Relationship

Bung Tak Perlu Pusing Lagi, Marahnya Si Nona Saat PMS Kini Bisa Diatasi

Suasana hati si nona kadang sulit ditebak dan dikontrol apalagi saat PMS melanda. Situasi tersebut tentu menjadi perkara batin bagi para laki-laki, sebab terkadang menjadi ladang bagi si nona untuk meluapkan emosinya yang sedang memuncak dan bergejolak. Seolah-olah Bung menjadi sandsack tinju yang rela pasang badan untuk dihantam bertubi-tubi.

Selain itu, biasanya ada saja permasalahan yang timbul di permukaan, apabila ada masalah kecil yang menjadi besar di mata si nona. Anehnya lagi, apabila tidak ada masalah dan keadaan baik-baik saja, si nona justru menyulap masalah. Hingga Bung hanya bisa bersabar saat si nona sedang PMS.

Nah, dibalik sulitnya mengatasi si nona yang sedang naik turun emosinya, salah satu situs bernama Boldsky membocorkan beberapa “jurus” yang bisa dilakukan para laki-laki guna menghadapinya. Nah Bung, berikut ini adalah beberapa “jurus” yang dibeberkan Boldsky.

Mempersiapkan Diri Dengan Mencatat Tanggal Si Nona Biasa Menstruasi

Jurus pertama menurut Boldsky ini, bukan berarti Bung dapat menghindari amarah si nona saat PMS. Tetapi Bung justru harus mempersiapkan diri menjadi pasangan yang siaga, bahkan meski dihantam omelannya sekalipun. Dengan mencatat tanggal menstruasinya, Bung jadi tahu kapan harus siap untuk ekstra memanjakan dan mengerti si nona.

Perubahan suasana hati bisa saja berujung pada emosi yang memuncak. Asal Bung tidak menanggapi amarah si nona, pertikaian justru singkat tidak seperti biasanya. Perlakuan ini akan membuat si nona merasa nyaman dan tenang karena Bung mau menerima dan memahaminya.

Bantu Beban Si Nona, Bung Bisa Mengambil Alih Pekerjaan Menyapu dan Mencuci Piring

Pekerjaan rumah tangga yang selalu dilampiaskan kepada si nona setiap harinya mungkin membuatnya geram saat menstruasi. Bung dapat membantu dikit demi sedikit agar si nona merasa tenang. Sebab rasa kram dan nyeri datang saat si nona sedang PMS, sehingga melakukan pekerjaan rumah tangga tentu bakal menyiksa dirinya. Bersantai, adalah hal yang diidamkan si nona selama masa menstruasi. Jadi gantikan dulu peran si nona beberapa kali Bung, dan berikan si nona waktu beristirahat, agar ia dapat menikmati periodenya sejenak.

Kuncinya Tentu Saja Ada pada Kesabaran Bung

Ini bukan ujian, dan Bung jangan merasa saat si nona PMS itu menjadi masa sarat beban bagi lelaki. Lantaran kondisi ini alami dan dialami oleh setiap perempuan. Si nona pun mungkin tak mau PMS kalau bisa memilih, bukan? Jadi Bung hanya perlu bersabar. Meladeni apa yang si nona mau, dan tidak lupa mencurahkan perhatian ekstra guna membuatnya merasa dimanjakan meskipun barang sekali atau dua kali.

Berikan Si Nona Kejutan Agar Amarahnya Berubah Jadi Rasa Senang

Tak perlu kejutan seperti tas mahal, jam tangan, atau sederetan kosmetik kenamaan. Memberikan makanan favorit, es krim, cokelat, atau apa pun itu bisa merubah emosi hatinya menjadi rasa bahagia. Karena saat PMS yang perlu Bung lakukan adalah memberikan curahan perhatian, lantaran yang si nona inginkan saat emosinya tidak menentu adalah diperhatikan, dimanja, dan dimengerti. Tiga kata kunci tersebut menjadi pangkal saat si nona sedang menstruasi.

Perlakukan Si Nona Bak Seorang Putri Raja

Bersikap lebih manis menjadi salah satu hal penting. Bung harus menahan emosi dan tidak boleh terlihat lelah saat sedang meladeninya. Tetaplah tersenyum dan bersikap manis Bung, toh melakukan hal-hal tersebut pada si nona tidak bakal menghilangkan sisi macho Bung. Bisa jadi malah sebaliknya, Bung yang pengertian dan tetap berlaku ceria dibalik rasa lelahnya menjadi ke-macho-an tersendiri di mata pasangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Para Perempuan Rupawan yang Siap Bertarung di Panggung Politik 2019

Pada dasarnya panggung politik memang bebas dimiliki siapa saja, tidak tertuju kepada laki-laki, namun juga perempuan. Demi melenggangkan langkah menjadi wakil rakyat, jalan yang ditempuh pun lewat jalur legislatif. Pada pesta demokrasi yang diadakan di tahun 2019 ini, beberapa nama baru sampai mantan penggiat industri hiburan, siap menampung aspirasi rakyat untuk direalisasikan. Para perempuan ini tidak hanya dibekali wajah yang rupawan. Tetapi memiliki segudang kualitas terutama dari sektor pendidikan untuk bisa merubah nasib rakyat menjadi lebih baik.

Para perempuan ini bakal menjadi sesuatu yang segar di panggung politik. Karena membawa harapan baru, ide baru serta trobosan baru yang siap dilancarkan apabila bisa duduk di kursi pemerintahan. Nama-nama yang disebutkan, ada yang sudah malang melintang di pertelevisian karena sudah menancapkan kiprahnya sebagai politikus. Bahkan, ada yang masih berusia belia yang sudah menyatakan ‘siap’ untuk menjadi penyambung lidah rakyat.

Tsamara Amany Alatas

Sumber : https://www.instagram.com/tsamaradki/

Para politisi muda nampaknya harus bersaing sengit untuk mendapatkan kursi pemerintahan. Lantaran sangat berat untuk menembus peta perpolitikan Indonesia, apalagi anggapan “yang muda tau apa?” nampaknya masih terdengar. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan niat dari Tsamara Amany Alatas.

Politisi muda yang mendaftar sebagai calon legislatif lewat Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dengan usia baru menginjak 22 tahun ternyata Tsamara maju karena ingi mewakili kalangan pemuda yang apolitis terhadap kondisi politik Indonesia lho bung. Rencananya, Tsamara akan maju di dapil Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Potensinya sebagai politikus masih panjang mengingat usianya yang masih muda.

Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka

Sumber : https://www.instagram.com/isyanabagoesoka/

Masih dari Partai yang sama, kali ini seorang Praktisi Media yang telah malang melintang bekerja sebagai Reporter dan Presenter di berbagai stasiun televisi Swasta, yakni Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Perempuan berparas manis kelahiran 13 September 1980 ini mulai melangkahkan kakinya ke dunia politik Indonesia.

Sebagai mantan praktisi media Isyana memiliki hal yang fokus sesuai dengan bidang yang digeluti sekaligus membesarkan namanya. Isyana mengatakan akan berfokus pada RUU Penyiaran, karena ia menilai tidak banyak program di media massa yang dapat menghasilkan budi perkerti bagi seoarang anak.

Saya sangat konsen pada pendidikan anak-anak dan juga pendidikan anak-anak tidak hanya di sekolah tapi juga segala sesuatu di dunia pertelevisian saat ini. Segala sesuatu yang ada di internet segala sesuatu yang bisa dilihat anak-anak saat ini, ini juga salah satu juga harus diatur agar anak Indonesia tumbuh dengan generasi yang memiliki budi pekerti,” ujar Isyana.

Tina Toon

Sumber : https://www.instagram.com/tinatoon5/

Mantan artis cilik Tina Toon juga mulai merambah dunia politik. Pada Pileg 2019 ia akan menjadi caleg DPRD DKI Jakarta lewat partai PDI Perjuangan. Ia akan maju di daerah pemilihan dua yang melingkupi Cilincing, Koja, dan Kelapa Gading. Tina sudah memikirkan matang-matang tentang pilihannya, Tina juga mengakui sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Dengan mempelajari politik dan siap terjun bersama Rakyat.

Rencananya, mantan penyanyi cilik yang terkenal dengan lagu bolo-bolo ini ingin duduk di Komisi E agar memiliki fokus pada pendidikan ibukota. Pasalnya Tina memiliki keresahan terhadap kepemimpinan Gubernur DKI, Anies Baswedan karena beberapa permasalahan. Terutama tentang ketimpangan ekonomi di Jakarta utara sampai penataan UMKM yang tidak berjalan semestinya.

Olla Ramlan

Sumber : Breakingnews.co.id

Nama Olla Ramlan yang sering menghiasi layar kaca, juga memiliki keinginan yang sama dengan menjadi caleg dari Partai NasDem untuk dapil Jawa Barat IV. Meliputi Kabupaten dan Kota Sukabumi. Bisa dibilang ada satu benang merah antara popularitas sebagai artis dengan politikus, yang biasanya dilakoni beberapa artis senior lantaran sudah kalah bersaing dengan artis muda.

Tetapi Olla memiliki alasan lain yang lebih mulia, keinginannya menjadi anggota DPR karena ingin bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia juga sudah merasa mendapatkan banyak hal selama di dunia hiburan maka dari itu ingin berbuat lebih banyak, lebih dari menghibur di layar kaca.

Farah Puteri Nahlia

Sumber : MEDIAJABAR.com

Farah mungkin memiki kesamaan dengan Tsmara. Di usianya yang masih belia, ia memberanikan diri dengan terjun ke dunia politik bung dengan menjadi caleg. Rencananya Farah akan maju di tingkat DPR RI di dapil Subang, Majalengka dan Sumedang.

Farah sendiri akan diusung oleh PAN atau Partai Amanat Nasional. Alumni dari University of London ini telah terbiasa dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Tentu saja, itu jadi alasan utama kenapa ia ingin terjun ke dunia politik. Dengan membantu masyarakat karena hal-hal sosial sudah menjadi passion-nya.

Selain itu pengaruh keluarga juga jadi alasan selanjutnya, lantaran keluarga juga aktif berkecimpung di dunia politik. Tetapi ia mengaku tidak menerima paksaan dan siap membantu sekaligus mengabdi untuk  masyarakat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Ketika Bung Pilih Jokowi dan si Nona Pilih Prabowo (Atau Sebaliknya)

Pasangan yang identik dengan kesamaan, melakukan berbagai macam kegiatan dan keputusan secara seragam. Tampak beda sebenarnya tidak apa-apa, asalkan tidak mencolok bagi kedua belah pihak, ya sah-sah saja. Toh selama masih berada dalam koridor yang bisa dimengerti dan dimaklumi, salah satu dari pasangan pasti akan memahami.

Tetapi sulit untuk mengerti dan memahami dalam ruang lingkup politik. Pertanyaanya, bagaimana kalau pandangan politik membuat pasangan bersebrangan? apakah akan mengganggu jalan kemaslahatan rumah tangga sampai hubungan?

Banyak banget yang aku korbanin (untuk jadi caleg), salah satunya… putus dari mantan aku yang beda partai,” ucap Febri Wahyuni Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia, lewat sebuah video yang diunggah di Facebook partai tersebut.

Yap, sepertinya politik bisa menjadi pemantik perpecahan. Toh banyak baliho pinggir jalan yang ungkapannya berbunyi “Meskipun Beda Piliham Kesatuan Harus Tetap Dijaga”, seolah kejadian ini sudah diprediksi kalau beda kubu sama dengan musuh, mungkin seperti itu persepsi politik jaman sekarang.

Balik ke ruang lingkup pasangan yang beda pandangan (politik). Sulit sebenarnya bisa berkolaborasi akan perbedaan. Febri pun sudah mencapai tahap dan tidak berhasil, karena ia mengakui cukup demokratis.

“Sama-sama memberikan ruang, nggak mau mengikat. Karena kita beda pilihan, takutnya nanti ke depan akan berseberangan. Aku sih sebenarnya sangat menghargai perbedaan, cuman ketika perbedaan bisa berkolaborasi itu lebih bagus. Tapi karena tidak memungkinkan untuk berkolaborasi, jadi kami sama-sama ngalah, sama-sama lebih fokus dulu ke kegiatan masing-masing,” ungkapnya.

Pesta Demokrasi itu Bisa Toleransi, Tapi Antara Bung Dengan Si Nona? Kira-kira Bisa Nggak ya?

Kalau melihat kasus Febi yang sempat jadi pembahasan netizen di tahun lalu. Mungkin alasan mengapa ia sulit berkolaborasi karena Febi terjun langsung ke kolam politik. Untuk itu, perbedaan pun bakal berimbas pada hubungan yang dijalani.

Lantas bagaimana dengan yang berbeda pandangan terutama dalam hal sebatas memberikan dukungan? Memang tidak ada ilmu yang secara saklek bilang kalau pasangan akan tetap bertahan meskipun beda dukungan politik.

Karena takutnya, perihal perlakuan pun akan terpancing karena laki-laki kubu A sedangkan si perempuan kubu B. Pesta demokrasi memang bisa bertoleransi, tetapi kalau antar pasangan? tergantung masing-masing yang menjalani sih. Kalau santai ya tetap berjalan, kalau ter-trigger ya putus tengah jalan.

Jangan Memaksa Pasangan Untuk Menyetujui Pandangan yang Bung Pegang

Tidak bisa dipungkiri kalau ada rasa ingin mendominasi dalam suatu hubungan bisa terbawa dalam hal semacam ini. Ketika si nona mendukung kubu B, dan bung mendukung kubu A. Secara bawah alam sadar bung menganggap nona keliru, salah kaprah sampai tak bisa mengkaji fakta. Seolah-olah nona termakan mentah-mentah akan janji politik yang semu.

Sedangkan bung secara pretensius meyakini kalau pilihan bung adalah yang paling benar. Otomatis hal ini akan membuat bung terus meracuni pasangan untuk menyetujui pandangan sekaligus menariknya untuk merubah pandangan. Kalau hal ini selalu tersaji setiap kencan kalian, kami rasa putus menjadi salah satu santapan yang dipilih si nona karena pelik apa yang ia rasa.

Tak Ada Batasan Dalam Berbedat, Membuat Pertengkaran Merambat Hebat

Debat kusir pun tidak hanya dipetontonkan di televisi dengan tajuk acara debat. Hal ini bisa terjadi di dalam hubungan bung yang memiliki beda pandangan politik. Debat dengan tujuan membenarkan pilihan sampai pandangan tanpa ada batasan, akan merembet ke arah pertengkaran. Bung dan nona tidak akan bisa berdamai secara begitu saja, karena ego yang diiliki sama-sama kuat dalam memegang pandangan politik.

Apalagi dalam kasus Pilpres kali ini, di mana kalian sebagai pemilih hanya akan dihadapkan dua pilihan. Otomatis tak punya pembanding lagi dengan pasangan lain. Sedangkan coba membandingkan dengan Presiden terdahulu dianggap tidak relevan, mau tidak mau membandingkan dengan kubu sebelah kan?

Maka dari itu, kalau mau hubungan tetap adem ayem dengan toleransi, harus ada batas dalam berdebat. Jangan sampai isi makan malam kalian di restoran mewah pusat perbelanjaan nanti hancur karena saling membela pandangan politik yang dipercaya.

Sampai-Sampai Sudah Ada yang Memutuskan Diam, Salah Satu Dari Antara Kalian Tetap Berorasi Dengan Tajam

Ini adalah hal yang paling berbahaya. Ketika bung atau si nona sudah mulai diam, dengan alasan tidak ingin hubungan jadi korban pertengkaran karena politik. Masih ada saja diantara kalian yang tetap bersuara untuk membicarakan hal tersebut.

Padahal seseorang yang telah diam sudah melihat kalau hal ini akan berujung ke hal yang tidak menyenangkan. Di sisi lain, seseorang yang masih saja berkoar-koar politik merasa harus membagikan fakta atau pandangannya karena merasa seseorang yang diam sudah tidak memiliki amunisi dalam perdebatan.

Kalau sudah sejauh ini, ya salah satu dari kalian terlalu over dalam mengkomunikasikan politik dalam hubungan.

Padahal Bung Tak Boleh Terlalu Serius, Mereka yang Bung Dukung Juga Pernah Bersama

Sumber : Nasional Kompas

Baiknya kita bernostalgia sebentar bung. Sepuluh tahun lalu, Megawati Soekarnoputri yang juga jadi Ketum partai pengusung Jokowi pada pilpres tahun ini. Pernah menggandeng Prabowo Subianto,  sebagai calon Wakil Presiden pada Pemilu tahun 2009 lalu. Ya, meskipun keduanya akhirnya kalah.

Selanjutnya, pada Pilkada 2012 untuk calon Gubernur DKI Jakarta. PDIP dan Gerindra, berkoalisi untuk mencalonkan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, yang juga berhasil memenangkan Pilkada.

Adapun asal muasal mengapa Gerinda dan PDI Perjuangan terlihat berseberangan pada beberapa tahun belakangan. Kami pikir itu bermula dari Pemilu 2014 silam. Dimana, Jokowi yang sudah menjadi Gubernur DKI, akhirnya diajukan sebagai Calon Presiden oleh PDI-P untuk berlaga dengan Prabowo sebagai calon Presiden dari Gerindra.

Tapi, ini politik bung. Tak ada musuh, tak ada lawan. Semua orang bisa berteman dan berseberangan, tergantung kebutuhan. Lantas, haruskah bung dan nona gontok-gontokan?

Bahkan di Partai-partai Pengusungnya Pun Berkoalisi Pada Puluhan Pilkada

Sumber : DetikNews

Partai Gerindra, PKS dan PAN, bisa dibilang jadi partai yang paling sering berkolisi. Mulai dari mendukung Prabowo di Pilpres 2014, hingga mendukung Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Gerindra memang paling sering berkoalisi dengan PKS sejak 2014 dan PAN adalah partai kedua yang paling sering berkoalisi dengan Gerindra. Sedang di kubu seberang, ada PDI-P dan Nasdem, yang konon dianggap paling getol untuk mendukung Jokowi. Mulai dari Pilkada DKI 2012 hingga Pilpres 2014.

Tapi bung jangan salah. Pada Pilkada serentak tahun lalu, PDIP, PKS, Gerindra, dan PAN yang bung anggap kerap berseberangan, nyatanya bersama-sama mengusung satu paslon di Sulawesi Tenggara. Sementara di tingkat kabupaten/kota, keempat partai tersebut berkoalisi di 16 wilayah. Seperti misalnya di Magetan, Lebak, Tangerang, dan Kota Tangerang.

Bahkan dilansir dari Tirto.id, PDIP sendiri berkoalisi dengan PKS di 33 wilayah. Salah satunya adalah di Jawa Timur, kedua parpol memberikan dukungan pada Drs. H. Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno. Sementara dengan Gerindra di 48 wilayah dan PAN di 58 wilayah.

Ini masih beberapa bung, karena kenyataanya. Ada puluhan Calon Kepala Daerah lain yang diusung secara berbarengan oleh partai-partai yang selama ini kita anggap bersmusuhan. Politik itu elastis bung, bisa condong ke mana saja.

Lalu Apa Bung Mau? Mempertaruhkan Hubungan Hanya Demi Event Lima Tahunan

Perbedaan pandangan politik dengan pasangan memang menyebalkan. Selain membuat hubungan berjalan hampa, pertengkaran akan hal tidak penting pun terjadi. Kalau sudah sampai tahap di mana kalian saling menggerutu dan menyimpan kekesalan satu sama lain. Padahal momen seperti ini tak terjadi setiap hati, cuma 5 tahun sekali. Lalu, masa iya, bung mau melepas si nona yang tadinya diharapkan untuk bisa hidup bersama selamanya?

Cobalah bung kenang momen indah kalian, di mana kalian saling menyayangi dan mencintai. Dengan cara ini bung dapat mengesampingkan ego untuk tetap bersama dan berfikiran untuk tidak terlalu membahas politik sedalam ini dengan pasangan. Peluklah si nona dan ucapkan maaf.

Perbedaan pandangan dalam politik sah-sah saja. Sesungguhnya kalian juga memiliki hak dan kebebasan dalam berpendapat politik, seperti dengan pasangan. Akan tetapi lihat juga kondisi dan keadaan, jangan sampai kalian terlalu ngotot dan merasa paling benar. Sampai rela berpisah hanya karena pandangan politik. Sungguh, itu adalah kondisi yang tidak cerdik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Menurut Penelitian Seorang Gamer Lebih Perkasa Saat di Atas Ranjang

Sebagai pasangan suami istri, bung pasti tak memiliki gambaran atau merasa tidak ada imbas bermain gim terhadap kehidupan secara positif. Toh bermain gim tidak menambah wawasan apalagi menyehatkan badan. Tapi beberapa pendapat tadi akan patah seketika setelah riset dari Journal of Sexual Medicie mengemukakan kalau seorang laki-laki game akan lebih perkasa saat melakukan hubungan badan dengan pasangan.

Riset ini tentu dilakukan dengan beberapa faktor yang memang berhubungan saat bung sedang bercinta dengan si nona. Memang, bermain gim melibat beberapa organ tubuh seperti mata, tangan dan otak yang membuat si pemain harus aktif dalam bermain. Apalagi dalam hubungan ranjang merujuk kepada laki-laki perkasa, otomatis mengacu kepada stamina dan tahan tubuh.

Terutama durasi dalam bercinta untuk mencapai kepuasan bagi si nona. Lantas apa saja yang membuat laki-laki gamer disematkan lebih perkasa di ranjang dalam riset tersebut?

Dapat Melakukan Variasi Seksual yang Luar Biasa yang Membuat Nona Tak Tahan Godaanya

Laki-laki yang memiliki aktivitas sampingan bermain gim, dipastikan memiliki fantasi yang tinggi. Apalagi tipikal gim yang dimainkan memiliki basis cerita unik dan menarik yang sejalan dengan pengembangan imajinasi dan fantasinya semakin lengkap.

Fantasi yang tinggi tersebut akan berimbas saat berhubungan badan dengan memiliki variasi seksual yang luar biasa. Laki-laki akan mengandalkan otak dan akal sebagai sebuah sarana untuk memainkan titik-titik sensitif wanita, sehingga si nona akan menyerah kala bercinta dengan laki-laki gamers.

Memiliki Tingkat Fokus yang Tinggi dan Menjaga Keintiman dengan Baik

Dalam sebuah permainan, sudah menjadi rahasia umum apabila seorang gamer bisa fokus 100% tanpa terdistraksi. Tingkat fokus yang tinggi dijalankan pemain untuk memecahkan beberapa teka-teki atau masalah dalam sebuah permainan.

Hal itu pun akan sejalan apabila gamers melakukan hubungan badan. Dengan menjaga fokus yang tertuju pada hubungan badan sekaligus menjaga kualitas keintiman dengan baik. Mereka akan memegang kendali permainan dan si nona pun tak sulit untuk mencapai orgasme karena dilayani secara maksimal.

Memiliki Kemampuan yang Baik Dalam Melaksanakan Berbagai Hal Secara Bersamaan

Multitasking alias melaksanakan tugas secara bersamaan akan dimiliki seorang gamers laki-laki. Pasalnya beberapa permainan kerap merujuk pada satu kondisi di mana, ia akan melancarkan serangan sekaligus menghindari serangan terhadap musuh. Tentu saat bercinta tidak sulit bagi gamers untuk melakukan penetrasi sekaligus merangsang area sensitif dari pasangan. Alhasil kepuasan akan diterima pasangan karena kelihaian laki-laki.

Mahir Dalam Memainkan Jemari, Disukai Oleh Si Nona Saat Sedang Berhubungan Lantaran Menggairahkan

Sebuah penelitian mengatakan respon seorang gamers sangatlah cekatan terutama di bagian tangan. Karena kecepatan tangan diperlukan dalam melakukan suatu tindakan, terutama dalam sebuah gim yang membutuhkan respon cepat dalam hal sekecil apapun.

Tidak hanya berpatokan pada tangan, jemari pun juga lihai karena semua gim memantik tangan untuk aktif dalam menekan tombol. Dalam kasus berhubungan badan, tentu ini menjadi hal yang sangat dinanti nona. Apalagi kalau si nona suka saat fase foreplay dimainkan dalam waktu yang lama. Jemari yang menjamah secara liar saat bercinta dapat memancing nafsu nona semakin membara.

Tidak Menyukai Kekalahan, Selalu Ingin Menang Walau Harus Berjuang Mati-matian

Setiap gim mempunyai tantangan tersendiri yang mengharuskan pemain untuk melewatinya. Motivasi untuk selalu menang dan berjuang mati-matian menjadi dasar untuk gamers dalam berjuang. Mereka tidak mau mengakhiri permainan kalau belum menyentuh kemenangan. Jiwa ini apabila diaplikasikan dalam bercinta akan menjadi sesuatu yang beda.

Menantang bagi mereka untuk memberikan kepuasan kepada pasangan. Apabila pasangan belum menyentuh titik kepuasan, tentu gamers tidak akan menyudahi begitu saja. Ia akan terus memberikan yang dibutuhkan, apabila pasangan sudah mendapat kepuasan barulah mereka merasa sudah menang dalam hal hubungan badan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top