Inspiring Women

Chantal Della Concetta on a date

Dulu ia dikenal sebagai pembawa acara berita di salah satu televisi swasta. Sempat menghilang beberapa tahun, Chantal Della Concetta muncul dengan image yang benar-benar berbeda. Ia tampil lebih berani dengan keseksian yang nampak semakin mendewasa. Beberapa tato menghiasi tubuh cantiknya. Simak pesonanya pada video berikut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiring Men

Mario Iroth: Dari Tuduhan Gila Hingga Bermotor 19000 Km

“Gila Kamu!”

Begitu reaksi yang diterima Mario Iroth ketika ia pertama kali mengutarakan idenya pada seorang kawan. Ia berencana untuk mencari sponsor untuk membiayai perjalanan travelingnya. Dimana letak kegilaanya?

Tak ada yang kenal Mario Iroth kala itu. Ia bukan artis atau figur publik yang punya daya tarik untuk orang mau membayarinya jalan-jalan. Ia juga tidak di bawahi perusahaan apapun. Ia murni seorang individu yang senang melancong.

Pemuda berusia 28 tahun ini sadar akan hal tersebut. Karena itu ia menyusun sejumlah rencana guna mewujudkan ide gilanya tersebut. Pertama yang dilakukannya adalah menyusun portofolio. Sebagai penggila traveling ia punya segudang aktivitas yang didokumentasikannya dalam bentuk foto.

“foto-foto itu jadi bukti kalau saya memang pernah jalan-jalan, jadi saya tidak mengada-ada” ujarnya.

Mario Lombok

Ia juga punya misi yang tidak melulu urusan pribadinya. Pengalamannya menikmati budaya dan kehidupan orang setempat yang dilaluinya ingin dibagikannya kepada orang lain. Dan hal utama lainnya adalah ia selalu punya misi sosial dalam rencana melancongnya.

Dengan bermodal nama Wheel Story ia merancang perjalanan pertamanya. Perjalanan ke tujuh negara ASEAN sejauh 17.000 Km ditempuhnya dengan menggunakan sepeda motor. Misinya membantu anak-anak miskin di Kamboja dengan membawa charity dari sahabat di Indonesia.

Kenapa Kamboja? Sebelumnya Mario Iroth tergabung dalam NGO New Hope Cambodia. Ia menjadi guru sukarelawan yang mengajar anak-anak kurang mampu di negara tersebut. Pengalamannya inilah yang ingin dibagikannya kepada orang lain melalui perjalanan Wheel Story yang digagasnya.

Mudah? Tidak demikian. Berulang kali ia harus keluar masuk perusahaan menawarkan proposal perjalanan tersebut. Sekian kali itu juga ia ditolak. Tapi toh ia tak kenal lelah. Bermodalkan buku kuning telefon ia mendatangi perusahaan-perusahaan berikutnya.

“Betul-betul tidak kenal siapa-siapa dan tidak punya koneksi kemana-mana, modalnya cuma berani mencoba saja” sambung Mario.

Perlahan beberapa pihak mulai meliriknya. Konsep pengendara motor yang berkelana sendirian dianggap menarik. Apalagi Mario Iroth akan menyajikannya dalam bentuk kekinian. Dengan memanfaatkan media weblog dan sosial media yang dimilikinya.

Perjalanannya pun akhirnya dimulai dari Seminyak Kuta Bali. Total 87 hari dilewatinya diatas motor dengan jarak tempuh perjalanan 17.542 Km. Tujuan sosialnya pun tercapai. Ia berhasil menyampaikan donasi yang dibawanya dari Indonesia untuk anak-anak di Kamboja.

Ia sempat terharu ketika tiba di desa Mendul Propinsi Siam Reap Kamboja ini. Anak-anak yang dulu diajarnya secara sukarela sudah membuat barisan dengan membawa poster bertuliskan ‘We thank you from the bottom of our hearts’.

“Di luar dugaan saya, mereka masih ingat sama saya. Mereka menyambut dengan sangat hangat” sambungnya dengan haru.

mario iroth kamboja

Semua berhasil dilakukannya sendirian. Bahkan untuk mendokumentasikan perjalanannya, Mario Iroth mengaku bahwa dirinya berulang kali menggunakan timer untuk menangkap fotonya ketika beraksi. Tidurnya tak jarang menggunakan tenda atau menginap bersama orang-orang lokal.

Keberuntungan besar menghampirinya di hari ke 47 ketika ia mencapai Phukket Thailand. Sewaktu ia baru memarkir motornya tiba-tiba seseorang menghampirinya dan mengajaknya berkenalan sambil membawa kamera.

mario iroth

Rupanya orang tersebut adalah Charley Boorman bintang utama acara Long Way Down. Sebuah acara reality show yang menggambarkan perjalanan pengendara motor ke berbagai negara. Dan Mario Iroth adalah penggemar berat Charley.

“motor saya paling kotor dan paling banyak barang, karena itu dia tahu saya datang dari jauh dan menghampiri sambil bertukar cerita peta perjalanan kami” tutur Mario.

mario dan charley-boorman

Pertemuan mereka yang tak dirancang sebelumnya ini ternyata ikut ditayangkan dalam salah satu episode Long Way Down. Mario Iroth pun mencapai level internasional tanpa sengaja.

Tak mengherankan ketika ia kemudian merancang perjalanan sejauh 19.000 Km dalam Wheel story ke dua dan Wheel Story ke tiga menuju Indonesia Timur ia tak lagi kesulitan mendapatkan sponsor. Mulai dari sabun pembersih tangan sampai produsen motor asal Italia ikut serta dalam perjalanannya. Hingga motor pun kini tak lagi menggunakan miliknya pribadi.

Tujuannya masih sama. Mengenalkan kehidupan masyarakat lokal kepada dunia. Di perjalanan ketiganya, ia menjadi orang Indonesia pertama yang melalui seluruh distrik Timor Leste sejak berpisah dari Indonesia.

mario motor

“Saya tak pernah menggunakan tenda di Timor Leste, masyarakatnya selalu mengajak saya tidur di rumahnya. Ini bentuk persaudaraan murni yang mereka tawarkan” katanya lagi.

Mario Iroth belum akan berhenti. Ia menyebut sudah punya sejumlah program perjalanan hingga 2020. Rencana sederhananya kini sudah menjadi sebuah brand tersendiri. Ia pun dengan kepala tegak bisa kembali ke kawannya yang pertama dikenalkan dengan konsep perjalanannya.

Tanggapannya bisa jadi sama, “gila kamu”. Tapi dipastikan kali ini dengan nada yang berbeda!

Foto dok. WheelStory

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiring Men

Arti Horor Di Mata Jose Poernomo

Sudah menonton film oo Nina Bobo? Ini adalah film horor terbaru garapan sutradara Jose Poernomo yang dibintangi oleh Revalina S Temat dan Firman Ferdiansyah. Dari sejumlah review, film ini disebut-sebut tampil berbeda dengan film-film horor yang selama ini banyak menghiasi teater di Indonesia. Apa yang berbeda? Simak jawaban langsung Jose Poernomo tentang film ini dan genre horor secara keseluruhan

Tidak banyak hantu ditampilkan dalam film ini, kenapa?

Secara pribadi saya memang selalu menggarap film bergenre atmospheric horror. Dalam genre ini yang ditekankan adalah situasi dan kondisi yang menyeramkan. Jadi memang tidak banyak hantu yang muncul secara visual. Ini juga yang dipakai film-film yang belakangan sukses seperti insidious, conjuring dan sejenisnya.

Kenapa tertarik menggarap film horror?

Kalau mau dilirik secara sejarahnya, hampir sebagian besar perusahaan film yang ada didunia saat ini memulai semuanya dari film horor. Beberapa orang menyebut bahasa paling universal adalah cinta. Tapi menurut saya ada bahasa lain yang lebih hakiki dan mendasar di setiap manusia, yaitu kengerian. Karena itu menggarap film jenis ini selalu menarik.

jose purnomo

Saat ini trend film Indonesia lebih banyak yang berasal dari novel, apa yang membuat anda yakin Oo Nina Bobo bisa bersaing?

Sebenarnya di Indonesia film horor itu sudah punya pangsa pasar yang pasti. Ada sejumlah penonton tetap yang siap melahap film horor berjudul apapun yang disodorkan pada mereka. Peluang ini tidak dimiliki genre lain semacam drama, komedi atau action. Karena itu mudah bagi saya untuk meyakinkan produser agar mau menggarap horor.

Ditambah lagi sejujurnya secara budget film horor bisa digarap dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Hal ini jelas tidak bisa dilakukan untuk film-film drama, action atau yang lainnya.

Apa kegagalan film-film horor terutama di Indonesia yang mengurangi unsur seramnya?

Pelajaran pertama dalam sekolah film jika ingin menggarap film horor adalah menciptakan containment atau wadah. Jika kita sudah berhasil membuat unsur contaiment itu maka elemen yang lain tinggal ditambahkan.

Contaiment sendiri bisa beruapa lokasi, situasi atau karakter yang membuat tokoh di dalam film itu tidak punya pilihan lain selain berada terus dalam situasi horornya.

Film Oo Nina Bobo misalnya tokohnya harus berada dalam sebuah rumah yang lokasinya jauh dari tetangga dan berada di puncak gunung. Keegoisan Revalina S Temat sebagai seorang psikiater juga membuatnya tidak punya pilihan lain selain berada di rumah itu untuk menyelesaikan penelitiannya. Firman Ferdiansyah dipaksa untuk tetap tinggal di rumahnya dulu itu sebagai bagian dari percobaan tadi.

Bandingkan misalnya jika kita membuat cerita ada hantu di sekolah. Karakter di dalamnya sebenarnya bisa bebas menghindari kondisi horor. Tinggal menolak untuk bolos atau pindah sekolah, maka cerita pun selesai. Atau kalau Oo Nina Bobo, lokasi rumahnya berada di daerah padat penduduk. Tinggal teriak tolong, satu kampung bisa langsung datang membantu dan horor pun selesai saat itu juga.

foto jose poernomo

Penampakan hantu di film ini pun disebut beda, bisa diceritakan?

Setiap membuat film horor, saya selalu mendesain sendiri hantu-hantunya dan tidak mau menggunakan karakter hantu yang sudah ada di cerita-cerita masyarakat sebelumnya. Sebut saja waktu di jailangkung saya dan rizal mantovani merancang sendiri hantu berbentuk anak kecil itu. Bagaimana sikapnya, bagaimana penampilannya.

Begitu juga dengan suster ngesot di film itu adalah hasil kretivitas kami menciptakan hantu yang berjalan dengan jalan diseret. Setelah hantu-hantu itu jadi dan divisualisasikan baru belakangan orang-orang menciptkan atau menghubung-hubungkan dengan hantu yang mereka kenal.

Di film Oo Nina Bobo juga begitu. Saya tidak mau memakai hantu yang sudah ada. Berkebalikan dengan hantu umum di Indonesia yang berwarna putih, disini hantu tampil seperti visualisai malaikat pencabut nyawa dengan warna yang kelam dan hitam. Meciptakannya pun dengan teknologi.

Apa yang dimaksud dengan teknologi?

Kebetulan saya baru membeli alat dari amerika serikat. Alat ini membantu mendesign dan memvisualisasikan karakter hantu dalam film ini. Belum seratus persen kemampuan alat itu digunakan tapi saya sudah cukup puas dengan hasilnya.

Kenapa memilih menciptakan sosok baru dibanding menggunakan yang sudah ada?

Saya ingin membuat karakter hantu yang memang bisa dinyatakan milik saya. Tokoh hantu dalam film saya bisa diklaim sebagai buatan saya. Ini berkaitan dengan masalah opportunity. Dengan karakter yang dibuat sendiri kita bisa menjualnya menjadi franchise. Ini yang terjadi pada pulau hantu yang kemudian muncul franchise sequelnya Pulau Hantu 2 hingga ketiga. Begitu juga dengan film-film horor asing yang kini menjadi box office.

Benarkah film ini digarap tanpa skenario?

Sebagian besar film yang saya garap memang hanya dilengkapi oleh garis besar cerita. Karena itu saya butuh aktor-aktor yang sudah matang bermain. Karena dialog baru saya berikan dengan tulisan tangan dan didiskusikan sesaat ketika adegan hendak diambil.

Berarti Revalina S Temat dan Firman Ferdiansyah memenuhi kriteria ini?

Untuk Revalina saya sejak lama ingin mengajaknya ikut bermain dalam film saya. Tapi baru sekarang bisa terwujud. Sementara untuk Firman memang perjalanannya lebih panjang.

Sulit mencari anak usia 12 tahun yang bisa memerankan tokoh dalam film ini. Firman sendiri harus 5 kali bolak-balik casting hingga akhirnya kami nyatakan siap untuk bergabung.

Mengarap horor berkaitan dengan budget yang tidak besar, seandainya punya kesempatan dengan budget unlimited film seperti apa yang ingin dibuat?

Cita-cita saya ingin membuat film yang berkaitan dengan militer. Ini minat secara pribadi. Sudah ada ide yang sejak beberapa tahun lalu sudah disetujui oleh petinggi militer di Indonesia. Ceritanya tentang pasukan khusus Kopasus Indonesia.

Film jenis ini tentunya melibatkan unsur kolosal, banyak alutsista yang terlibat. Apalagi banyak adegan-adegan penghancuran. Tentunya ini tidak bisa digarap dengan dana yang minim. Sampai sekarang cita-cita itu belum terwujud karena terkendala masalah dana tadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health

Video cara melatih otot six pack

membentuk six pack

Salah satu otot yang sulit untuk dilatih adalah perut. Berikut video yang menunjukan latihan untuk perut yang bisa dilakukan di rumah

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top