Sport

Dengan 10 Pemain, Penantian 40 Tahun yang Dinanti Akhirnya Berhasil Dikunci

Timnas Indonesia U-19 tidak berhenti berjuang meski petaka terjadi di menit ke-53 saat menghadapi Uni Emirat Arab, kapten sekaligus pemain belakang Nurhidayat dibuahi sanksi kartu merah. Unggul satu gol di babak pertama di menit ke-23 tentu bukan porsi yang baik untuk bertahan. Lantaran laga terakhir di grup A menjadi penentuan sekaligus penantian,  sejak 1978 ketika timnas Indonesia  U-19 berhasil lolos ke babak 8 besar meskipun akhirnya dikandaskan 0-2 di tangan Korea Utara.

Hingga akhir pertandingan, sebiji gol yang dicptakan Witan Sulaeman ternyata berhasil mengunci perjuangan Indonesia untuk melangkah lebih lanjut ke babak 8 besar Piala Asia U-19 dengan posisi sebagai runner-up grup A. Lawan berat Jepang sudah menunggu di depan yang sudah dipastikan keluar sebagai juara grup B. Perjuangan Indra Sjafri pun tak berhenti sampai di sini, karena empat negara yang berhasil lolos ke babak semi-final dipastikan mewakili Asia di Piala Dunia U-20 di Polandia di tahun depan. Tentu hal ini akan dimaksimalkan pelatih yang berbakat menangani pemain muda tersebut.

Terkait kartu merah Nurhidayat, ia pun tak menganggap itu sebagai kesalahan. Seperti kita tahu bahwa blunder yang dilakukan sang kapten saat berhadapan dengan Qatar membuat netizen geram

Kepastian itu diraih setelah pasukan Indra Sjafri menang 1-0 atas Uni Emirat Arab pada edisi 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (24/10/2018). Gol tunggal kemenangan timnas Indonesia U-19 dicetak Witan Sulaeman pada menit ke-23.

Mohon maaf, tidak satu pun pemain saya yang salah. Saya ingin menikmati kemenangan ini secara bersama. Mereka sudah berjuang, meski ada kesalahan yang dilakukan yang nanti akan kami perbaiki,” kata Indra saat jumpa pers usai laga.
Evaluasi tetap kami lakukan. Nurhidayat menurut saya tetap pahlawan. Kartu merah itu karena memperjuangkan timnas U-19. Kami akan tetap menggelar evaluasi,” katanya dikutip dari Kompas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Alat Fogging Dipakai Saat Penyerahan Juara Demi Efek Asap Layaknya Turnamen Sepakbola Dunia

Menaiki podium jadi mimpi setiap tim dalam sebuah turnamen. Podium layaknya tempat terindah yang diperjuangkan, apalagi kalau jadi nomor satu. Proses penyerahan tropi jadi momen bangga dan haru. Dalam setiap turnamen besar sepakbola di dunia, biasanya ada efek asap saat penyerahan tropi diiringi confetti. Justru hal unik terjadi di Indonesia lewat unggahan video akun Twitter @adesaktiawan.

Video yang diunggah tersebut memperlihatkan momen unik ketika sebuah turnamen dan proses penyerahan tropi, memberikan efek asap menggunakan alat fogging pembasi nyamuk. Lantas hal ini menjadi bahan pembicaraan. Dalam video tersebut penyerahan tropi diberikan penyelenggara.

Ketika tim dokumentasi mengabadikan momen kemenangan, pantia berikan aba-aba kepada seseorang yang memegang alat fogging untuk memberikan efek asap yang keluar dari belakang panggung. Kejadian unik ini dinyatakan terjadi di daerah Tarakan, Kalimantan Utara.

“Perayaan juara Liga Anti DBD,” tulis @adesaktiawan dalam akunnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ditengah Isu Mafia Bola, Garuda Muda Justru Memberikan Kabar Bahagia Dengan Jadi Juara

Garuda muda kita kembali berjaya! aktor dibalik itu semua lagi-lagi adalah Indra Sjafri bung yang pada 2013 lalu membawa Timnas Indonesia U-19 yang saat itu digawangi Evan Dimas cs menjuarai Piala AFF U-19 2013. Kini ia kembali membawa Indonesia berada di podium tertinggi setelah Indonesia berhasil menekuk Thailand 2-1 di ajang Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

Dalam laga sengit tersebut Indonesia sempat tertinggal terlebih dahulu lewat gol tandukan pemain Thailand. Publik Indonesia yang hadir di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja punt terdiam. Tapi hanya berdurasi satu menit saja bung, setelah Sani Rizky menyamakan kedudukan tepat lewat tendangan dari luar kotak penalti. Sebelum akhirnya Osvaldo Haay mengunci kemenangan dengan gol tandukannya yang jadi penentut gelar juara menjadi miliki Indonesia U-22.

Prestasi ini tentu menjadi pemanis dibalik cerita buruk persepakbolaan Indonesia yang sedang hangatnya isu mafia bola dan pengaturan skor. Menpora, Imam Nahrawi menjanjikan sejumlah bonus yang menggiurkan kepada Timnas Indonesia U-22.

Kami siapkan bonus buat pemain. Kalau hitung total bonus mencapai Rp 2,1 miliar. Pemain belum ada yang tahu soal ini,” terang Imam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Menolak Menjadi Pengikut ‘Setan Merah’ Demi Fokus Menjalani Agama

Mendapat tawaran dari klub macam Manchester United, pasti membuat pemain berpikir dua kali untuk menolak. Lebih besar kemungkinan untuk menerima tawaran dari pada menampik. Baru-baru ini mantan bek Juventus, Mehdi Benatia lebih memilih gabung ke Al-Duhail dari pada mempertajam karirnya di klub raksasa Premier League, Manchester United. Ia mengaku menolak menjadi ‘Setan Merah’ demi fokus menjalankan agama.

Saat menolak tawaran dari Manchester United, banyak kritikan yang hadir dari mulut para ahli olahraga di negara asalnya, Maroko. Benatia sadar kalau dirinya mendapat kepungan kritikan atas keputusannya pindah ke Qatar. Ia memilih Al-Duhail tidak serta merta karena gaji yang tinggi tapi bertujuan untuk hidup dalam nuansa islami yang kental.

“Saya menghadapi kritikan dari kritikus olahraga Maroko setelah pindah ke Doha, tapi saya inign semuanya menghormati pilihan saya. Sebab ini adalah yang terbaik untuk saya beserta keluarga,” tutur Benatia dalam situs resmi Al-Duhail.

“Saya ingin anak-anak tumbuh dalam atmosfer islami, dan saya bisa pindah ke klub Uni Emirat Arab atau Arab Saudi, tapi saya lebih memilih Al Duhail, dan karena ada banyak pemain Maroko yang bermain bersama tim nasional dan juga klub golf,” lanjutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top