Politik

Jokowi : Kita Harus Akhiri Politik Kebohongan!

“Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri. Dan mari kita perkuat politik pembangunan, politik kerja, politik berkarya. Pembangunan bangsa untuk menghadirkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pembangunan SDM bangsa yang unggul, yang siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Sehingga kemajuan Indonesia, kejayaan Indonesia betul-betul dapat terwujud,” ujar Presiden Joko Widodo saat menghadiri peringatan HUT partai Golkar yang ke-54.

Kutipan diatas merupakan isi pidatonya, Jokowi secara gamblang menjelaskan bahwa perang politik kebohongan harus dihapuskan bung. Karena itu tidak akan membangun masyarakat yang cerdas tetapi malah memanipulasi sekaligus membodohi masyarakat. Bahkan ia juga menjelaskan di masa-masa pesta demokrasi seperti Pilpres dan Pileg, seluruh elemen partai politik harus dapat menunjukkan kepada rakyat bahwa pesta demokrasi itu seperti apa, bukan perang demokrasi.

Di masa-masa pileg dan pilpres kita harus bersama-sama tunjukkan kepada rakyat bahwa yang kita lakukan bukan perang demokrasi, melainkan sebuah perayaan pesta demokrasi. Perayaan yang diisi dengan adu gagasan, adu program, adu ide-ide, adu rekam jejak, adu prestasi. Inilah yang namanya perayaan pesta demokrasi yang benar,” katanya dilansir dari Detik.

Hal ini nampaknya disampaikan oleh Presiden mengingat dalam beberapa tahun terakhir pesta demokrasi justru memecah belas masyarakat menjadi dua kubu, sekaligus ramainya berita hoax membuat kondisi masyarakat semakin teracuni. Sehingga wajar apabila Presiden Jokowi menyampaikan pesan tersebut kepada lapisan masyarakat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jadi, Nikah Kapan?

Lebaran masih lima bulan lagi, tapi bisa jadi ada sesuatu yang sudah bung wanti-wanti. Apalagi kalau bukan pertanyaan dari para sanak family, “Kapan nikah?”. Buat bung yang sudah punya pasangan, pertanyaan seperti ini mungkin tak terlalu jadi beban. Tapi akan berbeda rasanya jika hingga kini, bung masih belum bertemu dengan si nona yang dicinta.

Lika-liku asmara kerap jadi sesuatu yang sulit diterka. Si nona yang sudah kita kejar mati-matian, bisa jadi tak mau membalas perasaan. Anehnya, dia yang tak kita suka, justru datang untuk memberi perhatian. Kalau sudah begini, mungkin bung bingung sendiri. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba belajar menumbuhkan rasa. Bukannya cinta bisa tumbuh kalau sering bersama?

Hal lain yang bisa bung coba, adalah bagaimana melihat celah untuk merebut hatinya. Entah itu mantan pacar yang masih dicinta atau nona lain yang sedang jadi incaran dari sekian lama. Jelilah membaca peluang, baca situasi mana yang bisa bung manfaatkan. Dan biasanya, untuk bisa masuk dan memenangkan hatinya adalah ketika si nona sedang gundah. Cobalah jadi pedengar yang baik untuknya, korek informasi yang membuatnya terlihat kesah. Kalau sedang beruntung, bukan tak mungkin jika nona akhirnya menjatuhkan hati pada kita.

Lampu hijau dari nona mungkin sudah ada dalam genggaman, untuk bung yang berniat serius tentu harus mulai atur strategi untuk meminta izin pada orangtuanya. Jangan terlalu pede untuk tiba-tiba datang melamar, semuanya butuh persiapan. Sesekali, buatlah janji untuk menghabiskan akhir pekan di rumah si nona. Disana bung bisa sekaligus menyampaikan niat pada Ayah dan Ibunya. Tapi sebelumnya bung perlu tahu bagaimana, caranya bertutur kata yang sopan untuk mendapat restu dari calon mertua. Disini, kami  pernah membuat tipsnya.

Selanjutnya, cobalah bung bicarakan dengan nona. Kapan kira-kira waktu yang tepat untuk mengsakralkan hubungan yang sudah dibina. Karena kadang-kadang, meski kita sudah ngebet untuk nikah, bisa jadi si nona belum merasa siap. Bung tentu tak mau kan, jika dia mau menikah karena terpaksa. Karena percaya atau tidak, si  nona selalu punya pandangan yang berbeda dengan kita dalam hal memandang hubungan.

Jika niat di hati memang sudah bulat, ada banyak persiapan yang harus bung buat. Ingat bung, pernikahan bukanlah perkara semalam. Ada begitu banyak persiapan yang butuh bung cicil dari sekarang. Mulai dari persiapan mental, administrasi, hingga materi. Bung mungkin harus belajar menahan emosi, memperbanyak rasa sabar setiap kali ada pendapatan yang bertentangan. Konon, sebelum menikah memang ada banyak pertengkaran-pertengkaran yang menghujani hubungan.

Disamping itu, bung juga mungkin akan disibukkan dengan berbagai macam persiapan. Pergi ke kantor kelurahan, hingga harus mengantri di catatan sipil. Bahkan, bung yang tinggal di DKI, harus membuat sertifikat kelayakan menikah, untuk bisa menikahi si nona. Beberapa teman menganggap ini jadi babak paling sulit. Menggelar pesta dengan sederhana dianggap tak berhasil jadi lelaki yang baik untuk si nona, tapi memilih pesta yang besar dan mewah pun kadan dianggap riya dan buang-buang uang saja.

Nah, kalau sudah begini. Bung perlu berkonsultasi dengan si nona lagi. Karena ini adalah pernikaham berdua, bagaimana pun pemilihan konsep pesta itu adalah hak bung dan nona. Walau di dalam masyarakat kita, keputusan calon penggantin kerap kali tak bisa sejalan dengan adat dan budaya.

Selepas menikah ada sekelimut perasaan yang bung rasakan. Maklum, katanya pernikahan itu adalah sangkar madu. Terlihat manis dari luar, tapi belum tentu begitu di dalam. Bahkan beberapa kawan berujar, jika menikah membuat hidupnnya kian tak asyik. Karena tak lagi bisa sebebas saat membujang dulu. Tapi, benarkah begitu?

Menurut kami, pernyataan seperti ini hanya akan keluar dari laki-laki yang menyesali pilihannya. Sedari awal harusnya bung sudah paham, jika kehidupan lelaki yang sudah beristri pastilah berbeda dengan dia yang masih sendiri. Itulah kenapa penting untuk mencari teman hidup yang bisa saling memahami. Bukan malah mengikat bung untuk tak bisa kemana-mana.

Ada waktu untuk duduk santai berdua dengan nona selepas menikah, berbagi pekerjaan rumah, dan melakoni beberapa hal baru yang dulu tak pernah kita tahu. Dengan catatan, tak juga melupakan waktu kumpul dengan beberapa teman, untuk sekedar ngobrol ngalur-ngidul. Tapi ingat bung, keluarga tetap jadi yang nomor satu.

Satu hingga lima tahun pertama, konon jadi masa-masa indah berdua yang akan kian mendekatkan kita dengan si nona. Belajar saling memahami lebih dalam dan menumbuhkan rasa cinta yang semakin besar. Tapi, rumah tangga tentu tak berjalan semulus yang kita kira bung. Pada beberapa titik, mungkin ada masanya bung berselisih paham dengan pasangan. Tak menemukan jalan tengah untuk membuat kesepakatan. Hingga hal lain yang mungkin bertentangan.

Apalagi, jika usia pernikahan sudah memasuki usia 10 tahun. Ada beberapa hal yang mungkin akan hilang dan berganti. Tapi, itu bukan alasan untuk saling menyalahkan bung. Karena, begitulah memang hubungan suami-istri berjalan. Bung tak selalu benar, dan si nona pun tak selalu salah.

Keputusan bung untuk menikahinya, tentu sudah melalui banyak pertimbangan. Maka jika setela sekian lama bung merasa ada yang berubah dari hubungan dengan si nona. Bisa jadi ada yang salah dari pemikiran yang bung punya. Sebab jika sebelum menikah saja bung sudah merasa menemukan sosok yang tepat untuk buat bung bahagia. Harusnya bahagia itu, bisa bertambah selepas menikah.

Bijaklah dalam membaca semua perkara yang ada, tanggalkan emosi dan ego yang bung punya. Karena untuk tetap bertahan dalam pernikahan, kita memang butuh usaha yang besar. Sama-sama belajar, sama-sama menguatkan, dan sama-sama terus menumbuhkan rasa sayang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Mundurnya Edy Rahmayadi dari PSSI Meninggalkan Segelintir Kontroversi yang Pernah Terjadi

Seruan #EdyOut sempat berkumandang tajam di tribun stadion saat timnas Indonesia berlaga. Sosok Edy Rahmayadi, dinilai gagal sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh pecinta sepakbola tanah air. Seruan yang sama juga menghiasi linimasa Twitter akibat geram akan keputusan yang ia buat sekaligus polemik rangkap jabatan.

Apalagi rentetan kasus mafia bola (yang tak pernah usai) sampai performa buruk timnas di kancah Asia Tenggara, menjadi sorotan tajam yang ditujukan publik kepadanya. Mungkin seraya berkata, “Apa kinerja anda di PSSI?”, sampai pada hari Minggu 20 Januari 2019 ia secara tiba-tiba menyatakan mundur! setelah memangku jabatan sejak tiga tahun lalu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Nusa Dua, Bali.

Seruan #EdyOut kembali trending di sosial media berlogo burung tersebut. Edy Rahmayadi mengatakan dalam pidato pengunduran diri kalau ia merasa gagal sebagai Ketum PSSI. Ketidakmampuan dalam menajalankan organisasi yang dipimpin kurang lebih selama dua tahun. Meskipun begitu, ia memberikan mandat kepada seluruh elemen PSSI agar tetap akur dan mampu membesarkan PSSI setelah ditinggalkannya.

Kemunduran Edy Rahmayadi mungkin merupakan angin segar bagi sepakbola. Tetapi kita tidak pernah tahu bung apa yang terjadi di PSSI selanjutnya. Banyak warganet yang meyakini, selama ‘orang lama’ masih berkuasa di sana bung. PSSI tidak akan pernah berevolusi. Dibalik kemunduran Edy, ada beberapa hal kontroversi yang ia pernah lakukan selama menjabat. Dari pernyataan sampai tindakan.

Berkarir di Negara Tetangga Adalah Bentuk Tidak Nasionalis Pesepakbola

Salah satu hal yang menggelitik umat sepakbola di Indonesia adalah saat Edy Rahmayadi melontarkan pernyataan yang menganggap, pemain Timnas Indonesia Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn tidak memiliki jiwa nasionalis. Pernyataan dilotarkan Edy setelah kedua pemain tersebut memutuskan berkarir ke Liga Malaysia bersama tim Selangor FA. Mengikuti jejak pendahulu yang sukses, Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy.

Padahal Liga Malaysia secara kualitas di Asia lebih tinggi dari pada Liga 1, maka hal ini tentu bukan bentuk tidak nasionalis bukan? melainkan aktualisasi diri dari sang pemain. Namun dari kacamata Edy, ia tidak melihat adanya aktualisasi diri melainkan jiwa tidak nasionalis. Ia pun mengecam kedua pemain dengan alasan peran keduanya dibutuhkan Timnas U-23 untuk Asian Games 2018 saat itu.

‘Apa Urusan Anda Menanyakan Itu?’

Kata-kata di atas tentu sudah familiar bagi anda pecinta sepakbola bung. Saat seorang wartawan senior dalam acara televisi swasta memberikan pernyataan kepadanya terkait pengaruh kinerja sesaat ia merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara dan Dewan Pembina PSMS.

Edy merespon dengan kata-kata tersebut dan menolak menjawab pertanyaan dalam wawancara yang disiarkan secara langsung di televisi. Tak sampai disitu, Aiman juga dinyatakan oleh Edy kalau tidak berhak bertanya kepadanya dengan mengatakan, “Bukan Hak Anda juga bertanya kepada saya“.

Membantah Tudingan Kalau Ia Menampar Supporter yang Menyalakan Flare

Sebagai Dewan Pembina PSMS, Edy Rahmayadi menyempatkan datang pada satu pertandingan saat PSMS Medan menjamu Persela Lamongan di Stadion Teladan Medan September tahun lalu. Semula Edy menyaksikan dari kursi VVIP, sampai akhirnya ia turun ke tribun dengan menghampiri salah seorang supporter yang menyalakan flare.

Secara hukum, FIFA sendiri melarang penggunaan flare di dalam stadion. Edy mengambil langkah tepat dengan menegur seorang supporter. Terdapat video beredar tentang aksinya saat menegor dan memegang pipi salah satu supporter tersebut. Tetapi ada tudingan muncul kalau ia menampar. Secara tegas tudingan itu dibantah dan menjelaskan kalau ia hanya memegang pipi dan memarahi supporter karena menggunakan flare.

Pelatih Sekaliber Luis Milla Tidak Diperpanjang Menangani Indonesia

Seorang wartawan senior, Anton Sanjoyo dalam sebuah acara di Youtube, menyatakan kalau ia melihat ada peningkatan determinasi permainan saat Timnas U-23 bermain di Asean Games 2018. Determinasi ini berbeda, dan tidak pernah dilihat oleh sang wartawan senior tersebut dalam permainan timnas beberapa tahun belakangan. Secara tidak langsung berarti Luis Milla membawa perubahan bagi sepakbola Indonesia dong bung? dengan kata lain harus dipertahankan.

Saat Tim Garuda Muda gugur di babak 16 besar dalam Asean Games 2018. Kegagalan tersebut membuat Edy Rahmayadi menyinggung soal kontrak Luis Milla sebagai pelatih. Ia memberikan sinyal bahwa ada kemungkinan bagi pelatih Spanyol untuk menangani timnas U-23, tidak hanya mentok di Asian Games saja.

Namun kenyataanya Luis Milla tidak diperpanjang kontrak bung. Kabar miring pun beredar bahwa PSSI menunggak gaji Luis Milla. Sampai lewat Instagram pribadi Luis Milla, ia pun sempat menyinggung soal manajemen yang buruk dalam mengurus kontrak kerjanya setelah ia menyampaikan salam perpisahannya.

Wartawan yang Baik Akan Menghasilkan Timnas yang Baik

Pernyataan Edy Rahmayadi kembali kontroversial, saat ia memberikan komentar terhadap penampilan Timnas Piala AFF 2018. Pernyataan yang diberikan rasanya tidak masuk akal bung. Bahkan tidak ada korelasi atau apple to apple. Lantaran saat memberikan pernyataan, Edy mengatakan kalau timnas mau baik, ya wartawan harus baik. Seolah-olah ada intervensi wartawan dalam performa timnas di lapangan. Dengan mengatakan,”Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik”, katanya.

Setelah menyatakan mundur dari Ketum PSSI, Edy Rahmayadi menjelaskan kalau sementara tugasnya akan dilanjutkan oleh Wakil Ketum PSSI sampai periode jabatan selesai. Tak lain, tak bukan beliau adalah muka lama di PSSI yakni Joko Driyono.

Gimana bung masih rindu bapak Edy sebagai ketua PSSI?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paling Tepat Nikmati Malam Minggu di Tahun yang Baru ke Tempat Ini, Bung!

Apa yang bung bayangkan, setiap akhir pekan dan diajak kencan ke pusat perbelanjaan oleh pasangan? Yap, benar. Membosankan! Menghabiskan waktu berjam-jam demi antri di sebuah resto kesayangan, atau menemani si nona berkeliling keluar masuk toko untuk berbelanja.

Bukan, ini bukan tentang tak mau menyenangkan pasangan. Tapi lebih kepada rasa bosan, jika harus kencan di Mall tiap akhir pekan. Nah, berhubung ini masih bulan pertama di tahun yang baru. Tak ada salahnya, bung membuat perubahan.Ya, perubahan untuk urusan kencan setiap akhir pekan.

Sudah saatnya, bung bawa si nona keluar dari zona nyaman. Menjajaki tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Sembari merubah suasana, pilihan ini juga bisa menyenangkan hati si nona dan membuat perubahan dalam hubungan berdua.

Sekedar Nostalgia, Cobalah Pergi ke Tempat Pertama Kali Kencan dengan si Nona

Bung harus tahu, demi kelangsungan hubungan, merawat kenangan itu perlu dilakukan. Nah, agar tak melulu hanyut dalam kerumunan orang berbelanja setiap kali kencan. Cobalah bung ajak si nona mengunjungi tempat pertama kali bertemu dengan dirinya.

Disana, bung bisa membuatnya tersenyum tipis nan malu-malu. Ceritakan bagaimana perasaan bung kala itu. Melihatnya datang untuk pertama kali bertemu. Tak hanya membuatnya senang, ini akan jadi salah satu pembuktian jika bung selalu mengingat setiap momen bersama si nona.

Menjajaki Puncak Bukit untuk Menikmati Sunrise atau Sunset Berdua

Ingin menghilang dari jebakan tumpukan pekerjaan, bung bisa mengajak si nona untuk melipir sebentar ke luar kota. Mencari beberapa spot perbukitan yang asyik untuk dijadikan tempat kencan berdua. Pilihlah waktu yang tepat, berburu sunrise atau menikmati sunset. Jangan sampai, sudah jauh-juah tapi yang dituju malah tak ketemu.

Walau tak terlihat jadi sebuah kencan yang mewah, tapi bung harus percaya. Jika duduk berdua sembari mengobrol dari atas bukit selalu memberi sensasi yang berbeda. Cuaca yang sejuk, ditambah pemandangan yang bagus. Jadi momen istimewa yang akan menambah daftar kenangan kencan tak biasa, yang pernah kalian jalani berdua.

Kencan di Pantai Ditemani Semilir Angin dan Musik Kesukaan, Tak Boleh Dilewatkan

Matahari, deburan ombak, angin dan pasir, selalu jadi kombinasi menarik untuk bung merangkai cerita indah bersama dengan si nona. Ajak si nona duduk berdua di bibir pantai, menikati hembusan angin sembari bercerita.

Untuk kesan yang lebih istimewa, tak hanya kencan saja. Bung juga bisa jadikan ini sebagai piknik istimewa untuk berdua. Membawa tenda dan peralatan kemping. Memasak makanan ala kadarnya, dan menikmatinya di alam terbuka. Walau makanan yang disantap hanyalah menu biasa, baginya kencan ini jadi sesuatu yang istimewa. Karena berbeda dari biasanya.

Ingin Buat Kejutan? Ajak si Nona ke Tempat Kesukaannya Secara Dadakan

Beberapa waktu belakangan, si nona mungkin beberapa kali memberi bung kode untuk mengunjungi salah satu tempat yang sudah lama ia inginkan. Tapi karena kesibukan dan waktu yang belum mempertemukan, beberapa kali bung mengabaikan keinginannya. Naah, kali ini. Mari membayar kepekaan yang kurang, dengan tiba-tiba mengajaknya pergi ke tempat yang ia inginkan.

Tak bisa banyak berkata-kata, dirinya pastilah terharu dan merasa istimewa. Karena meski kelihatannya bung tak peduli dengan yang ia inginkan, diam-diam bung malah memberinya kejutan. Tindakan-tindakan kecil seperti inilah yang akan buat nona kian terkesan.

Biar Makin Manis, Ikuti Wishlist yang Si Nona Telah Buatkan

Nah, untuk urusan kencan biasanya si nona sering punya keinginan. Jika bung memang bingung untuk membuat pilihan. Cobalah minta nona yang menentukan.Tanyakan, kemana ia ingin pergi kencan selain pusat perbelanjaan yang selama ini didatangi berdua.

Dari sini, bung dan nona bisa bergerak untuk memulai perjalanan. Mau kemana akan pergi kencan. Selain memudahkan bung, memberi kebebasan untuk si nona memilih tempat kencan, juga bisa membuatnya bahagia.

Dan Jangan Lupa, Siapkan Kendaraan Roda Dua untuk Menyempurnakan Perjalanan Berdua

Tak ada yang lebih nikmat dari pergi berdua dengan roda dua dengan dia yang dicinta. Beberapa kisah dan tingkah lucu sepanjang perjalanan, jadi bumbu yang kian memaniskan cerita. Untuk itulah bung tak boleh salah pilih roda dua. Pastikan jika kendaraan yang akan menghantarkan kita kencan, mampu memberi kenyamanan.

Dan nampaknya, Suzuki GSX150 Bandit jadi kuda besi yang pas untuk bung kendarai bersama dengan nona. Dari bentuk joknya saja, motor ini dilengkapi bentuk jok yang panjang nan lebar. Sehingga mampu memberikan tingkat kenyamanan untuk bung yang membonceng dan si nona yang dibonceng.

Nah, demi memantapkan perjalanan, motor ini juga dipersenjatai dengan mesin yang sama, seperti yang diterapkan pada GSX-R150 dan GSX-S150. Dengan kata lain, motor bertipe overstroke ini punya performa di atas rata-rata untuk menemani perjalanan bung dan si nona. Kombinasi dapur pacu yang diterapkan dalam motor ini, dijamin tak akan membuat bung kewalahan dalam bepergian.

Jadi #temansatutujuan untuk pergi kencan, bung bisa memilih varisi Suzuki GSX150 Bandit yang sesuai keinginan. Mulai dari Metallic Matte Titanium Silver, Brilliant White / Aura Yellow, Stronger Red / Titanium Black dan Titanium Black, untuk bung yang menyukai tampilan polos.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top