Ride

Hati-hati, Salah Ganti Lampu Putih Untuk Kendaraan Bisa Masuk Penjara Bro!

lampu mobil putih

Menurut data yang dikeluarkan Korlantas Polri, kecelakaan lalu lintas secara nasional setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Sejak 2014 hingga terakhir tahun lalu, jumlahnya semakin banyak. Sejak tahun 2014 tercatat 95.906 kasus, tahun selanjutnya 98.970 kasus, dan terakhir 2016 meningkat menjadi 105.374 kasus. Dengan rincian dari total 105.374 kasus, korban meninggal dunia tercatat 25.859 orang, luka berat 22.939 orang, luka ringan 120.913 orang.

Dan tahukah anda jika ternyata salah satu penyebab dari kecelakaan lalu lintas dipicu oleh pengguna kendaraan yang mengganti lampu kendaraannya dengan High Intensity Dishage (HID) dan Light-Emitting Diode (LED) alias lampu putih. Kasus soal lampu putih ini pernah viral saat dikeluhkan oleh Persatuan Sopir Truk Indonesia dalam laman facebook.

Saat itu Bahri Shohibul perwakilan para supir meminta pengertian para pengguna motor dan mobil pribadi yang memakai lampu putih. Mereka mengatakan bahwa sorot lampu tajam itu sangat menyilaukan pandangan mereka. Bahkan Bahri menceritakan kondisi kebanyakan para sopir yang sudah lelah karena membawa barang atau bahan yang dbutuhkan masyarakat. Saat berpapasan dengan mobil yang berlampu silau warna putih, seketika pandangan menjadi gelap.

Nah, karena itu buat Sobat Yomamen yang doyan lampu putih, cobalah untuk tak sembarang mengganti lampu kendaraannya. Berikut adalah berapa hal yang patut anda pertimbang jika ingin mencoba mengganti lampu kendaraan dengan Lampu putih.

UNTUK MENGGANTI LAMPU KENDARAAN TIDAK BISA SEMBARANGAN, ADA UNDANG-UNDANGANYA

Undang-undang terkait pencahayaan berkendara telah diatur di dalam UU pasal 24 PP no. 55 tahun 2012. Disebutkan, bahwa pencahayaan baik lampu dekat dan utama jauh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut ini.
– Berjumlah 2 (dua) buah atau kelipatannya
– Dipasang pada bagian depan kendaraan bermotor
– Dipasang pada ketinggian tidak lebih dari 1.500mm dari permukaan jalan dan tidak melebihi 400mm dari sisi bagian terluar kendaraan
– Dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 meter ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 meter ke arah depan untuk lampu utama jauh.
– Dan apabila sepeda motor dilengkapi lebih dari 1 (satu) lampu utama dekat maka lampu utama dekat harus dipasang berdekatan.

Dan dijelaskan lebih lengkap dijelaskan lagi dalam pasal 70 PP no. 50 tahun 2012 yang menerangkan bahwa daya pancar dan arah sinar lampu utama harus lebih dari atau sama dengan 12.000 candela (satuan untuk menyebutkan intensitas cahaya).

WALAU TERKESAN MEWAH SEBENARNYA INI BERBAHAYA

Pihak perusahaan yang menjadi produsen kendaraan sudah melakukan pertimbangan untuk pemakaian lampu utama yang tidak menyilaukan mata,termaksud untuk pemakaian lampu putih untuk kendaraan. Namun banyak pengendara yang berpikir bahwa semakin terang dan putih suatu lampu kendaraan akan membantu mereka untuk dapat melihat jalanan lebih terang yang sebenarnya cahaya terang yang dipantulkan oleh lampu kendaraan anda tersebut akan menganggu pengendara lain karena sinarnya yan sialu.

Kejadian seperti ini sering sekali berakhir dengan terjadinya kecelakaan dijalan, karena seseorang yang terkena sinar lampu putih dari kendaraan lain sering sekali kehilangan konsentrasi berkendara karena silau. Coba bayangkan jika hal tersebut menimpa anda? Bisa saja akan ada hal buruk menimpa anda karena kesalahan seseorang dalam memilih lampu untuk kendaraannya!

DARI HUKUM PIDANA KURUNGAN HINGGA DENDA

Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 279 menyatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,-

Dari Undang-undang tersebut anda bisa tahu jika dengan mengganti bola lampu kendaraan menjadi lampu putih yang bisa menganggu pengendara lain adalah salah satu tindakan melanggar UU.

Bagi anda yang saat ini telah memakai lampu putih pada kendaraan atau sedang berniat mengganti bola lampu kendaraan mungkin bisa mempertimbangkan hal-hal diatas, karena pada kenyataannya selain dapat merugikan oranglain  kegiatan tersebut juga dapat merugikan diri anda sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Suzuki GSX-S150 Buat Yang Selalu Berjiwa Muda

Ketika penyuka MotoGP tanah air dimanjakan oleh kecanggihan GSX-R150, bukan berarti Suzuki menganaktirikan penyuka motor naked bike. Hal ini dibuktikan dengan ditelurkannya Suzuki GSX-S150 yang merupakan saudara kandung dari tipe R.

Menurut Seiji Itayama, Managing Director 2W PT. SIS, pada saat peluncuran GSX-R dan GSX-S Februari lalu, “Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 siap menyambut publik Indonesia untuk memenuhi hasrat berkendara dengan motor berperforma tinggi dan berpenampilan stylish untuk memenuhi gaya hidup sehari-hari”.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Manajemen mesin GSX-S 150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang gambot. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Ya, tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Tak mau kalah dengan saudaranya, GSX-S150 juga mengusung aura modern. Karena kita akan disambut oleh LCD speedometer full digital. Display dibagi menjadi 3 bagian. Di bagian kanan dan kiri sendiri menampilkan indikator lampu sein, lampu netral, lampu jarak jauh, rpm, dan indikator bahan bakar. Sementara itu, pada bagian tengahnya memberikan informasi mengenai kecepatan, tachometer, posisi gigi, indikator bahan bakar, dan waktu.

Lampu depannya sudah mengadopsi teknologi LED dengan batok lampu yang dilengkapi dengan visor kecil. Di bagian tangki disematkan fairing mini Shroud yang berfungsi untuk membelah angin dan membuat tampilan lebih gahar. Apalagi di bawah mesin terdapat undercowl yang berfungsi juga sebagai pelindung mesin. Sementara untuk lampu belakang digunakan model yang sama persis dengan tipe R.

Jadi sobat Yomamen pilih GSX-R150 atau GSX-S150?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Suzuki GSX-S150 Buat Yang Selalu Berjiwa Muda

Ketika penyuka MotoGP tanah air dimanjakan oleh kecanggihan GSX-R150, bukan berarti Suzuki menganaktirikan penyuka motor naked bike. Hal ini dibuktikan dengan ditelurkannya Suzuki GSX-S150 yang merupakan saudara kandung dari tipe R.

Menurut Seiji Itayama, Managing Director 2W PT. SIS, pada saat peluncuran GSX-R dan GSX-S Februari lalu, “Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 siap menyambut publik Indonesia untuk memenuhi hasrat berkendara dengan motor berperforma tinggi dan berpenampilan stylish untuk memenuhi gaya hidup sehari-hari”.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Manajemen mesin GSX-S 150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang gambot. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Ya, tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Tak mau kalah dengan saudaranya, GSX-S150 juga mengusung aura modern. Karena kita akan disambut oleh LCD speedometer full digital. Display dibagi menjadi 3 bagian. Di bagian kanan dan kiri sendiri menampilkan indikator lampu sein, lampu netral, lampu jarak jauh, rpm, dan indikator bahan bakar. Sementara itu, pada bagian tengahnya memberikan informasi mengenai kecepatan, tachometer, posisi gigi, indikator bahan bakar, dan waktu.

Lampu depannya sudah mengadopsi teknologi LED dengan batok lampu yang dilengkapi dengan visor kecil. Di bagian tangki disematkan fairing mini Shroud yang berfungsi untuk membelah angin dan membuat tampilan lebih gahar. Apalagi di bawah mesin terdapat undercowl yang berfungsi juga sebagai pelindung mesin. Sementara untuk lampu belakang digunakan model yang sama persis dengan tipe R.

Jadi sobat Yomamen pilih GSX-R150 atau GSX-S150?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ride

GSX Jadi Penanda Kembalinya Suzuki Ke Pasar Motor Laki

Ketika era 90-an Suzuki bisa dibilang pemain yang diperhitungkan di segmen motor laki alias motor kelas sport. Lewat model RGR, pabrikan berlogo huruf S ini menguasi pasar motor bertudung dengan teknologi berkelas di depan kompetitornya yang lain.

Tapi masa keemasan ini berakhir setelah era tipe RGR. Suzuki mencoba kembali eksis beberapa tahun ke belakang lewat tipe Inazuma. Namun, Inazuma yang masuk di kelas dengan ceruk premium 250cc tidak membuatnya dikenal secara masif.

Karena itu di tahun 2017 ini, Suzuki menggebrak pasar dengan dua model sekaligus. Sebagai bentuk penanda kebangkitannya pada 18 Februari lalu bertempat di Cilandak Town Square Jakarta, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara resmi meluncurkan dua produk terbaru yaitu Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150. Bagi sobat Yomamen yang gemar dengan motor berfairing ala MotoGP bisa memilih Varian R. Sementara penggila motor telanjang bisa melirik varian S.

Melalui dua model tadi Suzuki terlihat tak main-main menggarap segmen kelas motor sport. Pasalnya dua variannya kali ini diklaim telah dipersenjatai oleh fitur tercanggih dan terkini. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 dan GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Batas maksimum putaran mesin pun masih dapat dipacu hingga batas 13.000 RPM.

Dengan menggendong mesin macam itu performa GSX-R150 dan GSX-S150 tertinggi dan terbesar di kelasnya. Dan guna menjaga konsistensi performa mesin yang optimal, penggunaan liquid cooled/radiator berukuran besar juga disematkan pada GSX-R150 dan GSX-S150.

Tak Cuma urusan dapur pacu yang digarap serius. Tampilan juga menjadi perhatian serius Suzuki. Mengikuti perkembangan tren warna yang disukai oleh publik Indonesia, Suzuki GSX-R150 hadir dalam 5 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

Aura modern juga langsung terasa begitu kita duduk di motor ini. Karena kita akan disambut oleh LCD speedometer full digital. Khusus kelas Suzuki GSX-R150 telah dilengkapi fitur canggih seperti Key-less Ignition System. Jadi pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci, cukup mengantungi sensor dan menekan tombol starter untuk menghidupkan mesin. Sebagai perbandingan, fitur ini menjadi yang pertama di kelasnya.

Buat penyuka modifikasi, Suzuki juga menyediakan beberapa aksesoris gsx r150 seperti rim decal, winglet, seat tail, tank & fuelid pad set, alarm system & usb charger, cover radiator system dan beberapa aksesoris lainya yang bisa membuat tampilan GSX sobat Yomamen main ciamik.

Masih penasaran? Coba simak review Den Dimas Motovlogger terkenal Indonesia yang ditunjuk sebagai salah satu brand ambasador berikut ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ride

Cafe Racer Tak Sekedar Untuk Pamer

Aliran modifikasi motor bertajuk Cafe Racer ini sudah dkenal di Inggris sejak tahun 1950-an. Belakangan sekitar pertengahan 2011, di Indonesia mulai marak aliran sejenis. Cocokah ubahan motor jenis ini diterapkan disini?

Cafe Racer sendiri bermula sejak era setelah perang dunia. Kala itu Inggris kebanjiran pria-pria muda yang baru pulang dari perang. Mereka ini berasal dari keluarga kelas menengah bawah yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Untuk mengisi waktu luang mereka membeli motor-motor tua yang tak jarang merupakan sisa perang. Sayangnya motor warisan perang ini cenderung berat dan berbodi gambot. Di lain sisi, kebanyakan pemuda ini tinggal di daerah pinggiran kota yang fasilitas jalan masih seadanya. Daerah pengunungan dengan kontur naik turun, jalanan sempit, sering kali banyak ternak-ternak yang menyebrang membut motor-motor tua itu terasa menyusahkan.

Dengan modal seadanya kelompok-kelompok ini mulai memodifikasi motor-motor mereka. Arahnya ke tampilan motor grand prix yang populer saat itu. Untuk mengadopsi kebutuhan meliuk-liuk dijalanan sempit dan padat, motor diusahakan tampil lebih langsing dan singset.

Seluruh peralatan yang tak perlu dipereteli. Sudut kemudi dibuat lebih tegak dengan setang menunduk. Sumbu roda belakang diperpendek dari ukuran aslinya. Tempat duduk biasanya dibuat minimalis dengan bentuk buntut tawon di belakangnya.

cafe racer indonesia

Untuk urusan mesin mereka mengupgrade dengan spare part yang lebih baru. Dapur pacu di bore-up hingga ukurannya menjadi lebih besar. Guna mengimbangi mesin yang haus bahan bakar, tangki pun dibuat menjulur panjang ke belakang.

Hasilnya, bobot yang ringan dengan permorfa mesin di atas rata-rata membuat motor ini bisa dilajukan dalam kecepatan tinggi dengan stabil. Masing-masing dari mereka mulai membentuk komunitas. Sebagai wadah tempat berkumpul dipilihlah warung kopi dan restoran yang biasa digunakan para pengemudi truk antar kota untuk berisitirahat.

Tempat-tempat peristirahatan ini pada waktu itu disebut dengan Cafe. Jumlahnya pun menjamur disepanjang jalan antar kota. Kelompok pria-pria muda dengan motor modifikasinya ini sering kali pindah dari satu cafe ke cafe lainnya untuk sekedar nongkrong. Ketika berpindah, mereka memacu motornya untuk sampai paling dulu ke tempat tujuan. Dari sinilah kemudian istilah Cafe Racer disematkan pada kelompok ini.

foto cafe racer

Bagaimana di Indonesia? Kondisi yang melatar belakangi lahirnya modifikasi ini seolah cocok dengan situasi jalanan Indonesia khususnya daerah perkotaan. Mulai dari jalanan yang sempit, jalan tak rata hingga rintangan macam penyebrang jalan mengharuskan motor mudah bermanuver.

Selain itu modifikasi ini berkiblat makin slim alias kurus tampilan motor makin baik pula citranya. Tentunya ini lebih cocok untuk postur tubuh pria Indonesia kebanyakan yang tidak begitu besar.

Bagi mereka yang berkocek tebal bisa saja langsung melirik motor cafe racer terbaru keluaran pabrikan. Di Indonesia masuk melalui mekanisme Built-up sehingga harganya memang sedikit di atas rata-rata. Untuk menyebut beberapa diantaranya seperti Norton Comando, Triumph Thruxton atau Ducati 1000 sport classic.

Jika dana sedikit terbatas, pilihannya adalah memodifikasi motor-motor yang beredar di Indonesia. Bisa dari motor-motor klasik seperti Honda CB, GL, s90 dan sejenisnya. Atau ubahan ini juga bisa diterapkan pada motor-motor yang lebih baru, semacam thunder, tiger, hingga ninja 250.

Tak perlu khawatir tampilan motor akan terlihat aneh dengan mesin motor Indonesia yang cenderung di bawah 300 CC itu. Tentunya dengan mudah bentuk ini diraih untuk motor umum di Indonesia yang memang tidak begitu besar. Jadi siap ngebut dengan motor-motor bergaya menunduk ini?

modifikasi cafe racer

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top