Health & Personality

Jungkir Balik Bung yang Memiliki Gaji Rendah, namun Mesti Bertarung untuk Pengeluaran di Rumah

Perjuangan untuk hidup memang ada saja lika-likunya, salah satunya kerja hingga pontang-panting tapi gaji tak sebanding, lantaran nominalnya kecil. Rasanya fisik sudah terkuras habis setiap bulan demi bekerja, tetapi gaji hanya numpang lewat begitu saja. Tak adil memang rasanya, tapi mau bagaimana Bung. Kalau ukuran gaji diukur dari besarnya kekuatan, mungkin kuli bangunanlah yang paling kaya kan? Tapi tidak semuanya selaras seperti itu kan? Alhasil Bung pun menjalaninya dan tetap mensyukuri apa yang sudah diberkati.

Demi menghidupi diri setiap hari, rasanya bekerja lebih sulit dari pada mencintai kekasih. Bung pun merasakan gundah gulana, apalagi orangtua di rumah yang sudah pensiun lama, ingin mencicipi jerih payah buah hati yang sudah dibesarkannya. Meskipun hanya sebatas meringankan beban di rumah, seperti membayar listrik, sampai belanja untuk makan saja. Untuk menuruti hasrat sekaligus sebagai proses berbakti, Bung rela melakukan semua hal, yang terpenting adalah orangtua tersenyum setiap hari.

Rekan Kerja Lain Menikmati Ademnya AC Transportasi Umum, Sedangkan Bung Harus Berdesak-desakan di Tengah Kemacetan Dengan Roda Dua Di Tangan

Memang enak rasanya ketika menikmati fasilitas transportasi yang lengkap dengan AC dan nyamannya kursi. Di jalan pun, hanya tinggal duduk manis, sembari menunggu sang supir yang lihai menghindari kemacetan lewat jalan beban hambatan. Sampai kantor pun, kualitas penampilan masih terjaga rapi. Sedangkan Bung, demi meminimalisir keuangan, roda dua pun menjadi pilihan.

Setiap pagi Bung rela membawa baju ganti, karena panasnya suasana sekaligus macetnya jalanan selalu membuat Bung berkeringat. Konsentrasi kerja pun terkadang terganggu karena emosi setiap pengendara di jalan, eolah-olah kesabarannya telah ikut menguap. Tetapi itu tetap Bung lakukan, demi menjaga kondisi keuangan.

Demi Menyingkat Waktu dan Perjalanan, Rela Tidur Di Kontrakan Teman

Perjalanan dari rumah ke kantor terkadang memakan waktu berjam-jam. Seketika saat pulang, harus langsung tidur, pantang untuk menikmati malam. Lantaran, pagi-pagi buta sudah harus terjaga dan sarapan, karena perjalanan dari rumah ke kantor rentan hambatan. Alhasil, Bung pun harus rela tidur di kontrakan teman demi menyingkat waktu. Selain itu, menghemat biaya juga menjadi suatu alasan kenapa Bung rela menumpang, meskipun terkadang terpikirkan apakah diri ini menjadi beban bagi teman atau tidak? Ya kan? Namun itu semua rela dilakukan asalkan kondisi rumah bisa terjaga dengan aman untuk urusan keuangan.

Bosan Melanda, Namun Tetap Harus di Rumah Saja Untuk Menghilangkannya. Karena Nongkrong di Luar Terlalu Makan Biaya

Di kala akhir pekan biasanya Bung merasakan kebosanan, namun mau bagaimana? Dikala ingin keluar untuk nongkrong pun uang tak ada. Karena biaya buat hidup sudah mentok dan pas-pasan. Alhasil Bung coba mencari-cara kesibukan lain untuk mengatasi kebosanan. Salah satunya coba melakukan maraton film, meskipun awalnya segan. Tetapi kalau sudah biasa dilakukan pasti juga menyenangkan. Daripada Bung memaksakan keluar, bisa jadi di akhir bulan nanti bakal kelimpungan karena ibu di rumah minta uang tambahan.

Tidak Ada Waktu Istirahat, Semua Waktu Luang Dipakai Untuk Pekerjaan Sampingan Sampai Bisnis Online

Waktu istirahat rasanya tak sepenuhnya bisa dipakai untuk bersantai. Bung selalu memutar otak untuk mencari cara mendapatkan penghasilan tambahan, alhasil akhir pekan pun disulap untuk menambal keuangan. Melakoni pekerjaan sampingan, sampai bisnis online pun Bung jalankan. Semua rela dan ikhlas dilakukan, yang penting dapur tetap ngebul tanpa ada halangan. Pundi-pundi uang berdatangan secara berbarengan, sehingga Bung memiliki formula andalan, yang tetap menjalankan sampingan tanpa melupakan pekerjaan utama. Ya, namanya rezeki memang berpangkal dari perjuangan Bung.

Waktu Main-main Sudah Puas Dijalani Semasa Kuliah, Sekarang Saatnya Serius Dengan Bergairah!

Seketika teman-teman pun merasa kasihan dengan Bung yang selalu mencari uang selama satu pekan full. Mereka pun mengkhawatirkan kalau Bung berada dalam tekanan. Dengan santai Bung bilang, “Kalau sekarang saatnya mencari kesuksesan, bukan lagi bersenang-senang”. Toh, jika Bung terluka sekarang, pasti bakal sembuh kemudian. Dengan artian, Bung dapat menikmati setiap jerih payah yang sudah dirasakan sekarang dan bakal memetik nantinya. Jangan takut tidak ada waktu untuk bersenang-senang, karena masa itu pasti bakal datang. Bung tinggal tunggu saja dan menikmatinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menggodanya Warna Merah Yang Membuat Perempuan Tertarik Sekaligus Tampil Lebih Menarik




Sebentar lagi peringatan HUT RI ke-73, pasti kamu sudah turut melihat dan merasakan euforia jelang peringatan Hari Kemerdekaan di sekitarmu. Paling terasa pasti urusan warna yang di bulan Agustus ini di dominasi warna bendera merah dan putih. Tapi sebentar, kamu sendiri masih ingat makna kedua warna tersebut? Yup! Merah identik dengan keberanian, sementara putih melambangkan kesucian.

Bicara soal warna merah dan kaitannya dengan keberanian, sebenarnya warna yang satu ini juga punya makna dan asosiasi lainnya lho. Beberapa makna warna merah ini bahkan didukung penjelasan ilmiah dan sejumlah penelitian di belakangnya.

Merah Selalu Punya Makna Filosofis Tersendiri di Berbagai Budaya Negara di Dunia

Bung sudah tahu, kalau di Indonesia, merah itu berani. Tapi bagi orang Tiongkok, warna merah dimaknai berbeda. Merah diasosiasikan sebagai warna yang membawa keberuntungan di negara tirai bambu ini. Bahkan pengantin perempuan di negara tersebut pun diharapkan agar selalu memakai busana berwarna merah dengan harapan kehidupan rumah tangganya kelak selalu dipenuhi oleh keberuntungan.

Sementara di Spanyol urusannya jadi lain. Warna merah diartikan sebagai unsur yang punya stimulus kuat. Tak heran kalau kamu sering melihat aksi matador yang ‘bermain’ dengan banteng, pasti tak asing dengan kain warna merah yang dipakai matador untuk menarik perhatian banteng.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa warna merah? Sebagian menjelaskan warna ini dipilih untuk menyamarkan jika terjadi sesuatu dengan si matador yang mengakibatkan terluka.

Namun di samping itu menurut sains, sejatinya hewan ternak seperti banteng memang hanya bisa mengenali warna-warna terang seperti merah, hijau, dan biru. Dari ketiga warna tersebut, warna merah yang paling kuat. Dalam penelitian lainnya menyebut, kendati banteng bisa saja ‘marah’ saat diberi stimulus dengan warna yang lain, tapi daya serangnya akan lebih kuat kalau dipancing memakai benda yang berwarna merah. Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh peneliti asal Spanyol, José M. R. Delgado, dari Yale University.

Laki-laki pun Akan Terlihat Lebih Menarik Kalau Pakai Warna Merah

Okay, Bung, ada cara mudah untuk terlihat lebih menarik tanpa usaha lebih. Gunakan saja warna merah! Sebab berdasarkan penelitian terbaru dari Journal of Experimental Psychology, badan sixpack dan tatapan tajam memang membuat perempuan jatuh hati, tapi laki-laki yang berani tampil dalam busana berwarna merah pun ternyata dinilai atraktif bahkan bisa membangkitkan gairah seksual perempuan lho!

Menariknya, para peneliti mengungkapkan, dalam benak perempuan saat melihat laki-laki tampil dalam busana berwarna merah menandakan kalau laki-laki tersebut mapan, kariernya bagus, dan gajinya besar. Hal ini didasari karena sebenarnya warna merah pun diasosiasikan pada tubuh yang sehat dan jiwa yang tentram, bahkan juga serta simbol kejayaan. Lihat saja, kalau ada acara bergengsi pasti para tamu undangan VIP akan berpose di atas red carpet, bukan?

Nah Untuk Para Nona, Kami Para Lelaki pun Sejujurnya Tertarik Dengan Perempuan Beratribut Merah

Sebagian Nona masih ragu menggunakan warna merah? Mari kita bisikan satu rahasia: “perempuan yang menggunakan warna merah terlihat lebih menarik loh di mata laki-laki”. Ini bukan omong kosong. Kembali lagi soal stimulus, penelitian Adam Pazda, seorang psikolog sosial asal University of Rochester di New York mengklaim bahwa perempuan yang mengenakan busana warna merah dianggap punya daya tarik tersendiri dan terlihat lebih seksi.

Bahkan jauh sebelum penelitian ini dibuat, sebuah lagu berjudul The Lady in Red milik Chris de Burgh bisa sedikit menjelaskan kenapa laki-laki suka melihat perempuan berpakaian merah. Menurut Pazda ditemukan kalau warna yang dipilih perempuan ternyata memang menentukan penilaian lawan jenis terhadap dirinya. Saat perempuan memakai warna merah, biasanya pihak laki-laki akan tertarik secara seksual.

Atribut Warna Merah Tak Cuma Soal Pakaian

Ketika bicara soal atribut, ini tak dimaksudkan hanya soal pilihan busana ya. Karena istimewakan dirimu melalui warna merah bisa dilakukan lewat beragam hal. Ambil contoh misalnya kendaraan yang digunakan sehari-hari. Kita bisa melirik warna baru dari Yamaha New Fino 125 Blue Core varian Grande yaitu warna Luxury Red.
Merahnya tak sekedar merah. Karena pilihan warna merahnya sangat unik. Berbekal matte colour, merah yang disematkan pada motor ini menjadi nuansa eksklusif. Nampaknya merah macam warna Luxury Red ini yang dibicarakan dalam penelitian di atas tadi. Apalagi warna matte tersebut berpadu apik dengan jok bertipe double seat yang berdesain berkelas. Sementara dari depan, cover berwarna merahnya tampak stylish dengan lampu LED yang juga elegan.

Tak cuma urusan tampilan yang bikin penasaran. Mesin Blue Core yang disematkan pada motor ini diklaim 50% lebih irit. Apalagi motor ini juga sudah punya fitur indikator irit bahan bakar untuk berkendara lebih ekonomis dan aman.Tentunya makin lengkap dengan fitur stop & start system yang membuat mesin mati saat berhenti 5 detik dan otomatis menyala kembali jika gas diputar.

Asiknya lagi motor ini sangat praktis. Ban tubelessnya yang lebar membuatnya lebih nyaman dikendarai karena tidak mudah oleng. Dan ketika menghadapi turunan atau tanjakan, Smart Lock System akan membantu mengunci rem agar tak dirundung was-was motor akan meluncur. Sementara, ketika mencari motor di tempat parkir, cukup tekan sekali Advance Key System-nya untuk menemukan Fino-mu dan tekan lebih lama untuk membuka penutup kuncinya.
Dengan kombinasi warna dan fitur macam itu, para perempuan yang menggunakan motor merah satu ini dijamin akan bikin mata kami para lelaki melirik. Penasaran sama motor satu ini? Yuk simak detail lengkap Yamaha New Fino 125 Blue Core di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Dibalik Balutan Romansa, Ada Bahasa Cinta yang Harus Bung Mengerti dan Kuasai

Seperti ada jarak ketika Bung dan si nona saling berhubungan, seolah-olah apa yang si nona lakukan sepertinya tidak pas dari segi waktu dan kondisi. Si nona kerap minta dimanja padahal Bung lelah sepulang dari kerja. Belum lagi hadiah yang Bung berikan kepadanya pun seperti tidak dihargai. Rasa geram tak bisa Bung sembunyikan, Bung pun sebenarnya ingin mengoreksi tentang kejanggalan tersebut, namun Bung takut menyakiti si nona hingga masalah berujung ke hal yang rumit.

Hei Bung, jangan cepat memutuskan kalau Bung dan si nona adalah pasangan yang tidak cocok! Karena kejanggalan yang disebutkan di atas tidak memutuskan suatu pasangan dalam kategori yang cocok atau tidak. Permasalahan yang terjadi sebenarnya lebih mengacu ke pada bahasa cinta yang perlu dikenali. Lantas seperti apa bahasa cinta tersebut? Nah, berikut ini adalah beberapa bahasa cinta yang harus Bung pelajari untuk membalut romansa antara Bung dan si nona agar semakin mesra.

Memberikan Pujian yang Tak Boleh Absen untuk Diberikan

Mungkin banyak dari Bung yang kini enggan untuk memuji si nona, lantaran merasa hubungan yang sudah memakan waktu lama, jadi dirasa tidak apa kalau tak memuji si nona seperti biasa. Toh si nona pun tak pernah mempermasalahkan kalau tidak dipuji. Padahal pujian harus tetap diberikan, guna memberikan kesan-kesan indah di setiap hubunganmu. Sekaligus memberikan penyemangat dan penanda kalau si nona masih tetap menggairahkan dimatamu, Bung.

Menjaga Waktu Berkualitas bersama Si Nona Agar Hubungan Menemukan Kualitas

Bahasa cinta selanjutnya adalah waktu berkualitas alias menghabiskan waktu bersama dengan si nona. Istilah kerennya “quality time”. Hal ini memang benar apa adanya, dan begitu diinginkan oleh si nona. Bahkan ada perempuan yang lebih bahagia diberi waktu bersama-sama dengan pasangan daripada mendapat hadiah. Apabila Bung dan si nona memang sama-sama disibukkan dengan pekerjaan, cobalah ambil liburan berdua dengan si nona untuk merangkai waktu berkualitas berdua.

Melayaninya Agar Ia Merasa Dihargai, Juga Membuatnya Bahagia

Cobalah Bung melayani si nona untuk memberikan sedikit sentuhan berharga. Seperti Bung pijit saat ia selesai bekerja, atau Bung buatkan minuman hangat untuk meredam rasa stres yang telah hinggap dikepalanya. Barang tentu, si nona sangat ingin dilayani dan itu termasuk dari salah satu bahasa cinta. Meskipun sejatinya, si nona memiliki peran untuk melayani sang suami kelak, tapi ia juga ingin merasakan dilayani.

Memberikan Hadiah yang Istimewa bagi Si Nona

Sesekali Bung harus memberikan hadiah kepada si nona, tak perlu mahal tapi memiliki kesan penting. Misalnya, untuk menyenangkan hati si nona yang begitu es krim rasa vanilla. Bung pun bisa memberikan es krim tersebut kepadanya. Nah, hal tersebut sudah termasuk dalam kategori hadiah meskipun terkesan agak remeh. Kalau hanya menunggu hari ulang tahun saja, otomatis lama ‘kan, Bung? Jika Bung bisa tahu apa kesukaan si nona berarti kalian memiliki kecocokan ke depannya. Intinya Bung hanya perlu memperdalam bahasa cinta.

Sentuhan Fisik Membuat Percintaan Bung dan Si Nona Bakal Asyik

Sentuhan yang Bung berikan bukan berarti dalam urusan ranjang, lho. Namun, mengacu kepada  rangkulan, pegangan tangan, sampai mengelus rambut. Sentuhan yang Bung lakukan bisa dbilang sebagai emotional bonding, karena sentuhan fisik juga menandakan kalau Bung masih memiliki cinta yang nyata kepada si nona. Apalagi si nona yang jarang mendapatkan sentuhan lantaran usia hubungan yang sudah memakan waktu lama. Otomatis ia akan mabuk kepayang atas apa yang Bung lakukan.

Bahasa cinta diperkenalkan langsung oleh  Dr Gary Chapman lewat buku karangannya yang bertajuk ‘The Five Language”. Dibalik hubungan Bung dan si nona yang dirasa tidak cocok, sebenarnya bukan itu poinnya. Melainkan Bung kurang cukup mengenali bahasa cinta antara pasangan. Kalau bahasa cinta dapat Bung kenali, otomatis hubungan romantis terus berjalan. Karena bahasa cinta adalah hal krusial yang acap kali dilewatkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Meskipun Iwan Fals Bilang ‘Aku Bukan Pilihan’, Nyatanya Si Nona Memiliki Alasan Pilih-pilih Pasangan

“Jangan pernah memilih

Aku bukan pilihan”

Merupakan sederet penggalan lirik dari lagu Iwan Fals yang bertajuk ‘Aku Bukan Pilihan’. Mungkin Bung berpegang teguh akan lirik yang dilantunkan oleh Iwan Fals, apabila si nona dihadapkan dengan memilih antara Bung atau laki-laki lain, yang Bung lakukan adalah meninggalkan si nona saat itu juga. Karena Bung (merasa) bukan pilihannya. Sesungguhnya ketika Bung mengambil sikap untuk meninggalkan si nona karena merasa Bung bukan sebuah opsi atau pilihan adalah salah satu bentuk keegoisan, lho.

Oleh karena itu Bung harusnya bersabar dan tenangkan pikiran. Luangkan waktu sejenak untuk memberikan kesempatan pada si nona untuk menjelaskan. Karena dibalik alasan si nona memilih antara Bung dan dia pasti ada sebab dibalik itu semua. Karena seseorang tidak ada yang sempurna di muka bumi, apalagi dalam menjatuhkan pilihan untuk menjadi pendamping hidup, otomatis si nona tidak mau salah langkah untuk memilih, ‘kan? Bahkan kami yakin Bung juga seperti itu. Nah, ini adalah beberapa alasan kenapa si nona nyatanya pilih-pilih.

Si Nona Tidak Menemukan Adanya Chemistry yang Mengikat secara Erat

Kecocokan antara Bung dan si nona jadi hal mutlak yang harus ada kala berpasangan. Komposisi padu antara kedua belah pihak memang menjadi hal penting. Apalagi bagi si nona, kalau tidak ada chemistry dalam berhubungan sama halnya seperti berjalan melewati jembatan dengan mata tertutup. Dengan kata lain ia tidak merasakan inti sari dari namanya berpasangan atau berpacaran.

Makanya, kala ada laki-laki yang mendekati si nona, ia seolah seperti sedang menyeleksi kaum adam. Padahal tidak demikian, tapi ia mencari mana diantara Bung atau laki-laki lainnya yang memiliki chemistry yang saling berkaitan.

Cinta Bisa Hadir dan Hilang Begitu Saja

Cinta pada pandangan pertama memang ada, namun itu bukanlah tanda kalau si nona sudah terikat dan suka denganmu secara 100%. Melainkan ia hanya memiliki ketertarikan. Nah, masalah cinta memang butuh proses, Bung dan si nona tak bisa langsung mengikrarkan begitu saja. Banyak pertimbangan dan penilaian, apalagi bagi si nona yang sangat dominan memainkan hatinya dibanding logika. Jadi si nona pun kerap memilih yang benar-benar ia cintai seutuhnya.

Pasangan Bukan Hanya Cerminan, tetapi Refleksi ke Arah Lebih Baik yang Diinginkan

Si nona tentu menginginkan calon imam yang baik, dari segi kepribadian secara keseluruhan. Ia tidak mau salah menentukan pilihan, apalagi baginya pasangan merupakan refleksi diri ke arah yang lebih baik. Si nona pun tak bisa lantas menilai Bung-bung sekalian adalah orang yang pas untuk merefleksikan dirinya, karena bisa saja itu adalah ‘topeng’ kala melakukan pendekatan.

Mungkin Si Nona Punya Masa Lalu yang Tak Ingin Diingat atau Terulang

Masa lalu asmara setiap orang tak selalu manis. Kalau manis mungkin itu hanyalah sebuah dongeng yang dibuat demi menghibur kala hidup seseorang sudah menemukan rasa getir. Apalagi bagi si nona yang tersakiti oleh sikap mantan kekasih seperti mendua atau mempermainkan hatinya, Bung. Tentu saja kala ada seseorang yang mendekatinya ia berhati-hati. Karena luka di hati tak ada obat ampuh yang bisa mengobati, kecuali ikhlas dan waktu yang menghapus memori.

Kalau Bung Saja Bisa Memilih, Kenapa Si Nona Tidak?

Oke, kalau Bung mungkin memang merasa memilih hanya bagian dari laki-laki, tidak untuk perempuan. Tapi seperti kami bilang barusan, kalau Bung bersikap seperti itu tentu saja itu adalah sebuah keegoisan, bukan? Nah, kini Bung harus memikirkan sesuatu yang setara, seimbang, serta adil antara Bung dan si nona. Karena masalah memilih dan dipilih, semuanya memiliki alasan kuat dibelakangnya. Alangkah baiknya coba ketahui apa alasan yang membuat Bung memilih dan dipilih. Justru itu sikap yang lebih apik untuk diemban daripada ‘memaksa’ kalau Bung bukan pilihan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Bung Sedang Resah Akibat Disalip Pria Muda? Pahamilah Alasan Si Nona Jadi Tak Memilihmu

Selalu banyak anggapan dan alasan kenapa si nona memilih laki-laki yang lebih muda. Mungkin Bung sendiri heran, padahal dari segi kematangan, laki-laki muda atau yang kerap disebut brondong masihlah sangat jauh. Sejalan dengan itu, muncul pula istilah cougar, yakni para perempuan yang menjalin hubungan dengan laki-laki muda. Anggapan yang berkembang di masyarakat tentang perempuan yang suka menjalin hubungan dengan laki-laki muda pun merujuk pada pelaminan. Karena laki-laki yang seumuran dengan perempuan tersebut umumnya sudah menikah.

Tetapi cinta biasanya tak terpengaruh oleh usia. Salah satu buktinya adalah Nick Cannon, pacar dari seorang penyanyi kawakan, Mariah Carey. Nick sendiri sempat berujar kepada media, “Saya selalu tertarik dengan perempuan yang lebih tua“, ungkapan tersebut diucapkan saat sedang merayakan ulang tahun pernikahannya.

Dari situ pun sudah membuktikan bahwa anggapan yang kian merujuk kepada pelaminan menjadi alasan perempuan mencari laki-laki muda hanyalah mitos. Tetapi Bung, si nona sendiri tak ingin memberikan jawaban mengambang terkait alasannya dalam memilih pasangan. Sehingga si nona menjelaskan bahwa ini alasannya kenapa ia lebih memiliki laki-laki muda dibanding Bung.

Karena Si Nona Selalu Ingin Dimanja Kapan pun dan Di Mana pun

Mungkin Bungsendiri sudah enggan untuk memanjakan si nona, karena bagimu usia telah dewasa saatnya juga untuk mendewasakan diri termasuk pasangan. Sehingga si nona merasa kurang chemistry antara ia dengan pasangan, alhasil ia pun memilih brondong. Laki-laki yang masih muda, masih gemar untuk melakukan hal-hal manja dengan pasangan. Begitu pula sebaliknya, laki-laki muda kerap ingin dimanja pasangannya sehingga ia mencari si nona untuk sekedar diperhatikan.

Memiliki Kuasa Lebih dalam Hubungan, Membuat Si Nona Merasa Jadi Pemenang

Kalau dengan Bung, mungkin si nona malas untuk diatur-atur, lantaran merasa ruang privasinya terbentur akan suatu keinginan dari satu pihak saja. Si nona pun enggan untuk berkomentar, karena Bung selalu meminta. Merasa kendali penuh hubungan selalu dipegang Bung membuat ia jengah.

Kalau berpacaran dengan yang lebih muda tentu beda, ia lebih rela untuk didominasi. Si nona seperti memiliki kuasa lebih seperti dapat mengatur dan uniknya, laki-laki yang lebih muda bakalan nurut. Sehingga si nona merasa menjadi pemenang.

Dia yang Muda Suka Memberikan Kejutan, Si Nona pun Jadi Mabuk Kepayang

Di usianya yang masih muda belia, mungkin dia yang lebih muda belum menjadikan pekerjaan sebagai suatu kewajiban. Bahkan ia bisa saja masih duduk di bangku kuliah tentu kewajibannya hanya sebatas kuliah ‘kan, Bung. Kehidupan perkuliahan pun hanya mencakup tiga hal menurut Soe Hok Gie, yakni buku, pesta, dan cinta. Soal cinta, mungkin yang muda masih bergelora di mana kerap memberikan kejutan kecil sampai sesuatu yang romantis. Dibanding Bung, di usia yang sudah terbentur dengan gemerlap lembur, otomatis kejutan hanya terjadi saat di hari ulang tahunnya saja.

Selalu Dihormati Membuat Si Nona Senang dalam Hati

Maklum Bung, namanya juga masih muda otomatis ia akan menghormati yang lebih tua. Tak mau bersikap semena-mena dan si nona dianggap memiliki segudang pengalaman, yang selalu menarik baginya untuk mempelajari. Sedangkan Bung, otomatis maunya dihormati. Bagi si nona itu agak menjengkelkan, karena kala Bung ingin dihormati terkadang lupa diri, sampai terkadang gila hormat.

Bisa Juga Karena Perihal Waktu Berduaan yang Leluasa Dimiliki Pria Lebih Muda, meski Bung Menang dalam Soal Uang

Uang mungkin membuat Bung berada di posisi yang mapan, wajar dong, karena lembur dan belum lagi slot kerjaan yang kian padat membuat Bung harus menggadaikan waktu, yang dibayar lewat pundi-pundi rupiah. Waktu yang Bung gadai, membuat si nona merasa sendiri, memiliki pasangan tapi tak ada yang menemani.

Bandingkan dengan laki-laki muda yang usianya masih menjajaki karakter dan mencari jati diri. Ia belum bisa bicara tentang masa depan memang, karena bekerja ada dalam batas harapan yang masih dikejar. Tetapi untuk mengejar cinta dan menyediakan waktu untuk si nona, ia bisa menghadirkan itu semua. Tentu itu menjadi alasan si nona, sampai akhirnya lebih memilihnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top