Sport

Bung Suka Futsal? Kenali Beberapa Pemain Terbaik yang Dapat Bung Tiru Skill-nya

Olahraga futsal dalam beberapa tahun belakangan cukup populer di Indonesia. Beberapa masyarakat atau teman kantor Bung, pasti sering mengajak atau mengadakan aktivitas rutin bermain futsal guna mengisi waktu atau sekedar berolahraga. Tak heran, kalau nama-nama pemain futsal seperti Falcao atau Ricardinho sudah banyak yang tahu, tidak seperti dulu.

Tapi kira-kira Bung penasaran tidak, tentang para pemain timnas futsal asal Indonesia? Jangan sampai Bung hanya mengetahui pemain luar saja tanpa mengetahui tentang pemain timnas dalam negeri. Karena skill yang dimiliki pemain Indonesia, tak kalah jauh dengan diluar loh, Bung. Bahkan Bung mungkin bisa mencontoh beberapa skill-nya guna dipraktekkan di lapangan saat sedang bermain bersama kawan dan rekan kerja.

Pemain Futsal Pertama Indonesia yang Bermain di Luar Negeri

Karirnya sebagai pemain futsal cukup cemerlang diantara beberapa pemain di Indonesia. Sejak usia 20 tahun ia sudah menjadi langganan pemain yang mengenakan seragam garuda alias tim nasional, bahkan hingga kini lho. Bambang Bayu Saptaji atau akrab yang disapa BBS, merupakan nama bekennya.

Skillnya dilapangan sangat memikat bagi klub-klub papan atas di Tanah Air. Seperti Electric PLN, Libidol, sampai Vamos Mataram. Empat tahun lalu, BBS memperlebar daya jelajah karirnya dengan membela klub asal Tiongkok, Dalian Yuan Dynasty. Ia dianggap sebagai flank terbaik di Indonesia saat ini.

Bagi penikmat kompetisi maupun turnamen futsal Tanah Air, nama Bambang Bayu Saptaji tentu tak asing lagi. Ia dianggap sebagai flank terbaik di Indonesia saat ini.

Kecepatan dan Ketenangan Menjadi Kunci Sang Senior di Lapangan

Sejak tahun 2005 ia sudah sering dipanggil timnas untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Sudah hampir satu dekade lebih Jailani Ladjanibi menjalani karirnya sebagai pemain futsal. Segudang pengalaman yang dimiliki membuatnya menjadi sosok yang senior di lapangan. Dengan harapan dapat menjadi sosok yang teladan dan membawa nuansa yang sama dalam tim. Teknik individu dan staminanya pun tak kalah dengan pemain muda, hal inilah yang membuat Jailani masih sering dipanggil tim nasional.

Wonderkid Asal Tanah Papua, yang Berjaya Sejak Muda

Nama Adriansyah Runtuboy merupakan satu fenomena dalam dunia futsal Indonesia. Namanya telah dikenal dan digadang-gadang sebagai nama besar sejak kemunculannya dalam ajang turnamen antar SMA yang diselenggarakan oleh salah satu produk minuman di Indonesia. Skill-nya sangatlah ajaib, banyak pemain yang terkecoh lantaran skill yang dipraktekkan oleh pria yang akrab disapa Runtuboy, membuat lawan cukup geram untuk menjaganya. Pasalnya pemain ini baru berusia 20 tahun.

Bersinar Saat Membawa Tanah Kelahiran Berjaya di Pekan Olahraga Nasional

Sebenarnya pemain asal Sumatera Barat ini tidak begitu menekuni dunia futsal. Lantaran di tempat asalnya, Padang, olahraga tersebut kurang begitu diminati selayaknya sepak bola. Tetapi kehidupan Randy Satria berubah di tahun 2012. Ia berhasil memberikan kebanggaan bagi tanah kelahirannya setelah mendulang emas pada PON yang digelar di Riau bersama tim PON Sumatera Barat. Tampil secara impresive di ajang tersebut, membuat namanya ditarik oleh beberapa klub besar seperti Electric PLN dan IPC Pelindo II Jakarta. Bersama Pelindo II ia berhasil merengkuh prestasi, tak ayal namanya pun semakin bersinar.

Randy Satria merupakan salah satu pemain futsal terbaik Indonesia saat ini. Namun, pemain asal Sumatera Barat ini sejatinya belum terlalu lama mengenal futsal. Mulanya ia lebih sering bermain sepak bola dan bola takraw. Ia baru mulai menekuni futsal ketika olahraga turunan sepak bola ini banyak diminati di Padang, tempat asalnya.

Kenalkan Bung, The Tractor, Sang Penggedor Jala Lawan!

Bahkan seorang legenda futsal Indonesia, Vennard Hutabarat, pun sangat mengakui kualitas Andri Kustiawan dalam membobol jala lawan. Naluri haus golnya membuat ia dijuluki The Tractor, hal itu pula yang membuat Vennard mengajaknya bergabung ke Electric PLN, klub yang ia dilatihnya. Di tahun 2012, Andri mendapat kesempatan untuk membela Timnas, wajar saja karena timnas butuh pemain berjiwa lapar gol seperti The Tractor.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Demi Sakralnya Selebrasi Penghormatan, Bendera Polandia Rela Dibalik untuk Lalu Muhammad Zohri

Kemenangan Lalu Muhammad Zohri dalam kejuaran Dunia Atletik U-20 membuat senyum Indonesia mengembang lebar. Apalagi ini menjadi sejarah bagi Indonesia dalam kancah dunia atletik. Namun, dibalik kemenangan Zohri ada rasa kontroversial yang terjadi terutama saat bendera yang dipegang. Apakah asli bendera Indonesia atau bendera Polandia yang dibalik?

Ternyata benar Bung, bahwa bendera yang digunakan Zohri saat selebrasi sementara adalah bendera Polandia.  Lantaran Asosiasi Atletik Polandia lewat cuitan Twitternya membenarkan bahwa tim mereka meminjamkan bendera putih-merah Polandia.

Insiden itu pun sampai menjadi sebuah berita dalam artikel bebahasa Polski seperti dilansir dari Tirto.id. “Kejuaraan Dunia Atletik Junior: Juara Sensasional diarak dengan bendera Polandia.” Dalam badan artikel tersebut menulis kalau orang-orang Indonesia tidak menyangka Zohri dapat menang, hingga Polandia meminjamkan bendera untuk putaran kehormatan. Karena cukup dengan membaliknya saja, maka sudah menjadi bendera Indonesia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sosial

Jempol Warganet Melukai Hati Warga yang Ingin Memeriahkan Asian Games di Indonesia

Pemasangan bendera negara-negara kontestan Asian Games 2018 di Jakarta Utara, ternyata disiasati oleh 9 warga yang ingin memeriahkan pagelaran akbar olahraga se-Asia tersebut. Namun komentar beragam dari warganet soal bendera yang bertiang bambu tersebut dianggap kurang estetika. Sampai pada akhirnya pihak PPSU Jakarta Utara pun turun tangan untuk mencopot.

Tamran salah seorang warga Penjaringan tersebut pun akhirnya bercerita tentang niatan ia dan rekannya guna menjadikan Jakarta sebagai salah satu tuan rumah yang ramah untuk Asian Games. Dengan melakukan patungan atau mengumpulkan duit dari kantong pribadi untuk membeli bendera dan bambu.

“Kita bawa marilah kita meriahkan lah Jakarta ini (meriahkan Asian Games dan acara torch relaynya). Pasang bendera beli bendera dan beli bambu. Kita pakai uang masing-masing,” kata Tamran.

Lurah Penjaringan Depika Romadi pun menyatakan kalau dirinya sempat ditelepon oleh Wali Kota Jakarta Utara perihal pemasangan bendera yang dicopot, Bung.

Wali Kota pun meminta penjelasan tentang kronologi pemasangan bendera sampai pencopotan. Sampai akhirnya Gubernur DKI Jakarta memposting ungkapan apresiasi di sosial media pribadinya. Hingga bendera pun dapat dipasang kembali.

“Ini salah paham dan ya penilaian orang. Subjektivitasnya emang mungkin berbeda-beda. Niat orang kan masing-masing berbeda. Karena kemampuan anak-anak penjaringan kan yang namanya menengah ke bawah kemampuan terbatas,” terangnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menjadi Generasi Langgas

Update dengan gaya masa kini, bagi bung apakah suatu keharusan atau kewajiban? dilihat dari berbagai aspek, sepertinya bergaya masa kini adalah suatu yang tidak diharuskan tetapi perlu diketahui agar tidak ketinggalan zaman, kan? bagi sebagian orang, menjadi generasi sekarang berarti harus akrab dengan sosial media atau dunia digital yang mana kerap dibilang sebagai digital native.

Oleh karena itu hal yang beken di zaman sekarang direpresentasikan dengan hal yang gemar dilakukan oleh generasi millenials alias generasi langgas (yang lahir diantara tahun 1980-an sampai 2000-an). Millenials di era sekarang dijadikan kiblat atau patokan dibanding generasi X. Yang mungkin generasi X sudah tak lagi mendominasi. Lantas apa saja yang dilakukan generasi millenials di zaman sekarang?

Teknologi yang berkembang pesat, menuntut generasi millenials untuk “berlari” dalam mempelajari hal ini. Pun dalam soal sosial, generasi ini dapat dibilang aktif sekaligus kreatif. Mempunyai pola pikir yang unik maupun gaya hidup yang nyentrik. Secara jelas, gaya hidup di era sekarang sangat tidak jauh dengan teknologi. Kira-kira seperti gaya hidup yang millenials atau beken saat ini?

Dimulai Dengan Aktif Menggunakan Sosial Media

Siapa yang mengawali sosial media dari era Friendster? berarti kalian termasuk dalam kategori orang yang sangat mengikuti perkembangan sosial media dari masa ke masa. Disambung dengan Facebook, Twitter, Instagram, Path sampai dengan Youtube.

Generasi millenials setidaknya memiliki akun dari semua platform meskipun tak aktif dalam menggunakan dan mengoptimalkan. Meskipun secara nyata, generasi millenials sangat aktif menggunakan sosial media bahkan di waktu senggang sampai di meja makan, yang namanya pantengin sosial media tidak dapat dilepas sebagai habit atau kebiasaan.

Sulit Meninggalkan Gawai Dari Gapaian Tangan

Nah ini, salah satu penyakit yang sulit ditangani bagi generasi millenials. Sekaligus menjadi salah satu ciri gaya hidup dari generasi tersebut. Bergeser jauh ke Korea Selatan, di mana terlahirnya Oppa Gangnam Style, sebanyak 1.000 pelajar Korea Selatan 25% diantaranya kencanduan ponsel. Nomofobia menjadi phboia yang muncul, yakni ketakutan tidak memiliki akses telepon seluler pun sangat merebak di kawasan Asia.

Phobia ini hadir setelah banyak bermunculan korban kecanduan gawai. Tak menutup mata, ketergantungan seseorang dengan gawai juga berdampak positif. Seperti penyebaran informasi dapat diakses dengan cepat atau situs-situs pengumpulan dana untuk musibah lebih cepat diketahui dan dengan lekas ditangani.

Lebih Suka Membayar Tanpa Uang di Tangan

Tentu kamu paham kan? generasi millenials sangat memanfaatkan teknologi. Bagi mereka, lebih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggalan ponsel. Karena dengan ponsel mereka masih dapat bertransaksi dengan munculnya teknologi fintech yang dimunculkan beberapa pengembang. Beralih ke transaksi non-tunai atau cashless sudah menjadi bagian gaya hidup millenials. Karena tidak repot, tidak ribet.

Percaya Review Seorangan Dari Pada Iklan

Sebelum membeli barang, terutama elektronik, ketika sebuah iklan gencar memasarkan sehingga terpatri di otak mereka. Belum tentu barang tersebut akan dibelinya. Satu hal yang dilakukan adalah menunggu orang yang memiliki kredibelitas di bidangnya masing-masing untuk melakukan review sebelum ia membeli.

Kecenderungan ini dinamakan User Generated Contect (UGC) yakni informasi yang didapat perorangan. Apalagi mewabahnya ecommerce membuat budaya belanja semakin menemukan surganya. Generasi millenials merupakan generasi yang doyan dengan belanja tanpa sadar.

Memiliki Kendaraan yang Sangat Mencerminkan Anak Zaman Sekarang

Kendaran tak dapat dilupakan dari benak millenials. Kecenderungan mereka berpergian ke tempat yang instagramable sekaligus hits harus ditempuh dengan kendaraan. Roda dua tetap menjadi pilihan, guna dapat selap-selip dengan lincah sekaligus cepat. Kalau itu merupakan hal yang kamu cari, All New Satria F150 sangat cocok denganmu berarti!

Kiprahnya sebagai kendaraan roda dua sangat cocok untuk generasi muda. Pemilihan warna pun sudah disesuaikan dengan tren masa kini. Sangat jelas kalau dahaga generasi muda yang mementingkan sisi lifestyle dalam kendaraan sudah terpenuhi lewat All New Satria F150.

Dibekali mesin berteknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) yang memberikan akselerasi spontan dan padat saat kapanpun diinginkan pengendaranya. Penggunaan radiator berukuran besar sebagai sistem pendingin suhu mesin, memastikan kondisi terbaik untuk konsistensi performa dan keawetan komponen mesin.

Varian warna yang dihadirkan pun juga banyak guna memberikan pilihan bagi generasi millenials dalam mementingkan pilihan tunggangan. Yaitu standard, yaitu Brilliant White, Stronger Red dan Titan Black. Selain itu, masih ada 2 pilihan warna spesial untuk varian High Grade, yaitu Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar MotoGP 2017.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top