Kisah

Dia Yang Pernah Mengalahkan Ronaldo Dan Messi, Kini Resmi Mengundurkan Diri

Dengan permainananya yang elegan dan kemampuan mendribble bola secara halus. Membuat pemain yang berparas tampan ini cukup dikenal banyak orang. Kelihaiannya dalam mengolah si kulit bundar sering kali menjadi ancaman bagi tim lawan.

Dia lah Ricardo Kaka, seorang pesepakbola asal Brazil yang baru saja mengumumkan resmi pensiun dari dunia yang membuat dirinya terkenal. Sepakbola merupakan hal yang melekat dengan dirinya. Dengan segala kerendahan hati dan sikap religiusnya. Ia mampu mengambil hati banyak penggemar selain karena pemainan cantiknya di lapangan hijau.

Kaka pensiun di umur 35 tahun. Merupakan usia yang tidak begitu muda lagi Bung, apalagi untuk urusan olahraga yang acap kali mengadu kekuatan dan otak selama 2×45 menit. Sebagai pemain yang pernah menyicipi manisnya di sepakbola dengan berbagai piala. Saya rasa Kaka adalah sosok yang patut kita contoh dan kagumi. Bukan begitu bung?

Sebelum Cristiano Ronaldo Dan Lionel Messi Saling Berebutan Ballon d’Or, Kaka Adalah Orang yang Berhasil Menengahi Persaingan Mereka

Sumber:Facebook.com/kakak

Bung sudah bosan dengan hegemoni Ronaldo dan Messi di dunia sepakbola selama beberapa tahun belakangan? Yup, penghargaan Ballon D’or memang hanya milik kedua pemain itu sepuluh tahun ke belakang. Dan melihat dari usia serta Skill mereka yang belum menurun, nampaknya sekian tahun ke depan masih akan jadi milik Messi dan Ronaldo. 

Nah, sebelum dominasi mereka mencuat seperti sekarang. Kaka adalah orang terakhr yang memboyong piala pemain terbaik di benua biru. Tepatnya di tahun 2007. Kala itu ia diapit oleh Ronaldo dan Messi. Penampilannya di tahun tersebut memang baik dbanding Ronaldo dan Messi. Lihat saja lemari trophy AC Milan mulai dari piala Liga Champions, UEFA Super Cup sama FIFA Club World Cup. Itu semua berkat dirinya

Mungkin Pesepakbola Lain Bisa Hidup Glamor Dengan Kekayaanya, Sedangkan Kaka Lebih Memilih Dekat Kepada-Nya

Sumber:Facebook.com/kakak

Kehidupan itu memang harus dekat dengan sang pencipta bung, karena rasa yang paling dilupakan manusia adalah rasa bersyukur kepada penciptanya. Kaka memang terkenal dengan pribadi yang religius. Kalian pernah melihat selebrasi mengangkat kedua tangan sambil jari telunjuk di udara? atau melihat pemain membuka jerseynya dan memperlihatkan kaos bertuliskan “I Belong To Jesus” ? itu adalah Ricardo Kaka bung.

Dibalik gemerlap dunia para pemain sepakbola yang melekat dengan glamoritas dan wanita. Kaka malah menghindar dari itu semua. Seseorang sempat mempertanyakan dirinya mengapa ia masih membutuhkan Yesus padahal dia sudah bergelimang harta dan tenar. Ia pun punya jawaban sederhana.

“Saya membutuhkan Yesus setiap hari dalam hidup saya. Firman-Nya, Alkitab, mengatakan bahwa tanpa Dia(Yesus), saya tidak dapat melakukan apapun,” ujar Kaka ketika itu

Cedera Tak Membuatnya Menjadi Orang yang Lemah Meskipun Kondisi ini Membuatnya Putus Asa

Sumber: Facebook.com/kakak

Cedera adalah momok yang bakal merenggut karir bagi setiap atlit olahraga. kalau cedera mulai menghampiri dan tak kunjung terobati, lebih baik cari pekerjaan pengganti. Dengan mobilitas permainan yang begitu tinggi dan intensitas jadwal pertandingan yang padat. Wajar saja kalau pemain bisa mengalami cidera.

Dengan segala kesuksesan yang direngkuh, pada tahun 2009 membuat Real Madrid kepincut mendatangkan dirinya untuk disandingkan dengan mega bintang lainya, Cristiano Ronaldo. Tapi cedera lutut yang menggrogoti membuat penampilan Kaka mulai melempem, tak bergairan dan kurang impresif. Sehingga berkarir di tim sekelas Madrid selama 4 tahun tidak begitu mendongkrak perfomanya, sampai pada akhirnya ia pindah ke mantan timnya, AC Milan, untuk status bebas transfer.

Dokter yang menangani dirinya pun sempat berbicara, seandainya Kaka tidak mengalami cidera lutut mungkin ia masih bisa mendominasi perebutan Ballon d’Or untuk 3 atau 4 tahun lagi.

Masa Kecilnya Hampir Merenggut Mimpinya, Tapi Tuhan Berkata Lain Dengan Skenario Hidupnya

Sebagai pribadi yang religius, kepercayaan kepada Tuhan sangatlah besar. Ini adalah salah satu contoh yang harus kita ambil dari pemain ini bung. Pasalnya, Kaka bisa saja tidak jadi pemain bola dan hanya duduk di kursi roda sambil mendengarkan khotbah di gereja. Kenapa? karena ketika kecil ia hampir lumpuh akibat kecelakaan aneh saat ia melompat ke kolam renang. Mengalami kecelakaan tulang belakang hampir saja membuatnya lumpuh.

Tidak hanya kecelakaan pada saat ia melompat ke kolam renang saja. Di tahun 2000 dan di usianya yang memasuki 15 tahun. Ia tampil sangat apik di akademi Sau Paulo, namun karena tubuhnya yang kecil membuat dirinya gampang terkena cidera. Sehingga dokternya menyarankan ia mengikut program nutrisi untuk membantu kekuatan fisiknya.

Dua kejadian itulah yang membuat pandangan Kaka berubah terhadap dunia, dan ia menjadi pribadi yang taat kepada agama.

Dihormati Tiga Klub yang Berbeda Merupakan Tanda Dia Disegani

Sumber : Facebook/Kaka

Pada tanggal 17 Desember 2017, ia resmi mengumumkan bahwa ia akan pensiun dari dunia sepakbola lewat unggahanya di twitter. Ucapan terima kasih dari fans dan dukungan penuh terus diberikan kepada pemain yang berusia 35 tahun ini.

Mantan klub yang pernah mendapat jasanya mengucapkan terima kasih seperti AC Milan, Sau Paulo dan Orlando City. Seperti Sau Paulo, ia mengucapkan “Saat seorang legenda berhenti bermain. Mereka tak benar-benar pensiun tapi mereka akan selalu tertulis dalam sejarah,” lewat sosial media resminya.

Seorang legenda memang tak akan terlupakan jasanya, dengan kehidupan yang religius dan sempat bertarung pesat melawan cedera lutut membuat Kaka tetap bangkit dan tidak menyerah. Meskipun karirnya meredup dari pemain bintang serba bisa sampai jadi pemain malang yang biasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang

Laki-laki memang memiliki hobi yang berbeda-beda. Tapi terjun ke alam bebas, berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi, rasanya sudah menjadi pelarian bagi setiap laki-laki. Traveling kerap menjadi pilihan yang dilakukan untuk merehatkan pikiran Bung. Terlebih lagi, udara di kota yang penuh polusi dan rutinitas setiap pekannya menambah tingkat stres. Sedangkan alam selalu memberikan kesegaran bagi raga dan pikiran.

Meski begitu, keharusan merogoh kocek dalam untuk berpergian bisa menjadi salah satu alasan mengapa laki-laki kadang enggan berpergian. Jangan terlalu perhitungan Bung! Menurut Roger Dow, seorang presiden dan CEO dari asosiasi travel di Amerika Serikat menyebutkan, banyak manfaat yang didapat dari traveling, seperti menghilangkan stres, dan juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Menurutnya itulah mengapa traveling penting dilakukan, seperti yang ditulis oleh Roger dalam buku bertajuk “Travel Effect: A Call To Lead, a Means to Do So”.

Selain manfaatnya yang kaya, traveling acap dilakukan laki-laki untuk memacu adrenalin. Karena adrenalin dapat memacu parameter fisik tubuh. Selain itu, memacu adrenalin dapat memfasilitasi berbagai keadaan darurat untuk segera bertindak atau cepat tanggap.

Ketika Melayang Di Atas Awan, Terasa Semua Beban Lepas Dan Terlupakan

Siapa yang tidak mau melayang di alam bebas, melihat pemandangan luas tanpa ada batas. Kalau Bung ingin memacu adrenalin, cobalah melakukan beberapa model olahraga yang dilakukan dengan cara terjun bebas. Seperti terjun payung atau pun paralayang. Menikmati sensasi pertama kali melayang dengan bermodalkan parasut di badan.

Melakukan kedua hal tersebut dapat memberikan sensasi yang berbeda. Bayangkan saja bila jemari kaki tak lagi berpijak, melayang di ketinggian dan leluasa melihat keindahan alam sejauh cakrawala. Pengalaman baru seperti itu pasti juga bagus untuk fisik dan juga pikiran, terlebih bagi Bung yang terlalu banyak mengurusi pekerjaan.

Menjelajahi Pegunungan Yang Menjadi Tempat Perenungan

Aktivitas berkemah di gunung atau pun hiking, juga sangat asyik untuk dilakukan. Kegiatan ini sangat melelahkan karena bakal menguras fisik untuk menempuh jarak berjam-jam, di mana langkah kaki tak lagi normal karena jalur setiap pendakian kerap menyiksa paha. Tapi rasa lelah tersebut akan terbayarkan dengan pemandangan indah Bung. Apa lagi dikala matahari pagi mengintip kecil, pikiran pun mulai bersiap untuk kontemplasi diri.

Selain menompa fisik dengan berjalan kaki, otomatis kinerja jantung dan paru-paru akan termaksimalkan. Kegiatan berkemah juga mampu merehatkan pikiran Bung. Terlebih lagi jika dilakukan bersama kawan, tentu bisa menambah erat hubungan persahabatan, dimana keluh kesah setiap pekan menjadi bahan banyolan.

Mengukur Keseimbangan Dengan Sebuah Tantangan, Panjat Tebing Tak Mudah Untuk Dimainkan

Ingin melatih keseimbangan sekaligus memaksimalkan kinerja otak? Wall climbing menjadi salah satu opsi ketika Bung memiliki waktu senggang. Olahraga ini memang belum begitu populer, namun bagi Bung yang ingin melatih keseimbangan terutama dalam cengkraman tangan, panjat tebing sangat menarik untuk dilakukan. Tantangannya pun mulai terasa saat tangan mencari tempat untuk mencengkram. Kalau Bung ingin memacu adrenalin, fisik dan kinerja otak secara bersamaan, panjat tebing adalah pilihan tepat.

Rasa Takut Perlu Dilawan Asalkan Ada Pelampiasan

Bagi Bung yang memiliki fobia ketinggian pasti tidak mau untuk mencoba olahraga yang satu ini. Tapi kalau Bung penasaran akan sensasinya, coba pikirkan dua kali atau pun konsultasikan dengan ahlinya. Bungee jumping, olahraga yang pertama kali populer di Inggris, sangat memacu adrenalin. Karena Bung melompat dari ketinggan dengan kaki terikat oleh alat pengaman.

Biasanya bungee jumping dilakukan di jembatan atau di atas gedung. Dengan perhitungan yang matang jika hal ini pasti aman untuk dilakukan. Cobalah Bung melawan rasa takut akan ketinggian dengan mencoba sensasi dari bungee jumping. Karena melawan rasa takut lebih baik dari pada hidup dengan ketakutan.

Atau Tentang Derasnya Sungai Yang Tak Terbendung, Meskipun Sudah Bung Tahan Dengan Dayung

Mengarungi derasnya sungai, dengan ganasnya aliran yang mengarahkan ke arah bebatuan, membuat rafting begitu menantang. Derasnya arus memang mengerikan, tapi olahraga yang bermodalkan perahu karet dan juga dayung ini bisa diselesaikan dengan kerja sama tim yang matang. Karena setiap orang harus membantu menopang perahu karet tersebut agar tidak terjungkal ke dalam sungai.

Kerjasama dan koordinasi setiap orang bakal membantu meringankan beban olahraga yang terkenal ekstrim ini. Terlebih lagi derasnya aliran sungai terkadang tak menentu. Bukannya bermaksud menantang alam, tapi hanya ingin sedikit bersenang-senang. Olahraga yang dilakukan di alam bebas ini, memang terkenal berbahaya karena selain aliran sungai yang deras, besarnya bebatuan yang menghadang membuat rafting terasa menantang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Duduk Tanpa Etika di GBK

Bukan karena prestasi, tapi megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang patut membuat bangga. Bersolek dalam rangka menyambut Asian Game 2018, yang akan di gelar di Jakarta dan Palembang, GBK hadir dengan wajah baru bertaraf Internasional.

Diresmikan bertepatan dengan uji coba laga persahabatan antaran timnas Indonesia dengan timnas Islandia, kemarin Minggu, 14 Januari 2017. Gelora Bung Karno kini mampu menampung 80 ribu penonton dengan fasilitas kursi yang sudah jauh lebih baik.

Namun seusai pertandingan berlangsung, ada hal lain yang justru membuat kita masih bingung. Ya, bingung perihal sikap dari kawan suporter lain yang masih saja kampungan. Bagaimana tidak, selama pertandingan berlangsung beberapa orang yang tertangkap kamera mengangkat kaki dengan santainya.

Ulah Tanpa Etika, Janganlah Bung Bawa Kemana-mana, Apa Lagi Untuk Menonton Bola

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Duduk serampangan bukanlah sesuatu yang baru, tapi kalau Bung sedang duduk di warung kopi. Tapi masalahnya, GBK adalah stadion bola, bukan warung kopi langganan yang bisa duduk sembarangan.

Beberapa kawan berujar ini mungkin masih wajar, tak perlu dibesar-besarkan. Tapi Bung perlu menjaga aturan. Wajah baru dari GBK ini haruslah diimbangi dengan manusia yang mengisinya, apa tak malu stadionnya sudah mewah tapi kelakuan penontonya masih saja tak berubah?

Kami rasa Bung paham, dari banyaknya foto-foto yang beredar di sosial media dua hari terakhir. Posisi duduk mereka memang cukup memprihatikan. Mulai dari berdiri menginjak badan kursi, hingga duduk di ujung sandaran. Tak heran jika selepas laga minggu kemarin, ada beberapa kursi yang akhirnya rusak.

Tak Bisa Dibendung, Kalau Bung Masih Saja Ngeyel Siap-siap Dibuat Malu

Benar memang, semakin besar stadion tentu semakin besar pula tanggung jawab pengelolanya. Hal itu pulalah yang mungkin sedang jadi tantangan bagi pihak penanggung jawab GBK. Sebab meski sudah ada larangan di sana-sini yang jadi peringatan, para penonton masih saja tak mengindahkannya.

Dan jika masih saja tak jera, saat ini tim pengelola memiliki trik jitu yang akan sedikit membantu untuk mengatasinya. Bung perlu tahu, sekarang GBK sudah dilengkapi fasilitas yang mumpuni, ada sekitar 250 CCTV yang telah terpasang di setiap sisi penjuru stadion. Dengan kamera yang memiliki resolusi hingga 7K, muka Bung akan dipajang di layar utama sebelum dan saat jeda pertandingan berlangsung jika masih saja bersikap tanpa aturan.

Sebab Sikap Bung Jadi Jati Diri Negara, Tak Bosan Dicap Sebagai Suporter Sampah?

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Beberapa tahun lalu, pendukung timnas gencar menyuarakan peningkatan fasilitas stadion. Anehnya ketika fasilitasnya sudah berubah menjadi seperti yang diinginkan, ada suporter yang masih saja bersikap tak semestinya.

Kami tak perlu beberkan satu per satu, kiprah buruk yang menjadi sebab akibat dari rusuhnya penonton sepak bola di negara ini. Lalu mau sampai kapan kita tak berubah? Dan tak hanya berlaku pada wajah dari foto-foto yang kini telah tersebar, pertanyaan ini juga ditujukan untuk setiap Bung yang sedang membaca.

Kami rasa duduk tenang menonton laga tidak susah, kalaupun memang ingin berekspresi cukup berdiri. Tak perlu sampai menginjak kursi.

Karena Pemerintah Sudah Berupaya, Saatnya Kita Menjaga

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Pemerintah sudah menunjukkan upaya dan perhatiannya, dengan merubah tampilan GBK jauh lebih baik dari sebelumnya. Jika Bung masih belum tahu, biaya dari total keseluruhan pembangunan ini menghabiskan dana 700 miliar rupiah. Nilai yang cukup seimbang dengan fasilitas yang kini bisa Bung rasakan.

Dan tak hanya boleh turut berbangga, harusnya sebagai warna negara yang juga jadi suporter, kita juga wajib untuk menjaga. Dan sejumlah kerusakan yang kini marak beredar dimedia sosial, jadi bukti bahwa tak semua penonton di liga kemarin sudah memahami arti kata menjaga yang sesungguhnya.

Laga Pertama Kemarin Timnas Memang Tak Menang, Tapi Cobalah Jadi Penonton yang Tenang

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Mewahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang bukanlah sebuah jaminan untuk timnas menang. Sebab pada laga pembuka dengan Islandia minggu kemarin, timnas kita kalah telak dengan skor 1-4. Tiga gol yang dicetak Albert Gudmundsson dan satu gol dari Arnor Smarason, berhasil membawa Islandia memenangkan pertandingan.

Tak boleh patah arang, sebagai suporter yang baik teruslah mendukung dan menonton dengan tenang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Terperosok Sang Raja Eropa, Menjadikan Zidane Sedang Diambang Neraka

Entah apa yang terjadi dengan Real Madrid di musim ini, setelah pada pertandingan kemarin meraih imbang dua kali dengan skor yang sama, yakni 2-2 kala menjamu Celta Vigo di partai lanjutan La Liga, kemudian saat menjamu Numancia di leg kedua Copa Del Rey, yang merupakan penghuni kasta kedua Liga Spanyol. Meskipun lolos ke babak selanjutnya, tetap saja torehan dua pertandingan tersebut bukan menjadi catatan baik bagi skuad Zinedine Zidane.

Skuad Madrid musim ini memang menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan. Madridista pun juga turut mengecam dengan raihan musim ini. Terlebih lagi ketika dibantai habis 0-3 oleh Barcelona, pada El Clasico jilid pertama. Tak pelak seruan untuk menggantikan Zidane pun menggaung. Tapi tidak bagi Thiery Henry, mantan striker Barcelona. Baginya, Zidane telah melakukan tugasnya dengan baik lewat keberhasilannya memberi banyak gelar.

Memang itu kenyataan Bung, dari dua tahun kepemimpinanya, delapan gelar sudah diberikan untuk publik Santiago Bernabeu. Namun, merosotnya penampilan Madrid musim ini membuat publik was-was, terlebih lagi di klasemen La Liga hanya mampu bertengger di peringkat 4. Nama-nama calon pengganti Zidane pun sudah dibeberkan seperti Carlo Ancelotti, Roberto Mancini, Laurent Blanc dan Fabio Capello. Masih diisi skuad yang tak jauh berbeda dari musim lalu, apa yang membuat Madrid terjatuh?

Nampaknya Ingin Memaksimalkan Darah Muda Selagi Potensi Masih Ada

Sumber : ESPN.com

Mungkin ini salah satu alasannya kenapa Madrid belum cukup stabil. Karena pelatih yang permainannya dulu pernah mengantarkan Madrid memboyong Liga Champions di tahun 2001 ini, giat mengembangkan pemain muda yang dimiliki Real Madrid. Nama-nama seperti Dani Ceballos, Borja Mayoral, Lucas Vazquez kerap menjadi starter dan juga pelapis.

Hal ini membuat Madrid masih fluktuatif dari segi penampilan. Dibanding dua tahun lalu segi kedalaman skuad Madrid bisa dibilang cukup mumpuni. Seperti Alvaro Morata, Pepe, James Rodriguez menjadi pelapis dari Karim Benzema, Cristiano Ronaldo dan Juga Isco Alcaron. Hal tersebut menandakan bahwa pemain utama dan pelapis memiliki kualitas yang sama dibanding sekarang.

Real Madrid Memang Sedang Irit, Apa Malah Pelit?

Sumber : ESPN.com

Real Madrid pada era Los Galaticos jilid II belanja pemain besar-besaran seperti mendatangkan Angel Di Maria, Ricardo Kaka, Cristiano Ronaldo, James Rodriguez, Xabi Alonso dan Karim Benzema. Dengan belanja pemain top-top tersebut membuat Madrid menjadi tim yang ditakutkan.  Adapun di era sekarang, Madrid lebih irit dalam belanja pemain.

Sedangkan pembelanjaan musim ini hanya mendatangkan pemain muda yang lebih banyak mengisi waktu di bangku cadangan dibanding di lapangan. Dani Ceballos adalah contoh pemain yang jarang sekali diturunkan, bahkan sempat tersiar kabar pernah adu mulut dengan Zidane di ruang ganti karena minimnya durasi bertanding.

Taktik Tidak Begitu Berjalan Seperti Musim Lalu

Sumber : ESPN.com

Untuk segi taktik di musim ini nampaknya tidak begitu produktif bagi Real Madrid, dibanding Barcelona yang sudah menjebloskan bola ke gawang lawan sebanyak 48, bandingkan dengan Real Madrid yang hanya 32. Jelas kalah kan Bung? Hal ini mungkin bisa dimaklumi, apa lagi Gareth Bale baru sembuh dari masa cideranya.

Adapun pola serangan yang dibangun Madrid secara strategi sangat monoton. Entah dari serangan sayap atau dari lini tengah. Karena sering kali tidak membuahkan hasil. Seperti pada laga melawan Barcelona contohnya, serangan Real Madrid hanya sampai di tengah lapangan saja. Karena berhasil dipatahkan oleh Sergio Busquets dan Ivan Rakitic. Bahkan hanya 10 serangan yang berhasil sampai berada di kotak penalti Ter Stegen.

Lihatlah Barcelona, Sebagai Rival Yang Punya La Masia Tetap Masih Belanja

Sumber : ESPN.com

Barcelona baru saja merampungkan proses transfer Coutinho dari Liverpool. Bayangkan saja, lini tengah Blaugrana telah diisi Andres Iniesta, Arda Turan, Andre Gomes, Denis Suarez, Paulinho, Sergio Roberto, Andre Gomes, dan Rafinha. Bisa dibayangkan bukan kedalaman skuadnya? Terutama di lini tengah, merupakan lini yang krusial untuk membangun pola serangan.

Sedangkan Real Madrid belum juga bergetar ketika melihat pembelanjaan ini. Karena sampai di jendela transfer musim dingin ini, belum ada satu pemain yang dikaitkan merapat ke Madrid. Padahal banyak pemain top yang bisa diboyong, seperti Eden Hazard, Harry Kane atau Paulo Dybala dapat menjadi opsi untuk pembelian separuh musim.

Apakah Ini Semua Salah Zidane Bung?

Sumber : ESPN.com

Lantas apakah kemorosotan penampilan ini menjadi salah Zidane? Kalau Bung beranggapan iya ataupun tidak, ya sah-sah saja. Karena banyak faktor yang membuat Madrid kurang bergairah di musim ini. Mungkin ini bisa dikaitkan dengan jadwal full yang dilakoni Madrid seperti bertarung di La Liga, Copa Del Ray, Liga Champions, Supecopa Espana, UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup selama dua tahun. Bisa jadi, hal ini yang menjadi alasan para pemain kelelahan.

Selain itu, taktik yang dijalankan Madrid selama dua tahun mungkin sudah dapat dibaca oleh tim lawan. Dan Madrid harus bisa merevolusi taktik dan juga strategi dengan memanfaatkan pemain yang dimiliki. Kalau boleh berkaca lagi-lagi dari El Clasico, peran Kovacic selama diturunkan sangat tidak membantu serangan, alhasil ia hanya sibuk membantu pertahanan, bukan serangan. Karena tidak ada kreasi nan kreatif yang bisa disuguhkan olehnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top