Money & Power

Jangan Lakukan Kebiasaan Remeh Ini Bila Kamu Ingin Disukai Rekan Kerjamu Bro!

Setiap orang tentu ingin diterima di lingkungannya. Hal itulah yang sebenarnya poin penting yang akan menentukan kenyamanan. Begitu juga di lingkungan kerjamu, kamu tentu ingin diterima dengan tangan terbuka. Sebab tanpa rasa nyaman, mustahil kamu bisa bekerja dengan optimal. Tak heran bila kamu berusaha sekuat tenaga agar bisa diterima di kantor dan memperoleh kenyamanan saat bekerja.

Sayangnya ada beberapa hal-hal kecil yang sebenarnya krusial namun malah luput dari perhatianmu. Khawatir melakukan kesalahan besar justru membuat kamu melakukan kebiasaan kecil yang bisa mengakibatkan hancurnya reputasi kamu. Tentu kamu tak ingin hal ini terjadi pada dirimu bukan? Berikut daftar kebiasaan-kebiasaan yang bisa membuat kamu tidak disukai rekan kerjamu.

Meski Kamu Anggap Sepele, Tidak Ada Satu Orang Pun Yang Suka Berdekatan Dengan Pembohong!

Jangan berbohong untuk alasan apapun. Bahkan berbohong untuk alasan kebaikan pun sebaiknya kamu hindari. Sangat sulit untuk mengandalikan kebohongan yang terlanjur dilakukan. Bahkah kebohongan tersebut akan jadi menyebar dan kamu hanya tinggal bisa menerima konsekuensinya saja. Ingat, tidak ada satupun orang yang ingin menerima kebohongan. Lagi pula berbohong hanya akan membuatmu kehilangan wibawa yang sudah dibangun dengan susah payah itu.

Jangan Jadi Pengecut Yang Hanya Berani Menikam Dari Belakang Bro!

Menikam dari belakang jelas bukan perbuatan terpuji. Ini mengindikasikan sikap mental yang minus. Bahkan prilaku ini bisa menimbulkan konflik di tempat kerja. Tidak ada orang yang ingin ditusuk dari belakang. Pengkhianatan selalu menimbulkan luka. Menikam dari belang artinya kamu dengan sengaja telah menyakiti orang lain. Ini sama sekali bukan prilaku terhormat. Laki-laki sejati seharusnya malu melakukan ini. Tidak heran dengan melakukan tindakan ini, kamu tidak akan disukai oleh rekan kerjamu.

Hobi Bergosip Di Tempat Kerja Hanya Akan Membuatmu Terlihat Buruk!

Bergosip tidak akan membuat anda terlihat lebih baik. Ini jelas bukan sikap yang baik. Lagi pula sangat tidak pantas bila laki-laki suka bergosip. Apalagi bila kamu menggosipkan rekan kantor anda sendiri. Bukan tidak mungkin hal itu akan sampai pada telinga yang bersangkutan. Kalau sudah begini, hanya akan tinggal menunggu bom waktu meledak. Jangan heran kalau sikap mereka yang menjadi objek gosip anda jadi berubah. Ingat, tidak  ada satu orang pun yang suka digosipkan. Lagi pula kantor adalah tempat untuk  bekerja, bukan untuk bergosip. Buang-buang waktu saja Bro!

Kamu Penyuka Petai Dan Jengkol? Boleh Kok, Namun Pastikan Dulu Kamu Sudah Bebas Bau Ketika Berangkat Ke Kantor Ya!

Tidak nyaman rasanya bekerja di lingkungan yang kurang bersih. Idealnya kantor adalah tempat yang selalu bersih dan tidak berbau. Jangan hanya karena egomu untuk memakan makanan yang berbau, kamu membuat seisi ruangan tidak nyaman. Idealnya kamu memang jangan memakan makanan yang meninggalkan bau saat berangkat bekerja. Jika kamu terpaksa melakukan ini, bersihkan dirimu atau kamu bisa menggunakan parfum untuk menghilangkan jejak bau makanan tersebut. Petai dan jengkol adalah jenis makanan yang biasanya menjadi pangkal masalah ini. Bukankah selalu tampil rapi dan wangi akan membuat rekan kantor lebih menhargaimu?

Mengeluarkan Pernyataan Bahwa Kamu Tidak Menyukai pekerjaanmu Adalah Bukti Dari Tanggung Jawabmu Yang Rendah!

Memperkerjakan orang yang tidak bisa mensyukuri pekerjaannya adalah pilhan terakhir. Terus berkoar bahwa kamu tidak menyukai pekerjaanmu hanya akan membuatmu terlihat buruk. Kalau sudah begini kamu pun tak lagi terlihat antusias dalam bekerja. Sikap kerja seperti ini akan segera ditangkap oleh atasanmu. Kamu bisa dicap memberi pengaruh buruk pada rekan-rekan kerjamu. Alih-alih memberi kompensasi pada tim kerjamu, kamu hanya akan menjadi benalu yang menghambat prestasi kerja. Tak heran bila rekan-rekan kerjamu tak menyukaimu. Melakukan hal itu hanya akan menjadi bumerang untuk kariemu. Jika kamu terus seperti ini, siap-siap saja dicopot oleh atasanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Ketika Beli Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 Kini Berhadiah Jaket Sporty

Sukses menghadirkan Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 ke hadapan publik Indonesia hingga akhirnya menjadi trend setter baru motor sport 150cc pada saat ini, kini PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali memberikan program terbaik yang berlaku mulai bulan Oktober 2017. Setiap konsumen yang melakukan pembelian Suzuki GSX-R150 maupun GSX-S150 akan langsung mendapatkan jaket sporty berdesain keren dan penuh gaya masa kini.

“Tidak terasa Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 sudah memasuki periode semester kedua dari peluncurannya, dan penerimaan kehadirannya dinilai sangat baik bahkan hingga saat ini” ungkap Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Dept. Head PT. SIS

Melihat dari perkembangan dan semakin banyaknya pemilik Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 yang selalu tampil bergaya dengan pakaian dan perlengkapan berkendara yang modis, SIS berinisiatif untuk melengkapi konsumen baru Suzuki GSX dengan jaket sporty secara cuma-cuma yang bisa menambah pesona sang pengendara. Jaket sporty tersebut berdesain race fit dan dilengkapi dengan full protector untuk perlindungan. Pengguna akan tetap nyaman menggunakan jaket tersebut ketika bergerak, dan langsung mengisyaratkan bahwa jaket tersebut berkualitas tinggi. Bahan yang dipergunakan pun telah water proof sehingga aman dari tetesan air.

“Sebagai rasa terima kasih, kami ingin menciptakan komunitas pengguna sepeda motor Suzuki menjadi lebih besar kembali, khususnya untuk model GSX-R150 dan GSX-S150 ini melalui program hadiah jaket sporty secara langsung bagi konsumen yang baru akan melakukan pembelian mulai bulan Oktober 2017. Bagi yang belum memiliki Suzuki GSX, segeralah mengunjungi jaringan dealer Suzuki dan jangan sampai melewatkan kesempatan baik ini.” sebut Yohan Yahya menambahkan.

Fitur-fitur moderen dan canggih tersemat di GSX-R150, seperti keyless ignition system yang telah terbukti mampu meminimalisir tindak kejahatan pencurian sepeda motor. Untuk kenyamanan berkendara dengan performa mesin yang besar pun bisa dinikmati dengan tipe GSX-S150. Keduanya dibekali mesin 150cc berteknologi DOHC (Double Over Head Camshaft) dan fuel injection yang canggih, sehingga pengendara akan terpuaskan setiap saat. Posisi duduk yang rendah dan total bobot yang ringan dirancang sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia dan Asia pada umumnya, sehingga tidak akan menjadi masalah untuk dikendarai setiap hari.

Berlaku serentak mulai bulan Oktober 2017, Suzuki memberikan harga yang berbeda dari sebelumnya. Kini GSX-R150 dibanderol dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta) dan GSX-S150 sebesar Rp 24.400.000,- (On The Road DKI Jakarta). Harga promo periode ke-2 tersebut masih berada di bawah harga normal yang pernah disiarkan sebelumnya. Suzuki masih menjadi pilihan terbaik dan terjangkau bagi konsumen Indonesia pada saat ini, sehingga semakin banyak konsumen yang bisa menjadi pusat perhatian dan menjadi bagian dari tren saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Kalau Tak Ingin Dicap Om-om, Jangan Buka Kancing Kemeja Cuma Buat Pamer Bulu Dada

Kecuali Bung memang sudah siap dipanggil ‘Om’ oleh sekumpulan cewek-cewek yang ada di sekitar Bung, ya tidak apa-apa kalau Bung mau bertingkah bak om-om parlente. Tapi sebentar, di mata cewek itu biasanya om adalah sosok pria yang memang seumuran dengan ayah mereka. Memangnya Bung sudah setua itu? Belum kan?

Dipanggil ‘om’ oleh keponakan yang masih balita mungkin sah-sah saja. Tapi coba bayangkan kalau si nona atau mungkin anak millenials di sekitarmu malah merasa penampilan Bung memang seperti om-om. Bung perlu tahu, karakteristik pria yang dikategorikan om-om itu jelas sekali terlihat. Bukan hanya dari penampilan, tapi juga tingkah lakunya. Duh, sepertinya ada yang perlu dirombak nih.

Bung Masih Suka Pakai Kemeja dengan Kancing Terbuka? Sekarang Sudah Bukan Zamannya Pamer Bulu Dada Bung!

Bung, coba rombak dulu bacaan atau referensi soal fesyen. Barangkali memang ada yang perlu dikoreksi dari situ. Walau sehari-hari Bung mungkin bekerja dengan setelan rapi, lebih baik biarkan apa adanya. Jangan sekali-kali melepas dua hingga tiga kancing kemeja sampai bulu dada Bung menyembul. Mungkin di benak Bung, hal itu bisa mendompleng tingkat kekerenan. Duh, tidak sama sekali. Justru yang ada cuma bikin ilfeel cewek-cewek.

Rapi Itu Bukan Berarti Culun, Masa Iya Pakai Polo Shirt dengan Gaya Pakai Kemeja

Apa yang paling terlihat dari style om-om? Gaya fesyennya yang kurang up-to-date dan cenderung kaku. Misalnya, ada cowok pakai Polo Shirt tapi ujung kaosnya dimasukkan ke celana. Bung seperti ini? Wah, bukan apa-apa, tapi style yang satu ini kelewat old-fashioned banget Bung. Pantas saja Bung dikira om-om.  Kalau mau pakai Polo Shirt ya yang normal-normal saja ya Bung. Yang penting, Polo Shirt itu harus rapi dan disetrika. Supaya lipatan-lipatan di permukaan kaos (mungkin efek digiling di mesin cuci) jadi lenyap dan kaos pun terlihat rapi.

Boleh Saja Pakai Cincin, Asal Jangan yang Berukuran Besar Atau Cincin Batu Akik Bung

Lagi pula, memangnya masih zaman ya cincin batu akik? Coba tanya si nona, kira-kira dia risih atau tidak kalau Bung pakai cincin tersebut? Kalau si nona bilang tak masalah, Bung boleh bersyukur. Sayangnya, cewek seperti itu mungkin skalanya 1:1000. Bung ini masih muda, masih bisa bereksplorasi dengan gaya fesyen yang lain. Tak perlu batu akik atau cincin berukuran besar juga. Kalau memang suka dan ingin pakai cincin, yang lazim-lazim saja. Bergayalah sesuai umurmu Bung!

Kalau Ada Kalung Emas Panjang nan Menjuntai di Leher Bung, Sudahlah, Bung Memang Berjiwa Om-om

Jadi, sekali lagi, selain batu akik, Bung juga harus lebih hati-hati dalam mix-and-match aksesoris. Jangan sampai kalung emas berukuran besar yang hits di era ayah Bung (mungkin), justru Bung pakai demi terlihat necis. Alih-alih terlihat demikian, yang ada si nona malah memicingkan mata atau mungkin menahan tawa.

Simpan Saja Gawai di Kantongmu, Tak Perlu Sampai Memasang Tempat HP Kulit Khas Bapak-bapak

Bung boleh cinta dengan ayah Bung, tapi soal gaya, coba agak visioner. Sadarilah Bung dengan ayah Bung lahir di zaman yang berbeda. Cara tampil dan menjaga penampilan pun berbeda. Sudah bukan zamannya lagi membeli tempat gawai berbahan kulit dan memasangnya di gesper bung. Itu namanya Bung sedang membuat diri Bung jauh lebih tua dua dekade. Coba bayangkan kalau sedang berdiri di tempat umum dan ada si nona yang Bung incar. Bisa jadi si nona malah takut dengan Bung karena mengira Bung ini semacam om-om yang hobi menggoda perempuan muda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Walau Bung Ngaku Pemalu, Sesekali Mengasah Diri Jadi Pusat Perhatian Itu Perlu

Bung, akhir pekan ada rencana pergi ke mana? Masih betah duduk diam di rumah? Memangnya ada apa di rumah Bung sampai tak ada rencana pergi kemana-mana? Sesekali bolehlah Bung pergi mencari suasana baru daripada hanya duduk di dalam rumah.

Memangnya Bung tak bosan, bekerja di hari kerja, lalu berdiam diri di akhir pekan. Begini Bung, alih-alih hanya berdiam diri dan mengamini kalau Bung ini pemalu, mengapa tak coba cari keseruan lain? Jadi pusat perhatian misalnya. Bukan maksudnya untuk mengajak caper, tapi menjadi pusat perhatian itu sesekali perlu. Setidaknya untuk aktualisasi diri sejenak. Siapa tahu ternyata nanti ada cewek yang terpukau dengan pesona Bung. Tak ada salahnya kok Bung!

Mulailah dengan Aktif Ngumpul di Tongkrongan dan Sesekali Traktir Teman-teman Bung Paling Tidak di Angkringan

Kapan terakhir kali Bung mentraktir teman? Kalau dirasa sudah lama sekali, mungkin ini saatnya Bung menyisihkan uang untuk sekadar membuat acara traktiran. Tak perlu mahal-mahal, masih ada angkringan yang biasanya menawarkan menu dengan harga kaki lima.

Sesekali Bung memang perlu melakukannya, selain demi solidaritas, setidaknya teman-teman Bung pasti akan senang berteman dengan Bung. Bukan tentang traktirannya ya, tapi lebih tentang niat Bung kala mentraktir mereka.

Mulailah Membuka Diri dengan Orang Baru, Sok Asik Itu Kadang Perlu Daripada Terus Malu-malu

Kalau bertemu dengan orang baru dan sepertinya potensial untuk dijadikan teman, Bung tak usah malu-malu. Segeralah ajak ngobrol dan cari topik ringan misalnya seputar olahraga atau hobi lainnya yang terasa relevan untuk dijadikan bahan obrolan. Sesekali jadi sosok yang sok asik itu perlu. Alih-alih dicap sok-kenal-sok-dekat, setidaknya ini cara Bung melatih diri jadi pusat perhatian.

Kalau Ada Rencana Kumpul atau Reuni, Tawarkan Bantuan untuk Cari Tempat dan Memesannya

Mengapa acara kumpul hanya sering jadi wacana? Karena tidak semua orang mau ‘berkorban’ untuk sekadar cari tempat. Teman-teman Bung pasti demikian, sibuk bekerja atau sibuk mengurusi keperluan yang lain sudah jadi alasan yang umum dilontarkan.

Daripada jengkel sendiri, mengapa Bung tak coba tawarkan bantuan. Ya, Bung bisa menawarkan diri untuk mencarikan tempat untuk reuni. Mungkin semasa di bangku sekolah atau kuliah, Bung tak begitu dikenal. Tapi kalau sudah mau melibatkan diri dalam acara semacam ini, pasti penilaian teman-teman lama Bung jelas akan berubah. Bung yang semula dikenal pemalu, kini ternyata pandai bergaul.

Berbaik Hatilah dengan Menawarkan Tebengan. Semakin Bung Terbiasa Melakukan Tindakan yang Baik, Maka Orang Lain Pasti Akan Respek dengan Keberadaan Bung

Poin yang dimaksud kali ini bukan untuk mendikte Bung agar menjadi seseorang yang baik demi perhatian orang banyak. Jelas bukan seperti itu, tapi bagaimana tindakan Bung selama ini. Sudahkah Bung menolong orang lain dengan rasa ikhlas dan hati yang tulus?

Jika mungkin dirasa perlu memperbaiki motivasi Bung selama ini, mungkin Bung bisa mencobanya lewat hal kecil semacam: memberikan tebengan, menawarkan bantuan, atau apa pun itu yang membuat orang lain bisa menyadari kalau dia tidak sendiri.

Jadi Pusat Perhatian Itu Bisa Dimulai Saat Bung Sukses Melawak dan Meninggalkan Sejuta Kesan

Bung, jangan lupa, asah kemampuan Bung dalam melawak ketika berkumpul dengan teman-teman. Penting sekali poin ini. Mengapa? Karena orang yang jadi pusat perhatian adalah mereka yang mampu tampil menyenangkan. Haram hukumnya bikin suasana sekitar jadi awkward Bung. Kalau Bung sudah bisa membuat suasana asyik dengan melemparkan beberapa guyonan sederhana, sudah pasti di Bung akan meninggalkan sejuta kesan di kepala mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Bung Boleh Percaya, Lima Barang Ini Ampuh Usir Rasa Keki dan Bikin Gebetan Happy

Coba Bung tilik isi tas dan dompet bung. Kira-kira apa saja isinya? Itu semua pasti peralatan atau barang-barang yang Bung butuhkan saja. Pernah terpikir tidak untuk membawa hal-hal yang sekiranya dibutuhkan secara insidentil? Kalau cewek pasti jauh lebih prepare. Isi tasnya bisa jadi bukan keperluan mereka saja, tapi seisi kamar pun barangkali muat di tas cewek. Makanya Bung jangan heran kalau pergi bareng cewek dan bawaannya cukup banyak. Itu cuma cara mereka mengantisipasi.

Boleh dicoba, Bung butuh tisu, pasti mereka punya. Bung butuh peniti, pasti mereka bawa. Memang seperti toko berjalan ya. Tapi tidak semua cewek seperti ini. Tetap ada waktunya dimana cewek pasti lupa atau bahkan tak terpikirkan membawa sesuatu yang ternyata dibutuhkan saat itu juga. Itulah mengapa Bung pun juga harus well-prepared. Setidaknya, siapkan hal-hal semacam ini lho Bung!

Harus Sedia Plester Karena Tak Mungkin Bung Menenteng Kotak P3K Saat Jalan Bareng Si Nona

Mungkin Bung kurang hati-hati saat membawa motor hingga kaki si nona yang sedang dibonceng tergores trotoar jalan, duh jadi lecet sedikit (kakinya). Itulah mengapa Bung perlu siapkan plester. Jangan lupa, bersihkan dahulu lecet-lecetnya biar tidak infeksi (kalau kata orangtua). Terlihat sepele sih, tapi kalau Bung sudah menyiapkan plester disaat yang tak terduga, pasti akan menambah nilai plus Bung di mata gebetan.

Jangan Ragu Bawa Helm Cadangan, Siapa Tahu Si Nona Sedang Butuh Tebengan

Kebanyakan cowok enggan membawa helm cadangan. Alasannya kalau bukan karena repot, atau memang malas saja membawanya. Padahal, kita tak pernah tahu situasi di hari itu. Siapa tahu saat jam pulang kantor, tiba-tiba ada cewek cantik incaran Bung yang memang sedang butuh tebengan. Meski tidak searah, bukannya ini jadi kesempatan emas? Tapi ya terserah Bung, kalau Bung memang enggan membawa helm, paling tidak antarkan si nona hingga ketemu driver ojek online pesanannya. Dan Bung pun harus berbesar hati ya.

Siapkan Jaket Walau Mungkin Tidak Turun Hujan. Bukankah Lebih Baik Sedia Payung Sebelum Hujan. Jadi, Jaket Atau Payung? Dua-duanya Saja

Kalau Bung sudah terbiasa pakai jaket kemanapun Bung pergi, itu jauh lebih baik. Asal pastikan dulu jaket Bung bersih dan tidak bau apek ya. Alih-alih mau menyodorkan jaket ke gebetan saat dia kedinginan, yang ada dia justru terganggu karena jaket Bung yang tidak dicuci berminggu-minggu. Jangan sampai deh!

Bung Boleh Jaga-jaga Bawa Peniti, Apalagi Kalau Incaran Bung Ini Memang Cewek Berhijab, Suatu Saat Pasti Dia Butuh

Misalnya Bung sedang asyik ngobrol dengannya di tempat umum. Tiba-tiba angin berhembus cukup kencang sampai membuat jilbab pacar atau gebetanmu jadi berantakan. Alih-alih ingin merapikan jilbabnya, ternyata salah satu jarum yang semula menempel sudah hilang entah kemana. Bayangkan kalau Bung di situ dan tak bisa berbuat banyak, malah jadi terlihat serba salah bukan? Makanya, antisipasi saja dengan menyimpan 1-2 buah peniti di dalam dompet. Kecil memang, tapi sangat berharga.

Mengantisipasi Mulut Bau, Karenanya Mengantongi Permen Itu Perlu Bung

Pertemuan dengan gebetan itu sebaiknya memang direncanakan, tapi bagaimana jika si nona tiba-tiba minta bertemu padahal Bung saat itu belum mandi dan gosok gigi? Duh, kalau ditolak, dia pasti kecewa. Tapi jika harus pulang ke rumah hanya untuk mandi, masa iya Bung rela membuatnya menunggu? Kalau situasinya seperti ini, harus ada yang Bung prioritaskan. Misalnya: Mungkin Bung bisa mengusir bau badan dengan menyemprotkan parfum. Tapi kalau bau mulut? Siasatnya hanya satu: bawa permen mint.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top