Lebih Tahu

Ciuman ‘Cupang’ Memancing Gairah Seksual, Namun Memiliki Bahaya Fatal

Dalam memancing gairah seksual pasangan beberapa cara dilakukan ketika foreplay. Selain cium dan meremas payudara, ‘cupang’ atau isitilahnya melakukan isapan di bagian leher, jadi kebiasaan untuk membakar hasrat birahi pasangan. Dibalik itu ternyata ada bahaya mengintai apabila sering melakukan hal ini.

Saat isapan terlalu keras, cupang berpotensi menyebabkan kapiler di bawah permukaan kulit. Hal ini menimbulkan leher terlihat menghitam atau memar. Namun efek bahaya fatal yang kami bicarakan bukan dari segi penampilan, melainkan dari sisi medis. Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul akibat isapan leher atau ‘cupang’. Bahkan salah satu kasus pun ada yang berujung pada kematian.

Dilansir dari Liputan 6, setidaknya ada tiga bahaya dari ‘Cupang’.

Memicu Penyakit Stroke Sampai Menyebabkan Kematian

Salah satu hal kenapa ‘cupang’ tidak harus dilakukan (lagi) bagi setiap pasangan karena dapat membangkitkan stroke. Kematian akibat stroke setelah dicupang dapat dikatakan hal lumrah. Lewat beberapa kasus membuktikan tentang apa yang terjadi, seperti  yang dialami Julio Macias Gonzalez berusia 17 tahun, menghembuskan nafas terakhir setelah dicupang kekasihnya yang lebih tua.

Kemudian Huffington Post melaporkan kasus di tahun 2010 mengenai seorang perempuan 44 tahun yang harus dilarikan ke rumah sakit setelah menderita stroke. Akibat lengan tidak bisa digerakakan secara tiba-tiba. New Zealand Medical Journal menuliskan, dokter yang merawat perempuan tersebut menemukan bekas isapan di leher. Untungnya pasien masih bisa selamat.

Dari sumber lain yakni Your Tango mengatakan kalau cupang berisiko menyebabkan gumpalan darah dan stroke yang serius. Ketika kapiler pecah ke daerah sekitarnya. Sel-sel darah menjadi terganjal di pembuluh dekatnya dan menyebabkan pembekuan.

Gumpalan darah apa pun bisa berpotensi mematikan. Namun, kemungkinan kematian akibat bekuan darah yang diinduksi cupang sangat, sangat rendah,” kata ahli bedah plastik terkemuka di New York, Dr. Steinbrech.

Berkemungkinan Terserang Herpes Oral

Sebuah artikel di AP pada 1987, melaporkan sebuah kasus laki-laki berusia 22 tahun yang mengalami infeksi akibat cupang. Kasus tersebut dimuat di New England Journal of Medicine 1987. Nyatanya, herpes oral dapat menyebar lewat cupang saat pembuluh darah pecah dan terpapar virus herpes simpleks.

Kasus ini menunjukkan bahwa virus herpes simplex dapat ditularkan melalui inokulasi langsung,” tulis Dr. Nester C. del Rosario dari Eastern Virginia Medical School. Para Dokter menemukan pada bekas cupang pria itu, terdapat virus herpes simplex tipe 1.

Untungnya laki-laki tersebut masih diberikan kesempatan hidup. Setelah kondisi itu dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu tiga minggu.

Menyebabkan Luka Sampai Perubahan Warna Kulit

Pembuluh darah dapat pecah ketika kulit mengalami cidera. Hal ini terlihat dari bekas cupang, kan? dan ketika luka tidak pulih dengan baik. Apabila sudah digerogoti nafsu, cupang yang dilakukan akan memakan waktu lama membuat kulit sedikit mengeras dan berubah warna. Sampai-sampai luka yang ditimbulkan akan permanen.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kerja Sampai Larut Malam dan Alami Sakit Kepala Konstan Dapat Menyebabkan Stroke

Kasih sayang seorang guru kepada murid memang tak terukur. Waktu istirahat digadai untuk bekerja agar murid dapat jadi siswa pintar di masa depan. Diberitakan China Press, Zhang merupakan seorang guru yang tiba-tiba mengalami stroke saat mengajar. Insiden terjadi dua tahu lalu hingga kini, kemampuan bicaranya belum pulih seutuhnya.

Tipikal pekerja keras seperti Zhang, menyesal karena tidak menjaga kesehatan lantaran sibuk mempersiapkan murid-muridnya menghadapi ujian kelulusan. Bermula dari kebiasaan bekerja sampai larut malam, kurang tidur sampai mengalami sakit kepala akut. Merasa ini hal biasa, ia hanya mengonsumsi obat dan istirahat cukup untuk meredakannya.

Sebelum liburan sekolah tiba, Zhang mengalami sakit kepala konsisten. Mengambil obat untuk mengatasi malah terjadi sebaliknya. Dengan mengalami pusing mual, sang istri menyuruhnya untuk berisitrahat tetapi tidak digubris. Kemudian saat mengajar, Zhang jatuh ke lantai dan dilarikan ke rumah sakit. Kemudian di-diagnosa menderita stroke.

Dilansir dari Verywell Health, dokter yang menangani Zhang mengatakan kalau tak bisa mengabaikan gejala yang tak biasa. Seperti sakit kepala konstan selama hampir satu tahun, ditambah rasa pusing dan mual. Karena sakit kepala gejala umum tekanan darah tinggi dan stroke. Apalagi Zhang tidak tahu kalau sakit kepala yang dialami berhubungan dengan stroke, justru ia menganggap ini masalah kecil

Sedangkan menurut dokter, sakit kepala berkepanjangan, pusing dan mual adalah sinyal tak beres yang dikirimkan tubuh. Seorang pengindap harus memperhatikan sinyal tersebut jangan menganggapnya penyakit biasa atau gejala umum.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ternyata Masih Ada Risiko Komplikasi Akibat Sunat

laki-laki di Indonesia lazim melakukan sunat atau sirkumsisi. Meskipun hal ini tergolong bedah ringan namun pakar menyatakan masih ada risiko komplikasi terjadi akibat sunat meskipun jarang. Dr. Yessi Elidayni Sp. BA, dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menyatakan tindakan operasi kecil bisa menghasilkan infeksi.

“Infeksi luka operasi setelah sirkumsisi sangat jarang, dengan insidensi kurang dari lima persen, namun apabila itu terjadi maka pemberian antibiotika oral dan mandi teratur dapat mengurangi infeksi tersebut,” ujar dr Yessi, dilansir Suara.com

Bedah ringan seperti sunat bisa berimbas pada perdarahan yang terjadi sela-sela jaitan. Meskipun kategorinya perdarahan ringan. Menurut dr. Yessi iu masih dianggap normal. Perdarahan semacam itu cukup dikeringkan dan dioles salep antibiotika topikal untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi.

Namun demikian, segera konsultasikan dengan dokter apabila setelah sirkumsisi ditemukan perdarahan yang tidak wajar dengan jumlah banyak, mengalir tidak berhenti setelah ditekan dengan kain kassa,” tambahnya.

Masalah lain yang dapat terjadi setelah tindakan sirkumsisi adalah meatal stenosis. Meatal stenosis adalah kondisi penyempitan atau perlekatan pada muara saluran berkemih. Keadaan tersebut dapat terjadi pada 11 persen kasus pasien sirkumsisi.

Pada bayi, hal tersebut berhubungan dengan dermatitis yang disebabkan karena kontak dengan popok sekali pakai (diapers), sedangkan pada anak yang lebih besar hal ini berhubungan dengan balanitis xerotica obliterans (BXO).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Sebelum Narsistik, Merasa Diri Lebih Hebat Dikenal dengan Megalomania

Seseorang yang merasa lebih hebat atau merasa tidak akan pernah salah termasuk salah satu bentuk gangguan jiwa menurut pakar piskologi Sigmund Freud. Hal ini dikenal dengan kata Megalomania. Pilpres Amerika Serikat tahun 2016, kembalinya kata ‘Megalomania’ ketika media-media Paman Sam mendeskripsikan tentang Donald Trump. Membuat kata ini kembali dipakai sebelum orang merasa lazim menyebut itu narsis.

Netizen Indonesia pun sedang ramai membicarakan Megalomania, setelah viral pertengkaran Rai dan Rian D’Masiv di panggung. Hingga Rai meninggalkan panggung sesudah adu mulut. Lalu ia mengunggah insta stories, bertuliskan ‘fu*k Megalomania’, yang digadang-gadang netizen untuk sang pentolan band.

Sebagai penyakit gangguan jiwa dikatakan kalau Megalomania adalah  salah satu sifat yang dimiliki para diktator kejam dalam sejarah. Adolf Hitler, Benito Mussolini sampai Idi Amin. Tapi ini hanya asumsi belaka karena belum ada penelitian yang membuktikan.

Tetapi kalau ciri-ciri dari megalomania terlihat dari perbuatan dan ucapan. Pertama mereka sedang membesarkan pencapaian, bahkan sering bohong demi diakui hebat. Kedua mereka berupaya melakukan apa saja seperti berbohong demi merasa hebat dari orang lain. Ketiga, orang dengan megalomania juga terkenal egois. Mereka lebih mengedepankan dirinya sendiri daripada orang lain, mirip dengan sifat anak-anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top