Lebih Keren

Ducati Sedang Asik Bikin Skuter Listrik

Demi masa depan ramah lingkungan setiap perusahaan roda dua dan roda empat telah menyiapkan kendaraan berbahan bakar listrik. Selain mengurangi polusi, penggunaan listrik juga diyakini dapat menghemat SDA seperti minyak. Salah satu produsen motor balap asal Italia, Ducati, secara tiba-tiba merilis skuter listrik bernama CUx.

Perusahaan yang bermarkas di Bologna melepas skuter Super Soco CUx dengan harga yang relatif murah yakni 2,299 euro atau setara dengan Rp 37 juta. Skuter bertenaga listrik ini akan menjadi barang langka di jalan, karena dijual secara limited edition. Lantas bagaimana kiprah Ducati dari brand motor balap nan gagah membuat skuter listrik yang berbentuk kecil nan menarik?

Ternyata Skuter Listrik Ini Bukan Murni Bikinan Ducati

Eitss, ternyata Ducati tidak secara murni membuat Super Coco CUx melainkan menjadikan skuter listrik tersebut sebagai branding. Perlu diketahui kalau Super Coco adalah perusahaan asal Inggris yang spesialisasi membuat skuter listrik dan moped dan motor ini telah diluncurkan pertama kali di Inggris pada 2017. Di sisi lain kerja sama ini membuat Ducati juga menggunakan sebagai sepeda paddock di balapan MotoGP. Yang jelas lewat motor ini mereka menawarkan kaum urban berupa kendaraan yang menyenangkan, hemat dan bebas biaya untuk berkeliling kota.

Corak Ducati Nampak Lewat Sebuah Warna Merah Merekah

Sekilas dari segi tampilan Super Coco CUx mungkin lebih mirip sebagai sepeda merek selis yang kompak. Bedanya, lampu utama CUx sudah memakai teknologi LED dan panel di tengah berlogo Soco plus Ducati membuat skuter listrik makin mirip pabrikan motor balap. Penekanan sebagai motor Ducati juga terlihat dari cat merah merekah yang dikombinasikan dengan abu-abu.

Super Coco CUx Dibekali Baterai Lithium Bertenaga

Sebagai skuter listrik, Super Coco CUx sudah dibekali baterai Lithium 60V.30Ah dan motor listrik dari Bosch 1,3 Kw. Sebagai sebuah skuter Ducati yang dikelir dengan warna merah membuatnya cocok untuk dipakai sendirian. Banyak yang mengamini hal ini dengan alasan karena bentuknya yang kecil. Padahal skuter ini sah saja untuk dipakai berboncengan karena tidak terlalu panjang. Persoalan kestabilan sudah teruji karena penopang depan memakai garpu teleskopi atas dan peredam kejut kembar di bagian belakang jadi stabil saat meluncur.

Kamera Depan Sampai Alarm Anti Pencurian Terpasang di Skuter Listrik

Hal yang menarik ditawarkan CUx adalah fitur-fitur yang terpasang. Kamera depan, panel instrumen LCD dengan fitur peredupan otomatis, start tanpa anak kunci, pencahayaan LED sampai alarm anti-pencurian. Dinamo belakang yang menjadi motor penggerak dibikin oleh Bosch, perusahaan Jerman yang memang canggih dalam urusan part dan elektrifikasi.

Untuk menghidupkan dibutuhkan baterai dengan daya 1,8 kWh, motor penggerak menghasilkan tenaga sebesar 3,7 PS dan memiliki trosi maksimal 11,5 Nm. Jika ingin mengisi, diperlukan waktu 7 sampai 8 jam penuh. Setelah baterai penuh CUx dapat menjangkau 64 Km dengan kecepatan tertinggi 45 Km/jam. Perangkat keras pengereman terdiri dari rem cakram depan dan belakang. Keduanya berukuran 180 mm, dengan Electronic Braking System (EBS).

Ducati Siap Berkolaborasi Untuk Meluaskan Pasar

Untuk pemasaran, Ducati membatasi penjualan skuter CUx ke beberapa negara Eropa saja. Secara serius Ducati mengatakan siap untuk  bermain di ranah skuter listrik. Bahkan terbuka untuk kolaborasi berbagai pihak dengan tujuan memberi pengalaman dan ekspansi pasar.

Kami sangat bersemangat untuk meluncurkan versi Ducati khusus dari moped CUx kami, sebuah perwakilan merek Italia yang menakjubkan dan membantu menambah kredibilitas yang lebih besar lagi pada jajaran Soco. Versi standar sudah sangat populer sejak diluncurkan hanya dua bulan lalu, jadi kami menantikan untuk memberikan kesempatan kepada pengendara untuk membeli versi edisi terbatas ini,” kata Andy Fenwick dari Super Soco Inggris.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Naked Sport 250 cc Jadi Jagoan Baru Suzuki di India

Suzuki Motorcycle India ingin memanaskan pasar dikelas 250 cc. Dengan mengeluarkan motor sport telanjang yang dinamakan Gixxer 250! secara tampilan dan desain tidak jauh berbeda dengan Gixxer 155, namun motor anyar ini memiliki tarikan mesin yang tak main-main, yakni mengeluarkan tenaga mencapai 26,1 dk dan torsi 22,6 Nm.

Kesan elegan dihadirkan pada motor naked sport yang satu ini, dengan memberikan sentuhan gold pada area blok mesin. Kemudian aksen warna silver muncul pada area bawah mesin yang sudah ditempatkan undercowl.  Kesan elegan dan mewah pada Gixxer 250 tidak membuatnya terlihat jantan. Untuk itu bagian headlamp didesain lonjong dan agak pipih hingga mirip dengan Ducati Monster, moge asal Italia.  Lampu utama dan belakang sudah menggunakan LED sementara keempat lampu sein masih menggunakan bohlam.

Jok Gixxer 250 sudah mengadaptasi model split dikombinasikan dengan behel bergaya tanduk untuk pegangan pembonceng. Jok split ini makin membuat Gixxer terlihat sporty. Segi fitur motor anyar ini dibekali panel instrumen digital. Fitur keamanan juga menunjang, karena dilengkapi dengan rem ABS (Anti-lock Braking System) dual channel. Ada dua pilihan warna ditawarkan, yakni Metallic Matte Platinum Silver dengan Metallic Matte Black, dan Metallic Matte Black.

Di India, Gixxer 250 dijual dengan harga Rs 159.800 atau setara Rp 32,6 juta. Motor ini akan menjadi penantang bagi KTM 250 Duke dan Yamaha FZ25.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Kuda Besi Andrea Dovizioso Jadi Alasan Ia Unggul di Lintasan

Menjadi yang utama dalam MotoGP Austria merupakan hasil kerja keras Andrea Dovizioso. Pertarungan sengit antara Dovizioso dan Marc Marquez terjadi sampai lap terakhir. Duel ketat ini membuktikan kalau kedua pebalap punya determinasi tinggi. Sayang, di tikungan terakhir Marquez kehilangan konsentrasi, membuat Dovizioso jadi yang pertama.

Sebagai pebalap selain skill, roda dua juga mempengaruhi performa di lintasan.  Seperti motor yang jadi andalan Dovizioso saat bertarung, Ducati Desmosedici GP19. Menopang mesin 1.000 cc berkonfigurasi V4 90 derajat evo demodromic DOHC, empat katup per silinder, berpendingin cairan. Mesin bisa memuntahkan tenaga lebih dari 250 daya kuda.

Mesin motor ini sendiri digabung dengan transmisi Ducati Seamless Transmission. Lewat gabungan mesin itu, motor andalan Dovi ini bisa berlari hingga lebih dari 350 km/jam. Jadi sangat wajar apabila nama Andrea Dovizioso sangat liar di lintasan balap, terutama pada lintasan lurus.

Agar makin stabil saat dibawa lari, Ducati Desmosedici GP19 ini memakai supensi depan upsiden down Ohlins 48 mm dan suspensi belakang Ohlines yang disesuaikan preload serta dibekali new factory evolution damping system. Ducati Desmosedici GP19 memiliki bobot 157 kg, sesuai dengan regulasi MotoGP. Perangkat elektronik di motor ini didukung oleh Magneti Marelli

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Rossi Angkat Bicara Soal Kuda Besi Yamaha di Moto GP

Nama besar Valentino Rossi di dunia balap bisa membuat gentar para pebalap lain. Beberapa tahun belakangan pebalap asal Italia ini tidak menemukan performa terbaik, Rossi seperti kehilangan sisi magis ketika di lintasan. Apakah ini soal Rossi apa kuda besi yang dinaiki?

Pada balapan kemarin di Sirkuit Brno, Rossi berhasil mencapai garis akhir dengan berada di posisi ke-6. Catatan ini cukup baik dibanding pebalap Yamaha lain seperti Maverick Vinales, Fabio Quartararo dan juga Franco Morbidelli. Di akhir balapan ia mengutarakan keluhan terkait motornya, Yamaha YZR-M1. Sepertinya ini jadi salah satu alasan kenapa Rossi kerap tak berbicara banyak di dunia MotoGP.

“Jika anda terlalu pelan saat di trek lurus, sulit untuk menyusul para pebalap di depan apalagi ketika mengerem. Itu semakin membuat sulit membalapnya, saya menyadari ini ketika berusaha membalap Pol Espargaro,”  ungkap Rossi dikutip GPone.

Kecepatan dan akslerasi yang bermasalah, jadi dua hal yang menggambarkan Yamaha YZR-M1 saat ini di mata Rossi. Selain itu Motor dengan 1000 cc ini tak bisa konsisten di setiap balapan. Ini tidak hanya masalah Rossi, melainkan masalah juga bagi Vinales, Quartararo dan Morbidelli.

Motor kami sangat sensitif ketika kondisi berganti-ganti. Jika kami menemukan setelan yang pas, kami bisa cepat. Tapi jika ada sesuatu yang berubah seperti suhu atau itu hujan, kami bakal menderita,” ujarnya.

Saat menjalani sesi pemanasan di Brno performa motor sangat buruk, tapi karena beberapa faktor saya bisa kompetitif di balapan. Saya memulai balapan dari baris ketiga dimana hal itu tak terlalu buruk dan memungkinkan untuk mengejar para pebalap di depan meskipun mereka melaju lebih kencang,” kata pebalap berjuluk ‘The Doctor’ itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top