Otomotif

Cek Mesin Sebelum Beli Mobil Bekas, Modal Penting Agar Duit Tidak Sia-sia Terpangkas

Harga mobil memang semakin lama memang semakin mahal. Menjadi pertimbangan bagi bung yang tentunya memiliki gaji pas-pasan, atau banyak diliputi tanggung jawab untuk membayar cicilan. Belum lagi mulai terbesit tentang harga pajak yang makin lama semakin tinggi.

Alhasil membeli mobil bekas menjadi solusi pasti, dan tidak ada salahnya. Karena mobil bekas tidak selalu berimage negatif seperti anggapan orang banyak, tergantung yang merawat. Toh, mobil bekas masih memiliki daya tarik jika perawatan yang dilakukan pada mobil tersebut masih kategori terawat.

Namun, hindari lah beberapa hal yang menjadi kesalahan umum yang sering dilakukan saat orang membeli mobil bekas.

Penting Guna Mengetahui Sejarah Mobil

Tak ayal perkataan Soekarno soal jas merah atau jangan pernah meninggalkan sejarah, cukup berlaku saat kamu membeli mobil bekas. Sebagai pembeli, kamu berhak bawel untuk menanyakan apa saja apalagi ini mobil bekas. Harga murah belum tentu kualitasnya murahan, meskipun ada juga sih kemungkinan.

Makanya penting untuk mengetahui sejarah mobil. Apakah pernah tabrakan hebat, dan odometernya bisa diatur ulang, ketiga hal ini akan berpengaruh pada performa mesinnya yang mungkin tidak dirasakan waktu dekat.

Tanyakan Juga Soal Mesin!

Prioritas mesin harus diperhatikan saat bung membeli mobil bekas, karena kondisi mobil bekas yang dipakai kurun waktu yang lama bisa saja kondisi mesinya sudah tidak berkualitas baik. Saat bung membeli mobil bekas tetapi kondisinya tidak memungkinkan untuk apa bung beli bukan? toh nanti banyak hal yang kamu perlu perbaiki yang menuntut bung harus merogoh kocek lagi soal mesin.

Oleh karena itu kamu harus tanya soal mesin dan mengetahui soal mesin. Apabila bung tidak mengerti soal mesin sebaiknya ajak sahabat atau kerabat yang mengerti soal mesin dengan baik. Dengan itu bung tidak ragu lagu untuk menentukan apakah mobil itu dalam kondisi bagus atau tidak. Bung harus memastikan bahwa komponen mesinya original, apabila bung merasa bahwa mobilnya itu sudah jelek sebaiknya bung mengurungkan niat untuk membeli.

Periksalah Mobil Lewat Catatan Servis Kendaraan

Usia mobil semakin awet apabila diservis secara rutin sekaligus dirawat dengan rajin maka performa mobil tersebut pun baik. Untuk mengetahui cara tersebut, dengan cara memeriksa catatan servis mobil dari pemilik mobil. Biasanya setiap kali seseorang melakukan servis maka pihak bengkel akan menuliskan catatan servis berkala dan komponen pun yang pernah diganti sehingga bung bisa lebih yakin tentang performa mobil bekas tersebut.

Jangan Terburu-Buru Mengecek Kondisi Mobil

Bung tidak boleh terburu-buru untuk mengecek mesin mobil, karena sifat bung yang terlalu terburu-buru tersebut bisa membawa boomerang bagi bung sendiri. Untuk itu ada baiknya bung melakukan test drive atau uji coba ke jalanan.

Saat bung melakukan test drive, bung bisa meraba bagaimana performa mesin secara baik dan benar. Perhatikan suara mesin, getaran sampai asap knalpot tersebut. Jangan lupa, lakukan dengan teliti jangan terburu-buru. Karena biasanya mobil bisa dilihat setelah beberapa lama di bawa jalan. Dan itu tidak udah hiraukan kalau bung dicap sebagai pembeli yang rewel.

Jangan lupa Membandingkan Dengan Mobil yang Bertipe Sama dan Kondisi Sama

Sabar menjadi kunci saat bung menjatuhkan pilihan untuk membeli mobil. Bung harus bisa menahan diri dan melakukan perbandingan dengan yang lain. Beruntunglah bung hidup di era internet karena tidak perlu lagi repot-repot melakukannya, karena bung hanya perlu mengecek secara online, terutama perkara harga yang sangat sensitif bagi dompet.

Kemudian tahun pemakaiannya, dengan begitu kamu pun bisa mendapatkan mana yang paling cocok dengan selera terutama dengan keuanganmu. Intinya sabar dan jangan terlalu cepat memutuskan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Model Tuas Transmisi Bermodel Zig-Zag Diciptakan Untuk Keamanan

Model tuas transmisi mobil otomatis bermodel zig-zag diciptakan bukan karena soal desain lho tapi lebih ke masalah safety berkendara. Percaya atau tidak transmisi mobil yang tinggal menarik garis lurus cenderung ada kesalahan. Ketika ingin mundur di posisi R malah berada di posisi D. Nah untuk meminimalisir hal ini terjadi maka diciptakan transmisi bermodel zig-zag.
Transmisi bermodel zig-zag dibuat dengan alur dan bertingkat. Mungkin bagi pengendara yang sudah biasa dengan transmisi yang konvensional tak begitu masalah dengan kasus salah transmisi. Tapi bagi yang baru berkendara atau belajar, transmisi zig-zag berguna bagi pengendara pemula.
Justru dengan tuas model bertahap atau gate lebih aman digunakan pengemudi awal atau yang baru beralih dari manual ke matik. Dengan adanya tingkatan, membuat pengendara harus melihat dan memperhatikan bila tuas sudah dipindahkan pada posisi yang tepat, tidak hanya berdasarkan perasaan saja,” kata HR. Muhammad Suarabaya Andreas Totok kepala bengkel Auto 2000 dikutip dari Kompas.

Ketepatan bukan menjadi satu-satunya alasan diciptakan model ini. Adapun untuk memastikan kalau posisinya tidak mudah bergeser. Kecenderungan pengendara mobil manual yang meletakan tangan pada tuas persneling biasanya terbawa saat membawa matik. Kalau tuasnya lurus maka ada kemungkinan bergeser. Jadi sangat dilarang perilaku tersebut terbawa di mobil matik.

Karena masalah kebiasaan tangan kiri di tuas transmisi, saat mengendari mobil matik potensi tergesernya tuas tanpa disadari bisa terjadi. Tapi kalau model tuasnya zig-zag, itu kan kecil sekali potensi tergesernya, atau bisa dibilang tak mudah bergeser ketika tak sengaja tersenggol saat berkendara,” ucap Totok.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Lakukan Pengecekan Ringan Terhadap Mobil Sehabis Mudik Lebaran

Tak terasa Lebaran sudah berjalan satu minggu dan beberapa keluarga melaksanakan mudik sudah kembali untuk beraktivitas seperti biasa. Bagi bung yang melakoni mudik dengan mobil jangan lupa mengecek kondisi agar tetap prima. Selain di bawa ke bengkel bisa dilakukan dengan pengecekan ringan. Lantas bagian apa saja yang seharusnya di cek setelah mudik?

Dilansir dari Suara.com, Senior Division Head Auto 2000, Ricky Martawijaya, terdapat empat komponenen yang bisa dicek sendiri dengan sifat pengecekan dasar. Bagian pertama adalah ban, tugasnya berat setelah melakukan perjalanan beratus-ratus kilometer saat mudik. Menopang muatan dalam orang dalam jumlah besar juga jadi tugasnya kemarin. Cek ulang tekanan angin apakah sesuai yang direkomendasikan. Disusul dengan cek fisik bang, mulai dari telapak ban hingga dinding. Menempuh jarak yang jauh bakal berpengaruh pada ketebalan ban yang harus dipastikan tidak ada cacat fisik.

Oli mesin, Ricky menyarankan lakukan pengecekan takaran oli mesin via dipstick. Tambah apabila kurang dan perhatikan kondisi fisik, apabila berwarna keruh, coklat dan kental segeralah mengganti.

Jika volume oli mesin berkurang banyak dan terjadi perubahan fisik, segera bawa mobil ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih dalam,” terangnya.

Setelah oli mesin berlanjut ke kaki-kaki mobil. Area kaki-kaki memiliki 4 komponen penting sekaligus sistem kemudi, suspensi, rem, dan penggerak roda. Periksa lah ika terjadi kebocoran pelumas, karet getas atau sobek. Lakukan spooring dan balancing agar mobil prima kembali. Terakhir bagian cairan mobil dengan mengecek air radiator, air aki basah, minyak rem, minyak kopling manua, freon AC, oli transmisi otomatis sampai air wiper.

Tambah sesuai takaran dan periksa apakah ada kebocoran atau kerusakan lainnya. Jangan abaikan jika ada sesuatu yang mencurigakan,” tutup Ricky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Bagi Pemudik, Penting Membuka Kaca Setiap Satu Jam Sekali

Kemacetan saat mudik memang menyebalkan tapi hal ini sudah menjadi tradisi dan kemacetan seolah menjadi tantangan. Bagi bung yang membawa kendaraan pribadi sangat dihimbau mewasapadi risiko keracunan udara di dalam mobil. Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), risiko paparan gas berbahaya di dalam mobil bisa muncul dari kebocoran gas di dalam kendaraan atau produksi karbondioksida oleh penumpang saat bernapas.

Kalau dia terlalu lama macet, CO2 akan terakumulasi di dalam kabin. Bisa menyebabkan keluhan ngantuk, pusing kalau di mobil dalam waktu lama. Diimbau saat macet lama, menggunakan mode AC recirculate agar udara di luar tidak masuk,” ujar dr. Agus dilansir dari Suara.com

Mode AC recirculate dihimbau kepada para penumpang untuk membuka jendela kendaran setiap satu jam sekali selama lima menit dengan tujuan menurunkan kadar karbondioksida yang dibuang saat bernapas bung. Tujuannya agar udara di dalam kabin dan luar bercampur kembali. Bahaya mengintai apabila tidak melakukan hal tersebut seperti terjadi lemas dan sesak napas karena menghirup racun karbondioksida di dalam mobil.

Karbondioksida juga berbahaya kalau berlebihan di kabin, bisa menyebabkan lemas bahkan sesak napas. Bisa membuat orang kekurangan oksigen. Jadi tetap dibuka setiap satu jam, sedikit saja, lima menit lalu tutup kembali,” tandasnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top