Kisah

Deretan Jago Gocek Si Kulit Bundar yang Tak Disangka Memilih Islam Sebagai Keyakinannya

Sepak bola menjadi bidang olahraga terpopuler yang diminati banyak orang, persona setiap pemainnya pun menarik untuk disimak. Bahan perbicangan terkadang tidak hanya sebatas kehebatan, sang pemain bernaung di mana, atau berapa torehan gol dan umpan matangnya saja. Tetapi meliputi kehidupan pribadi seperti agama.

Agama memang menjadi hal yang sensitif untuk sebagian orang. Ada yang tidak begitu memperlihatkan betapa religiusnya dia di depan semua orang, ada pula yang ingin menampilkan. Tidak ada yang salah dari keduanya dan sah-sah saja. Namun, bisa saja akan jadi menarik bagi Bung yang sebelumnya tidak mengetahui kalau ternyata sang pemain beragama Islam, yang mana sangat jarang di kawasan Eropa. Berikut beberapa pemain yang tak disangka-sangka beragama Islam.

Mantan Juru Gedor Handal Asal Togo yang Pernah Perkuat Tim Besar Liga Inggris

Emmanuel Adebayor memutuskan untuk menjadi seorang muslim di tahun 2015. Pemain yang pernah perkuat klub-klub beken macam Manchester City, Arsenal, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur memang sangat bertaji di lini depan. Postur badannya yang tinggi sekaligus memiliki kelincahan membuat striker yang satu ini kerap mendapatkan posisi matang di setiap klub yang dibelanya. Terkait keislamannya, ternyata dapat ditemukan lewat video di mana Adebayor resmi membaca syahadat yang menjadi syarat utama jika seseorang ingin masuk Islam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Saat Zidane Hengkang, Beberapa Pemain yang Merasa Kehilangan Sepertinya Akan Hilang dari Madrid pada Musim Depan

Kepergian Zidane memang sangat mencengangkan. Dibalik kesuksesan yang diraihnya, ia memilih mundur dan menjalankan semuanya seperti biasa. Real Madrid justru kelimpungan lantaran tak ada pelatih di dalam sejarahnya yang berhasil memberikan 9 trophy dalam kurun waktu 2,5 tahun. Apalagi mendapatkan trophy liga champions sebanyak tiga kali berturut-turut sejak kompetisi terbaik sejagad klub Eropa ini berganti format menjadi seperti sekarang.

Kepergian Zidane memang mengundang banyak tanya dan cerita dari beberapa orang. Karena tidak ada pelatih sekaliber dia yang mampu beradaptasi begitu cepatnya, apalagi tidak ada pengalaman menukangi klub lain hanya Real Madrid saja. Zidane pun nampaknya menjadi salah satu sosok yang dirindukan di ruang ganti bagi para pemainnya. Atau bisa juga para pemain yang mengikuti jejaknya untuk pergi mencari petualangan baru atau pengalaman baru di klub. Kira-kira kalau memang ada, siapa yang bakal hengkang ya bung?

Sang Penjaga Gawang yang Dipercayakan Di Tiga Musim Belakangan

Tim bertabur bintang macam Real Madrid katanya aneh apabila tidak diisi oleh pemain-pemain berlabel kelas dunia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Keylor Navas, karena dalam beberapa musim kebalakang Madrid memang ngotot untuk mendatangkan David De Gea dari Manchester United, sayang itu semua tidak terjadi karena ada beberapa kendala. Padahal kalau melihat performa Keylor Navas juga tidak begitu mengecewakan. Tak Salah kalau Zidane selalu membela dan mempercayai jala Madrid kepada dirinya. Apabila Zidane pergi, kemungkinan sosok yang membela dirinya sudah tidak ada. Mungkin ia bisa hengkang mengitu jejak sang pelatihnya.

Kesulitan Mendapatkan Kesempatan Bermain, Karena Lini Tengah Madrid Sangatlah Ketat Untuk Dijadikan Persaingan

Mateo Kovacic bukanlah pemain kacangan, saat membela Inter Milan dirinya sering membuktikan kelasnya kalau ia merupakan pemain yang berposisi gelandang dengan skill dan tehnik matang. Tetapi saat di Madrid itu semua urung diperlihatkan lantaran jajaran pemain yang berada di pos tersebut bisa dibilang sangat berpengalaman dan jauh lebih dipercayakan. Isco Alcaron, Toni Kroos, Luka Modric adalah tiga nama yang mungkin sulit untuk digeser. Modrid memang sudah tidak lagi muda yakni berusia 32 tahun tapi di setiap performanya ia tidak pernah mengalami penurunan jadi sulit untuk Kovacic mendapatkan kesempatan. Mungkin ia pun bisa mengambil opsi hengkang sebagai pilihan yang tepat. Selama bersama Zidane ia hanya tampil delapan kali di Liga Champions. Kedatangan pelatih baru belum tentu angin segar baginya alangkah baiknya ia pergi dari tim ibukota Spanyol itu saja.

Talenta yang Terus Berkembang dan Skillnya Tak Pernah Diam

Masuk skuat Spanyol untuk Piala Dunia 2018 nanti sangat wajar bagi Marco Asensio. Pemain ini semakin menunjukan kelasnya apalagi di usianya yang masih muda yakni 22 tahun. Zinedine Zidane adalah sosok yang melihat perkembangannya dari tahun ke tahun. Selama dipegang Zidane, Asensio pun selalu dipercayakan untuk turun di lapangan dan menjelma menjadi bintang baru di Real Madrid. Tetapi kepergian Zidane dapat mengancam dirinya. Apalagi ada gosip kalau dirinya diminati salah satu raksasa Liga Inggris yakni Chelsea.

Sempat Berseteru Tetapi Hubunganya Kian Padu

Beberapa kali hubungan antara Zidane dan Isco kian memanas, terutama soal menit bermain yang dimiliki oleh sang gelandang ini. Tetapi itu semua kian berbeda cerita saat pelatih berkepala pelontos itu lebih mempercayakan dirinya dari pada Gareth Bale, apalagi dalam pertandingan besar. Isco bisa saja tidak mendapatkan kesempatan itu dengan pelatih baru di Madrid. Tetapi sejumlah klub di Inggris sudah banyak yang kepincut dengan permainannya. Sebut saja Manchester City, Chelsea dan Liverpool.

Mega Bintang yang Sudah Menginsyaratkan Untuk Hengkang

Cristiano Ronaldo, Real Madrid

Isyaratnya bakal hengkang sudah diberikan saat diwawancari setelah memenangi trophy ke-13 Liga Champions bagi Real Madrid, dan ke-5 bagi dirinya sendiri. Mungkin setelah Zidane hengkang dari Madrid itu semua menjadi keputusan yang tepat diambil oleh sang mega bintang. Zidane pun pelatih yang bisa meredam egonya untuk selalu berada di lapangan. Selain itu Zidane merupakan sosok pelatih yang selalu mendukungnya meskipun di awal musim mengalami kesulitan. Mungkin juga Ronaldo ingin mencari pelabuhan baru untuk menemui petualangan baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Melirik Jerman Sebagai Jawara Piala Dunia Empat Tahun Silam, Terdapat Nama Tak Diduga di Dalamnya

Sukses mengandaskan Argentina di final empat tahun silam lewat gol tunggal Mario Gotze yang dicetak di babak tambahan, membuat Jerman tampil sebagai pemenang di ajang sepakbola terbaik antar negara di dunia tersebut. Skuad yang matang dengan racikan strategi yang maut diperlihatkan Jerman di ajang tersebut, jadi publik pun tak heran atas kemenangan Jerman yang seperti sudah dipastikan sebelum peluit pertandingan final dibunyikan.

Pemain-pemain berkelas asal Jerman pun memiliki andil besar. Bukan hanya Mario Gotze saja, masih ada Mesut Ozil, Manuel Neuer, Miroslav Klose, Thommas Mueller, dan Sebastian Schweinsteiger yang diyakini membuat Jerman kuat pada saat itu. Namun, dibalik nama, pamor, dan skill mentereng yang mejeng di skuad Jerman, ternyata ada beberapa nama yang tidak beken tetapi tergabung dalam skuad Joachim Loew saat itu. Apakah Bung tahu siapa saja?

Bek Muda Asal Borussia Dortmund

Di tahun tersebut ada punggawa asal Borussia Dortmund yang menjanjikan kala usianya masih terbilang muda. Banyak yang tak percaya dengan Erik Durm ketika masuk ke dalam 23 pemain yang diboyong ke Brazil saat itu. Apalagi ia hanya mengoleksi satu caps internasionalnya.

Meskipun tergabung dalam skuad yang berhasil juara Piala Dunia, namun ia sama sekali tidak diturunkan oleh pelatih Joachim Loew. Pemain lain yang sekiranya lebih banyak pengalaman diberikan kepercayaan untuk bertarung di lapangan. Sampai-sampai untuk posisi bek kiri yang mana menjadi pos dari Durm, tidak diberikan kepadanya. Justru Benedikt Howedes yang notabene bek tengah lebih diberikan kepercayaan.

Pemain Tangguh yang Digadang-gadang Menjadi Bintang Tetapi Malah Terbuang

Satu lagi dari Borussia Dortmund selain Erik Durm, yakni Kevin Grosskreutz. Ia dapat menjadi bek kanan ataupun sayap kanan, selama pos yang mainkan di sisi kanan pasti ia dapat melakukannya. Nasibnya pun tak jauh berbeda dengan Durn, sebab ia tidak dimainkan sama sekali di Piala Dunia 2014. Apalagi Philipp Lahm dan Shkodran Mustafi menunjukkan permainan yang sangat mengesankan. Setelah Piala Dunia 2014, performa Grosskreutz menurun ia pun berpindah ke Galatasaray namun tiba-tiba ia membatalkan kontrak. Sekarang ia tergabung dengan SV Darmstadt dan berharap dapat kembali mengembalikan tajinya.

Sebelum Laga Final, Pemain Ini Hanya Bermain Dalam Durasi 12 Menit Saja di Lapangan

Christoph Kramer adalah sosok pemain yang dipercaya tampil di final guna menggantikan Sami Khedira. Lantaran pemain yang memperkuat Juventus itu mengalami cidera saat pemanasan. Akhirnya, Kramer pun masuk guna menggantikan dirinya, padahal sebelum final ia hanya tampil di satu pertandingan itupun dalam jangka waktu 12 menit.

Naas terjadi kepadanya, ditengah pertandingan ia mengalami gegar otak ringan saat berbenturan dengan bek Argentina, Ezequiel Garay. Gelandang itu pun mengalami amnesia dan harus ditarik keluar. Setelah pertandingan, dia berkata, “Saya tidak tahu apa-apa tentang babak pertama. Di kepala saya, pertandingan dimulai dari babak kedua. Ah, untungnya semua berakhir dengan bagus.”

Pelapis Manuel Neuer yang Jelas Saja Tak Dapat Kepercayaan di Bawah Mistar Gawang

Sudah diketahui oleh banyak kalangan selama pagelaran Piala Dunia 2014 berjalan, nama Manuel Neuer tidak tergantikan di Jerman. Hal ini pun dipercayai dan diketahui oleh sang pemain pelapis Ron-Robert-Zieler. Zieler sendiri adalah pemain Hannover 96 pada saat itu dan memang tampil sangat mengesankan.

2 tahun berselang ia mencoba peruntungan dengan pindah ke Leicester. Tetapi atmosfer Inggris tidak akrab dengannya dan membuat ia kembali ke Jerman dengan memperkuat Vfb Stuttgart.  Di tahun ini namanya tidak berada di 23 pemain yang diboyong ke Rusia karena ada Marc-Andre ter Stegen dan Kevin Trapp yang jadi pelapisnya.

Pengalaman yang Berharga Membawanya ke Rusia

Dari sekian nama yang disebutkan, hanya Matthias Ginter saja yang kembali dibawa Joachim Loew ke Piala Dunia 2018. Empat tahun lalu ia merupakan pemain yang paling muda namun ia gagal untuk tampil dalam satu pertandingan pun di Brazil.

Tetapi, pengalaman juara dunia tentu saja adalah aroma yang berharga di karirnya. Berposisi sebagai bek tengah ia sudah mengantongi 17 caps untuk Jerman. Ginter baru berusia 24 tahun sekarang, tentu penasaran guna melihat kiprahnya di Piala Dunia 2018.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Kepergiannya Tak Diduga, Mungkinkah Ada Kandidat yang Dapat Menggantikannya?

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top