Politik

Diancam Donald Trump, Indonesia Tak Tinggal Diam Akan Balik Melawan

Perekonomian sepertinya sedang memanas, Bung. Hal ini ditengarai oleh presiden nyentrik asal Amerika Serikat, Donald Trump yang melakukan ancaman perang dagang terhadap Indonesia. Trump mengancam bakal mengenakan tarif ke-124 pada produk asal Indonesa menyusul defisit yang terjadi pada Amerika Serikat dengan Indonesia dalam hubungan dagang.

Terkait ancaman tersebut pun, Menteri Perdagangan, Enggrartiasto Lukita, sedang berusaha memperbaiki keadaan dengan mengevaluasi keberadaan generalized system of preference (GSP) yang diberikan terhadap produk-produk Indonesia.

“Ya GSP-nya itu, kita termasuk dalam negara yang memiliki surplus besar, makanya kami juga sudah kirim surat dan kami sudah menyampaikan mengenai yang pasti ada perbedaan angka dulu, bagaimana menghitungnya, jumlah defisit mereka dengan surplus kita berbeda angkanya,” ujar Enggratiasto dikutip dari Kompas.

Sebelumnya, Donald Trump melayangkan peringatan terhadap Indonesia lantaran jumlah ekspor ke AS lebih tinggi dibanding jumlah ekspor AS ke Indonesia. Hal ini pun diungkapkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi.
“Dia (Trump) sudah kasih kita warning bahwa ekspor kita lebih banyak pada dia dan kita harus bicara pada dia mengenai beberapa aturan-aturan di mana dia memiliki special tariff placement yang dia mau cabut. Itu terutama di bidang tekstil dan lain-lain,” kata Sofjan di hadapan pengurus Apindo.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Bung Tahu Soal Unicorn? Apa Bedanya Dengan Decacorn dan Hectocorn?

Apakah bung tahu apa yang dimaksud dengan unicorn? mungkin sebagian ada yang tahu, dan ada juga yang tidak. Sama halnya dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang kebingungan saat dilempar pertanyaan oleh Joko Widodo soal rencana perkembangan unicorn di Indonesia. Alhasil Prabowo pun tak menjawab, namun melempar balik pertanyaan tersebut.

“Yang Bapak maksud unicorn? maksudnya yang online-online itu, iya kan?” kata Prabowo dalam debat yang digelar semalam.

Mengenai hal tersebut isitilah unicorn memang tabu bagi orang-orang yang tidak dekat dengan industri digital atau bisnis startup. Hal ini pun diamini oleh pengamat Indonesia ICT Institute Heru Sutadi. Bahkan dilansir dari Detik, Heru mengatakan kalau sebanyak 60-70% orang Indonesia tidak mengenal istilah unicorn tersebut. Karena ini dinilai masih menjadi hal yang baru bagi masyarakat.

Saya yakin hampir 60-70% orang Indonesia nggak tahu Unicorn. Harus dijelaskan unicorn ini apa. Karena kan memang unicorn startup dengan unicorn kuda dengan stau tanduk beda. Kalau pun mengenal istilah unicorn, tau, tapi kalau the real unicorn mungkin bertanya juga. Apalagi sekarang ada unicron, decacorn segala macam. Ini masih yang baru memang ya,” ujarnya.

Unicron berarti startup yang telah memiliki valuasi sebesar US$ 1 milliar, yang kaitannya erat dengan startup atau perusahaan rintisan. Di Indonesia sudah ada empat startup yang menyandang status unicorn yaitu Go-jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Data CB Insights, per Januari 2019 telah ada lebih dari 300 startup unicorn di seluruh duni dengan total valuasi sekitar US$ 1.074 miliar.

Setelah unicorn ternyata ada dua tingkat lagi yakni decacorn dan hectocorn bung. Startup yang telah mencapai tingkat decacorn berarti telah memiliki valuasi sebesar US$ 10 miliar. Sementara  hectocorn atau biasa disebut dengan super unicorn berada pada valuasi sebesar US$ 100 miliar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

KPU Memastikan Kedua Capres Tak Memakai Alat Komunikasi Bantuan Saat Debat Semalam

Tuduhan terhadap Capres nomor urut 01 Joko Widodo yang beredar di sosial media menyatakan kalau ia memakai alat bantu komunikasi saat debat. Hal ini dinilai dari gestur dan gerak gerik Jokowi saat menjawab pertanyaan. Terkait hal tersebut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan memastikan kalau tak ada calon presiden yang menggunakan alat bantu komunikasi selama debat kedua pilpres berlangsung. Baik capres nomor urut 01 Joko Widodo atau capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dipastikan tidak menggunakan alat bantu apa pun.

Dikonfirmasi secara terpisah, komisioner KPU, Viryan Azis mengatakan bahwa peserta debat diperbolehkan membawa alat tulis selama debat berlangsung. Hal tersebut sudah dikomunikasikan kata Viryan, sehingga tak ada masalah soal itu. Pertanyaan ini terangkat di sosial media karena banyak yang berujar kalau Jokowi menggunakan earphone serta pulpen yang digunakan alat pengontrol komunasi lewat bluetooth.  Ia pun membantah akan tudingan tersebut.

ini pulpennya (sembari menunjukkan). Ya cek saja. Jadi enggak usah buat isu-isu yang fitnah begitu” ujar Jokowi sembari menunjukkan pulpen yang dituduh sebagai alat bantu komunikasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tuduhan Jokowi Memakai Earpeice di Debat Kedua Karena Gestur yang Mencurigakan

Debat Capres baru saja digelar Minggu kemarin tanggal 17 Februari 2019. Dua sosok calon pemimpin memberikan pemaparan akan suatu isu yang digulirkan. Dibalik keseruan perdebatan, ada salah satu isu yang viral di media sosial tentang tuduhan terhadap Capres nomor urut 01, Joko Widodo yang memakai alat two way talking yakni earpiece. Dalam artian Jokowi dibantu oleh salah seseorang dalam membantu jawaban saat debat.

“Kami membaca dan mengikuti viral di medsos ada tuduhan kepada Pak Jokowi menggunakan semacam pulpen yang dipencet-pencet, padahal nggak ada kertas. Terus ada foto Pak Jokowi memencet-mencet kupingnya. Jadi seolah Pak Jokowi pakai earphone. Kaya pakai alat two way talking,” kata Jubir BPN Andre Rosiade dilansir dari Detik.

Terkait isu hangat ini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) meminta Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk segera memberi penjelasan soal isu tersebut. Karena BPN tak ingin isu dan segala hal bentuk fitnah ini berkembang menjadi liar. Alasan BPN untuk menyegerakan tim TKN memberikan klarifikasi karena tak ingin menari di atas penderitaan orang lain.

Sebelum ini jadi isu bola liar segera klarifikasilah Bawaslu, KPU dan TKN, karena kami ingin ini tak menjadi fitnah. Kami tidak ingin menaris di atas penderitaan orang.Kami tidak ingin menari di atas isu ini. Biar ini nggak jadi fitnah,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top