power

Cari si supel

Mereka yang supel ini biasanya punya koleksi teman yang luas dan dari berbagai kalangan. Berkawan dengan mereka akan sangat membantu kita memperluas networking. Berbagai peluang juga bisa kita peroleh dari orang tipe ini.

Secara umum orang tipe ini terdapat di semua profesi. Kendati demikian, ada beberapa profesi yang punya tipe orang macam ini lebih banyak. Misalnya mereka yang bekerja dibidang jurnalis, kehumasan atau head hunter.

Berikutnya cari partner

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Cari si ahli | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Cari si ahli | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Selisih Dengan Rekan Kerja, Buat Bung Tak Enak Hati Tapi Selalu Bisa Diatasi

Dalam bekerja pasti ada saja moment di mana bung berselisih dengan rekan kerja, hal ini memang tak dapat dihindarkan lantaran bekerja itu artiknya kita harus berinteraksi. Biasanya selisih dengan rekan kerja terjadi, karena adanya salah paham antara satu sama lain.

Adanya selisih pun tidak dapat bung diamkan begitu saja, karena dapat mengganggu performa kita saat bekerja. Mau tidak mau permasalahan ini pun harus diselesaikan. Kalau bung diamkan saja, yang ada konflik timbul makin berkepanjangan. Selain itu, selisih rekan kerja memang normal terjadi meskipun bung pindah tempat kerja sekalipun.

Lantas bisakah perselihan tersebut diselesaikan? sudah pasti bisa bung!

Ketenangan Harus Dijaga Meskipun Perselisihan Melanda

Ingin berkata kasar rasanya, apalagi posisinya bung benar dan rekan bung yang salah. Namun, kalau bung menuruti emosi dengan berkata kasar yang ada permasalahan kian memanas hingga bisa terbawa sampai keluar ranah pekerjaan. Guna menghindari hal seperti itu bung harus mengedepankan sikap tenang.

Ketenangan yang bung hadirkan harus dijunjung tinggi agar permasalahan tidak berdampak lebih besar, juga jadi salah satu cara untuk  menghargai diri sendiri. Jadilah pribadi yang baik dan bisa menahan emosi. Dengan sikap tersebut, masalah pun dijamin tidak bakal berkepanjangan apalagi mengakar sampai baku hantam.

Jangan Membicarakan Keburukannya dengan Rekan Lainnya

Terkadang unek-unek yang dirasakan ingin sekali dibagi kepada orang lain, guna sebagai bahan sharing untuk melihat kondisi di mata orang lain, antara siapa yang salah atau yang benar. Tetapi sharing yang dilakukan pasti malah berbuah kepada ghibah dengan menyebarkan keburukan-keburukan rekan kerja bung yang sedang berselisih.

Meskipun bung berusaha seobjektif mungkin, tetap saja rasa sakit hati membuang bung membuka keburukan tersebut sedikit demi sedikit, belum lagi orang lain yang menyimak menceritakannya ke rekan lain dengan dimbumbui hal dramatis. Sehingga permasalahn pun semakin keruh bukan?

Coba Berkompromi Dengannya Agar Tahu, Dimana Letak Salahnya

Kompromi dapat bung lakukan saat masalah antara bung dengan rekan kerja sudah mereda. Temui dirinya, dan cobalah berdiskusi dengan pikiran terbuka guna mendengar apa alasannya yang membuatnya bisa berselisih dengan Anda bung. Mungkin perbedaan pendapat bakal terjadi namun bukan berarti titik temu tidak bertemu antara bung dengannya, pasti bakal ada solusi atau hal pahitnya bung bisa saling mengerti satu sama lain.

Selanjutnya, Bung Bisa Juga Meminta Saran Kepada Bagian HRD

Sebelum bung menemui HRD pastikan terlebih dahulu permasalahan yang bung hadapi sudah mencapai titik klimkas, dalam artian sudah gawat sehingga mengganggu perfoma bung dan juga berkembangnya perusahaan. Siapa tau, HRD memiliki langkah bijak untuk mengatasi konflik yang terjadi dalam skalan horizontal. Jika yang bung bicarakan masalah pribadi, nampaknya tidak perlu harus memanggil HRD.

Jika Selesainya Masalah Menjadi Hal Fana, Lupakanlah

Life must go on, ketika upaya berdamai dan rekonsiliasi antara bung dengannya tidak terjadi. Lebih baik bung lupakan seolah-olah tidak ada yang terjadi. Bung fokuskan diri kepada karir bung saja, karena itu jauh lebih baik. Dari pada bung terus meributkan dan kerap membahas, yang ada masalah kian memanas dan berjalan seperti itu saja. Lagi pula buat apa bung capek-capek memikirkan orang yang tidak mau berdamai? seperti tidak ada hal lain yang lebih baik saja bukan?

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Cari si ahli | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Kejenuhan Dalam Pekerjaan Adalah Fase yang Dapat Dihindarkan Asal Bung Tahu Caranya

Pekerjaan terkadang bisa menjadi suatu rutinitas yang menjenuhkan, sehingga Bung merasa ingin resign atau sudah tak ada hasrat untuk bekerja lagi. Semua itu wajar saja kok Bung, karena rutinitas yang terus dilakukan secara monoton dapat membuat diri dilanda kebosanan berkali-lipat. Apalagi Bung sendiri tak punya waktu untuk refreshing karena hari libur menjadi waktu tidur. Otomatis keseharian Bung akan terkesan sama dan tidak ada pembeda yang signifikan. Dan hal itu yang membuat pangkal kejenuhan tumbuh dan bisa berbuah stres.

Jangan stres atau pun merasa terbebani dengan semua itu. Kejenuhan dapat diatasi dengan beberapa kegiatan atau pun perubahan sikap dalam memaknai pekerjaan. Dengan Bung mencoba menyiasati kejenuhan tersebut, bisa membuat Bung mensyukuri pekerjaan sekarang dan kejenuhan yang sudah melanda dalam diri mulai mengikis, hingga Bung dapat bekerja dengan hasrat yang seperti dulu lagi.

Ingatlah Proses Awal Bekerja yang Bung Kejar untuk Mendapatkan Pekerjaan itu

Masih ingatkah Bung dengan masa-masa mengganggur yang telah lalu? Keuangan tidak ada sehingga masih bergantung orantua, padahal Bung sudah memiliki gelar sarjana. Jelas menjadi beban tersendiri, apalagi Bung adalah seseorang laki-laki yang bakal menjadi kepala keluarga. Tentu saja, karir dalam pekerjaan menjadi patokan untuk melihat seberapa berkualitasnya Bung sebagai laki-laki. Karena secara umum yang dijadikan patokan secara sosial di kalangan kita adalah bagaimana seseorang menjadi sukses, bukan? Lebih baik pikirkan hal ini kembali. Sontak kejenuhan akan terusir di dalam diri.

Bayangkan Kasih Orang di Sekitar yang Selalu Memberi Support, Bahkan Tak Lelah Memotivasi Guna Membuat Hidup Bung Memiliki Arti

Bukan pasangan, tapi orangtua yang selalu ada, bahkan memahami kondisi Bung ketika stres dan jenuh saat lelah bekerja atau saat mengganggur dulu. Tak pernah mereka menuntut lebih setiap hal yang diberikannnya dahulu, mereka hanya ingin sang anak bahagia tanpa merasakan sakitnya kehidupan, yang mungkin saja dulu orangtua sempat berjuang untuk melawannya.

Bekerja bukan hanya untuk dirimu sendiri Bung tetapi juga untuk orang lain. Seberapa banyak kata yang Bung keluarkan ketika ditanya teman apa yang kamu ingin lakukan saat besar nanti, sontak Bung menjawab, “Membahagiakan orangtua sebelum ajal menjemput nanti.” Masih ingatkan, Bung?

Semangatkan Pagi Bung dengan Olahraga Biar Pikiran dan Raga Sehat

Sumber : Twitter.com

Cobalah Bung berusaha meningkatkan pagi agar lebih bersahaja dengan berolahraga. Siapa tahu dengan melakukan olahraga, Bung jadi lebih bersemangat mengarungi hari. Terlebih lagi banyak manfaat yang Bung peroleh dari berolahraga yang dapat berkoneksi ke pekerjaan.

Bahkan, apabila Bung berhenti berolahraga ternyata kerugian yang didapat sangat signifikan tidak hanya ke kondisi badan. Yakni, apabila Bung 10 hari berhenti berolahraga kinerja otak akan berkurang dan mengakibatkan mudah lupa. Sedangkan jangka panjangnya, daya tahan tubuh Bung bisa berkurang drastis hingga mudah terserang penyakit.

Membuat Agenda Liburan Guna Menyiasati Kejenuhan Dalam Pekerjaan

Berapa banyak jatah cuti Bung yang tak digunakan? Seharusnya Bung menggunakan jatah tersebut untuk liburan. Rangkailah liburan Bung bersama teman dan kerabat. Atau mungkin keluarga dan pasangan, lantaran menggunakan cuti untuk liburan itu sangat membantu mengatasi kejenuhan. Syukur-syukur kalau di tempat Bung bekerja ada agenda outing tahunan yang dapat meremajakan pikiran karyawan, apabila tidak, ya Bung harus menjalankan agenda liburan secara mandiri.

Sekali-sekali Cobalah Tengok Ke Bawah, Masih Banyak Orang yang Tidak Seberuntung Bung Saat Ini

Penting bagi Bung untuk menengok ke bawah. Dalam artian masih banyak orang yang tidak beruntung seperti Bung. Tak usah jauh-jauh, mungkin ada juga kerabat Bung yang masih sulit mencari pekerjaan karena ketatnya persaingan. Bahkan dia pun mendambakan berangkat pagi untuk bekerja dari pada berangkat pagi untuk mencari kerja.

Dari situ mungkin Bung dapat melihat bahwa kejenuhan dalam bekerja adalah fase, selebihnya Bung yang menentukan sikap, namun alangkah baiknya Bung tetap menjalankan bekerja seperti apa adanya. Lakukanlah semuanya sebaik mungkin, jangan sampai satu kondisi membuat Bung runtuh bercampur peluh. Sebab langkah terbaik ketika jenuh adalah tetap bersyukur.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Cari si ahli | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Pikir Lagi Dalam Bersikap Jangan Sampai Salah Tanggap

Dalam bersikap bung harus ada perhitungan. Jangan sampai salah melakukan tindakan sehingga melukai hati seseorang. Apalagi kalau bung bukan individu yang pandai membaca situasi. Salah melakukan tindakan bisa menjadi bumerang buat mu sendiri.  Maka dari itu butuh berfikir lagi sebelum bertindak secara acak, karena bisa saja membuat bung dimusuhi teman sendiri.

Situasi dan suasana mungkin diselumuti nuansa yang baik-baik saja. Tetapi siapa yang kira kalau salah ucap dan tindakan bisa merubah semuanya. Kedewasaan dalam bersikap pun dituntut, bukan hanya usia saja yang matang tetapi akhlak dan perbuatan harus mencontoh suri tauladan. Kalau bung masih kerap melakukan tindakan secara ugal-ugalan, cobalah fikir lagi, adakah salah satu teman yang terluka di hati atau pernahkah sikapmu menjadi bumerang bagi dirimu sendiri?

Mengecap Teman Sebagai Seseorang yang Salah Karena Mendengar Informasi yang Belum Tentu Benar dan Salahnya

Ruang lingkup sosial memang pelik. Satu circle pertemanan pun bisa saling membicarakan dari belakang. Tidak hanya terjadi kepada perempuan, tetapi laki-laki pun begitu. Saat ada sesuatu ada yang menjanggal pikiran bung jangan mudah tersulut.

Coba klafirikasi dulu tentang keburukan yang dianggap orang lain tentang dirinya, bisa saja itu salah. Karena saat pertemanan sudah beranjak dewasa, mempertanyakan hal yang janggal terkait dirinya secara langsung sah-sah saja.

Mengutarakan Kata Kasar Tidak Dibenarkan Sedari Sekolah Dasar

Namanya kehidupan pasti ada saja salah dan benar yang tercipta, apalagi ketika orang di dekat bung atau yang bung suruh melakukan kesalahan. Rasanya ingin marah dan memaki lantaran dikasih perintah yang mudah saja masih bisa salah. Tahan emosi, lantaran marah dengan mengucapkan kata kasar tidak akan membuat orang tersebut bakal benar ke depannya.

Terbawa Arus Dengan Menganggap Orang Lain Adalah Pribadi yang Buruk

Keburukan seseorang, entah dari sikap dan tingkah laku terkadang membuat kita jengkel. Biasanya, keburukan orang tidak hanya terlihat secara mata telanjang. Tetapi lewat komunikasi teman sekitar bung yang selalu membicara buruk tentangnya.

2 dari 4 individu yang mendengar itu pasti langsung terbawa arus dengan sentimen kepada orang tersebut. Kalau bisa bung jangan langsung percaya, tetapi buktikan dulu apakah memang dia seperti itu atau tidak? kalau benar, tinggalkan saja dari bung muak dengan tingkah lakunya.

Keluar Dari Pekerjaan Jangan Karena Tidak Nyaman

Memang ketidaknyamanan dalam bekerja sangat mengganggu performa. Sehingga hasrat untuk mencari nafkah malah menjadi hal yang terpaksa dibarengi dengan gerutu di setiap aktivitasnya. Saat-saat seperti ini, pasti muncul di kepala untuk re-sign.

Kalau boleh memberikan saran, lebih baik tahan dulu. Guna membangun karirmu jangan sampai keluar dari pekerjaan dengan alasan tidak nyaman. Tentu dalam penilaian akan buruk. Jangan sampai bung keluar dari perusahaan karena di bawah standar, tetapi ketika bung keluar saat sudah sesuai standar.

Hidup Bukanlah Kompetisi yang Harus Saling Sikut Sana Sini

Hidup bukanlah sebuah kompetisi yang harus digeluti, istilah ‘musasi’ atau musti saling sikut kerap berkumandang dalam dunia perkantoran, dari yang cari muka sampai penjilat pasti ada. Milikilah sifat bersyukur, sehingga rasa iri dan dengki tidak ada di dalam hati.  Perkara rezeki sudah ada yang mengatur, lakukanlah pekerjaan sebaik mungkin tanpa perlu intrik untuk mendongkrak karir hingga mencapai jabatan yang lain.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Cari si ahli | Yomamen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top