Lebih Baik

Hidup Tak Akan Selamat Apabila Bung Hanya Mengandalkan Tabungan

Danielle Town salah seorang yang tidak percaya bahwa dengan menabung kehidupan keuangan akan lebih baik. Baginya menabung tidak akan membawa kebaikan dalam hal mengurus keuangan terutama dalam skala jangka panjang. Mungkin kalau jangka pendek masih berpengaruh bung.

Lanjut lagi, menurut Town ada beberapa hal yang berkaitan dengan ekonomi berubah kian pesat, salah satunya ada inflasi. Jadi, kalau bukan menabung apa yang harus dilakukan ya bung?  dan bagaimana cara mengelola keuangan lebih baik di tahun 2019? dilansir dari CNBC berikut beberapa cara untuk mengelola finansial dengan baik.

Di Zaman Sekarang, Menabung Tidak Dapat Menolong Keuangan Sepenuhnya

Lakukan sesuatu dengan uangmu“, salah satu pernyataan yang dikatakan oleh Danielle Town yang secara tersirat memperingatkan anda untuk berinvestasi. Jika bung hanya menabung tanpa investasi, itu sama saja bung menyiapkan diri untuk kehilangan uang dalam jangka panjang.

Town yang juga penulis buku “Invested: How Warren Buffett and Charlie Munger Taught Me to Master My Mind, My Emotions, and My Money (with a Little Help from My Dad),” mengungkap bahwa investasi menjadi penangkal seseorang kala kehilangan uang akibat inflasi.

“Itu karena inflasi menyebabkan harga naik, yang membuat nilai uang berkurang dari waktu ke waktu. Sementara tagihan 20 dollar AS akan selalu bernilai 20 dollar AS,” sebut Town.

Para ahli pun menyarnkan agar biaya hidup selama tiga sampai enam bulan disimpan dalam rekening tabungan yang mudah dicairkan. Sekaligus memasukkan dana tambahan untuk diinvestasikan menjadi salah satu hal cerdas.

Investasi Harus Dimulai Sedari Dini, Jadi Bung Jangan Ditunda Lagi

Sudah tidak ada takaran seperti mulai di usia berapa dan kapan untuk berinvestasi. Semua sudah harus dilakukan sedari dini. Bagi bung yang belum berkepala tiga, segeralah berinvestasi karena hal ini akan menyelematkan anda saat di depan nanti. Pasalnya kepala dua adalah usia emas untuk memulai investasi.

Sebenarnya masalahnya adalah, Anda harus berinvestasi lebih banyak di usia 20-an daripada di usia 30-an jika Anda bisa,” kata pakar keuangan pribadi, Suze Orman.

Meskipun kegiatan menabung sudah berjalan tetapi tanpa investasi semua bisa sia-sia. Investasi lah dalam jumlah kecil dengan membiarkannya tumbuh dalam beberapa dekade. Lebih cerdas lagi apabila bung berinvestasi dalam jumlah besar yang nantinya bisa bung nikmati. Selagi masih muda belia, menikmati hidupnya nanti saja. Toh bung masih memiliki kekuatan buat bekerja, kan?

Stop Panik, Saat Pasar Paham Bergejolak

Investor legendaris Warren Buffet mengatakan kalau hal terbaik yang dapat bung lakukan ketika pasar bergejolak adalah tidak menghiraukannya. Seperti kita tahu bung, kalau pasar saham mengalami tahun begejolak. Saat perubahan di pasar secara dramatis seharusnya tidak menjadi alasan untuk panik. Untuk itu bung harus mengalami pengamatan baik saat melihat pasar seperti kata CEO Berkshire Hathaway dilansir CNBC pada 2016.

Uang itu dihasilkan dari investasi dengan berinvestasi dan dengan memiliki perusahaan yang baik untuk jangka waktu yang lama. Jika mereka membeli perusahaan yang baik, membelinya dari waktu ke waktu, mereka akan baik-baik saja 10, 20, 30 tahun dari sekarang,” sebutnya.

Saat Memiliki Utang, Jadikan Pembayarannya Menjadi Prioritas Utama

Rasanya sangat terbebani saat memiliki hutang. Bung jadi tidak bisa memperoleh uang yang lebih, karena memiliki tanggung jawab harus mengganti uang yang sudah bung pinjam (dibaca : utang). Suze Orman juga mengamini hal ini, kalau utang membuat bung tidak dapat memperoleh apa yang bung inginkan secara profesional. Orman juga menganjurkan agar pembayaran utang menjadi prioritas keuangan utama. Karena keluar dari utang dapat memancarkan kepercayaan.

Ketika Anda berutang, Anda merasakannya, dan atasan Anda pun merasakannya. Anda membuat diri Anda tak berdaya,” ujar Orman.

Tidak Perlu Menjadi Ahli Keuangan Untuk Membangun Kekayaan

Di tahun 2019 mengelola keuangan bisa jadi adalah salah satu resolusi. Ingin terlepas dari beban menjadi pribadi yang konsumtif, yang tak terasa telah menghabiskan banyak biaya secara percuma. Padahal kalau dinvestasikan dapat membuat ekonomi bung berjaya.

Terlepas dari sumber yang sebelumnya kami kutip, kami menyarankan bung untuk bijak dalam mengelola keuangan dan juga pendapatan. Bangun karir dengan baik adalah faktor penting, jangan sampai pendapatan menurun karena itu menjadi salah satu risiko penyakit jantung lho bung!

Intinya bung tidak perlu menjadi ahli untuk mengetahui tentang uang bung dengan baik. Semuanya dapat dimulai dengan menyesuaikan diri dengan menabung, belanja, dan berinvestasi yang dapat membantu bung membangun kekayaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Belajar Jalani Hidup Ala James Bond

James Bond adalah sosok laki-laki beruntung, menjadi mata-mata lihai dengan dikelilingi banyak perempuan cantik. Hampir setiap film, perempuan-perempuan seksi nan cantik menghiasi aksinya. Berbicara soal James Bond, ada hal-hal kecil yang dapat dijadikan panutan setiap hari agar tetap hidup dengan kinerja yang mantap. Meskipun James adalah karakter fabrikasi.

Terdapat trik dan praktik yang dapat dipraktikkan dari sosok yang terkenal dengan sebutan ‘007’ itu. Kalau bung dapat mencontoh apa yang dia lakukan maka hidup akan menjadi luar biasa seperti James Bond. Berikut ini adalah tujuh peretas hidup yang dapat bung pelajari agar bisa menjadi James Bond.

Hanya Mengikuti Aturan yang Cocok

Aturan pemerintah paramiliter berserta hirarkinya ditetapkan secara kaku dan saklek. Dalam film, James Bond diperlihatkan tidak takut melanggar aturan yang bertentangan dengan tugas dan misi meskipun ia bukan pemberontak. Tapi satu-satunya aturan yang ia ikuti adalah kesetian kepada rakyat dan berhasil akan misi. Jadi, bung harus mengikuti aturan loyalitas, etika pribadi dan hukum di wilayah anda. Tapi juga bersedia menghancurkan apapun yang menghalangi jika memang terlihat tak sesuai.

Tak Suka Menyimpan Dendam 

Dalam setiap film Bond pasti ada sosok yang berkhianat tapi sedikit pun para pengkhianat tersebut mendapat luka sampai membunuh. Dalam hal ini Bond tidak memperlihatkan dendam. Karena ia mengerti dendam adalah motivasi buruk yang memberikan hal yang buruk. Jadilah seperti James Bond, dia menyadari bahwa keputusan yang diambil adalah bagian dari situasi besar. Seperti ketika ia paham kalau melakukan balas dendam sama saja menggelorakan banyak kejahatan.

Membawa Peralatan yang Tepat

Petualangan yang dilakoni sebagai agen selalu dilengkapi dengan barang berteknologi mutakhir! seperti mobil sport tempur, arloji yang dapat menembak laser. Teknologi tersebut sangat menonjol dan populer hingga membuat film ini sangat populer lebih dari 50 tahun.

Dalam hidup pun harus seperti itu, bung harus memiliki peralatan tepat. Hal yang bisa diambil dan dipelajari adalah dalam setiap misi James Bond selalu membawa peralatan yang tepat. Jadi belilah barang memang yang bung butuhkan. Kadang kala bung juga harus merogoh kocek untuk barang terbaik guna menopang profesi atau semacamnya.

Jika Memang Butuh, Tak Ragu Meminta Bantuan

Jika agen rahasia semacam James Bond saja tak ragu meminta bantuan, mengapa bung ragu? James Bond selalu didukung penuh dengan peralatan, paket serta pengarahan yang dikelola oleh anggota tim demi keperluan misi. Jadi saat bung membutuhkan bantuan emosional, logistik atau finansial hubungi orang-orang yang mencintai atau kolega di tempat kerja. Semakin banyak tangan membawa beban hidup bung, maka hidup semakin mudah.

Belajar Dari Situasi

Dalam satu kondisi James Bond, menemukan dirinya dalam situasi di mana ia tidak siap. Sebagai sosok yang berpengalaman dalam hal menjadi agen rahasia, ia pun menemukan situasi semacam ini. Lantas apakah ia tersentak? tidak bung.

Justru ia menambah kepercayaan dirinya dengan membawa setiap kesempatan yang ada. Jadi lain kali, apabila bung merasa di satu posisi tidak paham ingin berbuat apa dan melangkah seperti apa. Sebaiknya bung terus bergerak maju sampai mengalami situasi di mana ada pencerahan dan akhirnya tahu apa yang harus dilakukan. Kalau bung mempraktikkan tentu bung akan terkejut kalau metode ini bekerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Kenapa Bung Masih Harus Bawa Uang Cash di Dunia Serba Digital Ini

Uang cash atau tunai sudah bukan lagi ‘Raja’ di zaman sekarang (meskipun dalam berbagai kondisi masih dibutuhkan sih). Yap, lambat laun dalam beberapa tahun belakangan uang digital lebih dibutuhkan. Jadi pertanda kalau era baru dalam metode pembayaran uang digital tak bisa lagi dianggap opsi atau alternatif. Terlebih, banyak penawaran menarik seperti cashback. Munafik apabila tidak tertarik kan?

Dalam sebuah survei Bank di negeri Paman Sam yang dilakukan di tahun 2018 mengatakan, sebagian orang hanya membawa uang tunai kadang-kadang, dan 50 persen diantara mereka ada yang membawa uang tunai hampir $20 kurang atau kurang dari Rp 300 ribu. Di survei lain dikatakan kalau 41 persen orang Amerika masih teratur membawa uang tunai meskipun jumlah tersebut turun menjadi 34%. Jadi semakin terbukti kan kalau uang tunai bukan lagi raja?

Penurunan uang tunai sangat mudah dilacak dengan beberapa bukti dan contoh di depan mata, se-simple kalian membayar gojek online menggunakan Go-pay atau OVO (sebuah e-money). Atau saat kalian makan di restoran atau nongkrong di Starbucks lebih suka membayar dengan kartu kredit atau debit.

Namun dibalik kecanggihan zaman, sebenarnya masih ada alasan penting yang mengharuskan bung untuk membawa uang tunai, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kalian harus membawa uang tunai.

Untuk Sebuah Keadaan Darurat Uang Tunai Masih Dibutuhkan

Meskipun sekarang serba digital tapi itu tak menyeluruh ke segala aspek. Terkadang ada momen menyebalkan di mana toko atau restauran tidak menerima debit atau e-money dengan alasan mesin edisi sedang rusak dan alasan lainnya.

Kalau berhadapan dengan kondisi seperti itu tentu mau tidak mau harus mengeluarkan uang tunai. Atau membayar parkir di pinggir jalan, tak mungkin kan mengasih para juru parkir tersebut dengan uang digital? karena ia bakal bingung atau menjawab “maaf mas tidak ada kembalian” haha.

Memberikan Tip Kepada Para Pelayan

Menjadi filantrofis memang sebuah perbuatan mulia, meskipun ada beberapa orang yang merasa tidak perlu dilakukan. Bagi bung yang merasa tidak perlu berbagi kepada para pelayan atau jasa servis mungkin bisa melawatkan bagian ini.

Contohnya saat sedang parkir di mall, apabila bung membawa kendaraan roda empat pasti sulit mencari parkir terutama di akhir pekan. Tapi sisi baiknya para juru parkir mau mencarikan lahan tanpa perlu sibuk bung berputar-putar. Kebaikan ini biasanya patut dihargai dengan memberikan tip yang mana memerlukan uang tunai.

Makan Restoran Favorit Pinggir Jalan

Makan di restoran pinggir jalan yang mana bung pasti memiliki favorit tersendiri, pasti jarang yang menerima uang digital. Seperti sudah kami katakan sebelumnya, aspek digital belum menyeluruh ke semua hal terutama bagi para pedagan tradisional. Jadi membawa uang tunai sangat diperlukan.

Mungkin ada beberapa tempat makan pinggir jalan yang sudah berinovasi dengan teknologi, tapi sisi baiknya membayar menggunakan uang tunai adalah dapat digunakan langsung untuk para pedagang. Sedangkan membayar menggunakan kartu kredit atau debit tidak bisa diakses saat itu juga.

Demi Mendisplinkan Kebiasaan Bung Dalam Berbelanja

Saat berbelanja menggunakan uang tunai, pasti akan terasa karena dompet makin menipis sehingga ada peringatan atau alarm untuk stop. Tapi saat menggunakan kartu kredit atau e-money pasti bakal terasa tak terbatas apalagi saat membuka situs belanja online. Tangan terasa ringan untuk berbelanja. Maka dari itu membawa uang tunai bisa mendisplinkan kebiasaan bung dalam berbelanja terutama bagia kalian yang sangat konsumtif.

Untuk Melindungi Privasi Bung Sendiri

Ketahuilah pembayaran menggunakan kartu kredit menciptakan banyak data dan jejak, bahkan kertas ini dapat dilihat dan digunakan oleh pemerintah dan lembaga keuangan perusahaan. Kelak, semakin banyak bung berbelanja menggunakan kartu kredit semakin banyak tawaran masuk ke telfon anda, menawarkan kartu kredit dari bank lain atau tawaran menaikkan limit. Dan itu bukan jebakan, melainkan memang bung adalah target mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Jangan Bermalas-Malasan, Kembalikan Semangat Kerja Setelah Libur Lebaran

Digandrungi rasa malas sampai untaian kalimat “aduh besok kerja lagi, mager dah” pasti menghiasi kepala para pekerja setelah libur lebaran. Yap, nuansa libur memang masih terasa di hari pertama kerja. Bahkan kalau dirasakan kembali rasanya baru kemarin merasakan nikmat libur, dari bangun siang sampai bebas melakukan apa saja di jam-jam produktif kerja. Tiba-tiba tak terasa esok sudah mulai beraktivitas seperti biasa.

Hmm, kalau terbawa hawa seperti itu memang tidak ada habisnya. Libur yang diberikan selalu terasa kurang. Jangan terbawa diri untuk bermalas-malasan tetapi harus persiapkan diri untuk menjalani hari seperti biasa. Datang pagi, kerja sampai sore bahkan larut malam, dan begitu seterusnya. Nah, bagi bung yang masih digandrungi rasa malas mungkin beberapa cara ini dapat menjadi pemantik semangat bekerja pasca libur lebaran.

Jangan Telat di Hari Pertama Kerja

Jangan karena merasa ini hari pertama dan kantor akan permisif soal keterlembatan. Ketahuilah, telat masuk kerja itu membunuh mood untuk tetap produktif. Bahkan hingga level terbawah! akibatnya, seharian di kantor bawaanya mager, malas untuk bekerja sampai masih terbayang enaknya beberapa hari lalu ketika masih bisa bersantai atau ketawa-tawa dengan keluarga saat lebaran.

Justru yang harus dilakukan di hari pertama kerja adalah datang tepat waktu. Kedatangan yang cepat membawa semangat untuk bekerja dan tidak terburu-buru. Ketika datang pun, bung masih bisa bersantai lima sampai 15 menit seperti membuat kopi atau duduk sejenak sambil meregangkan badan sehabis bermacet-macetan.

Siapkan Badan Untuk Bekerja dengan Tidak Lupa Sarapan

Eitss, untuk dapat sarapan dengan nyaman harus diawali bangun pagi. Bangun pagi memberikan energi baru membuat semua persiapan kerja seperti sarapan dan mandi tidak dilakukan dengan terburu-buru. Apalagi untuk urusan sarapan tak boleh dilewatkan. Minum susu atau makan roti jadi sumber energi untuk beraktivitas di pagi hari supaya aktivitas dapat berjalan lancar. Tak ada orang yang dapat konsentrasi dengan perut kosong, jadi jangan abaikan sarapan bung.

Bikin Playlist Favorit yang Membakar Semangat Kerja

Tidak hanya otak dan tenaga saja yang harus disiapkan untuk bekerja pasca liburan, tapi rancangan playlist juga penting! pasalnya bung, penelitian yang dilakukan di Cornell University menjelaskan bahwa mendengar musik saat bekerja dapat mengatasi rasa bosan dan tingkatkan produktifitas. Jadi penting nih untuk bung merancang playlist, kalau boleh kami rekomendasikan coba dengarkan”walking on sunshine” dari Katrina & The Waves atau “Yellow Submarines” milik The Beatles. Dijamin mood bagus dan menjalankan aktivitas akan penuh semangat.

Kerjakan Semua Pekerjaan, Jangan Ditunda-tunda dan Dibiarkan

Dijamin di hari pertama kerja setelah lebaran, pasti agenda tukar menukar kue lebaran akan tersaji. Belum lagi karyawan lain yang habis mudik akan membawakan cemilan khas atau oleh-oleh, membuat pekerjaan akan tertunda.

Nah di kondisi semacam itu, kalian harus tetap fokus pada pekerjaan. Bukannya bermaksud tak menghargai tetapi kalau terlalu asyik dengan agenda tersebut pasti akan bermalas-malasan. Sebaiknya tanggapi secukupnya dan berusaha tetap kembali kerja lagi pula hal semacam itu dapat dilakukan di jam makan siang.

Ingat Cicilan!

Nah, ini cara paling ampuh agar tidak malas bekerja setelah libur lebaran. Ingat tentang cicilan kalian yang menanti! otomatis hasrat untuk bekerja akan menumpuk tinggi dan tak mau bermalas-malasan lagi, karena tau konsekuensi. Terkadang memiliki cicilan memang tidak bagus bagi finansial, tapi di satu sisi baik untuk memantik rasa semangat kerja karena merasa ada tanggung jawab yang tak bisa diganggu gugat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top