging. Narasi ini juga memperkuat realita dan harapan yang ada di masyarakat.

“Kalau gua nggak bedain apa bedanya gua dengan akun hoax. Seperti ketika gua mengedit foto Habib Riziq dengan Raja Salman. Karena gua ngelihat beberapa media yang mengatakan kalau Raja Salman ke indonesia mau ketemu Habib karena dia adalah keturunan Nabi Muhammad, tapi kan nggak mungkin dong. Karena tujuan kunjungannya sebenarnya ingin ketemu Jokowi. Akhirnya dengan ada berita seperti itu, berarti kan ada harapan. Ya harapan mereka gua wujudkan, (tapi) dengan klue Lion Air (Raja Salman naik Lion Air). Ya harusnya orang berpikir, nggak mungkin sekelas Raja naik Lion Air. Tapi sudah diberi clue seperti itu pun banyak yang ‘kemakan’ sama foto gua,” imbuhnya.

Pada intinya Agan hanya berusaha menggambarkan situasi yang terjadi di sekitarnya. Menangkap harapan sekaligus realita yang ada di tengah-tengah masyarakat. Dan bicara soal harapan bisa jadi itu postif maupun negatif. Ada saja misalnya harapan untuk lawannya ‘terpeleset’.

“Ketika ada foto Habib dan Ahok bersalaman, banyak yang bilang, “Hoax nih! Fitnah nih!” Padahal gua bukan mendobrak norma, cuma menggali norma yang telah terlupakan. Seperti persahabatan islam sama kristen yang sudah terjalin sejak dulu. Ketika ada foto Ahok dipeluk Megan Fox dan dicium Miley Cyrus, wah Ahokers marah-marah, ‘Bohong nih!’ sementara kubu satunya bilang, ‘Nih buktinya’. Nah di wilayah macam itu lah saya selalu. Kadang-kadang saya memberi harapan supaya benar-benar terjadi, tapi kadang memancing supaya jadi perang. Gua selalu mencampurkan air dan api di karya-karya gua ” tuturnya santai.

Mengingat ‘panasnya’ area seni yang dijalaninya, Agan selalu memikirkan masak-masak karya yang akan ditelurkannya. Ia berusaha memahami batasan-batasan dan bahasa-bahasanya, apakah terlalu vulgar atau tidak. Dengan berusaha memikirkan batasan ini, karya Agan malah seringkali di apresiasi oleh ‘korbannya’.

Salah satu karya yang membawa imajinasi adalah ketika Agan mengunggah foto editannya bersama James Hatefield, vokalis Metallica yang sedang party di apartemen lewat blog pribadinya. Berselang sekian tahun, Agan justru berkesempatan bertemu dengan Metallica secara langsung. Dengan berani Agan menujukan hasil edit fotonya kepada personil Metallica.

“Gua kasih liat foto editan gua pas Robert Trujillo foto bareng Jusuf Kalla dan dia jawab I dont remember, where you taken this?” katanya sambil tertawa.

Demikianlah bung seharusnya meresapi karya seni yang ditelurkan Agan Harahap. Melihatnya sebagai gambaran situasi dan harapan yang terjadi di tengah masyarakat, tanpa melihatnya sebagai senjata untuk menyerang lawan. Ketika kita memperlakukannya demikian, bisa jadi kita malah akan tersenyum ketika menyadari bahwa kita telah dimanipulasi oleh Agan Harahap.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Menjadi Laki-Laki Sejati Tidak Hanya Soal Menepati Janji, Tapi…

Menjadi lelaki sejati tak melulu soal janji, seberapa besar ia dapat menepatinya tak perlu dijadikan parameter kesejatian lelaki. Sejati memiliki arti murni dan tulen. Ketika berbicara soal sejatinya laki-laki, berarti menyinggung soal ketulenan dan juga merujuk kepada sifat.

Mungkin boleh saja kalimat laki-laki harus menepati janji dipakai sesama kaum adam untuk membuktikan seberapa kuat ia dapat memegang janji. Namun, Bung juga harus paham jika yang namanya lelaki sejati juga berbicara soal sifat yang berada di dalam diri.

Seberapa besar Bung dapat menata diri menjadi pria seutuhnya dan sebenarnya adalah kunci menjadi laki-laki sejati. Bung, ketahuilah bahwa sikap laki-laki sejati itu lebih luas dan tidak kompleks selama Bung dapat mengembangkannya di dalam diri.

Putus Asa Bukanlah Pilihan, Tetapi Hanya Sebuah Opsi Yang Ditawarkan Dan Menjadi Pelarian Atas Kegagalan

Di jaman serba cepat ini, dengan segala tekanan dan tuntutan terkadang membuat rasa putus asa selalu membayangi diri. Kegagalan yang dialami, mengakibatkan mood dalam diri tak bisa bangkit. Sehingga butuh waktu menyendiri untuk sekedar berkontemplasi.

Namun putus asa tidak dapat dibenarkan, meskipun itu menjadi salah satu pilihan. Sebagai laki-laki sejati, buanglah semua rasa sakit hati karena urung meraih mimpi, jangan pula putus asa apabila gagal. Teruslah bangkit dan kejar semua impian. Jangan sampai berputus asa menjadi pilihan utama dalam hidup, karena itu hanyalah sebuah kebodohan.

Tumbuh Menjadi Dewasa Memang Tidak Menyenangkan, Tapi Itu Sudah Menjadi Kewajiban

Tengoklah keadaan sekitar, di mana semua hal yang Bung kenal tiba-tiba telah berubah. Seperti rumah, kondisi jalan sampai kawan. Ya, Bung sudah menua dan menjadi dewasa karena seketika lingkungan sudah berubah tanpa disadari. Janganlah Bung menjadi pribadi yang tidak mawas diri dan tak bisa dewasa. Dewasa memang membosankan karena penuh tanggung jawab bukan hiburan. Namun untuk menjadi laki-laki sejati, Bung tentu tak bisa berkelit dari hal ini.

Sebagai lelaki yang seutuhnya, Bung akan menjadi kepala keluarga. Membesarkan anak-anak, menjadi tumpuan dalam kehidupan. Dan tak mungkin kalau Bung hanya bersikap santai bak di pantas. Karena dewasa terkadang tak kenal umur, meski secara usia memang terlihat dewasa.

Keluarga Adalah Salah Satu Hal Kenapa Bung Dapat Hidup Hingga Hari Ini

Bung pun paham bahwa yang membesarkan Bung adalah lingkungan keluarga  yang memberikan sandang, pangan, papan, dan edukasi. Bung jelas tak bisa memiliki sikap acuh dengan tidak memperhatikan hal itu, terlebih Bung bukan anak kecil lagi.

Tingkatkanlah rasa kepedulian kepada keluarga, bahkan banyak sumber yang menyebutkan bahwa mafia-mafia di luar sana mencintai keluarganya sehingga identitasnya disembunyikan. Meski begitu, Bung tentu tak harus menjadi mafia, tetapi hal positif tersebut harus dijalani sebagai tanda terima kasih karena telah tumbuh sebagai lelaki yang tak lupa diri.

Menjadi Palang Pintu Ekonomi Untuk Keluarga, Meskipun Raga Tak Lagi Kuasa

Tak ada yang menyebutkan bahwa menjadi tumpuan keluarga adalah hal yang menyenangkan Bung. Karena demi menghidupi orang yang dikasihi, harus merelakan waktu untuk bekerja demi lancarnya roda ekonomi.

Rasa sakit yang dialami dan tingkat stres tak tertandingi pasti akan terobati melihat senyum dan tawa keluarga yang dikasihi. Bahkan rasa lelah dalam diri dapat dibagi dengan bercerita kepada seorang istri atau pun orangtua di rumah yang selalu menanti.

Komitmen Kepada Diri Sendiri Lebih Sulit Dijalani Daripada Sebuah Janji Yang Dibeberkan Setiap Hari

Komitmen memang tak mudah dijalani, tak hanya berbicara soal janji kepada orang lain, tapi juga pada diri sendiri. Janji selalu ada untuk keluarga, selalu bisa menafkahi entah apa pun pekerjaanya. Tetapi janji dengan diri sendiri tidaklah semudah memberikan janji kepada orang lain, karena ini merupakan tanggung jawab yang sulit dijalani.

Apabila Bung tak menjalani juga tidak ada yang merugi. Tak ada yang terbebani. Tetapi Bung harus mengetahui bahwa komitmen dengan diri sendiri adalah salah satu sifat lelaki sejati. Karena kembali lagi, lelaki sejati tidak hanya soal menepati janji. Tapi bagaimana Bung bisa menjalani, bahkan meski peluh belum kembali kering.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Entertainment

Karisma Rocker Di Mata Perempuan Tetap Ada, Meski Usia Tak Lagi Muda

Menjadi rocker papan atas pasti selalu bersanding dengan perempuan-perempuan cantik. Lagu yang indah ditambah dengan aksi panggung menawan membuat penonton tergoda, teriakan histeris dari penonton saat mereka di panggung membuat aksi begitu lengkap. Jadi tidak salah, kalau wanita banyak yang jatuh hati dengan mereka. Nama Dave Grohl pasti tidak asing di telinga Bung, mantan personil Nirvana dan vokalis Foo Fighters ini pernah mengencani sejumlah wanita bertalenta dan juga cantik, seperti Winona Ryder, Melissa Auf Der Maur, sampai akhirnya menikahi Jordyn Blum.

Karisma yang terbentuk dari atas panggung memang mampu memancar penuh ke dalam sanubari kaum hawa sehingga perempuan banyak yang kepincut. Selain Dave Grohl, nama Mick Jagger tak bisa absen dalam urusan perempuan, karena vokalis sekaligus pentolan Rolling Stones sudah memiliki 8 anak dari 5 perempuan berbeda. Marsha Hunt, Jerry Hall, Bianca Jagger, Luciana Morad, dan Melanie Hamrick adalah kelima perempuan yang pernah menjalin kasih dengan laki-laki berbibir tebal ini.

Sedangkan di Indonesia, setiap rocker pun tidak jauh kehidupannya dengan urusan perempuan. Eno yang merupakan drummer Netral telah menikahi aktris cantik Nadilla Ernesta, setelah menjalin hubungan dengan beberapa artis cantik lain, salah satunya Cathy Sharon. Baru-baru ini gitaris dari band kawakan /rif, yakni Ovy, baru saja menikahi Marissa Aziz, sosok yang hot juga cantik berhasil menggaet hati Ovy.

Setelah Diva Indonesia Sekarang Model

Ovy memang merupakan definisi dari rocker yang dikelilingi perempuan cantik. Sempat menikah dengan salah satu diva Indonesia, Titi DJ, yang bercerai 7 tahun lalu, Ovy yang memiliki nama lengkap Noviar Rachmansyah baru saja menggaet seorang model Bung. Karisma pria berumur 51 tahun ini masih bersinar seperti rocker-rocker di luar. Tak pelak model bernama Marissa Aziz ini menerima pinangan dari Ovy. Kecantikan Marissa dan Titi DJ tak dapat diragukan meskipun usia tak lagi muda.

Ovy dan Marissa Terpaut 16 Tahun Secara Usia

Ovy memang tidak muda lagi karena sudah memasuki usia kepala lima, jelas saja laki-laki disekitaran umur seperti itu pasti sudah tidak belia, dan rupawan ketika muda. Namun, pelantun nada “Radja” masih tetap bugar dan juga tampan. Mungkin hal itu yang membuat Marissa mau menjalani hubungan bersama Ovy, karena meskipun tak lagi muda namun tak nampak tua.

Selisih usia Ovy dengan Marissa terpaut 16 tahun Bung. Ovy sudah berusia 51 tahun, sedangkan Marissa baru 35 tahun. Meskipun banyak pula, terutama netizen, yang menganggap kalau Marissa tampak seperti perempuan berusia 26 tahun. Apakah Bung juga sependapat?

Menjalani Hubungan Dua Tahun Dan Menikah

Rencana pernikahan Ovy dan Marissa memang tidak disusun dalam jangka waktu yang lama. Lewat manajemennya yang dikutip dari Kumparan.com, diketahui jika hubungan yang dijalin Ovy dan Marissa sudah berjalan dua tahun. Bahkan, pihak manajemen pun sudah tahu kalau memang kedua pasangan ini akan segera menikah. Pernikahan dilangsungkan secara sederhana di Surabaya dengan dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja.

Tergabung Dalam Manajemen Model

Usia memang bukan menjadi takaran dan batas dalam mencapai sesuatu, buktinya saja Marissa Aziz meskipun telah memasuki usia 35 tahun tapi tetap menekuni dunia modelling. Dunia yang akrab dengan badan langsing dan wajah rupawan, juga kemolekan tubuh dengan berbagai gaun saat melanggang di atas catwalk atau pun difoto.

Tergabung dalam modelmanagement.com, perempuan yang memiliki tinggi 163 cm, kalau dilihat-lihat memang masih mumpuni untuk menjalani karir sebagai model, karena wajah dan tubuhnya yang seksi.

Kenapa Nikahnya Dipercepat?

Adapun rencana pernikahan yang dijalankan Ovy dan Marissa dipercepat karena satu alasan, yakni kondisi ayah dari Marissa yang sedang mengalami sakit, dan ingin anaknya segera menikah. Alhasil, pernikahan pun dilakukan dengan persiapan waktu yang singkat. Dan setelah pernikahan dilakukan, tak lama kemudian ayahanda dari Marissa meninggal.

Hubungan Ovy dan Marissa sudah resmi sebagai suami istri, namun karir yang dijalani dari dunia berbeda. Sehingga Ovy yang sekarang masih aktif sebagai gitaris /rif harus menetap di Jakarta, sedangkan Marissa yang menjalani karirnya di Bali bermukim di sana.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top