Fashion

Cowok Suka Menganggap Sepele Soal Fesyen, Padahal Belum Tentu Kamu Jago Melakukan Empat Hal Ini

Cowok juga perlu gaya Bro! Seperti cewek, kamu pun wajib tahu perkembangan style terkini ya Bro! Bukan hanya demi tampil menarik di depan gebetan, tapi cowok yang punya selera fesyen bagus biasanya tak akan dipandang sebelah mata. Sayangnya, cowok kadang kelewat cuek dan menganggap sepele soal fesyen. Itulah masalahnya.

Apalagi ruang ekspresi fesyen cowok pun lebih terbatas. Hal ini memang menjadi tantangan tersendiri. Karena kalau tidak pintar-pintar soal fesyen, cowok rentan terjebak dengan style yang itu-itu saja. Bukannya mendapat pujian, bisa jadi kamu malah jadi bahan kritik karena dianggap tak bisa mengembangkan selera fesyenmu Bro!

Padahal sekalipun ruang lingkup fesyen pria dicap sempit, bukan berarti style tak bisa dimodifikasi bukan? Nah, kamu sendiri kalau lebih sering menganggap sepele soal fesyen, coba simak sebentar empat hal ini. Bukan apa-apa, setidaknya supaya wawasanmu soal fesyen makin terbuka.

Merk Eksklusif dan Harga Mahal Memang Terlihat Keren, Tapi Semua Itu Sia-sia Jika Kamu Tak Mengerti Gaya

Perkembangan fesyen itu sejatinya mudah sekali untuk diikuti. Terlebih saat ini kamu dimudahkan dengan adanya akses internet. Kamu bisa tahu perkembangan terkini dengan memantau timeline atau lewat artikel online.

Sementara mengenai merk, sejumlah busana dengan merk yang dikenal eksklusif dan harga yang fantastis selayaknya harus berbanding lurus dengan kualitas. Jika busana semacam ini sudah kamu miliki, tandanya kamu sudah siap meng-upgrade gaya fesyenmu.

Tapi sebelumnya kamu perlu tahu, meningkatkan selera fesyen bukan hanya dengan mengenakan busana dengan merk eksklusif saja ya Bro. Kamu perlu pintar dalam padu-padan alias mix and match. Mengapa? Cowok yang punya taste fesyen yang biasa saja akan kesulitan tampil menawan sekalipun sudah mengenakan busana branded. Karenanya, demi mengasah feel, kamu harus lebih berani mix and match.

Memakai Sepatu Boots Memang Ampuh Menunjang Penampilanmu Jadi Kian Macho, Asal Jangan Salah Pilih Model ya Bro!

Item fesyen untuk cowok pun tidak seputar busana saja. Dari ujung kepala hingga ujung kaki patut kamu perhatikan. Nah, kali ini giliran soal alas kaki. Bagi cowok, tak ada alasan untuk tidak naksir sepatu boots. Selain menunjang penampilanmu jadi kian macho, sepatu model ini memang membantumu terlihat fashionable.

Tapi kamu perlu seksama ya Bro ketika memilih sepatu jenis ini. Karena alih-alih terlihat keren, salah pilih model sepatu justru akan membuatmu mati gaya. Akibat salah model sepatu, kamu yang awalnya berharap akan tampil menawan justru terlihat seperti pekerja lapangan. Jangan sampai ya Bro!

Padu Padan Bukan Soal Baju dengan Setelan yang Cocok, Tapi Juga Warna yang Selaras Agar Penampilanmu Semakin Keren

Siapa bilang cowok tidak bisa pakai warna pastel? Disaat kamu bosan dengan kemejamu dengan warna monokrom, tak ada salahnya menjajal padu padan dengan warna-warna pastel. Seringkali cowok enggan ribet dengan warna, padahal warna busana pun punya peran yang cukup vital demi menunjang penampilan. Kalau kamu masih perlu belajar soal mix and match, hindari tabrak warna ya Bro! Hal ini untuk mengantisipasi agar penampilanmu tak dipandang norak nantinya.

Tambah Wawasanmu dengan Mengenali Jenis-jenis Setelan. Hal ini Penting Agar Kamu Tidak Saltum alias Salah Kostum!

Kunci dalam fesyen adalah mix and match. Seringkali kamu mengabaikan yang satu ini. Padahal menambah wawasan mengenai berbagai jenis pakaian pria itu penting. Bukan apa-apa, hal ini akan memudahkanmu untuk melakukan mix and match. Misalnya, selama ini, kamu mengira celana pendek itu item fesyen yang cukup konyol. Benarkah demikian?

Pada dasarnya para pria memang cenderung melihat fungsi dibanding aspek-aspek lain. Coba ingat lagi, apa yang konyol bila mengenakan celana pendek di hari dengan cuaca yang memang gerah? Bukankah lebih konyol bila disaat seperti itu kamu justru tidak membiarkan kulitmu bernapas lega?

Semuanya tergantung sejauh mana wawasanmu soal fesyen. Demi menghindari kesan konyol, kamu pun sejatinya bisa memadukan celana pendek tersebut dengan barang fesyen lainnya, seperti kaos, sandal atau sepatu, topi, tas, jam tangan, kacamata, dan lain sebagainya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Review

Karena Urusan kunci motor pun soal selera Bung

Tersematnya teknologi Keyless Ignition System sebelumnya pada Suzuki GSX-R150 memang memberikan suatu dobrakan dan fenomena di industri motor sport 150cc. Mengingat teknologi itu pertama di kelasnya ketika itu. Namun Terlepas dari hal tersebut, SIS selaku produsen Suzuki juga mendengar dan memenuhi permintaan dari konsumen lain yang memiliki karakter berbeda, dengan menyediakan Suzuki GSX-R150 menggunakan Shuttered Key System.

 

SIS melihat adanya celah permintaan pasar yang dapat dipenuhi oleh Suzuki GSX-R150 Shuttered Key System, dimana hal tersebut diamati dari kebiasaan dan suara konsumen yang masih lebih memilih menggunakan metode pengaman dengan sistem anak kunci yang lebih sederhana dan bekerja secara mekanis. Meski demikian, tuntutan terhadap jaminan kemanan tetap diprioritaskan demi ketenangan dan kenyamanan memiliki motor sport DOHC 150cc yang sedang digandrungi tersebut.

Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS memproduksi varian Shuttered Key System dengan komposisi secara khusus sebanyak 15% dari total produksi GSX-R150 setiap bulan. Dengan demikian, calon konsumen bisa memiliki pilihan lebih banyak sebelum memutuskan pilihannya.

Secara spesifikasi sendiri tidak ada perbedaan antara GSX-R150 varian Keyless Ignition System dan varian Shuttered Key System, kecuali hanya pada sistem kunci pengaman dan ketersediaan pilihan warna saja. Alhasil, SIS memberikan pilihan produk yang lebih terjangkau bagi calon konsumen yang sudah tidak sabar ingin memiliki Suzuki GSX-R150, yaitu dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta). Terdapat 3 warna menarik yang dapat dipilih sesuai selera konsumen, antara lain Brilliant White, Stronger Red/Titan Black dan Solid Black/Gloss. Sebagai bonus pembelian, SIS juga melengkapi anak kunci GSX-R150 dengan keyholder Suzuki.

“GSX-R150 dengan Shuttered Key System yang kami luncurkan ini menjadi penanda keseriusan Suzuki untuk terus memperbanyak pilihan varian maupun model sepeda motor Suzuki lainnya di tahun 2018 ini. Kami mencoba untuk menjawab satu-per-satu permintaan konsumen Suzuki yang berada di wilayah-wilayah lain, dimana menjadi pangsa pasar utama untuk GSX-R150 Shuttered Key System ini. Dengan harga lebih ekonomis, konsumen tetap bisa memiliki Suzuki GSX-R150 yang berkualitas dan menjadi pilihan bikers masa kini.” tutup Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Dari Gaya Rambut, Penampilan Sampai Kuda Besi Baru Di Tahun Yang Baru

Menyambut tahun baru alangkah baiknya diringi dengan kehidupan yang baru, terlebih lagi soal kepribadian dan penampilan. Karena penampilan tetap menjadi garda utama yang ditonjolkan manusia dan menjadi gambaran sikap dan pribadi. Ada pun merubah gaya memiliki alasan karena jenuh dengan penampilan yang begitu saja dari tahun ke tahun. Merubah gaya dan penampilan pribadi bukanlah suatu hal labil bung. Karena merubah otomatis adalah melangkah ke arah yang lebih baik

Banyak yang membuka tahun baru dengan rasa cemas. Karena banyak target di tahun 2017 lalu, yang belom tersampaikan. Ada pula target yang  ingin dijalani tahun ini juga terbawa rasa pesimis, karena banyak yang tidak tembus. Tapi bung, tidak semua target memang bisa tercapai, jadi sikapilah dengan santai. Yang jelas penampilan tidak boleh kena bantai.

Rambut Harus Trendy Tanpa Henti

Di tahun 2018, mungkin bung memiliki gaya rambut yang sudah usang. Entah karena sudah tidak zaman atau pun sudah tidak matching dengan penampilan. Memilih gaya rambut baru mungkin bisa menjadi sebuah jawaban dari pada mengeluh. Mungkin gaya rambut juga yang membuat bung tidak kunjung dilirik nona di tahun lalu.

Gaya rambut banyak tersedia dari tahun ke tahun. Apalagi memaksimalkan gaya rambut dengan pomade, menjadi salah satu alternatif kegantengan yang dipilih oleh laki-laki jaman sekarang. Memakai gaya lawas dan berpenampilan seperti parlente menjadi suatu fenomena beberapa tahun belakangan. Mungkin bung juga bisa memilih potongan pompadour. Biar terlihat lebih glamour.

Penampilan Harus Sepadan Kalau Tidak Bisa Bikin Bau Badan

Penampilan memang sangat menopang kepribadian bung. Tak ayal banyak laki-laki yang pandai bergaya dan juga berdandan. Namun, soal pemilihan gaya bung dapat memilih sesuai selera. Tapi gaya yang paling aman dipilih untuk laki-laki adalah gaya yang casual. Selain simple, gaya casual tidak mengurangi sisi ketampanan dan kejantanan. Jadi bung dapat tampil maksimal tanpa perlu menipiskan kantong yang tebal.

Memang setiap gaya harus berangkat dari selera pribadinya. Tapi ada banyak tipe gaya yang tidak begitu pas untuk diterapkan di iklim Indonesia. Seperti bergaya parlente dengan jas, vest dan celana bahan, itu memang keren. Bahkan terlihat laki banget. Namun cuaca panas yang mengguyur Indonesia, malah membuat gampang keringetan dan penampilan pun terlihat kelewatan. Karena nggak lucu bung kalau memakai kemeja tapi basah karena keringat.

Seleraskan Gaya Dengan Penampilan Agar Terlihat Tampan

Tidak hanya gaya dan penampilan saja yang perlu diperhatikan. Namun sikap juga harus diselaraskan. Karena kalau tidak diselaraskan, maka penampilan atau gaya yang bung bangun malah tidak berkelas. Bung malahan melakukan hal yang sia-sia. Karena sudah capek-capek bergaya tapi ditopang dengan sikap yang tidak berdaya. Hal itu membuat sikap itu penting untuk diperhatikan.

Bung harus membangun sikap yang cocok dengan gaya. Karena gaya bakal mempengaruhi sikap yang bung bangun, terlebih lagi sikap juga tak luput dari perhatian para kaum hawa. Kalau bung bertanya-tanya kenapa sikap penting untuk menselaraskan penampilan. Coba saja bung bayangkan apabila bung bergaya parlente tapi digabung dengan sikap yang norak? yang ada bukannya keren dan beken. Tapi malah aneh dan membuat kaum hawa ll feel.

Tunggangan Baru Harus Menggambarkan Siapa Dirimu Bung!

Tidak hanya gaya rambut dan penampilan berpakaian saja, namun tunggangan juga harus membuka tampilan baru 2018. Tampilan baru ya harus diiringi hal yang baru pula. Kalau memilih kendaraan mungkin motor menjadi pilihan yang paling berfaedah. Terlebih lagi untuk efisiensi waktu, untuk menjemput nona untuk kencan tiap malam minggu tiba.

Motor lama lebih baik tinggalkan saja, dan sambut tahun baru dengan kehadiran All New Satria F150. Dengan banyak varian warna Briliant White, Stronger Red, dan Titan Black. Sedangkan di kelas high grade ada Titan Black/ Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue. Pemilihan warna dapat bung sesuaikan dengan selera bung, ingin mengawali tahun baru ini dengan warna apa.

All New Satria F150 masih hadir dengan mesin yang sama yakni fuel injection DOHC dengan konsep hyperunderbone 150 cc. Sehingga motor ini masih gahar di aspal bung, selain itu dilengkapi dengan fitur 1-push electric starter, security alarm dan USB charger. Fitur ini akan membantu bung, terutama untuk mobilitas smartphone yang bung miliki.

Lantas kenapa meningkatkan gaya harus dengan All New Satria F150, karena motor ini lebih mengedepankan lifestyle bukan kecepatan. Karena tema kecepatan sudah dialih ke GSX Series. Untuk memaksimalkan lifestyle bung di masa kini layak ditopang dengan tunggangan baru All New Satria F150. Karena Suzuki yang mengusung gaya bad boy dapat cocok dengan gaya bung yang cuek tak kenal ampun.

Resolusi Harus Ditempuh

Resolusi tahun baru biasa dibuka ketika kembang api sudah semarak di langit dunia. Bung pun dapat melancarkan beberapa resolusi di tahun baru 2018. Untuk membuka lembaran baru, setiap resolusi disesuaikan dengan target yang ingin dicapai. Demi terjalinnya faedah kehidupan agar berjalan lebih damai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Tak Tampil Slebor Meski Memilih Naik Motor

Meski mobil menawarkan kenyamanan lebih, namun sebagian pria tetap memilih motor sebagai kendaraannya. Alasannya beragam, mulai dari sesederhana menghindari jalanan macet atau memang hobby menggunakan motor.

Masalahnya banyak yang terkesan ala kadarnya dalam berpenampilan ketika menggunakan motor. Malah sering ada yang salah kaprah menyamakan kegiatan berkendara menggunakan mobil dengan motor. Padahal beberapa hal harus diperhatikan jika kita memilih untuk menggunakan motor.

Naik motor pakai baju apa?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menjawab pertanyaan sebelumnya. Kita naik motor untuk apa? Sekedar hobby di weekend atau kendaraan rutin untuk menemani kerja? Karena banyak yang salah kaprah memilih pakaian untuk naik motor.

Referensi yang digunakan adalah pengguna motor di luar negeri. Sayangnya tidak semua fashion cocok diaplikasikan di Indonesia. Apalagi jika kita menggunakan motor untuk beraktivitas sehari-hari.

Di negara-negara sub tropis banyak pengendara motor tidak menggunakan jaket. Mereka hanya berbalut kaos oblong dan jeans. Atau misalnya untuk para scooteris italia yang berpakaian rapi kemudian hanya menyematkan rompi minim di luar pakaiannya.

Masalahnya situasi dan kondisi jauh berbeda di Indonesia. Sebagai negara tropis kita punya suhu mencapai kisaran 37 derajat celcius. Sangat konyol jika kita naik motor di udara terbuka hanya bermodalkan kaos lengan pendek.

Situasinya bertambah rumit ketika di daerah perkotaan. Meski gesit, tak jarang pengendara motor juga tetap harus berjibaku dengan kemacetan. Pertarungan ini masih diperparah dengan tingkat polusi yang gila-gilaan. Maklum saja bus umum dan angkot yang tidak terawat masih bebas berkeliaran membuang asap hitam knalpotnya.

Karena itu jaket adalah asesoris wajib jika memilih untuk naik motor. Setidaknya kulit tidak akan gosong dan perih terbakar matahari. Selain itu Jaket juga berfungsi untuk melindungi pakaian kita dari bau asap knalpot yang menyengat. Boleh saja motor oke, dandanan pun asik tanpa dihiasi jaket, tapi apa gunanya ketika bertemu klien baju kita ternyata bau knalpot?

Helm keren itu yang seperti apa?

Helm bukan lagi sekedar pelindung kepala. Ia sudah menjelma menjadi salah satu aksesoris fashion di kalangan pengguna motor. Tapi dengan alasan yang sama seperti di atas kita harus cermat dalam memilih helm.

Mungkin tidak masalah jika rooling thunder menggunakan motor kesayangan di weekend kita menggunakan helm half face tanpa penutup. Tapi jangan coba-coba menggunakan helm favorit biker cafe racer ini anda gunakan beraktivitas sehari-hari.

Sekali lagi, ini negara tropis banyak debu dan asap knalpot. Dijamin muka langsung menghitam jika berjibaku langsung tanpa penghalang kaca di helm. Lagi pula dengan kondisi mayoritas jalanan Indonesia yang masih belum terawat, menggunakan helm tanpa penutup bisa mengundang bahaya. Tak terbayang batu krikil terlontar langsung ke muka kita dalam kecepatan tinggi.

Hal penting lainnya adalah siapkan minimal dua helm untuk dipakai bergantian setiap hari. Keringat dari kepala yang bersarang di helm bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Karena itu kita harus punya jadwal harian untuk menjemur bagian dalam helm diterik matahari. Jika anda pengguna motor harian, langkah ini hanya mungkin dilakukan jika anda punya dua helm kan?

Pilih motor sesuai fisik

Tidak akan terlihat perbedaanya ketika kita menyetir mobil ferarri yang super pendek dengan mobil off road yang jangkung. Maklum saja kita berada dalam kerangkeng body mobil. Paling banter orang hanya bisa mengintip dari balik jendela.

Beda cerita dengan motor. Semua fisik kita akan dengan bebas dipertontonkan di jalanan. Sayangnya banyak pria yang tidak sadar diri dengan kondisi fisik. Akan aneh terlihatnya jika fisik mungil tapi memaksakan naik motor bongsor.

Tapi sebaliknya, banyak juga pria berfisik besar yang terkesan memaksakan menggunakan motor matic yang diperuntukan bagi konsumen wanita. Hal ini diperparah dengan pilihan warna atau grafis yang terlalu manis untuk fisik sang pengendara.

Karena itu pilihlah kendaraan yang sesuai dengan fisik kita. Salah satu yang pantas dilirik adalah All New Satria F150. Modelnya yang hyperunderbone terlihat ramping namun tanpa meninggalkan kesan laki-laki.

Gaharnya tampilan ini ditunjang juga dengan tampilan mesin tegak berpendingin air. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve. Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Apalagi All New Satria F150, tampil dengan grafis tampilan baru. Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Untuk Bung yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa dijadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Ditambah lagi ada dua warna spesial, yang juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin Bung tunjukkan.

Jas Hujan Itu Harus

Selain panas matahari, kendala yang harus dihadapi pengendara motor di Indonesia adalah hujan. Dan seiring berjalannya waktu keadaan cuaca agak sulit untuk diprediksi. Karena itu menyediakan rain coat atau jas hujan adalah sebuah keharusan.

Jangan sampai kita terlambat tiba ditujuan hanya karena harus berteduh dari hujan. Atau untuk mengejar waktu kita memaksakan menembus hujan dan tampil basah kuyup dilokasi aktivitas.

Hal penting yang patut diperhatikan adalah jangan membeli dan menggunakan jas hujan yang hanya berbentuk ponco. Pertama, jenis ini tidak melindungi kita sepenuhnya dari terpaan air hujan. Kita masih bisa basah terutama untuk di bagian kaki. Kedua, jas hujan jenis ini sudah banyak memakan korban jiwa. Bentuknya yang memanjang dan menjulur ke bawah riskan untuk terlilit di roda motor.

Sedikit informasi, di beberapa minimarket dijual jas hujan berbahan plastik. Bentuknya tidak lebih tebal dari buku tulis anak sekolah dasar. Sangat cocok untuk diselipkan dibagasi motor.

Potong rambut pendek, gunakan deodoran

Sekedar saran, jika sehari-hari beraktivitas menggunakan motor maka sebaiknya rambut tdak dibiarkan panjang. Apalagi jika harus dirapikan menggunakan Gel. Karena pastinya repot harus bolak-balik membalurkan gel rambut setelah melepas helm.

Lalu untuk tetap menjaga kesegaran tubuh, usahakan menggunakan deodoran. Hal ini untuk mencegah keringat berlebih. Tentunya kita tidak mau kan muncul dengan baju yang basah oleh keringat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Kalau Tak Ingin Dicap Om-om, Jangan Buka Kancing Kemeja Cuma Buat Pamer Bulu Dada

Kecuali Bung memang sudah siap dipanggil ‘Om’ oleh sekumpulan cewek-cewek yang ada di sekitar Bung, ya tidak apa-apa kalau Bung mau bertingkah bak om-om parlente. Tapi sebentar, di mata cewek itu biasanya om adalah sosok pria yang memang seumuran dengan ayah mereka. Memangnya Bung sudah setua itu? Belum kan?

Dipanggil ‘om’ oleh keponakan yang masih balita mungkin sah-sah saja. Tapi coba bayangkan kalau si nona atau mungkin anak millenials di sekitarmu malah merasa penampilan Bung memang seperti om-om. Bung perlu tahu, karakteristik pria yang dikategorikan om-om itu jelas sekali terlihat. Bukan hanya dari penampilan, tapi juga tingkah lakunya. Duh, sepertinya ada yang perlu dirombak nih.

Bung Masih Suka Pakai Kemeja dengan Kancing Terbuka? Sekarang Sudah Bukan Zamannya Pamer Bulu Dada Bung!

Bung, coba rombak dulu bacaan atau referensi soal fesyen. Barangkali memang ada yang perlu dikoreksi dari situ. Walau sehari-hari Bung mungkin bekerja dengan setelan rapi, lebih baik biarkan apa adanya. Jangan sekali-kali melepas dua hingga tiga kancing kemeja sampai bulu dada Bung menyembul. Mungkin di benak Bung, hal itu bisa mendompleng tingkat kekerenan. Duh, tidak sama sekali. Justru yang ada cuma bikin ilfeel cewek-cewek.

Rapi Itu Bukan Berarti Culun, Masa Iya Pakai Polo Shirt dengan Gaya Pakai Kemeja

Apa yang paling terlihat dari style om-om? Gaya fesyennya yang kurang up-to-date dan cenderung kaku. Misalnya, ada cowok pakai Polo Shirt tapi ujung kaosnya dimasukkan ke celana. Bung seperti ini? Wah, bukan apa-apa, tapi style yang satu ini kelewat old-fashioned banget Bung. Pantas saja Bung dikira om-om.  Kalau mau pakai Polo Shirt ya yang normal-normal saja ya Bung. Yang penting, Polo Shirt itu harus rapi dan disetrika. Supaya lipatan-lipatan di permukaan kaos (mungkin efek digiling di mesin cuci) jadi lenyap dan kaos pun terlihat rapi.

Boleh Saja Pakai Cincin, Asal Jangan yang Berukuran Besar Atau Cincin Batu Akik Bung

Lagi pula, memangnya masih zaman ya cincin batu akik? Coba tanya si nona, kira-kira dia risih atau tidak kalau Bung pakai cincin tersebut? Kalau si nona bilang tak masalah, Bung boleh bersyukur. Sayangnya, cewek seperti itu mungkin skalanya 1:1000. Bung ini masih muda, masih bisa bereksplorasi dengan gaya fesyen yang lain. Tak perlu batu akik atau cincin berukuran besar juga. Kalau memang suka dan ingin pakai cincin, yang lazim-lazim saja. Bergayalah sesuai umurmu Bung!

Kalau Ada Kalung Emas Panjang nan Menjuntai di Leher Bung, Sudahlah, Bung Memang Berjiwa Om-om

Jadi, sekali lagi, selain batu akik, Bung juga harus lebih hati-hati dalam mix-and-match aksesoris. Jangan sampai kalung emas berukuran besar yang hits di era ayah Bung (mungkin), justru Bung pakai demi terlihat necis. Alih-alih terlihat demikian, yang ada si nona malah memicingkan mata atau mungkin menahan tawa.

Simpan Saja Gawai di Kantongmu, Tak Perlu Sampai Memasang Tempat HP Kulit Khas Bapak-bapak

Bung boleh cinta dengan ayah Bung, tapi soal gaya, coba agak visioner. Sadarilah Bung dengan ayah Bung lahir di zaman yang berbeda. Cara tampil dan menjaga penampilan pun berbeda. Sudah bukan zamannya lagi membeli tempat gawai berbahan kulit dan memasangnya di gesper bung. Itu namanya Bung sedang membuat diri Bung jauh lebih tua dua dekade. Coba bayangkan kalau sedang berdiri di tempat umum dan ada si nona yang Bung incar. Bisa jadi si nona malah takut dengan Bung karena mengira Bung ini semacam om-om yang hobi menggoda perempuan muda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top