Money & Power

Kalau Pria Punya Bos Perempuan

bos perempuan

“Pria sering merasa terintimidasi oleh bos perempuannya, karena mereka tidak berbicara bahasa yang sama. Pria itu takut salah bicara di depan bos wanitanya!” Demikian diungkap oleh Mary Blair, profesor psikologi dari university of california. Hal ini wajar, karena pria sudah punya anggapan dan citra khusus tentang perempuan yang akhirnya berpengaruh terhadap pekerjaan.

Coba kita tanya apa yang ada dibenak ketika disebut bos perempuan? Biasanya akan langsung muncul kata “emosional, menggunakan perasaan, tidak mampu” dan stigma sejenis lainnya. Pemikiran macam begini justru akan membuat kita kesulitan ditempat kerja. Karena itu ada beberapa hal yang perlu kita ketahui untuk bisa menghadapi bos wanita.

Pria suka mengawasi sementara wanita suka kerja sama
Ini beda paling utama antara pria dan wanita, terutama ketika menjadi bos. Pria lebih cenderung untuk menjadi supervisor alias pengawas. Bos pria biasanya sudah menentukan standar kerja mereka diawal dan dia akan mengawasi bawahannya apakah sudah melakukan pekerjaan sesuai standar yang ditentukan.

Sementara perempuan lebih suka jika dilibatkan dalam kerja sama. Bos wanita biasanya tidak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan diawal. Mereka lebih ingin melihat sifat proaktif bawahannya.

Karena itu cara paling mudah adalah dengan menginformasikan tentang apa yang perlu, sedang dan akan kita lakukan sebagai bawahan dan serahkan kepada bos perempuan secara berkala sebelum ditanya.

Jangan kaget jika bos wanita bisa mencoret-coret pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Ini bukan karena mereka tidak percaya dengan kita, tapi lebih karena mereka senang turun mengerjakan secara bersama-sama.

bos perempuan

Buat perempuan masukan personal lebih penting dari peraturan
Para pria dengan egonya memang suka menegakan peraturan. Beda dengan perempuan, mereka lebih mudah beradaptasi dengan keadaan. Karena itu dalam pekerjaan, mereka lebih suka menjalankan ide masukan bawahannya dibandingkan hanya sekedar menjalankan peraturan.

Kalimat macam “dari tahun-tahun kemarin kita seperti itu Bu!” akan jadi masalah buat kita. Jadi buat mereka jauh lebih penting alasan kita melakukan suatu pekerjaan, dibandingkan sekedar melakukannya karena peraturan mengatakan demikian. Bahkan bukan tidak mungkin mereka lebih berani “menabrak” peraturan jika masukan kita lebih masuk akal.

Karena itu seandainya mereka membahas sebuah masalah, jangan buru-buru memotong dan memberikan solusi. Apalagi dengan menyebut “kalau kantor kita peraturannya begini” atau “kalau tahun lalu bisanya begitu”. Lebih baik dengarkan hingga ia menyelesaikan kalimatnya dulu. Baru kemudian pikirkan masalah tersebut dan solusinya yang lebih terkini, baru ajukan sebuah masukan.

Para pria, PMS itu memang ada!
Suka tidak suka, para pria harus memahami bahwa perempuan itu memang mengalami apa yang disebut dengan pre menstrual syndrom. Hal yang disingkat dengan PMS ini adalah sebuah siklus rutin yang mempengaruhi fisik dan psikologis perempuan. Waktunya biasanya satu sampai dua minggu sebelum periode datang bulan.

bos wanita

Bentuknya beragam dan efeknya berbeda-beda ditiap wanita. Ada yang disebut PMS tipe anxiety yang akan memberikan rasa tegang, khawatir dan labil. Ada lagi PMS tipe Depression, yaitu ketika wanita mengalami gejala depresi, mudah lupa, sulit mengungkapkan isi kepala dengan kata-kata, serta ingin menangis dan merasa ditinggalkan. Lainya adalah PMS tipe carving yang selalu merasa lapar dan PMS tipe hyperhydration yang merasa kembung pada perut. Tipe-tipe ini bisa bermunculan secara sendiri atau secara bersamaan sekaligus.

Jadi sebagai laki-laki, jangan ikut terbawa emosi kalau tiba-tiba mood bos wanita anda tiba-tiba berubah secara mendadak. Bisa jadi dia sedang mengalami PMS. Atau anda punya pengalaman lain?

1 Comment

1 Comment

  1. Perlengkapan Bayi

    September 10, 2015 at 1:02 pm

    Atasan cewe’ biasanya suka marah – marah, n gk mau ndengerin bawahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

1 Comment

1 Comment

  1. Perlengkapan Bayi

    September 10, 2015 at 1:02 pm

    Atasan cewe’ biasanya suka marah – marah, n gk mau ndengerin bawahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top