Dating & Relationship

Bung, Perilaku Sayang Memang Tak Kenal Logika Dan Tanpa Alasan

Bung, rasa sayang itu dapat terlihat jelas dari sikap Bung kepada si nona. Ketika Bung benar-benar merasakan sayang dan cinta kepada si nona, tidak menutup kemungkinan segala sesuatu demi si nona akan Bung lakukan. Tidak berarti Bung adalah budak cinta. Akan tetapi untuk mengungkapkan rasa sayang terkadang tak banyak alasan yang dapat dibeberkan secara gamblang.

Banyak laki-laki juga pasti mengakui hal itu. Kalau rasa sayang terkadang memang tak bisa dijelaskan. Entah secara tersirat atau tersurat. Apa pun yang si nona mau selama masih wajar dan sah, pasti Bung akan melakukannya. Apa lagi jika perlakukan yang Bung lakukan mendapat apresiasi dari perempuan, tentu akan membuat Bung senang bukan?

Memang, rasa sayang tidak bisa dipaksakan Bung. Apa lagi dimanipulasi. Malahan hal yang tidak natural seperti itu akan menjadi beban. Karena rasa sayang itu munculnya tulus dari dalam hati. Bukan sengaja dibuat-buat agar disenangi. Kalau Bung memang sayang, pasti Bung bakal menyadarinya dan takut kehilangan si nona. Maka dari itu, secara naluriah, Bung akan melakukan yang terbaik demi menjaga hubungan tetap kokoh.

Akan Kuperjuangkan Semuanya Untuk Dirimu Seorang, Wahai Nona

“Apa sih yang aku nggak lakuin demi kamu,”. Mungkin bagi Bung, ini adalah kata-kata gombal yang sering diobrolkan laki-laki dengan menempatkan perempuan sebagai objek bualan. Tapi itu bukan bualan, kata-kata itu adalah gambaran pasti ketika ketika sedang dihantui rasa sayang. Rasanya tak dapat berpikir panjang, apa saja dilakukan.

Seperti rela berlama-lama menunggu si nona dandan, memilih pakaian di pusat perbelanjaan, menghabiskan waktu setengah harian di salon, bahkan sampai membawakannya makanan di tengah malam ketika pasangan mengeluh kelaparan. Pasti Bung pernah mengalami salah satunya, ya kan?

Waktu Luangku Tidaklah Banyak, Tapi Untuk Bertemu Dirimu Di Setiap Waktu Pasti Bakal Aku Usahakan

Memang di umur yang produktif dengan jam kerja yang tak kondusif, waktu menjadi batas untuk bertemu dengan pasangan. Apa lagi untuk Bung yang tetap sibuk di akhir pekan. Rasanya pekerjaan terus datang tanpa sungkan. Namun, Bung pasti ingin menyempatkan bertemu pasangan. Meskipun hanya dua sampai tiga jam, tapi itu terasa worth it ketika bisa merelakan sedikit waktu untuk melihat kondisi pasangan. Walaupun sehabis bertemu dan masih ditusuk rasa rindu, utang pekerjaan tetap setia memeluk.

Bung Bakal Lebih Banyak Mendengarkan Dan Setuju Menjadi Jawaban

Perempuan memang terkadang cerewet dan suka memperdebatkan banyak hal. Apa lagi soal kehidupan yang menurutnya tak sesuai dengan anjuran. Kalau Bung mengalami seperti itu, ya jangan heran. Tapi ketika Bung sudah diselimuti rasa sayang, mulai mengiyakan apa yang disebutkan si nona menjadi hal yang dengan rela dilakukan. Karena kalau dipikir-pikir, ada saja kebaikan dalam setiap yang ia nasehatkan.

Bung jadi lebih banyak mendengarkan dan setuju dengan apa yang dianjurkan. Walaupun sesekali Bung pasti agak berseberangan, karena merasa ada hal yang tak perlu dilakukan sepenuhnya sesuai keinginan si nona. Meskipun begitu, tanpa disadari Bung yang tadinya menjadi pihak yang jarang sepakat, berubah menjadi yang sering setuju. Kalau sudah seperti itu, tentu logika sudah tak terlalu membantu tapi hati mulai memperlihatkan diri.

Dihadapkan Dengan Banyak Pilihan Tidaklah Menyenangkan. Kalau Soal Pelaminan Hanya Si Nona Pilihan Seorang

Tidak ada dari satu pun laki-laki yang ingin kehilangan wanita terbaiknya hingga akhir hayat nanti. Dihantui rasa penyesalan adalah hal terkonyol ketika sudah dewasa belum bisa menentukan pilihan. Ketika keliru mengambil pilihan rasanya ingin menjadi time traveller sesaat untuk memperbaiki. Terlebih, soal pasangan hidup semati.

Bung yang sayang pada pasangan, pasti rela serius padanya agar hubungan tak putus tengah jalan. Bung pun mengajak si nona pelaminan tanpa pikir panjang. Apa lagi si nona memang mengharapkan ajakan demikian. Karena banyak mitos bertebaran bahwa perempuan bisa menyayangi pasanagannya hingga dua kali lipat apabila disayang.

Sebab Menyalurkan Hasrat Di Sembarang Tempat Memang Bukanlah Diriku

Dalam segi seksual, Bung yang sayang dengan si nona pasti tidak mau menghabiskan masa muda hanya untuk menyalurkan birahi sesukanya kepada nona. Karena Bung menyadari kalau itu belum saatnya. Bung pun meyakini bahwa saat untuk melakukan hubungan seksual adalah saat telah resmi menyandang status suami dan istri. Ketika malam pertama tiba, disitulah Bung mulai melepas masa lajang seutuhnya. Karena bagi Bung, melakukan sesuatu di waktu yang tepat jauh lebih nikmat daripada dilakukan di sembarang tempat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menggodanya Warna Merah Yang Membuat Perempuan Tertarik Sekaligus Tampil Lebih Menarik




Sebentar lagi peringatan HUT RI ke-73, pasti kamu sudah turut melihat dan merasakan euforia jelang peringatan Hari Kemerdekaan di sekitarmu. Paling terasa pasti urusan warna yang di bulan Agustus ini di dominasi warna bendera merah dan putih. Tapi sebentar, kamu sendiri masih ingat makna kedua warna tersebut? Yup! Merah identik dengan keberanian, sementara putih melambangkan kesucian.

Bicara soal warna merah dan kaitannya dengan keberanian, sebenarnya warna yang satu ini juga punya makna dan asosiasi lainnya lho. Beberapa makna warna merah ini bahkan didukung penjelasan ilmiah dan sejumlah penelitian di belakangnya.

Merah Selalu Punya Makna Filosofis Tersendiri di Berbagai Budaya Negara di Dunia

Bung sudah tahu, kalau di Indonesia, merah itu berani. Tapi bagi orang Tiongkok, warna merah dimaknai berbeda. Merah diasosiasikan sebagai warna yang membawa keberuntungan di negara tirai bambu ini. Bahkan pengantin perempuan di negara tersebut pun diharapkan agar selalu memakai busana berwarna merah dengan harapan kehidupan rumah tangganya kelak selalu dipenuhi oleh keberuntungan.

Sementara di Spanyol urusannya jadi lain. Warna merah diartikan sebagai unsur yang punya stimulus kuat. Tak heran kalau kamu sering melihat aksi matador yang ‘bermain’ dengan banteng, pasti tak asing dengan kain warna merah yang dipakai matador untuk menarik perhatian banteng.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa warna merah? Sebagian menjelaskan warna ini dipilih untuk menyamarkan jika terjadi sesuatu dengan si matador yang mengakibatkan terluka.

Namun di samping itu menurut sains, sejatinya hewan ternak seperti banteng memang hanya bisa mengenali warna-warna terang seperti merah, hijau, dan biru. Dari ketiga warna tersebut, warna merah yang paling kuat. Dalam penelitian lainnya menyebut, kendati banteng bisa saja ‘marah’ saat diberi stimulus dengan warna yang lain, tapi daya serangnya akan lebih kuat kalau dipancing memakai benda yang berwarna merah. Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh peneliti asal Spanyol, José M. R. Delgado, dari Yale University.

Laki-laki pun Akan Terlihat Lebih Menarik Kalau Pakai Warna Merah

Okay, Bung, ada cara mudah untuk terlihat lebih menarik tanpa usaha lebih. Gunakan saja warna merah! Sebab berdasarkan penelitian terbaru dari Journal of Experimental Psychology, badan sixpack dan tatapan tajam memang membuat perempuan jatuh hati, tapi laki-laki yang berani tampil dalam busana berwarna merah pun ternyata dinilai atraktif bahkan bisa membangkitkan gairah seksual perempuan lho!

Menariknya, para peneliti mengungkapkan, dalam benak perempuan saat melihat laki-laki tampil dalam busana berwarna merah menandakan kalau laki-laki tersebut mapan, kariernya bagus, dan gajinya besar. Hal ini didasari karena sebenarnya warna merah pun diasosiasikan pada tubuh yang sehat dan jiwa yang tentram, bahkan juga serta simbol kejayaan. Lihat saja, kalau ada acara bergengsi pasti para tamu undangan VIP akan berpose di atas red carpet, bukan?

Nah Untuk Para Nona, Kami Para Lelaki pun Sejujurnya Tertarik Dengan Perempuan Beratribut Merah

Sebagian Nona masih ragu menggunakan warna merah? Mari kita bisikan satu rahasia: “perempuan yang menggunakan warna merah terlihat lebih menarik loh di mata laki-laki”. Ini bukan omong kosong. Kembali lagi soal stimulus, penelitian Adam Pazda, seorang psikolog sosial asal University of Rochester di New York mengklaim bahwa perempuan yang mengenakan busana warna merah dianggap punya daya tarik tersendiri dan terlihat lebih seksi.

Bahkan jauh sebelum penelitian ini dibuat, sebuah lagu berjudul The Lady in Red milik Chris de Burgh bisa sedikit menjelaskan kenapa laki-laki suka melihat perempuan berpakaian merah. Menurut Pazda ditemukan kalau warna yang dipilih perempuan ternyata memang menentukan penilaian lawan jenis terhadap dirinya. Saat perempuan memakai warna merah, biasanya pihak laki-laki akan tertarik secara seksual.

Atribut Warna Merah Tak Cuma Soal Pakaian

Ketika bicara soal atribut, ini tak dimaksudkan hanya soal pilihan busana ya. Karena istimewakan dirimu melalui warna merah bisa dilakukan lewat beragam hal. Ambil contoh misalnya kendaraan yang digunakan sehari-hari. Kita bisa melirik warna baru dari Yamaha New Fino 125 Blue Core varian Grande yaitu warna Luxury Red.
Merahnya tak sekedar merah. Karena pilihan warna merahnya sangat unik. Berbekal matte colour, merah yang disematkan pada motor ini menjadi nuansa eksklusif. Nampaknya merah macam warna Luxury Red ini yang dibicarakan dalam penelitian di atas tadi. Apalagi warna matte tersebut berpadu apik dengan jok bertipe double seat yang berdesain berkelas. Sementara dari depan, cover berwarna merahnya tampak stylish dengan lampu LED yang juga elegan.

Tak cuma urusan tampilan yang bikin penasaran. Mesin Blue Core yang disematkan pada motor ini diklaim 50% lebih irit. Apalagi motor ini juga sudah punya fitur indikator irit bahan bakar untuk berkendara lebih ekonomis dan aman.Tentunya makin lengkap dengan fitur stop & start system yang membuat mesin mati saat berhenti 5 detik dan otomatis menyala kembali jika gas diputar.

Asiknya lagi motor ini sangat praktis. Ban tubelessnya yang lebar membuatnya lebih nyaman dikendarai karena tidak mudah oleng. Dan ketika menghadapi turunan atau tanjakan, Smart Lock System akan membantu mengunci rem agar tak dirundung was-was motor akan meluncur. Sementara, ketika mencari motor di tempat parkir, cukup tekan sekali Advance Key System-nya untuk menemukan Fino-mu dan tekan lebih lama untuk membuka penutup kuncinya.
Dengan kombinasi warna dan fitur macam itu, para perempuan yang menggunakan motor merah satu ini dijamin akan bikin mata kami para lelaki melirik. Penasaran sama motor satu ini? Yuk simak detail lengkap Yamaha New Fino 125 Blue Core di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Politik

Bagi Partai Demokrat, Sandiaga Adalah Seorang Santri dari Pondok Pesantren Kilat

Latar belakang Sandiaga Uno sebagai cawapres dari Prabowo Subianto memang seorang pengusaha. Meskipun ada pula yang menyatakan kalau ia merupakan seorang santri. Pembahasan Sandi merupakan seorang santri atau bukan cukup mengundang tawa di acara stasiun televisi lokal yang dibawakan oleh Najwa Shihab. Status seorang santri dari Sandiaga pun ditegaskan oleh  Presiden PKS, Sohibul iman.

Sedangkan menurut Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, yang ikut menimpali persoalan tersebut, Sandi merupakan seorang santri juga. Namun, ia tidak menempuh pendidikan di pesantren salama bertahun-bertahun seperti santri pada umumnya.

“Santri juga, kan ada pesantren kilat,” kata Ferdinand dilansir dari Detik.

Sedangkan Sohibul meyakini kalau Sandi merupakan produk santri di alam modern. Sehingga, ia pantas untuk dijadikan sebagai sosok pemimpin muslim, yang disebut sebagai sosok santri di era post-Islamisme.

“Saya kira beliau seseorang yang memang hidup di alam modern, tetapi beliau mengalami proses spiritualisasi dan islamisasi, sehingga saya bisa mengatakan Saudara Sandi adalah merupakan sosok santri di era post-Islamisme. Dia benar-benar menjadi contoh pemimpin muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman,” tutur Sohibul saat itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Bukan Melarang, tapi Curhat Si Nona dengan Lawan Jenis Memicu Perselingkuhan

Mencurahkan isi hati bagi si nona adalah hal yang dibutuhkan apabila tertimpa masalah. Apalagi melibatkan masalah denganmu Bung yang notabene adalah pasangannya. Lantaran dirundung masalah sangatlah memilukan hati, apalagi kala masalah tak kunjung usai karena ada dua ego yang saling berbenturan antar pasangan. Curhat dianggap sebagai solusi. Sebenarnya tak ada larangan untuk mencurahkan isi hati, tetapi banyak dari perempuan menemukan titik nyaman apabila curhat dengan lawan jenis. Tentu saja kecenderungan itu sangat riskan bagi hubungan Bung karena bisa mengarah ke perselingkuhan.

Salah satu faktor kenapa si nona sangat nyaman curhat dengan lawan jenis karena laki-laki tersebut bisa memosisikan dirinya seolah sebagai kakak laki-laki. Terlebih sudut pandang dan penyampaian tak berbelit-belit membuat si nona merasa dimengerti dan dipahami. Namun apakah benar kalau curhat dengan lawan jenis merupakan akar dari perselingkuhan?

“Ya, itu akar dari perselingkuhan. Kenapa? Karena ketika kita cerita ke lawan jenis yang mungkin teman, dia kelihatan jauh lebih tenang, jauh lebih memahami kita, jadinya kita bisa berpikir kok dia jauh lebih memahami kita,” tutur psikolog klinis dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani, MPsi., Psikolog.

Terkesan Sangat Memahami Apa yang Melanda dalam Hati

Saat sedang si nona bercerita tentang duduk permasalahannya pada teman laki-lakinya, si  nona bakal berkesan pada cara dia mendengarkan, memberi solusi, sampai memberikan semangat untuk tetap bertahan. Apa yang dilanda di hati nona saat bertengkar dengan bung, pasti bisa diredam emosi di dalam hatinya apabila ia telah curhat kepada temannya. Bung bayangkan apabila rasa ini terus terakumulasi apabila intensitas si nona dengan teman laki-lakinya bertemu selalu. Hmmm, otomatis bakal ke arah yang kurang mengenakkan.

Bermula dari Sering Cerita Sampai Terpancing untuk Bertanya “Lagi Apa?”

Rasa rumit menghimpit dadanya, ia seolah merasakan rindu untuk terus berkomunikasi dengan teman laki-laki. Namun ia pun takut kalau si teman laki-lakinya tak merespon. Karena si nona tahu, kalau ia di datang kepadanya ketika ada masalah saja. Tetapi si nona tak bisa menyembunyikan perasaannya. Hasrat untuk meningkatkan intensitas untuk selalu dekat si teman laki-laki sangat tinggi. Sampai-sampai si nona pun beranikan diri untuk chat bukan menanyakan solusi pertengkaran. Melainkan ingin tahu apa yang sedang dilakukannya.

Pandangan Mulai Berubah dari Teman Menjadi “Pasangan”

Intensitas yang si nona lalui dengan teman laki-lakinya bakal berubah tema. Dari yang notabene teman menjadi “pasangan”. Apalagi kalau si nona pun sering bertemu tidak hanya untuk curhat. Melainkan meminta pundak untuk bersandar.

Seringnya bertemu antara si nona dengan temannya itu otomatis bakal merubah persepsinya terhadap apa yang telah Bung berikan padanya. Si nona berpikir kalau Bung tidak dapat memberikannya kebahagiaan sehingga ia mencari ke orang lain. Tak sampai di situ, si nona pun kerap berpikir, hubungan yang selalu berujung pertengkaran nampaknya tak bagus untuk kehidupan. Jadi pada tahap ini proses perselingkuhan sedang dimulai.

Si Nona Merasa Gundah Gulana perihal Isi Hatinya

Meskipun memiliki pandangan untuk mewajarkan tentang apa yang ia lakukan, hati kecilnya masih memberikan sinyal, bahwa apa yang ia lakukan ini salah. Si nona merasakan gunda gulana dalam hatinya terkait perbuatan yang ia lakukan apakah termasuk selingkuh atau bukan. Apa yang mesti dipilih? Bertahan? Atau sudahi saja daripada kerap bertengkar kemudian berujung perpisahan? Selain itu si nona pun menganggap proses bertransisi dari teman menjadi pasangan adalah hal yang berat, apabila dia pada akhirnya lebih memilih temannya itu.

Jangan Biarkan Si Nona Mencurahkan Masalahnya pada Teman Prianya

Intinya Bung seperti yang diungkapkan oleh Sri Juwita selaku pakar perselingkuhan. Potensi perselingkuhan dari curhat kepada lawan jenis memang ada. Harus ada pemberitahuan kepada si nona tentang hal apa yang harus ia lakukan saat sedang bertengkar denganmu. Karena permasalahan dalam hubungan tak mungkin berhenti di satu dua masalah saja. Bahkan yang sudah diikat secara agama saja masih bisa untuk berantem apalagi yang cuma pacaran.

“Jadi beda banget memang ketika sudah nikah, kita dan pasangan memang ketemu 24 jam, jeleknya kelihatan semua, manisnya banyak sih tapi pasti ada hal lain yang juga mesti kita tolerir. Sedangkan kalau cuma dengerin cerita kita 1-2 jam apalah artinya itu,” tambah Wita, sapaan akrab sang psikolog.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Dibalik Balutan Romansa, Ada Bahasa Cinta yang Harus Bung Mengerti dan Kuasai

Seperti ada jarak ketika Bung dan si nona saling berhubungan, seolah-olah apa yang si nona lakukan sepertinya tidak pas dari segi waktu dan kondisi. Si nona kerap minta dimanja padahal Bung lelah sepulang dari kerja. Belum lagi hadiah yang Bung berikan kepadanya pun seperti tidak dihargai. Rasa geram tak bisa Bung sembunyikan, Bung pun sebenarnya ingin mengoreksi tentang kejanggalan tersebut, namun Bung takut menyakiti si nona hingga masalah berujung ke hal yang rumit.

Hei Bung, jangan cepat memutuskan kalau Bung dan si nona adalah pasangan yang tidak cocok! Karena kejanggalan yang disebutkan di atas tidak memutuskan suatu pasangan dalam kategori yang cocok atau tidak. Permasalahan yang terjadi sebenarnya lebih mengacu ke pada bahasa cinta yang perlu dikenali. Lantas seperti apa bahasa cinta tersebut? Nah, berikut ini adalah beberapa bahasa cinta yang harus Bung pelajari untuk membalut romansa antara Bung dan si nona agar semakin mesra.

Memberikan Pujian yang Tak Boleh Absen untuk Diberikan

Mungkin banyak dari Bung yang kini enggan untuk memuji si nona, lantaran merasa hubungan yang sudah memakan waktu lama, jadi dirasa tidak apa kalau tak memuji si nona seperti biasa. Toh si nona pun tak pernah mempermasalahkan kalau tidak dipuji. Padahal pujian harus tetap diberikan, guna memberikan kesan-kesan indah di setiap hubunganmu. Sekaligus memberikan penyemangat dan penanda kalau si nona masih tetap menggairahkan dimatamu, Bung.

Menjaga Waktu Berkualitas bersama Si Nona Agar Hubungan Menemukan Kualitas

Bahasa cinta selanjutnya adalah waktu berkualitas alias menghabiskan waktu bersama dengan si nona. Istilah kerennya “quality time”. Hal ini memang benar apa adanya, dan begitu diinginkan oleh si nona. Bahkan ada perempuan yang lebih bahagia diberi waktu bersama-sama dengan pasangan daripada mendapat hadiah. Apabila Bung dan si nona memang sama-sama disibukkan dengan pekerjaan, cobalah ambil liburan berdua dengan si nona untuk merangkai waktu berkualitas berdua.

Melayaninya Agar Ia Merasa Dihargai, Juga Membuatnya Bahagia

Cobalah Bung melayani si nona untuk memberikan sedikit sentuhan berharga. Seperti Bung pijit saat ia selesai bekerja, atau Bung buatkan minuman hangat untuk meredam rasa stres yang telah hinggap dikepalanya. Barang tentu, si nona sangat ingin dilayani dan itu termasuk dari salah satu bahasa cinta. Meskipun sejatinya, si nona memiliki peran untuk melayani sang suami kelak, tapi ia juga ingin merasakan dilayani.

Memberikan Hadiah yang Istimewa bagi Si Nona

Sesekali Bung harus memberikan hadiah kepada si nona, tak perlu mahal tapi memiliki kesan penting. Misalnya, untuk menyenangkan hati si nona yang begitu es krim rasa vanilla. Bung pun bisa memberikan es krim tersebut kepadanya. Nah, hal tersebut sudah termasuk dalam kategori hadiah meskipun terkesan agak remeh. Kalau hanya menunggu hari ulang tahun saja, otomatis lama ‘kan, Bung? Jika Bung bisa tahu apa kesukaan si nona berarti kalian memiliki kecocokan ke depannya. Intinya Bung hanya perlu memperdalam bahasa cinta.

Sentuhan Fisik Membuat Percintaan Bung dan Si Nona Bakal Asyik

Sentuhan yang Bung berikan bukan berarti dalam urusan ranjang, lho. Namun, mengacu kepada  rangkulan, pegangan tangan, sampai mengelus rambut. Sentuhan yang Bung lakukan bisa dbilang sebagai emotional bonding, karena sentuhan fisik juga menandakan kalau Bung masih memiliki cinta yang nyata kepada si nona. Apalagi si nona yang jarang mendapatkan sentuhan lantaran usia hubungan yang sudah memakan waktu lama. Otomatis ia akan mabuk kepayang atas apa yang Bung lakukan.

Bahasa cinta diperkenalkan langsung oleh  Dr Gary Chapman lewat buku karangannya yang bertajuk ‘The Five Language”. Dibalik hubungan Bung dan si nona yang dirasa tidak cocok, sebenarnya bukan itu poinnya. Melainkan Bung kurang cukup mengenali bahasa cinta antara pasangan. Kalau bahasa cinta dapat Bung kenali, otomatis hubungan romantis terus berjalan. Karena bahasa cinta adalah hal krusial yang acap kali dilewatkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top