Otomotif

Datsun Go Cross Menyapa Sekaligus Menjawab Pasar Indonesia

Sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, Datsun meluncurkan satu lagi model moda transportasinya di Indonesia, setelah sebelumnya mengeluarkan Go+ dan Go Panca. Model terbarunya tersebut adalah Datsun Go Cross. Peluncuran Datsun Go Cross di Indonesia ini sekaligus menjadi peluncuran pertamanya di dunia. Tampilan terbaru Datsun ini lebih menarik dan sporty dibandingkan variannya yang lawas.

Datsun Go Cross sendiri diciptakan untuk menyasar pasar mobil crossover di Indonesia. Mengingat segmentasi pasar di Indonesia menyukai model mobil seperti Terios atau Pajero (SUV), namun juga dapat mengangkut banyak penumpang (MPV). Lantaran mobil di Indonesia dipakai sebagai kendaraan keluarga, Datsun Go Cross yang memiliki tampilan sporty ini juga dapat menampung banyak penumpang. Proses distribusi pertama Datsun Go Cross ini akan dilakukan Maret 2018.

Tidak Lagi Ramah Secara Harga, Tapi Fasilitas Oke Punya

Dastun Go Cross tidak lagi LCGC seperti dua model lawasnya Go+ dan Go Panca, secara harfiah LCGC adalah mobil murah yang ramah lingkungan Beberapa kelebihan mobil LCGC yang lainnya adalah hemat energi dan harganya sangat terjangkau. Selain itu model dan logo dari mobil tipe ini harus mencerminkan Indonesia dan menambahkan merek Indonesia. Lantaran tidak LCGC, Datsun Go Cross dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Datsun Go Cross memiliki estimasi harga Rp 163 juta untuk transmisi manual, Rp 175 juta untuk transmisi CVT, sementara Datsun Go+ dan Panca dibanderol Rp 105 juta – Rp 135 juta.

Selain Nyaman, Keselamatan Juga Ditingkatkan Secara Teknologi Demi Memberi Keamanan Berkendara Bung!

Mobil ini juga mengutamakan keselamatan dalam fitur-fitur terbarunya. Fitur yang menunjang keselamatan ini menjadi perhatian utama saat dirancang. Seperti model sebelumnya, mobil ini tetap dilengkapi dengan Vehicle Dynamic Contro (VDC) yang berguna untuk menjaga stabilitas kendaraan agar tidak slip di jalan atau pun saat bermanuver. Juga dilengkapi dengan electronic brake distribution (EBD) yang memastikan distribusi merata dari tekanan rem disemua kondisi.

Karena mobil ini lebih canggih dibanding sebelumnya, fitur-fitur yang tersedia pun dikendalikan komputer dan sensor. Ada pula fitur-fitur lainya seperti brake assist, traction control, brake-limited slip differential, dan anti lock break system (ABS) yang mencegah roda terkunci saat pengereman.

Sporty Menjadi Wajah Baru Dari Model Datsun Go Cross

Secara tampilan dari segi eksterior, mobil Datsun Go Cross lebih segar dan sporty. Beberapa tampilan eksterior yang membuat mobil ini sporty adalah over fender-nya. Termasuk penyematan roof rail sehingga membuat tampilannya lebih gagah dan macho. Karena didesain untuk kebutuhan pasar Indonesia, roof rail pun memiliki kapasitas 30 kilogram yang berguna untuk perjalanan jauh, seperti mudik.

Desain lampu utama mirip mata elang sehingga mengesankan kesan sangar yang dipadukan dengan lampu sein dan daytime running lamps (DRL). Desai grille-nya pun juga dibentuk menarik dengan motif honeycomb. Di bawah lampu depan terdapat lampu kabut berbentuk bulat, dan keberadaan skid plate di bemper depan kian menegaskan konsepnya sebagai mobil crossover. Datsun Go Cross juga dilengkapi wiper yang tidak ada pada model lawas Datsun Go Panca.

Transmisi CVT Dirancang Untuk Merayu Pengemudi Perkotaan

Datsun Go Cross muncul dengan dua transmisi untuk memanjakan pasar Indonesia. Tidak hanya menawarkan tranmisi manual saja, namun Datsun juga menawarkan transmisi X-tronic CVT yang sangat memudahkan pengemudi di perkotaan, karena mode CVT memadukan antara performa dan efisiensi. Mode transmisi ini diklaim responsif pada kecepatan rendah, juga tidak boros bahan bakar pada saat berkecepatan tinggi berkat low engine revs yang membuat rasio gear menjadi lebih panjang.

Mobil ini menggunakan rasio kompresi yang lebih tinggi guna meningkatkan efisiensi bahan bakar karena menggunakan mesin 1.200cc dengan 68/78 hp bertorsi 104 Nm yang menawarkan kinerja optimal. Biasanya persoalan efisiensi menjadi salah satu acuan bagi pasar Indonesia, sehingga model terbaru Datsun didesain hemat bahan bakar.

Tampilan Luar Begitu Sporty Namun Dalamnya Trendy Bung!

Kalau tampilan luar cukup gagah dengan desain lampu seperti mata elang, sangat berbeda dengan bagian dalam yang coba tampil kekinian. Secara kasat mata dapat dilihat tampilan dashboard yang terkesan lebih baik dibanding dua model sebelumnya. Aksen krom terdapat pada panel instrumen dengan head ukuran 6,75 inci berlayar sentuh dilengkapi koneksi bluetooth, USB, Aux dan smartphone.

Tidak seperti model sebelumnya di mana letak rem tangan terdapat di atas, sekarang model rem tangan pada Datsun Go Cross berada di posisi pada umumnya. Karena didesain semi mobil keluarga, tempat penyimpanan banyak tersedia seperti di kantung pintu, tempat penyimpanan uang, kotak penyimpanan berpenutup, tempat cangkir untuk penumpang depan dan belakang. Datsun Cross mampu menampung lima penumpang dewasa dengan ruang ekstra di baris ketiga. Kursi di baris ketiga juga bisa digunakan untuk penumpang anak-anak saat perjalanan pendek.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paketan Motor Sport yang Dicintai Dari Suzuki Memadukan Kecepatan Dan Melesatnya Penjualan

Pangsa penjualan otomotif khususnya di roda dua sebenarnya kurang tercapai dari segi target dalam skala nasional di tahun 2017. AISI selaku Asosiasi Industri Sepedamotor pun membenarkan hal tersebut. Penjualan di tahun lalu diharapkan mampu menyentuh angka 5,9 juta unit secara nasional tidak terealisasikan lantaran hanya menyentuh di angka 5.886.103 unit. Jumlah tersebut merupakan penurunan 0,76 persen. Di tahun 2016 penjualan roda dua berhasil mencapai 5.931.285.

Lantas bagaimana para perusahaan motor asal Indonesia menyikapinya bung? dari sekian perusahaan motor yang hadir di Indonesia, ternyata Suzuki merupakan pemain yang berhasil dengan mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen. Dan menurut Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS, tahun lalu merupakan momen kebangkitan dari Suzuki.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Usut punya usut keberhasilan Suzuki untuk bangkit terletak pada kecanggihan dan kehandalan pada mekaniknya. Khususnya dalam mengeluarkan produk Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Khususnya GSX-R150 yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap penjualan Suzuki sebanyak 40% bung dengan jumlah 28.982 unit.

Sebagai pemain lama yang pernah mengecap kesuksesan di era 90-an, tentu saja perusahaan asal Jepang ini ingin kembali berada di era tersebut. Apalagi Suzuki merupakan pemain yang diperhitungkan di kelas motor sport. Contohnya saja seperti RGR yang menjadi “jagoan” di pasar motor berbaju dengan mengedepankan teknologi diantara kompetitor.

Berkat cerita dan sejarah yang pernah tertuang di tahun 90-an. Suzuki coba membangkitkan lagi ke era keemasannya. Untuk meramu dan menggarap kelas motor sport Suzuki pun melakukan percobaan secara serius dan matang. Mengingat motor RGR diminati lantaran teknologinya maju, dua motor sport GSX-R150 dan GSX-S150 pun dibekali fitur tercanggih dan terkini.

Mata mungkin bakal tertuju ke penampilannya yang sporty, tapi kalau lebih jeli lagi mata bung bakal disambut LCD Speedometer full digital. Di kelas Suzuki GSX-R150 fitur tanpa kunci atau Key-less Ignition System menjadi teknologi menarik. Lantaran bung sebagai pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci di rumahnya. Dengan menekan tombol starter makan mesin akan hidup dengan mengantungi sensor. Fitur ini menjadi terdepan di kelasnya.

Dari dapur pacunya saja sudah dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. Sehingga duo GSX bisa meluapkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Salah satu yang digadang dapat diminati dari GSX pemilihan mesin berjenis over stroke atau Square. Dapur pacu GSX-R150 mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya 62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Over stroke hampir sama dengan mesin bore yang lebih kalem pada putaran bawah. Dengan menjadikan GSX-R150 ramah di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Berbicara soal kecepatan yang selalu jadi pemantik bung untuk memacu adrenalin, motor ini bisa melesat hingga 13.000 RPM dengan tenaga maksimal berada di 18,9 dk dengan torsi 14 NM. Sebagai catatan sifat asli over bore mulai terlihat pada putaran menengah dan atas dimulai di angka 7000 RPM.

Kecepatan yang tak main-main, begitupula dengan tampilan. Perkembangan warna dan tren yang dicintai warga tanah air membuat Suzuki GSX-R150 memberikan beberapa varian warna seperti Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

GSX-R150 dan GSX-S150 timbul menjadi primadona dan idola baru di kalangan otomotif. Tentu saja pihak Suzuki ingin tren ini tersebut belanjut di tahun ini. Hal ini pun disampakan Yohan yang mengharapkan penjualan dapat tumbuh melewati 100.000 unit.

“Meskipun pasar tidak bergerak naik, kami mengharapkan tetap mendapat bagian yang lebih. Yang kami kejar kenaikan tahun ini dari tahun lalu itu kurang lebih, mungkin 40 persen atau syukur bisa 50 persen,” pungkas Yohan.

Kecanggihan, kecepatan dan tampilan diramu secara menarik. Persuahaan yang telah berdiri sejak tahun 1909 ini nampaknya memiliki blue print yang mana dikeluarkan sebagai senjata ampuh guna menghempas kompetitornya. GSX Series menjadi bukti kalau Suzuki masih bertaji, jadi tak salah kalau GSX Series menjadi paketan motor sport yang dicintai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Beberapa Aksesoris Mobil yang Sebenarnya Tak Perlu Dipasang Dikendaraan Kepunyaan Bung

Mempercantik mobil memang kegiatan yang sah-sah saja, apalagi aktivitas ini sudah menjadi kegiatan yang umum dan dilakukan banyak pemilik mobil. Guna terlihat beda dan meningkatkan kadar kekerenan dari mobil yang dimilikinya. Sampai-sampai banyak yang rela merogoh kocek dalam guna mempercantik mobil, baik interior maupun eksteriornya. Intinya, asalkan terlihat berbeda dan keren, apa saja rela dilakukan.

Namun, dibalik itu semua, ternyata ada beberapa aksesoris yang tak boleh dipasang di mobil, Bung. Bukan tanpa alasan, dilansir dari situs resmi Nissan, bahwa pemasangan beberapa aksesoris yang bakal disebutkan ini bisa berbahaya dan mengganggu berkendara.

Menggelapkan Bagian Kaca Agar Privasi Terjaga, Diam-diam Bisa Menjadi Bahaya

Kaca film memang diperlukan demi melindungi privasi ,ataupun demi meminimalisir sinar matahari yang masuk sehingga mengganggu saat berkendara. Namun tahukah Bung, dibalik manfaat yang tersedia, kaca film sesungguhnya termasuk dalam aksesori yang berbahaya. Kaca film dapat menjadi aksesori berbahaya apabila terlalu tebal, sebab hal itu akan berdampak ada jarak pandang Bung sebagai pengendara yang akan jadi terbatas. Kurang beruntungnya, mobil di dekat Bung pun jadi tak dapat terlihat hingga bisa saja berujung kecelakaan.

Penggantian Lampu Menjadi Berwarna Putih

Demi mendongkrak penampilan roda empat, lampu ditengarai dapat membuat kendaraan lebh terlihat eksklusif. Salah satunya yakni dengan pemasangan lampu HD. Lampu terang bewarna putih ini ternyata memiliki dampak buruk bagi pengendara lain yang terkena sorotnya, lantaran pancaran sinarnya dapat mengaburkan mata pengendara lain dan sangat mengganggu, sehingga bisa berimbas pada kecelakaan.

Memiliki Banyak Pajangan di Kabin Tak Bisa Dibenarkan, lho!

Demi mempercantik interior terkadang pemasangan pajangan berupa boneka atau sejenisnya di bagian kabin menjadi salah satu pilihan. Memang pemasangan dua hal tersebut di kabin tidak salah, akan tetapi apabila terlalu ramai bakal membuat bahaya. Lagi-lagi jarak pandang yang mana menjadi kunci dalam berkendara, bisa terganggu, lho. Adapun kalau Bung ingin menghiasi kabin, sangat dianjurkan jangan terlalu ramai.

Alih-alih Ingin Menambah Hiburan, yang Ada Malah Menjadi Kerugian

Macet di jalan sungguh tak mengenakkan, dan itu pula menjadi salah satu dari sekian alasan kenapa mobil dilengkapi TV terutama di bagian dashboard. Meskipun harga yang dijangkau terbilang mahal, para pengendara rela untuk merogoh koceknya. Bagi Bung yang berkeinginan atau sudah memasang, alangkah baiknya dihindari ataupun dicopot. Fokus pengendara terhadap jalan dapat terdisktraksi dengan tayangan televisi sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi.

Apakah Perlu Menghias Mobil Agar Tampil Beda?

Itu semua secara klise dapat dibilang tergantung selera. Tidak ada keharusan pemilik mobil untuk menghias kendaraanya agar terlihat lebih keren ataupun menarik. Namun, apabila ada keinginan, lebih baik pikirkan secara matang apakah hiasan di kendaran tersebut bakal merugikan atau mengacaukan fokus sang pengemudi. Kalau misalkan iya, lebih baik jangan.

Misalnya, pemasangan speaker yang menggelar di sebuah mobil kerap dilakukan beberapa orang agar senasi dalam mendengarkan lagu lebih poll, namun hal tersebut juga bisa mengganggu pengendara lain akibat kebisingan. Nah Bung, lewat beberapa contoh di atas, harusnya membuat Bung kini lebih bijaksana dalam memilih aksesoris untuk roda empat kesayangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Bung Pemilik Alphard? Toyota Meminta Bung Menyambangin Bengkel Resmi Mereka!

Toyota sedang melakukan kampanye penarikan kenadaaran bung, terutama bagi pemilik Alphard, Fortuner, Hilux, Corolla Altis, Innova keluaran Mei 2015 – Januari 2016 untuk segera menghubungi bengkel servis resminya. Bukan dapat promo gratis servis ataupun jasa perkara mesin mobil. Tetapi kampanye ini berguna bagi keselamatan bung selama berkendara.

Program yang sedang dijalankan oleh Toyota Indonesia ini, menindaklanjuti informasi global yang dikumandangkan oleh Toyota Motor Corporation (TMC) yang memanggil model-model produk Toyota yang ditengarai bermasalah pada sistem airbag-nya.

Bukan kali pertama bagi Toyota namun ini sudah kedua kalinya kasus yang berkutat pada soal balon keselamatan atau air bags. Pada akhir tahun lalu persoalan airbag takata pun menjadi perhatian bagi Toyota. Untuk sekarang letak masalahnya terjadi pada airbag inflator bung.

Sebenarnya program recall airbag inflator sudah dijalankan sejak tahun 2015 silam dan sampai saat ini program tersebut masih dijalankan guna menyaring para pemilik yang belum menyambangi bengkel resmi. Total sudah ada 117.117 unit yang sudah berhasil ditangani Toyota terkait ketidaknyamanan pelayanan ini. Bahkan data ini lebih banyak dari yang dikumpulkan sebenarnya dengan total 97.980 unit.

Jumlah tersebut terbagi atas Toyota Alphard produksi tahun 2010—2014, NAV1 produksi 2012—2013, Camry produksi 2002—2004, Corolla produksi 2001—2013, Vios produksi 2006—2013, dan Yaris produksi 2006—2013. Sampai pada bulan April lalu sebanyak 14.918 unit sudah memperbaiki inflator airbagnya di bengkel resmi Toyota.

Nah, bagi bung pemilik mobil seperti yang disebut diatas apabila ada indikasi yang tidak biasa pada airbag maupun perangkat lain, Toyota sangat menyarankan agar bung segera menuju bengkel guna ditindaklanjuti. Karena hal ini bagian program resmi ya tentu saja bebas biaya, dengan catatan syarat dan ketentuan tetap berlaku bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Menurut Volvo, Mobil Produksi Cina Lebih Bagus Dari Eropa Bung!

Saat Bung membaca judul tersebut, jangan menganggap kami yang menyimpulkannya. Karena pernyataan tersebut langsung muncul dari mulut Robin Page, Wakil Presiden Desain Volvo. Dia sendiri berujar kalau kendaraan yang diproduksi di Cina memiliki kualitas lebih tinggi daripada di Eropa, seperti dilansir dari Autoevolution.

Seperti diketahui Bung, kalau Volvo saat ini tengah dimiliki oleh perusahaan asal negeri tirai bambu, Geely. Pabrikan asal Swedia tersebut bahkan banyak memproduksi kendaraanya di Cina, selain di negara lain. Pernyataan yang dikeluarkan Robin mungkin menuai banyak kontroversi atau pertanyaan besar, khususnya bagi pecinta otomotif.

Terlebih lagi Volvo pun juga memproduksi XC40 yang dirilis pada akhir tahun lalu. Mobil bersegmen SUV (sport utility vehicle) lahir berkat perpaduan desain antara XC60 dan XC90, yang mana diproduksi bukan di negara Cina melainkan Belgia. Nah, apakah berarti XC40 memiliki kualitas lebih rendah ya Bung?

Kemungkinan besar memang tidak. Lantaran sudut pandang pada kualitas sebuah mobil sebaiknya diserahkan kepada Department Public Relation (PR), bukan desainer mobil seperti Robin Page. Namun, hal tersebut juga bisa ditemukan lantaran Cina memiliki lebih banyak SDM di dalamnya. Guna memberi aturan yang lebih ketat lagi pada saat pengecekan mobil setelah diproduksi Bung, yang merujuk pada kontrol kualitas ketat, yang diminta oleh produsen mobil Eropa di pabrik Cina.

Dengan kata lain produk yang dirakit di Cina, memiliki biaya tenaga kerja lebh rendah daripada di Eropa. Sehingga banyak uang untuk digelontorkan oleh perusahaan mobil macam Volvo untuk memastikan standar kualitas yang tinggi di jalur perakitan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top