Sponsored Content

Hati-hati, Terlalu Sibuk Bekerja, Bung Nanti Lupa Caranya Bahagia

Dalam bekerja, bukan hanya fisik prima yang Bung perlukan. Melainkan juga mood yang bahagia demi membuat pekerjaan terasa lancar saat dikerjakan. Untuk itu, ritme saat bekerja adalah kunci. Hati-hati Bung, bekerja tanpa diimbangi dengan ritme yang sesuai bisa bikin Bung mengalami berbagai hal yang membosankan.

Sejauh ini, sudah bahagiakah Bung dengan ritme kerja yang Bung lakoni? Atau jangan-jangan perlu ada yang diperbaiki? Begini Bung, boleh saja sibuk bekerja. Tapi jangan lupa caranya bahagia. Pekerjaan yang Bung ambil seharusnya tak semenyiksa itu, harus bijak, jangan karena Bung tak mau dicap malas-malasan, Bung jadi lupa untuk istirahat atau paling tidak mengendurkan ketegangan.

Biarkan Kesibukan Mengalir, Kalau Mood Bung Terganggu, Istirahatlah Sejenak

Pekerjaan yang terasa menyenangkan tentu tak akan membuat kepala Bung berat bahkan merasa dirugikan karena waktu bersenang-senang jadi berkurang. Bagaimanapun, pekerjaan harus diselesaikan. Sesibuk apapun Bung, biarkan kesibukan tersebut mengalir. Sebab pekerjaan yang terasa mengalir berarti Bung sedang mengerjakan hal yang menjadi kesukaan Bung.

Namun kalau Bung merasa justru sedang mengerjakan pekerjaan yang terkesan menjenuhkan, kenapa tidak coba untuk istirahat sejenak daripada mood Bung kacau seharian dan akhirnya pekerjaan Bung jadi beban yang memberatkanmu.

Tak Perlu Menunggu Sakit Baru Kemudian Beristirahat

Bung, jangan terlalu ‘asyik’ bekerja sampai Bung lupa caranya hemat tenaga. Untuk beristirahat, tak perlu menunggu Bung sakit lalu meminta cuti. Bila pekerjaan terasa menumpuk, maka jangan dibawa stress, kerjakan berdasarkan tingkat kesulitannya terlebih dahulu. Jangan lupa, selalu hemat tenaga ya Bung. Jangan karena terlalu asyik, Bung jadi lupa kalau badan Bung pun butuh istirahat dan asupan energi. Tak perlu sakit dahulu baru terpaksa cuti kan Bung?

Perhatikan Lagi Jam Kerja, Untuk Apa Terus-terusan Lembur Tapi Badan Sakit di Keesokan Harinya

Kadang karena diiming-iming bonus dari lembur yang besar, Bung jadi lupa waktu dan lupa jam. Bonus ini malah perlahan menurunkan kualitas hidup Bung. Bonus bukan semata-semata hal yang perlu dikejar terus, ada kalanya Bung pun perlu bahagia dengan menginvestasikan waktu Bung untuk istirahat dan keluarga.

Dengan begini, Bung pun bisa bertahan lebih lama dan terhindar dari kejenuhan. Jangan lupakan jam tidur, Bung tak bisa merasakan keberhasilan kalau ternyata waktu istirahat pun kurang.

Rajin-rajinlah Mengatur Ritme Kerja dan Aktivitas Diluar Kantor ya Bung

Siklus harian seperti bangun pagi, mandi, beraktivitas dan kembali tidur di malam hari bisa membuat Bung jenuh. Alih-alih merasa bahagia, Bung jadi bingung dengan ritme hidup yang Bung jalani sekarang ini.

Untuk itu, pastikan saat ini Bung bekerja dengan memiliki ritme yang bagus. Bung pun harus paham kapan waktu yang tepat untuk istirahat dan kapan waktunya untuk bekerja lagi. Kalau Bung melupakan hal ini bisa jadi beberapa pekerjaan Bung selesaikan semaunya berlandaskan “yang penting selesai”.

Jangan Menolak Ajakan Teman yang Mengajakmu Berkumpul, Sebab Ini Perlu 

Bagi Bung yang workaholic, seringkali kedatangan teman yang tiba-tiba bisa mengalihkan konsentrasi. Ya, situasi semacam ini bisa jadi hal buruk terlebih bila sudah mepet dengan deadline. Tapi adakalanya hal ini perlu Bung syukuri.

Bung bisa mengambil kesempatan menemani teman dengan sejenak beristirahat dari kesibukan ini. Sesibuknya Bung, jangan lupakan pertemanan. Untuk mendapatkan rasa bahagia, jangan jadikan uang sebagai patokan, bonus upah tak lebih penting dari kesehatan dan kebahagiaan. Bagaimanapun, Bung adalah manusia biasa yang butuh istirahat, butuh waktu mengumpulkan mood baik supaya setiap semua kesibukan bisa dieksekusi dengan nyaman.

Urusan jalan-jalan bareng teman pun, saatnya Bung memilih kendaraan yang aman sehingga suasana hati pun bisa tetap nyaman. Suzuki Bandit bisa jadi andalan Bung. Mengusung nama resmi Suzuki GSX150 Bandit, motor ini dibangun dari basis motor keluaran Suzuki yang sudah terlebih dahulu sukses di Indonesia. Bentuknya mengingatkan kita akan Suzuki GSX-S150 yang sukses mendongkrak penjualan Suzuki itu.

Kendati sama-sama bertipe naked bike, ada perbedaan tegas antara versi GSX-S150 dan GSX150 Bandit. Paling jelas kentara adalah bentuk jok motor ini. Tidak lagi dirancang bertumpuk namun dibuat lebar, panjang dan menyatu antara pengendara dan pembonceng. Khas motor Bandit di kelas dengan kapasitas mesin lebih besar.

Bukan Bandit namanya kalau dapur pacunya biasa saja. Secara sejarahnya, Bandit memang selalu dibangun dari basis motor tipe sport berkode GSX. Jadi seperti menyematkan mesin motor sport ke rangka dan bentuk motor naked alias telanjang. Tak heran jika motor-motor Bandit selalu dikenal punya perbandingan bobot dan tenaga yang brutal.

Seolah ingin menjaga sejarah ini, GSX150 Bandit dipersenjatai dengan mesin serupa yang diterapkan pada GSX-R150 dan GSX-S150. Motor bertipe overstroke ini punya performa di atas rata-rata dengan tipikal ganas di putaran atas. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX 150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Ini diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya.

Jadi tak ada yang perlu ditakutkan lagi, Bung tetap bisa pergi kumpul bersama teman dengan kendaraan Suzuki GSX 150 Bandit yang nyaman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top