Kisah

Dahulu Mereka Hanya ‘Anak Gawang’, Kini Bertumbuh Menjadi Bintang

Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga yang melibatkan individu yang bertugas di pinggir lapangan untuk mengambil bola, atau yang akrab disebut sebagai ‘anak gawang’. Dalam satu pertandingan biasanya dapa tmelibatkan lebih dari satu anak gawang, agar perjalanan tak terganggu dengan adanya bola yang terhambat  berada di lapangan.

Anak gawang bukanlah figuran atau hanya pelengkap pertandingan. Tugas ini pun tak semerta-merta hanya dilakukan oleh anak biasa, karena banyak pemain bintang yang sekarang Bung kenal dulunya hanyalah anak yang bertugas dipinggir lapangan, dan memberi bola apabila dibutuhkan. Mungkin Bung tak menyangka, kalau beberapa pemain bintang ini dulu pernah merasakan menjadi anak gawang.

Pernah Menjegal Si Pencipta Gol ‘Tangan Tuhan’ Saat Latihan Berlangsung

Tumbuh menjadi bek tangguh, membela Juventus dan Real Madrid sampai membawa Italia juara Piala Dunia 2006 mungkin tadinya hanyalah angan dan harapan yang ingin dicapai Fabio Cannavaro, hingga jalan hidup membuatnya jadi kenyataaan. Namun, tahukah Bung, jika Cannavaro dulu pernah bertugas sebagai anak gawang di Napoli.

Sejak kecil pun, ia sering melihat sang bintang Argentina, Diego Armando Maradona, berlatih dan bermain. Sebuah cerita mengungkapkan kalau Cannavaro pernah berlatih bareng dengan Maradona, cikal bakal bek tangguh sudah mulai terlihat kala itu, karena ia menjegal Maradona saat latihan tersebut berlangsung.

Dari Anak Gawang Bayern Munchen Hingga Menjadi Kapten

Masih dari posisi yang sama, yakni seorang pemain bertahan. Gaya permainan Phillip Lahm bisa dibilang sangatlah disiplin di lini belakang, dan kerap maju untuk menyisir pertahanan lawan dari sisi kanan. Selama aktif sebagai pesepak bola Lahm sudah memberikan banyak trophy bagi Bayern Munchen dan tentunya negaranya, Jerman.

Cerita unik yang pernah dialami Lahm terjadi pada tahun 1997, saat itu ia menjadi anak gawang untuk partai final Liga Champions yang mempertemukan Borussia Dortmund dengan Juventus, yang digelar di Stadion Olimpiade, markas Munchen sebelum Allianz Arena. Selang 15 tahun, Lahm menjabat sebagai kapten bagi Bayern Munchen dalam liga Final Liga Champions 2012, saat timnya kalah lewat babak adu penalti melawan Chelsea.

Bukan Sekedar Anak Gawang, namun Menjadi Maskot Juga Dilakukannya

Penyerang kawakan asal Inggris, Wayne Rooney, merupakan salah satu pemain yang cukup terkenal. Apabila saat membela Manchester United, sekarang Rooney tengah menjalani masa tuanya dengan bermain di klub Amerika Serikat, bersama DC United. Jauh sebelum itu, penyerang berkepala pelontos ini pernah menjadi anak gawang untuk Everton, sebuahh klub yang membesarkan dirinya. Bahkan, menjadi maskot klub pun pernah dilakukan.

Menjadi Saksi The Special One Membawa FC Porto Jawara di Eropa

Manuel Neuer, FC Schalke 04

Kiper kawakan asal Jerman, Manuel Neuer bisa dibilang sebagai kiper yang dapat diandalkan dan menjadi salah satu kiper yang terbaik di era-nya. Karirnya bersama Schalke 04, Bayern Munchen, hingga ikut andil kala membawa Jerman menjadi jawara Piala Dunia 2014, membuat namanya semakin santer diperbincangkan. Kiper ini dulunya juga merupakan seorang anak gawang. Bahkan saat itu, ia menjadi saksi saat FC Porto menumbangkan AS Monaco di tahun 2004 dan keluar sebagai jawara Liga Champions. Lantaran ia berada di pinggir lapangan guna memungut bola yang keluar.

Pelatih yang Semasa Remaja Dilirik oleh Legenda Belanda

Josep Guardiola, Barcelona

Siapa tak kenal Pep Guardiola? Pelatih yang sukses bersama Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester City ini pernah bermain untuk mengisi pos belakang di tim Catalunya. Dilansir oleh Talksport, Guardiola pernah menjadi anak gawang, Bung. Sampai pada akhirnya Johan Cryuff, salah satu pesepak bola legenda asal Belanda, melihat talentanya untuk masuk ke tim junior Barcelona.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Egy Maulana Bakal Menjadi Pelapis Gelandang Timnas Polandia di Klub Barunya

Karir Egy Maulana Vikri di Liga Ekstraklasa atau liga tertinggi di Polandia bakal dimulai pada tanggal 21 Juli 2018.  Di mana wonderkid tersebut bakal menjalani debut di Eropa. Pemain muda timnas Indonesia ini diprediksi bakal bermain di sisi kiri dalam formasi 4-2-3-1. Posisi ini pun merupakan posisi favorit Egy walaupun pelatih Indra Sjafri pun kerap memainkan ia berposisi penyerang dan juga gelandang serang di belakang striker.

Egy pun diprediksi hanya akan menjadi pelapis pemain senior yang juga merupakan gelandang timnas Polandia, Slawomir Peszko, yang diberitakan langsung lewat laman suporter Lechia di Facebook. Namun kita doakan saja Bung kalau Egy dapat tampil maksimal hingga ia kerap diturunkan menjadi starter.

Egy pun sendiri sudah tampil memperkuat Lechia dalam beberapa laga pra-musim mereka, baik sebagai pemain pegganti maupun starter. Sedangkan Peszko sudah bermain di Lechia sejak tahun 2015 lalu. Peszko pun termasuk anggota timnas Polandia di ajang Piala Dunia 2018 lalu di Rusia.

 

Super piłkarze + super trener + super gra + super kibice = SUKCES! ✊ Lechia ma potencjał i trzeba to głośno mówić ale…

Posted by Gdańska Lechia on Tuesday, July 17, 2018

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Demi Sakralnya Selebrasi Penghormatan, Bendera Polandia Rela Dibalik untuk Lalu Muhammad Zohri

Kemenangan Lalu Muhammad Zohri dalam kejuaran Dunia Atletik U-20 membuat senyum Indonesia mengembang lebar. Apalagi ini menjadi sejarah bagi Indonesia dalam kancah dunia atletik. Namun, dibalik kemenangan Zohri ada rasa kontroversial yang terjadi terutama saat bendera yang dipegang. Apakah asli bendera Indonesia atau bendera Polandia yang dibalik?

Ternyata benar Bung, bahwa bendera yang digunakan Zohri saat selebrasi sementara adalah bendera Polandia.  Lantaran Asosiasi Atletik Polandia lewat cuitan Twitternya membenarkan bahwa tim mereka meminjamkan bendera putih-merah Polandia.

Insiden itu pun sampai menjadi sebuah berita dalam artikel bebahasa Polski seperti dilansir dari Tirto.id. “Kejuaraan Dunia Atletik Junior: Juara Sensasional diarak dengan bendera Polandia.” Dalam badan artikel tersebut menulis kalau orang-orang Indonesia tidak menyangka Zohri dapat menang, hingga Polandia meminjamkan bendera untuk putaran kehormatan. Karena cukup dengan membaliknya saja, maka sudah menjadi bendera Indonesia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sosial

Jempol Warganet Melukai Hati Warga yang Ingin Memeriahkan Asian Games di Indonesia

Pemasangan bendera negara-negara kontestan Asian Games 2018 di Jakarta Utara, ternyata disiasati oleh 9 warga yang ingin memeriahkan pagelaran akbar olahraga se-Asia tersebut. Namun komentar beragam dari warganet soal bendera yang bertiang bambu tersebut dianggap kurang estetika. Sampai pada akhirnya pihak PPSU Jakarta Utara pun turun tangan untuk mencopot.

Tamran salah seorang warga Penjaringan tersebut pun akhirnya bercerita tentang niatan ia dan rekannya guna menjadikan Jakarta sebagai salah satu tuan rumah yang ramah untuk Asian Games. Dengan melakukan patungan atau mengumpulkan duit dari kantong pribadi untuk membeli bendera dan bambu.

“Kita bawa marilah kita meriahkan lah Jakarta ini (meriahkan Asian Games dan acara torch relaynya). Pasang bendera beli bendera dan beli bambu. Kita pakai uang masing-masing,” kata Tamran.

Lurah Penjaringan Depika Romadi pun menyatakan kalau dirinya sempat ditelepon oleh Wali Kota Jakarta Utara perihal pemasangan bendera yang dicopot, Bung.

Wali Kota pun meminta penjelasan tentang kronologi pemasangan bendera sampai pencopotan. Sampai akhirnya Gubernur DKI Jakarta memposting ungkapan apresiasi di sosial media pribadinya. Hingga bendera pun dapat dipasang kembali.

“Ini salah paham dan ya penilaian orang. Subjektivitasnya emang mungkin berbeda-beda. Niat orang kan masing-masing berbeda. Karena kemampuan anak-anak penjaringan kan yang namanya menengah ke bawah kemampuan terbatas,” terangnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top