Lebih Tahu

iPhone dan Huawei Bersorak Karena Jadi Ponsel yang Paling Jarang Rusak

Kalau bung pemakai iPhone dan Huawei dan merasa awet, itu bukan perasaan bung saja. Karena sebuah riset yang dilakukan oleh Harris Interactive mengatakan dua merek ponsel tersebut jarang rusak dan membutuhkan perbaikan selama dua tahun masa garansi.

Harris Interactive sendiri melakukan Riset dengan cara meneliti terhadap seluruh merek yang membutuhkan perbaikan dan klaim garansi selama dua tahun pertamanya. Sesungguhnya ada tiga besar merek namun yang satu lagi adalah Honor yang notabene dibuat oleh Huawei.

Kesimpulan dari penelitian ini mengatakan kalau iPhone dan Huawei merupakan merk ponsel yang jarang rusak saat masa garansinya belum habis, yang normalnya berlangsung selama dua tahun sejak pertama dibeli. Di sisi lain dalam riset  juga ditemukan fakta kalau di era sekarang rata-rata kepemilikan ponsel mencapai tiga tahun. Hal ini adalah ketakutan yang dilakukan industri ponsel karena para pengguna bakal jarang membeli ponsel teranyar.

Lantas apa alasan para pengguna memakai ponsel yang sama selama tiga tahun? usut punya usut hal ini dikaitkan dengan meningkatnya masa penggunaan dan kepemilikan ponsel yang disebabkan oleh kebanyakan kontrak dari operator selulur untuk membeli ponsel yang baru, yang masa durasi mencapai dua tahun. Tidak sampai di situ, ponsel masa kini juga masih layak digunakan dibanding ponsel sebelumnya.

Alhasil para pengguna bakal dua kali berfikir untuk membeli ponsel teranyar karena ponsel yang lama masih layak untuk digunakan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tak Lepas Dari Smartphone Dapat Menimbulkan ‘Tanduk’

Terlalu lama memegang gawai pintar ternyata berimbas pada perubahan struktur di kepala, salah satunya tanduk.

Studi yang dilakukan para ilmuwan yakni David Shahar dan Mark G. L. Sayers menemukan kalau generasi milenial kemungkinan terbesar terserang penyakit ini. ‘Tanduk’ yang tumbuh di pangkal tengkorak dikenal sebagai EEOP (Enlarged External Occipital Protuberance (EEOP) atau tonjolan besar oksipital ekstenal yang dikenal dengan nama Inion.

Inion adalah tonjolan tulang oksipital yang menonjol dan salah satu tulang yang membentuk tengkorak. Berbentuk seperti cawan, atau trapesium dengan ujung melengkung. Tulang ini terletak dibelakang tengkorak yang mempunyai daerah lebih rendah. Usia rentan yang terkena penyakit ini sekitar 18-30 tahun.

Lantas apakah tumbuhnya tanduk ini bahaya? bisa dibilang tidak bung, tumbuhnya tanduk adalah sebuah respon terhadap kehidupan manusia modern. Apalagi menghabiskan banyak waktu menatap ponsel menyebabkan ketegangan pada leher kita.

Hipotesis EEOP dapat dikaitkan dengan postur menyimpang karena penggunaan teknologi genggam yang meluas seperti smartphone dan tablet,”ujar Peneliti.

Peneliti juga mengatakan kepada Washington Post bahwa hal tersebut adalah tanda bahwa kepala dan leher tidak dalam konfigurasi yang tepat dan bisa menimbulkan penyakit ditempat lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Salah Kirim Gambar di WhatsApp Bisa Diatasi Lewat Fitur Terkini

Dari sekian banyak aplikasi chatting, nampaknya WhatsApp jadi salah satu yang sering digunakan. Mulai dari sifatnya kerjaan, keluarga sampai pertemanan dihubungkan lewat aplikasi yang beroperasi sejak tahun 2009. Interaksi yang selalu dijalani tiap hari tak menutup kemungkinan untuk melakukan kesalahan. Sekecil kesalahan salah kirim gambar. Para pengguna, bahkan bung sendiri pasti pernah mengalami hal ini menimbulkan rasa akward sampai malu.

Menyoal pada kesalahan tersebut kini pengguna dapat lebih tenang karena WhatsApp sudah menemukan solusi. Dengan memperbaiki fitur agar pengguna juga lebih nyaman dan tidak terlibat lagi dengan rasa malu atas kesalahan mengirim sebuah gambar.

Fitur teranyar ini membuat pengguna dapat melihat nama penerima sebelum mengirim pesan. Nama penerima terdapat di bawah judul dengan fungsi untuk memeriksa ulang agar tidak terjadi kesalahan kirim gambar sekaligus demi memastikan apakah orang tersebut adalah orang yang tepat.

Fitur ini dapat digunakan untuk pesan personal maupun grup. WhatsApp secara otomatis memberikan keterangan nama penerima dan meminimalisir kesalahan tersebut. Bagi bung yang sering mengalami kejadian ini tak perlu khawatir lagi, dengan menginstal versi 2.19.173 di Android. Tapi fitur ini masih dalam tahap uji coba hingga versi fiturnya baru beta. Sedangkan untuk IOS belum ada informasi lebih lanjut apakah WhatsApp akan membuat fitur serupa atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

WhatsApp Bakal Bermandikan Fitur Baru yang Membuat Chatting Makin Seru

WhatsApp bakal melakukan gebrakan untuk mengembangkan fitur baru seperti mode gelap dan kehadiran iklan dalam bagian status. Dilansir dari IndianExpress.com ada sejumlah fitur yang terkonfirmasi dan ada juga fitur yang dalam fase uji coba. Yang jelas fitur-fitur ini bakal mermaikan aplikasi chatting kalian nanti. Penasaran?

Agar Dapat Keuntungan WhatsApp Dipasangi Iklan

Lewat saudara tuanya, Facebook, mengkonfirmasi bahwa iklan akan masuk pada WhatsApp di tahun 2020. Tepatnya di bagian WhatsApp stories sebagaimana iklan bermunculan pada Instagram stories. Keberadaan iklan terindikasi akan menjadi penghasil uang terbesar layanan pesan instan.

Dark Mode

Mode gelap sudah digarap oleh WhatsApp untuk memberikan tampilan yang berbeda. Mode gelap ini seperti dilaporkan dari WABetainfo, akan diluncurkan dan segera disebar pada pengguna Android. Nantinya mode ini juga akan menyusul dapat dipakai di iOs.

Mengkoneksi dari WhatsApp ke Facebook Story

Perihal apdet menggunakan gawai sudah menjadi suatu kebiasaan para pengguna. Untuk itu WhatsaApp coba memudahkan bagi para pengguna untuk dapat mengkoneksi status whatsapp ke facebook story. Nantinya  akan ada tombol baru yakni “Add to Facebook Story” dalam WhatsApp. Sayang perihal hal ini masih berbentuk beta dalam android.

Share Kontak via Kode QR

Fitur yang satu ini masih dalam tahap beta sama seperti Dark Mode. Yakni fitur ‘Share contact via QR Code’. Nantinya dengan fitur ini para pengguna WhatsApp dapat menghasilkan kode QR yang berisikan rincian kontak. Yang tentu saja dapat dibagikan, proses pembagiannya pun dalam bentuk terenkripsi mirip fitur serupa di Instagram.

Lewat WhatsApp Pengguna Juga Dapat Membuka Link

WhatsApp nantinya bakal memudahkan seseorang dalam membuka sebuah link yang ada di dalam chat tersebut. Dilansir dari WABetainfo nantiya aplikasi chatting ini seolah memiliki aplikasi browsing seperti default browser pada smartphone.

Menelusuri Gambar Dengan Otentik

Fitur yang satu ini dapat menelusuri gambar dengan otentik dalam browser di aplikasi WhatsApp. Seperti meng-upload ke Google dengan fitur search by image. Lewat hasil ini akan terbuka dan memperlihatkan hasil pencarian gambar yang sedang bung kulik.

Mengatur Privasi Grup

Pengguna WhatsApp tidak lagi bisa sembarangan mengundang seseorang untuk masuk grup, karena ada pengaturan lebih jauh terkait undangan masuk grup. Pilihan ‘nobody’ akan membuat pengguna akan menemrima link undangan lebih dulu dari siapapun yang mau memasukkannya ke grup.

Peredaran Hoax Dapat Diatur

Hoax biasanya menyebar karena menjadi pesan berantai, WhatsApp akan mulai melabeli mengenai pesan terusan atau forward chat yang menjadi salah satu cata aplikasi chatting ini membendung peredaran hoax pada platformnya. Dengan cara sebuah chat yang sering di-forward akan mendapatkan label “frequently forwarded message”.

Admin Sebuah Grup Dapat Membatasi Chat yang Sering Di-Forward

Seperti namanya, fitur ini akan membuat admin sebuah grup dapat membatasi chat yang sudah keseringan di forward. Guna mengatur sirkulasi hoax akan tidak kian melebar dan membuat kisruh suasana.

Tersedianya Katalog WhatsApp Business

Lewat konfrensi Facebook F8, bakal diumumkan kalau WhatsApp bakal mempunyai fitur katalog bisnis yang diakses lewat WhatsApp business. Dalam sebuah acara Facebook Marketing Summit baru-baru ini, diumumkan kalau pula bahwa katalog produk WhatsApp akan diintegrrasikan dengan katalog Facebook Business Manager yang ada saat ini.

Pengguna Bakal Dibatasi Untuk Melakukan Screenshot

Saat ini otentikasi sidik jari sudah disebar WhatsApp ke iOS dan sedang diuji fiturnya pada android. Nah, di lain hal WhatsApp juga menguji fitur lain yang memblok pengguna untuk melakukan screenshoot saat otentikasi sidik jari aktif.

Doodle UI dan Emoji Terbaru

Doodle UI akan diperkenalkan oleh WhatsApp untuk membagikan media. Stiker akan dikelompokkan menjadi dua favorit dan kategori sehingga pengguna dapat mencari stiker yang diinginkan dengan mudah. Fitur pencarian stiker, antarmuka ini membuat pengguna bisa menaruh stiker di atas foto, video dan GIF seperti di Instagram Stories. Kemungkinan Emoji yang lama akan tergantikan.

Preview Stiker di Notifikasi

Nantinya para pengguna tak mesti lagi membuka layar chat untuk melihat kiriman sticker karena ada fitur “Sticker Notification Preview”. Stiker juga akan bisa diintip lewat notfikasi sebagaimana halnya pesan teks maupun emoji. Saat ini layar notifikasi akan memperlihatkan tulisan stiker di notifikasi saat mendapat kiriman stiker di chat maupun grup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top