Money & Power

Mencari Yang Lebih Baik Tak Ada Salahnya, Tapi Pindah Kerja Juga Ada Etikanya Bro

Mengundurkan diri atau Resign dari tempat anda bekerja adalah merupakan hal yang biasa. Jumlah penghasilan yang lebih besar, fasilitas lebih baik, pengalaman baru serta promosi jabatan mungkin menjadi faktor-faktor yang menjadi hal pendukung untuk seorang karyawan mengundurkan diri.

Namun sebelum terburu-buru pindah ke kantor yang baru, ada beberapa Etika yang harus anda Perhatikan sebelum akhirnya pindah kerja. Sebab kita tentunya tak mau merusak hubungan yang selama ini sudah baik bukan? Apalagi ketika dunia sudah saling terhubung macam saat ini, tentunya tak elok jika kita meninggalkan kesan yang tak baik. Karena bisa jadi, kabar burung dari tempat kerja sebelumnya singgah di kantor yang baru.

Atasan Adalah Orang Yang Paling Berhak Mengetahui Pertama Kali

Sebelum anda memutuskan untuk Mengundurkan diri dari pekerjaan hal yang paling utama yang perlu diperhatikan adalah memberitahu atasan anda. Biasanya seseorang yang masuk dengan baik-baik juga akan pergi dengan baik-baik pula.

Untuk itu anda harus memberitahu atasan beberapa bulan sebelum anda benar-benar berhenti bekerja untuk menghindari kesan-kesan yang tidak menyenangkan. Setidaknya beri kesempatan baginya untuk mempersiapkan pengganti anda.

Ucapkan Terimakasih dan Sampai Jumpa Kepada Rekan Kerja

Ucapkan salam perpisahan kepada rekan-rekan kerja anda, yang bisa dilakukan secara langsung saat masih di kantor ataupun di luar kantor. Sebagai bentuk pernghargaan kepada mereka yang selama ini telah menjadi rekan kerja yang telah membantu anda. Tentunya hubungan sosial dan pertemanan masih harus terus berlanjut bukan, walaupun sudah tak lagi ada hubungan pekerjaan

Bersihkan Meja Kerja, Sebagaimana Kita Merawatnya Ketika Masih Menggunakan

Meskipun akan ada Office boy yang akan membereskan dan membersihkan meja kerja anda, tapi sebelum pergi sebaiknya anda melakukan itu sendiri. Membersikan meja kerja dan mengemas semua barang-barang pribadi anda, kecuali barang-barang yang dibeli dengan anggaran kantor anda tidak boleh mengemasnya.

Tinggalkan Kesan Terakhir Yang Baik

Untuk hari-hari terakhir di kantor yang sudah di depan mata, berikan kesan terakhir yang baik dan tunjukkan sikap profesional anda dengan menghargai Rekan Kerja dan Perusahaan tempat anda bekerja selama ini.

Akan ada banyak alasan untuk kita mungkin meninggalkan suatu Perusahaan, mencoba hal-hal baru yang mungkin lebih kita sukai dan inginkan. Tapi kita juga harus ingat bahwa ada etika yang harus kita ikuti untuk pergi dan meninggalkan suatu pekerjaan dengan baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Suzuki GSX-S150 Buat Yang Selalu Berjiwa Muda

Ketika penyuka MotoGP tanah air dimanjakan oleh kecanggihan GSX-R150, bukan berarti Suzuki menganaktirikan penyuka motor naked bike. Hal ini dibuktikan dengan ditelurkannya Suzuki GSX-S150 yang merupakan saudara kandung dari tipe R.

Menurut Seiji Itayama, Managing Director 2W PT. SIS, pada saat peluncuran GSX-R dan GSX-S Februari lalu, “Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 siap menyambut publik Indonesia untuk memenuhi hasrat berkendara dengan motor berperforma tinggi dan berpenampilan stylish untuk memenuhi gaya hidup sehari-hari”.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Manajemen mesin GSX-S 150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang gambot. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Ya, tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Tak mau kalah dengan saudaranya, GSX-S150 juga mengusung aura modern. Karena kita akan disambut oleh LCD speedometer full digital. Display dibagi menjadi 3 bagian. Di bagian kanan dan kiri sendiri menampilkan indikator lampu sein, lampu netral, lampu jarak jauh, rpm, dan indikator bahan bakar. Sementara itu, pada bagian tengahnya memberikan informasi mengenai kecepatan, tachometer, posisi gigi, indikator bahan bakar, dan waktu.

Lampu depannya sudah mengadopsi teknologi LED dengan batok lampu yang dilengkapi dengan visor kecil. Di bagian tangki disematkan fairing mini Shroud yang berfungsi untuk membelah angin dan membuat tampilan lebih gahar. Apalagi di bawah mesin terdapat undercowl yang berfungsi juga sebagai pelindung mesin. Sementara untuk lampu belakang digunakan model yang sama persis dengan tipe R.

Jadi sobat Yomamen pilih GSX-R150 atau GSX-S150?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fashion

Cuma Karena Salah Pilih Pakaian, Bikin Tak Dapat Pekerjaan

Sayangnya konsep “jangan menilai buku dari sampulnya” seringnya tak berlaku ketika kita diwawancarai untuk sebuah pekerjaan. Satu kesalahan kecil, bisa menjadi pembeda antara diterima atau ditolak oleh perusahaan yang kita inginkan. Sesederhana menggunakan pakaian yang salah bisa membuat prestasi yang ada di Curriculum Vitae tak dilirik oleh pewawancara.

Sebelum anda menghadapi sesi wawancara berikutnya, ini  adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan.

Sesuaikan Pakaian Yang akan Anda kenakan dengan Jenis Perusahaan

Sebelum menentukan pilihan pakaian yang akan anda kenakan saat wawancara kerja anda perlu melakukan sedikit riset untuk mengetahui tentang perusahaan yang akan anda lamar. Selain membantu anda untuk menjawab pertanyaan pewawancara jika sekira ada pertanyaan “Apakah Anda tahu perusahaan ini bergerak di bidang apa?” hal ini juga akan membantu anda untuk dapat menyesuaikan pakaian yang ingin anda gunakan.

Sebagi contoh jika anda ingin melamar pekerjaan pada perusahaan yang bergerak dibidang Start-up atau Teknologi biasanya lebih casual jika dibandingkan dengan perusahaan di bidang Finance atau Bisnis lainya. Atau kemungkinan lain yang harus anda perhatikan adalah mengikuti aturan dari perusahaan karena ada beberapa Perusahaan yang mengharuskan pelamarnya menggunakan Dress code yang telah ditentukan oleh perusahaan itu sendiri, Misalnya berpakaian Hitam-Putih.

Tampil Rapih Itu Penting, Tapi Nyaman Dengan Penampilan Jauh Lebih Penting

Bagaimanapun jenis pakaian yang akan anda kenakan tidak akan tampak menarik apabila anda tidak merasa nyaman dengan pakaian yang anda kenakan. Misalnya anda sesak bernafas karena kerah kemeja yang anda pakai terlalu mencekik, atau terlalu sering menarik celana yang anda kenakan karena terlalu longgar dipinggang. Hal tersebut akan membuat anda sangat tidak nyaman saat proses wawancara kerja berlangsung yang jelas-jelas akan memberikan kesan yang tidak baik bagi pewawancara. Karena hal tersebut mampu mempengaruhi keyakinan pewawancara pada kemampuan yang anda miliki.

Hindari Pemilihan Warna Mencolok

Selain memerhatikan kedua hal diatas anda juga tidak diperbolehkan untuk menggunakan warna-warna mencolok saat wawancara kerja, seperti jingga dan kuning atau warna-warna mencolok lainnya.Warna-warna seperti ini dianggap terlalu terang dan kurang memberikan kesan positif yang sangat tidak disarankan kalau anda pakai ketika melakukan wawancara kerja.

Jadi, buat anda yang sedang sibuk mencari kerja, sebelum mendapat berita panggilan kerja untuk wawancara sebaiknya anda memerhatikan beberapa point ini untuk membantu anda dalam proses wawancara. Karen penampilan yang anda tunjukkan adalah kesan pertama yang akan dilihat oleh pewawancara. Hal lain yang perlu diingat juga, meskipun kesan pertama memang penting, pastikan anda juga sudah mempersiapkan kapasitas diri dan persiapan kemampuan untuk tes lainnya saat ingin melamar disebuah perusahaan yang anda inginkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


money

Cowok Ganteng Gajinya Pun Ganteng

Menjadi ganteng bagi pria ternyata tak sekedar berfungsi untuk menarik lawan jenis. Lebih jauh dari itu, menarik tidaknya penampilan seorang pria ternyata akan berpengaruh juga pada tebal tidaknya isi kantong.

Sembarang? Ini tidak main-main, pasalnya fakta itu ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan secara resmi oleh Andrew Leigh seorang ekonomon senior dan Profesor bidang ekonomi dari Australian National University.

Penelitiannya menyebutkan bahwa pria yang berpenampilan menarik, berpenghasilan 22 persen lebih tinggi dari pada mereka yang hanya punya penampilan rata-rata. Dan parahnya lagi mereka yang dinilai oleh masyarakat berpenampilan di bawah standar malahan punya gaji yang lebih rendah 26 persen dibanding rata-rata.

Tentunya responden penelitian ini dipilih dari orang-orang yang punya kemampuan dan kapasitas profesional yang kurang lebih sama. Sehingga faktor pembedanya ya cuma soal ganteng tidaknya tadi.

Apesnya lagi bagi kita para pria, penelitian ini menunjukan fakta lain yang tak kalah mengejutkan. Ternyata urusan keren tidaknya penampilan dan hubungannya dengan gaji ini, tidak ditemukan pada wanita. Alias perempuan yang dinilai jelek, gajinya ternyata tak berbeda jauh dengan yang bikin mata laki-laki membelalak karena kecantikannya. Jadi mitos bahwa wanita cantik akan lebih mudah dalam pekerjaannya dan dapat perlakuan spesial justru tak berlaku disini.

Ah itu toh baru satu penelitian, kata mereka yang berpenampilan kurang menarik berdalih! Okay mari kita tengok penelitian lain. Kali ini penelitian Warwick Business School, the University College London and Dartmouth College yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One. Mereka menemukan bahwa, orang yang akan memberikan dan menginvestasikan uangnya, cenderung lebih mendasarkan keputusanya pada penampilan orang yang akan mengelola uangnya itu dibandingkan dengan reputasinya.

Di awal penelitian sejumlah responden diminta untuk memilih siapa diantara “si ganteng” dan “Si biasa saja” yang akan mereka percayai untuk mengelola uangnya. Sesuai dugaan si ganteng memperoleh 15% kepercayaan lebih tinggi dari si biasa saja.

Fakta lebih menariknya justru di kelompok responden berikutnya. Sebelumnya mereka yang masuk kelompok responden kedua ini diberikan bekal mengenai latar belakang si ganteng dan si biasa saja. Dengan sebuah twist bahwa si ganteng itu punya rekam jejak yang sedikit kurang meyakinkan dibandingkan si biasa saja. Toh alih-alih menurun, kepercayaan terhadap si ganteng ini malah meningkat 6% dari yang sebelumnya.

Terus kalau begitu bagaimana nasib mereka yang punya faktor kegantengan di bawah rata-rata? Apa berarti harus mulai mengurut dada pasrah menerima gaji yang lebih rendah 46% dibanding si ganteng tadi?

Tenang dan jangan keburu panik. Di era macam ini, urusan kegantengan itu sesungguhnya tidak melulu melekat secara lahiriah. Menarik tidaknya seorang pria itu lebih dinilai dari caranya berpenampilan dan tidak 100 persen urusan wajah belaka.

Masalahnya sebagian besar pria, khususnya di Indonesia, tidak paham bagaian mana dari penampilannya yang bisa ditingkatkan. Dari kecil kita sudah diajarkan bahwa laki-laki itu pantang bersolek dan berdandan. Wajar jika laki-laki sedikit gagap ketika harus bicara penampilan. Padahal ada hal-hal sederhana yang bisa dilakukan guna meningkatkan daya tarik.

Malahan ada beberapa pria yang memilih bersembunyi dibalik kalimat “saya seperti ini apa adanya”. Tapi apa iya sesederhana itu? Jawabnya tidak! Karena ternyata memilih berpenampilan rapi atau tidak, itu berhubungan dengan keadaan piskologi seorang pria. Mereka yang memilih tampil asal-asalan sejatinya sedang memendam rasa minder karena ia merasa kurang pantas tampil baik.

Kalau begitu sekarang saatnya untuk tampil habis-habisan! Eits, jangan pula terburu nafsu. Karena keinginan tampil menarik ini juga ibarat pisau bermata dua. Ada batasan-batasan tertentu yang harus dipelajari tentang kategori perilaku mana yang tampil rapi dan mana yang sudah kelewat genit. Coba simak bagaimana deretan wanita berikut ini memberi tips kepada para pria.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


power

Jaring Pertemanan Bikin Karir Aman

Bukan masalah buat kita menjalin pertemanan dengan orang yang sudah kita kenal. Masalahnya dalam berbisnis atau meniti karir di kantor, tidak selamanya kita bertemu kondisi ideal semacam ini. Kerap kali kita dihadapkan pada situasi harus menjalin pertemanan atau networking dengan orang yang baru kita kenal.

Network yang kuat dan luas dari kolega akan sangat membantu kita dalam memahami konteks pekerjaan yang sedang kita lakukan. Bagaimana pun istilah “two head are better than one” masih berlaku hingga saat ini.

Tapi tidak mudah menemukan pola relasi yang tepat untuk membangun jejaring pertemanan. Berikut pola yang dapat membawa anda ke tingkat kesuksesan lebih lanjut.

Berikutnya cari sang idola

membangun networking

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top