Otomotif

Demam Motor Lawas? Merek Asal Indonesia Coba Melepas Dahaga Warga Indonesia

Di saat motor klasik sedang digandrungi para pecinta dan penikmat roda dua, nampaknya ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk merilis Gazgas Gazelo 125. Gazgas sendiri adalah merek buatan dalam negeri yang coba mengembangkan motor lawas ini. Selain motor lawas yang diberni nama Gazelo 125, perusahaan yang bermarkas di Jawa Timur ini juga merakit sekaligus mendistribusikan berbagai jenis motor trail, mini moto, dan special engine.

Gazelo 125 ini serupa nampak mirip dengan Super Cub milik Honda, apabila dilihat dari tampilan desainnya. Adapun motor Honda klasik Super Cub tersebut yang ditaksir bisa mencapai Rp 28 juta sampai Rp 35 juta, tidak sampai ke Indonesia. Mungkin, bagi Bung yang kepincut dengan motor lawas seperti itu bisa menaruh hatinya ke Gazelo 125, demi memajukan produk Indonesia.

Gazelo 125, Tampilan Lawas yang Menggugah Aroma Retro Setiap Pengemudinya

Sebagai motor klasik, tentu sudah dapat dibayangkan bahwa tampilannya otomatis akan terlihat jadul. Di zaman modern seperti sekarang pun, tampilan klasik tak dicap kuno atau pun mengundang keheranan setiap orang. Mulai dari pakaian, bahkan sampai ke kendaraan. Tampilan dari Gazelo 125 sangat klasik, dengan tulang body yang kurus kering dibalut warna merah. Mengingatkan pada motor keluaran Honda yang keluar tahun 1970-an. Tidak hanya warna merah, adapun warna biru muda menjadi salah satu opsi bagi calon pembeli.

Soal Kecepatan, Motor Klasik Biasanya Tak Dapat Berkutik, Tetapi Motor yang Satu Ini Sangat Unik

Motor klasik tidak hanya identik di penampilan, biasanya juga soal kecepatan yang dengan kata lain tak dapat dipertandingkan. Bukan berarti lambat Bung, tetapi motor klasik biasanya tidak memacu kecepatan seperti motor di era sekarang. Contohnya saja Honda Super Cub yang hanya memiliki cc di angka 50 dan 110, tentu saja kecepatannya tak usah dipertanyakan. Gazelo sendiri nampaknya ingin tampil beda, dengan coba mengusung cc lebih besar di angka 125. Mungkin, produsen asal Indonesia paham bahwa kecepatan tetap nomor satu bukan hanya soal penampilan.

Harga Gazelo 125 Lebih Terjangkau Dan Memukau

Seperti yang dibahas di atas, kalau saja Honda Super Cub jadi masuk ke tanah air, harganya bisa mencapai RP 25 juta sampai Rp 35 juta. Tentu saja ada rasa ikhlas tidak ikhlas untuk merogoh kocek lebih dalam demi seekor Super Cub. Dibanding keluaran Jepang, Gazgas jelas lebih murah.  Seperti dilansir dari halaman resminya, motor ini dibanderol dengan harga Rp 14,5 juta off the road untuk wilayah Jawa. Bisa Bung hitung sendiri kan selisihnya?

Memacu Daya Ke Angka Ribuan RPM Dengan Mesin Karburator

Gazelo 125 sudah pasti bukan merupakan motor yang futuristik dengan mesin injeksi, motor ini masih menggunakan karburator sebagai senjata mesinnya yang bernama SOHC. Dengan kualitas karburator empat langkah SOHC, Gazelo mampu melesat dengan daya 7,3 TK pada 8.000 RPM dan torsi maksimun 7 NM pada 6.000 RPM. Untuk spesifikasinya, motor ini mempunyai panjang 1.820 mm, lebar 670 mm, tinggi 1.030 mm, dengan jarak sumbu roda 1.180 mm.

Demam Motor Lawas Memang Lagi Melanda, Bahkan Ada Astrea yang Ditawar Selangit Harganya

Motor lawas nampaknya sedang dilanda momen emasnya beberapa bulan belakangan. Salah satunya hal ini dirasakan oleh Zubastian Rachman, pemilik restorasi Astrea Grand yang harganya dibanderol sampai Rp 80 juta. Tentu saja itu bukan harga yang selayaknya, namun faktor kelangkaan dan sudah jarangnya motor Astrea, berhasil membuat banyak pasang mata khususnya pecinta roda dua ngiler melihatnya.  Tetapi, daripada ngiler melihat Astrea yang harganya tak masuk akal, lebih baik nikmati Gazgas 125 yang jelas memiliki banyak manfaat dengan dampak yang sama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Romano Fenati Gagal Hijrah ke Tim Besar, Setelah Bersikap Mengecewakan di Lintasan

Aksi keras yang ditunjukan Romano Fenati dalam lanjutan balap Moto2 di Sirkuit Marco Simocelli Misano, San Marino, menjadi kekesalan semua pebalap dan pecinta balap. Fenati dengan sengaja menarik tuas rem pebalap Moto2 lainnya, yakni Stefano Manzi dari Forward Racing Team yang membuahkan bendera hitam kepadanya atau didiskualifikasi dari lintasan Moto2 di Misano.

Tanpa perlu dipertanyakan lebih dalam, aksi dari Fenati sangatlah membahayakan pebalap lain. Selanjutnya, seperti dilansir dari situs MotoGP, Steward FIM MotoGP memberikan keputusan untuk menjatuhkan skors kepada Fenati. Hukuman ini hanya berlaku kepada pebalap, tidak berimbas kepada tim.

Ketika balapan terjadi, Fenati dan Manzi memperlihatkan duel sengit sampai-sampai membuat keduanya sempat keluar dari lintasan di tikungan ke-14. Merasa persaingan ini sangat memanas, Fenati pun berniat membalasnya di tikungan ketujuh. Tapi cara Fenati membalas bukan dengan bermanuver lewat tunggangan kuda besi dan melampauinya. Namun ia menarik tuas rem lawan.

Aksinya yang ceroboh dan arogan tersebut membuat Fenati diputus kontraknya dari Marinelli Rivacold Snipers, tim Moto2 yang dibelanya tahun ini. Padahal pebalap berusia 22 tahun ini bakal memiliki karir cemerlang dengan tawaran pindah ke tim MV Agusta, tim yang lebih besar di Moto2.

“Ini adalah hal terburuk dan paling menyedihkan yang pernah saya saksikan dalam balapan motor. Olahragawan sejati tidak akan pernah bertindak seperti ini. Jika saya akan menjadi (promotor MotoGP) Dorna saya akan melarang dia dari balap dunia,” tegas Presiden MV Agusta, Giovanni Castiglioni.

Reaksi keras tidak hanya datang dari presiden MV Agusta, Namun kata-kata itu juga keluar dari Andrea Dovizioso, seorang pebalap dari tim Ducati.

“Saya yakin yang dia lakukan itu sangat buruk, dan bendera hitam adalah pantas,” kata Andrea Dovizioso dari tim Ducati.

Reaksi keras juga datang dari pembalap MotoGP LCR Honda Repsol asal Inggris, Cal Crutchlow, yang meminta Fenati dipecat dari timnya dan tidak usah kembali balapan. Aksi Fenati yang membahayakan pebalap lain pun pernah dilakukannya dengan menendang yang dilakukan pada tahun 2015.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Aktualisasi Gaya Berani dengan Warna Baru Jati Diri

Dilingkup pertemanan, bung pasti punya kawan yang sering tampil dengan pakaian warna-warna terang. Setelan pakaian yang lain dari teman, hingga perintilan lain yang bertujuan untuk mendukung penampilan. Jangan dulu mencela, sebab bisa jadi itu adalah gayanya. Kalau memang merasa butuh melakukan hal serupa, toh bung juga bisa melakoninya.

Ekspresi kita dalam bergaya, memang pastilah terlihat dari penampilan yang akan kita tunjukkan. Tanpa terkecuali dari tampilan kuda besi yang bung kendarai. Yap, gaya dan karakter seseorang konon akan terpancar dari roda dua yang menarik perhatian mata yang memandangnya.

Dari keyakinan inilah, perusahaan otomotif PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), kembali melakukan satu inovasi dalam penyengaran tampilan pada model hyperunderbone legendaris miliknya, yakni Suzuki All New Satria F150, melalui warna-warna baru yang lebih berani dan asoy untuk dipadang.

Bung yang penasaran pada tampilan warna barunya, bisa menemukan All New Satria F150 di warna Stronger Red, Aura Yellow, Titan Black dan Titan Black – Red CW. Gaya yang tergambarkan di penampilan desain striping baru ini, juga mengisyaratkan bahwa All New Satria F150 tetap konsisten diposisikan sebagai pilihan generasi remaja yang ekspresif, penuh semangat serta kebebasan berkreatifitas tanpa batas.

Masih konsisten, All New Satria F150 tetap mengedepankan desain yang ramping dan tegas, namun dalam preferensi bung yang berada pada rentan usia remaja dan generasi muda lainnya. Tak hanya itu saja, performa besar yang juga merupakan ciri khasnya, tak lagi perlu diragukan.

Memiliki mesin dengan kekuatan Double Over Head Camshaft (DOHC) 150cc, fuel injection dan  berpendingin cairan, memberikan tenaga puncak 13,6 Kw/10000 rpm dan torsi 13,8 N-m/8500 rpm, serta transmisi 6-percepatan yang jadi pemicu untuk menyenangkan hati dan kepuasan bung setiap kali berkendara.

Untuk perkara harga, wajah baru dari All New Satria F150 ini tak merubah apa-apa, masih serupa dengan harga sebelumya. Harga jual kuda besi ini masih berada pada nominal Rp. 22.500.000,- (on the road DKI Jakarta). Untuk bung yang sudah kian tak sabar, bisa menemukan kahadiran All New Satria F150 ini di awal September 2018 pada seluruh jaringan penjualan Suzuki di seantero negeri.

Menariknya lagi, tak hanya bisa membawa pulang motor baru dengan warna yang disuka. Setiap bung yang menjadi calon konsumen pembelian motor ini, bisa turut serta untuk berkesempatan mengikuti program undian Suzuki Ready To MotoGP yang berhadiah kesempatana menonton pegelaran balap MotoGP dan mendukung Team Suzuki Ecstar MotoGP secara langsung di Sepang, Malaysia. Ingat, periode ini berakhir pada 30 September 2018 bung. Jadi jangan sampai ketinggalan!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Goresan pada Bodi Motor Bisa Pulih Sendiri? Hanya Ada di Kawasaki!

Tunggangan yang mengalami lecet terkadang disikapi dengan rasa ikhlas dan tidak ikhlas oleh pengendara. Pasalnya, goresan yang menimpa roda dua bisa terjadi akibat kesalahan orang lain. Seperti saat Bung memarkir kendaraan di parkiran yang sempit, potensi untuk bergesekan dan lecet sangat besar.

Sedangkan goresan sendiri menurunkan estetika pada motor, membuat motor kurang menarik saat dilihat. Melihat goresannya saja, secara tidak langsung dapat menyayat hati apalagi kalau itu kuda besi kesayangan. Padahal untuk menutup lapisan goresan diperlukan biaya tambahan, dengan kemungkinan goresan itu bakal terjadi lagi di kemudian hari.

Kawasaki melihat perkara goresan pada tunggangan sebagai hal penting, khususnya bagi pecinta roda dua yang miris melihat goresan di motornya. Untuk itu Kawasaki memberikan solusi di tahun 2019. Konon perusahaan motor asal Jepang ini bakal memperbagus motor andalannya, Kawasaki H2 dengan melekatkan teknologi canggih yang dapat memperbaiki goresan cat sendiri. Nah, kira-kira seperti apa ya Bung teknologinya?

Teknologi Self Repairing Membuat Goresan Bukan Masalah Penting

Sebuah roda dua yang dapat memulihkan catnya sendiri sudah bukan ilusi. Hadirnya teknologi bernama New Highly Durable Paint mengklaim mampu melakukan selft-repairing. Perkara goresan bukan lagi masalah dengan teknologi ini.

Cat baru ini dilengkapi lapisan khusus yang memungkinkan beberapa jenis goresan dapat hilang dengan sendirinya. Pemulihannya bekerja dengan segmen lunak dan keras mikroskopis dalam lapisan atas yang bekerja seperti pegas kimia. Cat ini digunakan di semua bagian bodi yang tidak dilapisi dengan karbon.

Kawasaki H2 Menjadi Pelopor Teknologi Ini pada Kuda Besi

Produsen mobil seperti Mercedez-Benz, Nissan, dan Toyota mengaplikasikan teknologi ini ke dalam beberapa produk mereka. Namun untuk kelas roda dua, Kawasaki mengklaim kalau merekalah pelopor yang menggunakan cat ini lewat Kawasaki H2.

Sebagai catatan, selft-repairing dalam keadaan tertentu memerlukan waktu sampai satu minggu, kemudian cat juga tak bisa melakukan perbaikan sendiri apabila goresan disebabkan oleh koin dan kunci. Sedangkan untuk mempercepat proses self-healing suhu hangat akan membantu prosesnya agar lebih cepat.

Goresan Hilang dalam Hitungan Menit dan Itu Tidak Sulit

Cara kerja cat self-healing adalah dapat memulihkan goresan dalam waktu 10 sampai 20 menit, dengan kondisi suhu sekitar 26-30 derajat celcius. Dibanding dengan mobil, teknologi ini jauh lebih cepat pada roda dua karena mobil bakal memakan waktu sampai berminggu-minggu.

Hal itu termasuk dalam pengajuan paten Kawasaki. Namun bukan untuk cat penyembuhan diri, tetapi bagaimana apabila cat ini diaplikasikan terhadap roda dua lainnya. Pengajuan paten mengungkapkan cat penyembuhan diri sebenarnya bersumber dari perusahaan cat Jepang, Natoco.

Mulanya untuk Gawai Pintar, Bukan Kendaraan di Jalan

Dilaporkan dari Nikkei Asian Review, Natoco mulanya memamerkan materi self-healing paint di tahun 2014 untuk digunakan pada telepon pintar dan perangkat portabel. Tetapi tak berhenti sampai alat elektronik saja, ada potensi untuk terpasang pada kendaraan bermotor.

Natoco’s Self-Healing Clear merupakan material paduan polimer yang dapat mencegah goresan dengan dua efek yang disebut efek pengeritingan dan efek trampolin. Efek keriting digambar sebagai lapisan licin yang tahan kerusakan, sedangkan efek trampolin digambarkan bagaimana resin mengandung unsur lembut yang menjorok (menciptakan goresan) dan unsur keras yang dapat membuat kondisinya kembali seperti semula.

Kenapa Hanya Kawasaki H2 yang Mendapatkan Teknologinya?

Kawsaki H2 merupakan motor anyar yang dibanderol dengan harga tinggi, hampir mencapai Rp 900 juta. Ada alasan kenapa cat Self-healing ini dipasang di Kawasaki H2, karena biaya pemasangannya yang mahal dibanding lapisan cat biasa. Selain itu terasa lengkap apabila motor yang harganya hampir mencapai Rp 1 miliar tersebut memiliki efek seperti ini. Bagaimana? Bung Tertarik untuk menjajal teknologi ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top