money

Cowok Ganteng Gajinya Pun Ganteng

Menjadi ganteng bagi pria ternyata tak sekedar berfungsi untuk menarik lawan jenis. Lebih jauh dari itu, menarik tidaknya penampilan seorang pria ternyata akan berpengaruh juga pada tebal tidaknya isi kantong.

Sembarang? Ini tidak main-main, pasalnya fakta itu ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan secara resmi oleh Andrew Leigh seorang ekonomon senior dan Profesor bidang ekonomi dari Australian National University.

Penelitiannya menyebutkan bahwa pria yang berpenampilan menarik, berpenghasilan 22 persen lebih tinggi dari pada mereka yang hanya punya penampilan rata-rata. Dan parahnya lagi mereka yang dinilai oleh masyarakat berpenampilan di bawah standar malahan punya gaji yang lebih rendah 26 persen dibanding rata-rata.

Tentunya responden penelitian ini dipilih dari orang-orang yang punya kemampuan dan kapasitas profesional yang kurang lebih sama. Sehingga faktor pembedanya ya cuma soal ganteng tidaknya tadi.

Apesnya lagi bagi kita para pria, penelitian ini menunjukan fakta lain yang tak kalah mengejutkan. Ternyata urusan keren tidaknya penampilan dan hubungannya dengan gaji ini, tidak ditemukan pada wanita. Alias perempuan yang dinilai jelek, gajinya ternyata tak berbeda jauh dengan yang bikin mata laki-laki membelalak karena kecantikannya. Jadi mitos bahwa wanita cantik akan lebih mudah dalam pekerjaannya dan dapat perlakuan spesial justru tak berlaku disini.

Ah itu toh baru satu penelitian, kata mereka yang berpenampilan kurang menarik berdalih! Okay mari kita tengok penelitian lain. Kali ini penelitian Warwick Business School, the University College London and Dartmouth College yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One. Mereka menemukan bahwa, orang yang akan memberikan dan menginvestasikan uangnya, cenderung lebih mendasarkan keputusanya pada penampilan orang yang akan mengelola uangnya itu dibandingkan dengan reputasinya.

Di awal penelitian sejumlah responden diminta untuk memilih siapa diantara “si ganteng” dan “Si biasa saja” yang akan mereka percayai untuk mengelola uangnya. Sesuai dugaan si ganteng memperoleh 15% kepercayaan lebih tinggi dari si biasa saja.

Fakta lebih menariknya justru di kelompok responden berikutnya. Sebelumnya mereka yang masuk kelompok responden kedua ini diberikan bekal mengenai latar belakang si ganteng dan si biasa saja. Dengan sebuah twist bahwa si ganteng itu punya rekam jejak yang sedikit kurang meyakinkan dibandingkan si biasa saja. Toh alih-alih menurun, kepercayaan terhadap si ganteng ini malah meningkat 6% dari yang sebelumnya.

Terus kalau begitu bagaimana nasib mereka yang punya faktor kegantengan di bawah rata-rata? Apa berarti harus mulai mengurut dada pasrah menerima gaji yang lebih rendah 46% dibanding si ganteng tadi?

Tenang dan jangan keburu panik. Di era macam ini, urusan kegantengan itu sesungguhnya tidak melulu melekat secara lahiriah. Menarik tidaknya seorang pria itu lebih dinilai dari caranya berpenampilan dan tidak 100 persen urusan wajah belaka.

Masalahnya sebagian besar pria, khususnya di Indonesia, tidak paham bagaian mana dari penampilannya yang bisa ditingkatkan. Dari kecil kita sudah diajarkan bahwa laki-laki itu pantang bersolek dan berdandan. Wajar jika laki-laki sedikit gagap ketika harus bicara penampilan. Padahal ada hal-hal sederhana yang bisa dilakukan guna meningkatkan daya tarik.

Malahan ada beberapa pria yang memilih bersembunyi dibalik kalimat “saya seperti ini apa adanya”. Tapi apa iya sesederhana itu? Jawabnya tidak! Karena ternyata memilih berpenampilan rapi atau tidak, itu berhubungan dengan keadaan piskologi seorang pria. Mereka yang memilih tampil asal-asalan sejatinya sedang memendam rasa minder karena ia merasa kurang pantas tampil baik.

Kalau begitu sekarang saatnya untuk tampil habis-habisan! Eits, jangan pula terburu nafsu. Karena keinginan tampil menarik ini juga ibarat pisau bermata dua. Ada batasan-batasan tertentu yang harus dipelajari tentang kategori perilaku mana yang tampil rapi dan mana yang sudah kelewat genit. Coba simak bagaimana deretan wanita berikut ini memberi tips kepada para pria.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ini Patokan Bahwa Penampilan Belumlah Mentok | Yomamen

  2. Apoteker Huda

    September 23, 2016 at 4:25 pm

    Pakai obat ganteng (pomade),
    Rambut sangat berpengaruh terhadap penampilan pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ini Patokan Bahwa Penampilan Belumlah Mentok | Yomamen

  2. Apoteker Huda

    September 23, 2016 at 4:25 pm

    Pakai obat ganteng (pomade),
    Rambut sangat berpengaruh terhadap penampilan pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Karena Bekerja Memang Tak Selalu Menyenangkan, Jangan Gegabah Mengambil Langkah Resign

Kalau dipikir-pikir, dunia kerja memang tidak terlalu menyenangkan. Karena tuntutan hidup agar nafas makin panjang dan dapur tetap ngebul, makanya ketidakenakan tersebut Bung telan meski pahit sekalipun. Dan bersinggungan dalam dunia kerja pun jadi hal yang biasa, mungkin karena adanya faktor miss communication atau lelahnya menatap deadline membuat saraf jadi tegang sehingga tersulut emosi menjadi hal gampang.

Hal-hal yang seperti itu, mungkin masih baru dalam pengalaman hidup Bung. Jangan diambil hati atau sampai terpikir untuk mencoba mengajukan pengunduran diri. Santai saja, itu adalah bagian dari kalimat sapaan “Selamat datang di dunia kerja!”. Lantaran hal tersebut pasti terjadi meskipun Bung telah berpindah tempat, alangkah baiknya tetap menatap ke depan dan bekerja secara taktis dan matang.

Bung Diremehkan Karena Tak Pernah Tampil Memuaskan

Diremehkan dalam dunia kerja itu biasa Bung, bisa jadi atasan atau rekan kerja yang meremehkanmu tidak bermaksud menghina Bung. Mungkin memang itu salah satu cara untuk memotivasi diri Bung agar mampu tersulut atau tertantang mengeluarkan kemampuan secara keseluruhan. Ketika Bung sudah dapat membuktikan, mereka pasti bakal tenang dan suasana kembali kondusif seperti biasa.

Ketika Atasan Marah-marah, Bung Tak Usah Banyak Tingkah, Kerjakan Semuanya Dengan Sekuat Tenaga

Maklumi saja kalau atasan sedang marah-marah, mungkin ada kendala dalam perusahaan sehingga dia tak bisa mengontrol emosinya. Hal yang paling bijak untuk Bung lakukan adalah menyimak saja ocehannya tanpa perlu membantah begitu saja selama tidak ada unsur fitnah. Toh semuanya masih lumrah bukan? Kalau Bung justru mengambil hati semua omongan atasan, bisa-bisa kinerja Bung jadi tidak karuan sehingga Bung kembali diomelin secara habis-habisan.

Kalau Tidak Memberatkan, Jangan Jadikan Itu Layaknya Beban Bung

Posisi ini biasanya menimpa Bung yang masih berstatus karyawan baru. Ada saja suruhan karyawan yang sudah senior bahkan atasan untuk Bung melakukan hal-hal diluar pekerjaan. Memang ketika sesi wawancara kerja hal ini tidak tertulis, tetapi demi menjaga etika kerja ya lakukan saja.

Tentu saja selama hal itu tidak membebani bagi Bung dan mengacaukan job desk Bung, apabila memang memberatkan, Bung pun bisa menolak dan mereka pasti paham. Lantaran setiap hal yang dikomunikasikan secara baik-baik, pasti bakal menghasilkan hal yang baik pula.

Perbedaan Pendapat Itu Biasa, Terlebih pada Saat Rapat Kerja

Pada saat rapat, biasanya atasan meminta Bung untuk mengeluarkan pendapat maupun ide cemerlang guna membuat perusahaan semakin berkembang dan matang. Maka ketika Bung mengeluarkan pendapat, kemudian dibantah atau dipatahkan dengan pendapat dari atasan atau karyawan lain itu hal biasa.

Sebagaimana siklus berargumen saja, tak selamanya argumen yang dikeluarkan bisa pas dengan keadaan bukan Selain itu, ketika pendapat Bung patah di tengah jalan jangan membuat nyali cuit saat rapat selanjutnya. Justru Bung harus tetap berbicara untuk memberikan tanda bahwa ide yang di kepala ini tidak ada habisnya dan selalu bergelora.

Jenuh? Coba Sikapi Dengan Menghibur Diri Jangan Terpancing Untuk Mencari Kerja Lagi

Sumber : Theverge.com

Ketika bosan dalam pekerjaan janganlah disikapi dengan melakukan hal gegabah seperti mencari pekerjaan lain. Coba Bung ingat-ingat, bagaimana membangun perjuangan, saat dulu keringat dan rasa putus asa sudah menghampiri. Dan merasa kalau diri ini tidak pantas bekerja di mana saja. Baiknya, manfaatkan berbagai hal yang dapat mengatasi kebosanan seperti bermain game atau melihat video di YouTube. Siapa tahu hal-hal tersebut bisa menjadi moodbooster dalam meningkatkan performa.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ini Patokan Bahwa Penampilan Belumlah Mentok | Yomamen

  2. Apoteker Huda

    September 23, 2016 at 4:25 pm

    Pakai obat ganteng (pomade),
    Rambut sangat berpengaruh terhadap penampilan pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


money

Lembur Memang Mendapatkan Penghasilan Tambahan, Tapi Apakah Sepadan Dengan Pengeluaran?

Bicara soal lembur, memang bakal ada bayaran dari setiap mata yang terjaga, tetapi apakah sepadan dengan pengeluaran kita? Mungkin hal ini masih menjadi rahasia bagi bung, atau bung pun tidak menyadari. Karena, setiap pengorbanan yang dilakukan buat perusahaan biasanya ada cara balas dendam yang dilakukan.

Balas dendam di sini bukan sesuatu yang menghasilkan dampak buruk bagi perusahaan. Akan tetapi lebih mengacu kepada sikap para karyawan yang melakukan kegiatan lewat uang lembur. Misalnya pergi berbelanja dan pijat refleksi, itu pun baru dua kegiatan. Karena bisa saja ada kegiatan lainnya yang dilakukan si pekerja malam (dibaca : karyawan lembur).

Coba Hitung Upah Lembur, Apa Sama Dengan Peraturan dari Kementrian?

Upah lembur sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) No. 102/MEN/VI/2004, sebagai pekernya tentu kamu harus tahu berapa upah kamu selama lembur. Apakah sama dengan peraturan atau belum? bung pun dapat menghitung-hitung apakah upah bung sudah sama atau belum, karena ada cara atau rumus tersendiri untuk menghitung upah lembur.

Biaya Makan Bisa Jadi Biaya yang Paling Melonjak Secara Signifikan

Biaya makan pada saat lembur bisa melonjak lebih tajam. Lantaran dalam kondisi bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasanya, bung bakal menghabiskan banyak tenaga. Jadi tak salah juga kala bung banyak membeli makan guna menambah mood atau tenaga dalam bekerja.Lantaran kerja di jam malam pasti bakal lebih melelahkan karena waktu istirahat tergadaikan.

Biaya makan bukan hanya hitungan makan besar saja ya bung? tetapi biaya cemilan juga. Pasti banyak juga dari bung-bung sekalian yang membeli cemilan untuk menemani dalam bekerja. Jadi biaya makan bung sendiri sudah berapa? bisa mencapai Rp 200 rubu kah ? atau lebih?

Bisa Sugesti ataupun Tidak, Tetapi Kopi Selalu Menemani Setiap Lembur Kapanpun Jua

Kopi memang menjadi salah satu minuman yang menemani setiap orang dalam lembur bekerja. Memang kadar kafein dalam kopi bisa mengurangi rasa ngantuk dan dapat meningkatkan daya pikir. Tetapi apakah bung tidak menghitung berapa biaya yang keluar untuk membeli kopi? sukur-sukur kalau bung merupakan tipikal orang yang dapat menikmati kopi sachetan yang tersedia di kantor.

Kalau tidak? otomatis pengeluaran lebih bakal dikeluarkan kan? biasanya tipikal pekerja zaman sekarang lembur merupakan bagian dari konten isntagram, sehingga kopinya pun mesti yang berbeda agar khazanah pergaulan lebih aman terjaga.

Terjaga Semalam Suntuk Membuat Badan Tak Lagi Bisa Berkreasi dan Harus Direfleksi

Bukan hanya nona saja yang dapat memanjakan dirinya ke salon atau spa guna merawat dan menyegarkan kembali tubuhnya. Setelah lembur dan badan terasa pegel linu, bung pun tergoda untuk mengeluarkan biaya guna mendapatkan pijatan refleksi.

Lantaran enak dan menyengarkan badan, bisa jadi kegiatan pijat refleksi bung lakoni selepas lembur. Memang memiliki banyak manfaat sih tapi kalau melirik keuangan, apakah bersahabat ya? meskipun wajar-wajar saja karena badan terjaga semalam suntuh pasti tidak terasa nikmatnya, namun jangan sampai upah yang didapatkan hilang begitu saja selepas acara balas dendamnya.

Ketika Bung Lembur Terus-terusan Bakal Berdampak Terhadap Kesehatan

Bung mungkin tidak sadar bahwa bekerja setiap malam terus-terusan bakal berbahaya bagi kesehatan. Meskipun, bung pun juga tak bisa menolak karena ini merupakan suruhan atasan. Tetapi alangkah baiknya waktu tidur dan bekerja harus diseimbangkan, karena ada beberapa orang pekerja di Jakarta beberapa waktu lalu yang meninggal lantaran begadang dan lembur demi pekerjaan.

Belum lagi ketika bung drop tiba-tiba dan harus segera meluncur ke dokter, bisa jadi upah yang bung dapatkan selepas lembur  hilang begitu saja demi biaya pengobatan. Karena alangkah baiknya bung menghitung semua pengeluaran dan pendapatan selepas lembur, jangan sampai semua pendapatan habis karena pengeluaran yang bung lakukan seperti seseorang balas dendam. Sudahkah bung menghitung berapa upah lembur?

 

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ini Patokan Bahwa Penampilan Belumlah Mentok | Yomamen

  2. Apoteker Huda

    September 23, 2016 at 4:25 pm

    Pakai obat ganteng (pomade),
    Rambut sangat berpengaruh terhadap penampilan pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Bung, Jangan Berharap Sukses Mempunyai Rumah Dan Mobil Mewah Kalau Mental Tngkat Bawah

Demi sukses, mimpi saja tak cukup bung! Kita juga butuh usaha dan kerja keras, serta mental yang sekuat baja.  Karena meraih kesuksesan tidak mudah, jumlah mereka yang gagal pasti lebih banyak dari pada yang berhasil. Mereka yang berhasil, telah melewati masa-masa pahit dan sulit untuk berada di titik sukses. Kebanyakan orang, hanya mematok mimpi tinggi tapi tidak dengan sikap mumpuni, salah satu penopangnya adalah mental.

Mental layaknya fisik, butuh latihan untuk terbentuk dengan baik, karena mental bukan berkah dari Tuhan. Mungkin selama ini bung sudah banyak gagal, karena tidak memiliki mental kuat. Maka dari itu, kalau bung mimpi memiliki rumah  indah dan mobil mewah, harus ditingkatkan usaha dan mental. Karena mental tingkat bawah alias tempe tak pantas stand out sebagai orang yang sukses.

Kesalahan Adalah Hal Wajar, yang Tak Wajar Adalah Meratapi Kesalahan Hingga Mendalam

Setiap mencapai sesuatu pasti ada kesalahan yang selalu dituai bung. Klise, manusia tidak sempurna dan tempatnya salah. Jadi, wajar saja apabila bung melakukan salah ketika bekerja dan berusaha. Namun, kesalahan yang dilakukan tidak perlu diratapi secara dalam. Sebab hal itu, toh tak akan merubah apa-apa. Lantas buat apa bung lakukan?

Daripada sibuk menangis dan meratapi situasi, lebih baik cari solusi untuk memperbaiki. Hari ini bung boleh gagal, tapi pastikan pada diri jika esok hal serupa tak akan ada lagi.

Laki-laki Mental Baja Ketika Ada Masalah Tidak Menangis, Namun Mencari Solusi Taktis

Ketika tertimpa masalah pribadi yang memiliki mental baja pasti akan berputar otaknya untuk mencari solusi. Solusi lebih penting dari pada meratapi bung. Bahkan, terkadang kita menggerutu tentang kondisi yang di luar kuasa diri kita sendiri. Kalau terus-terusan menyalahkan keadaan yang jelas tidak ada solusi, sama halnya kita yang terus-terusan membicarakan soal masalah.

Sebab percaya atau tidak, hal serupa juga sudah lebih dulu dilakukan oleh mereka yang kini sudah sukses atas pencapaiannya. Dengan mengubah pola fikir menjadi lebih beda dan lebih tajam dalam memandangi masalah, membuat solusi akan mudah terpecahkan. Hal ini didorong dari kepribadian seseorang dalam hal pendidikan, apabila ia menyukai mata pelajaran kalkulasi seperti matematika, pasti menggemari untuk memecahkan masalah.

Perubahan Selalu Terjadi, Tak Ada Alasan Selain Belajar Beradaptasi

Di zaman serba canggih perubahan tidak dapat dihindarkan, hanya ada adaptasi atau bung tertinggal mati. Ketinggalan zaman tentu tidak bagus, apalagi bagi bung yang hidup dan mencari nafkah yang berhubungan dengan dunia digital. Tapi kalau difikir-fikir semua hal sekarang memang serba digital kan? bentuk inovasi tukang ojek misalnya.

Agar tak terus menerus berperan sebagai penonton, bung perlu belajar untuk menyesuaikan diri. Menciptakan sesuatu yang sesuai dengan perkembangan, hingga nanti dilirik orang. Dan seandainya bung memiliki mental baja, pasti perubahan menjadi sebuah tantangan. Tak ada rasa mengutuk perubahan, perubahan akan diamini dan dijalani, hitung-hitung untuk aktualisasi diri. Hingga bisa bersaiang dengan orang lain yang juga ingin sukses menggapai mimpi.

Mengutuk Masa Lalu Bukan Sifat Orang Berfikiran Maju

Lupa itu di satu sisi bagus, yang lalu biarlah berlalu dan lupakan saja. Jangan sampai hidup di saat ini tapi pengalaman-pengalaman buruk yang lalu itu menghantui diri kita sekarang, makanya orang tidak dapat bergerak maju, hidup dalam ketakutan“, kata Dhira Narayana salah satu pendiri gerakan LGN (Legilisasi Ganja Nusantara). Menggerutu keadaan masa lalu adalah hal yang akrab dilakukan alias mengeluh. Karena kalau pun bung menggerutu soal keadaan, keadaan pun tak tak bisa berubah.

Mental yang baja biasanya tidak suka tenggelam terlalu dalam akan masa lalu. Kejayaan atau kegagalan, hanya kenangan, yang tak perlu diungkit dan diselami dalam-dalam. Karena hidup terus bergerak maju, jangan sampai bung terlena akan masa lalu hingga hilang fokus di masa sekarang.

Sifat Iri Hati Tak Membawa Kesuksesan Suatu Saat Nanti

Perasaan iri merupakan negatif. Dalam ajaran Buddha, Sidharta Gautama membahasnya dengan mengatakan “Jangan berlebihan dengan apa yang kamu terima, apalagi iri dengan milik orang lain. Dia yang iri sulit mendapatkan kedamaian batin,” Kata-kata tersebut memang benar adanya. Tak ada orang yang damai hati ketika sifat iri berkobar dalam diri. Yang ada hanya menggerutu, gelisah dan merasa kalah.

Namun, kalau punya mental baja hal seperti itu pasti tidak terjadi. Mengakui kesuksesan tidak dapat dilakukan orang yang mental lemah. Bahkan, mental lemah akan merasa minder ketika melihat teman berhasil. Kalau yang mental baja pasti akan mengakui kesuksesan atau pun mengucapkan selamat. Pasti akan dilakukan secara tulus dan berbahagia.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ini Patokan Bahwa Penampilan Belumlah Mentok | Yomamen

  2. Apoteker Huda

    September 23, 2016 at 4:25 pm

    Pakai obat ganteng (pomade),
    Rambut sangat berpengaruh terhadap penampilan pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top