Kisah

Fino Alla Fine Merupakan Sebuah Arti Dari Si Nyonya Tua

Ibarat sebuah perjalanan hidup, ada kitab yang menjadi pedoman dari setiap umat beragama. Seperti itu pula sebuah kata “Fino Alla Fine” bagi Juventus. Klub yang memiliki julukan si nyonya tua ini menjadikan kata tersebut sebagai pedoman akan perjalanan perjuangan mereka dalam mengarungi kompetisi di setiap musim. “Fino Alla Fine” sendiri memiliki arti berjuang sampai akhir, yang mana menjadi pelecut atau penyemangat tim.

Namun, “Fino Alla Fine” nampaknya bukan sekedar kata-kata biasa. Kata-kata ini memiliki efek spiritual bagi para pemain yang dimaksudkan untuk berjuang sampai menit akhir di lapangan. Frasa ini pun diperkenalkan oleh salah satu presiden Juventus, Andrea Agnelli, ketika menutup pidato di hadapan Juventini. Kata terkadang bukanlah aksara biasa, namun kerap memiliki pesan dan suntikan moral yang dapat menggerakan hati setiap individunya.

Menaiknya Popularitas Fino Alla Fine Di Permukaan Juventini

Popularitas dari kata “Fino Alla Fine” kian menanjak tajam dan nampaknya banyak diterima oleh fans Juventus. Apalagi setelah Agnelli menggunakannya pada saat pidato peresmian Stadion baru, yakni Stadion Juventus Arena pada September 2011 lalu. Pemaknaan aksara ini kuat kuat, saat manajemen Si Nyonya Tua ingin menyematkannya di bagian kerah jersey klub. Dengan semboyan terdahulu ‘La vittoria non e importante, ma e l`unica cosa che conta’ , yang diperkenalkan oleh salah seorang Legenda Juventus yakni Giampiero Boniperto.

Mengajak Juventini Untuk Memilih Langsung Kata Terbaik Untuk Jersey Tim Kebangaanya

Pada mulanya terdapat 6000 kata yang muncul dibenak para manajemen yang coba digunakan untuk disematkan ke dalam jersey. Setelah mengalami banyak perundingan akhirnya dikurasi menjadi lima, yakni Fino alla fine’, ‘Bianco che abbraccia il nero’, ‘Writing history, chasing victory’, ‘We live our lives in color, but Dreams are Made in black&white, dan ‘Storia di un grande amore’. Akhirnya metode yang dipilih manajemen adalah jajak pendapat di sosial media.

Setelah sistem jajak pendapat dibuka akhirnya terpilih lah kata “Fino Alla Fine”, yang memang sedari awal telah diprediksi keluar sebagai pemenangnya, setelah akhir dari proses tersebut akhirnya di jersey Juventus musim 2014-2015 tersemat kata tersebut di bagian kerahnya.

Era Calciopoli Si Nyonya Tua, Merupakan Pengalaman Pahit Dunia Sepakbola

Calciopoli merupakan salah satu kasus serius yang menyerang liga Italia, secara kasarnya banyak yang bilang kalau mafia kerap bermain di dalamnya untuk bekerja sama dengan situs judi bola. Ketika kasus ini menguak ke permukaan, nama Juventus pun menjadi tersangka sepakbola gajah ini.

Dengan sanksi penghapusan dua scudetto dan terdegradasi ke seri B pada musim 2006-2007. Meskipun di musim berikutnya kembali ke Serie A tetap saja membuat Juventus harus berusaha esktra. Lantaran ingin mengembalikan kejayaanya. Ketika menatap keterpurukan si nyonya tua, itu merupakan penggambaran yang pas dalam kata “Finno Alla Fine”.

Kebangkitan Si Nyonya Tua Setelah Merana

Nyonya tua yang terseret kasus calciopoli, otomatis merana karena banyak ditinggal pemainnya. Beberapa pemain tidak sudi berlaga di kasta kedua liga Italia. Beruntung Juventus memiliki pemain dengan loyalitas tinggi macam ianluigi Buffon, Alessandro Del Piero, David Trezeguet dan Pavel Nedved.

Sampai mereka menuju ke serie A, tak mudah untuk mencium kejayaan. Setelah melakukan bongkar pasang pemain dan pergantian pelatih di setiap musim. Pada musim 2011-2012 kejayaan Italia resmi kembali ke pangkuannya bahkan hingga musim ini, total sudah enam scudeto yang diraihnyas secara beruntun.

Keyakinan Itu Pun Dipercaya Oleh Pemainnya

“Kekuatan kami akan selalu berada pada keyakinan kami sampai akhir (Fino Alla Fine). Itu bukan sekadar kata-kata, tetapi itu adalah DNA kami yang kami tunjukkan di pertandingan-pertandingan sulit, melawan tim cerdik yang bertahan dengan baik dan menyerang dengan cepat,” kata Daniel Rugani pemain yang mengisi pos belakang Juventus, dilansir dari halaman resmi klub.

Keyakinan akan sebuah kata-kata dapat dipalikasikan dengan baik oleh para pemainnya. Perjuangan pun selalu mengalir lewat keringat dan kekuatan kaki saat menggiring si kulit bundar. Aksara atau frasa, bukan hanya slogan semu tanpa makna. Melainkan sebuah pemain ke-12 yang selalu setiap memberikan semangat sekaligus pelecut rasa pantang menyerah selayaknya supporter sukarela

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Ketika Golongan Putih Memiliki Esensi Tak Memilih, Bukan Apolitis yang Tak Berpartisipasi

Dalam pesta demokrasi geliat partai atau calon presiden mengobral janji demi mendapatkan simpati. Namun, kadar skeptis yang tinggi membuat para calon pemilih malas untuk menaruh harapan. Politik memang berbicara harapan. Seperti halnya harapan yang selalu berujung tidak kepastian. Alhasil muncullah golongan putih atau golput yang dianggap sebagai jalan atau aksi yang menjadi bentuk protes akan pesta demokrasi. Istilah golput muncul menjelang pemilu pada tahun 1971.

Pemilih merupakan elemen penting dalam sebuah pesta demokrasi. Namun adanya golput, membuat para pemilih seperti memiliki nafas baru. Lantaran di era-era orde baru banyak tekanan yang mengharuskan semua orang harus memilih kepada satu partai atau koersif. Tetapi mengacu kepada era sekarang, banyak pergeseran makna yang terjadi perihal golput.

Pada saat muncul pertama kali, Dilansir dari majalah Ekspres edisi 14 Juni 1971 Golput adalah semacam movement untuk datang ke kotak suara dan menusuk kertas putih di sekitar tanda gambar, bukan gambarnya. Apabila itu dilakukan suara menjadi tidak sah. Dan para pemilih tetap berangkat ke bilik suara.

Lantas bagaimana golput dapat bertumbuh kembang di Indonesia?

Golput Lahir Sebagai Partai Generasi Muda

Membahas kapan golongan putih itu muncul, harus berbicara pemilu pertama di orde baru tahun 1971. Di mana terdapat 10 partai yang dinilai tidak memiliki harapan oleh pemuda saat itu.  Ketua Ikatan Mahasiswa Kebayoran, Imam Walujo Sumali muncul memberikan gagasan dalam artikel di harian KAMI yang bertajuk “Partai Kesebelas untuk Generasi Muda”.

Partai tersebut dinamakan partai putih dengan gembar putih polos. Apakah Partai Putih ada di kertas suara? tentu tidak, tetapi di tulisan tersebut Imam memberikan ajuran untuk yang memilih Partai Putih agar menusuk bagian putih yang ada di sela-sela atau antara kesepuluh tanda gambar Parpol dan Golkar. Di sini lah menjadi tercetus namanya Golput, yang kita kenal sampai sekarang.

Rezim Orde Baru Mengecap Golput Lahir Dari Aksi-Aksi Gagal Para Pemuda

Gerakan para pemuda  sejak sebelum jaman kemerdakaan memang sudah menghiasi negeri ini. Banyak aksi yang kerap berbicara akan perubahan dan revolusi. Saat golput muncul ke permukaan, rezim mulai melihat geliat-geliat pergerakan yang coba menyebar dari jalan ke jalan, rezim orde baru tak membiarkan.

Menteri Penerangan di era orde baru tahun 1971 saat itu, Budiarjo mengatakan kalau golput muncul setelah beberapa aksi yang coba dimunculkan gagal. Seperti Mahasiswa Menggugat (MM), Komite Anti Korupsi (KAK), Wartawan Generasi Muda, dan Komite Penegak Kedaulatan Rakyat (KPKR)

Lha itu, kan, orang-orangnya sama. Yang itu-itu juga. Itu, lho, seniman Balai Budaya, tempat yang selama ini digunakan untuk menentang pemerintah. Mereka adalah eks KAK atau MM,” kata Menteri Penerangan Budiardjo.

Bahkan Golput di Zaman Itu Memiliki Simbol yang Mencoba Melambangkan Apa Makna yang Diperjuangkan

Sumber : Foto Musiron/Republika

Tidak seperti sekarang, di mana golput cenderung tak memiliki lambang atau simbol. Golput di era sekarang lebih mengacu kepada “sikap” yang diambil para pemilih tanpa perlu berkoar-koar di depan banyak orang. Mungkin karena bersifat rahasia, jadi setiap orang berhak merahasiakan apa sikapnya.

Tetapi apabila napak tilas pada tahun 1971, di mana mahasiswa protes dengan penyelenggaraan pemilu, Golput dideklarasikan menjadi sebuah gerakan yang memiliki simbol. Kelompok pemuda tersebut membuat simbol bikin seniman Balai Budaya, yang dikatakan Budiarjo sebagai tempat menantang pemerintah.

Simbolnya pun mirip dengan simbol AURI, IPKI dan Golkar dengan di tengahnya mirip sebuah lukisan abstrak tanpa coretan, yakni cuma warna putih polos.

Diyakini Bakal Mati, Justru Golput Tumbuh Subur Tanpa Disirami

Semula pemerintah tidak menganggap golput sebagai ancaman, tapi tak berarti mereka tak melakukan tindakan. Rezim orba pernah mencokok rombongan golput yang sedang berjalan kaki dari degung Balai Budaya mennuju Bapilu Golkar.

Guna memberikan peringatan. Bahkan, Badan Koordinasi Intelijen (Bakin) saat itu menyatakan gerakan golput sebagai masalah kecil. Anggapan yang menganggap golput tak perlu diurus juga muncul dari Budiarjo sang Menteri Penerangan, ia pun dengan jumawa berujar kalau tanpa dilarang pun Golput akan habis dengan sendirinya.

Nyatanya? gerakan ini kiian meningkat dari Pemilu ke Pemilu.  Dilansir dari Tirto, Jumlah golput pada tahun 1977 sebagai 8,40 persen, kemudian di paska orde baru di tahun 1999 dan 2009 golput naik menjadi 10,4 persen. Di tahun 2009 sendiri untuk golput legislatif 29,01 persen dan pilpres 27,77 persen. Tentu fakta ini mematahkan asumsi Budiarjo saat itu, ternyata gerakan ini menjamur dan tumbuh subur.

Golput Kini, Menjadikan Tindakan Apolitis yang Tak Berpartisipasi

Golput yang dulu seperti diperjuangkan para pemuda, memang berbeda kalau berbicara apa yang terjadi hari ini. Setiap hari pemilu digelar, hari itu pula aktivitas kantor, sekolah sampai kuliah diliburkan. Barang tentu dengan alasan memberikan kesempatan setiap warga negara untuk memilih dan berpartisipasi di pesta demkorasi.

Tetapi, hal yang terjadi kini malah dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lain. Seperti pergi ke bandara atau ke statiun kereta untuk berlibur jauh lebih penting dibanding pergi ke tempat pencoblosan, sikap apolitis diyakini sangat merugikan.

Tak lagi fakta yang ditutup-tutupi kalau surat suara yang tak terisi bisa jadi dimanfaatkan. Menurut Tirto, golput sekarang cenderus plastis dan lentur. Sehingga ini jelas berbeda dengan golput yang hadir di era 70-an lalu. Tetapi apakah salah bersikap macam itu? ya relatif dari sudut pandang bung sendiri.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Intan Hardja Membeberkan Kisah Hubungan Intim di Youtube Rey Utami & Benua

Memebeberkan kisah hubungan intim secara tersirat, dilakukan oleh presenter fenomenal Intan Hardja saat diwawancara di akun Youtube Rey Utami & Benua. Presenter acara gosip ini sempat membuat heboh publik lewat gayanya yang mengikuti Miley Cyrus saat itu. Kali ini ia menceritakan tentang kisah hubungan intim, yang ia lakukan di mobil bersama “Brondong Terkenal” yang menurutnya menjadi hubungan intim yang tak terlupakan.

Meskipun terbuka dalam menceritakan hidupnya dari video tersebut. Soal “Brondong Terkenal” tersebut Intan membiarkan orang menebak-nebak siapa dia. Dalam wawancara tersebut, Intan mengatakan bahwa ia salah satu sosok yang membuatnya tak bisa melupakan hubungan intim yang dilakukan di mobil saat itu bung.

Sebelum proses berhubungan itu terjadi, Intan mengakui kalau memang mendengar sekilas kabar kalau orang tersebut memiliki kemampuan hubungan intim yang sempurna, yang jelas membuatnya penasaran. Sampai suatu ketika mereka dipertemukan dalam acara bertajuk ulang tahun, di mana Intan dan sosok brondong tersebut hadir.

“Udah tuh lama (nggak ketemu). Lama pisan, hingga terjadilah suatu hal, kita kaya nongkrong bareng gitu kan. Terus setelah nongkrong bareng, waktu itu kita lagi doing some one night, kita kaya ngumpul bareng temen-temen, wine, karena memang lagi ada acara ulang tahun temen juga. Karena disitu ada dia, kita ngobrol segala macem, dan saling flirting juga,” ujar Intan Hardja dilansir dari Wartakota.

Setelah acara tersebut Intan mengaku pulang ke apartemennya pada pukul 03.00 dini hari, dan tak disangka-sangka setelah ia berbaring guna melepas lelah. Mendadak laki-laki tersebut menelpon dan mengatakan sudah ada di lobby apartemen. Intan yang kaget pun sontak merespon.

“Terus dia bilang aku ada di apartemen kamu, aku nggak mau pulang sebelum ketemu kamu. I was drunk, and he was drunk too. Jadi gw udah pulang sampe apart, gue juga ga tau gimana dia tahu rumah gua. Pokoknya dia tahu aja. 10 menit gua sampe, gua baru ganti baju, baru rebahan, terus dia telepon, dia bilang ada dibawah,” kata Intan Hardja.

Intan yang sudah mengenakan baju tidur dilapisi jaket kemudian menghampirinya. Meskipun masih muda di bawahnya, Intan mengaku kalau ia tipikal orang yang hormat dan respect. Selain terlihat sebagai sosok yang lugu dan pemalu.

Jadi waktu itu gue take kontrol banget gitu kan, terus dia kaya yang manja-manja gitu. Itu gua masuk dalam mobilnya dia. terus kita cari tempat parkir daripada ngobrol di depan lobi,” kata Intan Hardja.

Saat itulah hubungan intim yang tak terlupakan terjadi. Video yang diposting pada 5 November 2018 lalu memang memiliki judul yang ambigu, ‘Pakai Tangan atau Pakai Mulut, saat main dalam Mobil (PART 2). Sampai pada akhir wawancara tersebut Intan tak mebeberkan siapa orangnya, ia hanya memberikan petunjuk tentang brodong terkenal tersebut memiliki paras tampan dan bentuk tubuh yang bagus.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Edy Rahmayadi : Saya Tak Mau Mundur Dari PSSI

Kekecewaan para pecinta sepakbola akhir memaksa mereka meneriakkan Edy out beberapa waktu lalu. Hal ini semakin santer terdengar sentara buruknya penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Timnas gagal lolos ke babak semifinal dan itu membuat pendukung kecewa. Menanggapi hal tersebut Edy justru menyatakan bertahan sampai 2020. .

Saya tak mikirin itu, yang penting Anda tak menyuruh saya mundur ajalah. Kalau kalian pun nyuruh mundur, saya tak mau mundur. Tolong kalian buat “Edy bertahan sampai 2020”. Sampai pada kongres berikutnya,” kata Edy Rahmayadi dikutip dari CNNIndonesia.

Edy mengaku cinta dengan PSSI, jadi desakkan publik yang menyuruhnya mundur tidak akan mempengaruhinya. Saat menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Edy menyatakan telah membuat rencana jangka panjang agar PSSI berjalan lebih baik. Kemudian kongres juga telah dilakukan.

Saya tak mau mundur dari PSSI. Karena saya cinta dengan PSSI. Kita punya manajemen. Ada waktu kegiatan kongres tahunan, ada kegiatan evaluasi, setiap periode ada jadwalnya. Jadi di mana pun Ketua PSSI berada itu tak masalah. Tapi ini harus berjalan semuanya. Di PSSI ini lengkap ada pengkaji disiplin, kepala staf, sekjen. Semua ini tak bisa memutuskan satu persoalan karena ada statuta yang mengaturnya,” tutur Edy.

Sebelumnya Edy sempat berpikiran untuk mundur dari ketua umum yang mengurus persepakbolaan Indonesia. Tetapi rencana tersebut kemudian tidak direalisasi. Alasan kenapa Edy ingin mundur karena ia tidak ingin menjadi sasaran bully dari berbagai pihak.

Memang ada di benak saya akan mundur, iya, tapi bukan karena saya tak bisa menangani ini, bukan itu persoalannya. Tapi karena kepentingan pribadi saya. Saya kepengin santai, tak ingin di bully-bully,” ucap Edy memberikan penjelasan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top