Kisah

Fino Alla Fine Merupakan Sebuah Arti Dari Si Nyonya Tua

Ibarat sebuah perjalanan hidup, ada kitab yang menjadi pedoman dari setiap umat beragama. Seperti itu pula sebuah kata “Fino Alla Fine” bagi Juventus. Klub yang memiliki julukan si nyonya tua ini menjadikan kata tersebut sebagai pedoman akan perjalanan perjuangan mereka dalam mengarungi kompetisi di setiap musim. “Fino Alla Fine” sendiri memiliki arti berjuang sampai akhir, yang mana menjadi pelecut atau penyemangat tim.

Namun, “Fino Alla Fine” nampaknya bukan sekedar kata-kata biasa. Kata-kata ini memiliki efek spiritual bagi para pemain yang dimaksudkan untuk berjuang sampai menit akhir di lapangan. Frasa ini pun diperkenalkan oleh salah satu presiden Juventus, Andrea Agnelli, ketika menutup pidato di hadapan Juventini. Kata terkadang bukanlah aksara biasa, namun kerap memiliki pesan dan suntikan moral yang dapat menggerakan hati setiap individunya.

Menaiknya Popularitas Fino Alla Fine Di Permukaan Juventini

Popularitas dari kata “Fino Alla Fine” kian menanjak tajam dan nampaknya banyak diterima oleh fans Juventus. Apalagi setelah Agnelli menggunakannya pada saat pidato peresmian Stadion baru, yakni Stadion Juventus Arena pada September 2011 lalu. Pemaknaan aksara ini kuat kuat, saat manajemen Si Nyonya Tua ingin menyematkannya di bagian kerah jersey klub. Dengan semboyan terdahulu ‘La vittoria non e importante, ma e l`unica cosa che conta’ , yang diperkenalkan oleh salah seorang Legenda Juventus yakni Giampiero Boniperto.

Mengajak Juventini Untuk Memilih Langsung Kata Terbaik Untuk Jersey Tim Kebangaanya

Pada mulanya terdapat 6000 kata yang muncul dibenak para manajemen yang coba digunakan untuk disematkan ke dalam jersey. Setelah mengalami banyak perundingan akhirnya dikurasi menjadi lima, yakni Fino alla fine’, ‘Bianco che abbraccia il nero’, ‘Writing history, chasing victory’, ‘We live our lives in color, but Dreams are Made in black&white, dan ‘Storia di un grande amore’. Akhirnya metode yang dipilih manajemen adalah jajak pendapat di sosial media.

Setelah sistem jajak pendapat dibuka akhirnya terpilih lah kata “Fino Alla Fine”, yang memang sedari awal telah diprediksi keluar sebagai pemenangnya, setelah akhir dari proses tersebut akhirnya di jersey Juventus musim 2014-2015 tersemat kata tersebut di bagian kerahnya.

Era Calciopoli Si Nyonya Tua, Merupakan Pengalaman Pahit Dunia Sepakbola

Calciopoli merupakan salah satu kasus serius yang menyerang liga Italia, secara kasarnya banyak yang bilang kalau mafia kerap bermain di dalamnya untuk bekerja sama dengan situs judi bola. Ketika kasus ini menguak ke permukaan, nama Juventus pun menjadi tersangka sepakbola gajah ini.

Dengan sanksi penghapusan dua scudetto dan terdegradasi ke seri B pada musim 2006-2007. Meskipun di musim berikutnya kembali ke Serie A tetap saja membuat Juventus harus berusaha esktra. Lantaran ingin mengembalikan kejayaanya. Ketika menatap keterpurukan si nyonya tua, itu merupakan penggambaran yang pas dalam kata “Finno Alla Fine”.

Kebangkitan Si Nyonya Tua Setelah Merana

Nyonya tua yang terseret kasus calciopoli, otomatis merana karena banyak ditinggal pemainnya. Beberapa pemain tidak sudi berlaga di kasta kedua liga Italia. Beruntung Juventus memiliki pemain dengan loyalitas tinggi macam ianluigi Buffon, Alessandro Del Piero, David Trezeguet dan Pavel Nedved.

Sampai mereka menuju ke serie A, tak mudah untuk mencium kejayaan. Setelah melakukan bongkar pasang pemain dan pergantian pelatih di setiap musim. Pada musim 2011-2012 kejayaan Italia resmi kembali ke pangkuannya bahkan hingga musim ini, total sudah enam scudeto yang diraihnyas secara beruntun.

Keyakinan Itu Pun Dipercaya Oleh Pemainnya

“Kekuatan kami akan selalu berada pada keyakinan kami sampai akhir (Fino Alla Fine). Itu bukan sekadar kata-kata, tetapi itu adalah DNA kami yang kami tunjukkan di pertandingan-pertandingan sulit, melawan tim cerdik yang bertahan dengan baik dan menyerang dengan cepat,” kata Daniel Rugani pemain yang mengisi pos belakang Juventus, dilansir dari halaman resmi klub.

Keyakinan akan sebuah kata-kata dapat dipalikasikan dengan baik oleh para pemainnya. Perjuangan pun selalu mengalir lewat keringat dan kekuatan kaki saat menggiring si kulit bundar. Aksara atau frasa, bukan hanya slogan semu tanpa makna. Melainkan sebuah pemain ke-12 yang selalu setiap memberikan semangat sekaligus pelecut rasa pantang menyerah selayaknya supporter sukarela

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

PSG Harus Bertekuk Lutut terhadap Liverpool

Laga perdana fase grup Liga Champions nampaknya belum menguntungkan bagi PSG dengan menerima kekalahan tipis 3-2 atas Liverpool saat bermain di Anfield semalam. Hasil ini justru baik bagi Liverpool dengan memperpanjang trend kemenangan, karena Liverpool sudah meraih enam kemenangan beruntun saat ini.

Hasil ini pun membuat Liverpool menjadi pemimpin grup C dengan nilai 3 sedangkan PSG berada di dasar grup dengan poin 0. Bermain di Anfield nampaknya menjadi salah satu kekuatan tersendiri bagi Liverpool. Lantaran PSG bukanlah tim sembarangan, karena dihuni oleh beberapa pemain berkelas seperti Neymar JR dan Kyian Mbappe.

Daniel Sturridge dan James Milner membuka keunggulan bagi Liverpool di babak pertama sebelum disusul sepakan voli kaki kiri Thomas Meunier yang masuk mulus ke dalam gawang Liverpool. Di babak kedua pertandingan nampaknya akan berakhir kuat 2-2 karena Kylian Mbappe membuat kedudukan sama kuat di menit ke-83. Namun Roberto Firmino tampil sebagai pahlawan lewat sepakannya dengan kaki kanan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Messi dan Ronaldo Dianggap ‘Dewa’, tetapi Rekor Ini Tak Bisa Dipecahkan Mereka

Tak ada yang memungkiri kalau mereka adalah terbaik dalam sepak bola di era sekarang, dualisme ballon d’Or memang menjenuhkan apalagi ketika yang keluar sebagai juara adalah dua nama saja, Messi dan Ronaldo. Tetapi mau bagaimana, dominasi mereka memang bukan settingan. Kedua talenta ini saling memperlihatkan performa di musim-musimnya yang gemilang. Meskipun kita semua sudah bosan.

Rekor tiap rekor dipecahkan. Rentetan rekornya mungkin sulit untuk ditandingi oleh beberapa pemain yang berada di eranya. Messi dan Ronaldo tetap saja masih disebut sebagai manusia, meskipun berlabel ‘dewa’. Karena ada beberapa rekor di kompetisi Eropa yang belum bisa mereka pecahkan. Mungkin kalau mereka berhasil memecahkan, era sepak bola Ronaldo dan Messi adalah bukti kalau kedua talenta ini sangat ganas dan itu kenyataan.

Ferenc Puskas dan Alfredo Stefano Tetap Rajanya Jebol Gawang di Final Eropa

Ferenc Puskas dan Alfredo Stefano adalah dua nama pahlawan bagi Real Madrid di era 1950-an. Dua nama ini adalah juru gedor menakutkan sekaligus meyakinkan apabila bertengger di lini depan. Memang, kalau dalam urusan jumlah gol yang dicetak di Liga Champions mereka kalah jauh dari Ronaldo yang sudah mencetak 123 gol, sedangkan Messi 103 gol.

Namun koleksi gol mereka belum apa-apa, karena  di final Liga Champions kedua pemain ini belum bisa berbicara banyak seperti para legenda. Ronaldo mencetak empat gol di final sedangkan Messi baru dua gol. Dibanding Stefano dan Ferenc Puskas yang sudah mengoleksi tujuh gol di final. Apakah mereka masih memiliki waktu sebelum gantung sepatu?

Haus Gol Tiap Musim, seperti Ryan Giggs yang Selalu Mengais

Di Liga Champions beberapa rekornya memang masih terjaga, sebab belum bisa dilampaui di generasi sekarang. Salah satunya yang dibuat mantan punggawa “Setan Merah”, Ryan Giggs, yang mampu mencetak gol dalam 16 musim beruntun. Di belakang Giggs, ada nama Raul Gonzalez dengan catatan 14 musim. Ronaldo sudah melakukan ini, namun baru berjalan 12 musim, setidaknya Ronaldo harus mencetak gol selama 3 musim. Kalau Messi membutuhkan 3 musim saja andai dirinya berhasil mencetak gol di di musim 2018/019

Gol Memang Banyak, tapi Rasionya Masih Kalah dengan Sang Legenda

Label pemain legenda memang tak sembarangan, seperti Gerd Muller yang mencetak rekor setelah mencatatkan 0,97 gol per laga di Piala Eropa/Liga Champions dan 0,87 gol per laga kompetisi antarklub UEFA. Kedua rekor tersebut masih belum dipecahkan dan sepertinya akan tetap abadi.

Ronaldo rata-rata memiliki 0,77 gol per laga dari 157 penampilannya di Liga Champions. Pada semua kompetisi antarklub UEFA, rata-ratanya adalah 0,76. Bagiamana dengan Messi? Kalau Messi sedikit lebih baik lewat torehannya yang berhasil mencetak 100 gol dalam 125 pertandingan di Liga Champions dengan rata-rata 0,8. Sementara di semua kompetisi antarklub UEFA, ia mencetak 103 gol dalam 129 pertandingan dengan rata-rata 0,82 gol per laga

Tak Lagi Legenda, tapi dari Kolombia

Satu musim Liga Champions ternyata tak mudah utuk memborong gol sebanyak-banyaknya. Seperti Radamel Falcao yang sudah mencetak 18 gol di musim 2010/11 untuk FC Porto. Nama Messi dan Ronado masih tetap memiliki asa meskipun sulit di usia senja. Meski di usia yang tak lagi muda, rasanya sukar memecahkan rekor terbaik apalagi era terbaik mereka rasanya sudah habis. Messi mencetak 14 gol di Liga Champions 2011/12, sedangkan Ronaldo menceploskan 17 gol pada musim 2013/14/.

Penampilan Terbanyak Ternyata dari Bawah Mistar Gawang

Iker Casillas yang kini memperkuat FC Porto salah seorang pemain yang memiliki jumlah penampilan terbanyak dalam kompetisi-kompetisi antarklub UEFA  dengan 178 penampilan. Kalau untuk hal ini nampkanya hanya butuh waktu beberapa saat saja, karena tak mungkin kalau rekor ini tidak dapat dipecahkan. Meskipun Ronaldo mencatatkan 161 penampilan, sementara Messi mengikuti dengan 129 penampilan.

Rekor yang ada di kompetisi Eropa sebenarnya tak jadi patokan kalau permain tersebut sangatlah baik atau bertalenta. Tetapi menandakan kalau mereka tampil secara wah di lapangan. Rekor hanyalah bonus, tujuan pesepakbola adalah bermain dengan bagus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Sebelum Menyesal Harusnya Nona Paham Beberapa Kode yang Sudah Kami Tunjukkan!

Nona terkadang bimbang, Mereka terperangkap stigma bahwa laki-laki itu biasanya bertingkah baik kalau ada maunya, dan laki-laki itu, maaf, brengsek. Stigma tersebut membuat nona susah untuk mengetahui apakah bung yang mendekatinya itu memang benar-benar mencintainya apa tidak.

Untuk itu, jika para kaum hawa sedang membaca. Sebenarnya tak semua laki-laki begitu ya. Ada beberapa diantara kami yang tulus tuk mencintai, ya meski yang lainnya masih sekedar ingin tebar pesona. Lebih dari itu, jika memang nona punya rasa yang serupa. Baiklah, tengok baik-baik kode yang sudah kami tunjukkan setiap kali berjumpa.

Senyuman Laki-laki Adalah Hal yang Murni Kalau Ia Jatuh Hati

Jatuh cinta berjuta-juta rasanya, guna menggambarkan situasi tersebut para lelaki memilih untuk tersenyum lebih cerah dari biasanya. Apalagi kalau kami sedang berdiri di samping perempuan yang disukai, pasti senyuman manisnya terangkum secara alami. Sayangnya, nona terkadang tidak peka dengan senyuman ini. Padahal jika sedang tersenyum otomatis ada hal yang membuatnya tersenyum, seperti mengirimkan kode kepada nona.

Wajah Merah Merona, Seperti Halnya Nona Kalau Dimabuk Asmara

Bukan hanya nona yang bakal merah pipinya seperti ‘kepiting rebus’ apabila bertemu dengan seseorang yang disukai dan dicintai. Laki-laki pun juga begitu apabila bertemu dengan perempuan yang ditaksirnya. Untuk itu nona harus jeli menangkap kode yang dikirim oleh lelaki dihadapanmu. Karena merah meronanya wajah laki-laki biasanya diiringi dengan jantungnya yang berdebar-debar. Apalagi yang membuat seorang laki-laki berdebar hatinya kalau bukan bertemu dengan orang yang sangat dicintainya?

Memperhatikan Hal Sepele yang Tak Terfikirkan

Nona tidak sadar bahwa hal-hal kecil yang terjadi kepadamu, selalu dalam pantauan kami. Mata dari lelaki selalu sigap melihat dan memperhatikan, adanya perbedaan pasti selalu diketahui. Bukan hanya yang terlihat di pelupuk mata, perubahaan mood pun ia bisa melihatnya apabila ia telah jatuh cinta. Bahkan ia bisa mengetahui lebih detail apa yang membuat mood nona naik dan turun. Karena laki-laki yang sedang jatuh cinta kerap memperhatikan orang yang dicintainya.

Matanya Tak Bisa Terpejam Untuk Memandangi Nona dan Tak Mau Terlewatkan

Apa yang nona lakukan mungkin sederhana, seperti mengikat rambut, merapikan poni, atau mengibaskan rambut. Semua hal itu tak bisa dilewatkan oleh laki-laki yang sedang jatuh hati. Ada sebuah candu bagi lelaki, untuk memperhatikan nona dalam kurun waktu yang lama.

Bahkan dalam waktu yang tidak diduga. Laki-laki sadar apabila kamu berdandan atau memakai gaun cantik di malam kencan itu, namun kalau sedang dikuasi cinta hal-hal simpel saja bisa membuat takjub baginya.

Biasanya, Kami Tampil Lebih Keren dari Hari-hari Sebelumnya

Mungkin tadinya kami cuek, tampilannya pun biasa saja. Bahkan nona pun berfikir kalau kami ini tak punya selera berpakaian yang baik dulunya. Tetapi kala ia sedang diselimuti cinta, laki-laki rela mengubah penampilannya jadi super rapi atau super keren. Jelas, hal ini ditunjukan untuk orang yang spesial dan yang dicintai. Kalau sampai perubahan ini saja nona tak bisa melihatnya, jangan sampai menyesal kalau nanti ia berpalingke lain hati ya…

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top